Pencarian Kategori "Info Kuliah"


Pendaftaran BEASISWA SEMESTA 2020 Dibuka!

 

Admin SEVIMA

 

25 Juni 2020

SEVIMA.COM – Beasiswa SEMESTA merupakan Beasiswa Full Scholarship Sarjana yang menjadi program rutin SEVIMA untuk membantu lulusan SMA/SMK yang berprestasi di bidang teknologi informasi untuk bisa mendapatkan ilmu baik dari kuliah dan juga bekerja langsung di SEVIMA untuk membangun talenta-talenta terbaik di Indonesia. Untuk Periode ke 2 di tahun 2020 ini SEVIMA membuka kesempatan bagi adik-adik yang baru lulus atau sudah lulus maksimal 2 tahun yang lalu, untuk ikut serta mengikuti ajang kompetisi ini. Bisa Kuliah Gratis sambil menjadi programmer handal di SEVIMA. Siapa yang bisa ikut Beasiswa SEMESTA Beasiswa kuliah kerja SEMESTA ini dapat diikuti oleh siswa-siswa yang telah selesai menempuh pendidikan SMA/K, terutama untuk mereka yang tertarik dengan bidang IT dan Programming. Syarat peserta Lulusan SMA, SMK dan sederajat (maksimal 2 tahun setelah lulus) Diutamakan lulusan SMK IT / RPL Menguasai program Git Bersedia ditempatkan di kantor Sevima di Surabaya Tidak terikat kontrak kerja, kuliah, atau beasiswa lainnya. Mekanisme beasiswa Beasiswa SEMESTA akan memilih 3 orang yang memiliki talenta di bidang yang telah ditentukan. Para pemenang akan mendapat beasiswa kuliah di program Binus Online Learning dan/atau Pendidikan Jarak Jauh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PJJ PENS) dan kontrak kerja dengan Sevima. Berikut detail hadiah yang akan diterima oleh para pemenang: Subsidi biaya kuliah hingga Rp. 55 juta sampai lulus kuliah Kontrak kerja dengan Sevima selama 4 tahun Selain itu, pemenang juga akan mendapatkan uang saku yang akan diberikan sebanyak sekali dengan jumlah: Juara 1: Rp. 3 juta Juara 2: Rp. 2 juta Juara 3: Rp. 1 juta Proses Seleksi Beasiswa SEMESTA Beasiswa SEMESTA akan menyaring seluruh pendaftar menjadi 3 pemenang melalui 3 tahapan proses seleksi, antara lain: Seleksi Administrasi / Berkas Seleksi Computer Based Test (CBT) Seleksi Hackaton Seluruh proses seleksi beasiswa kuliah kerja ini dilakukan secara daring / online. Tanggal Penting Beasiswa SEMESTA Kandidat penerima Beasiswa SEMESTA akan melalui beberapa macam proses seleksi, mulai dari seleksi administrasi hingga seleksi teknis bersama tim Sevima. Proses ini akan berlangsung sejak tanggal 20 Juni 2020 hingga 12 September 2020. Pendaftaran 20 Juni 2020 – 7 Agustus 2020 Pengumuman kelulusan seleksi administrasi 13 Agustus 2020 Test Tahap 1 29-30 Agustus 2020 Pengumuman Test Tahap 1 1 September 2020 Daftar Ulang Test Tahap 2 8 September 2020 Test Tahap 2 dan Pengumuman Pemenang 12 September 2020 Kontrak kerja Oktober 2020 Mulai Perkuliahan Awal 2021 Tata cara pendaftaran Untuk setiap siswa yang berminat, dapat melakukan pendaftaran disini: bit.ly/BeasiswaSemesta2020, dengan alur sebagai berikut: Mendaftar melalui Google Form yang telah disediakan panitia Tim Sevima akan mengirimkan akses ke maukuliah.id Peserta melakukan login ke website maukuliah.id dan melengkapi berkas yang telah ditentukan sebelumnya Tim Sevima kemudian akan melakukan verifikasi data dari setiap peserta yang mendaftar Tim Sevima akan mengumumkan kelulusan melalui website maukuliah.id Peserta yang lolos dapat melihat jadwal pelaksanaan test tahap 1 (CBT) di website maukuliah.id Pengumuman kelolosan tes tahap 1 akan dilakukan di maukuliah.id Peserta yang lolos akan mengikuti tes tahap 2 sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Daftar universitas terbaik di Indonesia 2021 versi QS World University Rankings sudah dirilis. QS World University Rankings adalah publikasi tahunan peringkat universitas yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS). Kita tahu QS World University Ranking merupakan lembaga pemeringkatan resmi yang juga dijadikan salah satu acuan Kementerian Pendidikan (saat ini Kemendikbud) dalam mengukur kualitas kelembagaan Perguruan Tinggi di Indonesia menuju World Class University atau Universitas Bertaraf Dunia. Pada saat ini jumlah universitas Indonesia masuk dalam daftar ada 8 universitas. Yuk simak kampus mana saja yang menjadi Universitas Terbaik di Indonesia versi QS World University Ranking: 1. Universitas Gadjah Mada (peringkat 254 dunia) 2. Universitas Indonesia (peringkat 305 dunia) 3. Institut Teknologi Bandung (Peringkat 331 dunia) 4. Universitas Airlangga (peringkat 512-530 dunia) 5. Institut Pertanian Bogor (peringkat 513-540 dunia) 6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (peringkat 751-800 dunia) 7. Universitas Bina Nusantara (peringkat 801-1000 dunia) 8. Universitas Padjajaran (peringkat 801-1000 dunia) Apa Indikator Penilaian dari QS World University Ranking? Indikator penilaian QS University Ranking menggunakan enam indikator dalam pemeringkatan yaitu: 1. Reputasi akademik (40%) untuk mengukur unsur akademik secara menyeluruh. 2. Reputasi lulusan (10%) mengidentifikasi performa dan kualitas lulusan universitas di mata para pimpinan perusahaan. 3. Rasio fakultas dan mahasiswa (20%) untuk mengukur komponen yang menunjang kelangsungan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi seperti jumlah tenaga pendidik berbanding dengan jumlah mahasiswa. 4. Kutipan jurnal ilmiah (20%) mengukur jumlah kutipan (citation), jumlah publikasi ilmiah serta dampak penelitian yang dihasilkan para sivitas akademika perguruan tinggi terhadap masyarakat. 5. Fakultas internasional (5%) mengukur jumlah ekspatriat/tenaga pendidik asing di fakultas/perguruan tinggi. 6. Mahasiswa Internasional (5%) mengukur jumlah mahasiswa asing di fakultas/perguruan tinggi. Itulah 8 kampus/ perguruan tinggi Indonesia terbaik yang masuk dalam daftar QS World University Ranking. Bagaimana dengan kampus kamu, apakah masuk di 8 kampus terbaik? Semoga dengan adanya pemeringkatan ini, dapat memunculkan rasa untuk berlomba-lomba bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu kampus dan juga pembelajarannya, sehingga dapat mengantarkan lulusanya menuju kesuksesan. Untuk teman-teman yang belum nemu kampus yang cocok bisa nih bandingkan beberapa kampus impian kamu dan temukan jurusan yang cocok dengan kamu di: maukuliah.id

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Kini, Mahasiswa pada jenjang sarjana mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar program studinya selama tiga semester. Ketentuan ini dinilai dapat meningkatkan kualitas mahasiswa agar mampu menghadapi dunia kerja dengan baik. Kebijakan mengenai Kampus Merdeka ini diutarakan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim bahwa pelaksanaan kuliah pada lintas prodi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang luar biasa yang akan dimiliki oleh mahasiswa. Nah, apa saja sih 5 hal mengenai kuliah lintas prodi tersebut? Berikut penjelasannya. 1. Mata kuliah lintas prodi diambil selama 3 semester Dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi tersebut, Nadiem menyatakan bahwa dari kesempatan 8 semester yang ditempuh oleh mahasiswa S1, mahasiswa berhak untuk mendapatkan kesempatan belajar selama 3 semester di luar prodi yang ditempuh. Pengambilan lintas prodi tersebut dapat dicontohkan seperti mahasiswa ekonomi yang dapat melakukan lintas studi dengan mengambil mata kuliah hukum atau seorang mahasiswa design yang mengambil mata kuliah di bidang teknik. 2. Ketentuan saat mengambil lintas prodi Setiap mahasiswa yang menginginkan pengambilan mata kuliah di lintas prodi tersebut diwajibkan mengambil prodi yang sama dan masih dalam satu perguruan tinggi mahasiswa tersebut diwajibkan untuk mengambil 1 semester atau setara dengan 20 sks. Hal itu akan berbeda lagi bila mahasiswa tersebut mengambil sks di luar perguruan tinggi, maka mahasiswa tersebut harus mengambil 2 semester atau setara dengan 40 sks. Persyaratan lintas studi ini tidak diberlakukan untuk rumpun ilmu kedokteran atau ilmu kesehatan. 3. SKS dalam sistem pembelajaran akan lebih fleksibel Dalam dunia pendidikan di perguruan tinggi, selama ini dinilai cukup kurang fleksibel. Karena menurut Nadiem, proses pembelajaran yang ada di Indonesia ini masih melulu tentang teori dan kurang melakukan praktik di luar kelas. Nah, pada sistem kali ini mahasiswa diharapkan dapat mendapatkan kesempatan yang lebih saat melakukan program Kampus Merdeka ini. Dalam proses pelaksanaannya, kebijakan lintas prodi ini tidak diwajibkan atau menjadi suatu paksaan untuk mahasiswa. Bila mahasiswa tersebut menginginkan 100% mempelajari ilmu pada program studinya, maka akan dipersilahkan untuk mengampu selama 8 semester pada prodinya tersebut dan tidak mengambil SKS pada prodi lain. Baca juga: 4 Poin Kebijakan ‘Kampus Merdeka’ Menteri Nadiem Makarim 4. Mahasiswa memiliki hak sukareka belajar di luar prodi Menurut Nadiem, belajar tidak melulu di dalam kelas dengan berbagai macam teori yang sangat detail. Di dalam kebijakan ini, pembelajaran sebanyak 40 sks bisa dilakukan di luar prodi, itupun dengan hak sukarela dari masing-masing mahasiswa. Dalam menjalankan 40 sks tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengikuti kegiatan di luar prodi seperti magang, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, penelitian atau pun berwirausaha. 5. Tidak berlaku untuk rumpun ilmu kesehatan Kebijakan kampus merdeka ini tidak berlaku dan tidak diperuntukkan untuk rumpun ilmu kesehatan. Dalam kebijakan ini, yang bisa diberlakukan adalah untuk rumpun ilmu sosial, sains, design dan teknik. Jadi, selama mahasiswa tersebut masih termasuk dalam rumpun tersebut pasti bisa ikut serta dalam proses lintas studi ini. Itulah 5 hal yang perlu kalian ketahui mengenai kebijakan baru Kampus Merdeka mengenai lintas prodi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membawa perubahan kepada para mahasiswa di perguruan tinggi agar menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Gebrakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim kali ini meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar yang ditujukan pada pendidikan tinggi bertajuk Kampus Merdeka. Kebijakan Kampus Merdeka merupakan lanjutan dari konsep Merdeka Belajar. Pelaksanaannya hanya mengubah peraturan menteri, tidak sampai mengubah Peraturan Pemerintah atau Undang-Undang. Inilah 4 poin kebijakan Kampus Merdeka : 1. Pembukaan prodi baru Program ini memberikan otonomi kepada PTN (Negeri) maupun PTS (Swasta) untuk membuka program studi baru. Namun otonomi ini tak cuma-cuma diberikan. PTN dan PTS harus memiliki akreditasi A dan B, dan telah melakukan kerja sama dengan universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities. Pengecualian untuk prodi kesehatan dan pendidikan. Kemendikbud akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra prodi untuk melakukan pengawasan. “Tracer study wajib dilakukan setiap tahun. Perguruan tinggi wajib memastikan hal ini diterapkan,” tutup Mendikbud Nadiem. Baca juga: Pengertian dan Manfaat Sistem Career Center & Tracer Study 2. Sistem akreditasi Perguruan Tinggi Program re-akreditasi akan bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela untuk perguruan tinggi dan prodi yang sudah siap naik peringkat. Sedangkan akreditasi yang sudah ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), tetap berlaku hingga 5 tahun namun akan diperbaharui secara otomatis. Pengajuan akreditasi Perguruan Tinggi dan Prodi dibatasi paling cepat 2 tahun setelah akreditasi sebelumnya. 3. Kemudahan menjadi PTN-BH Kebijakan ini terkait kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) menjadi PTN Badan Hukum (PTN-BH). Kemendikbud akan mempermudah persyaratannya tanpa terikat status akreditasi. 4. Hak belajar 3 semester di luar prodi Mahasiswa dapat mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (SKS). “Perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela, jadi mahasiswa boleh mengambil ataupun tidak SKS di luar kampusnya sebanyak dua semester atau setara dengan 40 SKS,” ujar Nadiem di presentasinya. Nadiem juga mengatakan, “Ditambah, mahasiswa juga dapat mengambil SKS di prodi lain di dalam kampusnya sebanyak satu semester dari total semester yang harus ditempuh. Ini tidak berlaku untuk prodi kesehatan.” Di sini pengertian SKS diartikan sebagai ‘jam kegiatan’, bukan lagi ‘jam belajar’. Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan di kelas, magang, praktik kerja industri, riset, studi independen, dan lainnya. Itulah 4 poin kebijakan ‘Kampus Merdeka’ Menteri Nadiem Makarim. Bagaimana menurutmu? Apakah kebijakan ini sangat membantu mahasiswa maupun perguruan tinggi untuk lebih berkembang dan maju?

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Info biaya kuliah di 5 universitas terbaik versi Kemeristekdikti tahun 2019 yaitu ITB (Institut Teknologi Bandung), UGM (universitas Gadjah Mada), IPB (Institut Pertanian Bogor), ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) dan UI (Universitas Indonesia). Info biaya kuliah ini dirangkum dari beberapa sumber, berikut gambaran dengan biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) di 5 PTN terbaik; 1. Institut Teknologi Bandung (skor 3.671 – klaster 1) Melansir dari laman resmi itb.ac.id, pada dasarnya, UKT Program Sarjana ITB berkisar dari Rp 0 hingga Rp 12.500.000 per semester, kecuali untuk Program Sarjana SBM berkisar antara Rp 0 hingga Rp 20.000.00 per semester. Dari UKT Program Sarjana yang ditetapkan sebesar Rp 12.500.000 per semester, khusus SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen) ditetapkan Rp 20.000.000 per semester. Namun, mahasiswa juga diberi kesempatan mengajukan keringanan UKT tersebut, dengan besaran keringanan mulai dari 100 persen, 80 persen, 60 persen, 40 persen hingga 20 persen dari UKT, sesuai dengan tingkat kemampuan ekonomi orangtua. Range UKT ITB per semester 1. Tinggi: Rp 20.000.00 – Rp 40.000.000 untuk program Reguler dan Non-Reguler (Program Internasional) SBM dan Non-SBM. 2. Sedang: Rp 7.500.000 – Rp 10.000.000 untuk semua fakultas di ITB (kecuali proram SBM). 3. Rendah: Rp 0 untuk semua fakultas di ITB. 2. Universitas Gadjah Mada (skor 3.594 – klaster 1) Merangkum dari laman resmi um. ugm.ac.id dan beberapa sumber, UKT Program Sarjana ITB berkisar dari Rp 0 hingga Rp 22.500.000 per semesternya. Terbagi 0–6 golongan UKT persemesternya pada UGM. Untuk golongan tertinggi yaitu golongan 6 khusus bagi orangtua berpenghasilan di atas Rp10.000.000. Golongan sedang yaitu golongan 3 khusus bagi orangtua berpenghasilan Rp 2.000.000 – Rp 3.500.000, dan untuk golongan paling rendah yaitu golongan 0 khusus calon peserta Bidikmisi. Range UKT UGM per semester: 1. Tinggi: Rp 22.500.000 untuk program studi Pendidikan Dokter. 2. Sedang: Rp 7.000.000 untuk program studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. 3. Rendah: Rp 500.000 untuk semua program studi. 3. Institut Pertanian Bogor (skor 3.577 – klaster 1) Berdasarkan data dari laman admisi. ipb.ac.id, sesuai dengan peraturan di tingkat nasional, diberlakukan aturan mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT). UKT adalah bentuk Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang merupakan kontribusi orangtua mahasiswa atas penyelenggaraan pendidikan di IPB yang besarnya ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi mahasiswa bersangkutan dan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) tiap program studi. Besaran UKT nilainya tetap sampai mahasiswa yang bersangkutan lulus dari IPB UKT Program Sarjana IPB berkisar dari Rp 2.400.000 hingga Rp 12.000.000 per semesternya. Terbagi 1–5 golongan UKT per semesternya di IPB. Untuk golongan tertinggi yaitu golongan 6 biayanya Rp 10.000.000 – Rp 12.000.000, untuk golongan sedang yaitu golongan 3 biayanya Rp 6.000.000 – Rp 8.000.000, dan untuk golongan paling rendah yaitu golongan 1 biayanya Rp 2.400.000. Range UKT IPB per semester: 1. Tinggi: Rp30.000.000 untuk program studi Kedokteran Hewan. 2. Sedang: Rp12.000.000 untuk program studi Bisnis. 3. Rendah: Rp2.400.000 untuk semua program studi. 4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (skor 3.462 – klaster 1) Merangkum dari laman resmi smits.its.ac.id dan beberapa sumber, Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITS dibagi dalam 7 (tujuh) kategori yang disesuaikan dengan kemampuan […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Pernah gak sih kamu merasa kurang maksimal saat melakukan KRS tiap semester? Rasanya seperti masih ada yang kurang bahkan kamu melakukannya dengan tergesa-gesa tanpa persiapan yang matang. Bisa dibilang KRS merupakan salah satu hal paling krusial ketika seorang mahasiswa tengah melakukan rencana belajarnya. Saat melakukan sistem KRS ini, mahasiswa diwajibkan untuk mengambil jatah berapa Sistem Kredit Semester (SKS) yang harus ditempuh di semester depan. Biasanya jatah SKS akan ditentukan berdasarkan jumlah IPK atau IPS yang didapat dari semester sebelumnya. Permasalahan dari sistem KRS ini adalah tingkat fleksibilitas dan pencatatan mata kuliah yang sudah ditempuh dan yang akan ditempuh oleh setiap mahasiswa. Nah, kalian pasti suka bingung kan bagaimana cara melakukan KRS setiap semester dengan benar atau bahkan ketinggalan jadwal untuk melakukan KRS. So, disini ada 5 tips jitu yang bisa kamu terapkan saat menghadapi KRS. 1. Perhatikan jumlah SKS yang akan diambil Umumnya, dalam suatu program studi diwajibkan untuk mengambil minimal SKS sebanyak 144. Tentunya banyak sekali dari para mahasiswa yang suka lupa dengan jumlah SKS yang sudah diambil. Banyak hal yang cukup fatal yang bisa terjadi apabila mahasiswa lupa dengan jumlah SKS yang sudah diambil. Jadi, mencatat dan memperhatikan jumlah SKS yang diambil adalah suatu kewajiban. 2. Buatlah list mata kuliah yang wajib diambil Tidak hanya mencatat jumlah SKS yang sudah diambil namun setiap mahasiswa harus  mencatat mata kuliah yang wajib diambil. Pencatatan ini diwajibkan agar mahasiswa wajib mengetahui mata kuliah yang sudah diambil. Sehingga bisa memperbaiki nilai yang kiranya perlu diperbaiki. Namun, kebanyakan dari mahasiswa tersebut lupa untuk mencatat mata kuliah yang wajib diambil. Sehingga, ketika mendekati pelaksanaan KRS mereka kerap kali tidak mencatat mata kuliah yang wajib diambil. Akibatnya, KRS pun tidak berjalan dengan baik. So, jika kamu ingin sukses melakukan KRS jangan lupa untuk mencatatnya ya. 3. Perhatikan mata kuliah yang harus diperbaiki Karena masih ada beberapa kampus yang belum menggunakan metode modern untuk melakukan KRS, banyak pula dari mereka yang lupa dengan mata kuliah yang harus diperbaiki. Nah, dengan adanya permasalahan tersebut hendaknya kamu harus lebih teliti dan hati-hati untuk melakukan pengecekan mata kuliah yang harus diperbaiki tersebut. Tapi, semua permasalahan tersebut dapat dengan mudah diatasi apabila perguruan tinggimu telah menggunakan sistem yang modern seperti siAkad cloud. Di dalamnya, sudah terdapat fasilitas yang dapat mencatat seluruh nilai mata kuliah kamu dari awal kamu kuliah. 4. Catat jadwal perkuliahanmu pasca melakukan KRS Pernahkan kamu menulis jadwal perkuliahan pasca melakukan KRS? Sayangnya, tidak semua mahasiswa langsung mencatat jadwal perkuliahan tersebut. Sehingga hal buruk bisa terjadi bila kamu tidak melakukannya. Bisa saja kamu akan mengalami cekal dalam pelajaran yang kamu tempuh. Untuk itu, kamu harus memperhatikan jadwal perkuliahan tersebut ya! Jangan sampai hal kecil seperti itu bisa mengganggu proses perkuliahan. Namun, hal itu bisa kamu antisipasi jika menggunakan siAkad Cloud. Kamu tidak akan menemukan permasalahan seperti ini karena semua jadwal mata kuliah yang sudah kamu ambil sudah tercatat dengan baik di dalam akunmu. 5. Perhatikan dengan baik jadwal KRS yang sudah ditentukan oleh pihak kampus Jika kamu melewatkan jadwal KRS, kamu akan kehilangan kesempatan mendapatkan kelas […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyebutkan lima pekerjaan yang dianggap paling hot di Indonesia saat ini. Paling hot maksudnya adalah yang paling banyak dibutuhkan saat ini. Hal itu disampaikan Nadiem di hadapan para milenial dalam gelaran Indonesia Millennial Summit (IMS) 2020 di The Tribrata, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Pekerjaan itu adalah bidang analis, researcher, UX design, software engineer, dan product management. “Itu adalah lima job yang paling hot di Indonesia saat ini,” kata Nadiem. Berikut penjelasan singkat pekerjaan-pekerjaan rekomendasi Mendikbud Nadiem Makarim; 1. Analis Profesi analis dapat dijumpai diberbagai bidang, seperti politik, kesehatan, teknologi, ekonomi, dan lain-lain. Dibidang teknologi, kita mengenal analis sistem. Ahli kimia yang bekerja di laboratorium juga disebut analis. Dibidang kesehatan, ada jurusan Analis Kesehatan atau Teknologi Laboratorium Medik. Namun apapun bidangnya, tugas seorang analis adalah membedah, menguraikan, memilah, dan mengenal seluruh bagian. Karena tugasnya tersebut, seorang analis harus memiliki kemampuan dalam memahami data dan informasi. Kamu siap jadi analis? 2. Peneliti/Researcher Jika merasa memiliki kesabaran dan konsistensi, profesi ini mungkin menarik buatmu. Tapi yang paling mendasar dibutuhkan oleh seorang peneliti adalah rasa ingin tahu yang tinggi. Dari rasa ingin tahu inilah dilakukan penelitian dan analisis – yang memerlukan waktu, untuk kemudian informasi yang diperoleh disampaikan kepada klien. 3. UX Design Anak IT pasti tidak asing dengan istilah UX Design. Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan digital, profesi UX Design juga semakin banyak dibutuhkan untuk mengakomodasi layanan lewat web atau aplikasi. Dalam mendesain, faktor kenyamanan pengguna menjadi pertimbangan utama tanpa mengesampingkan sisi estetika. Info loker UX designer: sevima.com/karir 4. Software Engineer Software engineering sendiri merupakan penerapan prinsip-prinsip teknik pengembangan perangkat lunak. Software engineering diaplikasikan pada sistem yang kompleks, seperti organisasi bisnis. Seorang software engineer mengawali pekerjaannya dengan menganalisis kebutuhan pengguna. Kemudian, berangkat dari kebutuhan tersebut, software engineer mendesain, mengkonstruksi, dan menguji aplikasi melalui penggunaan bahasa pemrograman. Baca juga: Kuliah Jurusan Teknik Informatika, Belajar Apa Aja Sih? 5. Product Manager Sebenarnya bidang product management sudah ada cukup lama. Kenapa masih dibutuhkan lagi dimasa mendatang? Karena perkembangan teknologi yang cukup besar didunia bisnis. Maka tentunya, ada penyesuaian, pergeseran, bahkan perubahan dalam dunia bisnis seiring dengan penggunaan teknologi yang semakin masif. Product manager sendiri bertugas menghasilkan produk yang berkualitas. Tak selesai sampai disitu, tugas product manager pula untuk menghasilkan strategi bisnis produk tersebut. Itulah sebabnya, seorang product manager perlu memahami seluruh aspek bisnis dimana ia bekerja. Sekarang, apakah kita harus sepakat dengan Mendikbud Nadiem Makarim? tentu itu tergantung kamu, boleh sepakat atau tidak. Tapi bolehlah dijadikan referensi ide sebagai rujukan dalam memilih jurusan kuliah, karena memang saat ini 5 pekerjaan itu sangat di butuhkan di lapangan. Itulah 5 pekerjaan paling banyak dibutuhkan menurut Mendikbud Nadiem Makarim, bagaimana menurutmu?

Baca Selengkapnya »