Pencarian Kategori "Tips & Trik"


SEVIMA.COM – Sudah lebih dari dua bulan rakyat Indonesia menjalani social distancing (jaga jarak di tempat umum) dan karantina mandiri. Semua itu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19. Sekarang warga tengah menghadapi fase baru dalam krisis pandemi Covid-19, yaitu the new normal. Warga akan segera menjalani aktivitas seperti sedia kala. Para pekerja kembali ke kantor masing-masing. Fasilitas-fasilitas umum kembali dibuka. Perkuliahan di kampus juga akan dibuka. Namun protokol kesehatan tetap diberlakukan agar persebaran virus tetap terkendali. Jaga jarak dengan manusia lain harus tetap dilakukan. Saat the new normal berlaku nanti, apa saja yang harus kita siapkan agar bisa beraktivitas dengan aman di perguruan tinggi? Berikut ini beberapa di antaranya. 1. Masker Kesehatan Virus Corona dapat menular melalui percikan dahak atau air liur saat penderita Covid-19 batuk atau bersin. Untuk mengurangi risiko penularan virus di perguruan tinggi, semua civitas kampus disarankan memakai masker. Jika masker bedah atau N95 masih sulit didapatkan, rekan bisa menggunakan masker kain sebagai gantinya. Namun perlu diingat, cuci tangan sebelum menggunakan masker, setelah selesai digunakan lepaskan masker dengan cara membuka tali pengikat masker di belakang kepala lalu cuci masker kain dengan air panas dan detergen. 2. Hand Sanitizer Mencuci tangan dengan air dan sabun memang cara terbaik untuk mencegah virus corona. Perguruan tinggi harus menyediakan tempat cuci tangan untuk semua civitas kampus. Kalau susah menyediakan tempat cuci tangan  Hand sanitizer hadir menjadi produk yang efektif dan efisien sebagai alternatif menjaga kebersihan dan kesehatan tangan. Jadi selalu simpan hands sanitizer di tas rekan-rekan, jangan sampai tertinggal. Baca juga: SIAKAD Bukan Lagi Sebuah Pilihan Tapi Keharusan di Era New Normal 3. Sarung Tangan Selain masker, banyak orang menggunakan sarung tangan untuk menghindari virus. Namun perlu diperhatikan cara menggunakan sarung tangan dengan benar. Penggunaan sarung tangan lateks sembarangan malah berpotensi terinfeksi virus Corona. Alasannya karena rasa aman menggunakan sarung tangan, padahal virus akan berpindah pada sarung tangan tersebut tanpa sadar kita jadi sering menyentuh wajah, masker, ponsel, dompet hingga pakaian. Sebelum menggunakan sarung tangan pastikan sudah mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer. Pastikan juga sarung tangan dalam keadaan baik, tidak robek, kotor, dan berubah warna terutama pada sarung tangan lateks. Tarik sarung tangan sampai ke pergelangan. Jika ingin membukanya, lepas sarung tangan dari dalam ke luar untuk menghindari kontaminasi virus di permukaan luarnya dengan hati-hati. Setelah itu, sarung tangan harus langsung dibuang jangan disimpan lagi. Baca juga: Buat Dosen, Ini 5 Tips Bimbingan Mahasiswa Tugas Akhir Selama WFH 4. Topi Face Shield Face shield digunakan petugas kesehatan untuk melindungi diri dari virus corona saat menangani pasien Covid-19. Untuk itu, banyak masyarakat pun mulai menggunakan face shiled dengan model topi untuk keluar rumah. Melalui Journal of the American Medical Association (JAMA), penelitian yang dipimpin oleh Dr Eli Perencevich menuliskan agar face shield efektif dalam menekan penyebaran virus, maka harus dibuat sampai bawah dagu. Harus menutupi telinga dan tidak ada celah yang terbuka antara dahi dan pelindung wajah. 5. Helm Bagi mahasiswa dan dosen pengguna ojek online, ada baiknya untuk membawa helm sendiri. Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Biasanya kegiatan dosen membimbing mahasiswa dilakukan secara tatap muka karena akan lebih mudah dalam berkomunikasi antara dosen dan mahasiswa. Namun, saat pandemi Covid-19 ini pemerintah menganjurkan untuk work from home (WFH). Salah satu tugas dosen adalah membimbing mahasiswa. Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan tatap muka. Nah, bagaimana menyiasati keadaan agar bimbingan tetap berjalan lancar meski tengah menjalani WFH? Sehingga bimbingan pun dilakukan secara daring. Namun, bagaimana agar dalam membimbing mahasiswa menyelesaikan tugas akhirnya dapat efektif? Berikut tips membimbing mahasiswa tugas akhir selama WFH. 5 Tips Membimbing Mahasiswa Tugas Akhir Selama WFH Untuk Anda para dosen yang membimbing mahasiswa tugas akhir, coba praktikkan tips ini. Cara ini bisa membantu Anda mengatasi bimbingan selama WFH dengan tenang. 1. Membuat Grup Pertama yang perlu dilakukan dosen adalah membuat grup dengan mahasiswa bimbingan. Media pertemuan secara daring memang sangat dibutuhkan dan perlu dimaksimalkan dalam situasi sekarang. Dosen bisa membuat grup chat seperti media sosial atau platform LSM seperti EdLink yang sudah digunakan banyak perguruan tinggi untuk proses kuliah daring. Dosen perlu memaksimalkan kegunaan grup chat untuk melaksanakan tugasnya. Dosen juga menyampaikan motivasi di grup tersebut agar semangat mahasiswa tetap terjaga. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online 2. Kontrol Setiap Progres Melalui Grup Dosen juga bisa mengontrol setiap progres melalui grup, menanyakan setiap perkembangan mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir. Setiap perkembangan akan semakin mudah dimonitor dan apabila terdapat masalah bisa segera diatasi. Perkembangan ini bisa diketahui secara periodik. 3. Sering Membagikan Bahan Literatur di Grup Dosen bisa lebih sering membagikan bahan literatur di grup. Dosen memberikan informasi terakait bahan bacaan yang bisa digunakan mahasiswa menulis tugas akhir. Nah, bagaimana dengan mahasiswa yang tugas akhirnya di laboratorium? dosen bisa berperan dalam mengarahkan mahasiswa untuk menggunakan studi literatur sebagai pelengkap tugas akhir. Selain itu dosen bisa mengarahkan mahasiswa untuk mencari data penelitian yang relevan dengan tugas akhir secara daring jika datanya memang bisa didapatkan secara daring. Kemudian dosen bisa menyarankan mahasiswa untuk menggunakan fasilitas e-learning agar mahasiswa menyelesaikan tugas akhir sesuai ketepatan waktu. 4. Bimbingan dengan Video Conference Tak ada salahnya melakukan video conference untuk mengetahui secara lebih lengkap proses penelitian mahasiswa. Dengan video conference dosen juga bisa menanyakan progres dan kabar mahasiswa, agar tidak bosan dan memudahkan memahami arahan dosen. Baca juga: 5 Hal yang Dapat Meningkatkan Kualitas Dosen Dengan adanya komunikasi yang terjalin tidak hanya sebatas bimbingan tugas akhir. Akan tetapi terjalin pula komunikasi yang bisa menumbuhkan kedekatan emosional dengan video conference. Bimbingan seperti ini bisa dilakukan di platform siAkad Cloud. Siakad Cloud merupakan sistem informasi akademik online untuk memudahkan proses akademik di perguruan tinggi. Saat ini siAkad Cloud juga sudah tersedia fitur “Bimbingan Proposal/Tugas Akhir” secara online. Tentu dengan bimbingan online di siAkad Cloud mempunyai kelebihan tersendiri, yaitu hanya butuh 1 platform untuk semua hal, mulai dari proses KRS hingga bimbingan tugas akhir online. Berikut salah satu contoh gambar mahasiswa saat melakukan bimbingan online di siAkad Cloud. 5. Menjaga Kesehatan Untuk mengimbangi kegiatan lain selama WFH, dosen dan mahasiswa juga harus jaga kesehatan. Tidak bisa dipungkiri, ketika menjalankan […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Bagi akademisi tidak bisa lepas dari tiga unsur utama pendidikan dan pengajaran, penelitian atau research education, ketiga pengabdian masyarakat yang harus dilaksanakan dimanapun ia berada. Karena keberadaan seorang akademisi ditunggu-tunggu peran serta dalam kehidupan masyarakat, baik tenaganya, pikirannya, pengetahuannya, ilmunya dan ide, gagasannya serta kontribusi dan dedikasinya untuk umat manusia pada umumnya. Tahap /Langkah-Langkah Membuat karya tulis ilmiah Pada tahap-tahap tertentu penulis dalam karya ilmiah perlu memperhatikan alur proses dalam memproduksi tulisannya melalui proses yang tidak singkat, akan tetapi perlu upaya yang dilakukan, diantaranya: a. Tahap persiapan atau perencanaan Perencanaan merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan bagi seorang penulis karya tulis ilmiah, karena dengan merencanakan segala aspek dari apa yang akan dibahas dan dikaji dapat ter-sampaikan dengan adanya perencanaan. Maka dari itu alangkah baik nya sebelum menulis karya ilmiah lebih baik dituliskan rencana yang mau ditulis itu apa, (pilih topik masalah, rumusan tujuan, telusuri topic, identifikasi pembaca, dan tentukan cakupan atau ruang lingkup karya ilmiahmu sendiri). b. Tahap pengumpulan informasi Adapun bahan dari pengumpulan informasi dalam pembuatan karya ilmiah sebagai berikut ini: 1) Manfaat perpustakaan 2) Memanfaatkan internet 3) Kelola dan pilah bahan-bahan pustaka 4) Membuat ringkasan dan melakukan paraphrase 5) Membuat kutipan 6) Membuat daftar instrumen wawancara, observasi dan pertanyaan yang dipersiapkan c. Tahap Pelaksana Draf Setelah direncanakan, selanjutnya adalah pelaksanaan yang harus dipersiapkan dengan baik diantara, menyiapkan bahan referensi yang cukup sesuai dengan tema yang akan dibahas itu apa, dan bagaimana pelaksanaan dalam membuat karya tulis ilmiah, seperti buku, jurnal ilmiah, Prosiding, laporan ilmiah, semua memiliki petunjuk teknis yang berbeda, dan masing-masing dari kita dalam membuat karya ilmiah ditentukan oleh tujuan, termasuk pemenuhan tugas yang diberikan seperti halnya saat kuliah. Baca juga: Anti Keteteran! Ini 5 Tips Mengatur Waktu Saat Kuliah Online d. Tahapan menulis draf 1) Mengekspresikan ide-ide kedalam bentuk tulisan kasar 2) Mengembangkan ide kreatif yang masih bersifat tentative 3) Konsentrasi pada ekspresi atau gagasan, bukan pada aspek mekanik 5. Tahapan revisi 1) Memperbaiki ide dalam karangan karya tulis ilmiah yang berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca 2) Membaca ulang seluruh isi draf data, atau referensi yang akan dijadikan bahan sehingga memudahkan kita untuk mereduksi kedalam bahan yang siap jadi 3) Sharing atau berbagai pengalaman tentang draf kasar dengan berbagai teman untuk menemukan apa yang menjadi kekurangan kelebihan 6. Tahap penyuntingan 1) Memperbaiki dan mengevaluasi perubahan-perubahan aspek mekanik karangan (huruf capital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan). 2) Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan menarik yang dilakukan guna meminimalisir kesalahan yang terjadi 7. Tahap publikasi 1) Tulisan yang kita buat akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain 2) Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 8. Evaluasi Apa perlu kah evaluasi dilakukan dalam membuat karya ilmiah, bagi penulis sangat perlu, karena dengan evaluasi dapat mengukur kemampuan kita untuk bisa mengerjakan, maupun menyelesaikan apa yang bisa kita lakukan dalam membuat karya ilmiah yang bagus, terutama bagi pemula atau yang akan memulai membuat […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Hai sobat Sevima! Semoga kamu dan keluarga sehat selalu ya. Yaps, karena adanya pandemi virus Covid-19 ini, pemerintah memberi himbauan untuk menerapkan physical distancing, study at home atau bahasa zaman sekarang “belajar dirumah aja“ untuk semua pelajar. Eh sobat pelajar kan? Jadi sobat harus menata ulang atau mengatur waktu untuk perkuliahan online. Penambahan tugas pasti terasa dalam kuliah online ini. Jadi sobat harus menjadwal ulang kegiatan sehari-hari. Kali ini admin mempunyai 5 tips manajemen waktu saat kuliah online. 5 Tips Mengatur Waktu Saat Kuliah Online 1. Menjadwal ulang kegiatan ketika di rumah Saat kuliah online diterapkan jadwal perkuliahan pasti akan berubah, seperti kegiatan praktikum ditiadakan, penambahan jam kuliah online dan sebagainya. Ada baiknya sobat tulis jadwal perubahan kegiatan perkuliahan ya. Penjadwalan perkuliahan ini agar kamu mengetahui kapan saja atau jam berapa kamu memiliki waktu luang, semua waktu luangmu dapat dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat. 2. Gunakan waktu luang untuk kegiatan bermanfaat Ketika sudah menjadwal kegiatan kuliah onlinemu, sobat dapat melihat jam dan kapan kamu mendapatkan waktu kosong. Terdapat beberapa cara dalam mengisi kekosongan waktu seperti; membantu orang tua, mencoba hal baru, membaca buku yang tidak sempat terbaca, bermain bersama adik dan terpenting adalah menjaga keluarga kita tetap senang dan gembira di dalam rumah. 3. Usahakan mengerjakan tugas di pagi hari Kenapa harus pagi hari mengerjakan tugas atau belajar? sangat dianjurkan dilaksanakan pada pagi hari, karena menurut Dr. Jane Oakhill, seorang psikolog di University of Sussex, menemukan bahwa belajar di pagi hari lebih baik untuk mengambil informasi baru. Pada pagi hari merupakan waktu terbaik untuk mengingat fakta dan angka. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 4. Tetap harus berolahraga Jangan sampai tubuhmu tidak dapat asupan olahraga, sempatkanlah untuk berolahraga, karena dengan adanya physical distancing sobat terpaksa mengurangi kegiatan diluar rumah. Biasanya berolahraga saat car free day atau car free night, untuk itu kamu harus berolahraga dirumah seperti push up, jalan-jalan di koridor rumah, sit up, angkat beban atau sekedar naik turun tangga. 5. Jangan lupa untuk beristirahat Meskipun kamu memiliki kegiatan “seabreg” kamu harus menjaga kesehatan tubuh dengan istirahat yang cukup. Sebab, tubuh yang kurang istirahat lebih mudah terserang penyakit. Itulah tips manajemen waktu yang bisa kamu lakukan ketika menerapkan kuliah online dari rumah. Tetap jaga kesehatan dan juga tetap belajar ya sobat Sevima. Stay healthy and safe while studying at home. Selamat mencoba.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Kemendikbud telah memberikan izin Belajar dari Rumah yang merupakan bentuk upaya  membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19 ini. Namun kegiatan belajar mengajar yang dikerjakan di rumah untuk sebagian siswa atau mahasiswa dirasa kurang efektif. Belum lagi pertemuan konsultasi skripsi dengan dosen yang gak bisa dilakukan secara tatap muka. Tapi tenang aja guys, berikut 5 aplikasi penunjang belajar dari rumah, agar makin efektif. Yuk simak! 1. Aplikasi Note Pasti banyak banget dari kamu yang suka kelupaan mencatat tugas-tugas perkuliahan. Apalagi di situasi seperti ini banyak membuat tugas dari kampus menumpuk dan akhirnya terbengkalai karena lupa. Nah, jangan sampai kaya gitu ya kawan! Sekarang ini tersedia banyak sekali aplikasi note di android maupun di ios, seperti evernote, colornote, omni note, google keep dan aplikasi terbaik lainnya. Caranya mudah kok! Kamu tinggal download saja aplikasi tersebut di playstore atau di appstore. Dengan mempunyai aplikasi tersebut, pasti dijamin tugas-tugas dan kegiatan mu akan tertata dengan baik. 2. EdLink Salah satu aplikasi pembelajaran yang dikembangkan langsung oleh SEVIMA ini juga sangat mempermudah kamu dalam menjalankan masa-masa perkuliahan online ini. Di dalam aplikasi ini sudah tersedia laman ujian online, pengumpulan tugas, absensi, rekap nilai, dan beberapa hal yang sangat membantu. Gak hanya itu, dengan menggunakan aplikasi ini kamu juga akan dengan mudah untuk berdiskusi dengan dosen dan teman-temanmu, lho. Kamu bisa mendapatkan aplikasi ini melalui playstore. Dengan EdLink ini, kamu juga akan tersambungkan dengan Siakad Cloud dari perguruan tinggi kamu. Dengan memakai aplikasi ini, semua pasti akan tercover dengan mudah bila. Waw, menarik ya! 3. Microsoft Office Mobile Ini merupakan salah satu aplikasi gratis terbaik dan favorit yang dimiliki oleh siswa atau mahasiswa. Kamu tidak perlu susah membawa laptop. Kamu hanya cukup menggunakan aplikasi Microsoft Office Mobile ini melalui gadgetmu. Kamu bisa membuat dan membuka dokumen MS Word dan MS Excel dari handphone. Baca juga: 5 Tips Mengatur Keuangan Selama Physical Distancing untuk Mahasiswa 4. Hi-Q MP3 Voice Recorder Tool yang satu ini sangat penting banget buat kamu, lho. Kemampuannya dalam merekam suara bisa kamu jadikan pilihan terbaik dalam meningkatkan kualitas belajarmu sehari-hari. So, bisa dikatakan bahwa aplikasi ini sangat cocok banget buat kamu yang suka ketinggalan mencatat pelajaran atau kurang fokus saat jam pembelajaran di dalam kelar. Gak tanggung-tanggung, dalam menggunakan aplikasi ini, kamu bisa merekam suara dengan jernih (320-kbps bitrate) dan tentunya kapasitas memori penyimpanan yang cukup besar. 5. Google drive Bagi kamu yang memiliki tugas sangat banyak dan kapasitas memori penyimpanan di laptop terbatas, kamu bisa mencoba tool ini. Perangkat lunak satu ini didesain khusus untuk membuat penyimpanan data yang tentunya dengan kapasitas 15 GB. Saat menggunakan google drive pun, juga mempermudah kamu dalam penyimpanan data. Karena kamu akan dengan mudah mengakses google drive ini dimana pun dan kapanpun hanya dengan membuka email kamu. Selain itu, dalam penyimpanan data di google drive ini juga bisa kamu share ke beberapa temanmu apabila proses pengerjaannya dikerjakan secara berkelompok. Ternyata beberapa tools tersebut memang benar-benar sangat membantu sekali ya selama masa pandemik ini. Nah, bagi kamu yang masih belum menggunakan aplikasi tersebut […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Selama masa wabah Covid-19 ini, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk lebih berdiam diri di rumah. Mulai dari proses belajar mengajar dalam perkuliahan hingga pekerjaan kantoran yang diwajibkan untuk melakukannya di dalam rumah saja. Kegiatan yang dilakukan di dalam rumah itu bertujuan untuk memutus mata rantai Covid-19 yang sedang mewabah. Hal yang paling merasakan dampaknya adalah para mahasiswa yang jauh dari tempat asal. Kebanyakan dari mereka harus tetap stay di tempat rantau sehingga tidak bisa kembali ke kampung halaman. Beberapa dari mereka pasti sangat bosan karena hanya melakukan kegiatan di dalam rumah. Akibatnya mereka lebih sering memantau platform online untuk belanja. Nah, hal seperti ini nih yang bikin mereka suka kalap. Untuk itu, coba deh lakukan 5 cara jitu berikut untuk mengatur keuangan anak rantau selama melakukan masa physical distancing. 1. Beli bahan makanan secukupnya Meskipun kamu berada jauh dari orangtua, setidaknya tidak membuat kamu menyetok makanan yang sangat banyak di dalam kost. Hal ini bisa menyebabkan kamu tidak mengolah atau memakan bahan makanan tersebut. Kalau kamu terlalu banyak menyimpan makanan bisa jadi akan menyebabkan bahan makanan tersebut menjadi mubadzir. Maka dari itu kamu harus bisa memproyeksikan sebelum membeli. 2. Jangan tergoda belanja online Meskipun sekarang sedang banyak diskon yang ditawarkan di platform online, kamu harus bisa menahan nafsu belanjamu ya. Kamu harus memperkirakan pengeluaranmu selama masa karantina ini. Jangan sampai kalap yang berujung bikin kantong jebol. 3. Hindari terlalu banyak beli makanan online Karena sudah melakukan kegiatan di dalam tempat tinggal yang relatif lama, jangan sampai buat kamu terlalu suka iseng untuk jajan dari makanan online ya. Ingat, kamu adalah anak rantau yang jauh dari daerah asal. So, kamu harus lebih bisa mengatur pengeluaranmu dengan baik dan benar. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 4. Lebih baik memasak makanan sendiri Biar kamu lebih hemat dan bisa menjamin kebersihan makanan, kamu bisa coba nih untuk memasak makananmu sendiri. Sehingga kamu juga bisa menekan keuangan agar tidak terlalu membengkak. 5. Buat planning keuangan selama sebulan kedepan Bagi kamu anak rantau yang jauh dari orangtua, kamu harus bisa mengatur keuangan dengan baik dan benar. Seperti masa pandemic seperti ini, kamu harus teliti dan benar mengatur keuanganmu. Yang paling penting adalah utamakan untuk membeli barang prioritas ya. Itulah 5 cara yang bisa kamu lakukan agar menghindari keuangan yang membengkak selama masa pandemic ini. Jangan lupa untuk selalu catat pengeluaranmu meskipun kamu berada di kost. Selamat mencoba dan jaga kesehatan ya, tetap dirumah dengan perkuliahan online EdLink.id.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Apakah saat ini kampus anda sedang bersaing untuk mendapatkan mahasiswa? apakah kampus anda terdampak Covid-19? jika iya, sekarang Anda sedang membaca artikel yang tepat, yang akan memberikan solusi untuk meningkatkan jumlah mahasiswa pendaftar dengan teknik digital marketing perguruan tinggi. Sebuah universitas tentu memiliki kompetitor seperti industri lain. Agar para bakal calon mahasiswa tertarik dengan kampus Anda, Anda perlu membangun brand awareness di internet untuk menggaet perhatian tersebut. Bahkan, digital marketing dapat membantu Anda dalam mendapatkan data-data para calon mahasiswa sehingga akan mendorong mahasiswa untuk melakukan pendaftaran. Tentu, universitas sangat memerlukan sebuah digital marketing strategy dalam memasarkan brand Anda. Lebih dari itu, digital marketing dapat menciptakan fondasi yang kuat. Beberapa hal ini yang membuat digital marketing begitu penting bagi universitas. 1. Lebih Mudah Dicari di Internet Seperti yang sudah disebutkan tadi, banyak orang yang mencari sesuatu lewat internet dengan bantuan mesin pencarian, seperti Google, Yahoo, ataupun Amazon. Jadi sudah seharusnya kampus Anda dapat di temukan di beberpa platform pencarian ini. 2. SEO Anda dapat memaksimalkan SEO atau Search Engine Optimization yang merupakan cara paling mudah dan murah dalam konteks pemasaran digital. SEO dapat membantu universitas Anda mudah dicari di internet dengan beberapa kata kunci tertentu. Untuk menggunakan strategy ini, Anda perlu membuat sebuah website terlebih dahulu. Selain itu, SEO juga tentang bagaimana website Anda memiliki konten yang bagus dan informatif tinggi. Kebanyakan orang pasti akan mengunjungi website terlebih dahulu untuk mempelajari universitas Anda sebelum melakukan pendaftaran. Anda perlu memiliki panduan dan informasi serta website yang ramah bagi para calon mahasiswa Anda. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online 3. Aktif di Seluruh Platform Media Sosial Ada sebuah riset dari eMarketer bahwa ternyata sektor pendidikan merupakan salah satu industri teratas di dunia yang harus menggunakan media sosial sebagai bagian dari strategi digital marketing. Alasan lain adalah karena target utama universitas Anda merupakan orang yang berumur 18-24 tahun, maka media sosial merupakan platform pemasaran terbaik bagi universitas Anda: media interaksi langsung dengan para calon mahasiswa. Dengan media sosial pula, calon mahasiswa akan merasa sangat dekat. Anda hanya perlu membuat konten yang dekat dengan para mahasiswa dan berinteraksi dengan mereka. Buat para calon mahasiswa merasa dekat dengan universitas Anda. Tentunya, untuk menjalankan media sosial, Anda perlu strategi-strategi khusus. Oleh karena itu, Social Media Marketing menjadi sarana pemasaran yang populer saat ini. 4. Buat Iklan Digital Membuat iklan digital bagi sebuah universitas sebenarnya bisa dikatakan cukup mudah, karena memiliki target yang jelas. Untuk itu, Anda perlu beriklan dengan memanfaatkan sarana pemasaran berbayar yang ada di internet, misalnya Google Adwords, Facebook Business, dan lain-lainnya. Iklan digital memungkinkan Anda mendapatkan data-data para calon mahasiswa bahkan mahasiswa akan cenderung untuk mendaftarkan diri ke universitas Anda. Dengan catatan, digital campaign yang Anda buat tepat sasaran. Beberapa channel digital campaign yang bisa Anda coba adalah Pay per Click (PPC), email marketing, FB dan IG boost, dan Google Adsense maupun Google Adwords. Selain itu, Anda juga perlu membuat landing page, banner menarik, dan beberapa hal lainnya. Iklan digital membantu universitas Anda untuk menyebarkan jangkauan, meningkatkan […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia pemerintah menghimbau masyarakat untuk melakukan social distance. Dengan melakukan social distance, maka akan mengurangi peluang penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia. Untuk itu beberapa sekolah mengharuskan siswanya untuk belajar di rumah. Beberapa perkuliahan di kampus juga melakukan hal yang sama yaitu mengharuskan mahasiswa kuliah dari rumah. Selain itu pelaksanaan wisuda yang harusnya dilaksanakan dekat-dekat ini juga ditunda. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan kampus untuk mencegah penyebaran virus Corona di kampus. 1. Mengampanyekan pola hidup sehat Salah satu penyebab utama tersebarnya virus Corona adalah pola hidup yang tidak sehat. Untuk itu, perguruan tinggi turut berkontribusi dalam mengampanyekan pola hidup sehat. Para mahasiswa dihimbau untuk melakukan perilaku hidup sehat dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau alcohol based-handrub, menerapkan etiket batuk, mengonsumsi makanan sehat agar meningkatkan daya tahan tubuh, dan meminimalkan kegiatan dari keramaian yang kurang diperlukan. 2. Memanfaatkan sistem e-learning Beberapa instansi pendidikan yang telah mengumumkan kepada peserta didiknya untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, anjuran social distance tersebut bukan menjadi suatu permasalahan. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan melalui sistem online dan tentunya bisa diakses di rumah. Nggak cuma itu, kampus juga bisa menyediakan skema pembelajaran blended system, jadi program pembelajaran ini memadukan antara pertemuan face to face di dalam kelas dan sistem online sesuai dengan sistem kredit semester dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) seprti SEVIMA EdLink. Dengan begitu, pelaksanaan program belajar masih bisa berlangsung dengan efektif. 3. Penangguhan perjalanan Melihat begitu meluasnya penyebaran virus Corona, kampus harus menghimbau dosen atau mahasiswanya untuk melakukan penangguhan perjalanan ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang terdampak Covid-I9. Selain itu, bagi mahasiswa yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri (terutama negara-negara yang termasuk red-alert) diharapkan untuk membatasi interaksi dengan civitas akademika lainnya maupun anggota keluarga selama 14 (empat belas) hari sejak kepulangannya ke Indonesia. Terutama untuk tiap unit kerja kampus juga dihimbau untuk aktif melakukan upaya kewaspadaan terhadap Covid-I9 dengan melakukan penyebaran informasi atau literasi kesehatan tanpa menimbulkan kepanikan, berkoordinasi dengan cleaning service agar lebih sering membersihkan tempat yang sering terpegang tangan dengan disinfektan, serta menjaga higiene diri dan sanitasi lingkungan di berbagai tempat. Itulah beberapa langkah yang bisa dilakukan kampus. Kita sama-sama berdoa agar musibah virus corona ini segera berakhir dan semua kegiatan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Selengkapnya »

5 Hal yang Dapat Meningkatkan Kualitas Dosen

 

Admin SEVIMA

 

09 Maret 2020

SEVIMA.COM – Untuk meningkatkan kualitas dan mutu perguruan tinggi, ternyata tidak ada memerhatikan aspek administrasi dan sarana prasarana perguruan tinggi saja. Peningkatan mutu dan kualitas dosen juga sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi tersebut. Seperti kita ketahui, bahwa dosen merupakan pendidik profesional atau juga seorang ilmuwan yang bertugas untuk mengembangkan dan melakukan perluasaan terhadap ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan melalui proses pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Peningkatan mutu dosen tersebut pasti akan membawa hal positif  dan perubahan baik dalam mutu perguruan tinggi. Nah, untuk melakukan peningkatan kualitas mutu pendidikan tersebut, inilah 5 hal yang biasa dilakukan dosen dalam peningkatan kualitas dosen di perguruan tinggi. Berikut penjelasannya. 1. Melakukan penelitian Melakukan suatu penelitian merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas seorang dosen. Penelitian di bidang ilmu yang didalami tersebut, sangat diperlukan sekali dalam meningkatkan kualitas seorang dosen. Semakin banyak penelitian yang dilakukan, maka semakin banyak pengalaman yang di dapat. Sehingga, beberapa penelitian yang dilakukan tersebut bisa ditarik dan dibuat dalam jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah ini juga merupakan salah satu hal yang dapat membantu meningkatkan peringkat suatu perguruan tinggi, lho. Terlebih apabila jurnal tersebut diterbitkan dalam portal jurnal internasional, pasti akan membawa dampak yang besar terhadap perguruan tinggi dimana dosen tersebut mengajar. 2. Selalu upgrade ilmu Menurut UU perguruan Tinggi pada tahun 2012, proses peningkatan ilmu tersebut dapat dilakukan melalui banyak hal, seperti penerbitan buku, penelitian, dan lainnya. Namun, menjadi dosen tidak hanya melakukan penelitian, tapi juga diwajibkan untuk menempuh pendidikan terbaik. Di Indonesia sendiri, jumlah dosen yang sudah memiliki gelar doktor masih dinilai kurang. Hanya terdapat kurang dari 15% dari jumlah dosen yang ada. Sehingga, pemerintah sendiri juga sangat mendorong para dosen untuk selalu meng-upgrade ilmu yang di dalaminya tersebut. 3. Selalu aktif dan kreatif Menjadi seorang dosen memang dituntut untuk menjadi seorang yang aktif dan kreatif. Banyak hal yang akan berdampak positif apabila seorang dosen mampu selalu aktif dan kreatif. Aktif dan kreatif yang dimaksud adalah bahwa seorang dosen harus mamp memberikan suatu hal yang baru dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Tidak hanya di lingkungan kampus, tapi juga dari luar kampus. Selain itu, dengan menjadi dosen yang aktif dan kreatif, maka suasana di dalam kelas pun akan menjadi lebih baik. Mahasiswa akan dijauhkan dari rasa kebosanan dan malas dalam proses belajar mengajar. 4. Melakukan pengabdian masyarakat Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan suatu hal yang diwajibkan dalam perguruan tinggi. Karena pada dasarnya, melakukan pengabdian kepada masyarakat adalah suatu proses implementasi dalam tri dharma perguruan tinggi. Dengan melakukan proses pengabdian masyarakat, maka seorang dosen akan mampu mengembangkan ide kreatifnya dalam membangun masyarakat yang lebih maju. 5. Pendekatan dengan mahasiswa dan lingkungan kampus Tidak hanya medalami soal ilmu, namun seorang dosen juga sangat disarankan untuk melakukan pendekatan terhadap mahasiswa dan lingkungan kampus. Bagaimana pun, keberadaan dosen di kampus berbanding lurus dengan proses pembelajaran mahasiswa di lingkungan kampus. Selain itu, proses pendekatan seperti ini juga sangat bermanfaat untuk proses peningkatan mutu di lingkungan kampus. Dari ke lima hal tersebut, menjadi dosen memang tidaklah semudah yang dibayangkan. Namun, dengan melakukannya sepenuh hati […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Ketika perguruan tinggi akan merubah statusnya menjadi PTN-BH tentunya tidak hanya dinilai dari satu atau dua sudut saja. Perguruan tinggi perlu untuk memperhatikan dengan baik tentang semua jenis tata kelola di perguruan tinggi terkait. Tata kelola tersebut sangatlah diperlukan untuk proses perubahan status menjadi PTN-BH. Seperti yang kita ketahui dalam permendikbud 4/2020, syarat menjadi PTN-BH salah satunya adalah mempunyai tata kelola kampus yang baik. Berikut adalah prinsip-prinsip tata kelola dalam perguruan tinggi yang baik di kebijakan Kampus Merdeka yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 4 Tahun 2020. 1. Akuntabilitas pengelolaan PTN Dalam pengelolaan perguruan tinggi, akuntabilitas merupakan suatu usaha untuk melakukan pertanggung jawaban dari perguruan tinggi tersebut terhadap proses penyelenggaraan yang ada di dalam pendidikan tinggi kepada stakeholders terkait. Seperti halnya proses pertanggung jawaban terhadap mahasiswa, orangtua, pemerintah, dosen, tenaga ahli, dan beberapa pihak terkait lainnya. Hal ini sangat diperlukan untuk menunjang kepercayaan dari stakeholders kepada perguruan tinggi tersebut. 2. Transparansi, efektivitas, dan efisiensi dalam pengelolaan PTN Dalam pengelolaan di dalam sebuah perguruan tinggi, sangat diperlukan adanya transparansi, efektivitas dan efisiensi. Ketiga hal tersebut sangatlah dibutuhkan untuk membentuk tingkat kualitas dari perguruan tinggi tersebut menjadi lebih baik. Sehingga, segala aspek yang dikelola oleh perguruan tinggi tersebut harus dilaporkan secara transparan dan jelas. 3. Nirlaba dalam pengelolaan PTN Nirlaba pengelolaan perguruan tinggi ini dimaksudkan bahwa perguruan tinggi tersebut mampu bersaing dan memiliki kualitas yang baik dalam bidang organisasi. Sistem pengorganisasian yang ada di dalam perguruan tinggi dapat membentuk suatu perguruan tinggi lebih baik dari pada sebelumnya. Keberadaan nirlaba ini merupakan suatu akses untuk membentuk perguruan tinggi yang lebih bertanggung jawab. Sehingga dapat dinilai mampu mempertanggungjawabkan seluruh aspek kinerja di dalam perguruan tinggi tersebut. 4. Ketaatan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan PTN Segala hal dan aspek yang ada di perguruan tinggi pastinya sudah diatur di dalam perundang-undangan yang berlaku. Peraturan perundang-undangan tersebut mengatur tentang prasyarat perguruan tinggi yang bisa dilakukan agar perguruan tinggi tersebut bisa berubah menjadi PTN-BH. Seperti halnya aturan mengenai proses penyelenggaraan dalam Tridharma perguruan tinggi, proses pengelolaan keuangan, standar pengelolaan organisasi, dan sistem tanggung jawab perguruan tinggi tersebut kepada pemerintah dan lingkungan sosial. 5. Periodisasi, akurasi, dan kepatuhan dalam penyusunan dan penyampaian laporan akademik dan non akademik Untuk melakukan perubahan status menjadi PTN-BH, perguruan tinggi wajib untuk mengatur sistem periodisasi, akurasi serta kepatuhan dalam semua proses dan penyusunan laporan yang akan disampaikan oleh pihak perguruan tinggi. Dalam melakukan laporan tersebut, tidak hanya hal akademik saja yang akan dilaporkan, namun juga sistem seluruh kegiatan non-akademik yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut. Keduanya wajib dilaporkan sebagai bentuk pertanggung jawaban perguruan tinggi kepada pihak pemerintah. Itulah lima prinsip yang bisa dilakukan sebuah perguruan tinggi agar memiliki tata kelola perguruan tinggi yang baik atau yang sering kita kenal dengan good gavernance sehingga bisa merubah statusnya menjadi PTN-BH. Nah, untuk membuat suatu tata kelola yang baik di dalam suatu perguruan tinggi, tentunya membutuhkan suatu sistem yang baik. Sehingga dapat mendukung seluruh kegiatan dan proses yang dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut. Salah satunya dengan menggunakan sistem informasi akademik Siakad Cloud. Di dalam sistemnya, sudah tersedia berbagai macam sarana […]

Baca Selengkapnya »