Berita & Artikel


SEVIMA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi X DPR RI telah mengumumkan rencana penyusunan Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) secara virtual melalui webinar, Senin (15/06/2020). Panduan yang disusun dari hasil kerjasama dan sinergi antar kementerian ini bertujuan mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru. “Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Tahun ajaran baru bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Juli 2020. “Namun demikian, untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan Belajar dari Rumah,” terang Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, pada webinar tersebut. Terkait jumlah peserta didik, hingga 15 Juni 2020, terdapat 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah dalam 429 kabupaten/kota sehingga mereka harus tetap Belajar dari Rumah. Adapun peserta didik yang saat ini berada di zona hijau hanya berkisar 6 persen. Nadiem menegaskan, proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis. Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka. Persyaratan kedua, adalah jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin. Ketiga, jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Keempat, orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. “Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan Belajar dari Rumah secara penuh,” tegas Mendikbud. Nadiem juga mengajak semua pihak termasuk seluruh kepala daerah, kepala satuan pendidikan, orang tua, guru, dan masyarakat bergotong-royong mempersiapkan pembelajaran di tahun ajaran dan tahun akademik baru. “Dengan semangat gotong-royong di semua lini, saya yakin kita pasti mampu melewati semua tantangan ini,” kata Mendikbud. Panduan Pembelajaran Tatap Muka pada Zona Hijau Di luar pelarangan yang berlaku di zona kuning, oranye, dan merah, tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, urutan pertama yang diperbolehkan pembelajaran tatap muka adalah pendidikan tingkat atas dan sederajat, tahap kedua pendidikan tingkat menengah dan sederajat, lalu tahap ketiga tingkat dasar dan sederajat. Itupun harus dilakukan sesuai dengan tahapan waktu yang telah ditentukan. “Namun, begitu ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” terang Mendikbud. Rincian tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau adalah: • Tahap I: SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Buat kamu kelas XII, memilih jurusan kuliah jadi salah satu hal terpenting, termasuk mau kuliah dimana yang bakal dipilih. Gak bisa sembarangan sobat, jangan sampai nggak sesuai dengan minat kamu ya. Salah satu cara terbaik memilih jurusan kuliah atau kampus adalah konsultasi dengan guru dan orang tua atau pihak terdekat lain. Nah, selain konsultasi kamu sekarang bisa dapetin info seputar kuliah di “maukuliah.id”. Maukuliah.id adalah platform yang membantu siswa mencari dan membandingkan informasi perguruan tinggi di seluruh Indonesia supaya bisa meraih impian lewat kampus idaman dan jurusan yang sesuai dengan passion. Daftar Akun di Maukuliah.id dan Dapatkan Banyak Benefit Nah, saat ini kamu juga bisa daftar akun sebagai siswa di maukuliah.id. Apa manfaatnya buat saya kalau daftar di maukuliah.id? Yaps selain daftarnya gratis, kamu akan mendapat informasi khusus seputar kuliah, bisa simpan kampus dan prodi favoritmu, bisa eksplorasi kampus yang difavoritkan (seperti update terbaru seputar pendaftaran, artikel, dan beasiswa) dan banyak lagi. Jadi pas banget, untuk kamu yang belum nemu kampus yang cocok bisa nih bandingkan beberapa kampus impian kamu dan temukan jurusan yang cocok sama kamu dengan daftar di maukuliah.id, Gratis! Tunggu apa lagi, kamu hanya butuh akses maukuliah.id lalu login di pojok samping kanan dan dapatkan semua benefitnya buat kamu. Oh iya, selain mendapat info dari maukuliah.id, kamu harus konsultasi atau ngobrol lebih jauh dengan orang tua dan guru. Pastinya sih soal jurusan dan kampus itu harus dipikirin matang ya sobat, jangan asal. Biar nantinya saat menjalani kuliah jadi lebih lancar.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Daftar universitas terbaik di Indonesia 2021 versi QS World University Rankings sudah dirilis. QS World University Rankings adalah publikasi tahunan peringkat universitas yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS). Kita tahu QS World University Ranking merupakan lembaga pemeringkatan resmi yang juga dijadikan salah satu acuan Kementerian Pendidikan (saat ini Kemendikbud) dalam mengukur kualitas kelembagaan Perguruan Tinggi di Indonesia menuju World Class University atau Universitas Bertaraf Dunia. Pada saat ini jumlah universitas Indonesia masuk dalam daftar ada 8 universitas. Yuk simak kampus mana saja yang menjadi Universitas Terbaik di Indonesia versi QS World University Ranking: 1. Universitas Gadjah Mada (peringkat 254 dunia) 2. Universitas Indonesia (peringkat 305 dunia) 3. Institut Teknologi Bandung (Peringkat 331 dunia) 4. Universitas Airlangga (peringkat 512-530 dunia) 5. Institut Pertanian Bogor (peringkat 513-540 dunia) 6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (peringkat 751-800 dunia) 7. Universitas Bina Nusantara (peringkat 801-1000 dunia) 8. Universitas Padjajaran (peringkat 801-1000 dunia) Apa Indikator Penilaian dari QS World University Ranking? Indikator penilaian QS University Ranking menggunakan enam indikator dalam pemeringkatan yaitu: 1. Reputasi akademik (40%) untuk mengukur unsur akademik secara menyeluruh. 2. Reputasi lulusan (10%) mengidentifikasi performa dan kualitas lulusan universitas di mata para pimpinan perusahaan. 3. Rasio fakultas dan mahasiswa (20%) untuk mengukur komponen yang menunjang kelangsungan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi seperti jumlah tenaga pendidik berbanding dengan jumlah mahasiswa. 4. Kutipan jurnal ilmiah (20%) mengukur jumlah kutipan (citation), jumlah publikasi ilmiah serta dampak penelitian yang dihasilkan para sivitas akademika perguruan tinggi terhadap masyarakat. 5. Fakultas internasional (5%) mengukur jumlah ekspatriat/tenaga pendidik asing di fakultas/perguruan tinggi. 6. Mahasiswa Internasional (5%) mengukur jumlah mahasiswa asing di fakultas/perguruan tinggi. Itulah 8 kampus/ perguruan tinggi Indonesia terbaik yang masuk dalam daftar QS World University Ranking. Bagaimana dengan kampus kamu, apakah masuk di 8 kampus terbaik? Semoga dengan adanya pemeringkatan ini, dapat memunculkan rasa untuk berlomba-lomba bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu kampus dan juga pembelajarannya, sehingga dapat mengantarkan lulusanya menuju kesuksesan. Untuk teman-teman yang belum nemu kampus yang cocok bisa nih bandingkan beberapa kampus impian kamu dan temukan jurusan yang cocok dengan kamu di: maukuliah.id

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Sudah lebih dari dua bulan rakyat Indonesia menjalani social distancing (jaga jarak di tempat umum) dan karantina mandiri. Semua itu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19. Sekarang warga tengah menghadapi fase baru dalam krisis pandemi Covid-19, yaitu the new normal. Warga akan segera menjalani aktivitas seperti sedia kala. Para pekerja kembali ke kantor masing-masing. Fasilitas-fasilitas umum kembali dibuka. Perkuliahan di kampus juga akan dibuka. Namun protokol kesehatan tetap diberlakukan agar persebaran virus tetap terkendali. Jaga jarak dengan manusia lain harus tetap dilakukan. Saat the new normal berlaku nanti, apa saja yang harus kita siapkan agar bisa beraktivitas dengan aman di perguruan tinggi? Berikut ini beberapa di antaranya. 1. Masker Kesehatan Virus Corona dapat menular melalui percikan dahak atau air liur saat penderita Covid-19 batuk atau bersin. Untuk mengurangi risiko penularan virus di perguruan tinggi, semua civitas kampus disarankan memakai masker. Jika masker bedah atau N95 masih sulit didapatkan, rekan bisa menggunakan masker kain sebagai gantinya. Namun perlu diingat, cuci tangan sebelum menggunakan masker, setelah selesai digunakan lepaskan masker dengan cara membuka tali pengikat masker di belakang kepala lalu cuci masker kain dengan air panas dan detergen. 2. Hand Sanitizer Mencuci tangan dengan air dan sabun memang cara terbaik untuk mencegah virus corona. Perguruan tinggi harus menyediakan tempat cuci tangan untuk semua civitas kampus. Kalau susah menyediakan tempat cuci tangan  Hand sanitizer hadir menjadi produk yang efektif dan efisien sebagai alternatif menjaga kebersihan dan kesehatan tangan. Jadi selalu simpan hands sanitizer di tas rekan-rekan, jangan sampai tertinggal. Baca juga: SIAKAD Bukan Lagi Sebuah Pilihan Tapi Keharusan di Era New Normal 3. Sarung Tangan Selain masker, banyak orang menggunakan sarung tangan untuk menghindari virus. Namun perlu diperhatikan cara menggunakan sarung tangan dengan benar. Penggunaan sarung tangan lateks sembarangan malah berpotensi terinfeksi virus Corona. Alasannya karena rasa aman menggunakan sarung tangan, padahal virus akan berpindah pada sarung tangan tersebut tanpa sadar kita jadi sering menyentuh wajah, masker, ponsel, dompet hingga pakaian. Sebelum menggunakan sarung tangan pastikan sudah mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer. Pastikan juga sarung tangan dalam keadaan baik, tidak robek, kotor, dan berubah warna terutama pada sarung tangan lateks. Tarik sarung tangan sampai ke pergelangan. Jika ingin membukanya, lepas sarung tangan dari dalam ke luar untuk menghindari kontaminasi virus di permukaan luarnya dengan hati-hati. Setelah itu, sarung tangan harus langsung dibuang jangan disimpan lagi. Baca juga: Buat Dosen, Ini 5 Tips Bimbingan Mahasiswa Tugas Akhir Selama WFH 4. Topi Face Shield Face shield digunakan petugas kesehatan untuk melindungi diri dari virus corona saat menangani pasien Covid-19. Untuk itu, banyak masyarakat pun mulai menggunakan face shiled dengan model topi untuk keluar rumah. Melalui Journal of the American Medical Association (JAMA), penelitian yang dipimpin oleh Dr Eli Perencevich menuliskan agar face shield efektif dalam menekan penyebaran virus, maka harus dibuat sampai bawah dagu. Harus menutupi telinga dan tidak ada celah yang terbuka antara dahi dan pelindung wajah. 5. Helm Bagi mahasiswa dan dosen pengguna ojek online, ada baiknya untuk membawa helm sendiri. Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Menyongsong era new normal, banyak sekali tantangan yang kita hadapi di sektor pendidikan. Seperti tantangan pembelajaran, manajemen akademik, keuangan hingga pengaturan bisnis plan. New Normal adalah sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang merujuk kepada kondisi-kondisi keuangan usai krisis pandemi COVID-19. Berdasarkan informasi yang beredar di media masa maupun media sosial, bahwa di tengah kondisi pandemi Covid-19, pemerintah akan memberlakukan gagasan “new normal” sebagai babak baru dalam menyikapi wabah Covid-19. Tentu alasan paling utama adalah bagaimana menyikapi pendidikan baik perguruan tinggi yang belajar aktif di kampus kembali, New Normal di perguruan tinggi. Pentingnya Sistem Informasi di Era New Normasl Adapun nilai positif yang di dapat selama pandemi COvid 19 yaitu kesadaran pengguna ICT meningkat baik Dosen maupun Mahasiswa, kegiatan kuliah umum meningkat melalui webinar, penerimaan mahasiswa baru online meningkat, bimbingan skripsi online dan penerapan paperless lain juga meningkat dll. Bisa dikatakan penerapan ICT atau sistem informasi akademik (SIAKAD) di perguruan tinggi bukan lagi jadi pilihan tapi sudah menjadi kewajiban yang harus dilakukan di era new normal ini. Baca juga: Mengapa Banyak Yang Memilih Siakad Cloud? Sistem Informasi Akademik apa sih? Sistem informasi akademik adalah suatu sistem yang dibuat untuk mempermudah kegiatan administrasi akademik di kampus, yang mana kesemuanya diatur secara daring (online). Beberapa contoh kegiatan yang bersifat administratif di kampus adalah Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), penyusunan kurikulum dan jadwal kuliah, mengisi Kartu Rencana Studi (KRS), mengisi nilai (untuk dosen), mengelola data dosen, karyawan, dan mahasiswa, dsb. Keunggulan Sistem Informasi Akademik: 1. Sistem Informasi Akademik (Siakad) dirancang untuk bisa mengolah semua informasi yang ada secara terintegrasi, sehingga data yang tersedia selalu terbarukan (up to date) secara realtime. 2. Selain itu, karena basis datanya terpusat, Siakad bisa meminimalisir terjadinya duplikasi data yang lazim ditemui pada sistem manual. 3. Siakad bisa berfungsi sebagai pusat informasi dengan kelebihan berupa: – PMB Online – KRS Online – Penjadwalan kelas online – Penilaian secara online 4. Menjadi pusat rekam jejak semua kegiatan kampus karena semua data ada di Siakad termasuk berita-berita terbaru seputar kampus. 5. Media komunikasi bagi dosen, karyawan, dan mahasiswa. Sistem Informasi Akademik dapat memuat data-data: – Data Mahasiswa – Data dosen – Data Mata Kuliah. – KRS – Daftar Nilai Mahasiswa – Data mahasiswa yang sudah lulus – Data Keuangan Adapun data yang dapat diakses para pengguna Siakad adalah: – Daftar nama mahasiswa. – Daftar nama dosen – Jadwal Kuliah – KHS – Absen Mahasiswa – Daftar Nama Wisudawan – Data mahasiswa yang aktif dalam perkuliahan Manfaat Sistem Informasi Akademik 1. Mempermudah mahasiswa untuk memperoleh informasi tanpa perlu datang ke bagian administrasi di kampus yang seringkali lama karena harus mengantri, dsb. 2. Bagian administrasi kampus juga dimudahkan dengan adanya siakad karena berkurang beban untuk berinteraksi dengan mahasiswa yang sedang butuh data. Bagian administrasi bisa memfokuskan waktunya untuk input data dan pemeriksaan data. 3. Data tersimpan secara terstruktur dengan database yang tersimpan di dalam computer. 4. Pembaruan data antara bagian administrasi kampus dengan bagian keuangan dapat dilakukan dengan cepat secara realtime. 5. Pengolahan data keuangan yang lebih efektif dengan menggunakan aplikasi yang dapat […]

Baca Selengkapnya »

Jumlah kasus virus corona belum mengalami penurunan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa pada Rabu (20/5) terjadi penambahan jumlah kasus harian terbesar (lebih dari 100.000 kasus di seluruh dunia) sejak wabah bermula di Wuhan akhir Desember 2019. Adapun dampak ekonomi yang dihasilkan akibat pandemi ini membuat pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 2,97% di kuartal pertama 2020, padahal kasus pertama Covid baru diumumkan pada 2 Maret 2020. Meskipun jumlah kasus belum mengalami penurunan dan melihat kegiatan ekonomi yang sudah lama terhenti, pemerintah akhirnya menggaungkan wacana skenario new normal. Skenario ini menitikberatkan pada perubahan budaya masyarakat untuk berperilaku hidup sehat di tengah pandemi Covid-19 atau bisa dikatakan beradaptasi dengan Covid-19. Pemerintah berharap adanya skenario new normal dapat membuat masyarakat tetap produktif di tengah keniscayaan risiko wabah corona dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Beberapa sektor akan dibuka kembali seperti sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi. Skenario Pesimistis Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh McKensey Global Institute, pandemi Covid-19 berdampak pada beberapa hal, mulai dari proses pengajaran dan pembelajaran, dosen, hingga kondisi finansial perguruan tinggi. Pada skenario pesimistis, pembelajaran online akan dilakukan hingga 2021. Sebagian besar siswa akan menyelesaikan perkuliahan semester ini secara daring dan kelulusan akan dilakukan secara virtual (tanpa seremonial formal). Kemudian, pergeseran signifikan terjadi pada pembelajaran online yang tentunya menjadi tantangan besar perguruan tinggi. Standar pembelajaran online yang layak perlu dikembangkan perguruan tinggi agar mampu memfasilitasi consumer needs, dalam hal ini mahasiswa. Selain itu, dosen yang tidak siap dengan pembelajaran ini dituntut memberikan effort lebih untuk melek teknologi dan menjadi kreator konten edukasi yang kreatif. Hal ini tentunya memakan waktu yang awalnya dialokasikan untuk penelitian dalam rangka peningkatan scholarly productivity perguruan tinggi. Dalam hal finansial, seperti yang telah disampaikan oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Budi Djatmiko, perguruan tinggi khususnya swasta (PTS) menjadi lembaga pendidikan tinggi yang paling terdampak, karena sebagian besar pemasukan PTS berasal dari dana mahasiswa. Keterlambatan pembayaran ini disebabkan kesulitan finansial sebagian besar orangtua mahasiswa di tengah pandemi. Beberapa Langkah Untuk menjawab tantangan di tengah pandemi dan mempersiapkan skenario new normal perguruan tinggi, beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi meliputi; 1. Membentuk task force team sebagai nerve center Pembentukan tim kerja yang fokus pada tanggung jawab bidang tertentu dapat membantu pemimpin institusi pendidikan untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan respons terhadap Covid-19. Tanggung jawab tim kerja tersebut meliputi empat bagian. 1. Pertama, melakukan analisis kondisi kampus pada umumnya dan online learning pada khususnya. Kedua, fokus pada apa yang urgent untuk dilakukan, perlu diputuskan apa yang harus dilakukan dengan cepat guna merespons consumer needs. Ketiga, fokus untuk mendesain portofolio actions (baik jangka pendek maupun jangka panjang) dengan pragmatic operating model guna memperjelas rencana dan tindakan aksi tersebut. Keempat, menyampaikan rencana dan merespons tanggapan secara fleksibel dan efisien. Baca juga: Pandemi Covid-19 Ancaman Serius Bagi Perguruan Tinggi, Apa yang Harus dilakukan? Dalam rangka meningkatkan efektifitas pembentukan tim kerja ini, perlu dilakukan tracing apa yang sedang dilakukan tim, kapan, dan oleh siapa. Pertemuan antaranggota tim dilakukan secara intensif dan seefisien mungkin guna merespons dan menjawab tantangan yang ada di lapangan. 2. Memperhatikan […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Tuntutan stakeholder terhadap penyelenggara pendidikan semakin tinggi. Keberhasilan organisasi/penyelenggara pendidikan dinilai dari keluaran peserta didik yang mempunyai ketrampilan serta kemampuan beradaptasi dengan cara-cara kerja yang baru dan segala jenis lingkungan. Apa itu ISO 21001:2018 ? Standar ISO 21001: 2018 adalah sistem manajemen organisasi pendidikan yang disesuaikan dari ISO 9001: 2015. Standar ini disusun khusus untuk sektor pendidikan dalam mencapai tujuan dan menjalankan fungsi utamanya, yaitu memberikan pendidikan yang bermutu. Standar ISO 21001 ini memiliki prinsip-prinsip yang mendorong lembaga pendidikan untuk menjadi lebih bertanggung jawab secara sosial dan menyediakan layanan pendidikan yang dapat diakses dan adil bagi peserta didik. Standar ISO 21001: 2018 membantu lembaga pendidikan dalam meningkatkan kepuasan peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, serta penerima manfaat lainnya. Persyaratan standar ISO 21001: 2018 bersifat umum dan dapat diterapkan oleh semua lembaga yang berbasis kurikulum, baik formal maupun informal, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, atau mulai dari lembaga kursus dan pelatihan dengan metode tatap muka langsung hingga pembelajaran elektronik (e-learning). Apa Tujuan Standar ISO 21001: 2018? Tujuan utama dari Standar ISO 21001: 2018 adalah untuk mengevaluasi apakah lembaga pendidikan telah memenuhi kebutuhan peserta didik dan penerima manfaat layanan pendidikan lainnya. Melalui pemenuhan klausul Standar ISO 21001: 2018, lembaga pendidikan akan dapat menyediakan produk dan layanan pendidikan yang dapat memenuhi persyaratan yang diharapkan dari pihak-pihak berkepentingan. Baca juga: Hadapi New Normal, dengan Update Strategi Pembelajaran Digital Apa Manfaat ISO 21001: 2018? Penerapan suatu system harus dapat memberikan dampak dan manfaat positif bagi lembaga, begitu pula dengan penerapan Standar ISO 21001: 2018. Berikut kami paparkan manfaat penerapan ISO 21001: 2018, baik manfaat secara umum maupun manfaat secara bisnis. Secara umum, penerapan ISO 21001: 2018 akan: a. Menyelaraskan kegiatan lembaga dengan kebijakan, misi dan visi lembaga, b. Meningkatkan tanggung jawab sosial dengan menyediakan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil untuk semua peserta didik, c. Sebagai proses dan alat evaluasi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi, d. Meningkatkan kredibilitas lembaga Pendidikan, e. Peningkatan berkelanjutan melalui pemantauan terus-menerus untuk meningkatkan proses pembelajaran. Adapun manfaat secara bisnis, penerapan ISO 21001: 2018 akan: a. Meningkatkan daya saing dan meningkatkan kualitas pendidikan karena ISO 21001: 2018 mengadopsi praktik terbaik dari industri pendidikan yang diakui secara internasional, b. Meningkatkan kepuasan peserta didik dan penerima manfaat lainnya sehingga berpengaruh terhadap reputasi, c. Meningkatkan kepercayaan publik bahwa lembaga memiliki standar mutu pendidikan yang diakui secara internasional. Saatnya Perguruan Tinggi Anda Berstandart Internasional SEVIMA berkerjasama dengan Intertek Academy akan mengadakan pelatihan online dengan durasi 3 jam yang akan mengupas ISO SNI 21001: 2018. Pelatihan akan membahas: Pengenalan: – Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP) – Prinsip-prinsip (SMOP) – Pendekatan proses dan PDCA Interprestasi: – Klausul 4: Konteks Organisasi – Klausul 5: Kepemimpinan – Klausul 6: Penerapan – Klausul 7: Dukungan – Klausul 8: Operasional – Klausul 9: Evaluasi Kinerja – Klausul 10: Peningkatan Saatnya meningkatkan kepercayaan publik bahwa lembaga perguruan tinggi Anda memiliki standar mutu pendidikan yang diakui secara internasional. Yuk daftar Webinar disini: bit.ly/6285731353398 (Pak Dicky).

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Biasanya kegiatan dosen membimbing mahasiswa dilakukan secara tatap muka karena akan lebih mudah dalam berkomunikasi antara dosen dan mahasiswa. Namun, saat pandemi Covid-19 ini pemerintah menganjurkan untuk work from home (WFH). Salah satu tugas dosen adalah membimbing mahasiswa. Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan tatap muka. Nah, bagaimana menyiasati keadaan agar bimbingan tetap berjalan lancar meski tengah menjalani WFH? Sehingga bimbingan pun dilakukan secara daring. Namun, bagaimana agar dalam membimbing mahasiswa menyelesaikan tugas akhirnya dapat efektif? Berikut tips membimbing mahasiswa tugas akhir selama WFH. 5 Tips Membimbing Mahasiswa Tugas Akhir Selama WFH Untuk Anda para dosen yang membimbing mahasiswa tugas akhir, coba praktikkan tips ini. Cara ini bisa membantu Anda mengatasi bimbingan selama WFH dengan tenang. 1. Membuat Grup Pertama yang perlu dilakukan dosen adalah membuat grup dengan mahasiswa bimbingan. Media pertemuan secara daring memang sangat dibutuhkan dan perlu dimaksimalkan dalam situasi sekarang. Dosen bisa membuat grup chat seperti media sosial atau platform LSM seperti EdLink yang sudah digunakan banyak perguruan tinggi untuk proses kuliah daring. Dosen perlu memaksimalkan kegunaan grup chat untuk melaksanakan tugasnya. Dosen juga menyampaikan motivasi di grup tersebut agar semangat mahasiswa tetap terjaga. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online 2. Kontrol Setiap Progres Melalui Grup Dosen juga bisa mengontrol setiap progres melalui grup, menanyakan setiap perkembangan mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir. Setiap perkembangan akan semakin mudah dimonitor dan apabila terdapat masalah bisa segera diatasi. Perkembangan ini bisa diketahui secara periodik. 3. Sering Membagikan Bahan Literatur di Grup Dosen bisa lebih sering membagikan bahan literatur di grup. Dosen memberikan informasi terakait bahan bacaan yang bisa digunakan mahasiswa menulis tugas akhir. Nah, bagaimana dengan mahasiswa yang tugas akhirnya di laboratorium? dosen bisa berperan dalam mengarahkan mahasiswa untuk menggunakan studi literatur sebagai pelengkap tugas akhir. Selain itu dosen bisa mengarahkan mahasiswa untuk mencari data penelitian yang relevan dengan tugas akhir secara daring jika datanya memang bisa didapatkan secara daring. Kemudian dosen bisa menyarankan mahasiswa untuk menggunakan fasilitas e-learning agar mahasiswa menyelesaikan tugas akhir sesuai ketepatan waktu. 4. Bimbingan dengan Video Conference Tak ada salahnya melakukan video conference untuk mengetahui secara lebih lengkap proses penelitian mahasiswa. Dengan video conference dosen juga bisa menanyakan progres dan kabar mahasiswa, agar tidak bosan dan memudahkan memahami arahan dosen. Baca juga: 5 Hal yang Dapat Meningkatkan Kualitas Dosen Dengan adanya komunikasi yang terjalin tidak hanya sebatas bimbingan tugas akhir. Akan tetapi terjalin pula komunikasi yang bisa menumbuhkan kedekatan emosional dengan video conference. Bimbingan seperti ini bisa dilakukan di platform siAkad Cloud. Siakad Cloud merupakan sistem informasi akademik online untuk memudahkan proses akademik di perguruan tinggi. Saat ini siAkad Cloud juga sudah tersedia fitur “Bimbingan Proposal/Tugas Akhir” secara online. Tentu dengan bimbingan online di siAkad Cloud mempunyai kelebihan tersendiri, yaitu hanya butuh 1 platform untuk semua hal, mulai dari proses KRS hingga bimbingan tugas akhir online. Berikut salah satu contoh gambar mahasiswa saat melakukan bimbingan online di siAkad Cloud. 5. Menjaga Kesehatan Untuk mengimbangi kegiatan lain selama WFH, dosen dan mahasiswa juga harus jaga kesehatan. Tidak bisa dipungkiri, ketika menjalankan […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Bagi akademisi tidak bisa lepas dari tiga unsur utama pendidikan dan pengajaran, penelitian atau research education, ketiga pengabdian masyarakat yang harus dilaksanakan dimanapun ia berada. Karena keberadaan seorang akademisi ditunggu-tunggu peran serta dalam kehidupan masyarakat, baik tenaganya, pikirannya, pengetahuannya, ilmunya dan ide, gagasannya serta kontribusi dan dedikasinya untuk umat manusia pada umumnya. Tahap /Langkah-Langkah Membuat karya tulis ilmiah Pada tahap-tahap tertentu penulis dalam karya ilmiah perlu memperhatikan alur proses dalam memproduksi tulisannya melalui proses yang tidak singkat, akan tetapi perlu upaya yang dilakukan, diantaranya: a. Tahap persiapan atau perencanaan Perencanaan merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan bagi seorang penulis karya tulis ilmiah, karena dengan merencanakan segala aspek dari apa yang akan dibahas dan dikaji dapat ter-sampaikan dengan adanya perencanaan. Maka dari itu alangkah baik nya sebelum menulis karya ilmiah lebih baik dituliskan rencana yang mau ditulis itu apa, (pilih topik masalah, rumusan tujuan, telusuri topic, identifikasi pembaca, dan tentukan cakupan atau ruang lingkup karya ilmiahmu sendiri). b. Tahap pengumpulan informasi Adapun bahan dari pengumpulan informasi dalam pembuatan karya ilmiah sebagai berikut ini: 1) Manfaat perpustakaan 2) Memanfaatkan internet 3) Kelola dan pilah bahan-bahan pustaka 4) Membuat ringkasan dan melakukan paraphrase 5) Membuat kutipan 6) Membuat daftar instrumen wawancara, observasi dan pertanyaan yang dipersiapkan c. Tahap Pelaksana Draf Setelah direncanakan, selanjutnya adalah pelaksanaan yang harus dipersiapkan dengan baik diantara, menyiapkan bahan referensi yang cukup sesuai dengan tema yang akan dibahas itu apa, dan bagaimana pelaksanaan dalam membuat karya tulis ilmiah, seperti buku, jurnal ilmiah, Prosiding, laporan ilmiah, semua memiliki petunjuk teknis yang berbeda, dan masing-masing dari kita dalam membuat karya ilmiah ditentukan oleh tujuan, termasuk pemenuhan tugas yang diberikan seperti halnya saat kuliah. Baca juga: Anti Keteteran! Ini 5 Tips Mengatur Waktu Saat Kuliah Online d. Tahapan menulis draf 1) Mengekspresikan ide-ide kedalam bentuk tulisan kasar 2) Mengembangkan ide kreatif yang masih bersifat tentative 3) Konsentrasi pada ekspresi atau gagasan, bukan pada aspek mekanik 5. Tahapan revisi 1) Memperbaiki ide dalam karangan karya tulis ilmiah yang berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca 2) Membaca ulang seluruh isi draf data, atau referensi yang akan dijadikan bahan sehingga memudahkan kita untuk mereduksi kedalam bahan yang siap jadi 3) Sharing atau berbagai pengalaman tentang draf kasar dengan berbagai teman untuk menemukan apa yang menjadi kekurangan kelebihan 6. Tahap penyuntingan 1) Memperbaiki dan mengevaluasi perubahan-perubahan aspek mekanik karangan (huruf capital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan). 2) Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan menarik yang dilakukan guna meminimalisir kesalahan yang terjadi 7. Tahap publikasi 1) Tulisan yang kita buat akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain 2) Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 8. Evaluasi Apa perlu kah evaluasi dilakukan dalam membuat karya ilmiah, bagi penulis sangat perlu, karena dengan evaluasi dapat mengukur kemampuan kita untuk bisa mengerjakan, maupun menyelesaikan apa yang bisa kita lakukan dalam membuat karya ilmiah yang bagus, terutama bagi pemula atau yang akan memulai membuat […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Tidak bisa dipungkiri, menghadapi perubahan yang cukup besar dan mendadak karena Covid-19 dinilai sangat sulit untuk dijalani. Namun perlu diingat, perubahan-perubahan tersebut tidak boleh menyurutkan niat kita untuk maju menjadi insan yang lebih kreatif dan inovatif. Sebagai kaum millennial yang berpikiran maju, situasi seperti ini hendaknya tidak membuat kamu semakin mundur. Bukan saatnya kamu merasa terbelenggu oleh situasi, bukan waktunya lagi kamu merasa paling merana karena pandemi ini. Peristiwa ini harusnya kamu jadikan acuan untuk menjadi lebih baik. Dilansir dari channel Youtube Najwa Shihab, Ia mengutarakan  bahwa sebenarnya angkatan dan lulusan 2020 adalah generasi emas. Kenapa bisa dibilang sebagai generasi emas? Yuk simak 6 ulasan berikut. 1. Perubahan pendidikan di tahun 2020 Situasi yang tidak memungkinkan, mengharuskan semua kegiatan harus dilakukan secara online. segala hal yang menyangkut sistem belajar mengajar harus dilakukan dengan sistem online. Tidak hanya itu, penghapusan ujian nasional dan pembatalan wisuda membuat semua yang lulus di tahun ini merasakan perbedaan yang teramat sangat. Jangan khawatir dulu ya, harusnya kamu bersyukur ada di situasi seperti ini. Kamu adalah orang yang beruntung, karena kamu adalah orang-orang terpilih yang adaptif terhadap keadaan. Baca juga: Penting! Ini 7 Tips Mengajar Dari Mendikbud Di Masa Pandemi Covid-19 2. Tahan banting dengan keadaan Belajar banyak dari situasi dan kondisi masa kini, membuat kamu yang lulus pada tahun 2020 adalah orang-orang yang sangat tahan banting. Keadaan yang tidak menentu dan situasi yang sangat fluktuatif membuat kamu menjadi generasi lebih sabar untuk menata ulang semua yang sudah kamu rencanakan. Tidak hanya itu, sarana prasarana yang belum memadai terkadang juga membuat beberapa kegiatanmu sedikit terhambat. Jadi, bisa dibilang bahwa angkatan 2020 akan menjadi seseorang yang sudah terlatih lebih tegar dan kuat dalam menghadapi keadaan. 3. Angkatan yang percaya terhadap science Keadaan terkepung oleh pandemi Covid-19, membuat angkatan 2020 kebelakang dinilai menjadi angkatan yang akan melek terhadap science. Situasi seperti ini juga membuat kamu sadar dan lebih rasional dalam berpikir, utamanya dalam pengolahan data dan segala hal tentang science. Semua yang akan dilakukan pasti dilakukan dengan penuh hati-hati. Tidak hanya berdasarkan teori saja, namun berdasarkan fakta dan data yang sudah ada. Baca juga: Anti Boros Kuota! Ini Rekomendasi Perkuliahan Online yang Hemat 4. Angkatan yang semakin sadar krisis iklim Wabah Covid-19 yang dinilai memberikan dampak yang carut marut terhadap semua sektor. Belum lagi adanya krisis iklim yang mungkin akan terjadi pasca menghilangnya wabah Covid-19. Semua tatanan yang sudah ada, terpaksa harus dirubah karena kondisi yang tidak menentu. Jika dilihat dari keadaan sekarang, pasti akan ada banyak yang perlu diperbaiki. Jadi, bisa dikatakan bahwa situasi ini akan membuat pola pikir generasi ini pun perlahan berubah. Sehingga pola pikir mereka pun bisa dipastikan akan berorientasi pada masa depan. 5. Ujian sebenarnya setelah lulus Mungkin sebagian orang berpikir, jika ujian pada situasi seperti ini benar-benar sulit untuk dijalani. Beberapa dari mereka merasa sedih karena tidak bisa melaksanakan ujian, wisuda, dan kegiatan kelulusan lainnya. Sebenarnya, ujian yang sesungguhnya adalah ketika kamu sudah lulus, terutama bagi kamu yang lulus dari perguruan tinggi. Banyaknya perusahaan dan beberapa instansi yang menutup proses open recruitment, hal […]

Baca Selengkapnya »