Berita & Artikel

Lawan Covid-19

Agu

25

2020

...
Featured | Lawan Covid-19
Panduan Kemedikbud Ospek Kampus Dilakukan secara Online

SEVIMA.COM – Pandemi virus corona berdampak pada segala lini, tak terkecuali kehidupan kampus. Terkait dengan masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bahkan mengeluarkan panduan khusus untuk ospek mahasiswa baru tahun 2020. Pada intinya, ospek tidak boleh dilakukan secara tatap muka. Saat dikonfirmasi, Plt. Dirjen Dikti Nizam membenarkan adanya panduan tersebut. “Pengenalan mahasiswa baru dilakukan secara daring (online), materi yang akan diberikan dalam ospek sudah diatur dalam panduan Dikti.” kata Nizam dilansir dari Kompas.com, Kamis (25/6/2020). Baca juga: Telkomsel, XL dan Indosat Kompak Berikan Kuota Belajar Online Murah Pemberian materi Mengenai bentuknya, pemberian materi dilakukan dengan metode ceramah atau metode lain. Tergantung kondisi daring serta memanfaatkan media kreatif/teknologi informasi yang familiar dengan generasi milenial. Sehingga mahasiswa bisa tetap tinggal di rumah masing-masing sambil menyimak materi ospek. Menurut panduan dari Dikti, kegiatan ospek dilaksanakan 2-5 hari. Dimulai pukul 07.00-17.00 atau disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan setiap institusi. Materi apa saja yang akan didapat oleh para mahasiswa baru? Berikut ini panduan dari Dikti: 1. Pembinaan kesadaran bela negara Materi yang akan didapat maba adalah tentang kesadaran bela negara. Hal ini penting karena ini merupakan bagian dari upaya membangun sistem pertahanan negara. Selain itu juga merupakan upaya yang strategis dalam rangka menumbuhkan sikap dan perilaku setiap warga negara. 2. Kehidupan berbangsa dan bernegara Materinya berupa pemahaman tentang Pancasila sebagai dasar negara atau ideologi negara. Tak hanya itu, tapi juga Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika. 3. Pembinaan gerakan nasional revolusi mental Revolusi mental adalah tentang Indonesia melayani, bersih, tertib, mandiri, dan bersatu. 4. Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia Materi tersebut terdiri atas: – Pengenalan sistem pendidikan tinggi di Indonesia – Kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka – Program membina mahasiswa melalui General Education, yaitu sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang menekankan keterkaitan antar cabang ilmu dalam rangka membangun basis yang lebih luas dalam keilmuan dengan saling berdialog antara mahasiswa dari berbagai macam disiplin ilmu. – Pengenalan nilai budaya, etika, tata krama, norma kehidupan kampus, plagiarisme, pencegahan pelecehan seksual di kampus, penyalahgunaan narkoba, dan anti korupsi dan terampil serta bijak dalam berkomunikasi melalui media sosial. – Pembentukan karakter mahasiswa yang menghargai kemanusiaan dan membangun kesehatan mental mahasiswa. – Pencegahan dan penanggulangan intoleransi, radikalisme, terorisme, dan penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara. Kiat sukses/motivasi belajar di perguruan tinggi (akademik dan non akademik) serta menggali jiwa kewirausahaan, prospek dan peluang kerja setelah lulus dari perguruan tinggi – Materi lain yang dipandang perlu sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan perguruan tinggi – Kegiatan kemahasiswaan dan organisasi kemahasiswaan. Baca juga: Kuliah Online, Apa Saja yang Bisa Dijadikan Indikator Penilaian? 5. Perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0 Mahasiswa akan diajak beradaptasi dengan kondisi saat ini, yaitu era revolusi industri 4.0. Selain itu juga mengenal kehidupan baru pasca pandemi (new normal). Materi tersebut penting, mengingat saat ini masyarakat perlu bertahan hidup di tengah pandemi. 6. Kesadaran lingkungan hidup dan hadapi bencana Mahasiswa perlu menyadari pentingnya merawat lingkungan hidup dan bersiap siaga menghadapi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu. Perguruan Tinggi dapat mendeskripsikan materi lebih […]

Jul

30

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Lawan Covid-19
6 Metode Pembelajaran Paling Efektif di Masa Pandemi Menurut Para Pakar

SEVIMA.COM – Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih adanya Surat Edaran no. 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing. Setiap institusi pun dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang sangat efektif ini. Sayangnya, tak semua institusi pendidikan rupanya paham betul mengenai inovasi terbaru yang harus dipakai untuk melakukan pembelajaran selama pandemi. Kebanyakan dari mereka masih belum bisa menyesuaikannya karena terkendala sarana dan prasarana. Jangan khawatir dulu, bagi anda yang masih bingung menemukan model pembelajaran terbaru yang pas untuk peserta didik anda. Beberapa ahli sudah menggodok tentang metode pembelajaran yang cocok selama pandemi ini. Apa saja sih metode pembelajaran tersebut? Berikut ulasannya. 1. Project Based Learning Metode project based learning ini diprakarsai oleh hasil implikasi dari Surat Edaran Mendikbud no.4 tahun 2020. Project based learning ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pelatihan kepada pelajar untuk lebih bisa berkolaborasi, gotong royong, dan empati dengan sesama. Menurut Mendikbud, metode project based learning ini sangat efektif diterapkan untuk para pelajar dengan membentuk kelompok belajar kecil dalam mengerjakan projek, eksperimen, dan inovasi. Metode pembelajaran ini sangatlah cocok bagi pelajar yang berada pada zona kuning atau hijau. Dengan menjalankan metode pembelajaran yang satu ini, tentunya juga harus memerhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online 2. Daring Method Untuk menyiasati ketidak kondusifan di situasi seperti ini, metode daring bisa dijadikan salah satu hal yang cukup efektif untuk mengatasinya. Dilansir dari Kumparan, Kemendikbud mengungkapkan bahwa metode daring bisa mengantasi permasalahan yang terjadi selama pandemi ini berlangsung. Metode ini rupanya bisa membuat para siswa untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah dengan baik. Seperti halnya membuat konten dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui sistem online. Nah, metode daring ini sangatlah cocok diterapkan bagi pelajar yang berada pada kawasan zona merah. Dengan menggunakan metode full daring seperti ini, sistem pembelajaran yang disampaikan akan tetap berlangsung dan seluruh pelajar tetap berada di rumah masing-masing dalam keadaan aman. Baca juga: Tetap Bisa Kuliah dengan Pembelajaran Online via EdLink 3. Luring Method Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Metode ini sangat pas buat pelajar yang ada di wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protocol ketat new normal. Dalam metode yang satu ini, siswa akan diajar secara bergiliran (shift model) agar menghindari kerumunan. Dikutip dari Kumparan, model pembelajaran Luring ini disarankan oleh Mendikbud untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pendemi ini. Metode ini dirancang untuk menyiasati penyampaian kurikulum agar tidak berbelit saat disampaikan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran yang satu ini juga dinilai cukup baik bagi mereka yang kurang memiliki sarana dan prasarana mendukung untuk sistem daring. 4. Home Visit Method Seperti halnya metode yang lain, home visit […]

Jun

29

2020

...
Featured | Lawan Covid-19
Bagaimana Cara PTS Bertahan saat Pandemi?

SEVIMA.COM – Perguruan Tinggi Swasta (PTS) harus mempertimbangkan pengeluaran di masa pandemi virus korona (covid-19). PTS sebisa mungkin melakukan efisiensi akibat memburuknya finansial kampus. “Dalam situasi ini maka tak ada jalan bagi PTS untuk melakukan efisiensi di segala lini, menunda pembangunan dan pembelian sarana prasarana yang tidak mendesak,” kata Rektor Universitas Widya Mataram, Edy Suandi Hamid yang disadur dari Medcom.id. Pemasukan PTS diprediksi akan tersendat dari mahasiswa sebagai sumber keuangan. Dia menyebut kondisi ekonomi mahasiswa yang rentan bisa jadi berimbas terhadap kemampuan finansial kampus. “Ini situasi yang sangat sulit, bagi mahasiswa dan PTS, utamanya PTS kecil menengah. Di satu sisi menghadapi penundaan pemasukan dari uang kuliah mahasiswa, dan potensi penurunan mahasiswa baru,” jelas Edy. Banyaknya mahasiswa lama yang mengajukan cuti juga menjadi persoalan. Sebab, kampus harus tetap membiayai operasional, termasuk gaji dosen dan karyawannya. Edy mengatakan berat bagi kampus mengambil kebijakan pemotongan gaji karyawan atau bahkan merumahkannya. Namun, kata dia, situasi itu bukan isapan jempol bila tak ada perubahan kondisi finansial. “Namun tentu itu kalau sudah tidak ada jalan lain. Jalan lain itu misalnya pemotongan gaji, minta dukungan Badan Penyelenggaranya menutup kekurangan, meminjam pihak ke tiga dan sebagainya,” lanjut Edy. Edy menuturkan perguruan tinggi harus prihatin dan kerja keras atas kondisi ini. Satu-satunya peluang yang bisa dioptimalkan adalah digencarkannya penerimaan mahasiswa baru. “Usaha promosi, cari mahasiswa baru juga harus dilakukan, karena bagi PTS, cash flownya sangat bergantung pada mahasiswa. Ini bisa juga mencarikan sponsor beasiswa bagi mahasiswa barunya dari perusahaan atau pihak lainnya,” ujarnya Untuk perguruan tinggi yang ingin bertahan di masa sulit ini, yuk bergabung di WEBINAR “Normal Baru: Strategi Perkuat Sistem & Keuangan Perguruan Tinggi” segera Daftar Gratis! disini: bit.ly/pinteksevima sumber: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/3NOGz9pN-efisiensi-semua-lini-cara-pts-bertahan-saat-pandemi

Jun

15

2020

...
Dunia Kampus | Featured | Lawan Covid-19
Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran & Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19

SEVIMA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi X DPR RI telah mengumumkan rencana penyusunan Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) secara virtual melalui webinar, Senin (15/06/2020). Panduan yang disusun dari hasil kerjasama dan sinergi antar kementerian ini bertujuan mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru. “Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Tahun ajaran baru bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Juli 2020. “Namun demikian, untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan Belajar dari Rumah,” terang Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, pada webinar tersebut. Terkait jumlah peserta didik, hingga 15 Juni 2020, terdapat 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah dalam 429 kabupaten/kota sehingga mereka harus tetap Belajar dari Rumah. Adapun peserta didik yang saat ini berada di zona hijau hanya berkisar 6 persen. Nadiem menegaskan, proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis. Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka. Persyaratan kedua, adalah jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin. Ketiga, jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Keempat, orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. “Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan Belajar dari Rumah secara penuh,” tegas Mendikbud. Nadiem juga mengajak semua pihak termasuk seluruh kepala daerah, kepala satuan pendidikan, orang tua, guru, dan masyarakat bergotong-royong mempersiapkan pembelajaran di tahun ajaran dan tahun akademik baru. “Dengan semangat gotong-royong di semua lini, saya yakin kita pasti mampu melewati semua tantangan ini,” kata Mendikbud. Panduan Pembelajaran Tatap Muka pada Zona Hijau Di luar pelarangan yang berlaku di zona kuning, oranye, dan merah, tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, urutan pertama yang diperbolehkan pembelajaran tatap muka adalah pendidikan tingkat atas dan sederajat, tahap kedua pendidikan tingkat menengah dan sederajat, lalu tahap ketiga tingkat dasar dan sederajat. Itupun harus dilakukan sesuai dengan tahapan waktu yang telah ditentukan. “Namun, begitu ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” terang Mendikbud. Rincian tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau adalah: • Tahap I: SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket […]

Jun

09

2020

...
Dunia Kampus | Lawan Covid-19 | Tips & Trik
Sambut New Normal, Ini 5 Perlengkapan Wajib di Perguruan Tinggi

SEVIMA.COM – Sudah lebih dari dua bulan rakyat Indonesia menjalani social distancing (jaga jarak di tempat umum) dan karantina mandiri. Semua itu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19. Sekarang warga tengah menghadapi fase baru dalam krisis pandemi Covid-19, yaitu the new normal. Warga akan segera menjalani aktivitas seperti sedia kala. Para pekerja kembali ke kantor masing-masing. Fasilitas-fasilitas umum kembali dibuka. Perkuliahan di kampus juga akan dibuka. Namun protokol kesehatan tetap diberlakukan agar persebaran virus tetap terkendali. Jaga jarak dengan manusia lain harus tetap dilakukan. Saat the new normal berlaku nanti, apa saja yang harus kita siapkan agar bisa beraktivitas dengan aman di perguruan tinggi? Berikut ini beberapa di antaranya. 1. Masker Kesehatan Virus Corona dapat menular melalui percikan dahak atau air liur saat penderita Covid-19 batuk atau bersin. Untuk mengurangi risiko penularan virus di perguruan tinggi, semua civitas kampus disarankan memakai masker. Jika masker bedah atau N95 masih sulit didapatkan, rekan bisa menggunakan masker kain sebagai gantinya. Namun perlu diingat, cuci tangan sebelum menggunakan masker, setelah selesai digunakan lepaskan masker dengan cara membuka tali pengikat masker di belakang kepala lalu cuci masker kain dengan air panas dan detergen. 2. Hand Sanitizer Mencuci tangan dengan air dan sabun memang cara terbaik untuk mencegah virus corona. Perguruan tinggi harus menyediakan tempat cuci tangan untuk semua civitas kampus. Kalau susah menyediakan tempat cuci tangan  Hand sanitizer hadir menjadi produk yang efektif dan efisien sebagai alternatif menjaga kebersihan dan kesehatan tangan. Jadi selalu simpan hands sanitizer di tas rekan-rekan, jangan sampai tertinggal. Baca juga: SIAKAD Bukan Lagi Sebuah Pilihan Tapi Keharusan di Era New Normal 3. Sarung Tangan Selain masker, banyak orang menggunakan sarung tangan untuk menghindari virus. Namun perlu diperhatikan cara menggunakan sarung tangan dengan benar. Penggunaan sarung tangan lateks sembarangan malah berpotensi terinfeksi virus Corona. Alasannya karena rasa aman menggunakan sarung tangan, padahal virus akan berpindah pada sarung tangan tersebut tanpa sadar kita jadi sering menyentuh wajah, masker, ponsel, dompet hingga pakaian. Sebelum menggunakan sarung tangan pastikan sudah mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer. Pastikan juga sarung tangan dalam keadaan baik, tidak robek, kotor, dan berubah warna terutama pada sarung tangan lateks. Tarik sarung tangan sampai ke pergelangan. Jika ingin membukanya, lepas sarung tangan dari dalam ke luar untuk menghindari kontaminasi virus di permukaan luarnya dengan hati-hati. Setelah itu, sarung tangan harus langsung dibuang jangan disimpan lagi. Baca juga: Buat Dosen, Ini 5 Tips Bimbingan Mahasiswa Tugas Akhir Selama WFH 4. Topi Face Shield Face shield digunakan petugas kesehatan untuk melindungi diri dari virus corona saat menangani pasien Covid-19. Untuk itu, banyak masyarakat pun mulai menggunakan face shiled dengan model topi untuk keluar rumah. Melalui Journal of the American Medical Association (JAMA), penelitian yang dipimpin oleh Dr Eli Perencevich menuliskan agar face shield efektif dalam menekan penyebaran virus, maka harus dibuat sampai bawah dagu. Harus menutupi telinga dan tidak ada celah yang terbuka antara dahi dan pelindung wajah. 5. Helm Bagi mahasiswa dan dosen pengguna ojek online, ada baiknya untuk membawa helm sendiri. Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, […]

Mei

29

2020

...
Dunia Kampus | Featured | Lawan Covid-19
Pandemi Covid-19 Ancaman Serius Bagi Perguruan Tinggi, Apa yang Harus dilakukan?

SEVIMA.COM – Pertumbuhan di sektor pendidikan tinggi khususnya pada kampus swasta selama 10 tahun terakhir akan mendapat ancaman yang cukup serius dari pandemi Covid-19 ini. Kita tahu bahwa setiap bulan Agustus/ September menjadi awal tahun ajaran baru di semua kampus di Indonesia, baik negeri dan swasta. Dilansir dari kumparan, penerimaan mahasiswa baru biasanya akan berakhir di akhir Juli atau awal Agustus, notabene hal tersebut tinggal kurang beberapa bulan. Di sisi lain kampus swasta secara khusus yang biasanya sudah gencar sejak Januari untuk melakukan pemasaran pasti mengalami penurunan intensitas program karena pandemi yang mulai terjadi di awal tahun 2020 ini. Pandemi Covid-19 Ancaman Serius Bagi Dunia Pendidikan Melihat hal tersebut akan menjadi tantangan yang cukup serius bagi kampus swasta di Indonesia, tapi tidak terlalu berpengaruh ada kampus negeri, karena berdasarkan penelitian dan pengalaman saya ditemukan bahwa brand awareness dan preference calon mahasiswa atas kampus negeri sangat kuat, disamping nama almamater, tapi juga terkait unsur budaya dan biaya yang dimana hal tersebut tak dapat diberikan oleh kampus swasta secara lengkap. Setidaknya Ada Tiga Hal yang Akan Menjadi Tantangan 1. Daya Beli Yang Menurun Diperkirakan masyarakat akan menahan pembelian atas pendidikan tinggi di tengah tahun 2020 ini, karena dampak ekonomi bagi keuangan keluarga akan cukup berpengaruh. Banyak keluarga yang kehilangan sumber penghasilan atau mengalami pengurangan upah/ hasil bisnis. Sedangkan tipe pembayaran biaya perkuliahan adalah lump sum (semua di depan) ada yang beberapa kampus yang bisa dicicil. Baca juga: 10 Cara Cerdas Menghemat Biaya Operasional Kampus Saat Pandemi Covid-19 Disamping itu keluarga akan wait and see melihat perkembangan penyebaran Virus Covid-19 ini di Indonesia, akan cukup riskan bila anak mereka berkuliah di tengah pandemi yang belum tahu akan kapan mereda dan ditemukan obatnya. Mereka akan banyak berpikir untuk menunggu setahun lagi agar anak mereka berkuliah. 2. Proses Belajar Mengajar yang Berubah Memang sebelum tahun ajaran baru nanti kampus-kampus sudah menerapkan belajar online, namun pada dasarnya kampus-kampus menggunakan opsi tersebut karena “terpaksa” dan menyangka bahwa sistem pembelajaran akan kembali normal beberapa waktu ke depan. Melihat perkembangan penyebaran virus tersebut sepertinya seluruh sistem pembelajaran akan mengalami “revolusi super cepat” dalam digitalisasinya, yang sebelumnya hanya menjadi opsi darurat akan berubah menjadi sistem utama dalam proses belajar mengajar. Bisa dikatakan hal tersebut “The New Normal” di sektor pendidikan. Hal ini akan menjadi tantangan bagi kampus-kampus, karena dalam waktu yang singkat, biaya investasi yang harus digelontorkan, dan proses koordinasi internal yang hanya bisa dilakukan melalui teleconference, telepon dan semacamnya. 3. Biaya Operasional Yang akan Berubah Dengan menggunakan sistem pembelajaran full online, atau mix learning (50/50) dan implementasi teknologi internet tentu akan berpengaruh pada biaya operasional yang akan menurun (bila diimplementasikan dengan tepat). Hal ini bagus secara operasional namun akan menuntut penyesuaian dari pihak mahasiswa selaku konsumen yang akan meminta potongan biaya dan semacamnya karena banyak fasilitas off line kampus yang tidak digunakan. Namun walaupun mungkin tiga hal di atas akan menjadi tantangan, saya melihat sektor pendidikan akan menjadi sektor yang dapat bertumbuh secara positif bila dapat mengimplementasikan teknologi digital secara cepat dan tepat. Karena produknya berupa jasa yang dapat dikonsumsi […]

Mei

27

2020

...
Aplikasi Online | Lawan Covid-19
Hadapi New Normal, dengan Update Strategi Pembelajaran Digital

SEVIMA.COM –Menghadapi era new normal atau sesuatu yang tidak biasa dihadapi karena adanya pandemi COVID-19, dunia pendidikan menghadapi dilema sistem pembelajaran yang berangkat dari tradisional menjadi digital. Kini digantikan dengan kegiatan pembelajaran melalui media elektronik (e-learning) baik secara singkron ataupun secara nir-sinkron. E-learning nir-sinkron dapat dilakukan secara dalam jaringan (daring) maupun secara luar jaringan (luring). Pada pembelajaran daring, pendidik dan peserta didik pada waktu yang sama berada dalam aplikasi atau platform internet yang sama dan dapat berinteraksi satu sama lain layaknya pembelajaran konvensional yang dilakukan selama ini. Sedangkan pada pembelajaran luring, pendidik melakukan pengunggahan materi melalui web, mengirim lewat surat elektronik (e-mail) ataupun mengunggahnya melalui media sosial untuk kemudian dapat diunduh oleh peserta didik. Dalam cara luring, peserta didik melakukan pembelajaran secara mandiri tanpa terikat waktu dan tempat. Di sisi lain, e-learning secara singkron hanya dapat terjadi secara daring. Meskipun pada kenyataannya, kegiatan belajar mengajar secara e-learning telah dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi dari sejak lama, namun cara pembelajaran seperti ini adalah kesadaran (awareness) terhadap era Industrial Revolution 4.0, era yang membawa perubahan pada cara manusia dalam bekerja, berinteraksi dan bertransaksi. Tidak ada yang bisa menjangkau kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Namun demikian, pascapandemi Covid-19 nantinya, new normal pendidikan yang telah dimulai seharusnya diteruskan dan disempurnakan hingga memenuhi konsep blended learning, yakni sebuah konsep pendidikan yang mengkobinasikan metode kuliah tatap muka di ruang kelas dengan e-learning, dan pada gilirannya, dunia pendidikan akan benar-benar berada dalam era education 4.0. Terkait e-learning di perguruan tinggi, jika yang menjadi ukuran adalah “dapat dilakukan”, maka tidak bisa dipungkiri bahwa semua kampus dapat melakukannya. Namun, apakah kualitas e-learning tersebut dapat terpenuhi sesuai dengan yang diingini? Tentu saja akan sulit dijawab karena dalam hal ini melibatkan banyak faktor, memerlukan keterlibatan berbagai pihak, dan harus dipersiapkan sebaik mungkin. Pada titik ini, penulis berpendapat, paling tidak ada enam hal penting yang patut menjadi perhatian sebuah perguruan tinggi dalam mempersiapkan e-learning. 6 Hal Penting dalam Menerapkan e-learning 1. Dosen dan mahasiswa harus meningkatkan keterampilan internet dan literasi komputer Paling tidak, dosen harus mampu memanfaatkan kanal-kanal yang tersedia, seperti Learning Management System, media komunikasi berbasis audio-video, media sosial serta media penyimpan data yang dapat digunakan membantu terjadinya kegiatan belajar mengajar yang berkualitas. Secara umum, keterampilan internet dan literasi komputer mahasiswa lebih baik daripada dosen, sehingga yang menjadi pertimbangan dari sisi mahasiswa adalah koneksi internet, terutama di daerah-daerah terpencil, terdepan dan tertinggal, dan beberapa mahasiswa mungkin akan terbebani jika menggunakan paket data. 2. Menentukan kembali capaian pembelajaran Dosen harus melakukan pengajaran konstruktif (constructive aligment) ulang terhadap keselarasan tiga komponen Outcome Based Education (OBE), yakni (1) capaian pembelajaran, (2) aktivitas pembelajaran, dan (3) metode asesmen yang telah disusun dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS). RPS tidak perlu dirubah secara total, namun cukup dengan menentukan kembali capaian pembelajaran mana yang dapat disampaikan secara e-learning dan mana yang tidak, karena tidak semua capaian pembelajaran dapat terpenuhi dengan pelaksanaan e-learning, seperti keterampilan yang bersifat hands on, terutama pada program-program studi vokasi. Selanjutnya lakukan pemetaan ulang capaian pembelajaran terhadap aktifitas pembelajaran, termasuk penentuan metode asesmen yang sesuai […]

Mei

04

2020

...
Dunia Kampus | Featured | Lawan Covid-19
7 Strategi Kampus Optimalkan Penerimaan Dana Mahasiswa Melalui Bantuan Dana Pendidikan saat Covid-19

SEVIMA.COM – Beberapa bulan ini, kita telah menyaksikan betapa virus corona ini memberikan dampak buruk dan benar-benar merubah semua sistem yang telah direncanakan oleh semua pihak, tak terkecuali dari dunia pendidikan.   Pandemi COVID-19 ini mengharuskan perguruan tinggi menyusun strategi yang berbeda untuk menghadapinya, berbagai solusi keuangan selama pandemi virus corona dilakukan untuk mengantisipasi hal buruk lainnya yang bisa saja terjadi ke depan. Bantuan dana pendidikan yang biasanya disalurkan untuk kegiatan belajar mengajar serta sarana prasarana di lingkungan kampus, kini harus membanting setir ke rencana lain agar seluruh kegiatan operasional kampus tidak terganggu. Berikut 7 strategi kampus untuk mengoptimalkan penerimaan dana mahasiswa dari bantuan dana pendidikan. 1. Pengelolaan terhadap bantuan untuk mahasiswa bidik misi Seperti yang kita ketahui, program bidik misi memang sudah direncanakan dengan baik dan detail oleh pemerintah kita. Program ini ditujukan kepada para mahasiswa yang kurang mampu dengan memberikan dana pendidikan dan uang saku setiap bulannya. Dengan adanya Pandemi COVID-19 ini, banyak kampus yang sudah merencanakan untuk memberikan bantuan kepada mahasiswa bidik misi saat mengikuti kelas online. Bantuan tersebut berupa bantuan pulsa saat menjalankan kelas online ini. Pemberian subsidi pulsa kepada mahasiswa bidik misi ini diterapkan di Universitas Hasanuddin Makassar. 2. Pengelolaan sarana prasarana untuk kelas online Karena melakukan physical distancing, seluruh perguruan tinggi di Indonesia melakukan program kelas online. Dengan adanya kelas online ini, perguruan tinggi harus memperbaiki sarana prasarananya terutama di dalam jaringan dan aplikasi yang digunakan untuk proses belajar mengajar. Maka dari itu, sebagian bantuan dana pendidikan disalurkan untuk memperbaiki sarana prasarana ini. Harapannya, meskipun menjalankan kegiatan kelas online, namun materi yang disampaikan kepada mahasiswa tetap optimal.   3. Bantuan pengelolaan kuota jaringan internet untuk mahasiswa dan dosen Kelas online membuat seluruh mahasiswa dan dosen harus menyisihkan keuangan ekstra untuk pembelian kuota internet. Karena menggunakan video konferensi dalam penyampaian perkuliahan, jadi kuota yang dibutuhkan juga tidaklah sedikit. Kejadian ini membuat beberapa perguruan tinggi ikut serta memberikan subsidi pulsa atau paket data kepada mahasiswa dan dosennya. Seperti yang diterapkan di Universitas Gadjah Mada, kampus ini memberikan bantuan sebesar Rp50 ribu- Rp150 ribu kepada para mahasiswa dan dosen di seluruh fakultas. 4. Pengoptimalan terhadap kebersihan dan kesehatan kampus Adanya pandemi yang sedang terjadi di Indonesia, mengharuskan perguruan tinggi untuk mengalihkan beberapa bantuan dana pendidikan untuk peningkatan kebersihan dan kesehatan kampus. Kampus menyediakan beberapa spot untuk cuci tangan, pembagian hand sanitizer, makanan bersih, dan tentunya perawatan ekstra kebersihan lingkungan kampus. 5. Bantuan evakuasi untuk mahasiswa yang berasal dari luar negeri Karena ini pandemi, kita pun tidak tahu kapan pandemi ini akan segera berakhir. Maka dari itu, salah satu kebijakan kampus adalah memulangkan beberapa mahasiswanya yang berasal dari luar negeri. Hal ini bertujuan agar mahasiswa yang berada di perantauan agar bisa memutuskan rantai Covid-19 ini. Seperti yang dilakukan oleh Universitas Brawijaya Malang, sebanyak 48 mahasiswa dari Malaysia dipulangkan ke negeri asalnya. Selain itu, tujuan UB memulangkan mahasiswa dari Malaysia merupakan suatu bentuk persetujuan terhadap salah satu permohonan dari kedutaan Malaysia untuk memulangkan mahasiswa yang berasal dari negara tersebut. 6. Penyaluran dana bagi mahasiswa yang berdampak dari Covid-19 Pandemi Covid-19 ini […]

Mei

04

2020

...
Dunia Kampus | Featured | Lawan Covid-19
Strategi Kampus Menghadapi Wabah Covid-19

SEVIMA.COM – Semua perguruan tinggi pasti sudah mempunyai planning matang untuk menghadapi tahun ajaran baru 2020. Namun, dengan adanya Wabah Covid-19 ini tentu rencana-rencana perguruan tinggi harus berbelok tajam. Seperti rencana akreditasi, rencana penerimaan mahasiswa baru, dll., semua jadi tertunda dan tidak optimal. Adanya Wabah Covid-19 ini mengharuskan perguruan tinggi menyusun strategi yang berbeda untuk menghadapinya. Namun, masih banyak perguruan tinggi yang mungkin bingung untuk membuatnya? Untuk itu, pada tanggal 7 April 2020 kemarin, tim SEVIMA mengadakan Webinar dengan mengangkat tema bagaimana strategi kampus menghadapi wabah Covid-19 ini. Webinar ini diperuntukan untuk mewadahi pimpinan kampus berdiskusi untuk penyusunan strategi. Salah satu narasumber Bapak Ari Wibowo selaku Direktur LPP Jogja memberikan materi penting yang bisa dijadikan referensi untuk perguruan tinggi lain, berikut strategi yang diterapkan Bapak Ari Wibowo di Kampus LPP Jogja. 1. Keselamatan dan kesehatan mahasiswa Melihat situasi penyebaran Covid-19 semakin merajalela, keselamatan dan kesehatan mahasiswa harus diutamakan. Berikut kebijakan-kebijakan yang diambil LPP Jogja untuk keselamatan mahasiswa, seperti: Penerapan kuliah online s.d. 7 Juni 2020 Pembuatan satgas COVID-19 Penetapan Prosedur Covid-19 di Asrama Prosedur Pulang kampung untuk mahasiswa 2. Keselamatan dan Kesehatan Dosen Bukan hanya mahasiswa, keselamatan dan kesehatan dosen dan para pegawai di LPP Jogja menjadi prioritas. Berikut langkah-langkahnya: Kerja dari rumah Prosedur masuk ke kantor Satgas Covid-19 memantau kondisi kesehatan keluarga Penugasan pelaksanaan program 3. Kuliah dan Ujian Online Yang tidak boleh ketinggalan lagi tentu kebijakan tentang proses belajar mengajar, kebijakan yang bisa diambil seperti:  Kuliah online dengan Platform (EdLink, GCR, Siakad, Zoom, WA) Meminimalisir tugas Mengutamakan kuliah Asinkron UTS : Online dan Take Home 4. Praktik, PKL, Magang dan TA Strategi selanjutnya yang bisa diterapkan kampus untuk solusi tugas akhir sebagai berikut: Seluruh Praktikum ditunda, direncanakan setelah 7 Juni Pengembangan program pengganti PKL dan magang Modifikasi tugas akhir Itulah beberapa strategi yang bisa dijadikan referensi untuk perguruan tinggi anda dalam menghadapi Wabah Covid-19 ini. Memang untuk menghadapi Covid-19 ini berbagai solusi harus dilakukan tak terkecuali solusi keuangan yang harus dilakukan untuk mengantisipasi hal buruk lainnya yang bisa saja terjadi ke depan. Bagi perguruan tinggi yang ingin mendapat bantuan pinjaman pembiayaan untuk kelangsungan operasional dan peningkatan kualitas belajar mengajar atau fasilitas kampus bisa langsung bekerja sama dengan Pintek. Pintek, sebagai perusahaan financial technology yang memiliki fokus terhadap pendidikan, bersedia memberikan pendanaan kepada seluruh lembaga pendidikan dalam penanganan COVID-19 untuk melanjutkan operasional serta peningkatan kualitas belajar mengajar melalui fasilitas yang memadai. Sejak Oktober 2018, Pintek sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan berkomitmen menjadi penggerak dalam transformasi pendidikan melalui inovasi keuangan. Jika ingin berdiskusi dan mendapatkan informasi lebih lanjut bisa menghubungi Pintek di 021 – 30060799 atau whatsapp di: bit.ly/081211833340

Apr

30

2020

...
Dunia Kampus | Featured | Lawan Covid-19
Adapt or Die, Ini 7 Inovasi Perguruan Tinggi Saat Covid-19

SEVIMA.COM – Hallo sobat Sevima! Semoga sehat selalu. Yuk kita bahas kembali jurus-jurus menghadapi Pandemi Covid-19. Kita semua tahu bahwa Pandemi ini telah menyebar di 200-An negara dan berdampak pada sendi-sendi kehidupan kita, termasuk dunia pendidikan tinggi. Saat ini perguruan tinggi tidak dapat lagi melaksanakan kegiatan pembelajaran seperti biasa. Untuk itu, perguruan tinggi dituntut berinovasi, baik di dalam perguruan tinggi maupun inovasi riset yang bermanfaat bagi orang banyak. Nah, inovasi adaptasi apa saja yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi saat pandemi Covid-19 ini. 7 Inovasi Perguruan Tinggi Saat Covid-19 1. Inovasi adaptasi kuliah gaya baru Saat pandemi sekarang ini kuliah online sudah menjadi sebuah keniscayaan yang tak bisa ditunda lagi, kalau kampus tidak mau beradaptasi dengan kuliah gaya baru ini, sudah dapat dipastikan perkuliahan tidak akan berjalan. Untuk itu, latih dosen anda untuk merubah cara pembelajaran dengan media Elektronik, Video Conference, Forum. Lakukan peer-review terhadap konten-konten yang dibuat agar sesuai dengan learning outcome yang diharapkan plus membuat mahasiswa tidak bosan atau terbebani tugas terlalu banyak. Bisa juga dengan memanfaatkan tools pembelajaran online seperti Moodle, Spada, Google Classroom, Edmodo, EdLink, Zoom, Webex, Google Meet, Jitsi, guna menunjang proses pembelajaran online. Baca juga: Serentak Berlakukan Kuliah Daring, Sekaranglah Waktunya! 2. Inovasi adaptasi fleksibilitas kerja Dulu bekerja dari rumah hanya di rasakan oleh freelance namun saat pandemi ini bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) adalah kebiasaan baru. Namun bagi kampus, tidak mudah beradaptasi dengan fleksibilitas, khususnya pengukuran kinerja pegawai. Padahal dalam kondisi bekerja konvensional pun kampus masih kesulitan menerapkan prinsip pengukuran kinerja, kecuali untuk dosen yang memang ouputnya lebih mudah diukur. Karena itu dalam kondisi darurat seperti ini untuk sementara insentif pegawai akhirnya “disamaratakan” bukan lagi berbasis kinerja. Namun demikian, sebenarnya kondisi darurat ini bisa menjadi momentum pembelajaran tentang efektivitas dari fleksibilitas kerja dan pengukuran kinerjanya. 3. Inovasi adaptasi dan mitigasi Tugas kampus tidak hanya membantu mendidik masyarakat dengan informasi-informasi penting, tetapi juga bagaimana harus muncul gagasan inovasi baru pemberi solusi, baik inovasi untuk adaptasi maupun inovasi untuk mitigasi. Inovasi untuk adaptasi mulai berkembang, seperti inovasi disinfektan alami, alat pelindung diri, robot untuk melayani pasien, penemuan obat herbal, dan masih banyak lagi. Dalam mitigasi, ilmuwan dunia berlomba-lomba menemukan vaksin. 4. Inovasi adaptasi promosi digital marketing Metode promosi konvensional seperti membagi-bagi brosur, kunjungan ke sekolah-sekolah atau pameran pendidikan jelas sangat tidak mungkin dilakukan disaat wabah Covid-29 ini, semua sekolah dan perguruan tinggi sementara menghentikan aktivitas rutin digantikan dengan sistem pembelajaran online / daring. Untuk itu cara terbaik saat ini adalah dengan menggunakan promosi digital marketing, antara lain website yang menarik dan informasi jelas tentang kampus Anda, buat konten gambar-gambar menarik, artikel berkualitas dan video kreatif, optimalkan media sosial seperti channel youtube, facebook, instagram, twitter dan lain-lain. Baca juga: Panduan Digital Marketing untuk Universitas Cari Mahasiswa 5. Inovasi adaptasi pendaftaran yang simple dan cepat Kita tahu cara pendaftaran melalui pengisian formulir kertas kemudian diserahkan kepada panitia penerimaan mahasiswa baru (PMB) jelas tidak mungkin dilaksanakan dalam situasi seperti saat ini, bahkan menggunakan google form sudah tidak memadai untuk memberikan layanan cepat agar calon mahasiswa tidak terlanjur pindah […]