Berita & Artikel

Dunia Dosen

Nov

23

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Tips & Trik
Cara Membuat Modul Perkuliahan Daring yang Efektif dan Menarik

SEVIMA.COM – Akibat dari dampak pandemi, membuat seluruh lini harus merasakan perubahan yang sangat luar biasa. Tidak hanya dari faktor ekonomi saja, namun juga dari faktor pendidikan. Perkuliahan online digadang-gadang sebagai salah satu solusi yang bisa digunakan selama masa pandemi ini. Sayang, tidak semua dosen bisa mengemas metode ini dengan sangat menarik. Kesulitan tersebut dikarenakan belum lengkapnya sistem dan aplikasi yang memadai. Sehingga, dosen memerlukan strategi yang tepat untuk menjalankannya. Dengan adanya metode perkuliahan online ini, dosen harus siap dan tepat untuk menyampaikan perkuliahan online tersebut. Sebagai pengajar yang profesional, dosen diharapkan bisa mengatasi permasalahan ini dengan cepat. Untuk mengatasi permasalahan ini, dosen perlu untuk membuat metode agar mencapai Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dengan baik, meskipun dilakukan secara online. Lalu, apa saja strategi yang harus dimiliki seorang dosen dalam menciptakan suatu pembelajaran yang efektif? Berikut ulasannya. 1. Pelajari implementasi kuliah daring/online yang baik Yang harus Anda lakukan adalah pelajari lebih dalam tentang perkuliahan online. Seperti prosedur penggunaan fitur yang ada di aplikasi/Learning Management System (LMS). Dengan mempelajari ini akan membantu Anda untuk menentukan materi perkuliahan yang ingin disampaikan, bagaimana penyampaiannya, hingga tahap evaluasi pembelajaran yang akan dilaksanakan. Selain mempelajari tentang sistem perkuliahan online, Anda juga bisa mengikuti Webinar-webinar yang mengulas tentang perkuliahan online, untuk bekal Anda dalam melakukan pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. 2. Pahami karakteristik mahasiswa, Apakah bersahabat dengan teknologi Setelah mempelajari tentang implementasi kuliah online, yang harus Anda lakukan adalah pelajari kebiasaan mahasiswa Anda, apakah para mahasiswa banyak mengetahui tentang teknologi/tool yang sekarang Anda gunakan. Pastikan semua mahasiswa paham tentang LMS yang digunakan, agar perkuliahan berjalan dengan baik. Selain itu pelajari juga apakah mereka cukup mudah memahami penyampaian materi dengan menggunakan satu media pembelajaran saja? Lakukan pengamatan dan berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa Anda agar mendapat cara yang pas untuk menyampaikan materi.  3. Pelajari lebih dalam mata kuliah yang akan disampaikan Sebelum menyampaikan materi, menyiapkan materi sangat diperlukan. Buatlah materi semenarik mungkin sesuai dengan kreativitas yang Anda miliki. Menyiapkan materi semenarik mungkin, sangat diharapkan untuk menghindari tingkat kebosanan mahasiswa dalam perkuliahan online.  4. Buatlah presentasi pengajaran yang menarik Selain mempersiapkan materi, pembuatan presentasi juga sangat dibutuhkan untuk mengaturnya semenarik mungkin. Dengan membuat presentasi ini lebih menarik, maka dosen bisa melakukan pendalaman dan penyampaian materi kepada mahasiswa lebih efektif. 5. Siapkan berbagai macam metode pembelajaran online Untuk mengatasi perkuliahan yang dilakukan secara online, dosen diharapkan menyiapkan materi dan metode yang efektif. Banyak dosen yang kerap kali menyampaikan materi secara monoton. Ini menyebabkan mahasiswa menjadi malas dan bosen mengikuti perkuliahan online. Untuk mengantisipasinya, dosen dan kampus harus menyediakan platform yang memadai. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar. 6. Buatlah penugasan yang menarik Meskipun kegiatan belajar mengajar tidak dilakukan secara tatap mata, Anda perlu membuat penugasan yang menarik dan bisa dilakukan walaupun secara online, seperti pembuatan podcast atau video untuk memacu kreativitas mereka. Dengan begini, daya saing serta produktivitas mahasiswa akan semakin meningkat. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan kuis online, dan pembuatan kuis online ini bisa berkaitan dengan studi kasus yang bersinggungan dengan kehidupan mahasiswa akan membuat mereka […]

Nov

18

2020

...
Dunia Dosen | Event SEVIMA | Webinar
Tantangan Pendidik dalam Kesuksesan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) selama Pandemi 

SEVIMA.COM – Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) merupakan salah satu aspek untuk menentukan standar penilaian pembelajaran yang telah ditetapkan oleh Permenristekdikti. Capaian pembelajaran ini akan digunakan dan disesuaikan sesuai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan(CPL) pada perguruan tinggi. Berdasarkan fungsinya, CPL dan CPMK sangat dibutuhkan untuk membentuk serta mengembangkan indikator keberhasilan pada setiap mata kuliah. Indikator tersebut terdiri dari aspek sikap, ketrampilan umum, ketrampilan khusus serta pengetahuan.  Sementara itu, indikator mata kuliah pada CPMK akan dijabarkan secara spesifik melalui CPL. Indikator ini nantinya akan dikembangkan dan dibebankan pada mata kuliah di setiap jurusan. Sayangnya, indikator-indikator pembelajaran tersebut kurang sesuai diaplikasikan pada situasi akhir-akhir ini. Akibatnya, perlu adanya rombakan terhadap indikator pada Capaian Pembelajaran yang telah dibuat. Tantangan Perubahan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) Selama pandemi beberapa sistem dan metode pembelajaran memang berbeda seperti sebelumnya. Ini mewajibkan para pendidik harus sigap dalam melakukan perubahan tersebut. Beberapa strategi baru memang sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan case ini. Diwajibkan untuk singgah di rumah dan menjaga jarak, ternyata membawa dampak yang cukup besar dalam kegiatan belajar mahasiswa.  Seluruh kegiatan belajar mengajar yang biasanya diadakan secara tatap muka terpaksa harus dilakukan secara daring untuk mengurangi resiko dari pandemi. Perubahan tersebut menyebabkan perubahan indikator dalam penyusunan CPMK. Pendidik sebagai ujung tombak penggiat kegiatan belajar mengajar, diharuskan memiliki inovasi baru dalam melakukan penyusunan Capaian Pembelajaran. Inovasi dan solusi tersebut setidaknya harus bisa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.   Merumuskan CPMK di tengah Pandemi Pada dasarnya, Capaian Pembelajaran merupakan suatu turunan dari CPL yang dibebankan pada setiap mata kuliah. Dalam mengaplikasikannya, CPMK ini akan dibagi lagi menjadi sub-CPMK. Tujuan dari Sub-CPMK ini akan digunakan untuk memenuhi pembelajaran yang sudah diatur di dalam CPL. Agar tercapainya sistem pembelajaran tersebut, salah satu metode pembelajaran yang bisa dipakai selama masa pandemi adalah outcome based learning. Dalam metode ini, para pendidik dituntut untuk merancang CPMK sesuai dengan standar dan keselarasan CPL pada program studi.  Melalui outcome-based learning, CPMK yang sudah diterapkan dan dicapai pada setiap pembelajaran pada mahasiswa akan dilakukan pengukuran atau pengamatan. Tujuan dari metode ini adalah untuk melakukan evaluasi apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang disampaikan atau belum.  Tantangan tersebut akan semakin mudah ditaklukkan bila para pendidik bisa mengimplementasikan cara tepat untuk mengatasinya. Mau tau mengenai solusi yang bisa diaplikasikan untuk memenuhi Capaian Pembelajaran? Nah, langsung saja ikuti Webinar SEVIMA yang akan membahas seputar rintangan pada pemenuhan CPMK. Hadir bersama para pembicara berpengalaman, yaitu Dr. Uwes Anis Chaeruman (Dewan Penasehat Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI)), Syarif Iqbal, S. Sos, M.A (Dosen Hubungan Internasional), Tim Pengembang Konten E-Learning IAIN Parepare, Anda akan mendapatkan segudang benefit dalam penjalanan Anda menjadi seorang pendidik. Segera daftarkan diri Anda secara gratis melalui link berikut ini.

Nov

12

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Tips & Trik
Cara Pembelajaran Praktikum Efektif secara Daring (Oleh: Prof Richardus Eko Indrajit)

SEVIMA.COM – Praktikum yang seharusnya dilakukan dalam pertemuan tatap muka, akhirnya harus digeser dengan sistem daring. Seperti yang kita ketahui, pembelajaran praktikum sendiri ditujukan kepada mahasiswa untuk menguji dan melaksanakan apa yang ada di dalam teori yang terjadi pada keadaan nyata. Untuk mengetahui pembelajaran praktikum efektif, kali ini kita akan membahas lebih detail menurut saran dari Prof.Richardus Eko Indrajit. Yuk simak ulasan berikut ini.  Ada berapa saja jenis eksperimen yang ada dalam pembelajaran siswa? Dalam pembelajaran praktikum, dibagi lagi menjadi tiga eksperimen, yaitu eksperimen praktikum laboratorium, eksperimen lapangan, dan eksperimen alami. Berikut penjelasannya. 1. Eksperimen laboratorium Eksperimen laboratorium sendiri bisa diartikan bahwa suatu eksperimen tersebut dilakukan dalam keadaan yang sangat terkontrol dengan baik. Dengan maksud, ketikan melakukan pengujian eksperimen tersebut, anda bisa melakukan pengukuran eksperimen secara akurat. Namun, ada beberapa eksperimen laboratorium yang ternyata memungkinkan untuk kamu lakukan di luar laboratorium lho. Eksperimen tersebut seperti eksperimen di bidang elektronika dan komputer. Sayangnya, ada beberapa eksperimen laboratorium yang tidak bisa dilakukan di luar laboratorium. Hal itu disebabkan karena ketersediaan bahan-bahannya. 2. Eksperimen lapangan Dari seluruh eksperimen, eksperimen lapangan ini dinilai paling mudah dan efisien. Sehingga sangat memungkinkan bagi para peserta didik untuk melakukannya di rumah masing-masing. Eksperimen ini sangat mudah sekali lho. Hanya dengan memanfaatkan keberadaan barang-barang di sekitar kita, kita sudah bisa melakukan percobaan ini. Sayangnya, ketika melakukan percobaan ini mungkin ada beberapa faktor eksternal yang bisa mengganggu jalannya eksperimen ini, seperti cuaca, suhu ruang, panas matahari, dan lainnya. Untuk itu, tingkat keberhasilannya tidak bisa terkontrol dengan baik. Baca juga: Jangan Malas! Ini 12 Keuntungan Ikut Kuliah Online bagi Mahasiswa 3. Eksperimen alami Bisa dibilang, eksperimen alami adalah eksperimen yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, tingkat keberhasilannya pun di luar kendali kita. Karena setiap melakukan percobaan ini memang memanfaatkan keadaan dan makhluk hidup di sekitar kita. Adakah cara efektif yang bisa dilakukan untuk melakukan praktikum saat pandemi? Menurut Prof Richardus Eko Indrajit, pada kondisi pandemi ini anda bisa melakukan praktikum dengan ada dua pilihan: 1. Laboratorium Saat melakukan kegiatan praktikum di dalam laboratorium ini, bisa dilakukan dengan catatan bahwa para peserta wajib mematuhi protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah. Seperti membagi mahasiswa menjadi dua kelompok dan tetap jaga jarak saat melakukan praktikum. Praktikum ini diperlukan karena keberadaan bahan yang tidak bisa dijangkau oleh para mahasiswa. Sehingga sangat membutuhkan laboratorium untuk melakukan praktikum tersebut. 2. Secara imajinatif Ada pula yang bisa dilakukan dalam melakukan percobaan selama pandemic, seperti halnya dilakukan secara imajinatif. Praktikum ini bisa dilakukan dengan mengganti alat untuk praktikum dengan ruang dunia maya. Seperti halnya, menggunakan aplikasi piano untuk menggantikan piano yang ada di lingkungan kampus. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan selama praktikum di musim pandemic agar lebih efektif menurut Prof Richardus Eko Indrajit ? 1. Mencari laboratorium virtual di Internet Mencari wadah laboratorium virtual di internet ternyata bisa dijadikan suatu trobosan terbaik,lho. Jadi meskipun situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk masuk di lingkungan laboratorium, anda masih bisa melakukan praktikum ini dengan baik dan benar meski hanya melalui virtual. 2. Menyaksikan orang lain secara live Menyaksikan orang lain live ini […]

Nov

06

2020

...
Berita | Dunia Dosen | Dunia Kampus
Desember 2020 Perguruan Tinggi Wajib Menerapkan PIN dan SIVIL

Penomoran Ijazah Nasional yang biasanya disebut juga sebagai PIN, merupakan suatu sistem penomoran ijazah yang diberlakukan secara nasional. PIN sendiri menggunakan format penomoran tertentu yang mana dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Biasanya, PIN akan diberikan ketika mahasiswa sudah menuntaskan studinya. Banyaknya kasus pembuatan ijazah Perguruan Tinggi yang tidak memiliki izin resmi, membuat PIN menjadi salah satu inovasi terbaru untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga angka maraknya kasus pemalsuan ijazah Perguruan Tinggi bisa ditekan semaksimal mungkin. Laman pendaftaran PIN Kemenristekdikti bisa diakses disini. Lalu, bagaimana proses penomoran PIN? Proses penomoran ijazah dengan menggunakan sistem untuk menghasilkan nomor ijazah yang diterbitkan oleh Kemenristekdikti dan berlaku secara nasional. Berdasarkan edaran yang sudah diterbitkan oleh Kemendikbud pada lampiran ini. Proses penomoran tersebut dilakukan dengan menggunakan sistem. Yang mana, proses penomoran tersebut akan dicek keabsahannya menggunakan Sistem Verifikasi Ijazah Elektronik (SIVIL). Pada saat pelaksanaan penomoran PIN, diberlakukan melalui dua macam proses, yaitu: Melalui reservasi atau booking nomor ijazah saat kelulusan Dengan pemasangan nomor ijazah dengan NIM calon lulusan. Kapan penerapan PIN dilakukan oleh perguruan tinggi? Menurut ketentuan Peraturan Menteri, sistem berlakunya PIN elektronik mulai bisa diterapkan di Perguruan Tinggi paling lambat 2 (dua) tahun sejak Peraturan Menteri tersebut diundangkan. Penerapan PIN di seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia wajib diterapkan mulai 21 Desember 2020. Informasi mengenai PIN dan SIVIL bisa dilihat disini. Pemberlakuan PIN ini sendiri dinilai cukup baru di lingkup perguruan tinggi. Dalam kurun waktu dua tahun tersebut, pihak Perguruan Tinggi perlu punya waktu khusus dan persiapan ekstra untuk menyiapkan pemberlakuan PIN tersebut. Dengan demikian, pihak perguruan tinggi wajib mempersiapkan sistem PIN ini sebaik mungkin. Nah, mau tau lebih lanjut mengenai penerapan PIN di Perguruan Tinggi? Temukan jawaban detailnya melalui Webinar SEVIMA seputar penerapan PIN bagi Perguruan Tinggi pada 10 November 2020. Pembahasan Webinar kali ini akan disampaikan langsung oleh pemateri terbaik yaitu Bapak Mahendri Winata (CTO SEVIMA), Bapak Muhammad Veridy Samodra (Perwakilan LLDIKTI VIII), dan  Bapak Ramli, S.AP. (Kabag PDDIKTI Universitas Muhammadiyah Mataram). Untuk informasi dan pendaftaran seputar Webinar, kunjungi laman berikut ini.

Okt

08

2020

...
Dunia Dosen | Featured
Cara Daftar Beasiswa LPDP Pendidik untuk Guru dan Dosen

SEVIMA.COM – Tanggal 6 Oktober 2020 kemarin, pendaftaran beasiswa LPDP resmi dibuka untuk umum hingga 20 Oktober mendatang. Ada dua kategori yang dibuka, yakni untuk pendidik dan perguruan tinggi utama. Bagi Anda yang ingin mendaftar untuk kategori pendidik, berikut penjelasan dan syarat utamanya. Apa itu Beasiswa Pendidik? Beasiswa Pendidik diperuntukan: 1. Guru Tetap pada sekolah di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). 2. Dosen Tetap pada Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama yang telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Baca juga: Resmi Dibuka, Simak Syarat Umum dan Khusus Beasiswa LPDP 2020 PTUD Seperti apa skema Beasiswa Pendidik? 1. Magister satu gelar (single degree) untuk Guru Tetap dengan durasi studi paling lama 24 (dua puluh empat) bulan. 2. Doktor satu gelar (single degree) untuk Dosen Tetap dengan durasi studi paling lama 36 (tiga puluh enam) bulan, dan dapat diperpanjang selama dua semester berdasarkan evaluasi. 3. Pendaftar BPI Pendidik wajib sudah memiliki LoA Unconditional dari Perguruan Tinggi tujuan dalam daftar LPDP. 4. Pendaftar BPI Pendidik hanya dapat memilih satu perguruan tinggi dan program studi sesuai dengan LoA Unconditional Perguruan Tinggi LPDP. yang diunggah pada aplikasi pendaftaran. 5. Pendaftar BPI Pendidik belum memulai studi dan hanya diizinkan untuk mulai studi pada tahun 2021. 6. Pendaftar BPI Pendidik yang telah memiliki LoA Unconditional dengan waktu mulai studi pada tahun 2020, wajib menunda studi dan memulai studi tahun 2021 serta melampirkan surat keterangan menunda memulai studi dari Perguruan Tinggi tujuan yang diunggah bersamaan dengan LoA Unconditional. Apa saja komponen biaya yang diberikan? Biaya Pendidikan 1. Biaya Pendaftaran 2. Biaya SPP/Tuition Fee 3. Tunjangan Buku 4. Biaya Penelitian Tesis/Disertasi 5. Biaya Seminar Internasional 6. Biaya Publikasi Jurnal Internasional Biaya Pendukung 1. Transportasi 2. Asuransi Kesehatan 3. Biaya Hidup Bulanan 4. Biaya Kedatangan 5. Biaya keadaaan darurat 6. Tunjangan keluarga (Khusus Doktor) Baca juga: Orang Tua Penerima Beasiswa SEMESTA 2020 Ungkapkan Rasa Haru dan Bangga Apa saja persyaratan umum pendaftaran Beasiswa Pendidik? 1. Warga Negara Indonesia. 2. Telah menyelesaikan studi program diploma empat (D4) atau sarjana (S1) untuk beasiswa magister; program magister (S2) untuk beasiswa doktor dengan ketentuan sebagai berikut: – Perguruan tinggi dalam negeri yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), – Perguruan tinggi kedinasan dalam negeri, atau – Perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia atau Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara asal perguruan tinggi. – Tidak sedang (on going) atau telah menempuh studi degree atau non degree program magister ataupun doktor baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi di luar negeri. 3. Melampirkan surat rekomendasi sebagai berikut: – Surat Rekomendasi dari akademisi dan dari atasan bagi yang sudah bekerja. – Surat Rekomendasi dari 2 (dua) akademisi bagi yang belum bekerja. 4. Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas sebagai berikut: Kelas Eksekutif; Kelas Khusus; Kelas Karyawan; Kelas Jarak Jauh; Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk; Kelas Internasional khusus tujuan Dalam Negeri; […]

Okt

06

2020

...
Dunia Dosen | Dunia Kampus
Resmi Dibuka, Simak Syarat Umum dan Khusus Beasiswa LPDP 2020 PTUD

SEVIMA.COM – Hari ini, 6 Oktober 2020 pendaftaran beasiswa LPDP resmi dibuka untuk umum hingga 20 Oktober mendatang. Ada dua kategori yang dibuka, yakni untuk pendidik dan perguruan tinggi utama. Bagi Anda yang ingin mendaftar untuk kategori perguruan tinggi utama, berikut penjelasan dan syarat utamanya. Beasiswa PTUD diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia yang telah memperoleh Letter of Admission/Acceptance Unconditional dari Perguruan Tinggi Peringkat Utama Dunia untuk menempuh jenjang pendidikan magister dan Doktor. Bagaimana skema Beasiswa Perguruan Tinggi Peringkat Utama Dunia (PTUD)? Beasiswa PTUD diberikan untuk jenjang pendidikanMagister Program satu gelar (single degree) dengan durasi studi paling lama 24 (dua puluh empat) bulan, dan Doktor Program satu gelar (single degree) dengan durasi studi paling lama 60 (enam puluh) bulan. Bagaimana kriteria pendaftar Beasiswa PTUD? Pendaftar Beasiswa PTUD hanya dapat memilih satu perguruan tinggi dan program studi sesuai dengan LoA Unconditional yang diunggah pada aplikasi pendaftaran. Pendaftar BPI PTUD belum memulai studi dan hanya diizinkan memulai studi pada tahun 2021. Pendaftar BPI PTUD yang memiliki LoA Unconditional dengan waktu mulai studi pada tahun 2020, wajib menunda studi dan memulai studi pada tahun 2021 serta melampirkan surat keterangan menunda memulai studi dari Perguruan Tinggi Peringkat Utama Dunia yang diunggah bersamaan dengan LoA Unconditional. Apa saja komponen biaya yang diberikan? Biaya Pendidikan Biaya Pendaftaran Biaya SPP/Tuition Fee Tunjangan Buku Biaya Penelitian Tesis/Disertasi Biaya Seminar Internasional Biaya Publikasi Jurnal Internasional Biaya Pendukung Transportasi Aplikasi Visa/Residence Permit Asuransi Kesehatan Biaya Hidup Bulanan Biaya Kedatangan Biaya keadaaan darurat Tunjangan keluarga (khusus Doktor) Baca juga: Orang Tua Penerima Beasiswa SEMESTA 2020 Ungkapkan Rasa Haru dan Bangga Persyaratan umum Beasiswa PTUD sebagai berikut: 1. Warga Negara Indonesia; 2. Telah menyelesaikan studi program diploma empat (D4) atau sarjana (S1) untuk beasiswa magister; program magister (S2) untuk beasiswa Doktor; atau diploma empat (D4)/sarjana (S1) langsung Doktor dengan ketentuan sebagai berikut: – Perguruan tinggi dalam negeri yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), – Perguruan tinggi kedinasan dalam negeri, atau – Perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia atau Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara asal perguruan tinggi. 3. Tidak sedang (on going) atau telah menempuh studi degree atau non degree program magister ataupun doktor baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi di luar negeri. 4. Melampirkan surat rekomendasi sebagai berikut: Surat Rekomendasi dari akademisi dan dari atasan bagi yang sudah bekerja; Surat Rekomendasi dari 2 (dua) akademisi bagi yang belum bekerja; Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas sebagai berikut: a. Kelas Eksekutif; b. Kelas Khusus; c. Kelas Karyawan; d. Kelas Jarak Jauh; e. Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk; f. Kelas Internasional khusus tujuan Dalam Negeri; g. Kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 negara perguruan tinggi; atau h. Kelas lainnya yang tidak memenuhi ketentuan LPDP 5. Mengisi profil diri pada formulir pendaftaran online; 6. Menulis Personal Statement; 7. Menulis rencana studi untuk magister atau Proposal Penelitian untuk Doktor. 8. Menulis komitmen kembali ke Indonesia dan rencana kontribusi di Indonesia pasca […]

Sep

10

2020

...
Dunia Dosen | Kampus Merdeka
Cara Dosen Daftar Kuota Gratis Kemendikbud, Pengisian Data di PDDikti

SEVIMA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkapkan mekanisme bagi mahasiswa dan dosen yang ingin mendapatkan kuota data gratis 50 GB dari pemerintah. Ini cara mendapatkan kuota data gratis 50 GB bagi mahasiswa dan dosen. Seperti diketahui, pemerintah menjanjikan subsidi paket internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar kepada pelajar sebesar 35 GB per bulan, guru 42 GB per bulan, mahasiswa 50 GB per bulan, dan dosen 50 GB per bulan. Baca juga: Apa Itu Merdeka Belajar Kampus Merdeka? Adapun bantuan subsidi kuota data tersebut untuk mendukung belajar online berlangsung dari September hingga Desember 2020. Terkait cara mendapatkan kuota data gratis 50 GB untuk mahasiswa dan dosen ini mahasiswa dan dosen tersebut harus mendaftarkan nomornya telebih dahulu. Karena banyak dosen yang tanya terkait cara pengisian data manual di PDDikti, berikut tutorialnya, yang kami dapat dari LLDIKTI setempat. Cara Pengisian Kolektif Data Kontak Dosen di PDDikti Pengisian kelengkapan data dosen dapat dilakukan pada laman pddikti-admin.kemdikbud.go.id, berikut langkah-langkah petunjuk pengisian data dosen pada laman PDDikti : 1. Pengelola PDDikti perguruan tinggi melakukan login pada sistem 2. Setelah melakukan login pada akun PDDikti yang dimiliki oleh masing-masing perguruan tinggi, silahkan pilih menu Kelengkapan Data Dosen pada Dashboard dilaman PDDikti, 3. Setelah masuk pada menu Kelengkapan Data Dosen akan tampil data nama dosen pada perguruan tinggi yang melakukan login dan silahkan isikan data Email dan No. HP dosen yang belum dilengkapi, 4. Setelah mengisikan data Email dan No. HP, klik tombol simpan pada bagian kanan bawah, Demikian langkah-langkah petunjuk pengisian Kelengkapan Data Dosen pada laman PDDikti.

Agu

19

2020

...
Dunia Dosen | e-learning
Kuliah Online, Apa Saja yang Bisa Dijadikan Indikator Penilaian?

SEVIMA.COM – Menyelenggarakan kuliah online bukan semata-mata terbebas dari indikator penilaian. Dalam pelaksanaan kuliah online, justru harus membuat para pengampu harus lebih menyiapkan indikator penilaian yang lebih ekstra dalam persiapan kuliah online. Indikator-indikator ini merupakan hal yang sangat krusial untuk menentukan penilaian yang akan diberikan kepada mahasiswa. Nah, kira-kira apa saja sih indikator dalam penilaian kuliah online itu? Apakah ada perbedaan dengan penilaian dalam kuliah konvensional? Di bawah ini adalah beberapa indikator penilaian yang biasanya digunakan dalam kuliah online. Yuk simak! 1. Penugasan Individual Sama seperti kuliah konvensional pada umumnya, kuliah online tentunya juga masih menyelenggarakan penugasan individu bagi para mahasiswa. Penugasan ini digunakan sebagai salah satu komponen penilaian untuk mahasiswa. Dalam penugasan individu ini, mahasiswa diwajibkan untuk mengumpulkannya secara online dalam laman penugasan yang sudah disediakan oleh dosen masing-masing. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 2. Penugasan Kelompok Selain penugasan individual, penugasan kelompok juga menjadi salah satu indikator penting dalam hal ini. Penugasan secara kelompok akan diberikan agar mahasiswa bisa melakukan kerjasama dan diskusi satu sama lain. Penugasan ini nantinya akan disubmit dalam platform online yang dipakai oleh kampus masing-masing. 3. Kegiatan diskusi Meskipun kuliah online diselenggarakan melalui media virtual, namun kegiatan diskusi masih tetap dilakukan lho. Diskusi penting sekali untuk dilakukan agar mahasiswa mampu berkolaborasi dan bertukar pikiran. Tujuannya adalah agar mahasiswa bisa mengemukakan pendapat mereka mengenai materi yang disampaikan oleh dosen. Nah, dalam kegiatan diskusi ini, dosen juga akan mengambil nilai dalam keikutsertaan mereka dalam diskusi ini. Baca juga: Anti Boros Kuota! Ini Rekomendasi Perkuliahan Online yang Hemat 3. Kuis atau game Tak hanya ujian saja, penilaian juga diambil dalam kuis dan game. Biasanya, kegiatan ini diselenggarakan dua kali setiap semester. Dalam pelaksanaan kuis atau game ini, dosen akan memberikannya melalui online sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa. Penilaian melalui kuis dan game ini dinilai cukup efektif buat para mahasiswa. Selain karena mengulas materi sebelumnya, kuis dan games juga akan membantu mahasiswa mengingat dengan mudah materi yang disampaikan oleh dosen. 5. Aktif mengikuti video conference Belajar online akan terasa tidak afdol apabila tidak mengikuti video conference. Video conference ini diberikan agar mahasiswa bisa menerima materi perkuliahaan dengan mudah. Dosen akan menyampaikan seluruh materi yang diampu selama masa perkuliahan. Dalam kegiatan ini, keikutsertaan mahasiswa dalam mengikuti video conference juga menjadi salah satu penilaian soft skill mahasiswa. Baca juga: 4 Tips Kuliah Daring Agar tidak Garing, Dosen Wajib Tahu! 6. Ujian Perkuliahan pasti tidak jauh dari kata ujian. Ujian diberikan agar dosen bisa mengetahui seberapa jauh pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan oleh dosen. Dalam perkuliahaan online, ujian yang diberikan akan dilakukan melalui online. sesuai dengan aturan dan perangkat lunak yang digunakan oleh dosen masing-masing. Ke-enam indikator tersebut sangat penting untuk memberikan penilaian terhadap mahasiswa. Sistem pembelajaran online ini tersebut akan lebih mudah dan cepat bila anda menggunakan EdLink. Platform pembelajaran terbaik yang dirancang untuk dosen dan mahasiswa. Di platform EdLink, anda akan menemukan berbagai fasilitas untuk penugasan online, absensi, ruang diskusi, kuis online, ujian online, dan yang paling penting adalah report nilai mahasiswa. Edlink.id

Agu

04

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Tips & Trik
4 Tips Kuliah Daring Agar tidak Garing, Dosen Wajib Tahu!

SEVIMA.COM – Sepakat gak, kalau kuliah daring ternyata membutuhkan lebih banyak energi dan kreativitas. Selama masa social distancing seperti ini, seluruh kegiatan perkuliahan akan dilakukan dari rumah. Namun, ternyata perkuliahan yang dilakukan secara online dirasa menjenuhkan. Nah untuk menghindari mahasiswa stres, dosen harus memberikan pembelajaran online yang sedikit berbeda agar perkuliahan menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Langsung saja cus kita bahas tips kuliah daring agar gak garing. 4 Tips Kuliah Daring Agar tidak Garing 1. Pilih Desain Sederhana Guna Menghindari Stres Mahasiswa Gunakan desain penyampaian materi yang sederhana, kan prinsip pembelajaran daring harus mencapai tujuan pembelajaran. Anda bisa gunakan slide power point, video, podcast, maupun mencari referensi dan sumber belajar relevan di internet. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif 2. Pilih Mode Pembelajaran yang Sederhana Pilih mode pembelajaran yang sederhana dan sebisa mungkin variatif, bergantian atau gabungan mode belajar yang sifatnya synchronous atau satu waktu dan beda tempat serta asynchronous atau beda waktu dan beda tempat. 3. Padukan Tool Pembelajaran Online dengan Sosial Media Manfaatkan LMS seperti SEVIMA EdLink padukan dengan media sosial populer yang banyak digunakan mahasiswa seperti Youtube, Instagram, dan Spotify. 4. Berikan Tugas yang Sederhana tapi Berimpek Karena situasi seperti tugas kuliah bisa diubah dengan format yang lebih sederhana dan memiliki manfaat yang luas. Contoh mahasiswa diberikan tugas untuk merancang dan mengeksekusi social campaign melalui media sosial. Itulah 4 tips yang bisa Anda lakukan agar perkuliahan online menjadi lebih hidup. Bagi rekan-rekan dosen yang belum punya platform untuk kuliah online, coba deh aplikasi EdLink untuk memulai kuliah online di kampus Anda. Semangat berkuliah online ya!

Jul

30

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Lawan Covid-19
6 Metode Pembelajaran Paling Efektif di Masa Pandemi Menurut Para Pakar

SEVIMA.COM – Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih adanya Surat Edaran no. 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing. Setiap institusi pun dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang sangat efektif ini. Sayangnya, tak semua institusi pendidikan rupanya paham betul mengenai inovasi terbaru yang harus dipakai untuk melakukan pembelajaran selama pandemi. Kebanyakan dari mereka masih belum bisa menyesuaikannya karena terkendala sarana dan prasarana. Jangan khawatir dulu, bagi anda yang masih bingung menemukan model pembelajaran terbaru yang pas untuk peserta didik anda. Beberapa ahli sudah menggodok tentang metode pembelajaran yang cocok selama pandemi ini. Apa saja sih metode pembelajaran tersebut? Berikut ulasannya. 1. Project Based Learning Metode project based learning ini diprakarsai oleh hasil implikasi dari Surat Edaran Mendikbud no.4 tahun 2020. Project based learning ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pelatihan kepada pelajar untuk lebih bisa berkolaborasi, gotong royong, dan empati dengan sesama. Menurut Mendikbud, metode project based learning ini sangat efektif diterapkan untuk para pelajar dengan membentuk kelompok belajar kecil dalam mengerjakan projek, eksperimen, dan inovasi. Metode pembelajaran ini sangatlah cocok bagi pelajar yang berada pada zona kuning atau hijau. Dengan menjalankan metode pembelajaran yang satu ini, tentunya juga harus memerhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online 2. Daring Method Untuk menyiasati ketidak kondusifan di situasi seperti ini, metode daring bisa dijadikan salah satu hal yang cukup efektif untuk mengatasinya. Dilansir dari Kumparan, Kemendikbud mengungkapkan bahwa metode daring bisa mengantasi permasalahan yang terjadi selama pandemi ini berlangsung. Metode ini rupanya bisa membuat para siswa untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah dengan baik. Seperti halnya membuat konten dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui sistem online. Nah, metode daring ini sangatlah cocok diterapkan bagi pelajar yang berada pada kawasan zona merah. Dengan menggunakan metode full daring seperti ini, sistem pembelajaran yang disampaikan akan tetap berlangsung dan seluruh pelajar tetap berada di rumah masing-masing dalam keadaan aman. Baca juga: Tetap Bisa Kuliah dengan Pembelajaran Online via EdLink 3. Luring Method Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Metode ini sangat pas buat pelajar yang ada di wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protocol ketat new normal. Dalam metode yang satu ini, siswa akan diajar secara bergiliran (shift model) agar menghindari kerumunan. Dikutip dari Kumparan, model pembelajaran Luring ini disarankan oleh Mendikbud untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pendemi ini. Metode ini dirancang untuk menyiasati penyampaian kurikulum agar tidak berbelit saat disampaikan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran yang satu ini juga dinilai cukup baik bagi mereka yang kurang memiliki sarana dan prasarana mendukung untuk sistem daring. 4. Home Visit Method Seperti halnya metode yang lain, home visit […]