Berita & Artikel

Featured

Dec

15

2020

...
Berita | Featured
Penting! Cara Verval Ijazah untuk Pendaftaran PPPK (P3K) Alumni Angkatan 2009 Kebawah

SEVIMA.COM – Beberapa hari belakangan ini banyak pertanyaan yang masuk ke website SEVIMA tentang bagaimana cara verval ijazah untuk pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK (P3K) Alumni Angkatan 2009 Kebawah? Yuk kita bahas, agar pada tahu. Ceki dot.

Dec

10

2020

...
Dunia Kampus | Featured
Peraturan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL)

SEVIMA.COM – Penomoran Ijazah Nasional (PIN) merupakan suatu sistem penomoran ijazah yang diberlakukan secara nasional. PIN sendiri menggunakan format penomoran tertentu yang mana dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Biasanya, PIN akan diberikan ketika mahasiswa sudah menuntaskan studinya di suatu perguruan tinggi.

Dec

08

2020

...
Aplikasi Online | Featured | siAkad Cloud
Lebih Baik Implementasi Sistem Informasi Akademik Proyek atau Sewa?

SEVIMA.COM – Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dewasa ini sudah menjadi aplikasi wajib bagi perguruan tinggi. Kita tahu perguruan tinggi dengan kegiatan akademik yang begitu komplek tentu membutuhkan sistem yang dapat diandalkan dan membantu memudahkan manajemen kampus dalam mengelolanya. Pegembangan sebuah sistem informasi akademik di perguruan tinggi memang sangat penting namun pengerjaannya juga membutuhkan effort yang tidak main-main, harus mempunyai persiapan yang matang dan SDM yang memadai. Tidak semua kampus mampu untuk mengembangan SIAKAD sendiri. Pengadaan Sistem Informasi Akademik yang memberikan benefit untuk kampus tentunya bukan tanpa hambatan. Beberapa hambatan yang sering dihadapi oleh kampus diantaranya: 1. Biaya Permasalahan utama dan umum yang ditemui universitas ketika ingin memiliki software Sistem Informasi Akademik sendiri adalah biaya yang relatif besar, SDM atau teknisi yang belum memadai, infrastruktur dan jaringan internet yang belum stabil, dan software yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Biaya pengadaan Sistem Informasi Akademik tidak sedikit. Untuk pengadaan aplikasi akademik atau pendaftaran online, universitas perlu mengeluarkan biaya mencapai ratusan bahkan milyaran rupiah. Hal ini tentunya menjadi bahan pemikiran universitas-universitas yang ingin memiliki sistem informasi sendiri, terlebih universitas yang masih berada dalam skala kecil dengan jumlah mahasiswa yang juga masih terbatas. 2. SDM Dalam pengadaan Sistem Informasi Akademik di sebuah universitas, dibutuhkan pula SDM yang memadai, baik dari kuantitas maupun kualitas. SDM ini berperan dalam pembangunan infrastruktur dan melakukan monitoring. Teknisi harus selalu siap sedia dalam melakukan perawatan terhadap sistem dan melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan. Jumlah dan kualitas SDM yang tidak memadai akan mempengaruhi performa dari sistem informasi yang berjalan. 3. Infrastruktur Permasalahan ketiga adalah infrastruktur dan jaringan internet yang tidak stabil. Permasalahan ini terkait dengan permasalahan sebelumnya yaitu dana dan SDM. Pembangunan infrastruktur dan perawatannya yang tidak maksimal dapat berdampak terhadap infrastruktur yang kurang stabil dan mengganggu arus perputaran informasi yang ada di dalamnya. Jaringan internet menjadi syarat utama agar sistem ini berjalan dengan lancar. Jika jaringan terganggu dan tidak stabil maka dapat dipastikan sistem informasi juga akan terhambat. 4. Ketidaksesuaian Sistem Permasalahan terakhir yang ada dalam pengadaan sistem informasi adalah ketidaksesuaian sistem informasi dengan kebutuhan kampus. Kebanyakan sistem informasi akademik masih belum bisa memenuhi semua kebutuhan kampus. Sistem harus memperhatikan permasalahan yang ada, bagaimana tampilannya, apa saja yang akan ada di dalamnya, dan mengedepankan kemudahan operasional bagi karyawan kampus. Pengembangan Sistem Informasi Akademik secara Proyek membutuhkan dana investasi yang cukup besar. Kedepannya juga perlu direncanakan anggaran untuk biaya pemeliharaan infrastruktur, dan biaya untuk pengembangan aplikasi. Permasalahan pengadaan sistem informasi ini saling terkait satu sama lain. lalu adakah solusi untuk semua permasalahan tersebut? Tentunya ada. Saat ini telah berkembang sistem informasi terintegrasi berbasis Cloud yang dapat menyesuaikan kebutuhan kampus dan menghilangkan semua poin permasalahan yang ada di atas. Dengan menggunakan sistem informasi berbasis Cloud, pembangunan infrastruktur dilakukan secara virtual. Pusat penyimpanan dan perputaran informasi akan ada di dalam awan. Karena itu, biaya pembangunan infrastruktur dapat dihapus dari daftar pengeluaran. Layanan cloud ini biasanya menggunakan sistem berlangganan. Universitas hanya melakukan pembayaran untuk biaya berlangganan saja. Berikut studi kasus anggaran penggunaan Cloud vs Non-Cloud. Cloud Vs Non-Cloud No Cloud Harga Cost Infrastruktur Non-Cloud […]

Nov

02

2020

...
Akreditasi | Featured
Pentingnya Pelaporan PDDikti Kemdikbud untuk Perguruan Tinggi

SEVIMA.COM – Sejak tahun 2014, seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia diwajibkan untuk  melakukan pelaporan data PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) secara berkala, ini sesuai amanat UU no. 12 Tahun 2012. PDDIKTI sendiri menjadi salah satu instrumen pelaksanaan penjaminan mutu dan rujukan. PDDikti menjadi suatu hal yang amat penting bagi perkembangan dunia pendidikan tinggi Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya data yang baik, dan kondisi data yang baik dihasilkan dari pelaporan data yang baik serta tepat waktu dari Perguruan Tinggi Indonesia. Studi kasus beberapa kampus yang kurang menghiraukan pelaporan PDDikti: Terhambat akreditasi: https://www.kabartimurnews.com/2019/07/04/4-jurusan-poltek-belum-akreditasi/ Diberikan sanksi “kampus dalam pembinaan”: http://2.bp.blogspot.com/–XVTZts2azo/VnDz9XuDTMI/AAAAAAAABQI/NscYHbDn0e4/s1600/status-pembinaan-perguruan-tinggi.jpg Banyak kerugian bagi mahasiswa: https://megapolitan.kompas.com/read/2017/07/11/15334011/ini.kerugian.jika.mahasiswa.tidak.terdaftar.dalam.pd.dikti Agar bisa melakukan pelaporan yang baik, Kemendikbud sendiri telah mengeluarkan suatu tools dalam pelaporan data pendidikan tinggi tersebut, yakni PDDikti Feeder. PDDikti Feeder merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengolah data kegiatan mahasiswa mulai dari masuk, KRS, Nilai, IPK, IPS hingga kelulusan. Aplikasi Feeder ini terpisah dengan sistem pusat PDDikti, didalamnya ada fitur untuk sinkronisasi, fitur ini berguna untuk menyinkronkan data di FEEDER ke pusat PDDIKTI. Dengan begitu, data kegiatan mahasiswa secara mudah masuk ke pusat PDDikti.  Setelah Data masuk di PDDikti, data tersebut juga dapat menunjang kebijakan-kebijakan lain seperti: Sertifikasi Dosen ( yang memanfaatkan data kegiatan mengajar dosen ),  PIN – Penomoran Ijazah Nasional (menggunakan data histori pendidikan & aktivitas kuliah mahasiswa), dan utamanya  Akreditasi (dapat menggunakan data kegiatan mengajar dosen, rata-rata IPK, dll).  Dengan adanya penggunaan data untuk kebijakan lain, pelaporan PDDikti menjadi sangat penting bagi perguruan tinggi yang nantinya akan berdampak pada mahasiswa, dosen, akreditasi, kemajuan kampus dll. Agar lebih paham yuk kita tonton video ini:  

Oct

08

2020

...
Dunia Dosen | Featured
Cara Daftar Beasiswa LPDP Pendidik untuk Guru dan Dosen

SEVIMA.COM – Tanggal 6 Oktober 2020 kemarin, pendaftaran beasiswa LPDP resmi dibuka untuk umum hingga 20 Oktober mendatang. Ada dua kategori yang dibuka, yakni untuk pendidik dan perguruan tinggi utama. Bagi Anda yang ingin mendaftar untuk kategori pendidik, berikut penjelasan dan syarat utamanya. Apa itu Beasiswa Pendidik? Beasiswa Pendidik diperuntukan: 1. Guru Tetap pada sekolah di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). 2. Dosen Tetap pada Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama yang telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Baca juga: Resmi Dibuka, Simak Syarat Umum dan Khusus Beasiswa LPDP 2020 PTUD Seperti apa skema Beasiswa Pendidik? 1. Magister satu gelar (single degree) untuk Guru Tetap dengan durasi studi paling lama 24 (dua puluh empat) bulan. 2. Doktor satu gelar (single degree) untuk Dosen Tetap dengan durasi studi paling lama 36 (tiga puluh enam) bulan, dan dapat diperpanjang selama dua semester berdasarkan evaluasi. 3. Pendaftar BPI Pendidik wajib sudah memiliki LoA Unconditional dari Perguruan Tinggi tujuan dalam daftar LPDP. 4. Pendaftar BPI Pendidik hanya dapat memilih satu perguruan tinggi dan program studi sesuai dengan LoA Unconditional Perguruan Tinggi LPDP. yang diunggah pada aplikasi pendaftaran. 5. Pendaftar BPI Pendidik belum memulai studi dan hanya diizinkan untuk mulai studi pada tahun 2021. 6. Pendaftar BPI Pendidik yang telah memiliki LoA Unconditional dengan waktu mulai studi pada tahun 2020, wajib menunda studi dan memulai studi tahun 2021 serta melampirkan surat keterangan menunda memulai studi dari Perguruan Tinggi tujuan yang diunggah bersamaan dengan LoA Unconditional. Apa saja komponen biaya yang diberikan? Biaya Pendidikan 1. Biaya Pendaftaran 2. Biaya SPP/Tuition Fee 3. Tunjangan Buku 4. Biaya Penelitian Tesis/Disertasi 5. Biaya Seminar Internasional 6. Biaya Publikasi Jurnal Internasional Biaya Pendukung 1. Transportasi 2. Asuransi Kesehatan 3. Biaya Hidup Bulanan 4. Biaya Kedatangan 5. Biaya keadaaan darurat 6. Tunjangan keluarga (Khusus Doktor) Baca juga: Orang Tua Penerima Beasiswa SEMESTA 2020 Ungkapkan Rasa Haru dan Bangga Apa saja persyaratan umum pendaftaran Beasiswa Pendidik? 1. Warga Negara Indonesia. 2. Telah menyelesaikan studi program diploma empat (D4) atau sarjana (S1) untuk beasiswa magister; program magister (S2) untuk beasiswa doktor dengan ketentuan sebagai berikut: – Perguruan tinggi dalam negeri yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), – Perguruan tinggi kedinasan dalam negeri, atau – Perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia atau Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara asal perguruan tinggi. – Tidak sedang (on going) atau telah menempuh studi degree atau non degree program magister ataupun doktor baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi di luar negeri. 3. Melampirkan surat rekomendasi sebagai berikut: – Surat Rekomendasi dari akademisi dan dari atasan bagi yang sudah bekerja. – Surat Rekomendasi dari 2 (dua) akademisi bagi yang belum bekerja. 4. Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas sebagai berikut: Kelas Eksekutif; Kelas Khusus; Kelas Karyawan; Kelas Jarak Jauh; Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk; Kelas Internasional khusus tujuan Dalam Negeri; […]

Sep

30

2020

...
Featured | Success story
Ternyata Ini Fitur Favorit Para Mahasiswa di SEVIMA EdLink

SEVIMA.COM – Pandemi yang disebabkan oleh mewabahnya COVID-19 telah mendorong banyak perubahan di berbagai sektor dan lini kehidupan masyarakat. Perubahan yang terlihat mengemuka adalah meningkatnya adopsi teknologi digital di kalangan masyarakat luas seperti pembelajaran daring di kampus-kampus.

Sep

22

2020

...
Featured | Success story
Tim SEVIMA Hadiri Peresmian Virtual Universitas Siber Asia oleh Wapres Ma’ruf Amin

SEVIMA.COM – Hari ini, Selasa (22/9) Tim SEVIMA diundang secara resmi oleh Universitas Siber Asia dalam acara peresmian Universitas Siber Asia (UNSIA) secara virtual oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. UNSIA merupakan universitas siber pertama di Indonesia yang berada di bawah naungan Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) dan telah mendapat izin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim SEVIMA hadir yang diwakili oleh Pak Adit. SEVIMA sendiri selaku patrner dalam implementasi teknologi sistem informasi turut mendukung penuh UNSIA kedepan. Peresmian dilakukan Wapres dengan menandatangani prasasti UNSIA yang turut disaksikan oleh Duta Besar Republik Korea untuk ASEAN Country, Mr Lim Sungnam dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim. Dalam pidatonya, Ma’ruf mendorong agar seluruh universitas negeri maupun swasta di Indonesia dapat menyediakan sistem pembelajaran berbasis daring. Selain efisien, sistem tersebut, kata Ma’ruf, terbilang terjangkau bagi seluruh masyarakat sehingga makin banyak orang yang bisa masuk universitas. “Saya berharap dengan makin banyaknya lembaga pendidikan yang membuka sistem pembelajaran daring atau e-learning, semakin banyak kesempatan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ujar Ma’ruf dalam sambutannya secara virtual.

Sep

22

2020

...
Featured | Teknologi
Daftar Laman & Aplikasi yang Bisa Menggunakan ‘Kuota Belajar’, Ada SEVIMA EdLink

SEVIMA.COM – Mulai hari ini, Selasa (22/9/2020) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyalurkan kuota internet gratis kepada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), siswa, guru, mahasiswa, dan dosen. Kemendikbud membagikan kuota internet gratis ini menjadi dua, yaitu untuk kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum adalah kuota yang digunakan mengakses seluruh laman dan aplikasi dan aplikasi, sedangkan kuota belajar hanya dapat dipakai mengakses laman dan aplikasi pembelajaran. Nah, khusus untuk yang terakhir. Kemendikbud telah menyusun daftar-daftar aplikasi mana saja yang bisa diakses. Hal ini juga berlaku untuk layanan video conference, website, dan website kampus. Baca juga: Asik! SEVIMA EdLink Masuk di Daftar Aplikasi Pembelajaran ‘Kuota Belajar’ Kemendikbud Besaran kuota internet gratis untuk PAUD sebesar 20 GB per bulan, di mana bila dirinci 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Untuk pelajar dari jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan kuota internet gratis 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB. Sementara untuk kuota internet gratis bagi pendidik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh 42 GB per bulannya. Secara detail, 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Sedangkan, kuota internet gratis mahasiswa dan dosen sama-sama mendapatkan 50 GB per bulan yang mana rinciannya 5 GB untuk umum dan 45 GB kuota belajar. Baca juga: Cara Cek Nama di PDDikti Kemendikbud untuk Dapat Kuota Gratis Berikut daftar aplikasi dan layanan yang bisa diakses kuota internet gratis dari pemerintah, yakni sebagai berikut: Aplikasi – Aplikasi dan website Aminin – Aplikasi dan website Ayoblajar – Aplikasi dan website Bahaso – Aplikasi dan website Birru – Aplikasi dan website Cakap – Aplikasi dan website Duolingo – Aplikasi dan website Edmodo – Aplikasi dan website Eduka system – Aplikasi dan website Ganeca digital – Aplikasi dan website Google Classroom – Aplikasi dan website Kipin School 4.0 – Aplikasi dan website Microsoft Education – Aplikasi dan website Quipper – Aplikasi dan website Ruangguru – Aplikasi dan website Rumah Belajar – Aplikasi dan website Sekolah.Mu – Aplikasi dan website Udemy – Aplikasi dan website Zenius – Aplikasi WhatsApp Baca juga: Cara Dosen Daftar Kuota Gratis Kemendikbud, Pengisian Data di PDDikti Video Conference – Cisco Webex – Google Meet – Microsoft Teams – U Meet Me – Zoom Website – aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital – bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id – bse.kemdikbud.go.id – buku.kemdikbud.go.id – cambridgeenglish.org – elearning.gurudaringmilenial.id – guruberbagi.kemdikbud.go.id – icando.co.id – indihomestudy.com – infomedia.co.id – kelaspintar.id – lms.seamolec.org – mejakita.com – melajah.id – pijarmahir.id – pijarsekolah.id – rumahbelajar.id – setara.kemdikbud.go.id – suaraedukasi.kemdikbud.go.id – tve.kemdikbud.go.id – www.indonesiax.co.id – www.wekiddo.com Website Kampus – Akademi Keperawatan Aisyiyah Padang – Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Serang – Akademi Telkom – Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer – BIna Sarana Informatika Jakarta Timur – Disdik Kalteng – Edlink Sevima – Edlink Sevima – IAIN BUKITTINGGI – Institut Agama Islam Negeri Jember Setidaknya tercatat sebanyak 401 website kampus yang bisa diakses oleh kuota belajar ini. Untuk melihat kampus mana saja yang terdaftar, bisa dilihat disini: http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/

Sep

22

2020

...
Featured
Cara Cek Nama di PDDikti Kemendikbud untuk Dapat Kuota Gratis

SEVIMA.COM – Beberapa waktu lalu Kemendibud mengatakan bahwa akan memberikan kouta internet gratis hingga 35 GB bagi siswa dan 42 GB bagi guru ini memberikan angin yang seger selama pembelajaran Jarak Jauh. Bahkan kouta ini diberikan juga kepada mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB hal ini di karenakan harus menjalani Pembelajaran Jarak Jauh selama pandemi COVID-19. Diketahui juga bahwa pemberian kouta gratis ini sudah di atur dalam Surat Edaran Nomor 8202/C/PD/2020 tentang Program Pemberian Kuota Internet bagi Peserta Didik. Surat tersebut meminta pihak sekolah melengkapi data siswa, sehingga pemberian kuota internet untuk proses belajar bisa berjalan dengan baik. Baca juga: Asik! SEVIMA EdLink Masuk di Daftar Aplikasi Pembelajaran ‘Kuota Belajar’ Kemendikbud Sedangkan untuk mahasiswa, aturan pemberian kuota gratis tercantum dalam surat edaran nomor 821/E.E1/SP/2020. Kuota sebesar 50 GB diberikan berdasarkan data dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Cara mengecek nama dalam Dapodik dan PD Dikti untuk dapat kouta gratis selama PJJ: Cek nama dalam Dapodik untuk kuota gratis Aplikasi Dapodik tidak bisa diakses guru, siswa, atau wali murid. Dapodik hanya bisa diakses kepala satuan pendidikan. Data pokok peserta didik bisa diakses di https://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/pd. Untuk data sekolah dalam aplikasi Dapodik bisa diketahui lewat link https://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/sp. Cek nama dalam PD Dikti untuk kuota gratis 1. Klik link https://pddikti.kemdikbud.go.id/ 2. Pilih Data Mahasiswa dalam kolom Kategori 3. Lengkapi Nomor Induk Mahasiswa (NIM), nama, nama perguruan tinggi, nama program studi 4. Klik cari dan temukan profil mahasiswa dalam PD Dikti.

Sep

17

2020

...
Dunia Kampus | Event SEVIMA | Featured
Dukung Manajemen Keuangan Kampus yang Akuntabel, SEVIMA Gelar Pelatihan Online dan Launching Finance Cloud

SEVIMA.COM – Pengelolaan keuangan dalam suatu organisasi merupakan aspek penting untuk membangun tata kelola organisasi yang sehat dan kredible, tak terkecuali perguruan tinggi. Untuk mendukung semua itu, SEVIMA telah menyelenggarakan web seminar (Webinar) nasional dengan tema: Pentingnya Manajemen Keuangan Perguruan Tinggi untuk Akreditasi pada Selasa, 15/9/2020. Webinar ini mengundang dua orang Narasumber yang luar biasa yaitu Pak Agus Dwi Purwolastono, SE, M.Acc, Ak. beliau merupakan seorang Kepala Bagian Akuntansi dan Pelaporan (Biro Keuangan ITS) yang sangat berpengalaman dibidang manajemen keuangan perguruan tinggi, serta Pak Muhamad Ismuaji Prajitno yang merupakan Produk Manajer SEVIMA Finance Cloud. Dan acara dipandu oleh Ibu Aprilia dan Pak Dicky selaku moderator. Pak Agus Dwi Purwolastono selaku narasumber dalam seminar ini bercerita banyak terkait pengalamanya dalam pengelolaan keuangan di ITS. Menurut dia, pengelolaan keuangan mulai dari perencanaan, penganggaran, perbendaharaan, akuntansi dan pelaporan semua harus didukung oleh sistem informasi. “Kami Di ITS dalam hal pengelolaan keuangan mulai dari perencanaan, penganggaran, perbendaharaan, akuntansi dan pelaporan, kami semua sudah didukung oleh sistem informasi. Terus terang kalau perguruan tinggi seperti kami tidak didukung sistem informasi pasti gak akan bisa, pasti akan kewalahan.” Baca juga: Finance Cloud, Solusi Atasi Ribetnya Mengelola Keuangan Kampus Pak Agus juga menyampaikan terkait manajemen keuangan untuk akreditasi antara lain; Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta Sistem informasi yang ada di “Kriteria Penilaian Standar 6 Ban-PT” yang merupakan acuan mutu pengadaan dan pengelolaan dari sarana prasarana untuk menyelenggarakan dan mendukung perwujudan visi dan misi dari perguruan tinggi. Berikut beberapa penjelasan Kriteria Penilaian Standar 6: Pembiayaan, Sarana dan prasarana, serta Sistem Informasi: Untuk lebih lengkap pembahasan materi bisa cek disini: Materi Webinar Manajemen Keuangan Peluncuran Produk Finance Cloud Pada kegiatan ini juga diperkenalkan Produk Finance Cloud versi terbaru kepada para peserta webinar yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Finance Cloud menjadi sistem keuangan pertama di Indonesia yang mengkoordinir pengelolaan keuangan perguruan tinggi. Baca juga: 7 Kelebihan Finance Cloud dalam Membantu Mengelola Keuangan Kampus Webinar ini cukup menyita perhatian publik karena tema dan narasumber yang luar biasa. Berdasarkan data, ada 106 peserta di Live Zoom dan Live Youtube SEVIMA sebanyak 260 kali pemutaran. Antusiasme peserta webinar melahirkan ratusan keingintahuan mendalam dari peserta berupa pertanyaan-pertanyaan kritis pada saat webinar berlangsung. Untuk dapat mengakomodasi pertanyaan-pertanyaan tersebut moderator memilih 10 penanya yang dianggap dapat mewakili beberapa pertanyaan peserta webinar. Dengan terlaksananya web seminar ini, diharapkan melalui informasi yang telah disampaikan dapat memberikan informasi, pengalaman, dan pengetahuan baru kepada para peserta terkait pentingnya manajemen keuangan perguruan tinggi untuk akreditasi. Bagi kampus yang ingin lebih kenal dengan Finance Cloud bisa cek disini: financecloud.id