Berita & Artikel

Event SEVIMA

Dec

01

2020

...
Berita | Event SEVIMA | Webinar
Sukses Memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah di Tengah Pandemi

SEVIMA.COM – Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) merupakan capaian dari suatu pembelajaran yang mencakup seluruh aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Capaian ini dibutuhkan untuk memperoleh hasil memuaskan di akhir perkuliahan. Sehingga, capaian tersebut dijadikan sebagai tolok ukur selama proses belajar mengajar.  Menerapkan capaian pembelajaran, ternyata membawa dampak terhadap tersendiri bagi suatu pembelajaran. Tanpa adanya standar capaian pembelajaran, kualitas program studi maupun perguruan tinggi akan menurun. Sehingga, ini akan menghambat kegiatan belajar-mengajar di suatu perguruan tinggi.  Keadaan semakin memburuk ketika pandemi mulai merajalela di Indonesia. Para pendidik harus mencari strategi yang tepat untuk diaplikasikan kepada seluruh perguruan tinggi.  Melihat situasi dan kondisi seperti sekarang ini, SEVIMA memberikan jalan keluar melalui Webinar dengan tema ‘Langkah Sukses Memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)’. Menghadirkan pembicara yang kompeten dalam pembelajaran online learning, yaitu Dr. Uwes Anis Chaeruman (Dewan Penasihat Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI)), Syarif Iqbal, S. Sos, M.A (Dosen Hubungan Internasional), dan Tim Pengembang Konten E-Learning IAIN Parepare.  — Banyak yang mengira, adanya pandemi yang sedang mewabah di negeri kita akhir-akhir ini membuat sistem pembelajaran harus dilakukan secara online. Sayangnya anggapan itu kurang tepat. Sistem pembelajaran online seperti ini memang sudah mulai dirintis sejak tahun 2013 silam. Metode ini merupakan suatu gambaran pembelajaran online di masa mendatang.   “Pemerintah dan pihak pendidikan tinggi sudah merencanakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari beberapa tahun lalu. Mereka beranggapan, dengan menerapkan metode PJJ tersebut sistem belajar mengajar akan lebih mudah diaplikasikan dengan baik,” ujar Uwes.  Di Indonesia, belum banyak pihak perguruan tinggi menggunakan metode ini. Namun sejak pandemi, akhirnya seluruh elemen pendidikan di Indonesia menggunakan metode tersebut.   Dalam bukunya yang berjudul ‘PEDATI: Model Desain Sistem Pembelajaran Blended’, Uwes menjelaskan mengenai metode PEDATI (Pembelajaran Daring Perguruan tinggi). Metode ini bisa dijadikan salah satu opsi untuk melakukan e-learning, khususnya learning pathway.  Metode pembelajaran ini, bisa menjamin terwujudnya CPMK dalam pembelajaran daring.  E-learning sendiri menurut Uwes bisa dibagi menjadi dua hal: synchronous learning dan asynchronous learning.  Synchronous learning adalah suatu metode yang digunakan para pengajar melalui pembahasan perkuliahan secara langsung, baik melalui Live Synchronous learning (tatap muka) dan Virtual Synchronous (tatap maya).  Berbeda dengan Synchronous learning, Asynchronous merupakan metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi modern, seperti aplikasi dan fitur-fitur tertentu. Asynchronous dibagi menjadi dua, yaitu Self Directed Asynchronous dan Collaborative Asynchronous.  Self Directed Asynchronous merupakan metode pembelajaran yang bisa dilakukan secara mandiri, selain itu metode pembelajaran ini bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Menurut Uwes, metode pembelajaran tersebut sangat cocok untuk diaplikasikan selama masa pandemi ini. Terlebih jika digunakan untuk memenuhi kriteria capaian pembelajaran.  Sedangkan Collaborative Asynchronous adalah metode pembelajaran yang bisa dilakukan untuk belajar dan bertukar pikiran dengan satu dengan yang lain melalui media digital. Dengan menggunakan metode ini, dosen dan mahasiswa akan lebih mudah melakukan diskusi dan kolaborasi untuk bertukar pikiran.  Menentukan Metode Belajar yang Tepat Setiap perguruan tinggi memang sudah memiliki pakem yang tepat untuk melakukan pembelajaran tatap maya selama pandemi. Banyak mahasiswa yang merasa bosan dan kurang pas dengan metode yang sudah dilakukan pembelajaran online ini.  Menurut Uwes, untuk mengatasi kebosanan tersebut, pengajar bisa […]

Nov

27

2020

...
Berita | Dunia Kampus | Event SEVIMA
Cegah Ijazah Palsu, Penomoran Ijazah Nasional Dilakukan

MARAKNYA pemalsuan ijazah yang terjadi membuat miris semua pihak. Kejadian tersebut terjadi pada banyak wilayah di Indonesia. Mengutip data yang ada dari media terdapat 873 ijazah yang sudah diproduksi kampus swasta di Kota Tangerang, Banten. Padahal kenyataannya, kampus tersebut hanya meluluskan 145 mahasiswa. Dengan kata lain, sejumlah 728 ijazah tidak diketahui pemiliknya. Kejadian miris lainnya terjadi di Sumatera Utara. Seorang bakal calon Gubernur Sumatera Utara, juga melakukan pemalsuan legalisasi fotokopi ijazah. Akibatnya, Ia harus mundur dari pencalonannya karena telah melanggar ketentuan Pilkada. Dengan kondisi ini mendorong Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) melakukan perombakan dan inovasi baru untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meluncurkan pengeluaran nomor ijazah. Aturan tersebut dinamai dengan Penomoran Ijazah Nasional atau yang biasa disebut sebagai PIN. Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, SEVIMA menggelar.Webinar dengan tema strategi cerdas dalam pendaftaran PIN 100 Persen Eligible. SEVIMA mengundang para pembicara berpengalaman antara lain Muhammad Veridy Samodra (Perwakilan LLDIKTI VIII), Ramli, Kepala Bagiam (Kabag) PDDikti Universitas Muhammadiyah Mataram, dan Mahendri Winata (CTO SEVIMA). Webinar ini membahas tentang: ketentuan PIN, kegunaan pemberlakuan PIN, langkah cerdas untuk mencapai pendaftaran PIN 100% Eligible, serta strategi pendaftaran PIN dengan tepat. Seluruh informasi mengenai Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (SIVIL) dikupas tuntas melalui webinar SEVIMA kali ini. Sesuai Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 , bahwa hukum pidana akan berlaku bagi perseorangan, organisasi, atau penyelenggara Pendidikan Tinggi; apabila terbukti melanggar ketentuan tersebut. Sanksi yang diberikan berupa hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda senilai Rp 1 miliar.Hal Ini juga berlaku dalam pemalsuan ijazah yang terjadi di Indonesia. Perwakilan LLDIKTI VIII, Muhammad Veridy Samodra mengungkapkan, PIN dan Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (SIVIL) sangat perlu dan penting untuk diberlakukan di seluruh perguruan tinggi. Dengan harapan agar seluruh proses pengeluaran di perguruan tinggi bisa terorganisir sebaik mungkin. Menurut Veridy, berbagai upaya untuk menekan angka pemalsuan ijazah ini terus dilakukan agar tidak merugikan banyak pihak. Dalam hal ini, seluruh proses pemberlakuan PIN dan SIVIL bagi perguruan tinggi juga diatur dalam Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 59 tahun 2018. Seluruh sistem penomoran pada PIN ini nantinya akan langsung dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dengan harapan, seluruh ijazah yang keluar bisa terdeteksi dengan baik. Hasil proses PIN itu disebut sebagai Nomor Ijazah Nasional (NINA). Setelah NINA keluar, maka akan diverifikasi secara langsung melalui SIVIL. PIN memang terbilang masih sangat baru di lingkup perguruan tinggi, sehingga setiap kampus wajib mengetahui strategi yang tepat untuk menerapkannya. Pada surat edaran yang sudah dikeluarkan oleh PDDikti, perguruan tinggi wajib menerapkan PIN mulai Desember 2020. Untuk itu, wajib bagi perguruan tinggi untuk menyiapkannya dengan sangat baik agar mencapai 100% eligible. Menurut Ramli, terdapat dua prinsip yang bisa diterapkan untuk melakukan penerbitan ijazah. Pertama, prinsip kehati-hatian, bertujuan untuk menjaga keaslian ijazah, sertifikasi profesi, dan sertifikat kompetensi agar ijazah yang sudah dikeluarkan tidak mudah dipalsukan. Prinsip kedua yaitu akurasi. Ini berfungsi untuk mengatur ketepatan data dan informasi yang dicantumkan di dalam ijazah, sertifikasi kompetensi, sertifikasi profesi sesuai dengan data NIK pada Kartu Tanda Penduduk. Seluruh data mahasiswa yang akan didaftarkan […]

Nov

27

2020

...
Berita | Dunia Kampus | Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama | Webinar
Marak Pemalsuan Ijazah, Perguruan Tinggi Wajib Berlakukan PIN per Desember 2020

jpnn.com, JAKARTA – Pemalsuan ijazah di Pendidkan Tinggi masih marak terjadi. Ironisnya, kejadian ini tidak hanya terjadi pada satu wilayah. Inilah yang mendorong LLDikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) melakukan perombakan dan inovasi baru untuk mengatasi masalah tersebut dengan meluncurkan Penomoran Ijazah Nasional (PIN). Perwakilan LLDIKTI VIII Muhammad Veridy Samodra, mengungkapkan, PIN dan Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (SIVIL) sangat penting diberlakukan di seluruh perguruan tinggi. Ini agar seluruh proses pengeluaran nomor ijazah di perguruan tinggi bisa terorganisir sebaik mungkin. “Berbagai upaya untuk menekan angka pemalsuan ijazah ini terus dilakukan agar tidak merugikan banyak pihak,” kata Veridy dalam webinar Strategi Cerdas dalam Pendaftaran PIN untuk mencapai 100% Eligible yang dibesut SEVIMA, baru-baru ini. Dia menjelaskan, seluruh proses pemberlakuan PIN dan SIVIL bagi perguruan tinggi juga diatur dalam Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 59 tahun 2018. Seluruh sistem penomoran pada PIN ini nantinya akan langsung dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan harapan, seluruh ijazah yang keluar bisa terdeteksi dengan baik. Hasil proses PIN itu disebut sebagai Nomor Ijazah Nasional (NINA). Setelah NINA keluar, maka akan diverifikasi secara langsung melalui SIVIL. “PIN memang terbilang masih sangat baru di lingkup perguruan tinggi, sehingga setiap kampus eajib mengetahui strategi yang tepat untuk menerapkannya,” ucapnya. Dalam surat edaran yang sudah dikeluarkan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), perguruan tinggi wajib menerapkan PIN mulai Desember 2020. Untuk itu, perguruan tinggi diminta menyiapkannya sedari sekarang agar mencapai 100% eligible. Pada kesempatan sama Kabag PDDikti Universitas Muhammadiyah Mataram, Ramli, S.AP,  mengungkapkan, ada dua prinsip yang bisa diterapkan untuk melakukan penerbitan ijazah. Pertama, prinsip kehati-hatian, bertujuan untuk menjaga keaslian ijazah, sertifikasi profesi, dan sertifikat kompetensi agar ijazah yang sudah dikeluarkan tidak mudah dipalsukan. Prinsip kedua yaitu akurasi. Ini berfungsi untuk mengatur ketepatan data dan informasi yang dicantumkan di dalam ijazah, sertifikasi kompetensi, sertifikasi profesi sesuai dengan data NIK pada Kartu Tanda Penduduk. “Seluruh data mahasiswa yang akan didaftarkan dan diinput dalam PIN wajib untuk dilakukan pengecekan ulang terutama pada kolom NIM, NIK, nama mahasiswa, jenis pendaftaran, dan tempat tanggal lahir,” terang Ramli. Selain itu, data lain yang wajib untuk dilakukan pengecekan adalah jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) yang sudah ditempuh mahasiswa. Langkah selanjutnya, pengecekan wajib dilakukan pada rekapan AKM. Pada rekapan AKM ini, data yang paling krusial untuk dilakukan pengecekan adalah IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), SKS total, status mahasiswa, dan status masa studi mahasiswa. Yang tak kalah penting, lanjut Ramli, koreksi data wajib dilakukan sedini mungkin untuk menghindari kesalahan input. Jika terjadi kesalahan dalam input data, langsung saja lakukan pengecekan ulang data tersebut. “Perbaikan dan koreksi data bisa dilakukan melalui feeder yang sudah tersedia,” ucapnya. Agar data bisa terverifikasi dengan baik, Ramli menyarankan untuk memastikan dulu seluruh data mahasiswa yang dimasukkan benar-benar akan diwisuda. Pastikan bahwa seluruh acuan pengajuan reservasi dan pendanaan PIN setidaknya menggunakan SK Yudisium atau SK Wisuda yang mengacu pada eligible PIN. (esy/jpnn)   Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul “Marak Pemalsuan Ijazah, Perguruan Tinggi Wajib Berlakukan PIN per Desember 2020”.

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Back-End Operator: Menjadi Tumpuan Utama Perguruan Tinggi, Oleh: Widodo (STIKES Notokusumo Yogyakarta)

Cerita: Widodo- STIKES Notokusumo Yogyakarta Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, shalom, om swastiastu. Namo buddhaya, salam kebajikan, perkenalkan nama saya WIDODO Operator Back-end/Supermen. Dulu Epsbed yang sekarang berganti nama PDDIKTI Feeder dari STIKES Notokusumo Yogyakarta, yang dulu AKPER Notokusumo, saya jadi Operator Back-end/Supermen sejak 2012-sekarang. Kenapa saya katakan Operator Back-End/Supermen, memang kenyataanya seperti itu? Tidak ada SK khusus yang menerangkan saya sebagai Operator Epsbed atau PDDIKTI Feeder. Saya hanya sebagai Pranata komputer dan jaringan, yang bertugas sebagai seorang Supermen (Printer rusak saya, isi tinta saya, komputer eror saya, jaringan eror saya, service CPU, service power suplay, instalasi server, maintenance server (linux, windows), CCTV, router, dan aplikasi pendukung lain seperti eprints, OJS, SLIMS, WEBSITE, SIAKAD, SI INVENTARIS, SISTER, FEEDER, Tracer study, SPMB, Uji tulis SPMB, Arsip digital, e-learning dll. Karena di tempat saya tidak ada petugas khusus yang menangani hal tersebut. IT Supermen/Back-End hanya satu orang yang bernama bapak WIDODO wkwkwkwk…..! Singkat cerita saya jadi Operator Back-end pelaporan Epsbed itu priode 2013-1 ketika temen saya Pak Jaka megalami kecelakaan dan tidak bisa melajutkan pelaporan Epsbed dalam waktu yang cukup lama, ketika itulah saya di tujuk oleh pimpinan untuk mengantikan pak Jaka sebagai Operator Epsbed sementara. Nah di sini agak lucu… saya suruh megerjakan sesuatu yang saya tidak tahu sama sekali apa itu pelaporan Epsbed, cara kerja, bagaimana cara memulai mengerjakan, sampai mana dikerjakan sebelumnya. Karena pak jaka kecelakaan dan terjadi benturan di kepala agak fatal tidak mungkin saya konsultasi ke beliau. Untungnya saya pernah diajak Pak Jaka beberapa kali mengikuti pelatihan Epsbed di Kopertis dan dikenalkan beberapa teman Operator Epsbed. Terima kasih buat Om Andri (mantan operator YKY dan Mbah Manto Operator YKP) yang telah membantu dan membimbing selama 4 hari bagaimana cara melakukan pelaporan Epsbed, dan akhirnya laporan Epsbed 2013-1 dapat dilaporkan dengan baik ke kopertis. Perjalanan sebagai Operator Back-end tidak sampai di situ, setelah Pak Jaka sudah bisa masuk kembali, saya masih mendapingi sebagi operator Back-end dari era Epsbed sampai ke Feeder masalah trouble pelaporan selalu ada dari waktu ke waktu baik data awal salah, transaksi akademik salah dsb dan sempat membeli beberapa kali sistem informasi akademik (SIAKAD) dan digunakan selaku ada masalah baru (terutama ketika ada masalah di siakad pengembang susah di hubugi dan tidak ada komunitas untuk sharing mengenai masalah yang ada) akhirnya tidak bisa di pakai SIAKAD tersebut dan beli atau kerjasama dengan pengembang lagi. Dan seperti itu lagi…?. Singkat cerita di 2018-2019 ada rotasi jabatan di setiap bagian dan berbarengan kampus alih bentuk dari AKPER ke STIKES. Di situlah baru saya di tunjuk pimpinan untuk menjadi Operator utama wkwkwkkw…..! PDDIKTI Feeder bersama pak muji. Berdasarkan pengalaman yang sebelum-sebelumnya saya sedikit memahami cara kerja pelaporan Epsbed, Feeder dan hubuganya dengan SIAKAD. Ketika itu pak jaka masih pakai SIAKAD dan Feeder dan harus kerja 2 (dua) kali untuk melakukan pelaporan. Dan karena waktu itu saya bukan Operator utama maka hanya mendampigi saja secara diam-diam wkkwkw….. ! pada waktu yang bersamaan saya install GoFeeder […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Menjadi Admin PDDIKTI yang Lekat di Hati, Oleh: Widia Astuti (STKIP Adzkia)

Cerita: Widia Astuti- STKIP Adzkia Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Assalamualaikum, Sahabat PDDIKTI. Salam seDATA.. Saya begitu tertarik mengetahui SEVIMA mengadakan lomba bertajuk pejuang. Oh my God, akhirnya ada juga yang mendengarkan risalah kami. Istilah pejuang lumrahnya disandangkan kepada pahlawan. Sepuluh November, kan! Hari pahlawan. Dan hari ini saya merasa sangat bangga menyandang gelar ini. Pejuang Data Perguruan Tinggi. Perkenalkan, nama saya Widia. Saya admin STKIP Adzkia, salah satu perguruan tinggi swasta di Sumatera Barat. Bicara tentang PDDIKTI, tak ada ubahnya membicarakan sebuah rumah besar yang di dalamnya terdapat begitu banyak pintu. Setiap pintu terhubung dengan banyak ruangan. Itulah PDDIKTI versi saya. Dia memiliki pintu-pintu yang semua bersumber kepadanya. Kita mengenal Feeder PDDIKTI, SISTER PDDIKTI, PIN, PRIMA yang terbaru, dan semua terhubung ke rumah besarnya, PDDIKTI. And you know guys, siapa yang punya akses menjelajahi semua pintu ini? Admin PDDIKTI. Sebenarnya saya pribadi belum lama menjadi admin PDDIKTI. Belum genap tiga tahun. Tapi perjalanan menjadi admin PDDIKTI amat lekat dengan hati. Kami bercengkrama hingga tengah malam. Bayangkan saja, portal akademik kami yang belum tersinkronisasi dengan Feeder, menjadikan kami harus menyalin data per-data, nilai per-nilai, KRS per-KRS dan AKM per-AKM. Setiap akan masuk bulan April dan Oktober, kedua bola mata ini sudah siap untuk tempur. Lelahkah…? Of course. Pernah lihat matanya Po, si kungfu panda. Ya, kurang-lebih seperti itulah. Tapi disini indahnya. Meskipun Feeder kami belum tersinkronisasi dengan SIAKAD seperti PT lain, tak menjadikan semangat kami surut. Kebiasaan berlama-lama dengan PDDIKTI menjadikan kami amat dekat dengan semua civitas akademik, baik itu dosen, pimpinan, serta mahasiswa. Semuanya paham bila kami harus menyelesaikan pelaporan sebelum masa penutupan. Semuanya tahu bila data PDDIKTI sudah ditutup, tidak ada lagi perubahan data. Dan hebatnya, semua mengerti. Sebulan sebelum pelaporan, pimpinan sudah mewanti-wanti nilai di sistem akademik kampus. Sebulan sebelum pelaporan, tidak ada lagi perubahan-perubahan data berarti. Tidak ada istilah dosen terlambat input nilai. Tidak ada AKM baru yang tiba-tiba minta diaktifkan di tengah jalan. Ini membuat kami para admin merasa nyaman. Keberhasilan pelaporan 100% selalu kami genggam. Apa kuncinya? KERJA SAMA. Tanpa kerja sama, nihillah pelaporan 100%. Banggakah saya menjadi admin PDDIKTI…? Tentu. Tidak ada alasan untuk tidak bangga. Ini tentang tanggung jawab. Kami pun ikut serta berjuang untuk mencerdaskan negeri ini. Salam untuk para Admin… Sang Pejuang Data #pejuangPDDIKTI #sharingBerhadiahSEVIMA

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Pantang Tidur Sebelum Data PDDikti Valid, Oleh: Ahmad Ade Irwanda (Universitas Lancang Kuning)

Cerita: Ahmad Ade Irwanda-Universitas Lancang Kuning Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu, Selamat malam bagi yang membaca postingan ini di malam hari, Selamat pagi bagi yang membaca postingan ini di pagi hari, Selamat Siang bagi yang membaca postingan ini di siang hari, Selamat Sore bagi yang membaca postingan ini di sore hari, 😁😁😁 Salam perjuangan, Perkenalkan nama saya Ahmad Ade Irwanda, saya berasal dari salah PTS di tanah Melayu Provinsi Riau, yakni Universitas Lancang Kuning Pekanbaru. Izinkan saya sedikit mempromosikan tentang Provinisi Riau. Riau merupakan Provinsi yang terkenal sebagai daerah penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia. Selain minyak yang dihasilkan dari “bawah” tanah, Riau juga memiliki sumber minyak yang berasal dari “atas” tanah yaitu minyak kelapa sawit. Makanya Riau disebut negeri diatas minyak dibawah minyak. Saya sangat senang ketika tau SEVIMA mengadakan Lomba Sharing Kisah Inspiratif Para Pahlawan (Sharing Operator Pddikti). Kalau saya pribadi lebih senang dengan istilah Admin dari pada operator. Karena bagi saya operator itu adalah orang yang sering menangkat telepon konsumen kalau ada pengaduan atau layanan informasi. Atau kalau di dunia industri bagian yang mengoperasikan alat berat😂😂😂. Asumsi definisi operator yang nyeleneh ini diperkuat, ketika saya mengikuti workshop pelaporan pdikti feeder yang diadakan oleh LLDIKTI X tahun 2017. Kenapa demikian, karena salah satu Pemateri menyampaikan apakah peserta yang hadir Operator atau Admin? Admin atau Administrator adalah seseorang atau beberapa orang yang ditunjuk sebagai pengelola dari sebuah sistem. Admin diberikan akses untuk melakukan semua fungsi terkait operasional dan pengawasan seperti moderasi, pengaturan sistem, dan pelaporan. Sementara itu, Operator adalah pihak yang membantu jalan nya proses sebuah pengelolaan suatu sistem. Akses yang diberikan kepada seorang operator biasanya terbatas. Selain itu, untuk menjadi seorang operator tidak dibutuhkan pengetahuan dan kecakapan yang tinggi. Kita ketahui bersama, bahwa untuk melakukan pelaporan data pddikti kita tidak hanya sekedar menginputkan biodata mahasiswa, kelas perkuliahan, krs, nilai, akm, dan proses kelulusan. Dalam melakukan pengelolaan data pddikti, kampus kami berpedoman kepada Permenristekdikti Nomor 61 Tahun 2016 dan mengacu pada standar yang telah di tetapkan melalui SK Sekjen Kemeneristekdikti Nomor 85/A/KPT/2018. Khusus para Admin yang membaca postingan ini, harusnya sudah hapal Permen ini di luar kepala ya. . . 😂😂😂 Secara sederhana permen dan SK diatas, kami tuangkan dalam istilah 5M1CE: Merencanakan Mengumpulkan Mengelola Memvalidasi Melaporkan Monitoring Control Evaluasi Dalam dunia peradminan pddikti, saya merupakan pendatang baru. Saya mulai bergabung di pddikti 3 tahun yang silam (2017), berbeda dengan teman-teman pejuang pddikti kampus lain yang sudah mengalami pelaporan lintas versi, seperti sharing yang saya baca di group ini. Walaupun demikian, saya mendapatkan warisan dosa turunan dari pendahulu saya ketika menggunakan EPSBED😭😭😭. Setiap periode wisuda, kami biasanya bersurat ke LLDIKTI untuk melakukan pembukaan periode pelaporan semester lampau. Ada nilai lupa di input, sks yang tidak cukup, sks berlebih sampai 30 sks, data ganda, dll. Perjuangan kami tidaklah mudah, walaupun saat itu kami berjumlah 13 orang admin termasuk saya didalamnya. Dengan waktu pembukaan periode pelaporan yang relatif singkat, yakni hanya 1 bulan, kami di tuntut ekstra keras untuk memperbaiki banyak data […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Pernah Dinonaktifkan, Kini Berperan Sebagai Ujung Tombak Kampus, Oleh: Muslihin Manshur (STIT Pemalang)

Cerita: Muslihin Manshur- STIT Pemalang Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA 👨🏻‍🦰”kakak,  abi mau lembur dulu kekampus ya… “ 👧🏻”lembur Pete pete teruuuusss….. 😞” 🤣🤣🤣🤣😍😍 Begitu,  tiap kali pamitan dengan putriku kalau harus lembur karena dikejar deadline pelaporan.  Ya, saya operator PDDIKTI merangkap operator emis pada sebuah kampus di kabupaten Pemalang yang oleh putriku disebut PTPT 😊. Padahal dikampus lain mungkin jabatan itu terpisah.  Bisa anda bayangkan bagaimana repot dan sibuknya saya menjelang deadline pelaporan.  Istri dan anak2 memahami itu. Jika memungkinkan  bisa saya kerjakan dirumah,  dan sebenarnya memang lebih enak dan nyaman dirumah. Selain ada istri yang dengan setia menemani tentu saja ada yg membuatkan kopi tanpa diminta,  dan satu lagi ada yang mijitin jika kepala benar-benar terasa berat.  Sayangnya semua terkendala dengan signal yang kurang bersahabat.  Maka, mau tidak mau saya harus berangkat lagi kekampus.  Tidak sekali dua kali anak dan istri  juga saya boyong kekampus sekiranya memang harus menginap. Sering… Agar anak dan istri tahu ayah dan suaminya berpeluh2 demi membahagiakan mereka. Agar mereka tahu arti perjuangan.  Ssssssstttttt….. Sebenarnya sih saya takut kalau tidur dikampus sendirian ding 🤭 Ada rasa haru dan bangga ketika bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Karena itu artinya bisa menyelamatkan  kampus agar tetap hidup. Karena operator kampus adalah jantungnya kampus. Ada banyak orang yg bergantung dari hidupnya kampus,ada banyak mahasiswa yg menaruh harapan besar pada kampus.  Dan akan sangat menyedihkan jika kerja kami tidak dihargai dan diapresiasi pihak pimpinan kampus.  🥺 Adakala pimpinan tidak memahami betapa beratnya beban seorang operator. Padahal operatorlah ujung tombak kemajuan sebuah kampus. Ketika terjadi kemerosotan nilai akreditasi yang bersebab  tidak sinkronnya data maka tersangka utamanya adalah sang operator. Sebagai tindakan atas hal itu saya selaku operatorpun harus dengan ikhlas melepas tanggung jawab karena dinon aktifkan untuk sementara dari kampus. Tanpa pesangon 😭 Setelah tiga bulan masa nonaktif, saya kembali mendapat panggilan ke kampus. Hal itu karena operator pengganti ternyata juga tidak mampu mengambil alih tugas dengan sempurna hingga beliau pun mengundurkan diri. Masa baru kerja kembali kekampus, kami berfikir untuk mencari inovasi apa sekiranya provider yang tepat agar masalah data terselesaikan dengan baik tanpa halangan yang berarti. Selama ini kami sudah mencoba berbagai aplikasi untuk memudahkan kerja operator dalam menginput data. Baik itu data mahasiswa, input KRS,input AKM, input nilai mahasiswa dll. Diantaranya aplikasi Modifer, dan aplikasi feeder importer. Tapi dari semua aplikasi tersebut masih belum efektif karena sang operator harus kerja keras untuk input data di Excel lalu diimpor ke aplikasi feeder PDDikti. Karena masih tertumpu pada kerja manual operator kadang masih banyak data yang tidak valid, banyak kesalahan input data,sehingga masih kurang efektif dan efisien. Hal ini membuat kami sering mengalami keterlambatan dalam pelaporan data EMIS dan PDDikti. Setiap satu semester menjelang deadline pelaporan dari  Kopertais wilayah x Jawa tengah mengundang para operator kampus se-Jawa Tengah untuk penagihan pelaporan data. Selama tiga hari kami dikarantina di hotel untuk menyelesaikan pelaporan. Ditengah kegalauan karena kampus kami mendapat nilai akreditasi yang jauh dari harapan pihak kampus mengundang konsultan akreditasi.Dari konsultan kami mendapat informasi […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Bertempur dengan Medan untuk Mencari Sinyal, Oleh: Rajiv Hendra (STKIP Kristen Wamena, Papua)

Cerita: Rajiv Hendra-STKIP Kristen Wamena, Papua Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, itulah yang dilakukan para pahlawan milisi pro kemerdekaan Indonesia dan tentara Britania dan India Britania dalam pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945 lalu. Banyak catatan sejarah yang ditulis tentang Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Meskipun kalah dan kehilangan anggota dan persenjataan, pertempuran yang dilancarkan pasukan Republik membangkitkan semangat bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaannya dan menarik perhatian internasional. Belanda tidak lagi memandang Republik sebagai kumpulan pengacau tanpa dukungan rakyat. Pertempuran ini juga meyakinkan Britania untuk mengambil sikap netral dalam revolusi nasional Indonesia; beberapa tahun kemudian, Britania mendukung perjuangan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan akhirnya memperoleh kemenangan. (Sumber Wikipedia) Itulah sejarah singkat Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Sejarah mencatat bahwa sebenarnya pejuang Arek-arek Suroboyo kalah dalam segi anggota maupun peralatan dalam melawan tentara Inggris. Tapi apa yang membuat pejuang-pejuang tersebut menang dalam pertempuran Surabaya 10 November 1945?? Jawabannya adalah semangat juang yang tinggi dan strategi mereka yang cukup cerdik. Sekali lagi semangat mereka yang membuat mereka meraih kemerdekaan. Tidak peduli dengan apapun bahkan nyawa mereka korbankan demi suatu kemerdekaan. Begitu juga dengan Pejuang Operator PDDIKTI yang seharusnya mencontoh semangat Pejuang Arek-arek Suroboyo dalam mencapai pelaporan yang optimal. Sebelumnya, apa itu Operator PDDIKTI? Operator PDDIKTI adalah tenaga kependidikan yang mempunyai tugas mengelola semua data Perguruan Tinggi baik itu data dosen, data mahasiswa, data alumni, dan semua data lainnya yang berhubungan dengan Perguruan Tinggi yang nantinya akan dilaporkan kepada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi atau disingkat PDDIKTI. Pada tahun 2017, terdapat 4.498 Perguruan Tinggi se-Indonesia menurut data Menristekdikti yang disampaiakan oleh Bapak Mohamad Nasir yang dilansir dari ayokuliah.id. Itu berarti terdapat 4.498 Operator PDDIKTI yang berjuang dalam melaporkan data mereka ke PDDIKTI. Salah satu dari pejuang tersebut adalah saya. Saya salah satu pejuang operator pada salah satu Perguruan Tinggi di Papua, yaitu STKIP Kristen Wamena, yang tepatnya berada pada Kabupaten Jayawijaya, Kecamatan Wamena. Banyak kendala yang saya alami ketika menjadi Operator PDDIKTI. Mulai dari letak geografis sampai kepada hal-hal sepele yang menyangkut data mahasiswa. Melihat dari letak geografis, Wamena masuk kedalam daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Jaringan internet yang ada masih di bawah rata-rata jika dibandingkan pada kota-kota diluar Papua khususnya Wamena. STKIP Kristen Wamena terletak kurang lebih 7 kilometer dari pusat kota. Itu menunjukkan bahwa jaringan internet pada lokasi ini belum terjangkau oleh jaringan internet. Jaringan di kota Wamena saja lambat terlebih lagi pada lokasi kami yang jauh dari kota tersebut. Terdapat 1 atau 2 Base Transceiver Station (BTS) yang sudah ada pada daerah kampus kami, namun tetap saja jaringan masih lambat. Namun baru-baru saja internet di Wamena sangat bagus dari sebelumnya ketika salah satu provider internet meningkatkan performanya pada massa pandemic covid-19. Banyak tawaran solusi internet oleh provider internet berupa VSAT atau pengadaan satelit internet, itupun masih belum menjawab kebutuhan kami Operator PDDIKTI di Wamena. Kenapa? karena beberapa provider tersebut masih lemah dalam signal upload (untuk upload masih sangat lemah) karena untuk aktifitas sinkronisasi membutuhkan signal upload yang cukup dan selain […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Sempat Bingung, Kini Mampu Mengantarkan STAI Syarif Muhammad Raha Menuju Pelaporan 100%, Oleh: La Rudi (STAI Syarif Muhammad Raha)

Cerita: La Rudi- STAI Syarif Muhammad Raha Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Pertama kali saya di SK kan dibagian laboran, tahun 2008, waktu itu laporan pendataan mahasiswa, tendik dan pengajar melalui aplikasi Dapodik (data pokok pendidikan) yang disimpan ke dalam kaset lalu dikirim ke departemen agama melalui kopertais dengan menggunakan jasa pengiriman pos. Pada tahun 2011 saya diutus untuk menghadiri pelatihan pengelolaan data EMIS di Makassar. Karena di PT kami tidak memiliki SDM yang bisa untuk menciptakan siakad ini dan tidak memiliki kemampuan untuk membeli ataupun menyewa,, saya hanya selalu searching digoogle tentang siakad atau aplikasi penginputan nilai ataupun data mahasiswa untuk mempercepat dan mempermuda pekerjaan saya sebgai operator dengan harapan jika ada siakad bisa digunakan secara gratis, dan ternyata saya tidak menemukan apa yang saya inginkan, namun itu tidak membuat saya putus asa untuk mndapatkannya.  Waktu itu saya hanya memiliki facebook yang saya gunakan untuk saling chating dengan teman teman saya dengan memanfaatkan internet yang ada dikampus,, internetnya pun masi menggunakan modem card yang dihubungkan langsung dengan line telpon. Karena sering  menggunakan facebook, pada saat itulah muncul dilayar sebelah kanan “sevima atau gofeeder” namanya pada waktu itu, saya download lalu saya instal dan alhamdulillah aplikasi sevima ini bisa digunakan secara gratis, oh ya saya tidak langsung download aplakasinya tetapi saya minta pertemanan dulu atau gabung digrup tersebut disitulah terjadi saling komunikasi tentang cara menggunakan sevima ini.  Pada tahun 2013 munculah peraturan tentang Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) bahwa semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta harus terdaftar di PDPT, ini khusus PT yg bernaung dibawah Kementerian Agama kalau Departemen Pendidikan sebelum tahun 2013 ini mereka sudah menggunakan itu, olehnya itu pada saat sosialisasi pertama kali bagi PTAIS dibawah KOPERTAIS Wil. VIII Makassar kami disuruh bawah data mahasiswa dari angkatan 2009 samapai dengan 2013 serta SK/Izin Operasional Kampus untuk didaftarkan di PDPT.  Setelah mengikuti pelatihan ini saya berusaha untuk bekerja dan mempelajari aplikasi PDPT ini. Sebelum saya menggunakan produk dari SEVIMA saya menghadapi 2 aplikasi pendataan yaitu EMIS, dan PDPT, jadi pekerjaan yang berat di PDPT ini terdapat 4 bagian yaitu input mahasiswa baru, input KRS, input nilai dan input aktivitas kuliah mahasiswa, ini dilakukan satu persatu. Memasuki tahun 2015 ada isu bahwa alumni yang tidak terdaftar di PDPT tidak akan diterima tes CPNS, waktu itu kami tidak mendapatkan edaran tentang hal itu, namun ada disalah satu universitas di daerah kami mendata seluruh alumninya untuk diinput ke PDPT, melihat universitas itu sdh mendatakan alumninya akhirnya alumni kami juga mendesak kami untuk di input datanya di PDPT. Saya sempat menolak dengan alasan kami belum mendapatkan edaran tentang itu apalagi kami baru 2013 disosialisasikan sementara di perguruan dibawah departemen pendidikan sudah diterapkan sejak tahun 2000-an.  Pada akhirnya saya coba membuat formulir yang isiannya sesuai permintaan di PDPT lalu saya umumkan di grup facebook agar seluruh alumni untuk mengisi formulir dan menyetor ijazah dan transkrip, setelah itu saya mengajukan pembukaan periode pelaporan mulai tahun 2005/2006 ganjil sampai dengan periode 2012/2013 ganjil, jumlah data alumni yang terkumpul kurang […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Berjuang Seorang Diri di Tengah Trouble, Oleh: Ardiansyah (IBLAM Higher School Of Law)

Cerita: Ardiansyah – IBLAM Higher School Of Law Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Penutupan Laporan Aktivitas Mahasiswa dan Dosen, pernah terjadi pada kampus kami, kampus kami terletak di wilayah DKI Jakarta tepatnya di wilayah Jakarta Pusat, selama 8 semester atau 3 tahun kampus kami tercinta tidak bisa melaporkan aktivitas nya, persoalan ini terjadi 8 tahun yang lalu tepatnya di tahun 2012. Kenapa persoalan ini terjadi pada kampus kami? dan kenapa persoalan ini terjadi cukup lama?. Awal dari persoalan yang muncul yaitu ketidak-tertiban dalam mengelola aktivitas mahasiswa dan minimnya Sumber Daya Dosen yang ada pada kampus kami. Dari pihak Kopertis (yang sekarang berubah menjadi LLDIKTI), bukan lagi memberikan surat teguran tetapi melayangkan surat penutupan laporan. Tentu hal ini membuat pimpinan dan civitas kampus merasa “khawatir” apalagi Mahasiswa mengetahui akan kondisi ini, mahasiswa protes, mahasiswa menuntut akan hak nya. Karena selama penutupan laporan, Aktivitas Mahasiswa Baru tidak terlapor di Forlap Dikti, begitu juga Aktivitas Mahasiswa yang masih berjalan tidak terlapor juga aktivitas tiap semesternya. Namun beruntungnya kampus kami masih bisa menerima Mahasiswa Baru tetapi dengan persoalan tidak “tayang” di Dikti. Pimpinan kampus kami dengan segera menindak lanjuti dan bertanggung jawab dalam kondisi ini. Pimpinan, tim akademik, tim operator, mendatangi Kopertis (nama Lembaga LLDikti saat itu). Pimpinan dan pihak kampus Kami diminta untuk bertanggung jawab, dengan beberapa persyaratan yang harus di ikuti. Pimpinan kampus kami pun “menyanggupi” dengan menanggung resiko dan tanggung jawab. Dengan arahan dari Kopertis, dan didampingi pimpinan kampus kami, mulailah Tim operator bekerjasama tim akademik membenahi data mahasiswa dengan mengikuti segala persyaratan yang harus kami penuhi. Salah satu persyaratan yang cukup berat pada saat itu menurut kami, pemberkasan data mahasiswa mulai dari Formulir mahasiswa sampai data ijazah kelulusan mahasiswa. Jumlah mahasiswa di kampus kami pun ada 1.200 Mahasiswa, ini yang membuat tim Operator dan Tim Akademik harus bekerja keras untuk memenuhi persyaratan nya. Tentu kalau ditanya gimana pasti tetap dipetik pelajaran dan pengalaman ini. Lagi-lagi persoalan pun berlarut-larut cukup lama, dengan kondisi tidak tayang nya aktivitas mahasiswa. Ditambah lagi dengan adanya pergerakan mahasiswa yang protes karena “hak” mereka sebagai mahasiswa aktif dan lulus tidak tayang di Dikti. Kondisi ini pun diperparah dengan mundur nya kepala operator kami, yang semula tim operator kampus berjumlah 2 orang, berkurang hanya tinggal 1 orang.  Yang harus saya ceritakan secara pribadi disini sisa 1 orang nya itu hanya saya, yang harus input pelaporan yang tertinggal ini, semula saya asisten operator yang hanya bekerja menyiapkan data secara fisik untuk keperluan Kepala operator kampus. Kali ini saya dituntut untuk bisa meng-input data sekaligus menyiapkan dokumen yang diperlukan. Yang akhirnya harus disikapi dengan kondisi logis justru  memotivasi diri sendiri untuk belajar aplikasi epsbed Layar Biru DOS (nama aplikasi saat itu), mulai dari belajar dengan pegawai puskom kopertis langsung selama 3 hari, gak cuma belajar input, saya pun juga mendapat dukungan semangat dari pimpinan, semangat bantuan dari tim akademik kampus, dan akhirnya saya pribadi bersama tim bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Segala persyaratan yang diminta Kopertis pun akhirnya bisa dipenuhi dengan baik dan […]