Pencarian Kategori "Tips & Trik"


SEVIMA.COM – Merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia pemerintah menghimbau masyarakat untuk melakukan social distance. Dengan melakukan social distance, maka akan mengurangi peluang penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia. Untuk itu beberapa sekolah mengharuskan siswanya untuk belajar di rumah. Beberapa perkuliahan di kampus juga melakukan hal yang sama yaitu mengharuskan mahasiswa kuliah dari rumah. Selain itu pelaksanaan wisuda yang harusnya dilaksanakan dekat-dekat ini juga ditunda. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan kampus untuk mencegah penyebaran virus Corona di kampus. 1. Mengampanyekan pola hidup sehat Salah satu penyebab utama tersebarnya virus Corona adalah pola hidup yang tidak sehat. Untuk itu, perguruan tinggi turut berkontribusi dalam mengampanyekan pola hidup sehat. Para mahasiswa dihimbau untuk melakukan perilaku hidup sehat dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau alcohol based-handrub, menerapkan etiket batuk, mengonsumsi makanan sehat agar meningkatkan daya tahan tubuh, dan meminimalkan kegiatan dari keramaian yang kurang diperlukan. 2. Memanfaatkan sistem e-learning Beberapa instansi pendidikan yang telah mengumumkan kepada peserta didiknya untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, anjuran social distance tersebut bukan menjadi suatu permasalahan. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan melalui sistem online dan tentunya bisa diakses di rumah. Nggak cuma itu, kampus juga bisa menyediakan skema pembelajaran blended system, jadi program pembelajaran ini memadukan antara pertemuan face to face di dalam kelas dan sistem online sesuai dengan sistem kredit semester dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) seprti SEVIMA EdLink. Dengan begitu, pelaksanaan program belajar masih bisa berlangsung dengan efektif. 3. Penangguhan perjalanan Melihat begitu meluasnya penyebaran virus Corona, kampus harus menghimbau dosen atau mahasiswanya untuk melakukan penangguhan perjalanan ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang terdampak Covid-I9. Selain itu, bagi mahasiswa yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri (terutama negara-negara yang termasuk red-alert) diharapkan untuk membatasi interaksi dengan civitas akademika lainnya maupun anggota keluarga selama 14 (empat belas) hari sejak kepulangannya ke Indonesia. Terutama untuk tiap unit kerja kampus juga dihimbau untuk aktif melakukan upaya kewaspadaan terhadap Covid-I9 dengan melakukan penyebaran informasi atau literasi kesehatan tanpa menimbulkan kepanikan, berkoordinasi dengan cleaning service agar lebih sering membersihkan tempat yang sering terpegang tangan dengan disinfektan, serta menjaga higiene diri dan sanitasi lingkungan di berbagai tempat. Itulah beberapa langkah yang bisa dilakukan kampus. Kita sama-sama berdoa agar musibah virus corona ini segera berakhir dan semua kegiatan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Selengkapnya »

5 Hal yang Dapat Meningkatkan Kualitas Dosen

 

Admin SEVIMA

 

09 Maret 2020

SEVIMA.COM – Untuk meningkatkan kualitas dan mutu perguruan tinggi, ternyata tidak ada memerhatikan aspek administrasi dan sarana prasarana perguruan tinggi saja. Peningkatan mutu dan kualitas dosen juga sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi tersebut. Seperti kita ketahui, bahwa dosen merupakan pendidik profesional atau juga seorang ilmuwan yang bertugas untuk mengembangkan dan melakukan perluasaan terhadap ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan melalui proses pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Peningkatan mutu dosen tersebut pasti akan membawa hal positif  dan perubahan baik dalam mutu perguruan tinggi. Nah, untuk melakukan peningkatan kualitas mutu pendidikan tersebut, inilah 5 hal yang biasa dilakukan dosen dalam peningkatan kualitas dosen di perguruan tinggi. Berikut penjelasannya. 1. Melakukan penelitian Melakukan suatu penelitian merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas seorang dosen. Penelitian di bidang ilmu yang didalami tersebut, sangat diperlukan sekali dalam meningkatkan kualitas seorang dosen. Semakin banyak penelitian yang dilakukan, maka semakin banyak pengalaman yang di dapat. Sehingga, beberapa penelitian yang dilakukan tersebut bisa ditarik dan dibuat dalam jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah ini juga merupakan salah satu hal yang dapat membantu meningkatkan peringkat suatu perguruan tinggi, lho. Terlebih apabila jurnal tersebut diterbitkan dalam portal jurnal internasional, pasti akan membawa dampak yang besar terhadap perguruan tinggi dimana dosen tersebut mengajar. 2. Selalu upgrade ilmu Menurut UU perguruan Tinggi pada tahun 2012, proses peningkatan ilmu tersebut dapat dilakukan melalui banyak hal, seperti penerbitan buku, penelitian, dan lainnya. Namun, menjadi dosen tidak hanya melakukan penelitian, tapi juga diwajibkan untuk menempuh pendidikan terbaik. Di Indonesia sendiri, jumlah dosen yang sudah memiliki gelar doktor masih dinilai kurang. Hanya terdapat kurang dari 15% dari jumlah dosen yang ada. Sehingga, pemerintah sendiri juga sangat mendorong para dosen untuk selalu meng-upgrade ilmu yang di dalaminya tersebut. 3. Selalu aktif dan kreatif Menjadi seorang dosen memang dituntut untuk menjadi seorang yang aktif dan kreatif. Banyak hal yang akan berdampak positif apabila seorang dosen mampu selalu aktif dan kreatif. Aktif dan kreatif yang dimaksud adalah bahwa seorang dosen harus mamp memberikan suatu hal yang baru dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Tidak hanya di lingkungan kampus, tapi juga dari luar kampus. Selain itu, dengan menjadi dosen yang aktif dan kreatif, maka suasana di dalam kelas pun akan menjadi lebih baik. Mahasiswa akan dijauhkan dari rasa kebosanan dan malas dalam proses belajar mengajar. 4. Melakukan pengabdian masyarakat Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan suatu hal yang diwajibkan dalam perguruan tinggi. Karena pada dasarnya, melakukan pengabdian kepada masyarakat adalah suatu proses implementasi dalam tri dharma perguruan tinggi. Dengan melakukan proses pengabdian masyarakat, maka seorang dosen akan mampu mengembangkan ide kreatifnya dalam membangun masyarakat yang lebih maju. 5. Pendekatan dengan mahasiswa dan lingkungan kampus Tidak hanya medalami soal ilmu, namun seorang dosen juga sangat disarankan untuk melakukan pendekatan terhadap mahasiswa dan lingkungan kampus. Bagaimana pun, keberadaan dosen di kampus berbanding lurus dengan proses pembelajaran mahasiswa di lingkungan kampus. Selain itu, proses pendekatan seperti ini juga sangat bermanfaat untuk proses peningkatan mutu di lingkungan kampus. Dari ke lima hal tersebut, menjadi dosen memang tidaklah semudah yang dibayangkan. Namun, dengan melakukannya sepenuh hati […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Ketika perguruan tinggi akan merubah statusnya menjadi PTN-BH tentunya tidak hanya dinilai dari satu atau dua sudut saja. Perguruan tinggi perlu untuk memperhatikan dengan baik tentang semua jenis tata kelola di perguruan tinggi terkait. Tata kelola tersebut sangatlah diperlukan untuk proses perubahan status menjadi PTN-BH. Seperti yang kita ketahui dalam permendikbud 4/2020, syarat menjadi PTN-BH salah satunya adalah mempunyai tata kelola kampus yang baik. Berikut adalah prinsip-prinsip tata kelola dalam perguruan tinggi yang baik di kebijakan Kampus Merdeka yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 4 Tahun 2020. 1. Akuntabilitas pengelolaan PTN Dalam pengelolaan perguruan tinggi, akuntabilitas merupakan suatu usaha untuk melakukan pertanggung jawaban dari perguruan tinggi tersebut terhadap proses penyelenggaraan yang ada di dalam pendidikan tinggi kepada stakeholders terkait. Seperti halnya proses pertanggung jawaban terhadap mahasiswa, orangtua, pemerintah, dosen, tenaga ahli, dan beberapa pihak terkait lainnya. Hal ini sangat diperlukan untuk menunjang kepercayaan dari stakeholders kepada perguruan tinggi tersebut. 2. Transparansi, efektivitas, dan efisiensi dalam pengelolaan PTN Dalam pengelolaan di dalam sebuah perguruan tinggi, sangat diperlukan adanya transparansi, efektivitas dan efisiensi. Ketiga hal tersebut sangatlah dibutuhkan untuk membentuk tingkat kualitas dari perguruan tinggi tersebut menjadi lebih baik. Sehingga, segala aspek yang dikelola oleh perguruan tinggi tersebut harus dilaporkan secara transparan dan jelas. 3. Nirlaba dalam pengelolaan PTN Nirlaba pengelolaan perguruan tinggi ini dimaksudkan bahwa perguruan tinggi tersebut mampu bersaing dan memiliki kualitas yang baik dalam bidang organisasi. Sistem pengorganisasian yang ada di dalam perguruan tinggi dapat membentuk suatu perguruan tinggi lebih baik dari pada sebelumnya. Keberadaan nirlaba ini merupakan suatu akses untuk membentuk perguruan tinggi yang lebih bertanggung jawab. Sehingga dapat dinilai mampu mempertanggungjawabkan seluruh aspek kinerja di dalam perguruan tinggi tersebut. 4. Ketaatan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan PTN Segala hal dan aspek yang ada di perguruan tinggi pastinya sudah diatur di dalam perundang-undangan yang berlaku. Peraturan perundang-undangan tersebut mengatur tentang prasyarat perguruan tinggi yang bisa dilakukan agar perguruan tinggi tersebut bisa berubah menjadi PTN-BH. Seperti halnya aturan mengenai proses penyelenggaraan dalam Tridharma perguruan tinggi, proses pengelolaan keuangan, standar pengelolaan organisasi, dan sistem tanggung jawab perguruan tinggi tersebut kepada pemerintah dan lingkungan sosial. 5. Periodisasi, akurasi, dan kepatuhan dalam penyusunan dan penyampaian laporan akademik dan non akademik Untuk melakukan perubahan status menjadi PTN-BH, perguruan tinggi wajib untuk mengatur sistem periodisasi, akurasi serta kepatuhan dalam semua proses dan penyusunan laporan yang akan disampaikan oleh pihak perguruan tinggi. Dalam melakukan laporan tersebut, tidak hanya hal akademik saja yang akan dilaporkan, namun juga sistem seluruh kegiatan non-akademik yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut. Keduanya wajib dilaporkan sebagai bentuk pertanggung jawaban perguruan tinggi kepada pihak pemerintah. Itulah lima prinsip yang bisa dilakukan sebuah perguruan tinggi agar memiliki tata kelola perguruan tinggi yang baik atau yang sering kita kenal dengan good gavernance sehingga bisa merubah statusnya menjadi PTN-BH. Nah, untuk membuat suatu tata kelola yang baik di dalam suatu perguruan tinggi, tentunya membutuhkan suatu sistem yang baik. Sehingga dapat mendukung seluruh kegiatan dan proses yang dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut. Salah satunya dengan menggunakan sistem informasi akademik Siakad Cloud. Di dalam sistemnya, sudah tersedia berbagai macam sarana […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Standar kelayakan finansial memang menjadi salah satu hal yang paling krusial di dalam perguruan tinggi. Kelayakan finansial tersebut sangat penting untuk memenuhi seluruh kebutuhan dan kegiatan kampus. Seluruh laporan keuangan dan kegiatan yang dikelola pun harus memenuhi standar yang berlaku sesuai dengan kebutuhan kampus tersebut. Disamping itu, untuk menjadi PTN-BH juga perguruan tinggi harus memperhatikan tata kelola sistem keuangan baik dan transparan. Sehingga pendapatan, pendistribusian, dan sumber-sumber pendanaan pun harus di perhatikan dengan baik dan detail. Berikut 3 standar minimum kelayakan finansial perguruan tinggi di kebijakan Kampus Merdeka yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 4 Tahun 2020, isinya tentang perubahan atas peraturan Mendikbud No 88 Tahun 2014 tentang perubahan perguruan tinggi negeri menjadi PTN badan hukum. 1. Pengelolaan keuangan dan aset sesuai dengan peraturan perundang-undangan Pengelolaan keuangan dan aset di dalam perguruan tinggi sudah diatur di dalam undang-undang yang berlaku. Disebutkan dalam PP Nomor 26 Tahun 2015, bahwa setiap perguruan tinggi wajib untuk melakukan pengelolaan terhadap sumber keuangan yang dimiliki. Terlebih perguruan tinggi tersebut sudah berstatus sebagai PTN-BH. Keuangan tersebut harus dikelola dengan baik karena anggaran tersebut bersumber dari anggaran pendapatan belanjaan Negara yang harus dipertanggung jawabkan dengan baik. 2. Laporan keuangan harus memperoleh opini wajar tanpa pengecualian selama 2 (dua) tahun berturut-turut Laporan yang dibuat harus bersifat accountable dengan prinsip pengelolaan asset dan keuangan yang sehat. Hasil laporan yang dibuat untuk melakukan laporan keuangan yang sangatlah penting untuk melaporkan pendanaan keuangan yang sudah ada. Sehingga, agar perguruan tinggi tersebut bisa dikatakan layak untuk berubah status menjadi PTN-BH, maka perguruan tinggi tersebut diminta untuk membuat laporan keuangan dengan catatan yang baik dan lengkap selama dua tahun berturut-turut. Baca juga: 5 Tips Membuat Laporan Keuangan di Akhir Bulan/Tahun dengan Cepat & Akurat 3. Kemampuan menggalang dana selain dari biaya pendidikan dari mahasiswa Biasanya, sumber penghasilan dari perguruan tinggi hanya mengacu pada keuangan dari mahasiswa dan biaya pendidikan saja. Namun, ketika perguruan tinggi tersebut akan berubah menjadi PTN-BH, perguruan tinggi tersebut juga harus mengupayakan kemampuan memperoleh pendapatan dari sumber-sumber lain. Seperti pengelolaan tata ruang, sarana prasarana, hasil kegiatan-kegiatan yang dilakukan perguruan tinggi, dan dari berbagai sumber lainnya. Bagaimana solusi untuk memperbaiki sistem keuangan di dalam perguruan tinggi? Perguruan tinggi diharapkan mampu mengelola keuangan dengan benar dan transparan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sistem keuangan pada perguruan tinggi. Seperti halnya menggunakan kemudahan dan kecanggihan teknologi masa kini. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan sistem keuangan kampus, seluruh sistem keuangan akan bisa diakses dengan mudah dan transparan. Untuk sistem keuangan yang sering digunakan oleh perguruan tinggi untuk memudahkan pengelolaan keuangan adalah sistem Finance Cloud. Dengan menggunakan Finance Cloud, anda akan dimudahkan untuk menata semua keuangan di kampus anda. Sehingga, perguruan tinggi anda pun akan mudah untuk bertransformasi menjadi PTN-BH.

Baca Selengkapnya »

5 Langkah Mudah Menulis Buku Ajar Buat Dosen Muda

 

Admin SEVIMA

 

27 Februari 2020

SEVIMA.COM – Menjadi dosen tidak hanya menyampaikan materi kepada mahasiswanya saja. Namun juga perlu melakukan eksplorasi dalam proses penyampaian materi tersebut agar mudah dipahami. Untuk menyampaikan materi kepada mahasiswanya, dosen kerap kali membuat bahan ajar dan buku ajar yang sangat penting untuk menunjang keberlangsungan belajar mengajar di dalam kelas. Buku ajar bisa dikatakan sebagai salah satu jembatan untuk dosen dan mahasiswa. Sehingga dosen dan mahasiswa bisa berinteraksi dengan mudah melalui buku ajar ini. Selain itu, buku aja ini sangat penting sekali sebagai salah satu tolok ukur dari kualitas perguruan tinggi. Nah, bagi anda yang ingin membuat buku ajar, coba terapkan 5 cara berikut. 1. Tulis dengan bahasa yang menarik dan informatif Biasanya, setelah melakukan pengumpulan informasi dan pemahaman terhadap semua materi yang akan ditulis, dosen bisa menuliskannya kembali dengan bahasa sendiri. Dengan demikian, semua informasi yang didapat agar lebih mudah disampaikan dan dipahami oleh mahasiswanya. Selain itu, ilmu yang disampaikan dosen pun bisa menunjang kebutuhan mahasiswa dengan baik. Biasanya, dalam melakukan penulisan ini dosen terkait melakukan penulisan buku ajar dengan berkolaborasi dengan tim. Namun, ada juga yang melakukan penulisan buku ajar seorang diri. 2. Buat visual dan tampilan buku dengan  menarik Tidak hanya tulisan saja, namun visual dan tampilan buku juga harus diperhatikan. Dengan membuat visual dan tampilan yang berbeda, maka buku ajar pun akan lebih diminati oleh mahasiswa. Sehingga, materi dan informasi yang disampaikan pun akan lebih jelas dan menarik. Biasanya, mahasiswa akan lebih tertarik dengan penjelasan dengan disertai visual yang eye catchy  dan menarik untuk dipelajari. Seperti halnya memberikan variasi mind map atau bentuk materi yang sudah divisualisasikan sebaik mungkin. 3. Susun materi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Banyak dari bahan ajar yang dibuat dengan tidak jelas dan materi yang disampaikan pun terlalu bertele-tele. Malahan, ada juga yang menggunakan bahan ajar yang tidak pernah diperbarui. Untuk membuat bahan ajar yang baik, sesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dan kurikulum yang berlaku. Dengan demikian, mahasiswa akan lebih mudah untuk mempelajari bahan ajar yang digunakan. Baca juga: Jangan Bingung! Inil 5 Tips Mudah Menulis Karya Ilmiah dengan Benar 4. Menggunakan pengemasan kembali informasi (Information Repacking or Text Information) Di dalam perguruan tinggi, banyak sekali dosen yang menulis buku ajarnya menggunakan metode pengemasan kembali informasi. Dalam penulisan ini, dosen hanya melakukan penyuntingan terhadao buku-buku yang menjadi referensi bahan ajar. Selain itu, dalam metode ini dosen juga bisa melakukan penulisan kembali terhadap sumber-sumber yang sudah ada dengan membentuk tulisan baru. 5. Terapkan penataan informasi Selain menulis kembali dengan bentuk tulisan baru, dalam pembuat buku ajar bisa juga melalui kompilasi materi dari berbagai bahan ajar. Seperti melalui artikel, jurnal, buku atau sumber penting lainnya. Melalui cara ini, dosen tidak melakukan perubahan terhadap tulisan yang sudah ada pada sumber. Dosen hanya menyusun kembali semua informasi yang di dapat tersebut sesuai dengan kebutuhan dan tata urutan yang dibutuhkan. Nah, bagi anda dosen muda, anda bisa menerapkan lima cara tersebut untuk membuat bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Dan tentunya, sangat mudah dimengerti dan dipahami oleh pembacanya. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Baca Selengkapnya »

Bagaimana Cara Mencari Jurnal yang Sesuai Kebutuhan?

 

Admin SEVIMA

 

18 Februari 2020

SEVIMA.COM – Siapa disini saat mencari jurnal sangat mengandalkan google? hayo angkat tangan. Terkadang para dosen atau mahasiswa itu terlalu “lugu” hanya mengandalkan Google sebagai tempat pencarian. Memang sih, Google atau Google Scholar cara paling mudah karena tinggal mengetikkan kata kunci dan keluar hasil yang cukup banyak, tapi bisa jadi artikel itu tidak sesuai yang kamu inginkan atau butuhkan. Yaps sudah saatnya kamu beralih ke database jurnal yang lebih tepat! Perpustakan Nasional RI Sudah Tahu belum? kalau pemerintah mengucurkan dana ratusan juta rupiah untuk berlangganan basis data jurnal ilmiah yang bagus-bagus melalui Perpustakan Nasional RI. Jadi sudah selayaknya kamu manfaatkan ini sebaik mungkin. Di PNRI ini kamu bisa menemukan berbagai basis data yang mengumpulkan ribuan jurnal ilmiah dan beberapa jenis artikel yang tidak bisa ditembus oleh Google. Jadi, manfaatkan dengan baik basis data ini untuk mencari artikel untuk keperluan skripsi atau tugas kamu. Cara Masuk Perpustakan Nasional RI Pertama, kunjungi situs web PNRI dan lakukan pendaftaran. Setelah berhasil, masuk ke E-resource dan temukan segudang basis data di atas. Jelajahilah semua, dan rasakan pengalamannya, mana yang cocok untuk bidang ilmumu. Terkadang beberapa perguruan tinggi juga sudah berlangganan dari beberapa penyedia di Perpustakan Nasional RI ini seperti UGM sudah berlangganan mandiri EBSCO. Atau beberapa kampus lain juga sudah berlangganan, kamu bisa tanyakan dibagian akademik dan penelitian kampus. Kedua, untuk kebutuhan terutama basis data Thesis/Dissertation kamu bisa coba ProQuest. Di sini cukup masukkan kata kunci, dan akan keluar naskah disertasi S3 full text dari berbagai universitas keren di dunia, di mana Google tidak mungkin bisa menjamahnya. Dan ini LEGAL! Selamat mencoba, jangan lupa share ke rekan-rekan yang lain. Dan silakan coba database yang lain dan temukan artikel sesuai yang kamu inginkan.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Pernah gak sih kamu merasa kurang maksimal saat melakukan KRS tiap semester? Rasanya seperti masih ada yang kurang bahkan kamu melakukannya dengan tergesa-gesa tanpa persiapan yang matang. Bisa dibilang KRS merupakan salah satu hal paling krusial ketika seorang mahasiswa tengah melakukan rencana belajarnya. Saat melakukan sistem KRS ini, mahasiswa diwajibkan untuk mengambil jatah berapa Sistem Kredit Semester (SKS) yang harus ditempuh di semester depan. Biasanya jatah SKS akan ditentukan berdasarkan jumlah IPK atau IPS yang didapat dari semester sebelumnya. Permasalahan dari sistem KRS ini adalah tingkat fleksibilitas dan pencatatan mata kuliah yang sudah ditempuh dan yang akan ditempuh oleh setiap mahasiswa. Nah, kalian pasti suka bingung kan bagaimana cara melakukan KRS setiap semester dengan benar atau bahkan ketinggalan jadwal untuk melakukan KRS. So, disini ada 5 tips jitu yang bisa kamu terapkan saat menghadapi KRS. 1. Perhatikan jumlah SKS yang akan diambil Umumnya, dalam suatu program studi diwajibkan untuk mengambil minimal SKS sebanyak 144. Tentunya banyak sekali dari para mahasiswa yang suka lupa dengan jumlah SKS yang sudah diambil. Banyak hal yang cukup fatal yang bisa terjadi apabila mahasiswa lupa dengan jumlah SKS yang sudah diambil. Jadi, mencatat dan memperhatikan jumlah SKS yang diambil adalah suatu kewajiban. 2. Buatlah list mata kuliah yang wajib diambil Tidak hanya mencatat jumlah SKS yang sudah diambil namun setiap mahasiswa harus  mencatat mata kuliah yang wajib diambil. Pencatatan ini diwajibkan agar mahasiswa wajib mengetahui mata kuliah yang sudah diambil. Sehingga bisa memperbaiki nilai yang kiranya perlu diperbaiki. Namun, kebanyakan dari mahasiswa tersebut lupa untuk mencatat mata kuliah yang wajib diambil. Sehingga, ketika mendekati pelaksanaan KRS mereka kerap kali tidak mencatat mata kuliah yang wajib diambil. Akibatnya, KRS pun tidak berjalan dengan baik. So, jika kamu ingin sukses melakukan KRS jangan lupa untuk mencatatnya ya. 3. Perhatikan mata kuliah yang harus diperbaiki Karena masih ada beberapa kampus yang belum menggunakan metode modern untuk melakukan KRS, banyak pula dari mereka yang lupa dengan mata kuliah yang harus diperbaiki. Nah, dengan adanya permasalahan tersebut hendaknya kamu harus lebih teliti dan hati-hati untuk melakukan pengecekan mata kuliah yang harus diperbaiki tersebut. Tapi, semua permasalahan tersebut dapat dengan mudah diatasi apabila perguruan tinggimu telah menggunakan sistem yang modern seperti siAkad cloud. Di dalamnya, sudah terdapat fasilitas yang dapat mencatat seluruh nilai mata kuliah kamu dari awal kamu kuliah. 4. Catat jadwal perkuliahanmu pasca melakukan KRS Pernahkan kamu menulis jadwal perkuliahan pasca melakukan KRS? Sayangnya, tidak semua mahasiswa langsung mencatat jadwal perkuliahan tersebut. Sehingga hal buruk bisa terjadi bila kamu tidak melakukannya. Bisa saja kamu akan mengalami cekal dalam pelajaran yang kamu tempuh. Untuk itu, kamu harus memperhatikan jadwal perkuliahan tersebut ya! Jangan sampai hal kecil seperti itu bisa mengganggu proses perkuliahan. Namun, hal itu bisa kamu antisipasi jika menggunakan siAkad Cloud. Kamu tidak akan menemukan permasalahan seperti ini karena semua jadwal mata kuliah yang sudah kamu ambil sudah tercatat dengan baik di dalam akunmu. 5. Perhatikan dengan baik jadwal KRS yang sudah ditentukan oleh pihak kampus Jika kamu melewatkan jadwal KRS, kamu akan kehilangan kesempatan mendapatkan kelas […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Pernah gak sih kamu bingung saat memasuki semester dimana kamu harus memilih peminatan studi? Memilih konsentrasi/peminatan studi tidaklah semudah membalikkan tangan, perlu pertimbangan khusus dan pemikiran matang untuk memilihnya. Terkadang masih banyak yang suka bingung atau justru asal-asalan saat memilih. Wah, hal seperti itu perlu kamu hindari ya! Kamu harus selektif sebelum memasukinya.  Memilih peminatan studi tentunya sangat bermanfaat untuk kepentingan masa depanmu, lho. Seperti halnya saat proses pengerjaan skripsi, tugas akhir atau bahkan bisa jadi penentu karir impianmu. Peminatan studi ini normalnya diadakan ketika saat memasuki semester 5 atau 6. Biasanya, setiap program studi menyediakan beberapa peminatan studi yang akan diampu oleh mahasiswa. Dari berbagai macam peminatan studi tersebut, setiap mahasiswa diperkenankan untuk memilih satu peminatan studi dan dipilih langsung oleh yang bersangkutan. Kalau sampai kamu salah pilih, bisa jadi akan berimbas pada masa studimu. So, biar kamu gak salah pilih, yuk coba lakukan tips berikut ini. 1. Kenali potensi di dalam dirimu Ketika kamu sudah menjajaki dunia perkuliahan, setidaknya kamu harus mengetahui seluk beluk tentang program studimu tersebut. Cari tahu mengenai detail informasi terkait dan cobalah untuk mengenali potensi yang kamu miliki. Setelah mengetahuinya, coba proyeksikan potensi dan bakatmu ke peminatan studi yang ada. Nah, setelah itu tanyakan pada dirimu sendiri, peminatan studi apa sih yang bisa menunjang potensi tersebut? 2. Cari tahu seluk beluk peminatan yang akan dipilih Sebelum menentukan peminatan dalam program studi, sebaiknya carilah seluk beluk dari peminatan studi yang akan kamu ambil. Biasanya sebelum menuju ke peminatan studi, mahasiswa akan dikenalkan melalui mata kuliah dasar peminatan tersebut. Dari sinilah, kamu bisa mempertimbangkan apakah peminatan tersebut bisa kamu jadikan pilihan atau tidak. 3. Konsultasi dengan yang lebih berpengalaman Memang sudah menjadi tradisi, ketika seseorang ingin melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan hendaknya bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman. Begitu pula ketika kamu ingin memilih peminatan studi yang ada pada program studimu. Coba lakukan pendekatan kepada kakak tingkat atau bisa juga kepada dosen yang kiranya akan membantu memberikan masukan penting mengenai peminatan yang akan kamu pilih. Jangan lupa pertimbangkan dengan baik dengan potensi yang sudah kamu miliki ya. 4. Berpikir visioner Jika kamu sudah mantap menentukan pilihan peminatan studi, cobalah berpikir ke depan secara visioner. Apakah peminatan pilihanmu tersebut bisa menunjang karirmu di masa yang akan datang? Usahakan apa yang akan kamu lakukan memiliki benang merah dengan karir impianmu. Sebagai contoh, bila kamu adalah seorang mahasiswa Psikologi dan kamu berencana untuk menjadi seorang psikolog, kamu bisa memilih peminatan psikologi klinis untuk peminatan studimu. Sehingga pilihanmu tersebut bisa kamu jadikan bekal untuk karir masa depanmu. 5. Pahami segala konsekuensi bila telah memilih Suatu pilihan, pastinya punya konsekuensi masing-masing yang harus kamu tanggung. Seperti halnya saat kamu sudah mantap untuk memilih peminatan studi yang akan kamu tempuh. Kamu harus berani menerima segala resiko yang akan kamu terima, seperti ketentuan peminatan yang mewajibkan untuk melakukan praktik lapangan, magang, ataupun tugas akhir yang berbeda dengan peminatan lain. Kamu harus siap ya! Nah, berdasarkan ulasan mengenai tips pemilihan peminatan studi tersebut, semoga dapat membantumu agar lebih mantap dalam memilih […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyebutkan lima pekerjaan yang dianggap paling hot di Indonesia saat ini. Paling hot maksudnya adalah yang paling banyak dibutuhkan saat ini. Hal itu disampaikan Nadiem di hadapan para milenial dalam gelaran Indonesia Millennial Summit (IMS) 2020 di The Tribrata, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Pekerjaan itu adalah bidang analis, researcher, UX design, software engineer, dan product management. “Itu adalah lima job yang paling hot di Indonesia saat ini,” kata Nadiem. Berikut penjelasan singkat pekerjaan-pekerjaan rekomendasi Mendikbud Nadiem Makarim; 1. Analis Profesi analis dapat dijumpai diberbagai bidang, seperti politik, kesehatan, teknologi, ekonomi, dan lain-lain. Dibidang teknologi, kita mengenal analis sistem. Ahli kimia yang bekerja di laboratorium juga disebut analis. Dibidang kesehatan, ada jurusan Analis Kesehatan atau Teknologi Laboratorium Medik. Namun apapun bidangnya, tugas seorang analis adalah membedah, menguraikan, memilah, dan mengenal seluruh bagian. Karena tugasnya tersebut, seorang analis harus memiliki kemampuan dalam memahami data dan informasi. Kamu siap jadi analis? 2. Peneliti/Researcher Jika merasa memiliki kesabaran dan konsistensi, profesi ini mungkin menarik buatmu. Tapi yang paling mendasar dibutuhkan oleh seorang peneliti adalah rasa ingin tahu yang tinggi. Dari rasa ingin tahu inilah dilakukan penelitian dan analisis – yang memerlukan waktu, untuk kemudian informasi yang diperoleh disampaikan kepada klien. 3. UX Design Anak IT pasti tidak asing dengan istilah UX Design. Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan digital, profesi UX Design juga semakin banyak dibutuhkan untuk mengakomodasi layanan lewat web atau aplikasi. Dalam mendesain, faktor kenyamanan pengguna menjadi pertimbangan utama tanpa mengesampingkan sisi estetika. Info loker UX designer: sevima.com/karir 4. Software Engineer Software engineering sendiri merupakan penerapan prinsip-prinsip teknik pengembangan perangkat lunak. Software engineering diaplikasikan pada sistem yang kompleks, seperti organisasi bisnis. Seorang software engineer mengawali pekerjaannya dengan menganalisis kebutuhan pengguna. Kemudian, berangkat dari kebutuhan tersebut, software engineer mendesain, mengkonstruksi, dan menguji aplikasi melalui penggunaan bahasa pemrograman. Baca juga: Kuliah Jurusan Teknik Informatika, Belajar Apa Aja Sih? 5. Product Manager Sebenarnya bidang product management sudah ada cukup lama. Kenapa masih dibutuhkan lagi dimasa mendatang? Karena perkembangan teknologi yang cukup besar didunia bisnis. Maka tentunya, ada penyesuaian, pergeseran, bahkan perubahan dalam dunia bisnis seiring dengan penggunaan teknologi yang semakin masif. Product manager sendiri bertugas menghasilkan produk yang berkualitas. Tak selesai sampai disitu, tugas product manager pula untuk menghasilkan strategi bisnis produk tersebut. Itulah sebabnya, seorang product manager perlu memahami seluruh aspek bisnis dimana ia bekerja. Sekarang, apakah kita harus sepakat dengan Mendikbud Nadiem Makarim? tentu itu tergantung kamu, boleh sepakat atau tidak. Tapi bolehlah dijadikan referensi ide sebagai rujukan dalam memilih jurusan kuliah, karena memang saat ini 5 pekerjaan itu sangat di butuhkan di lapangan. Itulah 5 pekerjaan paling banyak dibutuhkan menurut Mendikbud Nadiem Makarim, bagaimana menurutmu?

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Tahukah anda bahwa melakukan pengelolaan keuangan dengan maksimal di dalam suatu perguruan tinggi dapat membantu meningkatkan mutu dan pengembangan dari perguruan tinggi tersebut? Mungkin masih ada beberapa atau banyak dari perguruan tinggi yang belum cukup baik dalam mengelola keuangan terutama dalam proses pembukuannya. Kali ini produk Finance Cloud hadir dengan fitur-fitur terbaiknya menjadi suatu aplikasi dalam pengelolaan keuangan perguruan tinggi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam fitur-fiturnya tersebut, akan selalu siap membantu perguruan tinggi anda untuk menyiapkan transformasi terbarunya. Nah, apa saja sih yang bisa anda dapatkan dalam penggunaan Finance Cloud? Berikut 7 fitur yang ada dalam Finance Cloud. 1. Manajemen Anggaran Manajemen anggaran sangatlah penting dalam proses pengelolaan anggaran belanja maupun pendapatan. Nah, dalam Finance Cloud ini sudah tersedia menu manajemen anggaran untuk membantu anda dalam proses pengelolaan dana perguruan tinggi anda dengan baik. 2. Manajemen Unit Kerja Perguruan tinggi biasanya memiliki berbagai macam unit dalam pengelolaan administrasinya. Dalam semua transaksi, semua kegiatan transaksi tersebut akan diarahkan pada masing-masing unit jurusan, prodi, fakultas, biro, atau lembaga dalam perguruan tinggi tersebut. Untuk itu, di dalam Finance Cloud sudah tersedia menu untuk manajemen unit kerja tersebut agar bisa dipantau dengan mudah melalui pusat. 3. Pengelolaan Transaksi Keuangan Proses pengelolaan dana dalam bertransaksi di dalam suatu perguruan tinggi biasanya cukup rumit dan membutuhkan waktu yang lama untuk mencatatnya. Finance cloud memiliki menu yang cukup mudah untuk membantu anda dalam mengelola segala jenis transaksi keuangan pada perguruan tinggi anda seperti transaksi penerimaan, pengeluaran dan mutasi. 4. Laporan Keuangan Laporan keuangan yang baik biasanya dilaporkan secara gamblang dan transparan. Namun, dalam proses laporanya membutuhkan waktu yang cukup lama dan tentunya kurang detail. Dengan menggunakan Finance Cloud ini, anda dapat dengan mudah memonitor dan mengelola laporan keuangan dengan jenis yang lengkap seperti laba rugi, neraca dan arus kas. 5. Tutup Buku Keuangan Tutup buku keuangan biasanya menjadi momok tersendiri bagi para pengelola keuangan. Biasanya mereka membutuhkan waktu yang relatif lama dan bisa jadi menambah jatah lembur dalam kerja anda. Nah, ketika anda menggunakan produk dari Finance Cloud ini, anda akan sangat terbantu saat proses tutup buku keuangan. Anda  bisa dengan mudah untuk menarik proses tutup buku keuangan baik bulan maupun tahun anda lebih cepat dan mudah. 6. Integrasi Keuangan Akademik Selain mengatur proses keuangan dan laporan keuangan, dengan menggunakan Finance Cloud anda bisa melakukan sinkronisasi data semua pembayaran mahasiswa atau penerimaan mahasiswa baru di dalam aplikasi ini. Sehingga akan menemukan kemudahan yang cukup efisien dalam melakukan pengecekan sistem pembayaran pada mahasiswa tersebut. 7. Online Support Tidak hanya kemudahan dalam melakukan proses pelaporan keuangan, anda juga bisa dengan mudah melakukan sharing atau studi kasus yang ingin didiskusikan dengan mudah. Dengan berlangganan aplikasi ini, anda akan didukung penuh dengan layanan dari kami, yaitu UG online (tutorial, studi kasus, faq, troubleshooting), group WA setiap perguruan tinggi, dan support video conference. Itulah 7 kelebihan Finance cloud dalam mengatasi semua permasalahan anggaran kampus anda.  Sangat menguntungkan dan membantu anda dalam pekerjaan anda, lho. Yuk segera bertransformasi dengan Finance Cloud! financecloud.id

Baca Selengkapnya »