Pencarian Kategori "Dunia Dosen"


SEVIMA.COM – Munculnya virus Corona di Indonesia selama beberapa pekan ini membuat beberapa kegiatan harus diupayakan untuk dilakukan di dalam rumah saja. Pemerintah pun sudah menganjurkan seluruh masyarakat untuk melakukan social distancing agar virus yang sedang melanda di seluruh Negara ini bisa berkurang di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga sudah mulai mengambil keputusan agar para pelajar melakukan seluruh aktivitas di dalam rumah. Hal ini juga berimbas kepada sistem perkuliahan di Indonesia. Seluruh kegiatan belajar mengajar serta ujian yang biasa dilakukan dengan sistem tatap muka pun harus dilakukan dengan sistem perkuliahan daring. Seluruh kegiatan tersebut diberikan melalui sistem online. Sehingga seluruh mahasiswanya dapat mengakses kegiatan tersebut di rumah masing-masing. Nah, beberapa perguruan tinggi ternama sudah mulai melaksanakan sistem perkuliahan tersebut dalam sistem online. Pihak perguruan tinggi tersebut memanfaatkan Siakad Cloud dan EdLink sebagai perantara proses belajar mengajar mereka. Kampus yang menggunakan SEVIMA EdLink Beberapa kampus telah menggunakan SEVIMA EdLink untuk memulai kuliah online di perguruan tingginya. Berikut contohnya: – Video conference – Diberbagai kampus EdLink sudah digunakan oleh banyak perguruan tinggi, bisa Anda cek disini: edlink.id Bagaimana cara mendapatkan EdLink ini? Cara yang dipakai pun dinilai cukup sangat mudah. Bisa diakses di edlink.id atau download EdLink pada Playstore dan sudah terintegrasi dengan siAkad Cloud jika pihak perguruan tinggi telah menggunakan siAkad Cloud. Kemudian mahasiswa akan dengan mudah bisa mengakses aplikasi ini sebagai pengganti perkuliahan tatap muka selama masa social distancing ini. Apa saja sih fasilitas yang bisa dimanfaatkan di EdLink ini? Banyak sekali fasilitas yang bisa kamu pergunakan di dalam EdLink ini. Fasilitas tersebut tidak kalah menariknya dengan perkuliahan tatap muka. Disini mahasiswa akan diberikan seperangkat video konversi untuk proses pembelajaran mereka. Tidak hanya itu, sistem penugasan, ujian dan absensi pun juga bisa dilakukan di dalam aplikasi ini. Yang lebih menarik, mahasiswa dan dosen bisa berkomunikasi dan berdiskusi satu sama lain di laman diskusi pada aplikasi ini. Bagaimana sih cara pengoperasian pada aplikasi ini? Hal pertama yang dilakukan adalah akses edlink.id atau mendownload aplikasi EdLink pada Playstore. Setelah menginstalnya, anda bisa melakukan registrasi atau login akun. Biasanya jadwal ujian serta pertemuan perkuliahan yang dulunya sudah tercatat pada KRS di siAkad Cloud sudah muncul di dalam EdLink ini. Setelah dosen melakukan pengunggahan data mengenai materi ujian atau materi, mahasiswa pun bisa mengaksesnya di dalam laman masing-masing sesuai dengan kebutuhan di dalam perkuliahan tersebut. Meski seluruh kegiatan ini dilakukan di dalam rumah, namun mahasiswa masih bisa menggunakan kesempatan belajar mengajar ini melalui EdLink dengan maksimal. Untuk itu, bagi kampus anda yang masih mengalami kesulitan untuk menjalani perkuliahan online, anda bisa mencoba untuk beralih pada EdLink. Semoga dengan diberlakukanya sistem social distancing ini, merebaknya virus corona di Indonesia bisa mereda. Sehingga masyarakat bisa melakukan kegiatan tanpa disertai rasa takut. Stay safe everyone! Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Lagi happening banget nih istilah kuliah online atau e-learning, apakah kampus Anda ada rencana memulai program kuliah online?. Kita tahu, saat ini metode pembelajaran sudah berbeda dengan metode belajar beberapa tahun ke belakang. Yuk cek aplikasi apa yang bisa membantu kamu untuk melakukan sekolah hingga kuliah online. 1. Ruangguru Ruangguru merupakan perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan. 2. Zenius.net Zenius.net merupakan aplikasi yang menyediakan produk dan jasa untuk kegiatan belajar secara online. 3. Google Classroom Google Classroom adalah aplikasi daring untuk menunjang kegiatan belajar dengan memanfaatkan akun Gmail sebagai layanan lingkup pendidikan online. 4. SEVIMA EdLink Sevima EdLink adalah aplikasi berbasis android yang dikhususkan untuk dunia pendidikan dalam membantu dosen/guru menghemat waktu, menjaga kelas tetap teratur, dan meningkatkan komunikasi dengan mahasiswa. edlink.id 5. Microsoft Microsoft juga menyediakan aplikasi belajar online, peserta didik dan pendidik berhak menggunakan Office 365 Education gratis, peserta didik cukup memasukkan alamat email sekolah saja. 6. Moodle Merupakan aplikasi yang dapat diakses secara gratis untuk kegiatan belajar secara online. 7. Blackboard CourseSites Blackboard adalah merupakan aplikasi sekaligus portal penyedia layanan pendidikan online yang dapat diakses secara gratis, dan biasanya digunakan oleh berbagai universitas. 8. Schoology Schoology adalah aplikasi LMS (Learning Management System) yang memiliki banyak fitur yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar secara gratis, biasanya beberapa universitas juga menggunakan aplikasi ini. 9. Latitude Learning Latitude Learning adalah portal layanan LMS pendidikan yang bisa digunakan oleh 100 pengguna sekaligus dalam satu kelas. 10. Edmodo Edmodo adalah platform microblogging pribadi yang dikembangkan untuk guru dan siswa sebagai aplikasi penunjang kegiatan belajar mengajar secara online. 11. Quipper Quipper merupakan perusahaan teknologi pendidikan, yang menyediakan layanan produk/jasa pendidikan bagi siswa di Indonesia. Yaps, sekarang Anda bisa memilih aplikasi yang cocok untuk rencana kuliah online di kampus Anda, namun untuk kampus yang baru memulai untuk program kuliah online aplikasi SEVIMA EdLink sangat cocok untuk memulainya. Anda bahkan mendapat support penuh penggunaan aplikasi ini untuk penerapannya dari tim SEVIMA.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia pemerintah menghimbau masyarakat untuk melakukan social distance. Dengan melakukan social distance, maka akan mengurangi peluang penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia. Untuk itu beberapa sekolah mengharuskan siswanya untuk belajar di rumah. Beberapa perkuliahan di kampus juga melakukan hal yang sama yaitu mengharuskan mahasiswa kuliah dari rumah. Selain itu pelaksanaan wisuda yang harusnya dilaksanakan dekat-dekat ini juga ditunda. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan kampus untuk mencegah penyebaran virus Corona di kampus. 1. Mengampanyekan pola hidup sehat Salah satu penyebab utama tersebarnya virus Corona adalah pola hidup yang tidak sehat. Untuk itu, perguruan tinggi turut berkontribusi dalam mengampanyekan pola hidup sehat. Para mahasiswa dihimbau untuk melakukan perilaku hidup sehat dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau alcohol based-handrub, menerapkan etiket batuk, mengonsumsi makanan sehat agar meningkatkan daya tahan tubuh, dan meminimalkan kegiatan dari keramaian yang kurang diperlukan. 2. Memanfaatkan sistem e-learning Beberapa instansi pendidikan yang telah mengumumkan kepada peserta didiknya untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, anjuran social distance tersebut bukan menjadi suatu permasalahan. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan melalui sistem online dan tentunya bisa diakses di rumah. Nggak cuma itu, kampus juga bisa menyediakan skema pembelajaran blended system, jadi program pembelajaran ini memadukan antara pertemuan face to face di dalam kelas dan sistem online sesuai dengan sistem kredit semester dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) seprti SEVIMA EdLink. Dengan begitu, pelaksanaan program belajar masih bisa berlangsung dengan efektif. 3. Penangguhan perjalanan Melihat begitu meluasnya penyebaran virus Corona, kampus harus menghimbau dosen atau mahasiswanya untuk melakukan penangguhan perjalanan ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang terdampak Covid-I9. Selain itu, bagi mahasiswa yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri (terutama negara-negara yang termasuk red-alert) diharapkan untuk membatasi interaksi dengan civitas akademika lainnya maupun anggota keluarga selama 14 (empat belas) hari sejak kepulangannya ke Indonesia. Terutama untuk tiap unit kerja kampus juga dihimbau untuk aktif melakukan upaya kewaspadaan terhadap Covid-I9 dengan melakukan penyebaran informasi atau literasi kesehatan tanpa menimbulkan kepanikan, berkoordinasi dengan cleaning service agar lebih sering membersihkan tempat yang sering terpegang tangan dengan disinfektan, serta menjaga higiene diri dan sanitasi lingkungan di berbagai tempat. Itulah beberapa langkah yang bisa dilakukan kampus. Kita sama-sama berdoa agar musibah virus corona ini segera berakhir dan semua kegiatan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Pemerintah telah mengumumkan tambahan kasus Covid-19 yang semula dari 96 kasus dan meningkat menjadi 117 kasus. Meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia ini membuat beberapa aktivitas untuk bersosialisasi dan bertemu dengan orang sedikit terganggu. Banyaknya korban yang mulai terinfeksi Covid-19 ini, pihak WHO sendiri telah menetapkan Corona sebagai salah satu pandemik. Penyebarannya pun sangat cepat di kalangan masyarakat luas. Apabila tidak dilakukan penanganan dengan cepat, maka kasus ini akan bertambah dengan cepat. Untuk menekan grafik peningkatan kasus tersebut, pemerintah menghimbau masyarakat untuk melakukan social distance. Social distance adalah mengurangi kegiatan yang dilakukan di lingkungan public, seperti bekerja, bersekolah dan melakukan aktivitas umum lainnya. Hal ini dimaksudkan agar mencegah orang sakit untuk melakukan kontak secara langsung dengan orang sehat. Dengan melakukan social distance, maka akan mengurangi peluang penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia. Social distance ini tentunya juga berimbas pada dunia pendidikan. Beberapa instansi pendidikan yang telah mengumumkan kepada peserta didiknya untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, anjuran social distance tersebut bukan menjadi suatu permasalahan. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan melalui sistem online dan tentunya bisa diakses di rumah. Kegiatan yang bisa dilakukan selama kuliah online 1. Perkuliahan jarak jauh Meski pemerintah dan beberapa perguruan tinggi sudah menyarankan mahasiswanya untuk belajar di rumah, bukan berarti mahasiswa bisa bebas tidak melakukan kegiatan apapun. Dengan memanfaatkan teknologi yang dimiliki, mahasiswa bisa melakukan sistem perkuliahan jarak jauh dengan video konferensi. Sehingga, selama melakukan social distance, mereka masih tetap mendapatkan materi dari dosen mata kuliah terkait. Salah satu aplikasi yang dapat memudahkan proses kuliah online adalah SEVIMA Edlink. Di EdLink sudah tersedia laman untuk diskusi, ujian online, rekap kegiatan dan penilaian, sistem perkuliahan online, dan jadwal perkuliahan dll. Untuk info lebih lengkap silahkan kunjungi EdLink.id 2. Penugasan kuliah dan diskusi online Karena seluruh kegiatan dilakukan di rumah, para mahasiswa bisa mengerjakan seluruh penugasan yang diberikan oleh dosen mereka dengan mengerjakan dan mengumpulkannya secara online. Seluruh tugas tersebut juga bisa dilakukan dan dievaluasi secara efektif melalui sistem online tersebut. Tidak kalah pentingnya, tugas yang biasa didiskusikan di dalam kuliah tatap muka bisa dengan mudah untuk dibahas secara online oleh dosen dan mahasiswa. Sehingga, meskipun kegiatan dilakukan secara keseluruhan di rumah, namun tingkat keefektifannya masih sama seperti melakukan kuliah pada umumnya. Lihat: Cara Registrasi SEVIMA EdLink, Hanya Butuh 3 Detik 3. Ujian online Seiring dengan pengumuman untuk melakukan social distance di lingkungan masyarakat dan perkuliahan, ternyata beberapa perguruan tinggi sedang mengadakan ujian tengah semester. Dengan adanya imbauan tersebut, bukan berarti seluruh ujian bisa dibatalkan begitu saja. Maka dari itu, ujian online pun menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dan masih banyak kegiatan lainnya. Nah, meskipun seluruh kegiatan akan dilakukan di rumah, bukan berarti dapat mengganggu sistem perkuliahan. Seluruh kegiatan tersebut bisa dilakukan secara online dan dapat dikerjakan di rumah masing-masing. Bagi kampus anda yang belum menggunakan sistem online, anda bisa mencoba langsung coba EdLink yang mempunyai fitur kuis yang dapat dimanfaatkan untuk ujian online yang sangat efektif. 4. Manfaatkan SIAKAD Online EdLink juga sudah terintegrasi dengan SIAKAD Cloud yaitu sistem informasi […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Melakukan penelitian tidak harus dilakukan oleh dosen saja, tapi juga bisa dilakukan oleh mahasiswa. Setiap melakukan penelitian tersebut, pastinya akan membentuk pribadi mahasiswa menjadi pribadi yang lebih berpengalaman dan kompeten. Selain itu, bentuk penelitian yang dilakukan ini juga menjadi suatu upaya untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu di bidang penelitian dan pengembangan. Jika kamu ingin menantang dirimu, coba deh kamu ikut suatu penelitian biar kamu mendapat pengalaman yang terbaik. Nah, berikut adalah 5 hal positif yang bisa kamu dapat selama melakukan penelitian. 1. Mendapatkan ilmu yang tak ternilai Mendapatkan ilmu tidak hanya di dapatkan di dalam kelas, namun pasti akan banyak hal yang akan kamu dapat jika kamu melakukan penelitian. Semua hal bisa kamu pelajari dan rasakan sendiri bagaimana mengimplementasikan ilmu yang sudah kamu dapat. Sehingga ilmu yang kamu dapat tersebut akan terus berkembang dan up to date. Selain itu ilmu yang didapat dari suatu penelitian di lapangan tentunya sangat priceless. Baca juga: SEVIMA EdLink: Metode Baru Menjalankan Perkuliahan 2. Melatih daya tahan diri di lingkungan baru Setiap penelitian tentunya dilakukan di luar kelas, pasti akan banyak hal yang akan kamu petik saat melakukan penelitian tersebut. Suasana dan lingkungan baru pasti akan membuatmu harus bisa menyesuaikan diri untuk survive hingga penelitian tersebut bisa dikatakan tuntas. Jadi, di dalam proses penelitian ini tentunya kamu akan merasakan suasana baru di luar lingkungan kelas dan zona nyamanmu. Hal ini bisa berdampak positif buat kamu, lho. Kamu akan terbiasa dengan lingkungan dan tekanan yang kamu dapatkan saat di lingkungan kerja. 3. Mendapatkan pengalaman dari segi akademik maupun non akademik Saat menjadi mahasiswa, kamu harus bisa melakukan sesuatu yang bisa meningkatkan kemampuanmu baik dari segi akademik maupun non akademik. Nah, dengan melakukan penelitian ini kamu akan mendapatkan manfaat keduanya. Disini kamu akan lebih bisa menjadi sosok yang bertanggung jawab dan tahan banting atas penelitian yang kamu lakukan. Selain itu kamu juga bisa menerapkan ilmu yang sudah kamu dapat di dalam kelas. Sangat menarik bukan? 4. Mendapatkan relasi Dalam melakukan penelitian, pastinya kamu akan bertemu dengan berbagai pihak dan relasi baru. Inilah saatnya kamu bisa mendapatkan relasi baru dan tentunya akan memperluas jaringanmu. Relasi ini sangat penting banget buat kamu, lho. Selain untuk sarana sosialisasi dan proses men-upgrade diri, tapi juga sangat bermanfaat bagi masa depanmu. Semakin banyak relasi yang kamu dapat, semakin banyak pula pengalaman dan benefit yang kamu dapat. 5. Mengembangkan materi yang di dapat di kelas Mengembangkan materi di kelas untuk praktek adalah salah satu hal yang paling menarik dalam melakukan penelitian. Kamu pasti akan mendapatkan sesuatu yang tak ternilai saat penerapan ilmu tersebut di lapangan. Selain itu, kamu akan merasakan perbedaan dan sesansi tersendiri saat mempraktikkan ilmu sudah kamu ampu di dalam kelas. Tidak hanya itu, hasil yang kamu dapat dari penelitian pun pastinya sangat mendukung untuk mengembangkan materi yang telah diajarkan oleh dosen. Itulah lima manfaat yang bisa kamu petik saat melakukan penelitian. Benar-benar sangat bermanfaat untuk masa depan kamu deh. So, apakah kamu berani mencobanya?

Baca Selengkapnya »

5 Hal yang Dapat Meningkatkan Kualitas Dosen

 

Admin SEVIMA

 

09 Maret 2020

SEVIMA.COM – Untuk meningkatkan kualitas dan mutu perguruan tinggi, ternyata tidak ada memerhatikan aspek administrasi dan sarana prasarana perguruan tinggi saja. Peningkatan mutu dan kualitas dosen juga sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi tersebut. Seperti kita ketahui, bahwa dosen merupakan pendidik profesional atau juga seorang ilmuwan yang bertugas untuk mengembangkan dan melakukan perluasaan terhadap ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan melalui proses pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Peningkatan mutu dosen tersebut pasti akan membawa hal positif  dan perubahan baik dalam mutu perguruan tinggi. Nah, untuk melakukan peningkatan kualitas mutu pendidikan tersebut, inilah 5 hal yang biasa dilakukan dosen dalam peningkatan kualitas dosen di perguruan tinggi. Berikut penjelasannya. 1. Melakukan penelitian Melakukan suatu penelitian merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas seorang dosen. Penelitian di bidang ilmu yang didalami tersebut, sangat diperlukan sekali dalam meningkatkan kualitas seorang dosen. Semakin banyak penelitian yang dilakukan, maka semakin banyak pengalaman yang di dapat. Sehingga, beberapa penelitian yang dilakukan tersebut bisa ditarik dan dibuat dalam jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah ini juga merupakan salah satu hal yang dapat membantu meningkatkan peringkat suatu perguruan tinggi, lho. Terlebih apabila jurnal tersebut diterbitkan dalam portal jurnal internasional, pasti akan membawa dampak yang besar terhadap perguruan tinggi dimana dosen tersebut mengajar. 2. Selalu upgrade ilmu Menurut UU perguruan Tinggi pada tahun 2012, proses peningkatan ilmu tersebut dapat dilakukan melalui banyak hal, seperti penerbitan buku, penelitian, dan lainnya. Namun, menjadi dosen tidak hanya melakukan penelitian, tapi juga diwajibkan untuk menempuh pendidikan terbaik. Di Indonesia sendiri, jumlah dosen yang sudah memiliki gelar doktor masih dinilai kurang. Hanya terdapat kurang dari 15% dari jumlah dosen yang ada. Sehingga, pemerintah sendiri juga sangat mendorong para dosen untuk selalu meng-upgrade ilmu yang di dalaminya tersebut. 3. Selalu aktif dan kreatif Menjadi seorang dosen memang dituntut untuk menjadi seorang yang aktif dan kreatif. Banyak hal yang akan berdampak positif apabila seorang dosen mampu selalu aktif dan kreatif. Aktif dan kreatif yang dimaksud adalah bahwa seorang dosen harus mamp memberikan suatu hal yang baru dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Tidak hanya di lingkungan kampus, tapi juga dari luar kampus. Selain itu, dengan menjadi dosen yang aktif dan kreatif, maka suasana di dalam kelas pun akan menjadi lebih baik. Mahasiswa akan dijauhkan dari rasa kebosanan dan malas dalam proses belajar mengajar. 4. Melakukan pengabdian masyarakat Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan suatu hal yang diwajibkan dalam perguruan tinggi. Karena pada dasarnya, melakukan pengabdian kepada masyarakat adalah suatu proses implementasi dalam tri dharma perguruan tinggi. Dengan melakukan proses pengabdian masyarakat, maka seorang dosen akan mampu mengembangkan ide kreatifnya dalam membangun masyarakat yang lebih maju. 5. Pendekatan dengan mahasiswa dan lingkungan kampus Tidak hanya medalami soal ilmu, namun seorang dosen juga sangat disarankan untuk melakukan pendekatan terhadap mahasiswa dan lingkungan kampus. Bagaimana pun, keberadaan dosen di kampus berbanding lurus dengan proses pembelajaran mahasiswa di lingkungan kampus. Selain itu, proses pendekatan seperti ini juga sangat bermanfaat untuk proses peningkatan mutu di lingkungan kampus. Dari ke lima hal tersebut, menjadi dosen memang tidaklah semudah yang dibayangkan. Namun, dengan melakukannya sepenuh hati […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Ketika perguruan tinggi akan merubah statusnya menjadi PTN-BH tentunya tidak hanya dinilai dari satu atau dua sudut saja. Perguruan tinggi perlu untuk memperhatikan dengan baik tentang semua jenis tata kelola di perguruan tinggi terkait. Tata kelola tersebut sangatlah diperlukan untuk proses perubahan status menjadi PTN-BH. Seperti yang kita ketahui dalam permendikbud 4/2020, syarat menjadi PTN-BH salah satunya adalah mempunyai tata kelola kampus yang baik. Berikut adalah prinsip-prinsip tata kelola dalam perguruan tinggi yang baik di kebijakan Kampus Merdeka yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 4 Tahun 2020. 1. Akuntabilitas pengelolaan PTN Dalam pengelolaan perguruan tinggi, akuntabilitas merupakan suatu usaha untuk melakukan pertanggung jawaban dari perguruan tinggi tersebut terhadap proses penyelenggaraan yang ada di dalam pendidikan tinggi kepada stakeholders terkait. Seperti halnya proses pertanggung jawaban terhadap mahasiswa, orangtua, pemerintah, dosen, tenaga ahli, dan beberapa pihak terkait lainnya. Hal ini sangat diperlukan untuk menunjang kepercayaan dari stakeholders kepada perguruan tinggi tersebut. 2. Transparansi, efektivitas, dan efisiensi dalam pengelolaan PTN Dalam pengelolaan di dalam sebuah perguruan tinggi, sangat diperlukan adanya transparansi, efektivitas dan efisiensi. Ketiga hal tersebut sangatlah dibutuhkan untuk membentuk tingkat kualitas dari perguruan tinggi tersebut menjadi lebih baik. Sehingga, segala aspek yang dikelola oleh perguruan tinggi tersebut harus dilaporkan secara transparan dan jelas. 3. Nirlaba dalam pengelolaan PTN Nirlaba pengelolaan perguruan tinggi ini dimaksudkan bahwa perguruan tinggi tersebut mampu bersaing dan memiliki kualitas yang baik dalam bidang organisasi. Sistem pengorganisasian yang ada di dalam perguruan tinggi dapat membentuk suatu perguruan tinggi lebih baik dari pada sebelumnya. Keberadaan nirlaba ini merupakan suatu akses untuk membentuk perguruan tinggi yang lebih bertanggung jawab. Sehingga dapat dinilai mampu mempertanggungjawabkan seluruh aspek kinerja di dalam perguruan tinggi tersebut. 4. Ketaatan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan PTN Segala hal dan aspek yang ada di perguruan tinggi pastinya sudah diatur di dalam perundang-undangan yang berlaku. Peraturan perundang-undangan tersebut mengatur tentang prasyarat perguruan tinggi yang bisa dilakukan agar perguruan tinggi tersebut bisa berubah menjadi PTN-BH. Seperti halnya aturan mengenai proses penyelenggaraan dalam Tridharma perguruan tinggi, proses pengelolaan keuangan, standar pengelolaan organisasi, dan sistem tanggung jawab perguruan tinggi tersebut kepada pemerintah dan lingkungan sosial. 5. Periodisasi, akurasi, dan kepatuhan dalam penyusunan dan penyampaian laporan akademik dan non akademik Untuk melakukan perubahan status menjadi PTN-BH, perguruan tinggi wajib untuk mengatur sistem periodisasi, akurasi serta kepatuhan dalam semua proses dan penyusunan laporan yang akan disampaikan oleh pihak perguruan tinggi. Dalam melakukan laporan tersebut, tidak hanya hal akademik saja yang akan dilaporkan, namun juga sistem seluruh kegiatan non-akademik yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut. Keduanya wajib dilaporkan sebagai bentuk pertanggung jawaban perguruan tinggi kepada pihak pemerintah. Itulah lima prinsip yang bisa dilakukan sebuah perguruan tinggi agar memiliki tata kelola perguruan tinggi yang baik atau yang sering kita kenal dengan good gavernance sehingga bisa merubah statusnya menjadi PTN-BH. Nah, untuk membuat suatu tata kelola yang baik di dalam suatu perguruan tinggi, tentunya membutuhkan suatu sistem yang baik. Sehingga dapat mendukung seluruh kegiatan dan proses yang dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut. Salah satunya dengan menggunakan sistem informasi akademik Siakad Cloud. Di dalam sistemnya, sudah tersedia berbagai macam sarana […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Standar kelayakan finansial memang menjadi salah satu hal yang paling krusial di dalam perguruan tinggi. Kelayakan finansial tersebut sangat penting untuk memenuhi seluruh kebutuhan dan kegiatan kampus. Seluruh laporan keuangan dan kegiatan yang dikelola pun harus memenuhi standar yang berlaku sesuai dengan kebutuhan kampus tersebut. Disamping itu, untuk menjadi PTN-BH juga perguruan tinggi harus memperhatikan tata kelola sistem keuangan baik dan transparan. Sehingga pendapatan, pendistribusian, dan sumber-sumber pendanaan pun harus di perhatikan dengan baik dan detail. Berikut 3 standar minimum kelayakan finansial perguruan tinggi di kebijakan Kampus Merdeka yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 4 Tahun 2020, isinya tentang perubahan atas peraturan Mendikbud No 88 Tahun 2014 tentang perubahan perguruan tinggi negeri menjadi PTN badan hukum. 1. Pengelolaan keuangan dan aset sesuai dengan peraturan perundang-undangan Pengelolaan keuangan dan aset di dalam perguruan tinggi sudah diatur di dalam undang-undang yang berlaku. Disebutkan dalam PP Nomor 26 Tahun 2015, bahwa setiap perguruan tinggi wajib untuk melakukan pengelolaan terhadap sumber keuangan yang dimiliki. Terlebih perguruan tinggi tersebut sudah berstatus sebagai PTN-BH. Keuangan tersebut harus dikelola dengan baik karena anggaran tersebut bersumber dari anggaran pendapatan belanjaan Negara yang harus dipertanggung jawabkan dengan baik. 2. Laporan keuangan harus memperoleh opini wajar tanpa pengecualian selama 2 (dua) tahun berturut-turut Laporan yang dibuat harus bersifat accountable dengan prinsip pengelolaan asset dan keuangan yang sehat. Hasil laporan yang dibuat untuk melakukan laporan keuangan yang sangatlah penting untuk melaporkan pendanaan keuangan yang sudah ada. Sehingga, agar perguruan tinggi tersebut bisa dikatakan layak untuk berubah status menjadi PTN-BH, maka perguruan tinggi tersebut diminta untuk membuat laporan keuangan dengan catatan yang baik dan lengkap selama dua tahun berturut-turut. Baca juga: 5 Tips Membuat Laporan Keuangan di Akhir Bulan/Tahun dengan Cepat & Akurat 3. Kemampuan menggalang dana selain dari biaya pendidikan dari mahasiswa Biasanya, sumber penghasilan dari perguruan tinggi hanya mengacu pada keuangan dari mahasiswa dan biaya pendidikan saja. Namun, ketika perguruan tinggi tersebut akan berubah menjadi PTN-BH, perguruan tinggi tersebut juga harus mengupayakan kemampuan memperoleh pendapatan dari sumber-sumber lain. Seperti pengelolaan tata ruang, sarana prasarana, hasil kegiatan-kegiatan yang dilakukan perguruan tinggi, dan dari berbagai sumber lainnya. Bagaimana solusi untuk memperbaiki sistem keuangan di dalam perguruan tinggi? Perguruan tinggi diharapkan mampu mengelola keuangan dengan benar dan transparan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sistem keuangan pada perguruan tinggi. Seperti halnya menggunakan kemudahan dan kecanggihan teknologi masa kini. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan sistem keuangan kampus, seluruh sistem keuangan akan bisa diakses dengan mudah dan transparan. Untuk sistem keuangan yang sering digunakan oleh perguruan tinggi untuk memudahkan pengelolaan keuangan adalah sistem Finance Cloud. Dengan menggunakan Finance Cloud, anda akan dimudahkan untuk menata semua keuangan di kampus anda. Sehingga, perguruan tinggi anda pun akan mudah untuk bertransformasi menjadi PTN-BH.

Baca Selengkapnya »

5 Langkah Mudah Menulis Buku Ajar Buat Dosen Muda

 

Admin SEVIMA

 

27 Februari 2020

SEVIMA.COM – Menjadi dosen tidak hanya menyampaikan materi kepada mahasiswanya saja. Namun juga perlu melakukan eksplorasi dalam proses penyampaian materi tersebut agar mudah dipahami. Untuk menyampaikan materi kepada mahasiswanya, dosen kerap kali membuat bahan ajar dan buku ajar yang sangat penting untuk menunjang keberlangsungan belajar mengajar di dalam kelas. Buku ajar bisa dikatakan sebagai salah satu jembatan untuk dosen dan mahasiswa. Sehingga dosen dan mahasiswa bisa berinteraksi dengan mudah melalui buku ajar ini. Selain itu, buku aja ini sangat penting sekali sebagai salah satu tolok ukur dari kualitas perguruan tinggi. Nah, bagi anda yang ingin membuat buku ajar, coba terapkan 5 cara berikut. 1. Tulis dengan bahasa yang menarik dan informatif Biasanya, setelah melakukan pengumpulan informasi dan pemahaman terhadap semua materi yang akan ditulis, dosen bisa menuliskannya kembali dengan bahasa sendiri. Dengan demikian, semua informasi yang didapat agar lebih mudah disampaikan dan dipahami oleh mahasiswanya. Selain itu, ilmu yang disampaikan dosen pun bisa menunjang kebutuhan mahasiswa dengan baik. Biasanya, dalam melakukan penulisan ini dosen terkait melakukan penulisan buku ajar dengan berkolaborasi dengan tim. Namun, ada juga yang melakukan penulisan buku ajar seorang diri. 2. Buat visual dan tampilan buku dengan  menarik Tidak hanya tulisan saja, namun visual dan tampilan buku juga harus diperhatikan. Dengan membuat visual dan tampilan yang berbeda, maka buku ajar pun akan lebih diminati oleh mahasiswa. Sehingga, materi dan informasi yang disampaikan pun akan lebih jelas dan menarik. Biasanya, mahasiswa akan lebih tertarik dengan penjelasan dengan disertai visual yang eye catchy  dan menarik untuk dipelajari. Seperti halnya memberikan variasi mind map atau bentuk materi yang sudah divisualisasikan sebaik mungkin. 3. Susun materi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Banyak dari bahan ajar yang dibuat dengan tidak jelas dan materi yang disampaikan pun terlalu bertele-tele. Malahan, ada juga yang menggunakan bahan ajar yang tidak pernah diperbarui. Untuk membuat bahan ajar yang baik, sesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dan kurikulum yang berlaku. Dengan demikian, mahasiswa akan lebih mudah untuk mempelajari bahan ajar yang digunakan. Baca juga: Jangan Bingung! Inil 5 Tips Mudah Menulis Karya Ilmiah dengan Benar 4. Menggunakan pengemasan kembali informasi (Information Repacking or Text Information) Di dalam perguruan tinggi, banyak sekali dosen yang menulis buku ajarnya menggunakan metode pengemasan kembali informasi. Dalam penulisan ini, dosen hanya melakukan penyuntingan terhadao buku-buku yang menjadi referensi bahan ajar. Selain itu, dalam metode ini dosen juga bisa melakukan penulisan kembali terhadap sumber-sumber yang sudah ada dengan membentuk tulisan baru. 5. Terapkan penataan informasi Selain menulis kembali dengan bentuk tulisan baru, dalam pembuat buku ajar bisa juga melalui kompilasi materi dari berbagai bahan ajar. Seperti melalui artikel, jurnal, buku atau sumber penting lainnya. Melalui cara ini, dosen tidak melakukan perubahan terhadap tulisan yang sudah ada pada sumber. Dosen hanya menyusun kembali semua informasi yang di dapat tersebut sesuai dengan kebutuhan dan tata urutan yang dibutuhkan. Nah, bagi anda dosen muda, anda bisa menerapkan lima cara tersebut untuk membuat bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Dan tentunya, sangat mudah dimengerti dan dipahami oleh pembacanya. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Membuat suatu karya ilmiah biasanya sangat dibutuhkan oleh setiap mahasiswa dalam dunia perkuliahan. Tidak hanya penting untuk kebutuhan akademik saja, namun juga sangat penting untuk meningkatkan kredibilitas kampus. Biasanya, tidak semua mahasiswa paham betul tentang cara penulisan artikel ilmiah yang baik dan benar. Kebanyakan masih suka bingung dan belum memiliki gambaran yang tepat saat melakukan pembuatan karya ilmiah tersebut. So, biar kamu tau tentang bagaimana gambaran penulisan artikel ilmiah tersebut, berikut adalah 5 tips yang bisa kamu terapkan. 1. Pastikan topik yang kamu pilih menarik pembaca Salah satu hal yang paling utama dalam pembuatan karya ilmiah adalah menentukan topik. Dengan memilih atau menentukan topik yang tepat, pasti kamu akan mengerti dan bisa membawa kemana arah karya ilmiah tersebut. Dengan memilih topik yang menarik, kamu secara tidak langsung akan menarik minat para pembaca. Sehingga, karya ilmiahmu tersebut bisa menjadi karya ilmiah terbaik dan sangat digemari oleh para pembaca. Selain itu, kamu juga harus mengenali sasaran pembaca dari artikel ilmiahmu ini. Jangan sampai kamu salah sasaran karena kurang tepat dalam menempatkan topik ya. 2. Perbanyak membaca dari berbagai macam sumber terkait Namanya juga membuat tulisan karya ilmiah. Pasti tidak bisa dijauhkan dari membaca berbagai macam sumber. Dengan membaca berbagai macam sumber, kamu akan dengan mudah mencari tahu tentang gambaran penulisan tentang karya ilmiahmu tersebut. Sumber-sumber tersebut bisa kamu cari dalam bentuk buku, artikel atau jurnal ilmiah. Dengan demikian, pasti deh kamu akan menemukan kemudahan saat membuat karya ilmiahmu. Jangan lupa untuk melakukan pengecekan terhadap sumber yang sudah kamu pilih, agar referensi yang kamu dapat tersebut benar-benar relevan dengan topik yang kamu pilih. Tidak hanya itu, kamu harus memperhatikan tentang refensi tersebut, apakah menggunakan teori yang pas dan relevan atau tidak. 3. Tentukan cakupan informasi dari topik penelitianmu Nah, setelah memperhatikan topik dan gambaran karya ilmiah dari artikel atau jurnal terkait. Setelah itu, kamu bisa mengidentifikasi mengenai semua cakupan informasi yang akan kamu tulis di dalam topik penelitianmu. Dengan mengetahui semua informasi tersebut, kamu akan dengan mudah melakukan proses pengelohan data. Dalam mengumpulkan informasi yang kamu dapat, kamu harus mencatat dan menulis ringkasan dari inti informasi tersebut. Hal tersebut dapat mempermudah kamu dalam melakukan penulisan karya ilmiah, lho. Baca juga: Bagaimana Cara Mencari Jurnal yang Sesuai Kebutuhan? 4. Perhatikan cara penulisan Tidak hanya isinya saja yang harus kamu perhatikan. Tata cara penulisan karya ilmiah pun harus kamu perhatikan sebaik mungkin. Setelah melakukan langkah satu sampai tiga di atas, kamu bisa membuat draf untuk menuliskan semua ide dan informasi terkait yang sudah kamu dapat. Setelah itu, kamu bisa melakukan crosscheck dan penyuntingan terhadap ide dan informasi yang sudah kamu tuangkan dalam bentuk tulisan. Gak hanya itu, kamu harus membuat struktur penulisan artikel ilmiah sesuai standar yang berlaku. Sehingga karya ilmiah yang kamu buat akan dengan mudah diidentifikasi dan dibaca oleh pembaca. 5. Lakukan evaluasi dan cek ulang Setelah melakukan semua langkah di atas, yang terakhir ini adalah melakukan evaluasi. Dengan melakukan pengecekan tentang semua isi karya ilmiah yang sudah kamu tulis, maka akan mengurangi kesalahan yang fatal saat karya tersebut diterbitkan. Perhatikan apakah konten […]

Baca Selengkapnya »