Berita & Artikel

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Operator PDDikti Pantang Menyerah Sebelum Tumbang, Oleh: Ahmad Budiyono (STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang)

Cerita: Ahmad Budiyono/STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Perkenalkan saya operator PDDikti dari Kampus STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang Saya Ahmad Budiyono, biasanya dipanggil dengan nama Budi. Pertama kali menjadi operator pada tahun sekitar 2013 akhir, saya diberi amanah untuk melaporkan segala kegiatan data. Pangkalan data mengunakan “Esbed/ Layar Biru” dipenghujung masa Esbed pada masa itu, menuju pelaporan dengan mengukan Feeder PD Dikti. Saya sendiri bukan orang yang lulusan teknik jaringan atau komputer, tapi saya orang jurusan Pendidikan Agama Islam yang diberikan amanah untuk memegang pelaporan dikampus. pertama kali saya menggalami kebingung yang tiada, bertanya kepada siapa jika menemukan kendala. Dan Alhamdulillah pada tahun itu juga Kopertais IV Surabaya mengakan Wokshop Pangkalan, dengan modal nekat saya berangkat menuju kegiatan. Dari sanalah cerita saya menjadi operator muncul. Disela-sela kegiatan wokshop kami bertemu dengan hasyim, ade, makbul, Hafid, Huda dll. Kami bercerita tentang kegiatan operator itu sendiri mulai mencari data sampai pada melaporan, muncul dalam sebuah ide untuk membuat ruang diskusi disosial media atau di group WA (awal pertama ada WhatApps), tidak banyak di group tesebut. Kami usul kepada Koordinator Pangkalan data kopertais wilayah IV Surabaya untuk membuat semaca kelompok bimbingan dan Alhamdulillah mendapat respon yang baik dari beliau. Maka terbentuklah 6 cluster di lingkungan kopertais IV Surabaya yaitu, Cluster Sasambo, Cluster Susi, Cluster Tapalkuda & Bali, Cluster Pantura, Cluster Madura, dan Cluster Matraman. Untuk Cluster Matraman diamanahkan kepada saya, saya sempat menolak untuk menjadi ketua Cluster Matraman karena bukan bidang saya tapi usulan itu ditolak oleh beliau beliau “saya mencari orang yang mau bukan orang bisa” dari Quets itulah saya jadikan motivasi untuk memegang amanah ini. Untuk sekarang sebutan Cluster itu berubaha menjadi Zona Matraman disitulah tempat kita diskusi dari problem sampai percepatan untuk melakukan Pendataan. Mari kembali ke cerita bagaimana repotnya bukan itu sebenaranya yang saya mau ceritakan tapi bagimana kisah kasih sedih dan bahagianya menjadi operator. Kampus kami berada di jombang kota santri bertepat di Jl. Cukir Mojowarno Jombang. Pada tahun internet belum masuk dikampus kami. Ketika ada pelaporan saya harus lari kewarnet untuk mengsingkronkan data dengan membaca prefill PDDikti yang sudah diisi secara Ofline. Sehingga mau tidak mau saya harus memasang jaringan internet masuk ke kampus, saya dengan teman saya agus menayakan apakah bisa memasang jaringan internet ke kampus kami, karena jalur internet hanya bisa masuk ke desa sebelah kami, dari pelayan Telkom bisa menarik jaringan internet di kampus dengan memasang 10 titik modem, kami melobi apa harus sepuluh boleh masang minimal delapan titik agar pihak Telkom mau menarik jaringan ke kampus. Lama kami bermusayawatoh dengan pimpinan alhmadulillah mendapat persetujuan untuk memasang dengan tujuan agar jaringan masuk setelah jaringan masuk selama 6 bulan saya megajukan pemutusan 7 titik jadi tinggal 1 yang masih ada dengan kecepatan 30Mbs (jadi kami tidak ke warnet lagi untuk melakukan pelaporan). Setelah diuji dengan jaringan, kami masih diuji lagi dengan repotnya meminta dan mengelola data sesuai dengan ada di PDDikti Feeder itu sendiri, tapi Alhamdulillah berkat adanya kelompok Cluster diatas jadi beban kedala untuk menata […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Pelaporan PDDikti
Layaknya Orangtua, Operator PDDikti Berperan bagi Kemajuan Perguruan Tinggi, Oleh: Hasriani Santaria (STAI Al-Azhar Gowa)

Cerita: Hasriani Santaria- STAI Al-Azhar Gowa Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Separuh Jiwaku Telah Pergi Oleh: Emak Operator You know ? Menjadi operator itu seperti mengasuh bayi bapak/ibu 🤭, tiap saat dikeloni 😂 padahal pelaporannya per semester kan 😅. Yaa sama seperti bapak ibu lainnya menjadi operator itu sesuatu banget karena dari tangan operatorlah keberlangsungan hidup suatu Perguruan Tinggi. 7 tahun berlalu Emis dan PDDikti sudah mendarah daging dalam hidupku, bagaimana tidak dari awal diwajibkannya pelaporan PDDikti dan emis, tanggung jawab itu saya pikul. Maukah kalian kuceritakan awal-awal pelaporan di kampus kami ?  Yaa kampus kami, kampus kecil. Sebuah Perguruan Tinggi Islam Swasta di kota Makassar yang harus bersaing dengan kampus-kampus besar lainnya. Dalam pelaporan bagaimana ? Mudah kan, kan hanya kampus kecil, eitss jangan salah. Awal-awal pelaporan itu penuh perjuangan karena saya haru mengolah nilai sendiri secara manual kemudian menginputnya sendiri, karena pada saat itu belum ada prodi di kampus kami, yang ada bagian akademik sekaligus berfungsi sebagai prodi. Capek gak ? Udah gak bisa dibilang, nilai udah ready aja kendalanya masih ada-ada saja kan ? Apalagi ini masih harus saya olah sendiri 🤭. Di kampus kami belum terbangun sistem waktu itu, jadi alur untuk saya bisa mendapatkan data mahasiswa maupun nilai saya diping pong dulu kemana-mana 🙈, bahkan saya harus mencari sendiri dan membuka berkas satu per satu 🤭. Masya Allah, perjuangan banget. Sehingga suatu ketika dalam rapat, saya sampaikan ke pimpinan bahwa pelaporan PDDikti ini sangat penting dan tidak bisa dianggap sepele, karena jantung kampus ada pada PDDikti. Sekali, dua kali saya sampaikan direspon, tapi tetap untuk sementara hasilnya begitu saja, untuk sampai kepada penginputan data maka saya harus mengolahnya sendiri. Terus saya suarakan, sampai akhirnya mendapat perhatian, terbentuk lah prodi yang sebenarnya, terbentuklah staf kemahasiswaan diikuti suport system’ lainnya. Udah aman belum pelaporannya ? Beluuummm, pelatihan PD Dikti di Kopertais 8 hanya 3-4 kali dilakukan sejak tahun 2013 sampai 2020. Sehingga setiap ada kendala yang saya alami, saya harus nanya kesana kemari, nanya ke operator pusat responnya bisa berhari-hari, nanya ke teman-teman sesama operator mereka pun terkadang mengalami kendala yang sama. Trus gimana ? Yaa diplototin 🤣, iya diplototin trus 😅, dan diotak atik hingga akhirnya ketemu solusinya sendiri 😍. Jadi bisa dong ya diatasi sendiri ? Kagaakkk 😂, Alhamdulillahnya kadang bisa kadang gak, hingga terkadang saya neror operator pusat di Kemenag 🙈 untuk minta bantuan sampai akhirnya beliau hafal dengan saya 🤭. Kata beliau, emak-emak produktif 🙊. Gimana gak produktif bapak ibu saya kemana-mana bawa baby 😅. Setiap ada pelatihan seperti pelatihan emis, babyku tak pernah lepas dari gendonganku 😅. Capek gak Bu ? Masya Allah, pulangnya baru berasa, berasa pegel 😂, tapi saya nikmati karena saya menyadari bahwa tanggung jawab saya ada disini, sebagai operator. Anggapan awal bahwa operator itu bukan siapa-siapa adalah nyata, dan tidak begitu penting dalam sebuah struktur organisasi di kampus kami 🥺. Namun, dengan segala keterbatasan yang ada, Alhamdulillah pelaporan kami tetap ontime. Jadi dalam satu semester saya melaporkan emis dan PD Dikti. Suatu […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Sempat Diremehkan Menjadi Operator PDDikti, Sekarang Jadi Paling Dibutuhkan, Oleh: Wayan Supantara (STIKES Advaita Medika Tabanan)

Cerita: Wayan Supantara- STIKES Advaita Medika Tabanan Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Salam Admin PDDIKTI Lintas Versi, Saya merupakan seorang admin PDDIKTI di salah satu PTS di Bali, kalau dulu sebutan admin PDDIKTI adalah Operator Epsbed. Saya sudah bekerja sebagai admin PDDIKTI selama 12 tahun, 2008 s.d. 2017 saya sebagai admin (Operator) PDDIKTI di AKBID BWD dan 2017 s.d. sekarang sebagai admin PDDIKTI di STIKES Advaita Medika Tabanan. Selama bekerja sebagai seorang operator banyak suka duka yang dialami. Misal Kalau ada update aplikasi epsbed kita harus download atau meminta hasil download ke Kopertis karena kampus dulu blm punya akses internet, terkadang juga sampai nunggu malam agar bisa download menggunakan telkomnet instan. Seiring berjalan waktu berbagai aplikasi pelaporan pernah saya gunakan mulai dari aplikasi Epsbed, aplikasi Winepsbed, Aplikasi Webloader, kemabali menggunakan Epsbed dan FEEDER. Sampai pada akhirnya saat FEEDER sudah di launching sebagai aplikasi pelaporan 2014-1, saat itu PTS masih diberikan sedikit kelonggaran, bagi yang belum siap menggunakan FEEDER masih bisa menggunakan Epsbed. Tapi pada saat itu saya memberanikan diri untuk menggunakan aplikasi FEEDER sebagai sebagai system pelaporan 2014-1 dengan memaksa pimpinan agar mau tanda tangan surat pernyataan siap menggunakan FEEDER. Saat masa transisi antara Epsbed ke FEEDER ternyata saat itu AKBID BWD status pelaporan sudah 100% dan PTS lain saat itu belum ada lapor 100%, Karen itu tim di kopertis memangiil saya untuk menghadap kopertis, tapi saat sampai di kopertis ada beberapa teman teman PTS lain juga disana dan saya diminta untuk sharing pengalaman saya menggunakan FEEDER. “Terkadang dulu pimpinan dan teman di kampus mempertanyakan apa sebenarnya yang dikerjakan oleh operator, dan seberapa berat sih tugas operator” Dari awal 2017 selain saya bekerja di AKBID BWD saya juga mendapat tawaran untuk membatu pelaporan FEEDER di STIKES Advaita, dan pada pertengahan 2017 saya mendapat kesempatan untuk membantu UNKRISWINA Waingapu sharing pengalaman import data ke feeder. Dan pada akhir Agustus 2017 akhirnya saya ambil keputusan untuk berhenti dari AKBID BWD dan beristirahat total selama 1 bulan untuk mencoba mencari profesi baru di luar PTS, saat itu saya sebenarnya ingin berhenti total sebagai admin PDDIKTI, akan tetapi di pertengahan bulan September 2017 saya dihubungi oleh ketua STIKES Advaita untuk menghadap, karena beliau mendengar info kalau saya sudah berhenti bekerja di AKBID. Ternyata takdir tidak mengijinkan saya behenti sebagai Admin PDDIKTI, karena pak ketua langsung menawarkan saya untuk lanjut bekerja di STIKES saat itu juga, tapi saya meminta waktu memikirkan tawaran tersebut dan untuk refresh istirahat sampai akhir bulan. Pada awal Oktober saya memutuskan untuk bekerja di STIKES dengan pertimbangan karena dekat dengan rumah dan pihak menajemen memberikan sedikit kelonggaran jam kerja. Jadi ya daripada mencari kerjaan baru harus mulai belajar dari nol, ya lebih baik saya melanjutkan yang sudah pernah saya jalani. Sekarang ini ternyata tugas pokok saya lumayan merangkap selain sebaga admin PDDIKTI FEEDER, ternyata ada tugas lain sebagai admin SISTER, PIN, Bantuan Kuota, Website Kampus, Ejournal, Elearning, dan Gofeeder. Wah kok sebagai banyak admin ya?, agar pelaporan FEEDER saya tidak terbengkalai dari awal saya bekerja […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Operator PDDikti, Ujung Tombak Suksesnya Pelaporan, Oleh: Yulius Paul Pian (STIE Pontianak)

Cerita: Yulius Paul Pian- STIE Pontianak Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Nama saya Yulius Paul Pian, Saya Operator PDDikti pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontianak sejak tahun akademik 2012/2013, di awal-awal masuk sebagai Operator PDDikti saya masih sempat merasakn pelaporan dengan espbed atau yang lebih dikenal dengan “si layar biru” sebelum Akhirnya beralihlah ke aplikasi yang lebih berwarna yaitu PDDikti FEEDER. Adapun rutinitas yang saya kerjakan berkaitan dengan pelaporan PDDikti FEEDER pastilah sama dengan apa yang di lakukan oleh semua Operator PDDikti pada Umummnya mulai dari penginputan data yang berupa data kurikulum, Data Mahasiswa Baru Pindahan/Transfer beserta Nilai Konversinya, Data Dosen Pengampu Mata Kuliah, Data KRS Mahasiswa hingga yang terbaru Penginputan Data Aktivitas Mahasiswa yang semuanya wajib di laporakan 2 (dua) bulan setelah perkuliahan berjalan hingga kemudian di akhir Semester melaporkan KHS dan aktivitas kelulusan. Rutinitas terkait dengan aplikasi PDDikti FEEDER bukanlh hal yang istimewa karena sudah menjadi keawajiban setiap kampus melaporkan aktivitas setiap semester kepada DIKTI melalui aplikasi PDDikti FEEDER, namun yang terasa istimewa yang pernah saya rasakan dan alami selama menjadi Operator PDDikti adalah terpacunya adrenaline saat-saat memasuki masa pelaporan seperti yang saya rasakan terutama pada saat-saat masa transisi aplikasi pendataan pelaporan dari layar biru ke aplikasi penuh warna. Aplikasi espbed lebih mudah penyampaian pelaporanya mengingat hanya cukup mengirim file yang sdh di kerjakan dengan sarana seadanya mengandalkan 1 unit PC tugas sebagai Operator PDDikti tidak terasa berat setelah menggunakan aplikasi PDDikti FEEDER kesulitan mulai timbul pada saat penyampaian pelaporan di akhir semester dilakukan pendampingan oleh pihak Kopertis Wilayah yang sekarang di kenal dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Dimana saya harus menstanby kan PC yang berisi aplikasi PDDikti FEEDER di kampus sedangkan saya menemui pihak Kopertis dengan laptop jadul spek rendah ala kadaranya dan milik pribadi karena pada masa itu aplikasi PDDikti FEEDER masih terinstal di PC kampus yang digunakan untuk pelaporan layar biru, jadi sy menggunakan aplikasi Timeviewer untuk di tunjukkan kepada Pihak kopertis wilayah untuk di periksa isi dari pelaporan periode semster sebelum di bukakan akses sinkronisasi untuk kampus kami, hal tersebut terus terjadi dan berulang-ulang dari semester ke semester dari tahun ke tahun. Walaupun sudah beberapa kali saya mengusulkan pengadaan Laptop untuk pelaporan dan memindahkan aplikasi PDDikti FEEDER di laptop untuk memudahkan pada saat pendampingan pelaporan tapi tetap tidak ada juga, hal tersebut terkadang membuat saya minder bahkan malu juga saat bertemu dengan para operator PDDikti dari kampus lain dan tentunya dengan tim Pendamping pelaporan dari Kopertis, tapi demi untuk mensukseskan pelaporan kampus di setiap semester, saya tetap menyampaikan pelaporan di setiap akhir semester  yang terkadang harus lembur dan tidur di kampus demi target selesai penginputan nilai dan lain sebagainya di akhir semester tanpa tambahan honor lembur atau apapun sejenisnya hal tersebut terjadi bertahun-tahun hingga kemudian petaka pun muncul pada saat periode pelaporan 2014-2 sudah di tutup dan kampus kami belum menyingkronkn apa yang sudah saya kerjakan di karenakan PC yang berisi aplikasi PDDikti FEEDER rusak semua data tidak bisa di selamatkan yang pada akhirnya mau tidak mau […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Berjuang 24 Jam Mengelola Data Pangkalan PDDikti, Oleh: Martha Zaky (Operator STIU Darussalam Bangkalan)

Cerita: Martha Zaky – Operator STIU Darussalam Bangkalan Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Salam satu data satu pangkalan “PDDIKTI”. Perjuangan identik dengan kerja keras, sebutan operator itulah yang di berikan kepada pengelola data, namun dalam hal ini adalah operator perguruan tinggi (PT) yang hampir jam kerjanya 24 jam tanpa mengenal lelah demi memperjuangkan terselesaikannya pelaporan data. Itulah yang penulis rasakan sampai saat ini suka dan dukanya sangat terasa, apalagi kalo sudah mendekati pelaporan PDDIKTI sedangkan  data mahasiswa belum mendekati kesempurnaan ditambah nilai dari setiap dosen belum terkumpulkan, maklumlah PT Swasta. PT kami terbilang masih seumur jagung oleh karenanya kami harus berusaha dan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas PT kami dengan terus belajar dan berkomunikasi kepada PT-PT yang bisa di katakan maju, apalagi terus terang saja penulis menjadi operator PT untuk yang pertama dan memang Yayasan kami pun baru pertama mendirikan PT, pada waktu itu pengalaman yang tidak bisa dilupakan dan akan selalu menjadi ingatan bagi penulis, dari pengalaman nol (0) penulis menjadi operator PT kata yang terucap pertama adalah harus bagaimana memulai, harus belajar kepada siapa, disitulah penulis sangat kebingungan, namun ditengah-tengan kebingungan itu hati  penulis terarah pada salah satu perguruan tinggi (PT) yang ada di daerah penulis, akan tetapi beda kecamatan dan beda jurusan, penulis pun memberanikan diri untuk belajar dan bertanya kepada operator PT tersebut. Alhamdulillah beliau pun menyambut dengan baik,  singkat cerita penulis pun memulai belajar mengenai banyak hal termasuk mengenai PDDIKTI bagaimana cara untuk mendaftar dan mengerjakannya, beliau pun dengan senang hati memberikan ilmunya sedikit demi sedikit, dan bukan satu atau dua kali penulis belajar pada beliau. Setelah beberapa minggu kemudian penulis pun bisa mengerjakan data di Feeder untuk dilaporkan ke PDDIKTI namun sangatlah sulit bagi penulis untuk bisa faham tentang Feeder karena banyak menu-manu yang harus dimengerti, siang malam penulis mempelajarinya. Setelah beberapa tahun kemudian akhirnya pengalaman mulai bertambah dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Kemendikbud maupun oleh grup operator sendiri sebut saja Zona Madura walaupun dengan data seadanya dan tidak lengkap tetapi ketika sudah datang periode pelaporan penulis pun harus melaporkan data yang ada, suatu hal yang tidak pernah terlintas dalam pikiran penulis pada pelaporan periode 2018/2019 genap PT kami mendapatkan penghargaan dari Kopertais IV karena PT kami termasuk PT yang terbaik dalam pelaporan dengan peringkat ke-3 suatu hal yang tidak disangka, di benak penulis terlintas, masa PT yang baru seumur jagung sudah masuk peringkat ke-tiga. Alhamdulillah, itulah yang terucap pertama dari bibir penulis pada kala itu, sungguh terharu.  Singkat cerita munculah peraturan baru yaitu pada tahun 2020 mahasiswa wajib menggunakan Penomoran ijazah nasional (PIN) penulis pun merasa asing dengan sebutan PIN,  bagaimana caranya untuk mendapatkan PIN tersebut, ternyata menurut informasi PIN hanya bisa didapat dengan pelaporan yang lengkap di PDDIKTI, dan ini adalah PR bagi semua operator PT di Indonesia terutama PT Swasta yang dalam pelaporannya tidak lengkap, termasuk PT yang penulis kelola pelaporannya, ternyata setelah di cek pelaporan yang selama ini penulis laporkan tidak lengkap, mulai dari tahun 2016 sampai  2018, oleh karenanya penulis harus melengkapi pelaporan […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Pantang Pulang Sebelum Valid, Oleh: Wahyudi Ariadi (Universitas Lancang Kuning)

Cerita: Wahyudi Aradi – Universitas Lancang Kuning Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Kita buka dengan sedikit pantun: Putih-putih warna burung merpati, Merpati terbang tinggi di udara. Saya bernama Wahyudi Ariadi, Salam kenal buat teman semua. Saya admin PDDIKTI Universitas Lancang Kuning Kopertis Wilayah X. Kami ucapkan terimakasih kepada TIM siakad cloud yang sudah memberikan kesempatan kami untuk mengetik kisah – kisah kami selama menjadi admin PDDKTI. Saya memulai bekerja di Universitas Lancang Kuning pada unit Fakultas Ilmu Komputer pada tahun 2011 sebagai staff kebersihan kemudian di tahun 2013 saya diperbantukan sebagai staff Tata Usaha di Fakultas Ilmu Komputer. Seiring berjalannya waktu pada tahun 2017 saya dipercayakan sebagai Operator siakad Fakultas Ilmu Komputer. Dari sinilah saya memulai akrab dengan data – data mahasiswa dan dosen. Sebelum kami menggunakan produk sevima kami menggunakan aplikasi *SENSOR PRODUK* yang saya kenal secara otodidak dan bertanya kepada senior – senior Operator Fakultas lainnya. Mulai tahun 2017 kami dibentuk dengan 12 tim Operator Fakultas dan pasca. Boleh kami sebutkan Tim kami sembari mengingatkan kami atas perjuangan mereka di masa itu, dengan tim 2017 sebagai berikut kita mulai dari senior : Pak Mursidi > Fakultas Ilmu Budaya > Kami Panggil dengan *BABE* Kakak Senior Lina > Fakultas Ilmu Administrasi > Kakak yang paling detail kalau sama data Kakak Senior Rika > Pasca > Kakak yang kami andalkan menghadapi pimpinan Kakak Senior Dina > FKIP > Orang yang pertama di telpon kalau ada masalah Bang Muly > Fakultas Hukum > Selalu nomor 1 kalau mengirim data padahal data beliau terbanyak pertama. Ratih > Fakultas Pertanian > Pemberi solusi yang otaknya encer Nanda > Fakultas Teknik > yang paling sering bertanya di grub Kak Roza > Fakultas Ekonomi > Kakak yang diam – diam tapi selesai Fajriani > Fakultas Kehutanan > Yang ngajarkan saya membuka 2 layar Ade Nirmala > Pasca > Adek senior yang sebentar aja di Operator Fuad > Fakultas Ilmu Budaya > Adek Senior yang kumisnya menggoda Ade > PDPT > Kepala suku Suka sedih kalau mengingat perjuangan TIM diatas. Dengan selogan kami “PANTANG PULANG SEBELUM VALID”. Kebayangkan entri matakuliah yang jumlahnya ratusan di smart unilak dan kami pindahkan ke feeder secara manual, 2 kali kerja itu pasti. Input data wisuda yang sekali wisuda berjumlah ribuan. Sisip – sisip data. Perbikkan data. Dan lain – lain lah pokoknya. Sampai kadang mengeluh sudah kerja lembur, mata merah, pagi mengantuk siangnya kenak marah sama pimpinan. Tahun 2018 kami yang biasa dipanggil operator fakultas berganti nama menjadi Admin Fakultas. Dan kami mulai dikenalkan dengan sevima dengan tutor mbak dewi dan mbak zila, yang awalnya pusing dan menyerang mbak zila & dewi dengan sejuta pertanyaan, masalah dan apa solusinya. Yang pada waktu itu kami belum percaya pada tim sevima berjalan 1 semester. Masuk di semester kedua kami mulai terbiasa dan di permudah dengan aplikasi dari sevima sampai saat ini. Serta di permudah lagi dengan aplikasi profeeder dari sevima. Kami hanya cukup mengontrol dan mengirim data di aplikasi profeeder. Diawal tahun 2020 kami mendapat isu akan di ciutkan menjadi tim […]

Nov

23

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Tips & Trik
Cara Membuat Modul Perkuliahan Daring yang Efektif dan Menarik

SEVIMA.COM – Akibat dari dampak pandemi, membuat seluruh lini harus merasakan perubahan yang sangat luar biasa. Tidak hanya dari faktor ekonomi saja, namun juga dari faktor pendidikan. Perkuliahan online digadang-gadang sebagai salah satu solusi yang bisa digunakan selama masa pandemi ini. Sayang, tidak semua dosen bisa mengemas metode ini dengan sangat menarik. Kesulitan tersebut dikarenakan belum lengkapnya sistem dan aplikasi yang memadai. Sehingga, dosen memerlukan strategi yang tepat untuk menjalankannya. Dengan adanya metode perkuliahan online ini, dosen harus siap dan tepat untuk menyampaikan perkuliahan online tersebut. Sebagai pengajar yang profesional, dosen diharapkan bisa mengatasi permasalahan ini dengan cepat. Untuk mengatasi permasalahan ini, dosen perlu untuk membuat metode agar mencapai Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dengan baik, meskipun dilakukan secara online. Lalu, apa saja strategi yang harus dimiliki seorang dosen dalam menciptakan suatu pembelajaran yang efektif? Berikut ulasannya. 1. Pelajari implementasi kuliah daring/online yang baik Yang harus Anda lakukan adalah pelajari lebih dalam tentang perkuliahan online. Seperti prosedur penggunaan fitur yang ada di aplikasi/Learning Management System (LMS). Dengan mempelajari ini akan membantu Anda untuk menentukan materi perkuliahan yang ingin disampaikan, bagaimana penyampaiannya, hingga tahap evaluasi pembelajaran yang akan dilaksanakan. Selain mempelajari tentang sistem perkuliahan online, Anda juga bisa mengikuti Webinar-webinar yang mengulas tentang perkuliahan online, untuk bekal Anda dalam melakukan pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. 2. Pahami karakteristik mahasiswa, Apakah bersahabat dengan teknologi Setelah mempelajari tentang implementasi kuliah online, yang harus Anda lakukan adalah pelajari kebiasaan mahasiswa Anda, apakah para mahasiswa banyak mengetahui tentang teknologi/tool yang sekarang Anda gunakan. Pastikan semua mahasiswa paham tentang LMS yang digunakan, agar perkuliahan berjalan dengan baik. Selain itu pelajari juga apakah mereka cukup mudah memahami penyampaian materi dengan menggunakan satu media pembelajaran saja? Lakukan pengamatan dan berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa Anda agar mendapat cara yang pas untuk menyampaikan materi.  3. Pelajari lebih dalam mata kuliah yang akan disampaikan Sebelum menyampaikan materi, menyiapkan materi sangat diperlukan. Buatlah materi semenarik mungkin sesuai dengan kreativitas yang Anda miliki. Menyiapkan materi semenarik mungkin, sangat diharapkan untuk menghindari tingkat kebosanan mahasiswa dalam perkuliahan online.  4. Buatlah presentasi pengajaran yang menarik Selain mempersiapkan materi, pembuatan presentasi juga sangat dibutuhkan untuk mengaturnya semenarik mungkin. Dengan membuat presentasi ini lebih menarik, maka dosen bisa melakukan pendalaman dan penyampaian materi kepada mahasiswa lebih efektif. 5. Siapkan berbagai macam metode pembelajaran online Untuk mengatasi perkuliahan yang dilakukan secara online, dosen diharapkan menyiapkan materi dan metode yang efektif. Banyak dosen yang kerap kali menyampaikan materi secara monoton. Ini menyebabkan mahasiswa menjadi malas dan bosen mengikuti perkuliahan online. Untuk mengantisipasinya, dosen dan kampus harus menyediakan platform yang memadai. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar. 6. Buatlah penugasan yang menarik Meskipun kegiatan belajar mengajar tidak dilakukan secara tatap mata, Anda perlu membuat penugasan yang menarik dan bisa dilakukan walaupun secara online, seperti pembuatan podcast atau video untuk memacu kreativitas mereka. Dengan begini, daya saing serta produktivitas mahasiswa akan semakin meningkat. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan kuis online, dan pembuatan kuis online ini bisa berkaitan dengan studi kasus yang bersinggungan dengan kehidupan mahasiswa akan membuat mereka […]

Nov

23

2020

...
Info Sentra Vidya Utama | Pelaporan PDDikti | SEVIMA ProFeeder
Sistem Belum Update Feeder PDDikti, Menghambat UNIKA De La Salle Dalam Melakukan Pelaporan

SEVIMA.COM –  Bagi suatu perguruan tinggi, melakukan pelaporan secara berkala kepada PDDikti adalah wajib hukumnya. Pelaporan ini digunakan sebagai barometer untuk menilai kegiatan yang sudah diselenggarakan oleh setiap perguruan tinggi. Regulasi penilaian tersebut dipengaruhi oleh persiapan dan kesiapan setiap perguruan tinggi dalam melakukan pelaporan PDDikti. Sayangnya, dalam melakukan pelaporan tersebut sering kali terjadi berbagai masalah yang dapat menghambat pelaporan tersebut. Salah satu faktor yang memicu timbulnya permasalahan tersebut biasanya dikarenakan ketidaksiapan perguruan tinggi dalam melakukan pelaporan PDDikti. Meskipun melakukan permasalahan tersebut terlihat sangatlah klise, namun memiliki dampak yang cukup besar. Jika permasalahan tersebut tidak segera dicari jalan keluarnya, maka akan semakin menghambat pelaporan setiap perguruan tinggi ke PDDikti. Pengalaman UNIKA De La Salle Saat Melakukan Pelaporan Permasalahan mengenai pelaporan ini terjadi pada Universitas Katolik De La Salle. Kampus yang terletak di Kota Manado tersebut ternyata memiliki pengalaman yang cukup rumit saat melakukan pelaporan PDDikti. Saat memulai melakukan pengecekan data, ternyata Universitas De La Salle belum memiliki server data yang memadai. Kala itu, Universitas Katolik De La Salle memang sudah memiliki sistem akademik sendiri. Namun, sistem tersebut ternyata belum ter-upgrade sesuai dengan ketentuan standar PDDikti. Ini menyebabkan pihak kampus mengalami kesulitan dalam melakukan pelaporan. Tidak hanya itu, tim Universitas Katolik De La Salle juga merasa kesulitan saat melakukan akomodir data yang sudah ada. Jika keadaan ini terus menerus dibiarkan, pasti akan mengganggu seluruh proses penilaian PDDkti terhadap kampus tersebut. UNIKA De La Salle Mencari Penyelesaian Secepat Mungkin Memiliki sistem yang kurang terintegrasi mengharuskan pihak kampus harus mencari penyelesaian secepat mungkin. Teringat tentang produk yang diluncurkan oleh SEVIMA pada pertemuan LLDikti tahun 2014 silam, hingga pada tahun 2018 Universitas De La Salle memutuskan untuk menghubungi SEVIMA. Setelah menghubungi tim SEVIMA, akhirnya kampus ini memutuskan untuk menggunakan layanan ProFeeder. SEVIMA ProFeeder merupakan suatu Layanan Software as a Service (SaaS) yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan proses pelaporan data akademik oleh perguruan tinggi. Produk keluaran SEVIMA ini sudah dirancang maksimal dengan terintegrasi langsung pada PDDIKTI Feeder. Sehingga sangat mempermudah perguruan tinggi saat menggunakannya. Setelah mengaplikasikan SEVIMA ProFeeder, pihak kampus mengaku sangat puas dan senang dengan hasil yang didapat. Seluruh proses pemasukan data dilakukan dengan sangat mudah dan sangat efektif melalui layanan ini. Tidak hanya itu, kemudahan yang didapatkan atas kerjasama yang baik antara pihak kampus dan SEVIMA. Seluruh kerja keras dan usaha yang dilakukan oleh Universitas De La Saller akhirnya berbuah manis. Kampus ini berhasil mendapatkan 100% pelaporan PDDikti. Setelah kampus ini berhasil mendulang kesuksesan, pihak kampus pun memutuskan untuk melakukan pelaporan secara mandiri. Meskipun pelaporan tersebut dilakukan secara mandiri oleh tim, namun pihak SEVIMA ProFeeder tetap melakukan pengawasan. Dengan demikian, tim SEVIMA ProFeeder bisa dengan leluasa memberikan pelayanan bila terjadi suatu trouble di kemudian hari. Banyaknya perguruan tinggi yang belum mengetahui kemudahan ini, pastinya masih bingung dalam melakukan pelaporan PDDikti. Nah, jika salah satu perguruan tinggi tersebut adalah kampus Anda, maka segera sudahi kesulitan itu hanya dengan profeeder.sevima.com.

Nov

23

2020

...
Event | Kompetisi Menulis
Pemenang Kompetisi Menulis SEVIMA 2020 Kategori Mahasiswa

SEVIMA.COM – Hallo Rekan SEVIMA! Siapa yang disini udah nungguin pemenang lomba Kompetisi Menulis SEVIMA kategori Mahasiswa? Pada 8 Oktober 2020 hingga 31 Oktober 2020 kemarin, SEVIMA mengadakan Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation 2020, dengan tema “Revolusi seperti apa yang dilakukan kampus Anda di masa pandemi ini?”. Kami ucapkan terima kasih buat sahabat mahasiswa yang telah mengirimkan hasil karyanya mengikuti Kompetisi Menulis SEVIMA. Wah, semua artikelnya bagus-bagus! Tim juri internal sampai kewalahan loh menentukan pemenangnya. Dan setelah melakukan penjurian ketat, berikut inilah pemenang Kompetisi Menulis SEVIMA. Inilah pemenang Kompetisi Menulis SEVIMA 2020 Kategori Mahasiswa Juara 1 Nama: Alexander Instansi: Sekolah Tinggi Bahasa Asing Potianak Judul Artikel: Revolusi Pembelajaran Signifikan Di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak Link artikel: https://sevima.com/revolusi-pembelajaran-signifikan-di-sekolah-tinggi-bahasa-asing-pontianak/ Favorit 1 Nama: Uswatul Wadichati Instansi: UIN Walisongo Semarang Judul Artikel: Menjawab Tantangan Kualitas Pendidikan di Tengah Pandemi Link Artikel: https://sevima.com/menjawab-tantangan-kualitas-pendidikan-di-tengah-pandemi/ Favorit 2 Nama: Shobikhatul Lamiah Instansi: Poltekes Kemenkes Semarang Judul Artikel: The Application of Learning System During Covid-19 at Poltekkes Kemenkes Semarang Link Artikel: https://sevima.com/the-application-of-learning-system-during-covid-19-at-poltekkes-kemenkes-semarang/ Favorit 3 Nama: Yohanes Patrio Instansi: Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) Surabaya Judul Artikel: Proses Belajar Mengajar Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya Ditengah Pandemi Covid-19 Link Artikel: https://sevima.com/proses-belajar-mengajar-universitas-katolik-darma-cendika-surabaya-ditengah-pandemi-covid-19/ Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa saldo elektronik, e-certificate, dan merchandise menarik dari SEVIMA. Proses pengiriman hadiah akan dikonfirmasi panitia lewat email. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti Kompetisi Menulis SEVIMA 2020. Terima kasih atas artikel inspiratif serta ide-ide kreatif yang muncul di setiap Artikel. Sekali lagi, Kami ucapkan selamat kepada para pemenang ya. Bagi yang belum beruntung, jangan khawatir! Anda masih bisa menikmati beberapa kompetisi yang lain. Sampai jumpa di kompetisi SEVIMA yang lain! 🙂 Salam, Tim SEVIMA

Nov

18

2020

...
Dunia Kampus | e-learning | Tips & Trik
5 Tips Tingkatkan IPK Saat PJJ Menurut Kemendikbud

SEVIMA.COM – Di masa pandemi Covid-19 ini, rata-rata perguruan tinggi harus menjalankan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau kuliah online. Meskipun belajar di rumah, mahasiswa bisa meningkatkan nilai prestasi atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Penasaran? Dikutip dari instagram Ditjen Dikti Kemendikbud, Minggu (15/11/2020), ada lima cara yang bisa dilakukan mahasiswa untuk memperoleh nilai IPK tinggi ketika mekanisme pembelajarannya dilakukan di rumah. 5 Tips Tingkatkan IPK Saat Kuliah Online 1. Siapkan Perangkat, Aplikasi, dan Jaringan Hal yang pertama bisa kamu dilakukan adalah menyiapkan alat untuk mendukung proses belajar di rumah, seperti laptop, telepon genggam (handphone) dan jaringan internet. Selain itu, siapkan juga aplikasi pendukung belajar, seperti Zoom Meeting, Google Meet, Google Teams, SEVIMA EdLink atau aplikasi e-learning yang sedang digunakan perguruan tinggi. Baca juga: Ternyata Ini Fitur Favorit Para Mahasiswa di SEVIMA EdLink 2. Aktif di Kelas Walaupun perkuliahan dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online, mahasiswa tetap harus fokus pada setiap materi yang diberikan dosen. Mahasiswa juga harus aktif dalam menyiapkan argumennya setiap proses pembelajaran. Dengan fokus dan proaktif di kelas, maka mahasiswa bisa mudah memahami materi dan biasanya menjadi perhatian dosen. Serta akan mendapat nilai plus di mata dosen. 3. Rajin Membaca Buku dan Jurnal Membaca sudah menjadi kewajiban semua pelajar. Dengan sering membaca buku dan jurnal, mahasiswa akan memiliki banyak ilmu pengetahuan. Lalu, bisa menjadi banyak landasan dalam menulis maupun berargumentasi saat kuliah online. 4. Jangan Menunda Tugas Ketika mahasiswa menunda pekerjaan, artinya tidak bisa menggunakan waktu secara maksimal. Pastinya, hasil yang dikerjakan juga tidak akan maksimal. Itu karena konsentrasi terbagi dengan tugas-tugas lain yang berdatangan dari dosen yang lain. Sebaiknya tugas yang baru diberikan langsung bisa dikerjakan. Bila tugas sudah selesai sebelum waktu yang telah ditentukan, maka banyak waktu luang untuk melakukan hal lainnya. 5. Jangan Titip Absen Kebiasaan titip absen harus ditinggalkan, bila ingin memperoleh nilai IPK yang baik. Para dosen sangat konsen pada jumlah kehadiran mahasiswa. Apalagi kuliah online ini kehadiran sulit untuk dilacak. Masalah absen juga harus dipikirkan, agar penilaian dosen terhadap mahasiswanya di posisi yang baik. Bila mahasiswa tidak pernah menitip absen, maka orang itu bisa menghargai waktunya di setiap kegiatan yang dilakukannya setiap hari. Itulah 5 tips tingkatkan IPK saat kuliah online dari Ditjen Dikti Kemendikbud, bisa kamu coba untuk ningkatin IPK saat pandemi seperti ini. Oh iya, mungkin ada teman kamu yang ingin tahu tips ini, jangan lupa untuk dishare ya!

Campuspedia
Instagram