Berita & Artikel

Akreditasi

Okt

13

2017

...
Akreditasi | Success story
Lagi, Kali Ini SEVIMA GoFeeder Membantu Proses Akreditasi di UMTAS

SEVIMA.COM – Bahagia, itulah yang dirasakan tim SEVIMA ketika mendapat kabar, bahwa SEVIMA GoFeeder telah membantu salah satu perguruan tinggi untuk mendapat akreditasi yang memuaskan dari BAN-PT. Hari kamis (12/10/2017) kemarin, Bapak Widodo salah satu Operator Kampus Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) menghubungi Tim SEVIMA melalui aplikasi chating Whatsapp, beliau mengungkapkan kegembiraanya, bahwa kampus mereka telah memperolehan Peringkat Akreditasi “B” Untuk Program Studi Profesi Ners & S1 Keperawatan. Salah satu pendukungnya, berkat adanya sistem SEVIMA Gofeeder yang telah diimplementasikan dikampus mereka. Pak Widodo juga menceritakan saat Assesor melakukan visitasi ke kampus mereka. Beliau menceritakan bahwa salah satu point yang ditanyakan oleh Assesor adalah Sistem Informasi Manajemen Akademik, dan beliau pun menunjukan kepada Assesor, Sistem Informasi SEVIMA Gofeeder yang telah berhasil di implementasikan dikampus mereka. Dan itu menjadi nilai plus bagi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS). Begitulah cerita bapak Widodo. Ini memang tidak pertama kalinya, sistem SEVIMA Gofeeder telah banyak membantu perguruan tinggi di Indonesia, khususnya perguruan tinggi menengah ke bawah. Salah satu buktinya, rekan-rekan bisa melihat langsung di grup facebook SEVIMA Gofeeder, sudah banyak sekali pengguna GoFeeeder. Grup ini dibuat memang khusus untuk para pengguna SEVIMA Gofeeder agar dapat melakukan diskusi dan mengajukan beberapa pertanyaan tentang Aplikasi SEVIMA Gofeeder. Aplikasi SEVIMA Gofeeder ini memang diperuntukan untuk Perguruan Tinggi menengah atau perguruan tinggi yang mempunyai mahasiswa kurang dari 3000 mahasiswa, dan perlu anda tahu, aplikasi SEVIMA Gofeeder ini bisa anda dapatkan secara cuma-cuma alias FREE 100%, bukan Trial. Dan anda harus tahu juga bahwa Aplikasi SEVIMA Gofeeder ini juga sudah dapat mengakomodir kegiatan keakademikan di kampus anda, seperti KRS, KHS, Pembayaran dan lain-lain yang berhubungan dengan akademik. SEVIMA Gofeeder juga mempunyai kenggulan yaitu dalam peloran ke Forlap PDPT Dikti karena aplikasi sudah tersingkronasi dengan Feeder PDDikti, jadi kampus anda tidak perlu kawatir dengan pelaporan ke Forlap PDDikti. Untuk Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS), kami segenap TIM SEVIMA mengucapkan selamat dan sukses atas Pringkat Kareditasi yang didapat, semoga dapat menjadikan UMTAS lebih maju dan berkualitas. Untuk rekan-rekan yang ingin menggunakan Aplikasi SEVIMA GoFeeder bisa langsung mengunjungi link berikut: Gofeeder.sevima.com, Rekan-rekan juga boleh share artikel ini, agar juga bermanfat buat teman-teman yang lagi membutuhkan. Trimakasih.

Sep

15

2017

...
Akreditasi | Dunia Kampus
Sekarang PMB Lebih Cepat dengan Pelayanan “One Day Service”

SEVIMA.COM – Jalur Seleksi Mandiri adalah jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan secara khusus oleh panitia dari Perguruan Tinggi Penyelenggara, baik itu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Jalur seleksi mandiri di setiap Perguruan Tinggi memiliki nama dan sistem penerimaan yang berbeda-beda, waktu penyelenggaraan seleksi mandiri ini juga beragam. Untuk mengetahui beberapa jalur penerimaan mahsiswa baru, Rekan-rekan bisa membaca penjelasan di artikel ini: Beberapa Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru Di PTN dan PTS. Untuk menghadapi penerimaan mahasiswa baru dengan jalur mandiri, tentu berbagai perguruan tinggi akan mempersiapkan diri untuk menyambut pendaftar, mulai dari pembentukan panitia PMB hingga menarik minat para calon pendaftar, dengan cara promosi keunggulan akreditasi kampus, fasilitas, maupun sistem yang digunakan digunakan saat penerimaan mahasiswa baru. Proses peneriman mahasiswa baru kini bisa dilaksanakan dengan singkat, efektif dan efesien, yang sering kita kenal dengan sistem pelayanan “One Day Sevice (ODS)”. Seiring dengan perkembangan teknologi, memang saat ini sistem penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi dituntut untuk melakukan inovasi, guna mempermudah pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru dan juga untuk promosi universitas dalam menarik minat pendaftar, apalagi untuk perguruan tinggi swasta. Apa sebenarnya “One Day Service” itu? One day service adalah sistem pelayanan sehari untuk seleksi calon mahasiswa baru. Artinya, dalam satu hari, calon mahasiswa baru bisa melakukan pendaftaran, seleksi tes dan wawancara, untuk selanjutnya dapat langsung mengetahui hasilnya, jika lulus maka langsung melakukan registrasi serta mendapatkan nomor stambuk atau yang sering disebut NIM (Nomor Induk Mahasiswa). Sistem One day Service ini lahir dari pemanfaatkan kemajuan teknologi dan mensinergikan dengan sistem, sehingga menjadi suatu sistem baru dengan kemudahan dan transfaransi dalam memberikan suatu pelayanan. Apa keunggulan One Day Service? Keunggulan sistem One Day Service diantaranya: Sistem ini meningkatkan kuantitas dan kualitas input calon mahasiswa baru Menghidari praktek perjokian dan sejenisnya Waktu pelayanan untuk setiap calon mahasiswa baru juga menjadi efisien Masa tunggu hasil tes menjadi singkat Tentunya lebih menghemat cost Ada Dua Tipe Sistem One Day Service One Day Service ini ada dua tipe, yang pertama Pelayanan One Day Service dengan cara Peserta datang langsung ke perguruan tinggi yang ditujunya dengan memenuhi persyaratan dan membawa berkas-berkas pendaftaran. Setelah mendaftar, kemudian peserta dapat langsung mengikuti tes yang biasanya dilakukan menggunaakan Komputer atau sering kita kenal dengan CBT, setelah menyelesaikan soal tes peserta bisa langsung mengetahui hasil tesnya. Hasil tes tersebutlah yang akan menjadi dasar peserta dinyatakan lulus atau tidak. Kedua, Pelayanan One Day Service Online, sesuai dengan namanya pelayanan ini dilakukan serba online, jadi pendaftar yang jauh seperti dari luar kota atau luar pulau akan tetap bisa menggunakan one day service. Dari mulai pendaftaran, pembayaran dan tes bisa langsung dilakukan dengan cara online. Jadi pendaftar tidak perlu datang ke perguruan tinggi yang dituju, sehingga lebih mudah dan tidak menguras tenaga dan biaya. Namun ada beberapa hal yang harus dipenuhi jika perguruan tinggi anda mengunakan pelayanan “one day service” online: Mempunyai media untuk meyampaikan informasi kepada calon pendaftar tentang adanya pelayanan “one day service” atau lebih tepatnya website resmi universitas Menyediakan sistem PMB yang dapat diakses melalui online Menyediakan alat pembayaran yang dapat diakses dengan […]

Agu

31

2017

...
Akreditasi
Studi Kasus, Penyebab Ijazah Lulusan Perguruan Tinggi tidak Terakreditasi

SEVIMA.COM – Terkait status akreditasi pada ijazah lulusan, kami contohkan kasus di sebuah perguruan tinggi yang mana terdapat 2 program studinya yang wisuda pada masa jeda akreditasi dan juga proses pengusulan re-akreditasinya juga sudah terlambat atau dibawah 6 (enam) bulan sebelum masa akreditasinya selesai. Sebut saja Program Studi “A” dan “B”, kedua program studi ini wisuda pada tanggal 23 Desember 2016 yang pada saat itu status akreditasinya masih dalam proses dan setelah wisuda barulah SK re-akreditasinya keluar masing masing tanggal 12 Januari 2017 untuk program studi “A” dan tanggal 29 Desember 2016 untuk program studi “B”. Program studi “A” telah Kadaluarsa pada tanggal 17 April 2015 dan baru mengusulkan Borang re-akreditasi pada tanggal 3 April 2015 sedangkan Program Studi Akuntasi yang kadaluarsa pada 25 Juni 2015 menyampaikan Borang reakreditasi Program Studi pada tanggal 22 Desember 2015. Dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 32 Tahun 2016 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi, pasal 47 ayat 2 dan 3 disebutkan: + (2) Pemimpin Perguruan Tinggi wajib mengajukan permohonan akreditasi ulang paling lambat 6 (enam) bulan sebelum masa berlaku status akreditasi dan peringkat terakreditasi Program Studi dan/atau Perguruan Tinggi berakhir. + (3) Dalam hal LAM dan/atau BAN-PT belum menerbitkan akreditasi berdasarkan permohonan akreditasi ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (2), status akreditasi dan peringkat terakreditasi Program Studi dan/atau Perguruan Tinggi sebelumnya tetap berlaku. Sayangnya, pasal 3 tersebut hanya berlaku jika pasal 2 terpenuhi. Karena Akreditasi Program Studi “A” kadaluarsa pada 17 April 2015 sedangkan penyampaian Borang reakreditasi Program Studi pada tanggal 3 April 2015 dan juga Akreditasi Program Studi “B” kadaluarsa pada 25 Juni 2015 sedangkan penyampaian Borang reakreditasi Program Studi pada tanggal 22 Desember 2015. Dengan demikian Kampus tersebut juga telah “melanggar aturan” Karena menyerahkan borang kurang dari 6 bulan sebelum akreditasi berakhir, maka berdasarkan peraturan yang ada, Lulusan dari Program Studi “A” dan “B” berada dalam kondisi tidak memiliki akreditasi. Dampaknya Lulusan dari kedua program studi tersebut yang wisuda di tanggal 23 Desember 2016 tidak bisa melakukan seleksi CPNS 2017 karena salah satu persyaratan yang ditetapkan PANSELNA CPNS yang wajib dipenuhi oleh pelamar CPNS 2017 adalah Pelamar harus berstatus lulusan dari Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta dengan program studi yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), dan status akreditasi adalah “PADA SAAT IJAZAH TERSEBUT DIKELUARKAN”. Dan berhubung status prodi tidak terakreditasi pada saat wisuda, Kampus tersebut telah melanggar Undang-Undang nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang pada Pasal 42 ayat 1 disebutkan bahwa :”Ijazah diberikan kepada lulusan pendidikan akademik dan pendidikan vokasi sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu program studi terakreditasi yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi” Dengan demikian Kampus tersebut telah melanggar Undang-Undang nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang pada Pasal 42 ayat 1 disebutkan bahwa :”Ijazah diberikan kepada lulusan pendidikan akademik dan pendidikan vokasi sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu program studi terakreditasi yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi” Karena telah mewisuda lulusan dari program studi “A” dan “B” yang saat wisuda tanggal 23 Desember […]

Agu

29

2017

...
Akreditasi | Success story
Tim SEVIMA, Ucapkan Selamat Kepada UNMER Madiun

SEVIMA.COM – Ada kutipan yang menarik, “kemajuan tidaklah mungkin tanpa perubahan dan orang yang tidak mengubah pikirannya takkan mampu mengubah apapun” sesuai dengan kutipan tersebut, UNMER Madiun pun berubah untuk maju dan memperbaiki kualitas diri. Selama kurang lebih dua tahun SEVIMA mendampingi Universitas Merdeka Madiun untuk membantu menciptakan perubahan yang signifikan guna meningkatkan kinerja dan pelayanan, melalui kerjasama pengembangan Sistem Informasi Manajemen. Dan akhirnya pada hari senin (28/08/2017) kemarin, Bapak Dwi Noor menyampaiakan kepada Tim SEVIMA, bahwa UNMER Madiun telah meraih status Akreditasi Intitusi B. Kepastian diraihnya status Akreditasi B ini tertuang dalam surat keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor SK: 2731/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2017 tentang nilai dan peringkat akreditasi Perguan Tinggi Unmer Madiun. Hasil akreditasi ini merupakan proses akreditasi ulang (re-akreditasi) bagi Unmer Madiun, dan hasil akreditasi ini berlaku lima tahun hingga tahun 2022. Nilai tersebut merupakan cermin kualitas perguruan tinggi Unmer Madiun mulai dari kinerja, pelayanan, sistem pembelajaran hingga kualitas lulusan. Dengan hasil yang diraih ini, pihak Unmer Madiun mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim SEVIMA. Seperti yang utarakan bapak Dwi Noor “Alhamdulillah UNMER Madiun terakreditasi B, terimakasih kepada Tim SEVIMA atas bantuannya mengembangkan sistem informasi maanajemen kampus di Unmer madiun.” Segenap Tim SEVIMA juga mengucapkan selamat dan sukses atas perolehan peringkat akreditasi institusi B di Unmer Madiun, semoga dengan akreditasi ini, UNMER Madiun semakin maju dan menghasilkan penerus bangsa yang kompeten dalam bidangnya. Rekan-rekan juga bisa lihat lebih banyak Success Story SEVIMA saat mengimplementasikan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, disini: Success Story SEVIMA.

Agu

18

2017

...
Akreditasi | Dunia Kampus
Inilah Hasil Pemeringkatan PTN Terbaik Indonesia 2017

SEVIMA.COM – Usai perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di lapangan kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong, Menristekdikti Mohamad Nasir mengumumkan klasterisasi dan pemeringkatan perguruan tinggi (PT) tahun 2017 kelompok non politeknik dan politeknik. Dilansir dari laman kelembagaan.ristekdikti.go.id, bahwa Menristekdikti didampingi Sekjen Kemenristekdikti Ainun Naim, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo dan pejabat eselon I lainnya serta Tim Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia 2017. Pengumuman pemeringkatan PT yang sudah dilakukan oleh Kemenristekdikti sejak tahun 2015 ini bertujuan untuk membangun landasan klasifikasi dan pemeringkatan PT guna perbaikan terus menerus PT maupun untuk menilai tingkat kesehatan organisasi PT di Indonesia. Hasil pemeringkatan PT ini juga merupakan landasan bagi pembentukan kebijakan peningkatan kualitas dan/atau untuk kepentingan pembinaan PT. Pada tahun 2017 dihasilkan 5 (lima) klaster PT di Indonesia, dengan komposisi: klaster 1 berjumlah 14 PT; klaster 2 berjumlah 78; klaster 3 berjumlah 691, klaster 4 berjumlah 1,989, dan klaster 5 berjumlah 290. Ada 14 PT terbaik (klaster I) tahun 2017 kelompok non politeknik, yaitu: Universitas Gajah Mada (score 3,66) Institut Teknologi Bandung (3,53) Institut Pertanian Bogor (3,45) Universitas Indonesia (3,38) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (3,23) Universitas Diponegoro (3,08) Universitas Airlangga (2,99) Universitas Brawijaya (2,97) Universitas Hasanuddin (2,96) Universitas Negeri Yogyakarta (2,86) Universitas Sebelas Maret (2,85) Universitas Andalas (2,74) Universitas Pendidikan Indonesia (2,73) Universitas Padjadjaran (2,72) Pada tahun 2017 ini, pemeringkatan untuk kelompok politeknik juga diumumkan oleh Kemenristekdikti. Pertimbangannya karena pengembangan politeknik atau pendidikan vokasi telah menjadi prioritas dan tuntutan pemerintahan Jokowi-JK untuk mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri nasional. Pemeringkatan kelompok politeknik ini merupakan upaya pemerintah melalui Kemenristekdikti untuk lebih mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui revitalisasi politeknik. Pada tahun ini dihasilkan 5 (lima) kluster politeknik dengan komposisi: klaster1 berjumlah 10 politeknik; klaster 2 berjumlah 19; klaster 3 berjumlah 53, klaster 4 berjumlah 54, dan klaster 5 berjumlah 52. Peringkat PT terbaik (klaster 1) tahun 2017 untuk kelompok politeknik ini adalah: Politeknik Elektronik Negeri Surabaya ( Score 2,24) Poiteknik Negeri Sriwijaya (1,96) Poiteknik Negeri Semarang (1,96) Poiteknik Negeri Malang (1.95) Poiteknik Negeri Jakarta (1,91) Poiteknik Negeri Jember (1,88) Poiteknik Negeri Bandung (1,85) Poiteknik Negeri Lampung (1,84) Poiteknik Negeri Medan (1,82) Poiteknik Negeri Pontianak (1,71) Diharapkan hasil pengelompokan/klasterisasi ini dapat mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk terus melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan dan memutakhirkan datanya di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD DIKTI) secara teratur, sesuai amanat Pasal 56 UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Adapun detail dari rangking setiap perguruan tinggi masing-masing dapat diakses melalui laman kelembagaan.ristekdikti.go.id (pemeringkatan.ristekdikti.go.id) dengan dengan memasukkan 6 (enam) digit kode perguruan tinggi masing-masing yang tercatat pada PD DIKTI Kemenristekdikti. Untuk detail cara ngeceknya, anda bisa baca panduanya disini: Cara Mengetahui Pringkat Perguruan Tinggi Versi DIKTI Sumber: Kelembagaan.ritekdikti.go.id Image: http://uabt.ub.ac.id/

Agu

01

2017

...
Akreditasi
Apa Manfaat Akreditasi Oleh BAN-PT Bagi PTN dan PTS?

SEVIMA.COM – Banyak perguruan tinggi yang masih memandang akreditasi sebagai kontrol dan pengawasan pemerintah terhadap PT. Ada pula PT yang memaknai akreditasi hanya sebatas untuk memenuhi kewajiban. Padahal, akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem penjaminan mutu eksternal PT, dan dari akreditasi itu pula PT bisa lebih memacu dirinya serta mengambil peluang untuk meningkatkan mutu perguruan tingginya. Akreditasi itu merupakan ruh bagi perguruan tinggi negeri (PTN) ataupun perguruan tinggi swasta (PTS). Namun, kondisi riil menunjukkan masih ada beberapa dosen, terutama PTN yang belum memilki kesadaran pentingnya akreditasi. Munculnya Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Sebelum adanya Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau disingkat BAN PT, akreditasi kerap kali hanya diberlakukan pada PTS. Di dalam Pasal 52 Bab XI Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 1989 disebutkan bahwa pemerintah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat dalam rangka pembinaan perkembangan satuan pendidikan yang bersangkutan. Akreditasi yang hanya dilakukan terhadap Perguruan Tinggi Swasta menjadikan akreditasi sebagai suatu pengakuan pemerintah terhadap keberadaan perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat. Namun, kondisi ini berubah sejak tahun 1994 dengan adanya BAN PT yang dibentuk untuk membantu pemerintah dalam upaya melakukan tugas dan kewajiban melaksanakan pengawasan mutu dan efisiensi pendidikan tinggi. Pembentukan BAN PT ini menunjukkan bahwa akreditasi perguruan tinggi di Indonesia pada dasarnya adalah tanggung jawab pemerintah dan berlaku bagi semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Hal ini sekaligus menunjukkan niat dan kepedulian pemerintah dalam pembinaan penyelenggaraan perguruan tinggi, melayani kepentingan masyarakat, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Kini akreditasi tidak lagi membedakan PTN dan PTS. Maka, pengertian akreditasi dalam dunia pendidikan tinggi adalah pengakuan atas suatu lembaga pendidikan yang menjamin standar minimal sehingga lulusannya memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi atau memasuki pendidikan spesialisasi, atau untuk dapat menjalankan praktek profesinya (to recognize an educational institution as maintaining standards that qualify the graduates for admission to higher or more specialized institutions or for professional practice). Tujuan dan Kriteria Penilaian Akreditasi oleh Ban-PT Akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem jaminan mutu eksternal yaitu suatu proses yang digunakan lembaga yang berwenang dalam memberikan pengakuan formal bahwa suatu institusi mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu. Dengan demikian, akreditasi melindungi masyarakat dari penipuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ciri akreditasi oleh BAN PT adalah penilaian yang dilakukan oleh pakar sejawat dari luar institusi terkait (external peer reviewer) dan dilakukan secara voluntir bagi perguruan tinggi yang menyelenggarakan suatu program studi. Kegiatan ini diawali dengan melakukan kegiatan evaluasi diri (self evaluation) terhadap komponen dari masukan, proses, dan produk perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi tersebut dan mengirimkan laporannya ke lembaga asesor. Penilaian yang dilakukan dalam proses akreditasi memiliki tujuan ganda, yaitu: Menginformasikan kinerja perguruan tinggi kepada masyarakat. Mengemukakan langkah pembinaan yang perlu ditempuh terutama oleh perguruan tinggi dan pemerintah, serta partisipasi masyarakat. Peringkat pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada perguruan tinggi didasarkan atas hasil akreditasi perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh BAN PT, dengan melakukan akreditasi yang meliputi akreditasi lembaga dan akreditasi program studi. Kriteria penilaian untuk akreditasi lembaga terdiri […]

Jul

21

2017

...
Akreditasi
Cara Menggunakan SAPTO Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online

SEVIMA.COM – SAPTO atau Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online adalah sistem yang diselenggarakan BAN-PT untuk proses akreditasi perguruan tinggi secara online. Dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses akreditasi perguruan tinggi. SAPTO mendukung setiap proses yang dilakukan dalam akreditasi seperti pengajuan usulan akreditasi oleh perguruan tinggi, pemeriksaan dokumen, penugasan asesor dan validasi yang dilakukan, proses asesmen kecukupan (AK) dan asesmen lapangan (AL) oleh asesor. Dalam SAPTO, Perguruan Tinggi (PT) berperan sebagai entitas yang mengajukan usulan akreditasi baik untuk Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), maupun Akreditasi Program Studi (APS). Setiap perguruan tinggi akan diberi 1 (satu) akun menggunakan kode perguruan tinggi yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti). Akun tersebut digunakan untuk mengajukan akreditasi perguruan tinggi dan akreditasi program studi yang berada di lingkungan perguruan tinggi tersebut. Proses Akreditasi Menggunakan SAPTO Gambar di atas merupakan ilustrasi proses akreditasi menggunakan SAPTO. Secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut: Perguruan Tinggi (PT) melakukan pengajuan usulan akreditasi Badan Akreitasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan pemeriksaan dokumen dan penugasan asesor Asesor menerima penugasan dan melakukan proses asesmen kecukupan (AK) dan asesmen lapangan (AL). Asesor memberikan Hasil AK dan AL BAN-PT melakukan validasi hasil AK dan AL, serta mengeluarkan keputusan hasil akreditasi PT menerima Hasil akreditasi Dengan menggunakan SAPTO, perguruan tinggi dapat mengajukan usulan dua jenis akreditasi. Jenis yang pertama adalah Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), sedangkan yang kedua adalah Akreditasi Program Studi (APS). Untuk mengajukan usulan akreditasi perguruan tinggi, pengusul perguruan tinggi dapat mengakses halaman pengajuan pada menu “Ajukan Akreditasi PT”. Dan untuk mengajukan usulan akreditasi program studi, pengusul perguruan tinggi dapat mengakses halaman pengajuan pada menu “Ajukan Akreditasi Prodi”. Beberapa Hal Penting dalam Menggunakan SAPTO 1. Cara Mendapatkan Username dan Password Berdasarkan Panduan Menggunakan SAPTO yang dikeluarkan BAN-PT, setiap pengguna perguruan tinggi akan mendapatkan akses dengan username kode perguruan tinggi yang terdaftar pada PD-Dikti. Contoh: kode PT Universitas Indonesia adalah: 001002. Untuk mendapatkan password, perguruan tinggi mesti mengirimkan surat pengajuan resmi ke BAN-PT yang berisi permintaan untuk mendapatkan akses menggunakan SAPTO dengan memberikan data alamat surel (e-mail) resmi untuk korespondensi dengan BAN-PT dan pejabat penanggung jawab akun tersebut. Setelah menerima surat pengajuan, BAN-PT akan mengaktifkan akun tersebut dan perguruan tinggi dapat membuat password baru dengan menggunakan menu “Lupa password?” pada SAPTO Untuk membuat password baru, perguruan tinggi memasukkan e-mail yang sudah didaftarkan dan menekan tombol “Kirimkan Instruksi Penggantian Password”. SAPTO akan mengirimkan e-mail yang berisi tautan untuk mengganti password. Untuk mengganti password silahkan klik tautan yang diberikan pada pesan e-mail tersebut. Password baru dapat dibuat dengan memasukkan password berikut konfirmasinya dan menekan tombol “Simpan Password Baru”. 2. Unduh Usulan Akreditasi Setiap pengajuan usulan akreditasi perguruan tinggi (APT), pengusul harus melampirkan dokumen berikut: Surat Pengantar dari Pimpinan Institusi Surat Pernyataan Buku III (Borang Institusi) Lampiran Borang Institusi (hanya yang diwajibkan dalam Buku III) Evaluasi Diri Borang Data Kuantitatif (sesuai template BAN-PT) Kelengkapan dokumen untuk pengajuan akreditasi program studi (APS) adalah sebagai berikut. Surat Pengantar dari Pimpinan Institusi Surat Pernyataan Buku IIIA (Borang Program Studi) Lampiran Borang Program Studi (hanya yang diwajibkan dalam Buku IIIA) Buku IIIB (Borang Unit Pengelola Program Studi) Lampiran Borang Unit Pengelola Program Studi (hanya yang diwajibkan dalam Buku IIIB) Evaluasi Diri Borang Data Kuantitatif (sesuai template BAN-PT) Borang data kuantitatif dapat diunduh pada menu “Unduh Template Borang”. Format yang digunakan […]

Jul

20

2017

...
Akreditasi
Mau Akreditasi, Ini Persiapan yang Harus Anda Lakukan

SEVIMA.COM –  Menurut data resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN–PT) yang merupakan satu-satunya badan akreditasi yang memperoleh wewenang dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, menunjukan bahwa jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta berakreditasi A di Indonesia masih minim dan kurang. Dari sekitar 4.529 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, hanya 50 saja yang terakreditasi A. (Data Ban-PT per 3 Mei 2017) Akreditasi sendiri menjadi tuntutan wajib dari pemerintah kepada perguruan tinggi. Tuntutan ini diatur dari UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 61. Dengan akreditasi ini, menjadi upaya pemerintah menjamin mutu suatu lembaga pendidikan oleh lembaga yang independen, disini BAN-PT. Angka akreditasi jadi bukti bahwa kegiatan pendidikan dan pengajaran sudah sesuai dengan standar jaminan mutu. Klasifikasi program studi atau perguruan tinggi ini akan dibagi kedalam bebrapa nilai, yaitu: C, B, atau A. Dengan nilai A sebagai patokan standar jaminan mutu tertinggi, dan nilai ini akan menjadi asset penting bagi perguruan tinggi atau program studi. Selain itu nilai akreditasi bisa jadi tolak ukur kelayakan lulusan yang dihasilkan. Apakah kampus anda saat ini sedang berjuang untuk meningkatkan angka akreditasi? Atau sedang berjuang untuk memperoleh nilai akreditasi terbaik? Ini persiapan yang harus anda lakukan: 1. Mengetahuai Prinsip Dasar Penyusunan Borang Penyusunan Borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi dilakukan sesuai dengan konsep dan falsafah yang melandasi layanan akademik dan profesional perguruan tinggi, serta manajemen perguruan tinggi. Borang adalah alat untuk mengumpulkan dan mengungkapkan data dan informasi yang digunakan oleh BAN-PT untuk menilai mutu dan kelayakan institusi perguruan tinggi. Penyusunan Borang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Institusi perguruan tinggi menyusun dokumen institusi secara komprehensif dan terintegrasi yang menggambarkan hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. Paparannya dilengkapi dengan tabel-tabel, gambar, grafik, atau cara penyajian lain yang memberikan gambaran tentang kondisi institusi sampai saat ini serta prospek dan kecenderungan-kecenderungan yang dianggap perlu untuk menunjukkan kapasitas dan atau kinerja institusi selama rentang waktu tertentu. Dalam melakukan analisis tersebut, institusi memiliki kebebasan untuk menggunakan metode analisis yang sesuai dengan keperluan. Paparan dari dokumen tersebut digunakan sebagai bahan menyusun borang akreditasi sesuai dengan pedoman. Menggunakan pendekatan analisis, asesmen, dan evaluasi yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, mendalam (in-depth), komprehensif dan menyeluruh (holistik), dinamik sehingga tidak hanya merupakan potret sesaat. Didasarkan pada prinsip-prinsip kejujuran, etika, nilai-nilai dan norma akademik serta mengungkapkan kesesuaian antara rencana kerja dan atau penyelenggaraan program institusi dengan visi dan misi institusi. Mengungkapkan interaksi antara standar dan eleman penilaian dan keterkaitannya dengan misi dan tujuan institusi yang dicanangkan. Penyusunan borang oleh institusi perguruan tinggi dilakukan melalui tahap-tahap berikut: Mengumpulkan data dan informasi Menganalisis data dan informasi yang telah dikumpulkan Mendeskripsikan elemen penilaian dalam tujuh standar yang ditetapkan. Menyiapkan bukti pendukung sebagai lampiran borang, mengunakan tabel-tabel, gambar, grafik, atau cara penyajian lain yang memberikan gambaran tentang kondisi institusi sampai saat ini serta prospek dan kecenderungan-kecenderungan yang dianggap perlu untuk menunjukkan kapasitas dan atau kinerja institusi selama rentang waktu tertentu. 2. Memahami Standar Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi Standar akreditasi merupakan tolok ukur yang harus dipenuhi […]

Jul

19

2017

...
Akreditasi
Minimnya Perguruan Tinggi Berakreditasi A

SEVIMA.COM – Jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta berakreditasi A di Indonesia masih minim dan kurang. Dari sekitar 4.529 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, hanya 50 saja yang terakreditasi A. “Saat saya pertama jadi menteri hanya 16 yang terakreditasi A, kemudian 2015 meningkat menjadi 26, nggak signifikan menurut saya, ini kurang,” ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Senin (17/7). Seperti yang diberitakan oleh republika.co.id. Untuk meningkatkan jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta berakreditasi A, Kementerian Ristek, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) aktif melakukan melakukan pembinaan melalui kunjungan ke daerah-daerah di Indonesia. Nasir menargetkan pada 2017, jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta yang terakreditasi A bisa meningkat menjadi 80. Nasir mengatakan tanggung jawab Kemenristekdikti untuk mewujudkannya yakni dengan pendampingan, revitalisasi, pemantauan, pembinaan, dan pengawasan. Perguruan tinggi yang memiliki akreditasi C berjumlah sekitar 80 persen dari total keseluruhan perguruan tinggi di Indonesia. Nasir mengatakan, dia menyerahkan perguruan tinggi yang memiliki akreditasi C kepada koordinator perguruan tinggi swasta (kopertis) untuk pembinaan. Menurut Nasir, perguruan tinggi dengan akreditasi C akan menyulitkan lulusannya terserap di dunia kerja. Pasalnya saat ini dunia usaha lebih banyak menggunakan tenaga kerja dengan lulusan perguruan tinggi yang terakreditasi A dan B.  “Justru yang menjadi masalah itu yang di perguruan tinggi kecil, yang akreditasinya C, ini yang perlu kita merger dulu,” ujar Nasir. Nasir mengimbau masyarakat jeli ketika memilih lembaga untuk melanjutkan pendidikan. Dalam waktu dekat, Kemenristekdikti akan mengeluarkan peringkat perguruan tinggi di Indonesia sehingga memudahkan masyarakat memilih perguruan tinggi berkualitas. Sumber: Republika.co.id

Jul

18

2017

...
Akreditasi
Pentingnya Sistem Penjaminan Mutu Internal Untuk Akreditasi Perguruan Tinggi

SEVIMA.COM – Penetapan penjaminan mutu (quality assurance) bagi seluruh Perguruan Tinggi melalui Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) telah lama diumumkan pemerintah. Berdasarkan Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, SPM Dikti ini meliputi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) atau yang lebih dikenal dengan Akreditasi. Jadi SPM Dikti itu sistem penjaminan mutu internal dan external. Seperti yang kita tahu bahwa kebanyakan perguruan tinggi lebih mementingkan akreditasi atau SPME dari pada mementingkan SPMI, memang akreditasi selalu menjadi tujuan peningkatan mutu prodi atau Perguruan Tinggi. Begitu akreditasi keluar institusi tidak lagi melakukan evaluasi mutu secara internal. Dalam Undang-undang tersebut, proses SPMI harus dilakukan perguruan tinggi minimal setiap setahun sekali. Jika prodi atau Perguruan Tinggi hanya meningkatkan mutu semata guna mencapai nilai akreditasi baik, ada kecenderungan mutu internal tidak akan meningkat. hal terpenting guna mencapai akreditasi yang baik ialah dengan menerapkan pola Continuous Quality Improvement (CQI) Dengan meningkatkan mutu internal terlebih dahulu, dapat dipastikan proses akreditasi juga akan baik. SPMI Sebagai Solusi Tantangan Pendidikan Tinggi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dipandang sebagai salah satu solusi untuk menjawab berbagai permasalahan pendidikan tinggi di Indonesia. Selain itu, SPMI dianggap mampu untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi. Secara umum, pengertian Penjaminan Mutu (quality assurance) pendidikan tinggi yaitu: Proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga pelanggan memperoleh kepuasan. Proses untuk menjamin agar mutu lulusan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan/dijanjikan sehingga mutu dapat dipertahankan secara konsisten dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Dengan kata lain, perguruan tinggi dikatakan bermutu apabila mampu menetapkan serta mewujudkan visi kampus melalui pelaksanaan misinya (aspek deduktif), serta mampu memenuhi kebutuhan/memuaskan stakeholders (aspek induktif) yaitu kebutuhan mahasiswa, masyarakat, dunia kerja dan profesional. Sehingga, perguruan tinggi harus mampu merencanakan, menjalankan dan mengendalikan suatu proses yang menjamin pencapaian mutu. Untuk mewujudkan itu semua, diperlukan syarat-syarat normatif yang wajib dipenuhi oleh setiap Perguruan Tinggi. Syarat-syarat tersebut tertuang dalam beberapa asas, yaitu: Komitmen Internally driven Tanggungjawab/pengawasan melekat Kepatuhan kepada rencana Evaluasi Peningkatan mutu berkelanjutan Landasan kebijakan Pelaksanaan SPMI Landasan kebijakan implementasi SPMI di Perguruan Tinggi, yaitu: Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang  SISDIKNAS Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003 – 2010 Pedoman Penjaminan Mutu PT, Dikti 2003 Pokja Penjaminan Mutu (Quality Assurance), Dikti 2003 Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Peraturan Pemerintah nomor 66 tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Tujuan SPMI Tujuan penjaminan mutu adalah memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, yang dijalankan secara internal untuk mewujudkan visi dan misi PT, serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi. Hal tersebut dapat dilaksanakan secara internal oleh PT yang bersangkutan, dikontrol dan diaudit melalui kegiatan akreditasi yang dijalankan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi atau lembaga lain secara eksternal. Sehingga obyektifitas penilaian terhadap pemeliharaan dan peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan di suatu perguruan tinggi dapat diwujudkan. Sistem Pendukung SPMI Dalam implementasi SPMI serta menjaga Continuous Quality Improvement (CQI), perguruan tinggi membutuhkan alat atau […]