Pencarian Kategori "Featured"


SEVIMA.COM – Pandemi Covid-19 melanda diberbagai Negara tak terkecuali di Indonesia. Untuk memutus rantai persebaran Covid –19 pada pemerintah memberikan intruksi semua lembaga pendidikan diminta untuk belajar dari rumah. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka tetapi sekarang diharuskan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring berbasis internet. Agar proses pembelajaran tetap berlangsung serta materi kuliah tetap tersampaikan meskipun mahasiswa belajar dari rumah maka sarana pembelajaran berbasis internet yang sesuai adalah penggunaan aplikasi SEVIMA EdLink. EdLink merupakan platform pembelajaran berbasis jejaring sosial yang diperuntukan untuk perguruan tinggi dan membantu dosen, mahasiswa untuk berkolaborasi dalam belajar mengajar. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online Beberapa hari lalu kami dapat testimoni dari salah satu mahasiswa bernama Silfester Hulu dari STP Dian Mandala Sumatra Utara, begini menurutnya: “Saya berterima kasih banyak pada EdLink, karena dengan EdLink saya bisa mengikuti perkuliahan online dengan baik, seperti mengirim tugas dan belajar di rumah dengan baik. Saya juga semakin rajin belajar berkat EdLink. Pokoknya EdLink luar biasa. Terima kasih EdLink karena jasamu sangat bermanfaat.” Lanjut dia Selain manfaat yang didapat oleh mahasiswa juga bermanfaat bagi dosen dan perguruan tinggi. Pembelajaran dengan teknologi atau biasa disebut e-learning merupakan solusi yang tepat karena terbatasnya kegiatan tatap muka di tengah wabah pandemi covid-19 pada saat ini. Dengan pembelajaran e-learning dosen dan mahasiswa bisa belajar di mana saja dan kapan saja. Dalam pelaksanaan pembelajaran e-learning harus menggunakan media yang menghubungkan antara dosen dan mahasiswa dan SEVIMA EdLink adalah salah satu media yang dapat membantu kegiatan belajar secara daring. edlink.id

Baca Selengkapnya »

Mendikbud: Pembelajaran Jarak Jauh akan Permanen

 

Admin SEVIMA

 

03 Juli 2020

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bisa diterapkan secara permanen usai pandemi virus korona (covid-19). Hal ini diungkapkan Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR. Menurut analisis Kemendikbud, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar akan menjadi hal yang mendasar. “Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi,” kata Nadiem. Baca juga: Penting! Ini 7 Tips Mengajar Dari Mendikbud Di Masa Pandemi Covid-19 Dia mengatakan, pemanfaatan teknologi ini akan memberikan kesempatan bagi sekolah melakukan berbagai macam modeling kegiatan belajar. “Kesempatan kita untuk melakukan berbagai macam efisiensi dan teknologi dengan software dengan aplikasi dan memberikan kesempatan bagi guru-guru dan kepala sekolah dan murid-murid untuk melakukan berbagai macam hybrid model atau school learning management system itu potensinya sangat besar,” tuturnya. Menurut Nadiem, hal ini terbukti dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. Ia menilai, para guru dan orangtua akhirnya mencoba beradaptasi dan bereksperimen memanfaatkan teknologi untuk kegiatan belajar. “Walau sekarang kita semua kesulitan beradaptasi dalam PLJ, tapi belum pernah dalam sejarah Indonesia kita melihat jumlah guru dan kepala sekolah yang bereksperimen dan orangtua juga bereksperimen beradaptasi dengan teknologi,” ucapnya. “Jadi ini merupakan sebuah tantangan dan ke depan akan menjadi suatu kesempatan untuk kita,” kata Nadiem. Baca juga: 5 Pekerjaan Paling Banyak Dibutuhkan Menurut Mendikbud Nadiem Makarim Nadiem menambahkan, Kemendikbud melakukan perumusan kurikulum hingga asesmen PJJ. Kurikulum itu disusun dengan mempertimbangkan penyederhanaan belajar dan fokus kepada aspek literasi, numerasi, dan pendidikan berkarakter. Tim dari Kemendikbud, yakni Balitbang, sedang mempersiapkan kurikulum itu. Selain kurikulum PJJ, lanjut dia, Kemendikbud juga menyiapkan modul pembelajaran. Dengan modul tersebut, siswa dapat belajar di rumah secara mandiri. Modul itu juga membantu guru melakukan PJJ. Kemendikbud juga menyusun modul untuk para orang tua dalam mendampingi anaknya belajar. Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/02/14445511/mendikbud-setelah-pandemi-covid-19-pembelajaran-jarak-jauh-akan-permanen

Baca Selengkapnya »

Bagaimana Cara PTS Bertahan saat Pandemi?

 

Admin SEVIMA

 

29 Juni 2020

SEVIMA.COM – Perguruan Tinggi Swasta (PTS) harus mempertimbangkan pengeluaran di masa pandemi virus korona (covid-19). PTS sebisa mungkin melakukan efisiensi akibat memburuknya finansial kampus. “Dalam situasi ini maka tak ada jalan bagi PTS untuk melakukan efisiensi di segala lini, menunda pembangunan dan pembelian sarana prasarana yang tidak mendesak,” kata Rektor Universitas Widya Mataram, Edy Suandi Hamid yang disadur dari Medcom.id. Pemasukan PTS diprediksi akan tersendat dari mahasiswa sebagai sumber keuangan. Dia menyebut kondisi ekonomi mahasiswa yang rentan bisa jadi berimbas terhadap kemampuan finansial kampus. “Ini situasi yang sangat sulit, bagi mahasiswa dan PTS, utamanya PTS kecil menengah. Di satu sisi menghadapi penundaan pemasukan dari uang kuliah mahasiswa, dan potensi penurunan mahasiswa baru,” jelas Edy. Banyaknya mahasiswa lama yang mengajukan cuti juga menjadi persoalan. Sebab, kampus harus tetap membiayai operasional, termasuk gaji dosen dan karyawannya. Edy mengatakan berat bagi kampus mengambil kebijakan pemotongan gaji karyawan atau bahkan merumahkannya. Namun, kata dia, situasi itu bukan isapan jempol bila tak ada perubahan kondisi finansial. “Namun tentu itu kalau sudah tidak ada jalan lain. Jalan lain itu misalnya pemotongan gaji, minta dukungan Badan Penyelenggaranya menutup kekurangan, meminjam pihak ke tiga dan sebagainya,” lanjut Edy. Edy menuturkan perguruan tinggi harus prihatin dan kerja keras atas kondisi ini. Satu-satunya peluang yang bisa dioptimalkan adalah digencarkannya penerimaan mahasiswa baru. “Usaha promosi, cari mahasiswa baru juga harus dilakukan, karena bagi PTS, cash flownya sangat bergantung pada mahasiswa. Ini bisa juga mencarikan sponsor beasiswa bagi mahasiswa barunya dari perusahaan atau pihak lainnya,” ujarnya Untuk perguruan tinggi yang ingin bertahan di masa sulit ini, yuk bergabung di WEBINAR “Normal Baru: Strategi Perkuat Sistem & Keuangan Perguruan Tinggi” segera Daftar Gratis! disini: bit.ly/pinteksevima sumber: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/3NOGz9pN-efisiensi-semua-lini-cara-pts-bertahan-saat-pandemi

Baca Selengkapnya »

Pendaftaran BEASISWA SEMESTA 2020 Dibuka!

 

Admin SEVIMA

 

25 Juni 2020

SEVIMA.COM – Beasiswa SEMESTA merupakan Beasiswa Full Scholarship Sarjana yang menjadi program rutin SEVIMA untuk membantu lulusan SMA/SMK yang berprestasi di bidang teknologi informasi untuk bisa mendapatkan ilmu baik dari kuliah dan juga bekerja langsung di SEVIMA untuk membangun talenta-talenta terbaik di Indonesia. Untuk Periode ke 2 di tahun 2020 ini SEVIMA membuka kesempatan bagi adik-adik yang baru lulus atau sudah lulus maksimal 2 tahun yang lalu, untuk ikut serta mengikuti ajang kompetisi ini. Bisa Kuliah Gratis sambil menjadi programmer handal di SEVIMA. Siapa yang bisa ikut Beasiswa SEMESTA Beasiswa kuliah kerja SEMESTA ini dapat diikuti oleh siswa-siswa yang telah selesai menempuh pendidikan SMA/K, terutama untuk mereka yang tertarik dengan bidang IT dan Programming. Syarat peserta Lulusan SMA, SMK dan sederajat (maksimal 2 tahun setelah lulus) Diutamakan lulusan SMK IT / RPL Menguasai program Git Bersedia ditempatkan di kantor Sevima di Surabaya Tidak terikat kontrak kerja, kuliah, atau beasiswa lainnya. Mekanisme beasiswa Beasiswa SEMESTA akan memilih 3 orang yang memiliki talenta di bidang yang telah ditentukan. Para pemenang akan mendapat beasiswa kuliah di program Binus Online Learning dan/atau Pendidikan Jarak Jauh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PJJ PENS) dan kontrak kerja dengan Sevima. Berikut detail hadiah yang akan diterima oleh para pemenang: Subsidi biaya kuliah hingga Rp. 55 juta sampai lulus kuliah Kontrak kerja dengan Sevima selama 4 tahun Selain itu, pemenang juga akan mendapatkan uang saku yang akan diberikan sebanyak sekali dengan jumlah: Juara 1: Rp. 3 juta Juara 2: Rp. 2 juta Juara 3: Rp. 1 juta Proses Seleksi Beasiswa SEMESTA Beasiswa SEMESTA akan menyaring seluruh pendaftar menjadi 3 pemenang melalui 3 tahapan proses seleksi, antara lain: Seleksi Administrasi / Berkas Seleksi Computer Based Test (CBT) Seleksi Hackaton Seluruh proses seleksi beasiswa kuliah kerja ini dilakukan secara daring / online. Tanggal Penting Beasiswa SEMESTA Kandidat penerima Beasiswa SEMESTA akan melalui beberapa macam proses seleksi, mulai dari seleksi administrasi hingga seleksi teknis bersama tim Sevima. Proses ini akan berlangsung sejak tanggal 20 Juni 2020 hingga 12 September 2020. Pendaftaran 20 Juni 2020 – 7 Agustus 2020 Pengumuman kelulusan seleksi administrasi 13 Agustus 2020 Test Tahap 1 29-30 Agustus 2020 Pengumuman Test Tahap 1 1 September 2020 Daftar Ulang Test Tahap 2 8 September 2020 Test Tahap 2 dan Pengumuman Pemenang 12 September 2020 Kontrak kerja Oktober 2020 Mulai Perkuliahan Awal 2021 Tata cara pendaftaran Untuk setiap siswa yang berminat, dapat melakukan pendaftaran disini: bit.ly/BeasiswaSemesta2020, dengan alur sebagai berikut: Mendaftar melalui Google Form yang telah disediakan panitia Tim Sevima akan mengirimkan akses ke maukuliah.id Peserta melakukan login ke website maukuliah.id dan melengkapi berkas yang telah ditentukan sebelumnya Tim Sevima kemudian akan melakukan verifikasi data dari setiap peserta yang mendaftar Tim Sevima akan mengumumkan kelulusan melalui website maukuliah.id Peserta yang lolos dapat melihat jadwal pelaksanaan test tahap 1 (CBT) di website maukuliah.id Pengumuman kelolosan tes tahap 1 akan dilakukan di maukuliah.id Peserta yang lolos akan mengikuti tes tahap 2 sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Siakad Cloud merupakan Sistem Informasi Akademik kampus berbasis cloud sebuah solusi yang memberikan kemudahan kepada perguruan tinggi dalam membangun Sistem Informasi Akademik tanpa perlu repot menyediakan infrastruktur IT maupun menambah tenaga SDM. Siakad Cloud dirancang untuk memberikan kemudahan kepada perguruan tinggi dalam mengelola administrasi kampus secara terintegrasi, mulai dari penerimaan mahasiswa baru secara online, manajemen kurikulum, membuat jadwal kuliah, pengisian Kartu Rencana studi (KRS), mengelola data nilai mahasiswa, sistem pembayaran online dan berbagai kegiatan lainnya di perguruan tinggi. Siakad Cloud membantu 100 perguruan tinggi lebih dalam memberikan pelayanan prima untuk civitas kampus, bahkan di musim pandemi ini siAkad Cloud juga memudahkan kampus dalam melakukan pendaftaran mahasiswa baru secara online (siakadcloud.com/mitra-siakadcloud). Bagaimana kemudahan PMB Online siAkad Cloud membantu perguruan tinggi mendapat calon mahasiswa baru? 1. Calon Mahaiswa Baru Cukup Daftar Dari Rumah Dengan PMB Online, calon mahasiswa baru yang akan mendaftar, cukup dengan mendaftar dari rumah tanpa perlu datang langsung ke kampus. Sistem PMB Online ini berguna untuk mencegah penyebaran Covid-19 karena tidak menimbulkan kerumunan atau interaksi yang berdekatan dengan banyak orang. Sistem seleksi ini bisa menjadi respon kesiapan kampus dalam menghadapi masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Baca juga: Panduan Digital Marketing untuk Universitas Cari Mahasiswa 2. PMB Online Inovasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Tanpa Ribet SPMB online sebuah inovasi untuk memudahkan penerimaan mahasiswa baru yang memiliki layanan yaitu dimana calon mahasiswa dapat mendaftar langsung secara online tanpa harus datang ke kampus terkait. Saat calon mahasiswa mendaftar pada kampus maka biasa mengisi sendiri form biodata (Isi Data) tanpa harus datang langsung dan calon mahasiswa juga meng-upload persyaratan serta bukti pembayaran. Jadi apabila kampus atau perguruan tinggi memiliki sistem ini proses pendaftaran ujian masuk calon mahasiswa baru jauh lebih mudah. 3. Terintegrasi dengan Computer Based Test (CBT) untuk Melaksanakan Ujian Masuk Dosen atau pegawai tidak perlu disibukkan dengan persiapan tes yang panjang, seperti mencetak dan memperbanyak kertas soal dan jawaban. Cukup dengan satu kali meng-input soal ke server, seluruh calon mahasiswa sudah bisa mengikuti tes. Begitu juga dengan waktu pasca tes, dosen tidak perlu pusing memeriksa hasil tes yang menumpuk berlembar-lembar. Sistem CBT yang ada di siAkad Cloud akan mengakumulasi secara otomatis nilai hasil tes para calon mahasiswa berdasarkan kunci jawaban yang telah di-input sebelumnya. Baca juga: Cara Mencari Mahasiswa Baru di Tengah Situasi COVID-19 4. Pembayaran Bisa Dilakukan Online dengan Payment Gateway Agar pemasukan dana kampus tetap lancar, integrasikan proses pembayaran dengan SEVIMAPay, sehingga bisa dibayarkan dengan channel apapun termasuk pembayaran melalui tokopedia! SPMB Online yang ada di sistem siAkad Cloud ini hadir untuk setiap kampus dengan beragam keunggulan dan kelebihan yang sangat membantu. Nah kira-kira mengapa perguruan tinggi banyak memilih Siakad Cloud untuk menjadi solusinya, berikut alasanya: Mengapa Banyak Yang Memilih Siakad Cloud? 1. Siakad Cloud Sesuai dengan Regulasi Pemerintah Siakad Cloud dibangun dalam upaya memudahkan pengelolaan data yang selalu mengikuti arahan dan peraturan sesuai kebijakan pemerintah sehingga selalu disempurnakan dan diperbarui sesuai peraturan Dikti (Kemendikbud). Dan dengan siAkad Cloud pastinya tidak perlu ribet lagi dalam pelaporan ke forlap PDDIKTI, karena siAkad cloud juga dilengkapi dengan modul PDDIKTI Integrator, […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menetapkan Tahun Akademik 2020/2021 di perguruan tinggi tetap dimulai pada Agustus 2020. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang pendidikan tinggi ini tetap dilaksanakan secara daring. “Tahun akademik tetap dimulai bulan Agustus 2020, tetapi pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring,” katanya saat menyampaikan keterangan pers tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran dan Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 secara langsung melalui virtual di Youtube Kemendikbud RI, Senin (15/6). Nadiem beralasan bahwa kampus memiliki potensi mengadopsi belajar jarak jauh lebih mudah ketimbang pendidikan menengah dan pendidikan dasar. “Saat ini semua perguruan tinggi masih melakukan secara online sampai ke depannya mungkin kebijakan berubah,” lanjutnya. Menteri yang masih berusia 35 tahun itu menegaskan bahwa aktivitas prioritas yang berhubungan dengan kelulusan dan sulit dilakukan secara daring masih diperbolehkan untuk dilakukan secara tatap muka. Nadiem mencontohkan penelitian laboratorium, praktikum, studio, bengkel, yang semua hal tersebut membutuhkan mesin dan peralatan masing-masing. Baca juga: Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran & Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 “Kalau ini aktivitas prioritas yang berdampak pada kelulusan mahasiswa, masing-masing pemimpin perguruan tinggi diperbolehkan untuk mengizinkan aktivitas mahasiswa datang ke kampus hanya untuk aktivitas prioritas itu yang berhubungan dengan kelulusannya,” ujarnya. Alumnus Universitas Brown dan Universitas Harvard itu beralasan, tidak ingin mengorbankan potensi mahasiswa untuk segera lulus pada saat ini karena akan menciptakan beragam masalah lainnya. Sementara pembelajaran masih dilakukan secara daring. “Masih tidak diperkenankan untuk melakukan kuliah tatap muka. Tidak diperkenankan berbondong-bondong untuk mahasiswa masuk ke dalam kampus, cuman buat individual project mereka yang khusus prioritas untuk kelulusannya,” jelasnya. Baca juga: Sambut New Normal, Ini 5 Perlengkapan Wajib di Perguruan Tinggi Kebolehan mahasiswa datang ke kampus untuk menyelesaikan studinya itu juga tentu saja harus dilakukan dengan memenuhi standar protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. “Adapun jika terdapat mata kuliah yang tidak dapat dilaksanakan secara daring maka diletakkan di bagian akhir semester,” pungkasnya. Berikut video cuplikanya:

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi X DPR RI telah mengumumkan rencana penyusunan Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) secara virtual melalui webinar, Senin (15/06/2020). Panduan yang disusun dari hasil kerjasama dan sinergi antar kementerian ini bertujuan mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru. “Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Tahun ajaran baru bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Juli 2020. “Namun demikian, untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan Belajar dari Rumah,” terang Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, pada webinar tersebut. Terkait jumlah peserta didik, hingga 15 Juni 2020, terdapat 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah dalam 429 kabupaten/kota sehingga mereka harus tetap Belajar dari Rumah. Adapun peserta didik yang saat ini berada di zona hijau hanya berkisar 6 persen. Nadiem menegaskan, proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis. Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka. Persyaratan kedua, adalah jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin. Ketiga, jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Keempat, orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. “Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan Belajar dari Rumah secara penuh,” tegas Mendikbud. Nadiem juga mengajak semua pihak termasuk seluruh kepala daerah, kepala satuan pendidikan, orang tua, guru, dan masyarakat bergotong-royong mempersiapkan pembelajaran di tahun ajaran dan tahun akademik baru. “Dengan semangat gotong-royong di semua lini, saya yakin kita pasti mampu melewati semua tantangan ini,” kata Mendikbud. Panduan Pembelajaran Tatap Muka pada Zona Hijau Di luar pelarangan yang berlaku di zona kuning, oranye, dan merah, tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, urutan pertama yang diperbolehkan pembelajaran tatap muka adalah pendidikan tingkat atas dan sederajat, tahap kedua pendidikan tingkat menengah dan sederajat, lalu tahap ketiga tingkat dasar dan sederajat. Itupun harus dilakukan sesuai dengan tahapan waktu yang telah ditentukan. “Namun, begitu ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” terang Mendikbud. Rincian tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau adalah: • Tahap I: SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket […]

Baca Selengkapnya »

Jumlah kasus virus corona belum mengalami penurunan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa pada Rabu (20/5) terjadi penambahan jumlah kasus harian terbesar (lebih dari 100.000 kasus di seluruh dunia) sejak wabah bermula di Wuhan akhir Desember 2019. Adapun dampak ekonomi yang dihasilkan akibat pandemi ini membuat pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 2,97% di kuartal pertama 2020, padahal kasus pertama Covid baru diumumkan pada 2 Maret 2020. Meskipun jumlah kasus belum mengalami penurunan dan melihat kegiatan ekonomi yang sudah lama terhenti, pemerintah akhirnya menggaungkan wacana skenario new normal. Skenario ini menitikberatkan pada perubahan budaya masyarakat untuk berperilaku hidup sehat di tengah pandemi Covid-19 atau bisa dikatakan beradaptasi dengan Covid-19. Pemerintah berharap adanya skenario new normal dapat membuat masyarakat tetap produktif di tengah keniscayaan risiko wabah corona dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Beberapa sektor akan dibuka kembali seperti sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi. Skenario Pesimistis Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh McKensey Global Institute, pandemi Covid-19 berdampak pada beberapa hal, mulai dari proses pengajaran dan pembelajaran, dosen, hingga kondisi finansial perguruan tinggi. Pada skenario pesimistis, pembelajaran online akan dilakukan hingga 2021. Sebagian besar siswa akan menyelesaikan perkuliahan semester ini secara daring dan kelulusan akan dilakukan secara virtual (tanpa seremonial formal). Kemudian, pergeseran signifikan terjadi pada pembelajaran online yang tentunya menjadi tantangan besar perguruan tinggi. Standar pembelajaran online yang layak perlu dikembangkan perguruan tinggi agar mampu memfasilitasi consumer needs, dalam hal ini mahasiswa. Selain itu, dosen yang tidak siap dengan pembelajaran ini dituntut memberikan effort lebih untuk melek teknologi dan menjadi kreator konten edukasi yang kreatif. Hal ini tentunya memakan waktu yang awalnya dialokasikan untuk penelitian dalam rangka peningkatan scholarly productivity perguruan tinggi. Dalam hal finansial, seperti yang telah disampaikan oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Budi Djatmiko, perguruan tinggi khususnya swasta (PTS) menjadi lembaga pendidikan tinggi yang paling terdampak, karena sebagian besar pemasukan PTS berasal dari dana mahasiswa. Keterlambatan pembayaran ini disebabkan kesulitan finansial sebagian besar orangtua mahasiswa di tengah pandemi. Beberapa Langkah Untuk menjawab tantangan di tengah pandemi dan mempersiapkan skenario new normal perguruan tinggi, beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi meliputi; 1. Membentuk task force team sebagai nerve center Pembentukan tim kerja yang fokus pada tanggung jawab bidang tertentu dapat membantu pemimpin institusi pendidikan untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan respons terhadap Covid-19. Tanggung jawab tim kerja tersebut meliputi empat bagian. 1. Pertama, melakukan analisis kondisi kampus pada umumnya dan online learning pada khususnya. Kedua, fokus pada apa yang urgent untuk dilakukan, perlu diputuskan apa yang harus dilakukan dengan cepat guna merespons consumer needs. Ketiga, fokus untuk mendesain portofolio actions (baik jangka pendek maupun jangka panjang) dengan pragmatic operating model guna memperjelas rencana dan tindakan aksi tersebut. Keempat, menyampaikan rencana dan merespons tanggapan secara fleksibel dan efisien. Baca juga: Pandemi Covid-19 Ancaman Serius Bagi Perguruan Tinggi, Apa yang Harus dilakukan? Dalam rangka meningkatkan efektifitas pembentukan tim kerja ini, perlu dilakukan tracing apa yang sedang dilakukan tim, kapan, dan oleh siapa. Pertemuan antaranggota tim dilakukan secara intensif dan seefisien mungkin guna merespons dan menjawab tantangan yang ada di lapangan. 2. Memperhatikan […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Tuntutan stakeholder terhadap penyelenggara pendidikan semakin tinggi. Keberhasilan organisasi/penyelenggara pendidikan dinilai dari keluaran peserta didik yang mempunyai ketrampilan serta kemampuan beradaptasi dengan cara-cara kerja yang baru dan segala jenis lingkungan. Apa itu ISO 21001:2018 ? Standar ISO 21001: 2018 adalah sistem manajemen organisasi pendidikan yang disesuaikan dari ISO 9001: 2015. Standar ini disusun khusus untuk sektor pendidikan dalam mencapai tujuan dan menjalankan fungsi utamanya, yaitu memberikan pendidikan yang bermutu. Standar ISO 21001 ini memiliki prinsip-prinsip yang mendorong lembaga pendidikan untuk menjadi lebih bertanggung jawab secara sosial dan menyediakan layanan pendidikan yang dapat diakses dan adil bagi peserta didik. Standar ISO 21001: 2018 membantu lembaga pendidikan dalam meningkatkan kepuasan peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, serta penerima manfaat lainnya. Persyaratan standar ISO 21001: 2018 bersifat umum dan dapat diterapkan oleh semua lembaga yang berbasis kurikulum, baik formal maupun informal, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, atau mulai dari lembaga kursus dan pelatihan dengan metode tatap muka langsung hingga pembelajaran elektronik (e-learning). Apa Tujuan Standar ISO 21001: 2018? Tujuan utama dari Standar ISO 21001: 2018 adalah untuk mengevaluasi apakah lembaga pendidikan telah memenuhi kebutuhan peserta didik dan penerima manfaat layanan pendidikan lainnya. Melalui pemenuhan klausul Standar ISO 21001: 2018, lembaga pendidikan akan dapat menyediakan produk dan layanan pendidikan yang dapat memenuhi persyaratan yang diharapkan dari pihak-pihak berkepentingan. Baca juga: Hadapi New Normal, dengan Update Strategi Pembelajaran Digital Apa Manfaat ISO 21001: 2018? Penerapan suatu system harus dapat memberikan dampak dan manfaat positif bagi lembaga, begitu pula dengan penerapan Standar ISO 21001: 2018. Berikut kami paparkan manfaat penerapan ISO 21001: 2018, baik manfaat secara umum maupun manfaat secara bisnis. Secara umum, penerapan ISO 21001: 2018 akan: a. Menyelaraskan kegiatan lembaga dengan kebijakan, misi dan visi lembaga, b. Meningkatkan tanggung jawab sosial dengan menyediakan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil untuk semua peserta didik, c. Sebagai proses dan alat evaluasi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi, d. Meningkatkan kredibilitas lembaga Pendidikan, e. Peningkatan berkelanjutan melalui pemantauan terus-menerus untuk meningkatkan proses pembelajaran. Adapun manfaat secara bisnis, penerapan ISO 21001: 2018 akan: a. Meningkatkan daya saing dan meningkatkan kualitas pendidikan karena ISO 21001: 2018 mengadopsi praktik terbaik dari industri pendidikan yang diakui secara internasional, b. Meningkatkan kepuasan peserta didik dan penerima manfaat lainnya sehingga berpengaruh terhadap reputasi, c. Meningkatkan kepercayaan publik bahwa lembaga memiliki standar mutu pendidikan yang diakui secara internasional. Saatnya Perguruan Tinggi Anda Berstandart Internasional SEVIMA berkerjasama dengan Intertek Academy akan mengadakan pelatihan online dengan durasi 3 jam yang akan mengupas ISO SNI 21001: 2018. Pelatihan akan membahas: Pengenalan: – Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP) – Prinsip-prinsip (SMOP) – Pendekatan proses dan PDCA Interprestasi: – Klausul 4: Konteks Organisasi – Klausul 5: Kepemimpinan – Klausul 6: Penerapan – Klausul 7: Dukungan – Klausul 8: Operasional – Klausul 9: Evaluasi Kinerja – Klausul 10: Peningkatan Saatnya meningkatkan kepercayaan publik bahwa lembaga perguruan tinggi Anda memiliki standar mutu pendidikan yang diakui secara internasional. Yuk daftar Webinar disini: bit.ly/6285731353398 (Pak Dicky).

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Tidak bisa dipungkiri, menghadapi perubahan yang cukup besar dan mendadak karena Covid-19 dinilai sangat sulit untuk dijalani. Namun perlu diingat, perubahan-perubahan tersebut tidak boleh menyurutkan niat kita untuk maju menjadi insan yang lebih kreatif dan inovatif. Sebagai kaum millennial yang berpikiran maju, situasi seperti ini hendaknya tidak membuat kamu semakin mundur. Bukan saatnya kamu merasa terbelenggu oleh situasi, bukan waktunya lagi kamu merasa paling merana karena pandemi ini. Peristiwa ini harusnya kamu jadikan acuan untuk menjadi lebih baik. Dilansir dari channel Youtube Najwa Shihab, Ia mengutarakan  bahwa sebenarnya angkatan dan lulusan 2020 adalah generasi emas. Kenapa bisa dibilang sebagai generasi emas? Yuk simak 6 ulasan berikut. 1. Perubahan pendidikan di tahun 2020 Situasi yang tidak memungkinkan, mengharuskan semua kegiatan harus dilakukan secara online. segala hal yang menyangkut sistem belajar mengajar harus dilakukan dengan sistem online. Tidak hanya itu, penghapusan ujian nasional dan pembatalan wisuda membuat semua yang lulus di tahun ini merasakan perbedaan yang teramat sangat. Jangan khawatir dulu ya, harusnya kamu bersyukur ada di situasi seperti ini. Kamu adalah orang yang beruntung, karena kamu adalah orang-orang terpilih yang adaptif terhadap keadaan. Baca juga: Penting! Ini 7 Tips Mengajar Dari Mendikbud Di Masa Pandemi Covid-19 2. Tahan banting dengan keadaan Belajar banyak dari situasi dan kondisi masa kini, membuat kamu yang lulus pada tahun 2020 adalah orang-orang yang sangat tahan banting. Keadaan yang tidak menentu dan situasi yang sangat fluktuatif membuat kamu menjadi generasi lebih sabar untuk menata ulang semua yang sudah kamu rencanakan. Tidak hanya itu, sarana prasarana yang belum memadai terkadang juga membuat beberapa kegiatanmu sedikit terhambat. Jadi, bisa dibilang bahwa angkatan 2020 akan menjadi seseorang yang sudah terlatih lebih tegar dan kuat dalam menghadapi keadaan. 3. Angkatan yang percaya terhadap science Keadaan terkepung oleh pandemi Covid-19, membuat angkatan 2020 kebelakang dinilai menjadi angkatan yang akan melek terhadap science. Situasi seperti ini juga membuat kamu sadar dan lebih rasional dalam berpikir, utamanya dalam pengolahan data dan segala hal tentang science. Semua yang akan dilakukan pasti dilakukan dengan penuh hati-hati. Tidak hanya berdasarkan teori saja, namun berdasarkan fakta dan data yang sudah ada. Baca juga: Anti Boros Kuota! Ini Rekomendasi Perkuliahan Online yang Hemat 4. Angkatan yang semakin sadar krisis iklim Wabah Covid-19 yang dinilai memberikan dampak yang carut marut terhadap semua sektor. Belum lagi adanya krisis iklim yang mungkin akan terjadi pasca menghilangnya wabah Covid-19. Semua tatanan yang sudah ada, terpaksa harus dirubah karena kondisi yang tidak menentu. Jika dilihat dari keadaan sekarang, pasti akan ada banyak yang perlu diperbaiki. Jadi, bisa dikatakan bahwa situasi ini akan membuat pola pikir generasi ini pun perlahan berubah. Sehingga pola pikir mereka pun bisa dipastikan akan berorientasi pada masa depan. 5. Ujian sebenarnya setelah lulus Mungkin sebagian orang berpikir, jika ujian pada situasi seperti ini benar-benar sulit untuk dijalani. Beberapa dari mereka merasa sedih karena tidak bisa melaksanakan ujian, wisuda, dan kegiatan kelulusan lainnya. Sebenarnya, ujian yang sesungguhnya adalah ketika kamu sudah lulus, terutama bagi kamu yang lulus dari perguruan tinggi. Banyaknya perusahaan dan beberapa instansi yang menutup proses open recruitment, hal […]

Baca Selengkapnya »