Berita & Artikel

Event SEVIMA

Feb

26

2021

...
Dunia Kampus | Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Sesditjen Dikti: SEVIMA Menginspirasi Indonesia dan Dunia

SEVIMA.COM, Surabaya, 25 Februari 2021 – SEVIMA baru saja merayakan hari jadinya yang ke 18. Sebagai kado dan apresiasi untuk perguruan tinggi, SEVIMA mengadakan kegiatan Webinar Nasional dan pengumuman pemenang SEVIMA Awards 2021 untuk rekan-rekan Perjuang PDDikti atau Kampus di seluruh Indonesia.

Feb

26

2021

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Selamat! Inilah Para Peraih Penghargaan SEVIMA Award 2021

SEVIMA.COM – Tanggal 25 Februari 2021 kemarin SEVIMA mengadakan Webinar Nasional tentang “Implementasi Kampus Merdeka” dengan pembicara Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI yaitu Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani,M.P. melalui Online Zoom, Kamis (25/02/2021).

Feb

09

2021

...
Berita | Event SEVIMA | Tips & Trik
Tips Cerdas Menulis Agar Lolos ke Penerbit dari Praktisi Penulis

SEVIMA.COM- Dunia pendidikan memang sangat erat hubungannya dengan kemampuan menulis. Menulis bisa dikatakan sebagai senjata utama untuk melakukan transfer ilmu dari pengajar kepada peserta didik. Untuk itu, para pelaku dunia pendidikan dianjurkan untuk terus meningkatkan kemampuan menulisnya.

Dec

08

2020

...
Event | Event SEVIMA
WEBINAR: Langkah Tepat Menyiasati Praktikum Prodi Kesehatan di Masa Pandemi

SEVIMA.COM – Kegiatan praktikum pada Program Studi (Prodi) Kesehatan seringkali tidak maksimal ketika dilaksanakan dengan metode Online Learning atau E-Learning. Terlebih dari webinar yang diadakan SEVIMA sebelumnya tentang memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) melalui online learning, banyak yang menanyakan strategi agar kegiatan praktikum di Perguruan Tinggi dengan Prodi Kesehatan dapat berjalan maksimal. Untuk menjawab kegelisahan Prodi Kesehatan dalam melakukan Praktikum di masa Pandemi ini, kami akan menyelenggarakan WEBINAR dengan pembahasan khusus terkait “Langkah Tepat Menyiasati Praktikum Prodi Kesehatan di Masa Pandemi” dengan mendatangkan beberapa narasumber yang telah berpengalaman dan kompeten. Webinar ini akan dilaksanakan pada: Hari: Selasa, tanggal 15 Desember 2020 Waktu: 13.00 WIB Melalui: aplikasi Zoom Meeting Untuk itu, kami mengundang Anda dalam Webinar dan Panel Diskusi ini. Webinar ini FREE namun kursi terbatas hanya 80 peserta saja dan dapatkan berbagai macam benefit seperti strategi menyiasati Praktikum pada Prodi Kesehatan pada E-Learning, dan tentunya dapat sertifikat juga. Yuk daftarkan diri Anda sekarang: https://bit.ly/webinar-prodikesehatan

Dec

01

2020

...
Berita | Event SEVIMA | Webinar
Sukses Memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah di Tengah Pandemi

SEVIMA.COM – Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) merupakan capaian dari suatu pembelajaran yang mencakup seluruh aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Capaian ini dibutuhkan untuk memperoleh hasil memuaskan di akhir perkuliahan. Sehingga, capaian tersebut dijadikan sebagai tolok ukur selama proses belajar mengajar.  Menerapkan capaian pembelajaran, ternyata membawa dampak terhadap tersendiri bagi suatu pembelajaran. Tanpa adanya standar capaian pembelajaran, kualitas program studi maupun perguruan tinggi akan menurun. Sehingga, ini akan menghambat kegiatan belajar-mengajar di suatu perguruan tinggi.  Keadaan semakin memburuk ketika pandemi mulai merajalela di Indonesia. Para pendidik harus mencari strategi yang tepat untuk diaplikasikan kepada seluruh perguruan tinggi.  Melihat situasi dan kondisi seperti sekarang ini, SEVIMA memberikan jalan keluar melalui Webinar dengan tema ‘Langkah Sukses Memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)’. Menghadirkan pembicara yang kompeten dalam pembelajaran online learning, yaitu Dr. Uwes Anis Chaeruman (Dewan Penasihat Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI)), Syarif Iqbal, S. Sos, M.A (Dosen Hubungan Internasional), dan Tim Pengembang Konten E-Learning IAIN Parepare.  — Banyak yang mengira, adanya pandemi yang sedang mewabah di negeri kita akhir-akhir ini membuat sistem pembelajaran harus dilakukan secara online. Sayangnya anggapan itu kurang tepat. Sistem pembelajaran online seperti ini memang sudah mulai dirintis sejak tahun 2013 silam. Metode ini merupakan suatu gambaran pembelajaran online di masa mendatang.   “Pemerintah dan pihak pendidikan tinggi sudah merencanakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari beberapa tahun lalu. Mereka beranggapan, dengan menerapkan metode PJJ tersebut sistem belajar mengajar akan lebih mudah diaplikasikan dengan baik,” ujar Uwes.  Di Indonesia, belum banyak pihak perguruan tinggi menggunakan metode ini. Namun sejak pandemi, akhirnya seluruh elemen pendidikan di Indonesia menggunakan metode tersebut.   Dalam bukunya yang berjudul ‘PEDATI: Model Desain Sistem Pembelajaran Blended’, Uwes menjelaskan mengenai metode PEDATI (Pembelajaran Daring Perguruan tinggi). Metode ini bisa dijadikan salah satu opsi untuk melakukan e-learning, khususnya learning pathway.  Metode pembelajaran ini, bisa menjamin terwujudnya CPMK dalam pembelajaran daring.  E-learning sendiri menurut Uwes bisa dibagi menjadi dua hal: synchronous learning dan asynchronous learning.  Synchronous learning adalah suatu metode yang digunakan para pengajar melalui pembahasan perkuliahan secara langsung, baik melalui Live Synchronous learning (tatap muka) dan Virtual Synchronous (tatap maya).  Berbeda dengan Synchronous learning, Asynchronous merupakan metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi modern, seperti aplikasi dan fitur-fitur tertentu. Asynchronous dibagi menjadi dua, yaitu Self Directed Asynchronous dan Collaborative Asynchronous.  Self Directed Asynchronous merupakan metode pembelajaran yang bisa dilakukan secara mandiri, selain itu metode pembelajaran ini bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Menurut Uwes, metode pembelajaran tersebut sangat cocok untuk diaplikasikan selama masa pandemi ini. Terlebih jika digunakan untuk memenuhi kriteria capaian pembelajaran.  Sedangkan Collaborative Asynchronous adalah metode pembelajaran yang bisa dilakukan untuk belajar dan bertukar pikiran dengan satu dengan yang lain melalui media digital. Dengan menggunakan metode ini, dosen dan mahasiswa akan lebih mudah melakukan diskusi dan kolaborasi untuk bertukar pikiran.  Menentukan Metode Belajar yang Tepat Setiap perguruan tinggi memang sudah memiliki pakem yang tepat untuk melakukan pembelajaran tatap maya selama pandemi. Banyak mahasiswa yang merasa bosan dan kurang pas dengan metode yang sudah dilakukan pembelajaran online ini.  Menurut Uwes, untuk mengatasi kebosanan tersebut, pengajar bisa […]

Nov

27

2020

...
Berita | Dunia Kampus | Event SEVIMA
Cegah Ijazah Palsu, Penomoran Ijazah Nasional Dilakukan

MARAKNYA pemalsuan ijazah yang terjadi membuat miris semua pihak. Kejadian tersebut terjadi pada banyak wilayah di Indonesia. Mengutip data yang ada dari media terdapat 873 ijazah yang sudah diproduksi kampus swasta di Kota Tangerang, Banten. Padahal kenyataannya, kampus tersebut hanya meluluskan 145 mahasiswa. Dengan kata lain, sejumlah 728 ijazah tidak diketahui pemiliknya. Kejadian miris lainnya terjadi di Sumatera Utara. Seorang bakal calon Gubernur Sumatera Utara, juga melakukan pemalsuan legalisasi fotokopi ijazah. Akibatnya, Ia harus mundur dari pencalonannya karena telah melanggar ketentuan Pilkada. Dengan kondisi ini mendorong Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) melakukan perombakan dan inovasi baru untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meluncurkan pengeluaran nomor ijazah. Aturan tersebut dinamai dengan Penomoran Ijazah Nasional atau yang biasa disebut sebagai PIN. Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, SEVIMA menggelar.Webinar dengan tema strategi cerdas dalam pendaftaran PIN 100 Persen Eligible. SEVIMA mengundang para pembicara berpengalaman antara lain Muhammad Veridy Samodra (Perwakilan LLDIKTI VIII), Ramli, Kepala Bagiam (Kabag) PDDikti Universitas Muhammadiyah Mataram, dan Mahendri Winata (CTO SEVIMA). Webinar ini membahas tentang: ketentuan PIN, kegunaan pemberlakuan PIN, langkah cerdas untuk mencapai pendaftaran PIN 100% Eligible, serta strategi pendaftaran PIN dengan tepat. Seluruh informasi mengenai Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (SIVIL) dikupas tuntas melalui webinar SEVIMA kali ini. Sesuai Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 , bahwa hukum pidana akan berlaku bagi perseorangan, organisasi, atau penyelenggara Pendidikan Tinggi; apabila terbukti melanggar ketentuan tersebut. Sanksi yang diberikan berupa hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda senilai Rp 1 miliar.Hal Ini juga berlaku dalam pemalsuan ijazah yang terjadi di Indonesia. Perwakilan LLDIKTI VIII, Muhammad Veridy Samodra mengungkapkan, PIN dan Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (SIVIL) sangat perlu dan penting untuk diberlakukan di seluruh perguruan tinggi. Dengan harapan agar seluruh proses pengeluaran di perguruan tinggi bisa terorganisir sebaik mungkin. Menurut Veridy, berbagai upaya untuk menekan angka pemalsuan ijazah ini terus dilakukan agar tidak merugikan banyak pihak. Dalam hal ini, seluruh proses pemberlakuan PIN dan SIVIL bagi perguruan tinggi juga diatur dalam Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 59 tahun 2018. Seluruh sistem penomoran pada PIN ini nantinya akan langsung dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dengan harapan, seluruh ijazah yang keluar bisa terdeteksi dengan baik. Hasil proses PIN itu disebut sebagai Nomor Ijazah Nasional (NINA). Setelah NINA keluar, maka akan diverifikasi secara langsung melalui SIVIL. PIN memang terbilang masih sangat baru di lingkup perguruan tinggi, sehingga setiap kampus wajib mengetahui strategi yang tepat untuk menerapkannya. Pada surat edaran yang sudah dikeluarkan oleh PDDikti, perguruan tinggi wajib menerapkan PIN mulai Desember 2020. Untuk itu, wajib bagi perguruan tinggi untuk menyiapkannya dengan sangat baik agar mencapai 100% eligible. Menurut Ramli, terdapat dua prinsip yang bisa diterapkan untuk melakukan penerbitan ijazah. Pertama, prinsip kehati-hatian, bertujuan untuk menjaga keaslian ijazah, sertifikasi profesi, dan sertifikat kompetensi agar ijazah yang sudah dikeluarkan tidak mudah dipalsukan. Prinsip kedua yaitu akurasi. Ini berfungsi untuk mengatur ketepatan data dan informasi yang dicantumkan di dalam ijazah, sertifikasi kompetensi, sertifikasi profesi sesuai dengan data NIK pada Kartu Tanda Penduduk. Seluruh data mahasiswa yang akan didaftarkan […]

Nov

27

2020

...
Berita | Dunia Kampus | Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama | Webinar
Marak Pemalsuan Ijazah, Perguruan Tinggi Wajib Berlakukan PIN per Desember 2020

jpnn.com, JAKARTA – Pemalsuan ijazah di Pendidkan Tinggi masih marak terjadi. Ironisnya, kejadian ini tidak hanya terjadi pada satu wilayah. Inilah yang mendorong LLDikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) melakukan perombakan dan inovasi baru untuk mengatasi masalah tersebut dengan meluncurkan Penomoran Ijazah Nasional (PIN). Perwakilan LLDIKTI VIII Muhammad Veridy Samodra, mengungkapkan, PIN dan Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (SIVIL) sangat penting diberlakukan di seluruh perguruan tinggi. Ini agar seluruh proses pengeluaran nomor ijazah di perguruan tinggi bisa terorganisir sebaik mungkin. “Berbagai upaya untuk menekan angka pemalsuan ijazah ini terus dilakukan agar tidak merugikan banyak pihak,” kata Veridy dalam webinar Strategi Cerdas dalam Pendaftaran PIN untuk mencapai 100% Eligible yang dibesut SEVIMA, baru-baru ini. Dia menjelaskan, seluruh proses pemberlakuan PIN dan SIVIL bagi perguruan tinggi juga diatur dalam Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 59 tahun 2018. Seluruh sistem penomoran pada PIN ini nantinya akan langsung dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan harapan, seluruh ijazah yang keluar bisa terdeteksi dengan baik. Hasil proses PIN itu disebut sebagai Nomor Ijazah Nasional (NINA). Setelah NINA keluar, maka akan diverifikasi secara langsung melalui SIVIL. “PIN memang terbilang masih sangat baru di lingkup perguruan tinggi, sehingga setiap kampus eajib mengetahui strategi yang tepat untuk menerapkannya,” ucapnya. Dalam surat edaran yang sudah dikeluarkan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), perguruan tinggi wajib menerapkan PIN mulai Desember 2020. Untuk itu, perguruan tinggi diminta menyiapkannya sedari sekarang agar mencapai 100% eligible. Pada kesempatan sama Kabag PDDikti Universitas Muhammadiyah Mataram, Ramli, S.AP,  mengungkapkan, ada dua prinsip yang bisa diterapkan untuk melakukan penerbitan ijazah. Pertama, prinsip kehati-hatian, bertujuan untuk menjaga keaslian ijazah, sertifikasi profesi, dan sertifikat kompetensi agar ijazah yang sudah dikeluarkan tidak mudah dipalsukan. Prinsip kedua yaitu akurasi. Ini berfungsi untuk mengatur ketepatan data dan informasi yang dicantumkan di dalam ijazah, sertifikasi kompetensi, sertifikasi profesi sesuai dengan data NIK pada Kartu Tanda Penduduk. “Seluruh data mahasiswa yang akan didaftarkan dan diinput dalam PIN wajib untuk dilakukan pengecekan ulang terutama pada kolom NIM, NIK, nama mahasiswa, jenis pendaftaran, dan tempat tanggal lahir,” terang Ramli. Selain itu, data lain yang wajib untuk dilakukan pengecekan adalah jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) yang sudah ditempuh mahasiswa. Langkah selanjutnya, pengecekan wajib dilakukan pada rekapan AKM. Pada rekapan AKM ini, data yang paling krusial untuk dilakukan pengecekan adalah IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), SKS total, status mahasiswa, dan status masa studi mahasiswa. Yang tak kalah penting, lanjut Ramli, koreksi data wajib dilakukan sedini mungkin untuk menghindari kesalahan input. Jika terjadi kesalahan dalam input data, langsung saja lakukan pengecekan ulang data tersebut. “Perbaikan dan koreksi data bisa dilakukan melalui feeder yang sudah tersedia,” ucapnya. Agar data bisa terverifikasi dengan baik, Ramli menyarankan untuk memastikan dulu seluruh data mahasiswa yang dimasukkan benar-benar akan diwisuda. Pastikan bahwa seluruh acuan pengajuan reservasi dan pendanaan PIN setidaknya menggunakan SK Yudisium atau SK Wisuda yang mengacu pada eligible PIN. (esy/jpnn)   Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul “Marak Pemalsuan Ijazah, Perguruan Tinggi Wajib Berlakukan PIN per Desember 2020”.

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Back-End Operator: Menjadi Tumpuan Utama Perguruan Tinggi, Oleh: Widodo (STIKES Notokusumo Yogyakarta)

Cerita: Widodo- STIKES Notokusumo Yogyakarta Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, shalom, om swastiastu. Namo buddhaya, salam kebajikan, perkenalkan nama saya WIDODO Operator Back-end/Supermen. Dulu Epsbed yang sekarang berganti nama PDDIKTI Feeder dari STIKES Notokusumo Yogyakarta, yang dulu AKPER Notokusumo, saya jadi Operator Back-end/Supermen sejak 2012-sekarang. Kenapa saya katakan Operator Back-End/Supermen, memang kenyataanya seperti itu? Tidak ada SK khusus yang menerangkan saya sebagai Operator Epsbed atau PDDIKTI Feeder. Saya hanya sebagai Pranata komputer dan jaringan, yang bertugas sebagai seorang Supermen (Printer rusak saya, isi tinta saya, komputer eror saya, jaringan eror saya, service CPU, service power suplay, instalasi server, maintenance server (linux, windows), CCTV, router, dan aplikasi pendukung lain seperti eprints, OJS, SLIMS, WEBSITE, SIAKAD, SI INVENTARIS, SISTER, FEEDER, Tracer study, SPMB, Uji tulis SPMB, Arsip digital, e-learning dll. Karena di tempat saya tidak ada petugas khusus yang menangani hal tersebut. IT Supermen/Back-End hanya satu orang yang bernama bapak WIDODO wkwkwkwk…..! Singkat cerita saya jadi Operator Back-end pelaporan Epsbed itu priode 2013-1 ketika temen saya Pak Jaka megalami kecelakaan dan tidak bisa melajutkan pelaporan Epsbed dalam waktu yang cukup lama, ketika itulah saya di tujuk oleh pimpinan untuk mengantikan pak Jaka sebagai Operator Epsbed sementara. Nah di sini agak lucu… saya suruh megerjakan sesuatu yang saya tidak tahu sama sekali apa itu pelaporan Epsbed, cara kerja, bagaimana cara memulai mengerjakan, sampai mana dikerjakan sebelumnya. Karena pak jaka kecelakaan dan terjadi benturan di kepala agak fatal tidak mungkin saya konsultasi ke beliau. Untungnya saya pernah diajak Pak Jaka beberapa kali mengikuti pelatihan Epsbed di Kopertis dan dikenalkan beberapa teman Operator Epsbed. Terima kasih buat Om Andri (mantan operator YKY dan Mbah Manto Operator YKP) yang telah membantu dan membimbing selama 4 hari bagaimana cara melakukan pelaporan Epsbed, dan akhirnya laporan Epsbed 2013-1 dapat dilaporkan dengan baik ke kopertis. Perjalanan sebagai Operator Back-end tidak sampai di situ, setelah Pak Jaka sudah bisa masuk kembali, saya masih mendapingi sebagi operator Back-end dari era Epsbed sampai ke Feeder masalah trouble pelaporan selalu ada dari waktu ke waktu baik data awal salah, transaksi akademik salah dsb dan sempat membeli beberapa kali sistem informasi akademik (SIAKAD) dan digunakan selaku ada masalah baru (terutama ketika ada masalah di siakad pengembang susah di hubugi dan tidak ada komunitas untuk sharing mengenai masalah yang ada) akhirnya tidak bisa di pakai SIAKAD tersebut dan beli atau kerjasama dengan pengembang lagi. Dan seperti itu lagi…?. Singkat cerita di 2018-2019 ada rotasi jabatan di setiap bagian dan berbarengan kampus alih bentuk dari AKPER ke STIKES. Di situlah baru saya di tunjuk pimpinan untuk menjadi Operator utama wkwkwkkw…..! PDDIKTI Feeder bersama pak muji. Berdasarkan pengalaman yang sebelum-sebelumnya saya sedikit memahami cara kerja pelaporan Epsbed, Feeder dan hubuganya dengan SIAKAD. Ketika itu pak jaka masih pakai SIAKAD dan Feeder dan harus kerja 2 (dua) kali untuk melakukan pelaporan. Dan karena waktu itu saya bukan Operator utama maka hanya mendampigi saja secara diam-diam wkkwkw….. ! pada waktu yang bersamaan saya install GoFeeder […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Menjadi Admin PDDIKTI yang Lekat di Hati, Oleh: Widia Astuti (STKIP Adzkia)

Cerita: Widia Astuti- STKIP Adzkia Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Assalamualaikum, Sahabat PDDIKTI. Salam seDATA.. Saya begitu tertarik mengetahui SEVIMA mengadakan lomba bertajuk pejuang. Oh my God, akhirnya ada juga yang mendengarkan risalah kami. Istilah pejuang lumrahnya disandangkan kepada pahlawan. Sepuluh November, kan! Hari pahlawan. Dan hari ini saya merasa sangat bangga menyandang gelar ini. Pejuang Data Perguruan Tinggi. Perkenalkan, nama saya Widia. Saya admin STKIP Adzkia, salah satu perguruan tinggi swasta di Sumatera Barat. Bicara tentang PDDIKTI, tak ada ubahnya membicarakan sebuah rumah besar yang di dalamnya terdapat begitu banyak pintu. Setiap pintu terhubung dengan banyak ruangan. Itulah PDDIKTI versi saya. Dia memiliki pintu-pintu yang semua bersumber kepadanya. Kita mengenal Feeder PDDIKTI, SISTER PDDIKTI, PIN, PRIMA yang terbaru, dan semua terhubung ke rumah besarnya, PDDIKTI. And you know guys, siapa yang punya akses menjelajahi semua pintu ini? Admin PDDIKTI. Sebenarnya saya pribadi belum lama menjadi admin PDDIKTI. Belum genap tiga tahun. Tapi perjalanan menjadi admin PDDIKTI amat lekat dengan hati. Kami bercengkrama hingga tengah malam. Bayangkan saja, portal akademik kami yang belum tersinkronisasi dengan Feeder, menjadikan kami harus menyalin data per-data, nilai per-nilai, KRS per-KRS dan AKM per-AKM. Setiap akan masuk bulan April dan Oktober, kedua bola mata ini sudah siap untuk tempur. Lelahkah…? Of course. Pernah lihat matanya Po, si kungfu panda. Ya, kurang-lebih seperti itulah. Tapi disini indahnya. Meskipun Feeder kami belum tersinkronisasi dengan SIAKAD seperti PT lain, tak menjadikan semangat kami surut. Kebiasaan berlama-lama dengan PDDIKTI menjadikan kami amat dekat dengan semua civitas akademik, baik itu dosen, pimpinan, serta mahasiswa. Semuanya paham bila kami harus menyelesaikan pelaporan sebelum masa penutupan. Semuanya tahu bila data PDDIKTI sudah ditutup, tidak ada lagi perubahan data. Dan hebatnya, semua mengerti. Sebulan sebelum pelaporan, pimpinan sudah mewanti-wanti nilai di sistem akademik kampus. Sebulan sebelum pelaporan, tidak ada lagi perubahan-perubahan data berarti. Tidak ada istilah dosen terlambat input nilai. Tidak ada AKM baru yang tiba-tiba minta diaktifkan di tengah jalan. Ini membuat kami para admin merasa nyaman. Keberhasilan pelaporan 100% selalu kami genggam. Apa kuncinya? KERJA SAMA. Tanpa kerja sama, nihillah pelaporan 100%. Banggakah saya menjadi admin PDDIKTI…? Tentu. Tidak ada alasan untuk tidak bangga. Ini tentang tanggung jawab. Kami pun ikut serta berjuang untuk mencerdaskan negeri ini. Salam untuk para Admin… Sang Pejuang Data #pejuangPDDIKTI #sharingBerhadiahSEVIMA