Berita & Artikel

Dunia Dosen

Sep

10

2020

...
Dunia Dosen | Kampus Merdeka
Cara Dosen Daftar Kuota Gratis Kemendikbud, Pengisian Data di PDDikti

SEVIMA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkapkan mekanisme bagi mahasiswa dan dosen yang ingin mendapatkan kuota data gratis 50 GB dari pemerintah. Ini cara mendapatkan kuota data gratis 50 GB bagi mahasiswa dan dosen. Seperti diketahui, pemerintah menjanjikan subsidi paket internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar kepada pelajar sebesar 35 GB per bulan, guru 42 GB per bulan, mahasiswa 50 GB per bulan, dan dosen 50 GB per bulan. Baca juga: Apa Itu Merdeka Belajar Kampus Merdeka? Adapun bantuan subsidi kuota data tersebut untuk mendukung belajar online berlangsung dari September hingga Desember 2020. Terkait cara mendapatkan kuota data gratis 50 GB untuk mahasiswa dan dosen ini mahasiswa dan dosen tersebut harus mendaftarkan nomornya telebih dahulu. Karena banyak dosen yang tanya terkait cara pengisian data manual di PDDikti, berikut tutorialnya, yang kami dapat dari LLDIKTI setempat. Cara Pengisian Kolektif Data Kontak Dosen di PDDikti Pengisian kelengkapan data dosen dapat dilakukan pada laman pddikti-admin.kemdikbud.go.id, berikut langkah-langkah petunjuk pengisian data dosen pada laman PDDikti : 1. Pengelola PDDikti perguruan tinggi melakukan login pada sistem 2. Setelah melakukan login pada akun PDDikti yang dimiliki oleh masing-masing perguruan tinggi, silahkan pilih menu Kelengkapan Data Dosen pada Dashboard dilaman PDDikti, 3. Setelah masuk pada menu Kelengkapan Data Dosen akan tampil data nama dosen pada perguruan tinggi yang melakukan login dan silahkan isikan data Email dan No. HP dosen yang belum dilengkapi, 4. Setelah mengisikan data Email dan No. HP, klik tombol simpan pada bagian kanan bawah, Demikian langkah-langkah petunjuk pengisian Kelengkapan Data Dosen pada laman PDDikti.

Agu

19

2020

...
Dunia Dosen | e-learning
Kuliah Online, Apa Saja yang Bisa Dijadikan Indikator Penilaian?

SEVIMA.COM – Menyelenggarakan kuliah online bukan semata-mata terbebas dari indikator penilaian. Dalam pelaksanaan kuliah online, justru harus membuat para pengampu harus lebih menyiapkan indikator penilaian yang lebih ekstra dalam persiapan kuliah online. Indikator-indikator ini merupakan hal yang sangat krusial untuk menentukan penilaian yang akan diberikan kepada mahasiswa. Nah, kira-kira apa saja sih indikator dalam penilaian kuliah online itu? Apakah ada perbedaan dengan penilaian dalam kuliah konvensional? Di bawah ini adalah beberapa indikator penilaian yang biasanya digunakan dalam kuliah online. Yuk simak! 1. Penugasan Individual Sama seperti kuliah konvensional pada umumnya, kuliah online tentunya juga masih menyelenggarakan penugasan individu bagi para mahasiswa. Penugasan ini digunakan sebagai salah satu komponen penilaian untuk mahasiswa. Dalam penugasan individu ini, mahasiswa diwajibkan untuk mengumpulkannya secara online dalam laman penugasan yang sudah disediakan oleh dosen masing-masing. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 2. Penugasan Kelompok Selain penugasan individual, penugasan kelompok juga menjadi salah satu indikator penting dalam hal ini. Penugasan secara kelompok akan diberikan agar mahasiswa bisa melakukan kerjasama dan diskusi satu sama lain. Penugasan ini nantinya akan disubmit dalam platform online yang dipakai oleh kampus masing-masing. 3. Kegiatan diskusi Meskipun kuliah online diselenggarakan melalui media virtual, namun kegiatan diskusi masih tetap dilakukan lho. Diskusi penting sekali untuk dilakukan agar mahasiswa mampu berkolaborasi dan bertukar pikiran. Tujuannya adalah agar mahasiswa bisa mengemukakan pendapat mereka mengenai materi yang disampaikan oleh dosen. Nah, dalam kegiatan diskusi ini, dosen juga akan mengambil nilai dalam keikutsertaan mereka dalam diskusi ini. Baca juga: Anti Boros Kuota! Ini Rekomendasi Perkuliahan Online yang Hemat 3. Kuis atau game Tak hanya ujian saja, penilaian juga diambil dalam kuis dan game. Biasanya, kegiatan ini diselenggarakan dua kali setiap semester. Dalam pelaksanaan kuis atau game ini, dosen akan memberikannya melalui online sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa. Penilaian melalui kuis dan game ini dinilai cukup efektif buat para mahasiswa. Selain karena mengulas materi sebelumnya, kuis dan games juga akan membantu mahasiswa mengingat dengan mudah materi yang disampaikan oleh dosen. 5. Aktif mengikuti video conference Belajar online akan terasa tidak afdol apabila tidak mengikuti video conference. Video conference ini diberikan agar mahasiswa bisa menerima materi perkuliahaan dengan mudah. Dosen akan menyampaikan seluruh materi yang diampu selama masa perkuliahan. Dalam kegiatan ini, keikutsertaan mahasiswa dalam mengikuti video conference juga menjadi salah satu penilaian soft skill mahasiswa. Baca juga: 4 Tips Kuliah Daring Agar tidak Garing, Dosen Wajib Tahu! 6. Ujian Perkuliahan pasti tidak jauh dari kata ujian. Ujian diberikan agar dosen bisa mengetahui seberapa jauh pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan oleh dosen. Dalam perkuliahaan online, ujian yang diberikan akan dilakukan melalui online. sesuai dengan aturan dan perangkat lunak yang digunakan oleh dosen masing-masing. Ke-enam indikator tersebut sangat penting untuk memberikan penilaian terhadap mahasiswa. Sistem pembelajaran online ini tersebut akan lebih mudah dan cepat bila anda menggunakan EdLink. Platform pembelajaran terbaik yang dirancang untuk dosen dan mahasiswa. Di platform EdLink, anda akan menemukan berbagai fasilitas untuk penugasan online, absensi, ruang diskusi, kuis online, ujian online, dan yang paling penting adalah report nilai mahasiswa. Edlink.id

Agu

04

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Tips & Trik
4 Tips Kuliah Daring Agar tidak Garing, Dosen Wajib Tahu!

SEVIMA.COM – Sepakat gak, kalau kuliah daring ternyata membutuhkan lebih banyak energi dan kreativitas. Selama masa social distancing seperti ini, seluruh kegiatan perkuliahan akan dilakukan dari rumah. Namun, ternyata perkuliahan yang dilakukan secara online dirasa menjenuhkan. Nah untuk menghindari mahasiswa stres, dosen harus memberikan pembelajaran online yang sedikit berbeda agar perkuliahan menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Langsung saja cus kita bahas tips kuliah daring agar gak garing. 4 Tips Kuliah Daring Agar tidak Garing 1. Pilih Desain Sederhana Guna Menghindari Stres Mahasiswa Gunakan desain penyampaian materi yang sederhana, kan prinsip pembelajaran daring harus mencapai tujuan pembelajaran. Anda bisa gunakan slide power point, video, podcast, maupun mencari referensi dan sumber belajar relevan di internet. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif 2. Pilih Mode Pembelajaran yang Sederhana Pilih mode pembelajaran yang sederhana dan sebisa mungkin variatif, bergantian atau gabungan mode belajar yang sifatnya synchronous atau satu waktu dan beda tempat serta asynchronous atau beda waktu dan beda tempat. 3. Padukan Tool Pembelajaran Online dengan Sosial Media Manfaatkan LMS seperti SEVIMA EdLink padukan dengan media sosial populer yang banyak digunakan mahasiswa seperti Youtube, Instagram, dan Spotify. 4. Berikan Tugas yang Sederhana tapi Berimpek Karena situasi seperti tugas kuliah bisa diubah dengan format yang lebih sederhana dan memiliki manfaat yang luas. Contoh mahasiswa diberikan tugas untuk merancang dan mengeksekusi social campaign melalui media sosial. Itulah 4 tips yang bisa Anda lakukan agar perkuliahan online menjadi lebih hidup. Bagi rekan-rekan dosen yang belum punya platform untuk kuliah online, coba deh aplikasi EdLink untuk memulai kuliah online di kampus Anda. Semangat berkuliah online ya!

Jul

30

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Lawan Covid-19
6 Metode Pembelajaran Paling Efektif di Masa Pandemi Menurut Para Pakar

SEVIMA.COM – Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih adanya Surat Edaran no. 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing. Setiap institusi pun dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang sangat efektif ini. Sayangnya, tak semua institusi pendidikan rupanya paham betul mengenai inovasi terbaru yang harus dipakai untuk melakukan pembelajaran selama pandemi. Kebanyakan dari mereka masih belum bisa menyesuaikannya karena terkendala sarana dan prasarana. Jangan khawatir dulu, bagi anda yang masih bingung menemukan model pembelajaran terbaru yang pas untuk peserta didik anda. Beberapa ahli sudah menggodok tentang metode pembelajaran yang cocok selama pandemi ini. Apa saja sih metode pembelajaran tersebut? Berikut ulasannya. 1. Project Based Learning Metode project based learning ini diprakarsai oleh hasil implikasi dari Surat Edaran Mendikbud no.4 tahun 2020. Project based learning ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pelatihan kepada pelajar untuk lebih bisa berkolaborasi, gotong royong, dan empati dengan sesama. Menurut Mendikbud, metode project based learning ini sangat efektif diterapkan untuk para pelajar dengan membentuk kelompok belajar kecil dalam mengerjakan projek, eksperimen, dan inovasi. Metode pembelajaran ini sangatlah cocok bagi pelajar yang berada pada zona kuning atau hijau. Dengan menjalankan metode pembelajaran yang satu ini, tentunya juga harus memerhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online 2. Daring Method Untuk menyiasati ketidak kondusifan di situasi seperti ini, metode daring bisa dijadikan salah satu hal yang cukup efektif untuk mengatasinya. Dilansir dari Kumparan, Kemendikbud mengungkapkan bahwa metode daring bisa mengantasi permasalahan yang terjadi selama pandemi ini berlangsung. Metode ini rupanya bisa membuat para siswa untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah dengan baik. Seperti halnya membuat konten dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui sistem online. Nah, metode daring ini sangatlah cocok diterapkan bagi pelajar yang berada pada kawasan zona merah. Dengan menggunakan metode full daring seperti ini, sistem pembelajaran yang disampaikan akan tetap berlangsung dan seluruh pelajar tetap berada di rumah masing-masing dalam keadaan aman. Baca juga: Tetap Bisa Kuliah dengan Pembelajaran Online via EdLink 3. Luring Method Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Metode ini sangat pas buat pelajar yang ada di wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protocol ketat new normal. Dalam metode yang satu ini, siswa akan diajar secara bergiliran (shift model) agar menghindari kerumunan. Dikutip dari Kumparan, model pembelajaran Luring ini disarankan oleh Mendikbud untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pendemi ini. Metode ini dirancang untuk menyiasati penyampaian kurikulum agar tidak berbelit saat disampaikan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran yang satu ini juga dinilai cukup baik bagi mereka yang kurang memiliki sarana dan prasarana mendukung untuk sistem daring. 4. Home Visit Method Seperti halnya metode yang lain, home visit […]

Jul

24

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Tips & Trik
5 Tips Persiapan Pembelajaran Blended Learning agar Lebih Efektif

SEVIMA.COM – Memanfaatkan teknologi dalam dunia pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat efektif dilakukan akhir-akhir ini. Seperti halnya pada pembelajaran dengan metode blended learning. Metode Blended learning ini dinilai sangat fleksibel dan mudah diaplikasikan oleh pelajar dan pengajar. Dilansir dari kanal Youtube New EdTech Channel, terdapat lima tips yang bisa anda siapkan untuk menerapkan metode blended learning. Mau tahu apa saja tips yang bisa anda terapkan? Simak ulasan berikut ini. 1. Siapkan sistem manajemen pembelajaran agar terorganisir dengan baik Sistem manajemen pembelajaran atau biasa dikenal dengan Learning Management System (LMS) merupakan salah satu hal yang penting dan krusial dalam pembelajaran blended learning. Anda bisa menggunakan EdLink untuk mengelola kelas. Saat menyiapkan LMS, pengajar diharapkan agar lebih memerhatikan manajemen tugas, ujian dan materi pembelajaran dengan tepat. Tujuannya tak lain adalah untuk lebih mengenalkan metode blended learning kepada pelajar dengan matang. Sehingga pembelajaran tersebut bisa diterima oleh mereka. Harapannya, dengan melakukan persiapan sistem manajemen pembelajaran dengan baik, pelajar dapat terbantu saat menghadapi pembelajaran yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Selain itu, pengajar juga sangat disarankan agar lebih proaktif kepada para pelajaran dan orangtua dalam pengenalan metode blended learning ini. Baca juga: Sangat Mudah, Begini Cara Daftar SEVIMA EdLink 2. Bersiaplah untuk melakukan flipping classroom dengan baik Yang dimaksud dengan flipping classroom disini adalah pelajar bisa menerima penyampaian materi yang disampaikan oleh pengajar di luar pembelajaran di dalam kelas. Hal penting lain yang harus disiapkan adalah melakukan rekaman video pembelajaran, membuat konten menarik untuk proses belajar mengajar, dan membuka sesi belajar tambahan dan diskusi untuk para pelajar di luar jam pelajaran yang sudah ada. Jika penerapan flipping classroom ini dilakukan dengan baik, seluruh kegiatan belajar mengajar akan lebih efektfif. Sebagai pengajar yang kompeten, jangan lupa untuk memberikan feedback kepada pelajar 3. Buatlah pembelajaran yang sinkron dan interaktif Sangatlah menarik bila penyampaian materi lebih dilakukan dengan hal baru dan dinilai cukup fresh. Seperti pembuatan video pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan program dari beberapa aplikasi terbaik. Peljar dan pengajar akan lebih mudah untuk melakukan interaksi dengan baik apabila melakukan pembelajaran ini dengan baik. Terutama dalam hal penyampaian materi yang akan disampaikan dalam suatu pembelajaran. 4. Fokus pada design pembelajaran Inilah hal yang paling penting dalam pembelajaran blended learning. Pengajar diharapkan mampu fokus terhadap design pembelajaran yang akan disampaikan untuk para pelajar. Pertama, anda harus lebih memerhatikan urutan strategi pembelajaran kepada pelajar. Yang kedua adalah anda harus sangat berhati-hati ketika memilih program teknologi yang cocok dan pas untuk diterapkan dalam pembelajaran pelajar. Selanjutnya, anda perlu mengikutsertakan pelajar dalam melakukan proses pembelajaran selama studi. Meskipun blended learning ini dinilai baru, namun bisa dipastikan bahwa sistem pembelajarannya wajib berpacu pada kurikulum yang berlaku. Dengan demikian, materi yang disampaikan kepada pelajar pasti akan bisa terstruktur dan tersampaikan dengan baik. Baca juga: Terbukti! SEVIMA EdLink Tingkatkan Minat Belajar di Tengah Pandemi Covid-19 5. Ajarkan keterampilan teknologi dasar Namanya juga blended learning, pastinya pelajar juga harus diajarkan tentang ketrampilan teknologi. Selama melakukan proses pembelajaran ini pengajar harus mampu membekali para pelajar untuk memiliki keahlian teknologi. Pentingnya penggunaan teknologi ini juga berkaitan proses belajar mengajar […]

Jun

24

2020

...
Dunia Dosen | Dunia Kampus | e-learning
Siap Menjadi Kampus Merdeka di Masa Depan hanya dalam 90 Hari

SEVIMA.COM – Selalu melakukan revolusi dan inovasi dalam suatu ilmu adalah hal yang paling dinanti. Untuk itu, webinar gratis diadakan untuk membantu anda siap menjadi kampus merdeka di masa depan dalam 90 hari. Dalam acara ini, anda akan ditemukan dengan para ahli yang akan mengajak anda membahas langsung mengenai pentingnya membangun talenta yang siap sebagai lulusan terbaik di masa depan. Selain itu, penerapan metode pedagogi blended learning juga akan diulas lebih detail di sektor pendidikan tinggi. Ditambah lagi dengan pemanfaatan pada kemajuan ekonomi digital sekarang juga akan diikut sertakan dalam penerapan metode yang satu ini. Kegiatan ini sangat cocok untuk anda jadikan referensi dalam menghadapi kendala selama covid 19 ini. Meskipun banyak kendala yang terjadi selama pandemic ini, bukan berarti anda mundur dalam berproses. Inilah saatnya anda melakukan perubahan. Pada kesempatan ini, SEVIMA bekerjasama dengan Lithan academy mengedakan webinar yanga akan mengundang narasumber langsung dari pakarnya, yang akan dilaksanakan pada: Hari: Rabu Tanggal: 1 Juli 2020 Jam: 15:00 – 17:30 (WIB) Tamu Kehormatan Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., (Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) Pembicara utama Leslie Loh – CEO dan pendiri Lithan Alamat pembukaan Uman Suherman, AS, M.Pd  (Kepala LLDikti Wilayah Jawa Barat & Banten)  Beliau akan membagikan wawasan tentang bagaimana pendidikan tinggi dapat bermanfaat bagi siswa ketika mereka lulus. R. Ricky Agustiady, SE., MM., Ak., CFrA (Sekretaris Jenderal ABPPTSI wilayah Jawa Barat dan Ketua YPKP) Panel Pembicara Tn. Shoeb Kagda (Konsultan Media dan Pendiri Forum Pendidikan Indonesia, platform multi-pemangku kepentingan untuk semua pemain sektor pendidikan.) Dadan Rahadian (Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Telkom) Tn. Norman Sasono (CTO Platform Pembayaran dan e-Wallet DANA Indonesia) Jan Lambrechts  (CEO Epitome, sebuah perusahaan analitik tenaga kerja.) Bagaimana cara pendaftarannya? Untuk mengikuti kegiatan ini, anda bisa langsung mendaftarkan diri disini GRATIS: events.lithan.com/sevima Jadi tunggu apalagi? Semakin banyak referensi yang akan anda dapatkan, maka anda akan semakin siap dalam menghadapi kampus merdeka di masa depan. Kami tunggu kehadiran anda.

Jun

04

2020

...
Dunia Dosen | Dunia Kampus | Featured
ISO 21001:2018 Mengapa Penting Bagi Pendidikan Tinggi?

SEVIMA.COM – Tuntutan stakeholder terhadap penyelenggara pendidikan semakin tinggi. Keberhasilan organisasi/penyelenggara pendidikan dinilai dari keluaran peserta didik yang mempunyai ketrampilan serta kemampuan beradaptasi dengan cara-cara kerja yang baru dan segala jenis lingkungan. Apa itu ISO 21001:2018 ? Standar ISO 21001: 2018 adalah sistem manajemen organisasi pendidikan yang disesuaikan dari ISO 9001: 2015. Standar ini disusun khusus untuk sektor pendidikan dalam mencapai tujuan dan menjalankan fungsi utamanya, yaitu memberikan pendidikan yang bermutu. Standar ISO 21001 ini memiliki prinsip-prinsip yang mendorong lembaga pendidikan untuk menjadi lebih bertanggung jawab secara sosial dan menyediakan layanan pendidikan yang dapat diakses dan adil bagi peserta didik. Standar ISO 21001: 2018 membantu lembaga pendidikan dalam meningkatkan kepuasan peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, serta penerima manfaat lainnya. Persyaratan standar ISO 21001: 2018 bersifat umum dan dapat diterapkan oleh semua lembaga yang berbasis kurikulum, baik formal maupun informal, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, atau mulai dari lembaga kursus dan pelatihan dengan metode tatap muka langsung hingga pembelajaran elektronik (e-learning). Apa Tujuan Standar ISO 21001: 2018? Tujuan utama dari Standar ISO 21001: 2018 adalah untuk mengevaluasi apakah lembaga pendidikan telah memenuhi kebutuhan peserta didik dan penerima manfaat layanan pendidikan lainnya. Melalui pemenuhan klausul Standar ISO 21001: 2018, lembaga pendidikan akan dapat menyediakan produk dan layanan pendidikan yang dapat memenuhi persyaratan yang diharapkan dari pihak-pihak berkepentingan. Baca juga: Hadapi New Normal, dengan Update Strategi Pembelajaran Digital Apa Manfaat ISO 21001: 2018? Penerapan suatu system harus dapat memberikan dampak dan manfaat positif bagi lembaga, begitu pula dengan penerapan Standar ISO 21001: 2018. Berikut kami paparkan manfaat penerapan ISO 21001: 2018, baik manfaat secara umum maupun manfaat secara bisnis. Secara umum, penerapan ISO 21001: 2018 akan: a. Menyelaraskan kegiatan lembaga dengan kebijakan, misi dan visi lembaga, b. Meningkatkan tanggung jawab sosial dengan menyediakan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil untuk semua peserta didik, c. Sebagai proses dan alat evaluasi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi, d. Meningkatkan kredibilitas lembaga Pendidikan, e. Peningkatan berkelanjutan melalui pemantauan terus-menerus untuk meningkatkan proses pembelajaran. Adapun manfaat secara bisnis, penerapan ISO 21001: 2018 akan: a. Meningkatkan daya saing dan meningkatkan kualitas pendidikan karena ISO 21001: 2018 mengadopsi praktik terbaik dari industri pendidikan yang diakui secara internasional, b. Meningkatkan kepuasan peserta didik dan penerima manfaat lainnya sehingga berpengaruh terhadap reputasi, c. Meningkatkan kepercayaan publik bahwa lembaga memiliki standar mutu pendidikan yang diakui secara internasional. Saatnya Perguruan Tinggi Anda Berstandart Internasional SEVIMA berkerjasama dengan Intertek Academy akan mengadakan pelatihan online dengan durasi 3 jam yang akan mengupas ISO SNI 21001: 2018. Pelatihan akan membahas: Pengenalan: – Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP) – Prinsip-prinsip (SMOP) – Pendekatan proses dan PDCA Interprestasi: – Klausul 4: Konteks Organisasi – Klausul 5: Kepemimpinan – Klausul 6: Penerapan – Klausul 7: Dukungan – Klausul 8: Operasional – Klausul 9: Evaluasi Kinerja – Klausul 10: Peningkatan Saatnya meningkatkan kepercayaan publik bahwa lembaga perguruan tinggi Anda memiliki standar mutu pendidikan yang diakui secara internasional. Yuk daftar Webinar disini: bit.ly/6285731353398 (Pak Dicky).

Jun

04

2020

...
Dunia Dosen | Tips & Trik
Buat Dosen, Ini 5 Tips Bimbingan Mahasiswa Tugas Akhir Selama WFH

SEVIMA.COM – Biasanya kegiatan dosen membimbing mahasiswa dilakukan secara tatap muka karena akan lebih mudah dalam berkomunikasi antara dosen dan mahasiswa. Namun, saat pandemi Covid-19 ini pemerintah menganjurkan untuk work from home (WFH). Salah satu tugas dosen adalah membimbing mahasiswa. Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan tatap muka. Nah, bagaimana menyiasati keadaan agar bimbingan tetap berjalan lancar meski tengah menjalani WFH? Sehingga bimbingan pun dilakukan secara daring. Namun, bagaimana agar dalam membimbing mahasiswa menyelesaikan tugas akhirnya dapat efektif? Berikut tips membimbing mahasiswa tugas akhir selama WFH. 5 Tips Membimbing Mahasiswa Tugas Akhir Selama WFH Untuk Anda para dosen yang membimbing mahasiswa tugas akhir, coba praktikkan tips ini. Cara ini bisa membantu Anda mengatasi bimbingan selama WFH dengan tenang. 1. Membuat Grup Pertama yang perlu dilakukan dosen adalah membuat grup dengan mahasiswa bimbingan. Media pertemuan secara daring memang sangat dibutuhkan dan perlu dimaksimalkan dalam situasi sekarang. Dosen bisa membuat grup chat seperti media sosial atau platform LSM seperti EdLink yang sudah digunakan banyak perguruan tinggi untuk proses kuliah daring. Dosen perlu memaksimalkan kegunaan grup chat untuk melaksanakan tugasnya. Dosen juga menyampaikan motivasi di grup tersebut agar semangat mahasiswa tetap terjaga. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online 2. Kontrol Setiap Progres Melalui Grup Dosen juga bisa mengontrol setiap progres melalui grup, menanyakan setiap perkembangan mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir. Setiap perkembangan akan semakin mudah dimonitor dan apabila terdapat masalah bisa segera diatasi. Perkembangan ini bisa diketahui secara periodik. 3. Sering Membagikan Bahan Literatur di Grup Dosen bisa lebih sering membagikan bahan literatur di grup. Dosen memberikan informasi terakait bahan bacaan yang bisa digunakan mahasiswa menulis tugas akhir. Nah, bagaimana dengan mahasiswa yang tugas akhirnya di laboratorium? dosen bisa berperan dalam mengarahkan mahasiswa untuk menggunakan studi literatur sebagai pelengkap tugas akhir. Selain itu dosen bisa mengarahkan mahasiswa untuk mencari data penelitian yang relevan dengan tugas akhir secara daring jika datanya memang bisa didapatkan secara daring. Kemudian dosen bisa menyarankan mahasiswa untuk menggunakan fasilitas e-learning agar mahasiswa menyelesaikan tugas akhir sesuai ketepatan waktu. 4. Bimbingan dengan Video Conference Tak ada salahnya melakukan video conference untuk mengetahui secara lebih lengkap proses penelitian mahasiswa. Dengan video conference dosen juga bisa menanyakan progres dan kabar mahasiswa, agar tidak bosan dan memudahkan memahami arahan dosen. Baca juga: 5 Hal yang Dapat Meningkatkan Kualitas Dosen Dengan adanya komunikasi yang terjalin tidak hanya sebatas bimbingan tugas akhir. Akan tetapi terjalin pula komunikasi yang bisa menumbuhkan kedekatan emosional dengan video conference. Bimbingan seperti ini bisa dilakukan di platform siAkad Cloud. Siakad Cloud merupakan sistem informasi akademik online untuk memudahkan proses akademik di perguruan tinggi. Saat ini siAkad Cloud juga sudah tersedia fitur “Bimbingan Proposal/Tugas Akhir” secara online. Tentu dengan bimbingan online di siAkad Cloud mempunyai kelebihan tersendiri, yaitu hanya butuh 1 platform untuk semua hal, mulai dari proses KRS hingga bimbingan tugas akhir online. Berikut salah satu contoh gambar mahasiswa saat melakukan bimbingan online di siAkad Cloud. 5. Menjaga Kesehatan Untuk mengimbangi kegiatan lain selama WFH, dosen dan mahasiswa juga harus jaga kesehatan. Tidak bisa dipungkiri, ketika menjalankan […]

Jun

03

2020

...
Dunia Dosen | Tips & Trik
√ Panduan Cara Membuat Karya Tulis Ilmiah Lengkap

SEVIMA.COM – Bagi akademisi tidak bisa lepas dari tiga unsur utama pendidikan dan pengajaran, penelitian atau research education, ketiga pengabdian masyarakat yang harus dilaksanakan dimanapun ia berada. Karena keberadaan seorang akademisi ditunggu-tunggu peran serta dalam kehidupan masyarakat, baik tenaganya, pikirannya, pengetahuannya, ilmunya dan ide, gagasannya serta kontribusi dan dedikasinya untuk umat manusia pada umumnya. Tahap /Langkah-Langkah Membuat karya tulis ilmiah Pada tahap-tahap tertentu penulis dalam karya ilmiah perlu memperhatikan alur proses dalam memproduksi tulisannya melalui proses yang tidak singkat, akan tetapi perlu upaya yang dilakukan, diantaranya: a. Tahap persiapan atau perencanaan Perencanaan merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan bagi seorang penulis karya tulis ilmiah, karena dengan merencanakan segala aspek dari apa yang akan dibahas dan dikaji dapat ter-sampaikan dengan adanya perencanaan. Maka dari itu alangkah baik nya sebelum menulis karya ilmiah lebih baik dituliskan rencana yang mau ditulis itu apa, (pilih topik masalah, rumusan tujuan, telusuri topic, identifikasi pembaca, dan tentukan cakupan atau ruang lingkup karya ilmiahmu sendiri). b. Tahap pengumpulan informasi Adapun bahan dari pengumpulan informasi dalam pembuatan karya ilmiah sebagai berikut ini: 1) Manfaat perpustakaan 2) Memanfaatkan internet 3) Kelola dan pilah bahan-bahan pustaka 4) Membuat ringkasan dan melakukan paraphrase 5) Membuat kutipan 6) Membuat daftar instrumen wawancara, observasi dan pertanyaan yang dipersiapkan c. Tahap Pelaksana Draf Setelah direncanakan, selanjutnya adalah pelaksanaan yang harus dipersiapkan dengan baik diantara, menyiapkan bahan referensi yang cukup sesuai dengan tema yang akan dibahas itu apa, dan bagaimana pelaksanaan dalam membuat karya tulis ilmiah, seperti buku, jurnal ilmiah, Prosiding, laporan ilmiah, semua memiliki petunjuk teknis yang berbeda, dan masing-masing dari kita dalam membuat karya ilmiah ditentukan oleh tujuan, termasuk pemenuhan tugas yang diberikan seperti halnya saat kuliah. Baca juga: Anti Keteteran! Ini 5 Tips Mengatur Waktu Saat Kuliah Online d. Tahapan menulis draf 1) Mengekspresikan ide-ide kedalam bentuk tulisan kasar 2) Mengembangkan ide kreatif yang masih bersifat tentative 3) Konsentrasi pada ekspresi atau gagasan, bukan pada aspek mekanik 5. Tahapan revisi 1) Memperbaiki ide dalam karangan karya tulis ilmiah yang berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca 2) Membaca ulang seluruh isi draf data, atau referensi yang akan dijadikan bahan sehingga memudahkan kita untuk mereduksi kedalam bahan yang siap jadi 3) Sharing atau berbagai pengalaman tentang draf kasar dengan berbagai teman untuk menemukan apa yang menjadi kekurangan kelebihan 6. Tahap penyuntingan 1) Memperbaiki dan mengevaluasi perubahan-perubahan aspek mekanik karangan (huruf capital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan). 2) Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan menarik yang dilakukan guna meminimalisir kesalahan yang terjadi 7. Tahap publikasi 1) Tulisan yang kita buat akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain 2) Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 8. Evaluasi Apa perlu kah evaluasi dilakukan dalam membuat karya ilmiah, bagi penulis sangat perlu, karena dengan evaluasi dapat mengukur kemampuan kita untuk bisa mengerjakan, maupun menyelesaikan apa yang bisa kita lakukan dalam membuat karya ilmiah yang bagus, terutama bagi pemula atau yang akan memulai membuat […]

Mei

19

2020

...
Dunia Dosen | Dunia Kampus | Featured
Belajar dari Covid-19, LITHAN dan SEVIMA Adakan Webinar “Future Ready University in 90 Days”

SEVIMA.COM – Datangnya Covid-19 di seluruh belahan dunia memang benar-benar membawa dampak yang sangat luar biasa. Tak terkecuali perubahan drastis yang terpaksa harus dilakukan oleh setiap perguruan tinggi. Banyak perubahan dan strategi baru yang harus dipikirkan, terlebih wabah ini membuat seluruh kegiatan terpaksa harus dihentikan secara mendadak. Namun, perubahan yang mendadak ini tidaklah mudah untuk dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi, mungkin saja masih banyak yang belum bisa menemukan rencana terbaik yang akan diterapkan di tengah situasi yang sangat tidak kondusif seperti ini. Hal ini rupanya sangat perlu diperhatikan agar tidak membawa dampak yang kurang baik. Untuk itu, dukungan dari luar agar proses belajar mengajar di dalam perguruan tinggi memang benar-benar sangat diperlukan. Di tengah situasi yang seperti ini, kami tergugah untuk memberikan support kepada para akademisi agar dapat menemukan rencana terbaik pasca pandemic ini. Maka dari itu, sebagai bentuk kepedulian dengan pendidikan di negeri tercinta, SEVIMA bekerjasama dengan LITHAN Academy Singapore mengajak seluruh dosen dan perguruan tinggi untuk mengikuti “Webinar on Future Ready University in 90 Days”. Kapan Webinar on “Future Ready University in 90 Days” ini akan dilakukan? Webinar on Future Ready University in 90 Days akan diadakan pada tanggal 28 Mei 2020. Dimulai pukul 15.00 (waktu Singapura) hingga 17.30 (waktu singapura) kalau di Indonesia (14.00-16.30). Untuk itu, jangan lupa untuk menandai kalender anda untuk mengikuti kegiatan ini. Apa saja yang bisa anda dapatkan dalam kegiatan ini? Dalam proses kegiatan ini tentunya akan membahas tentang rencana terbaik yang bisa anda terapkan untuk perguruan tinggi anda. Selain itu, para pembicara juga akan mengulas tentang manfaat media digital yang merupakan satu-satunya kunci agar seluruh kegiatan di dalam dunia pendidikan tetap terlaksana dengan baik. Selain itu, pembahasan menarik lain juga akan disampaikan dalam seminar ini, salah satunya membahas tentang keberadaan media digital bisa dikolaborasikan dengan metode pembelajaran pedagogi dalam proses belajar mengajar. Seperti yang kita tahu, pembelajaran pedagogi memang sudah dikenal dengan belajar adalah bekerja, bekerja adalah belajar. Disini para pemateri juga akan mengulas lebih detail mengenai pembelajaran pedagogi ini. Siapa saja pembicara yang akan mengisi “Webinar on Future Ready University in 90 Days”? Akademisi Professor Claire Ozanne, Vice Provost, Academic Partnerships and International, University of Roehampton, London UK Bharat Agarwal, President of Vishwakarma University, India. Dr Lily Chan, CEO & Vice Chancellor of Wawasan Open University, Malaysia. Sandy Darmowinoto, Vice Rector OF President University, Indonesia. Pimpinan EdTech Giridhar Nayak,         CEO & Founder of SAMBAASH. Jan Lambrechts,       CEO & Founder of EPITOME. Leslie Loh,                 CEO & Founder of LITHAN Academy. Dengan menghadirkan para pembicara yang professional tersebut, tentunya anda akan mendapatkan masukan dan metode pembelajaran agar bisa sukses dalam menghadapi seluruh kegiatan pendidikan kedepan. Sangat menarik bukan? Pengalaman dan ilmu tersebut tentunya tidak bisa anda dapatkan di tempat lain. Jadi, sudahkah anda siap untuk mendapatkan ilmu baru dari para ahli? Bagaimana cara pendaftarannya? Untuk mengikuti kegiatan ini, anda bisa langsung mendaftarkan diri disini GRATIS: https://bit.ly/Sevima-Reg Tentunya anda akan mendapatkan ilmu yang bisa langsung diterapkan di perguruan tinggi anda dengan tepat. Sebelum terlambat, mari lakukan perubahan terbaik pada dunia pendidikan bersama-sama. Kalau buka anda, […]