Berita & Artikel

Tips & Trik

Sep

15

2020

...
Teknologi | Tips & Trik
5 Tips untuk Kampus Agar Lancar Menyelenggarakan KRS Online

SEVIMA.COM – Sebentar lagi musim tahun ajaran baru, mahasiswa baru akan melakukan registrasi dan mahasiswa aktif akan melakukan herregistrasi dan pelaksanaan KRS (Kartu Rencana Studi). Apa itu KRS? KRS adalah sebuah lembar khusus berisi daftar mata kuliah yang akan kamu ambil pada satu semester. Pengisian KRS biasanya dilakukan pada awal tiap semester. Selain mata kuliah yang diambil dan jumlah SKS (Satuan Kredit Semester), terdapat pula informasi data mahasiswa, berupa nama, Nomor Induk Mahasiswa, fakultas, jurusan, dan tahun masuk kuliah. Agar tidak semarawut, berikut: 5 Tips untuk Kampus agar Penyelenggaraan KRS Online Lancar 1. Pastikan Sudah Tersedia Sistem KRS Online Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah mempunyai sistem informasi akademik (SIAKAD) yang siap untuk di gunakan dalam penyelenggaraan KRS Online. 2. Siapkan Channel pembayaran yang mudah Hal yang tak boleh terlewatkan adalah channel pembayaran yang mudah, agar proses pembayaran saat herregistrasi lebih lancar. Biasanya Pembayaran menjadi syarat mahasiswa bisa melakukan KRS. 3. Pastikan Aplikasi dan SERVER memadai Agar tidak terjadi Server overload, maka siapkan Server yang memadai dan sekiranya mampu untuk menampung mahasiswa yang akan mengakses. Kalau tidak mau susah bisa pakai siAkad Cloud. 4. Pertimbangkan jumlah mahasiswa Karena jumlah mahasiswa, menentukan segalanya, seperti terkait SERVER, jumlah petugas KRS, Dosen wali pun harus disesuaikan. 5. Siapkan dan sediakan Waktu KRS yang cukup Karena KRS ini harus dilakukan dan penting, maka waktu pelaksanaan sangat perlu diperhatikan. Kalau bisa disediakan juga waktu untuk perbaikan KRS. Itulah 5 tips yang bisa kampus Anda terapkan agar pelaksanaan KRS di kampus Anda bisa terlaksana tanpa hambatan. Kita semua tahu, betapa pentingnya KRS dan sistem informasi akademik ini bagi civitas kampus terutama bagi mahasiswa. Di era modern saat ini, sistem yang handal sangat diperlukan oleh perguruan tinggi, seperti sistem informasi siAkad Cloud yang siap membantu Anda dalam pelaksanaan KRS yang lebih lancar.

Agu

31

2020

...
Dunia Kampus | Info Kuliah | Tips & Trik
Mudah! Ini Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis dari Kemendikbud

SEVIMA.COM – Kegiatan sekolah dan kuliah daring akan mendapat dukungan kuota/pulsa gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Nah, bagaimana cara mendapatkannya? Menteri Kemdikbud, Nadiem Makarim akan mencairkan subsidi kuota untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi setiap siswa. Penyaluran bantuan akan berlangsung selama 3-4 bulan ke depan, mulai dari September 2020. Bantuan untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen besarannya berbeda. Untuk siswa, subsidi kuota mencapai 35GB, sedangkan guru mendapat 42GB. Sementara, mahasiswa dan dosen masing-masing mendapat 50GB secara gratis. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Mendikbud, Nadiem ketika mengadakan Raker bersama komisi X DPR RI di gedung MPR/DPR RI, Senayan. “Kami sudah mendapat persetujuan untuk anggaran sebesar 9 triliun untuk tahun ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen, selama 3 hingga 4 bulan kedepan,” ujarnya pada Kamis (27/8/2020). Cara Dapatkan Kuota Gratis Kemendikbud – Perguruan Tinggi: 1. Mahasiswa terdaftar aktif di masing-masing kampus 2. Mendaftarkan nomor telepon ke pihak kampus Catatan: pengumpulan nomor telepon biasanya bersifat daring, melalui situs resmi kampus Baca juga: Kemdikbud Bagi-bagi Pulsa, Yuk Update Data Mahasiswa dan Dosen 3. Operator seluler akan menyalurkan bantuan berbentuk pulsa – Sekolah: 1. Sekolah mendata nomor tiap siswa dan guru 2. Sekolah mendaftarkan nomor itu ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik) 3. Pemilahan operator tiap nomor 4. Penyaluran data ke nomor masing-masing siswa/guru Tak hanya itu saja, jika nantinya masih ada siswa yang belum mendapatan subsidi kuota internet ini, maka masih ada tahapan berikutnya. Artikel disadur dari berbagai sumber media online.

Agu

04

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Tips & Trik
4 Tips Kuliah Daring Agar tidak Garing, Dosen Wajib Tahu!

SEVIMA.COM – Sepakat gak, kalau kuliah daring ternyata membutuhkan lebih banyak energi dan kreativitas. Selama masa social distancing seperti ini, seluruh kegiatan perkuliahan akan dilakukan dari rumah. Namun, ternyata perkuliahan yang dilakukan secara online dirasa menjenuhkan. Nah untuk menghindari mahasiswa stres, dosen harus memberikan pembelajaran online yang sedikit berbeda agar perkuliahan menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Langsung saja cus kita bahas tips kuliah daring agar gak garing. 4 Tips Kuliah Daring Agar tidak Garing 1. Pilih Desain Sederhana Guna Menghindari Stres Mahasiswa Gunakan desain penyampaian materi yang sederhana, kan prinsip pembelajaran daring harus mencapai tujuan pembelajaran. Anda bisa gunakan slide power point, video, podcast, maupun mencari referensi dan sumber belajar relevan di internet. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif 2. Pilih Mode Pembelajaran yang Sederhana Pilih mode pembelajaran yang sederhana dan sebisa mungkin variatif, bergantian atau gabungan mode belajar yang sifatnya synchronous atau satu waktu dan beda tempat serta asynchronous atau beda waktu dan beda tempat. 3. Padukan Tool Pembelajaran Online dengan Sosial Media Manfaatkan LMS seperti SEVIMA EdLink padukan dengan media sosial populer yang banyak digunakan mahasiswa seperti Youtube, Instagram, dan Spotify. 4. Berikan Tugas yang Sederhana tapi Berimpek Karena situasi seperti tugas kuliah bisa diubah dengan format yang lebih sederhana dan memiliki manfaat yang luas. Contoh mahasiswa diberikan tugas untuk merancang dan mengeksekusi social campaign melalui media sosial. Itulah 4 tips yang bisa Anda lakukan agar perkuliahan online menjadi lebih hidup. Bagi rekan-rekan dosen yang belum punya platform untuk kuliah online, coba deh aplikasi EdLink untuk memulai kuliah online di kampus Anda. Semangat berkuliah online ya!

Jul

27

2020

...
e-learning | Tips & Trik
7 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Dosen di SEVIMA EdLink

SEVIMA.COM – Munculnya virus Corona di Indonesia selama beberapa pekan ini membuat beberapa kegiatan harus diupayakan untuk dilakukan di dalam rumah saja. Pemerintah pun sudah menganjurkan seluruh masyarakat untuk melakukan social distancing agar virus yang sedang melanda di seluruh Negara ini bisa berkurang di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga sudah mulai mengambil keputusan agar para pelajar melakukan seluruh aktivitas di dalam rumah. Hal ini juga berimbas kepada sistem perkuliahan di Indonesia. Seluruh kegiatan belajar mengajar serta ujian yang biasa dilakukan dengan sistem tatap muka pun harus dilakukan dengan sistem perkuliahan daring. Seluruh kegiatan tersebut diberikan melalui sistem online. Sehingga seluruh mahasiswanya dapat mengakses kegiatan tersebut di rumah masing-masing. Anda sebagai dosen akan kesulitan untuk melakukan perkuliahan online tanpa adanya tool yang digunakan. Nah Anda bisa memanfaatkan SEVIMA EdLink. SEVIMA EdLink adalah aplikasi yang membatu pembelajaran daring menjadi lebih mudah dan efektif. Kira-kira apa saja aktivitas yang bisa dilakukan seorang dosen di SEVIMA EdLink: 1. Sinkronisasi kelas di SIAKAD dengan mudah Dengan EdLink Anda sebagai dosen bisa memanfaatkan fitur sinkronisasi kelas dengan sistem SIAKAD di perguruan tinggi Anda. Jadi Anda tidak perlu khawatir lagi tentang data Akademik, kurikulum dll karena sistem e-learning SEVIMA EdLink bisa tersinkron dengan siAkad kampus. 2. Bagikan materi gak pake ribet Anda tidak perlu lagi takut tidak bisa memberikan materi kuliah, dengan SEVIMA EdLink aktivitas membagikan materi menjadi lebih mudah, bahkan tidak hanya sekedar share, Anda juga bisa membagikan materi dengan melakukan presentasi melalui video conference. 3. Bagikan tugas, koreksi dan beri nilai langsung ke mahasiswa Hal yang tak kalah penting lagi adalah aktivitas membagikan tugas, mengoreksi dan memberi nilai kepada mahasiswa, jadi dengan EdLink semua bisa dilakukan otomatis. Jadi tambah seru kan perkuliahan dengan EdLink? 4. Bagikan kuis, ketahui peluang curang mahasiswa saat mengerjakan Ingin tambah seru lagi? Agar mahasiswa tidak bosan dengan pemberian materi dan tugas, coba praktekkan aktivitas kuis di SEVIMA EdLink, dijamin makin seru perkuliahan online Anda, apa lagi ada pendeteksi kecurangan di modul kuis ini. 5. Lihat laporan aktivitas mahasiswa dengan mudah Ingin menilai mahasiswa berdasarkan aktivitas perkuliahan online-nya. Wah bisa banget, di EdLink Anda bisa lihat laporan aktivitas mahasiswa dengan mudah. Jadi tidak perlu khawatir aktivitas mahasiswa tidak makasimal. 6. Lihat progress mahasiswa dalam mengerjakan tugas dan kuis Masih khawatir mahasiswa tidak aktif mengerjakan tugas dari Anda. “Mahasiswa ini kirim tugas gak ya, mahasiswa ini beneran ngerjain tugas gak ya”. Nah, dengan tampilan Progress mahasiswa anda bisa tenang sambil ngemil melihat Progress mahasiswa Anda. 7. Lakukan video conference tanpa batas waktu Tidak melulu membagikan materi dan tugas, mahasiswa juga butuh bertatap muka walaupun melalui daring. Nah bapak ibu dosen bisa menggunakan aktivitas pembelajaran dengan video conference di SEVIMA EdLink, tanpa batas waktu. Itulah 7 aktivitas yang bisa Anda lakukan role dosen di SEVIMA EdLink. Apakah hanya 7 aktivitas itu, tentu saja tidak masih banyak lagi aktivitas-aktivitas yang bisa Anda lakukan untuk membuat perkuliahan menjadi lebih efektif. Selamat mencoba! edlink.id

Jul

24

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Tips & Trik
5 Tips Persiapan Pembelajaran Blended Learning agar Lebih Efektif

SEVIMA.COM – Memanfaatkan teknologi dalam dunia pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat efektif dilakukan akhir-akhir ini. Seperti halnya pada pembelajaran dengan metode blended learning. Metode Blended learning ini dinilai sangat fleksibel dan mudah diaplikasikan oleh pelajar dan pengajar. Dilansir dari kanal Youtube New EdTech Channel, terdapat lima tips yang bisa anda siapkan untuk menerapkan metode blended learning. Mau tahu apa saja tips yang bisa anda terapkan? Simak ulasan berikut ini. 1. Siapkan sistem manajemen pembelajaran agar terorganisir dengan baik Sistem manajemen pembelajaran atau biasa dikenal dengan Learning Management System (LMS) merupakan salah satu hal yang penting dan krusial dalam pembelajaran blended learning. Anda bisa menggunakan EdLink untuk mengelola kelas. Saat menyiapkan LMS, pengajar diharapkan agar lebih memerhatikan manajemen tugas, ujian dan materi pembelajaran dengan tepat. Tujuannya tak lain adalah untuk lebih mengenalkan metode blended learning kepada pelajar dengan matang. Sehingga pembelajaran tersebut bisa diterima oleh mereka. Harapannya, dengan melakukan persiapan sistem manajemen pembelajaran dengan baik, pelajar dapat terbantu saat menghadapi pembelajaran yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Selain itu, pengajar juga sangat disarankan agar lebih proaktif kepada para pelajaran dan orangtua dalam pengenalan metode blended learning ini. Baca juga: Sangat Mudah, Begini Cara Daftar SEVIMA EdLink 2. Bersiaplah untuk melakukan flipping classroom dengan baik Yang dimaksud dengan flipping classroom disini adalah pelajar bisa menerima penyampaian materi yang disampaikan oleh pengajar di luar pembelajaran di dalam kelas. Hal penting lain yang harus disiapkan adalah melakukan rekaman video pembelajaran, membuat konten menarik untuk proses belajar mengajar, dan membuka sesi belajar tambahan dan diskusi untuk para pelajar di luar jam pelajaran yang sudah ada. Jika penerapan flipping classroom ini dilakukan dengan baik, seluruh kegiatan belajar mengajar akan lebih efektfif. Sebagai pengajar yang kompeten, jangan lupa untuk memberikan feedback kepada pelajar 3. Buatlah pembelajaran yang sinkron dan interaktif Sangatlah menarik bila penyampaian materi lebih dilakukan dengan hal baru dan dinilai cukup fresh. Seperti pembuatan video pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan program dari beberapa aplikasi terbaik. Peljar dan pengajar akan lebih mudah untuk melakukan interaksi dengan baik apabila melakukan pembelajaran ini dengan baik. Terutama dalam hal penyampaian materi yang akan disampaikan dalam suatu pembelajaran. 4. Fokus pada design pembelajaran Inilah hal yang paling penting dalam pembelajaran blended learning. Pengajar diharapkan mampu fokus terhadap design pembelajaran yang akan disampaikan untuk para pelajar. Pertama, anda harus lebih memerhatikan urutan strategi pembelajaran kepada pelajar. Yang kedua adalah anda harus sangat berhati-hati ketika memilih program teknologi yang cocok dan pas untuk diterapkan dalam pembelajaran pelajar. Selanjutnya, anda perlu mengikutsertakan pelajar dalam melakukan proses pembelajaran selama studi. Meskipun blended learning ini dinilai baru, namun bisa dipastikan bahwa sistem pembelajarannya wajib berpacu pada kurikulum yang berlaku. Dengan demikian, materi yang disampaikan kepada pelajar pasti akan bisa terstruktur dan tersampaikan dengan baik. Baca juga: Terbukti! SEVIMA EdLink Tingkatkan Minat Belajar di Tengah Pandemi Covid-19 5. Ajarkan keterampilan teknologi dasar Namanya juga blended learning, pastinya pelajar juga harus diajarkan tentang ketrampilan teknologi. Selama melakukan proses pembelajaran ini pengajar harus mampu membekali para pelajar untuk memiliki keahlian teknologi. Pentingnya penggunaan teknologi ini juga berkaitan proses belajar mengajar […]

Jun

09

2020

...
Dunia Kampus | Lawan Covid-19 | Tips & Trik
Sambut New Normal, Ini 5 Perlengkapan Wajib di Perguruan Tinggi

SEVIMA.COM – Sudah lebih dari dua bulan rakyat Indonesia menjalani social distancing (jaga jarak di tempat umum) dan karantina mandiri. Semua itu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19. Sekarang warga tengah menghadapi fase baru dalam krisis pandemi Covid-19, yaitu the new normal. Warga akan segera menjalani aktivitas seperti sedia kala. Para pekerja kembali ke kantor masing-masing. Fasilitas-fasilitas umum kembali dibuka. Perkuliahan di kampus juga akan dibuka. Namun protokol kesehatan tetap diberlakukan agar persebaran virus tetap terkendali. Jaga jarak dengan manusia lain harus tetap dilakukan. Saat the new normal berlaku nanti, apa saja yang harus kita siapkan agar bisa beraktivitas dengan aman di perguruan tinggi? Berikut ini beberapa di antaranya. 1. Masker Kesehatan Virus Corona dapat menular melalui percikan dahak atau air liur saat penderita Covid-19 batuk atau bersin. Untuk mengurangi risiko penularan virus di perguruan tinggi, semua civitas kampus disarankan memakai masker. Jika masker bedah atau N95 masih sulit didapatkan, rekan bisa menggunakan masker kain sebagai gantinya. Namun perlu diingat, cuci tangan sebelum menggunakan masker, setelah selesai digunakan lepaskan masker dengan cara membuka tali pengikat masker di belakang kepala lalu cuci masker kain dengan air panas dan detergen. 2. Hand Sanitizer Mencuci tangan dengan air dan sabun memang cara terbaik untuk mencegah virus corona. Perguruan tinggi harus menyediakan tempat cuci tangan untuk semua civitas kampus. Kalau susah menyediakan tempat cuci tangan  Hand sanitizer hadir menjadi produk yang efektif dan efisien sebagai alternatif menjaga kebersihan dan kesehatan tangan. Jadi selalu simpan hands sanitizer di tas rekan-rekan, jangan sampai tertinggal. Baca juga: SIAKAD Bukan Lagi Sebuah Pilihan Tapi Keharusan di Era New Normal 3. Sarung Tangan Selain masker, banyak orang menggunakan sarung tangan untuk menghindari virus. Namun perlu diperhatikan cara menggunakan sarung tangan dengan benar. Penggunaan sarung tangan lateks sembarangan malah berpotensi terinfeksi virus Corona. Alasannya karena rasa aman menggunakan sarung tangan, padahal virus akan berpindah pada sarung tangan tersebut tanpa sadar kita jadi sering menyentuh wajah, masker, ponsel, dompet hingga pakaian. Sebelum menggunakan sarung tangan pastikan sudah mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer. Pastikan juga sarung tangan dalam keadaan baik, tidak robek, kotor, dan berubah warna terutama pada sarung tangan lateks. Tarik sarung tangan sampai ke pergelangan. Jika ingin membukanya, lepas sarung tangan dari dalam ke luar untuk menghindari kontaminasi virus di permukaan luarnya dengan hati-hati. Setelah itu, sarung tangan harus langsung dibuang jangan disimpan lagi. Baca juga: Buat Dosen, Ini 5 Tips Bimbingan Mahasiswa Tugas Akhir Selama WFH 4. Topi Face Shield Face shield digunakan petugas kesehatan untuk melindungi diri dari virus corona saat menangani pasien Covid-19. Untuk itu, banyak masyarakat pun mulai menggunakan face shiled dengan model topi untuk keluar rumah. Melalui Journal of the American Medical Association (JAMA), penelitian yang dipimpin oleh Dr Eli Perencevich menuliskan agar face shield efektif dalam menekan penyebaran virus, maka harus dibuat sampai bawah dagu. Harus menutupi telinga dan tidak ada celah yang terbuka antara dahi dan pelindung wajah. 5. Helm Bagi mahasiswa dan dosen pengguna ojek online, ada baiknya untuk membawa helm sendiri. Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, […]

Jun

04

2020

...
Dunia Dosen | Tips & Trik
Buat Dosen, Ini 5 Tips Bimbingan Mahasiswa Tugas Akhir Selama WFH

SEVIMA.COM – Biasanya kegiatan dosen membimbing mahasiswa dilakukan secara tatap muka karena akan lebih mudah dalam berkomunikasi antara dosen dan mahasiswa. Namun, saat pandemi Covid-19 ini pemerintah menganjurkan untuk work from home (WFH). Salah satu tugas dosen adalah membimbing mahasiswa. Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan tatap muka. Nah, bagaimana menyiasati keadaan agar bimbingan tetap berjalan lancar meski tengah menjalani WFH? Sehingga bimbingan pun dilakukan secara daring. Namun, bagaimana agar dalam membimbing mahasiswa menyelesaikan tugas akhirnya dapat efektif? Berikut tips membimbing mahasiswa tugas akhir selama WFH. 5 Tips Membimbing Mahasiswa Tugas Akhir Selama WFH Untuk Anda para dosen yang membimbing mahasiswa tugas akhir, coba praktikkan tips ini. Cara ini bisa membantu Anda mengatasi bimbingan selama WFH dengan tenang. 1. Membuat Grup Pertama yang perlu dilakukan dosen adalah membuat grup dengan mahasiswa bimbingan. Media pertemuan secara daring memang sangat dibutuhkan dan perlu dimaksimalkan dalam situasi sekarang. Dosen bisa membuat grup chat seperti media sosial atau platform LSM seperti EdLink yang sudah digunakan banyak perguruan tinggi untuk proses kuliah daring. Dosen perlu memaksimalkan kegunaan grup chat untuk melaksanakan tugasnya. Dosen juga menyampaikan motivasi di grup tersebut agar semangat mahasiswa tetap terjaga. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online 2. Kontrol Setiap Progres Melalui Grup Dosen juga bisa mengontrol setiap progres melalui grup, menanyakan setiap perkembangan mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir. Setiap perkembangan akan semakin mudah dimonitor dan apabila terdapat masalah bisa segera diatasi. Perkembangan ini bisa diketahui secara periodik. 3. Sering Membagikan Bahan Literatur di Grup Dosen bisa lebih sering membagikan bahan literatur di grup. Dosen memberikan informasi terakait bahan bacaan yang bisa digunakan mahasiswa menulis tugas akhir. Nah, bagaimana dengan mahasiswa yang tugas akhirnya di laboratorium? dosen bisa berperan dalam mengarahkan mahasiswa untuk menggunakan studi literatur sebagai pelengkap tugas akhir. Selain itu dosen bisa mengarahkan mahasiswa untuk mencari data penelitian yang relevan dengan tugas akhir secara daring jika datanya memang bisa didapatkan secara daring. Kemudian dosen bisa menyarankan mahasiswa untuk menggunakan fasilitas e-learning agar mahasiswa menyelesaikan tugas akhir sesuai ketepatan waktu. 4. Bimbingan dengan Video Conference Tak ada salahnya melakukan video conference untuk mengetahui secara lebih lengkap proses penelitian mahasiswa. Dengan video conference dosen juga bisa menanyakan progres dan kabar mahasiswa, agar tidak bosan dan memudahkan memahami arahan dosen. Baca juga: 5 Hal yang Dapat Meningkatkan Kualitas Dosen Dengan adanya komunikasi yang terjalin tidak hanya sebatas bimbingan tugas akhir. Akan tetapi terjalin pula komunikasi yang bisa menumbuhkan kedekatan emosional dengan video conference. Bimbingan seperti ini bisa dilakukan di platform siAkad Cloud. Siakad Cloud merupakan sistem informasi akademik online untuk memudahkan proses akademik di perguruan tinggi. Saat ini siAkad Cloud juga sudah tersedia fitur “Bimbingan Proposal/Tugas Akhir” secara online. Tentu dengan bimbingan online di siAkad Cloud mempunyai kelebihan tersendiri, yaitu hanya butuh 1 platform untuk semua hal, mulai dari proses KRS hingga bimbingan tugas akhir online. Berikut salah satu contoh gambar mahasiswa saat melakukan bimbingan online di siAkad Cloud. 5. Menjaga Kesehatan Untuk mengimbangi kegiatan lain selama WFH, dosen dan mahasiswa juga harus jaga kesehatan. Tidak bisa dipungkiri, ketika menjalankan […]

Jun

03

2020

...
Dunia Dosen | Tips & Trik
√ Panduan Cara Membuat Karya Tulis Ilmiah Lengkap

SEVIMA.COM – Bagi akademisi tidak bisa lepas dari tiga unsur utama pendidikan dan pengajaran, penelitian atau research education, ketiga pengabdian masyarakat yang harus dilaksanakan dimanapun ia berada. Karena keberadaan seorang akademisi ditunggu-tunggu peran serta dalam kehidupan masyarakat, baik tenaganya, pikirannya, pengetahuannya, ilmunya dan ide, gagasannya serta kontribusi dan dedikasinya untuk umat manusia pada umumnya. Tahap /Langkah-Langkah Membuat karya tulis ilmiah Pada tahap-tahap tertentu penulis dalam karya ilmiah perlu memperhatikan alur proses dalam memproduksi tulisannya melalui proses yang tidak singkat, akan tetapi perlu upaya yang dilakukan, diantaranya: a. Tahap persiapan atau perencanaan Perencanaan merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan bagi seorang penulis karya tulis ilmiah, karena dengan merencanakan segala aspek dari apa yang akan dibahas dan dikaji dapat ter-sampaikan dengan adanya perencanaan. Maka dari itu alangkah baik nya sebelum menulis karya ilmiah lebih baik dituliskan rencana yang mau ditulis itu apa, (pilih topik masalah, rumusan tujuan, telusuri topic, identifikasi pembaca, dan tentukan cakupan atau ruang lingkup karya ilmiahmu sendiri). b. Tahap pengumpulan informasi Adapun bahan dari pengumpulan informasi dalam pembuatan karya ilmiah sebagai berikut ini: 1) Manfaat perpustakaan 2) Memanfaatkan internet 3) Kelola dan pilah bahan-bahan pustaka 4) Membuat ringkasan dan melakukan paraphrase 5) Membuat kutipan 6) Membuat daftar instrumen wawancara, observasi dan pertanyaan yang dipersiapkan c. Tahap Pelaksana Draf Setelah direncanakan, selanjutnya adalah pelaksanaan yang harus dipersiapkan dengan baik diantara, menyiapkan bahan referensi yang cukup sesuai dengan tema yang akan dibahas itu apa, dan bagaimana pelaksanaan dalam membuat karya tulis ilmiah, seperti buku, jurnal ilmiah, Prosiding, laporan ilmiah, semua memiliki petunjuk teknis yang berbeda, dan masing-masing dari kita dalam membuat karya ilmiah ditentukan oleh tujuan, termasuk pemenuhan tugas yang diberikan seperti halnya saat kuliah. Baca juga: Anti Keteteran! Ini 5 Tips Mengatur Waktu Saat Kuliah Online d. Tahapan menulis draf 1) Mengekspresikan ide-ide kedalam bentuk tulisan kasar 2) Mengembangkan ide kreatif yang masih bersifat tentative 3) Konsentrasi pada ekspresi atau gagasan, bukan pada aspek mekanik 5. Tahapan revisi 1) Memperbaiki ide dalam karangan karya tulis ilmiah yang berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca 2) Membaca ulang seluruh isi draf data, atau referensi yang akan dijadikan bahan sehingga memudahkan kita untuk mereduksi kedalam bahan yang siap jadi 3) Sharing atau berbagai pengalaman tentang draf kasar dengan berbagai teman untuk menemukan apa yang menjadi kekurangan kelebihan 6. Tahap penyuntingan 1) Memperbaiki dan mengevaluasi perubahan-perubahan aspek mekanik karangan (huruf capital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan). 2) Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan menarik yang dilakukan guna meminimalisir kesalahan yang terjadi 7. Tahap publikasi 1) Tulisan yang kita buat akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain 2) Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 8. Evaluasi Apa perlu kah evaluasi dilakukan dalam membuat karya ilmiah, bagi penulis sangat perlu, karena dengan evaluasi dapat mengukur kemampuan kita untuk bisa mengerjakan, maupun menyelesaikan apa yang bisa kita lakukan dalam membuat karya ilmiah yang bagus, terutama bagi pemula atau yang akan memulai membuat […]

Apr

22

2020

...
Dunia Kampus | e-learning | Tips & Trik
Anti Keteteran! Ini 5 Tips Mengatur Waktu Saat Kuliah Online

SEVIMA.COM – Hai sobat Sevima! Semoga kamu dan keluarga sehat selalu ya. Yaps, karena adanya pandemi virus Covid-19 ini, pemerintah memberi himbauan untuk menerapkan physical distancing, study at home atau bahasa zaman sekarang “belajar dirumah aja“ untuk semua pelajar. Eh sobat pelajar kan? Jadi sobat harus menata ulang atau mengatur waktu untuk perkuliahan online. Penambahan tugas pasti terasa dalam kuliah online ini. Jadi sobat harus menjadwal ulang kegiatan sehari-hari. Kali ini admin mempunyai 5 tips manajemen waktu saat kuliah online. 5 Tips Mengatur Waktu Saat Kuliah Online 1. Menjadwal ulang kegiatan ketika di rumah Saat kuliah online diterapkan jadwal perkuliahan pasti akan berubah, seperti kegiatan praktikum ditiadakan, penambahan jam kuliah online dan sebagainya. Ada baiknya sobat tulis jadwal perubahan kegiatan perkuliahan ya. Penjadwalan perkuliahan ini agar kamu mengetahui kapan saja atau jam berapa kamu memiliki waktu luang, semua waktu luangmu dapat dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat. 2. Gunakan waktu luang untuk kegiatan bermanfaat Ketika sudah menjadwal kegiatan kuliah onlinemu, sobat dapat melihat jam dan kapan kamu mendapatkan waktu kosong. Terdapat beberapa cara dalam mengisi kekosongan waktu seperti; membantu orang tua, mencoba hal baru, membaca buku yang tidak sempat terbaca, bermain bersama adik dan terpenting adalah menjaga keluarga kita tetap senang dan gembira di dalam rumah. 3. Usahakan mengerjakan tugas di pagi hari Kenapa harus pagi hari mengerjakan tugas atau belajar? sangat dianjurkan dilaksanakan pada pagi hari, karena menurut Dr. Jane Oakhill, seorang psikolog di University of Sussex, menemukan bahwa belajar di pagi hari lebih baik untuk mengambil informasi baru. Pada pagi hari merupakan waktu terbaik untuk mengingat fakta dan angka. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 4. Tetap harus berolahraga Jangan sampai tubuhmu tidak dapat asupan olahraga, sempatkanlah untuk berolahraga, karena dengan adanya physical distancing sobat terpaksa mengurangi kegiatan diluar rumah. Biasanya berolahraga saat car free day atau car free night, untuk itu kamu harus berolahraga dirumah seperti push up, jalan-jalan di koridor rumah, sit up, angkat beban atau sekedar naik turun tangga. 5. Jangan lupa untuk beristirahat Meskipun kamu memiliki kegiatan “seabreg” kamu harus menjaga kesehatan tubuh dengan istirahat yang cukup. Sebab, tubuh yang kurang istirahat lebih mudah terserang penyakit. Itulah tips manajemen waktu yang bisa kamu lakukan ketika menerapkan kuliah online dari rumah. Tetap jaga kesehatan dan juga tetap belajar ya sobat Sevima. Stay healthy and safe while studying at home. Selamat mencoba.

Apr

14

2020

...
Dunia Kampus | Teknologi | Tips & Trik
5 Aplikasi Penunjang Belajar dari Rumah, Agar Makin Efektif

SEVIMA.COM – Kemendikbud telah memberikan izin Belajar dari Rumah yang merupakan bentuk upaya  membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19 ini. Namun kegiatan belajar mengajar yang dikerjakan di rumah untuk sebagian siswa atau mahasiswa dirasa kurang efektif. Belum lagi pertemuan konsultasi skripsi dengan dosen yang gak bisa dilakukan secara tatap muka. Tapi tenang aja guys, berikut 5 aplikasi penunjang belajar dari rumah, agar makin efektif. Yuk simak! 1. Aplikasi Note Pasti banyak banget dari kamu yang suka kelupaan mencatat tugas-tugas perkuliahan. Apalagi di situasi seperti ini banyak membuat tugas dari kampus menumpuk dan akhirnya terbengkalai karena lupa. Nah, jangan sampai kaya gitu ya kawan! Sekarang ini tersedia banyak sekali aplikasi note di android maupun di ios, seperti evernote, colornote, omni note, google keep dan aplikasi terbaik lainnya. Caranya mudah kok! Kamu tinggal download saja aplikasi tersebut di playstore atau di appstore. Dengan mempunyai aplikasi tersebut, pasti dijamin tugas-tugas dan kegiatan mu akan tertata dengan baik. 2. EdLink Salah satu aplikasi pembelajaran yang dikembangkan langsung oleh SEVIMA ini juga sangat mempermudah kamu dalam menjalankan masa-masa perkuliahan online ini. Di dalam aplikasi ini sudah tersedia laman ujian online, pengumpulan tugas, absensi, rekap nilai, dan beberapa hal yang sangat membantu. Gak hanya itu, dengan menggunakan aplikasi ini kamu juga akan dengan mudah untuk berdiskusi dengan dosen dan teman-temanmu, lho. Kamu bisa mendapatkan aplikasi ini melalui playstore. Dengan EdLink ini, kamu juga akan tersambungkan dengan Siakad Cloud dari perguruan tinggi kamu. Dengan memakai aplikasi ini, semua pasti akan tercover dengan mudah bila. Waw, menarik ya! 3. Microsoft Office Mobile Ini merupakan salah satu aplikasi gratis terbaik dan favorit yang dimiliki oleh siswa atau mahasiswa. Kamu tidak perlu susah membawa laptop. Kamu hanya cukup menggunakan aplikasi Microsoft Office Mobile ini melalui gadgetmu. Kamu bisa membuat dan membuka dokumen MS Word dan MS Excel dari handphone. Baca juga: 5 Tips Mengatur Keuangan Selama Physical Distancing untuk Mahasiswa 4. Hi-Q MP3 Voice Recorder Tool yang satu ini sangat penting banget buat kamu, lho. Kemampuannya dalam merekam suara bisa kamu jadikan pilihan terbaik dalam meningkatkan kualitas belajarmu sehari-hari. So, bisa dikatakan bahwa aplikasi ini sangat cocok banget buat kamu yang suka ketinggalan mencatat pelajaran atau kurang fokus saat jam pembelajaran di dalam kelar. Gak tanggung-tanggung, dalam menggunakan aplikasi ini, kamu bisa merekam suara dengan jernih (320-kbps bitrate) dan tentunya kapasitas memori penyimpanan yang cukup besar. 5. Google drive Bagi kamu yang memiliki tugas sangat banyak dan kapasitas memori penyimpanan di laptop terbatas, kamu bisa mencoba tool ini. Perangkat lunak satu ini didesain khusus untuk membuat penyimpanan data yang tentunya dengan kapasitas 15 GB. Saat menggunakan google drive pun, juga mempermudah kamu dalam penyimpanan data. Karena kamu akan dengan mudah mengakses google drive ini dimana pun dan kapanpun hanya dengan membuka email kamu. Selain itu, dalam penyimpanan data di google drive ini juga bisa kamu share ke beberapa temanmu apabila proses pengerjaannya dikerjakan secara berkelompok. Ternyata beberapa tools tersebut memang benar-benar sangat membantu sekali ya selama masa pandemik ini. Nah, bagi kamu yang masih belum menggunakan aplikasi tersebut […]