7 Kunci Sukses Implementasi Sistem Informasi Akademik Kampus

Bagikan ke :      
Diposting oleh | Oktober 4, 2017
Kunci Sukses Implementasi sistem

SEVIMA.COM – Sistem informasi manajemen memiliki banyak peran penting untuk perguruan tinggi, seperti memperbaiki kualitas, untuk mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan. Sistem Informasi Manajemen juga bertujuan untuk menghasilkan informasi yang akurat, dan menciptakan keunggulan kompetitif bagi perguruan itu sendiri.

Namun perlu diketahui bahwasanya proses pengembangan sistem informasi manajemen dalam sebuah perguruan tinggi tidaklah mudah, tingkat keberhasilannya berbeda-beda tergantung bagaiman cara yang dipilih oleh sebuah perguruan tinggi tersebut.

Dan terlepas dari itu, ada beberapa faktor pendukung yang mempengaruhi sebuah keberhasilan implementasi sistem informasi manajemen dalam perguruan tinggi. Sesuai dengan pengalaman SEVIMA sebagai konsultan IT pengembangan sistem informasi untuk Perguruan Tinggi, perlu kami sampaikan beberapa faktor pendukung yang harus diketahui perguruan tinggi ketika akan mengembangkan sistem informasi akademik, diantaranya:

1. Memiliki Planning yang Matang

Dalam sebuah project tentu harus ada yang namanya planning. Pengembangan sistem informasi tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba, banyak hal yang harus dibicarakan dengan semua yang terlibat, seperti operator P T, dekan dan para pimpinan kampus.

Maka dari itu peralihan ke sistem informasi ini sebaiknya direncanakan sebaik mungkin. Segala hal yang mempengaruhi seperti biaya, prosedur, peran dari operator telah didiskusikan kepada semua pimpinan kampus.

Pada tahap planning ini juga harus dilihat efek untuk kedepannya, apakah nantinya sistem informasi tersebut berperan penting untuk kemajuan kampus atau kontribusi apa yang didapat dengan menggunakan sistem informasi manajemen ini.

Prencanaan-prencaan itu dapat memberikan pondasi yang kuat dalam kesuksesan penerapan sistem informasi manajemen akademik di kampus anda.

2. Pemilihan Vendor Pengembang Sitem Informasi Akademik yang Tepat

Pemilihan pengembang sistem informasi merupakan tahap yang sangat fital, jika kampus anda salah memilih vendor pengembang, presentasi keberhasilan pengembangan sitem bisa jadi sangat kecil.

Anda harus memilih vendor pengembang yang sudah berpengalaman dan sistem yang dikembangkan sudah teruji dan tentunya harus mengetahui desain sistem informasi yang cocok dengan tujuan akhir perguruan tinggi anda.

Disini para pimpinan kampus turut berperan penting dalam menemukan vendor yang sesuai dan dapat mewujudkan kebutuhan dari perguruan tinggi.

3. Mempunyai Roadmap Pengembangan Sistem yang Jelas

Sebelum sistem informasi di kembangkan atau dibuat, anda sebagai user harus menayakan kepada vendor pengembang, bagaimana roadmap pengembangan sistem informasi akan dikembangkan, supaya arah sistem yang akan dikembangkan sesuai dengan tujuan dan keperluan kampus.

Jika sebuah vendor pengembang yang berpengalaman, anda pasti akan diberi roadmap pengerjaan sebuah project. Tahap ini juga sangat penting agar pengembangan sistem dapat dikontrol dan mempunyai tujuan yang jelas.

4. Testing Sistem Informasi

Sebelum sistem diluncurkan ada baiknya untuk melakukan sejumlah uji coba atau yang sering kita kenal dengan UAT (User Acceptance Testing) terhadap sistem tersebut. Uji coba ini dilakukan untuk menemukan hal-hal yang masih tidak berkesesuian dengan kebutuhan perguruan tinggi atau memeriksa error sebuah sistem.

5. Pemahaman Sumber Daya Manusia

Setelah tahap uji coba selesai, dan sistem informasi sudah dapat bekerja secara maksimal. Selanjutnya dibutuhkan sosialisai sistem informasi kepada seluruh civitas akademik kampus yang terlibat.

Perguruan tinggi harus memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai penggunaan sistem informasi yang telah dikembangkan. Tahapan ini juga tidak kalah penting, kegagalan pengoprasian oleh user akan menjadi kegagalan pengembangan sistem.

6. Tingkat Sekuritas yang Tinggi

Sistem informasi manajemen kampus harus memiliki tingkat keamanan yang baik, karena sistem informasi tersebut tentunya berisi data-data yang bersifat penting dan rahasia. Jika terjadi kebocoran data tentu akan berakibat tidak baik bagi kampus. Untuk itu sistem informasi harus mempunyai sistem kemananan yang baik, agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi perguruan tinggi.

7. Maintenance Sistem

Pemeliharan secara berkala juga tidak kalah penting dalam pengembangan sebuah sistem,  maintenance sebuah sistem mempunyai banyak jenis, seperti perawatan berdasarkan perubahan kebutuhan atau perubahan untuk meningkatkan kualitas sistem tanpa merubah fungsinya, dan masih banyak jenis maintenance lainnya.

Kesimpulan

Keberhasilan implementasi sistem informasi manajemen di perguruan tinggi dipengaruhi oleh banyak hal. Mulai dari perencanaan hingga pengelolaan dari sistem informasi itu sendiri. Untuk menunjang keberhasilan dari implementasi sistem informasi manajemen, segala tahapan dalam implementasinya sebaiknya dilakukan dengan baik dan maksimal, tentunya untuk hasil yang maksimal pula.

Berbicara tentang implementasi sistem Informasi Akademik, sistem yang handal dan pengalaman sebuah pengembang Sistem Informasi sangat penting. Untuk itu Perguruan tinggi jangan sampai salah memilih partner dalam mengembangkan sebuah sistem informasi.

PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA) sudah berpengalaman lebih dari 13 tahun di dunia pengembangan sistem informasi untuk Perguruan Tinggi, sehinga mampu menemukan masalah klasik di kampus beserta SOLUSI-nya sevima.com/produk-layanan.

SEVIMA: Take IT Easy

Komentar