Berita & Artikel

Kompetisi Menulis

Nov

23

2020

...
Event | Kompetisi Menulis
Pemenang Kompetisi Menulis SEVIMA 2020 Kategori Mahasiswa

SEVIMA.COM – Hallo Rekan SEVIMA! Siapa yang disini udah nungguin pemenang lomba Kompetisi Menulis SEVIMA kategori Mahasiswa? Pada 8 Oktober 2020 hingga 31 Oktober 2020 kemarin, SEVIMA mengadakan Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation 2020, dengan tema “Revolusi seperti apa yang dilakukan kampus Anda di masa pandemi ini?”. Kami ucapkan terima kasih buat sahabat mahasiswa yang telah mengirimkan hasil karyanya mengikuti Kompetisi Menulis SEVIMA. Wah, semua artikelnya bagus-bagus! Tim juri internal sampai kewalahan loh menentukan pemenangnya. Dan setelah melakukan penjurian ketat, berikut inilah pemenang Kompetisi Menulis SEVIMA. Inilah pemenang Kompetisi Menulis SEVIMA 2020 Kategori Mahasiswa Juara 1 Nama: Alexander Instansi: Sekolah Tinggi Bahasa Asing Potianak Judul Artikel: Revolusi Pembelajaran Signifikan Di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak Link artikel: https://sevima.com/revolusi-pembelajaran-signifikan-di-sekolah-tinggi-bahasa-asing-pontianak/ Favorit 1 Nama: Uswatul Wadichati Instansi: UIN Walisongo Semarang Judul Artikel: Menjawab Tantangan Kualitas Pendidikan di Tengah Pandemi Link Artikel: https://sevima.com/menjawab-tantangan-kualitas-pendidikan-di-tengah-pandemi/ Favorit 2 Nama: Shobikhatul Lamiah Instansi: Poltekes Kemenkes Semarang Judul Artikel: The Application of Learning System During Covid-19 at Poltekkes Kemenkes Semarang Link Artikel: https://sevima.com/the-application-of-learning-system-during-covid-19-at-poltekkes-kemenkes-semarang/ Favorit 3 Nama: Yohanes Patrio Instansi: Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) Surabaya Judul Artikel: Proses Belajar Mengajar Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya Ditengah Pandemi Covid-19 Link Artikel: https://sevima.com/proses-belajar-mengajar-universitas-katolik-darma-cendika-surabaya-ditengah-pandemi-covid-19/ Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa saldo elektronik, e-certificate, dan merchandise menarik dari SEVIMA. Proses pengiriman hadiah akan dikonfirmasi panitia lewat email. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti Kompetisi Menulis SEVIMA 2020. Terima kasih atas artikel inspiratif serta ide-ide kreatif yang muncul di setiap Artikel. Sekali lagi, Kami ucapkan selamat kepada para pemenang ya. Bagi yang belum beruntung, jangan khawatir! Anda masih bisa menikmati beberapa kompetisi yang lain. Sampai jumpa di kompetisi SEVIMA yang lain! 🙂 Salam, Tim SEVIMA

Nov

13

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama | Kompetisi Menulis
Menjawab Tantangan Kualitas Pendidikan di Tengah Pandemi

Penulis: Uswatul Wadichatis Mahasiswa-UIN Walisongo Artikel ini Masuk dalam 10 Besar “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” Kategori Mahasiswa Efek domino yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 telah merebak diseluruh aspek kehidupan mulai dari lini ekonomi, sosial, politik hingga pendidikan. Sejak diputuskannya aturan pemerintah tentang pelarangan berkumpul atau physical and social distancing, saat itu pula semua lembaga pendidikan tidak lagi mengadakan pertemuan secara langsung dalam kelas (face to face). Hal ini tentu saja menimbulkan berbagai educational shock pada seluruh kalangan akademisi. Bagaimana tidak, semua kegiatan akademik seperti penyampaian materi, diskusi, seminar hingga praktikum mustahil untuk dilakukan di tengah mewabahnya pandemi. Sedangkan seluruh kegiatan akademik tersebut dibutuhkan bagi mahasiswa sebagai  sumber daya manusia (SDM) dari masyarakat Indonesia. Hal tersebut tentunya tidak hanya membutuhkan teori semata, namun juga bekal soft skill dari praktik lapangan yang perlahan hilang akibat ketiadaan kegiatan tersebut. Pembelajaran sains dan aplikasinya menjadi sebuah topik yang banyak disorot saat ini. Mengapa? karena ilmu sains memberikan sebuah pondasi pemahaman bagaimana manusia bisa berpengatahuan, mengelaborasikan berbagai unsur alam dan non-alam yang ditemukan guna mempermudah kehidupan. Oleh karena itu, hilangnya kesempatan untuk melakukan praktik dasar-dasar sains contohnya pada praktikum bidang biologi bagi mahasiswa pendidikan biologi mengakibatkan kemampuan dasar dilaboratorium tidak maksimal didapatkan. Sebagai mahasiswa pendidikan biologi yang baru saja wisuda dan masih berkesempatan untuk menjadi asisten dosen di laboratorium, awalnya saya mengira bahwa praktikum biologi akan sulit dilakukan dengan daring;ternyata praktikum tetap bisa dilaksanakan dengan menggunakan berbagai piranti online. Hal ini rupanya telah memberikan atmosfer segar dalam dunia pendidikan. Pandemi Covid-19 memberikan banyak tantangan baru bagaimana aspek pendidikan dijaga kualitasnya. Mempersiapkan kualitas pendidikan yang baik, harus dimulai dengan mempersiapkan kualitas pendidikan dari pendidiknya. Sebelum menjadi seorang guru, tentunya guru tersebut pernah menjadi mahasiswa kependidikan. Tuntutan zaman seperti ini, mengharuskan perguruan tinggi wajib mempersiapkan suatu “Revolutionize Education”. Revolusi pendidikan inilah yang menjadi kunci dasar dalam mempertahankan kualitas pendidikan ditengah masa wabah seperti ini. Revolusi pendidikan saat ini dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran blended learning dimana seluruh sumber belajar baik dari internet maupun non-internet dapat berkolaborasi memberikan suatu pemahaman yang akurat, kredibel dan tepat. Aplikasi sains, contohnya dalam bidang biologi kini semakin mudah untuk diterapkan. Misalnya, ketika kami mahasiswa pendidikan biologi melaksanakan praktikum keanekaragaman tumbuhan maka kami bisa dengan bebas mengeksplor tumbuhan apapun yang ditemukan disekitar tempat tinggal. Tidak hanya itu, kami juga mencari manfaatnya dan kemudian mengolahnya agar menjadi tanaman yang lebih berdaya guna. Hasil praktikum tersebut dapat diseberkan kepada khalayak umum melalui ilmu yang dikemas dalam sebuah informasi. Sehingga ilmu dan informasi tersebut mampu dicerna oleh banyak kalangan diberbagai sosial media. Maka, masyarakat pun akan tahu tentang keberadaan dan manfaat suatu tanaman tersebut. Kemudahan dan keasyikan seperti ini tidak hanya bisa dirasakan oleh mahasiswa namun juga siswa. Secara singkatnya, perpaduan antara realitas yang dialami langsung oleh pelaku pendidikan dengan realitas virtual sebagai ruang diskusi harus selalu dielaborasikan dan dikembangkan guna menjaga kualitas pendidikan generasi muda bangsa Indonesia. Tantangan menjaga kualitas pendidikan akan menjadi sebuah rintangan atau bahkan halangan manakala kita tidak bisa berinovasi dan menerapkan revolusi sehingga apapun tetap bisa dilakukan meskipun kita hanya “terjebak” […]

Nov

13

2020

...
Kompetisi Menulis
Revolusi Teknologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya di Masa Pandemi Covid-19

Penulis: Salsabila Istifany Mahasiswa-Unika Atmajaya Artikel ini Masuk dalam 10 Besar Kategori Mahasiswa “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation”  Pandemi Covid-19 membawa dampak di berbagai sektor, salah satunya sektor pendidikan. Semua perguruan tinggi di Indonesia perlu mengikuti revolutionize education dengan cara harus mempersiapkan dan beradaptasi dengan teknologi yang wajib digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sama halnya dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya). Unika Atma Jaya telah mempersiapkan semua kebutuhan proses belajar mengajar yang dibutuhkan oleh dosen dan mahasiswa. Pada semester ganjil 2020/2021, Unika Atma Jaya menerapkan kuliah daring secara full dalam rangka mengikuti kebijkan yang diberikan oleh pemerintah dan sekaligus sebagai bentuk revolutionize education. Unika Atma Jaya menggunakan aplikasi Microsoft Teams untuk jadwal rutin perkuliahan dan juga memiliki beberapa aplikasi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, di antaranya adalah AIDA, MyAtma, dan AtmaLib. Microsoft Teams Mahasiswa Unika Atma Jaya masing-masing diberikan akun Office 365 agar dapat memiliki akses untuk log in di Microsoft Teams. Microsoft Teams memiliki beberapa kegunaan, yaitu dapat membuat grup kelas untuk masing-masing mata kuliah, mengumpulkan assignments, dan juga dapat merekam materi perkuliahan yang disampaikan dosen lalu mendengarnya kembali kapan saja. AIDA AIDA adalah aplikasi aplikasi yang dimiliki Unika Atma Jaya yang bisa diunduh di Play Store (Android) maupun App Store (iOS). AIDA adalah aplikasi untuk memudahkan mahasiswa Unika Atma Jaya dalam melakukan presensi kuliah. Presensi kuliah dilakukan dengan cara scan barcode yang akan dibagikan oleh dosen, lalu kehadiran mahasiswa akan otomatis tercatat di dalam sistem. Dengan tercatatnya presensi setiap perkuliahan ke dalam sistem, maka mahasiswa tidak akan terkena cekal 75% kehadiran. Melalui aplikasi AIDA, mahasiswa juga dapat melihat jadwal kuliah dan jadwal ujian. Hal ini sangat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih terorganisir tanpa perlu mencatat jadwal tersebut di dalam notebook. MyAtma MyAtma adalah sistem administrasi akademik yang telah dimiliki Unika Atma Jaya sejak 2016. Sistem ini mampu mengakomodir kebutuhan Unika Atma Jaya, seperti proses database dari sejak calon mahasiswa hingga menjadi alumni, dan juga berbagai kebutuhan proses pendidikan yang ada di Unika Atma Jaya. Dengan MyAtma, mahasiswa bisa dengan mudah melakukan payment plan atau membuat cicilan. Semua sudah tersedia di dalam MyAtma, mulai dari berapa biaya kuliah yang harus dibayar, lalu jika ingin mencicil juga dapat terlihat berapa biaya yang sudah dibayar dan masih harus dibayar. Membuat Kartu Rencana Studi (KRS) juga dilakukan melalui MyAtma. Jadi, saat waktu KRS tiba, mahasiswa tidak perlu datang ke kampus untuk mendapatkan mata kuliah yang ingin diambil, cukup buka MyAtma melalui laptop atau ponsel sambil rebahan di rumah juga bisa. Setelah KRS berhasil dilakukan, jadwal kuliah mahasiswa akan otomatis tersimpan di dalam MyAtma maupun AIDA. Mahasiswa juga dapat melihat Grade Point Average (GPA) / Current Grade Point Avarage (CGPA) di dalam MyAtma. Lalu juga ada kuesioner kepuasan mahasiswa yang bisa diisi untuk peningkatan kualitas Unika Atma Jaya. Serta masih banyak kegunaan lainnya yang ada di dalam sistem tersebut, loh. AtmaLib AtmaLib adalah perpustakaan Unika Atma Jaya yang tersedia baik secara offline maupun online. Melalui AtmaLib, mahasiswa dapat mengakses e-journal dan e-books untuk membantu pembelanjaran online seperti saat ini. Terdapat sejumlah sarana untuk […]

Nov

13

2020

...
Kompetisi Menulis
Revolusi Mahasiswa Universitas Katolik Darma Cendika selama Pandemi

Penulis: Hendra Tanizar Universitas Katolik Darma Cendika Artikel ini Masuk dalam 10 Besar “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” Kategori Mahasiswa New Normal dalam Bidang Pendidikan Istilah new normal tentu sudah mewarnai keseharian kita di Indonesia. Di tahun ini begitu banyak kejutan yang terjadi di negeri kita tercinta, salah satunya adalah pandemi COVID-19. Yang membuat kita semua harus tetap #DiRumahAja sambil menatapi layar gadget untuk menempuh pendidikan, WFH (Work From Home), dan lain-lain. Sudah hampir delapan bulan kita ditemani dengan kehadiran COVID-19 dan untungnya berbagai protokol kesehatan sudah dipersiapkan secara matang. Walaupun belum maksimal dalam hal penerapan, seperti memakai masker, rajin menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, dan social distancing. Tapi siapa sangka, ternyata kehadiran COVID-19 ini juga membawa banyak dampak positif untuk kehidupan kita, loh! Salah satunya, kita jadi lebih banyak me time, waktu bersama keluarga, terdorong untuk mempelajari hal baru, dan lebih menyadari tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan. Baik kesehatan fisik, maupun kesehatan mental. Upaya Pemerintah dalam Mengoptimalisasi Pendidikan di New Normal Masa pandemi ini memicu pemerintah untuk menciptakan inovasi baru agar kehidupan berbangsa dan bernegara tetap optimal, terutama dalam bidang pendidikan. Sebagai generasi muda, tentu kita tetap tidak boleh menyepelekan yang namanya pendidikan, sebab aset tersebut sangatlah penting untuk kita. Masa pandemi tentu bukan menjadi penghalang kita dalam terus belajar dan terus berkarya. Justru tidak hanya pemerintah dan orang-orang penting, kita sebagai siswa dan mahasiswa pun seharusnya terdorong untuk mau berpikir tentang bagaimana inovasi baru yang seharusnya diterapkan di masa pandemi ini agar aktivitas pembelajaran dapat tetap berjalan dengan normal dengan tetap menjaga kesehatan. Apalagi mengingat anak-anak juga rentan terhadap COVID-19. Apabila kita bahas dalam segi pemerintah dan dinas pendidikan, sebenarnya apa saja upaya mereka agar pendidikan di Indonesia dapat tetap teroptimalisasi? Seperti yang kita ketahui, Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah dimulai sejak 13 Juli yang lalu. Menyikapi hal ini, tentu Kemendikbud tidak tinggal diam. Dalam rangka tetap menjaga protokol kesehatan, Kemendikbud mengeluarkan sekitar 19 kebijakan pendidikan di era new normal guna mencegah dan meminimalisir penyebaran virus COVID-19. Diantaranya adalah melakukan tes COVID-19, mengukur suhu tubuh sebelum memasuki lingkungan sekolah, sosialisasi virtual, menerapkan social distancing pada posisi duduk siswa (berjarak 1,5 m), penggunaan disinfektan secara rutin, Pemberdayaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan masih banyak lagi yang perlu diperhatikan oleh guru, siswa dan mahasiswa. Upaya yang dilakukan sebagai seorang Mahasiswa Sebagai mahasiswa, tentu kita harus tetap semangat dalam menimba ilmu di tengah pandemi sekalipun. Serta jadikan masa pandemi ini sebagai peluang bagi kita, untuk terus berinovasi dan mengembangkan bakat kita yang selama ini masih terpendam. Jangan lupa juga, menghabiskan waktu bersama dengan keluarga juga sangat penting, loh. Yang namanya relasi tentu harus tetap terjalin walaupun kita harus menerapkan social distancing. Upaya dapat berjalan dengan maksimal apabila kita turut ikut serta dalam menjaga kesehatan dan memutus rantai penyebaran COVID-19. Di kampus saya, Universitas Katolik Darma Cendika, juga mempunyai beragam revolusi baru dalam menjamin kesehatan mahasiswa dalam menimba ilmu. Di Universitas saya, kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan online dan juga offline namun dengan protokol kesehatan yang ketat. Contohnya seperti pemeriksaan suhu tubuh […]

Nov

13

2020

...
Kompetisi Menulis
The Application of Learning System During Covid-19 at Poltekkes Kemenkes Semarang

Penulis: Shobikhatul Lamia Mahasiswa-Poltekkes Kemenkes Semarang Artikel ini Masuk dalam 10 Besar Kategori Mahasiswa “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation”   Abstrak Selama belum ditemukannya vaksin Covid-19, kegiatan belajar dan mengajar tidak dapat berjalan seperti semula dengan cara melalui tatap muka, namun telah berubah dengan melakukan perkuliahan jarak jauh secara online, kegiatan belajar mengajar melalui laman e-learning, adapun medianya berupa Whatsapp Group, Google Class, Google Doc atau Google Form, Zoom yang menghubungkan dosen dengan mahasiswa. Belajar dan bekerja dari rumah work from home. Hal ini berdampak kepada timbulnya perubahan pada pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu kegiatan belajar mengajar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga terjadi perubahan dalam metode pelaksanaannya. Kata kunci: Covid-19, kebijakan kampus, sistem pendidikan. Abstract As long as the covid-19 vaccine has not been found, learning and teaching activities cannot run as before by face-to-face but have changed by conducting distance lectures online, teaching and learning activities through pages e-learning, as for the media in the form of WhatsApp group, Google Class, Google Doc or Google Form, Zoom that connects lecturers with students. Study and work from home, work from home (WFH). This has an impact on the emergence of changes in the implementation of the Tri Dharma Perguruan Tinggi activities, namely teaching and learning activities, research, and community service, resulting in changes in the method of implementation. Keywords: Covid-19, campus policy, education system. Pendahuluan: Di awal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan kejadian infeksi berat dengan penyebab yang belum diketahui, berawal dari laporan dari Cina kepada World Health Organization (WHO) terdapatnya 44 pasien pneumonia yang berat di suatu wilayah yaitu Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, tepatnya di hari terakhir tahun 2019 Cina. Dugaan awal hal ini terkait dengan pasar basah yang menjual ikan, hewan laut dan berbagai hewan lain. Pada 10 Januari 2020 penyebabnya mulai teridentifikasi dan didapatkan kode genetiknya yaitu virus corona baru. Pada akhir Januari 2020 WHO menetapkan status Global Emergency. Wabah korona telah mengubah dan bahkan menghentikan aktivitas segala aspek di dunia, kebijakan dalam rangka upaya pencegahan penularan virus ini telah dilakukan oleh semua instansi baik pemerintah maupun swasta, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Mulai dari proses belajar mengajar hingga tatanan sistem pendidikan mengalami perubahan demi menunjang pencegahan virus Korona, dari tingkat dasar hingga tingkat pendidikan tinggi memberlakukan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan metode dalam jaringan (daring) seluruh aktivitas mahasiswa dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari adanya kerumunan. Dalam kedaan seperti ini tidak banyak hal yang dapat dilakukan selain menaati himbauan pemerintah, dalam konteks melawan virus Covid-19. Presiden Jokowi menggelontarkan slogan “Bekerja, Belajar, dan Beribadah dari rumah” sebagai pemutus rantai penyebaran virus Covid-19 di tengah pandemi. Metode: Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan teknik literatur dan wawancara terhadap Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang, guna menggumpulkan data dari berbagai sumber dan sensus mengenai keadaan dan sistem pembelajaran kampus pada masa pandemi. Pembahasan: Corona virus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute […]

Nov

13

2020

...
Kompetisi Menulis
Proses Belajar Mengajar Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya Ditengah Pandemi Covid-19

Penulis: Yohanes Patrio Mahasiswa- Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya Artikel ini Masuk dalam 10 Besar “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” Kategori Mahasiswa Virus corona atau yang bernama asli novel coronavirus (2019-nC0V) adalah virus yang dapat   menyebabkan infeksi di jaringan paru-paru dan membuat orang sulit untuk bernafas.  Kata  Corona sendiri berasal kata crown  yang berarti mahkota karena virus corona berbentuk mahkota jika dilihat dengan mikroskop . Virus ini dapat menular melalui udara, air liur bahkan lewat mata. Gejala yang paling umum yang muncul pertama kali jika sesorang terkena virus ini adalah demam, batuk dan sesak napas. PBB sendiri melalui Badan Kesehatan Dunia ( WHO) menyatakan  virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 ini sebagai pandemi global. Sejak terdeteksi di kota Wuhan, China pada 31 desember 2019 lalu, virus corona telah membawa dampak dan perubahan yang sangat “luar biasa”  terhadap keberlangsungan hidup seluruh masayarakat dunia termasuk Indonesia. Mulai dari sektor kesehatan, sektor pendidikan hingga sektor ekonomi,  semua terkena imbas oleh adanya virus ini. Salah satu sektor yang terkena dampak dari virus corona yang akan disoroti  pada  tulisan ini adalah sektor pendidikan. Dimana sejak  Presiden Jokowi menetapkan  wabah virus corona sebagai bencana non alam, Mendikbud kemudian mengambil langkah dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor  36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 yang berisi semua kegiatan belajar mengajar baik sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi di seluruh Indonesia  dilakukan secara daring. Hal ini dilakukan dalam upaya mendukung  pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona. Menyikapi hal tersebut, Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya yang juga tentu saja berada dibawah naungan Mendikbud, melakukan Revolutionize Education yang bertujuan agar mahasiswa tetap bisa belajar secara kreatif dan produktif meskipun berada ditengah pandemi.  Berikut ini adalah beberapa revolusi/perubahan yang di terapkan di Universitas Katolik Darma Cendika ( UKDC) Surabaya : Memanfaatkan teknologi  pembelajaran e-learning. Salah satu aplikasi yang digunakan adalah Edlink. Dalam aplikasi ini mahasiswa dan dosen dapat berinteraksi/berdiskusi secara luas. Dosen menyampaikan materi kemudian para masiswa/mahasiswi dapat mengunduh materi tersebut. Jika masiswa/mahasiswi kurang paham terkait materi yang sedang dipelajari, Edlink telah menyediakan fitur yang memungkinkan mahasiswa /mahasiswi bisa bertanya baik kepada dosen pengampu maupun kepada mahasiswa/mahasiswi lain. Selain Edlink, ada juga aplikasi lain yang digunakan yaitu Zoom dan google meet yang hampir seluruh lembaga pendidikan pasti menggunakannya dalam masa LFH (Learning From Home). Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) Surabaya memfasilitasi para mahasiswa/mahasiswi dengan subsidi internet gratis. Hal ini bertujuan  untuk membantu para mahasiswa/mahasiswi terutama  yang terkena dampak ekonomi dari Pandemic Covid-19 sehingga tidak kesulitan dalam mengikuti proses belajar secara daring. Universitas Katolik Darma Cendika  (UKDC) Surabaya juga bekerja sama dengan Telkomsel dan provider-provider lain sehingga situs-situs seperti Edlink dan Siakad.ukdc.ac.id dapat diakses dengan mudah dan gratis oleh para civitas UKDC. Di beberapa pintu masuk kampus, sudah disediakan tempat cuci tangan dan sabun. Tiap ruangan juga selalu disemproti disinfektan. Ini dilakukan karena selain dosen dan para karyawan, ada juga mahasiswa/mahasiswi dari fakultas teknik yang  harus melakukan praktikum. Mereka diperbolehkan  untuk datang ke kampus tetapi dengan  menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti wajib mengenakan masker dan face shield . Mereka juga datang ke kampus tidak setiap hari. Dalam satu minggu, hanya 2-3 hari saja sesuai dengan banyaknya materi praktikum yang sedang di pelajari. Seperti itulah kurang lebih beberapa penerapan New Normal di […]

Nov

13

2020

...
Event | Event SEVIMA | Kompetisi Menulis
Revolutionize Education: Optimis Meningkatkan Potensi Meski Ditengah Pandemic Covid-19

Penulis: Okis Mulyatina Mahasiswa Universitas Nasional Jakarta Artikel ini Masuk dalam 10 Besar Kategori Mahasiswa di “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation”  Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia sejak kasus pertama telah terkonfirmasi pada Februari 2020. Menimbulkan berbagai dampak pada segala aspek kehidupan masyarakat termasuk dalam dunia pendidikan. Beragam langkah dilakukan sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Covid-19 semakin merebak. Dalam dunia pendidikan terjadi perubahan proses belajar mengajar yang selama ini biasa terjadi. Mengantarkan Revolutionize Education yang bersifat mengglobal melalui jaringan internet. Pendidikan sebelumnya dilakukan dengan sistem pembelajaran tatap muka sebagai metode konvensional menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)  secara virtual. PJJ dilakukan secara daring dengan memanfaatkan teknologi untuk kegiatan belajar-mengajar. Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan bukanlah hal yang baru. Hal tersebut sudah mulai diterapkan secara perlahan pada tahun 2000an dibeberapa instansi pendidikan di Indonesia. dalam beberapa sektor sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan baik sebagai basis data pendidikan ataupun dalam kegiatan belajar mengajar. Mengacu pada surat Edaran Kementrian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) Diretorat Pendidikan Tinggi No 1 Tahun 2020 mengenai Pencegahan penyebaran Covid-19, Universitas Nasional Jakarta telah menerapkan secara keseluruhan kuliah dilakukan secara daring terhitung sejak bulan Maret. Setiap pelajar baik pada jenjang sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi melaksanakan proses belajar dari rumah (Learn From Home) melalui sistem belajar daring atau online. Hingga pada bulan September 2020 penelitian Kemendikbud, menyatakan bahwa sudah ada 98% perguruan tinggi di Indonesia sudah menerapkan pembelajaran daring. Proses pembelajaran mengalami penyesuaian yang diterapkan dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Melalui metode baru dilakukan secara daring dari rumah masing-masing, yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka (konvensional). Perubahan tersebut yang terjadi secara tiba-tiba mengakibatkan shock bagi civitas akademik baik mahasiswa ataupun dosen. Hal tersebut terjadi karena beragam ketidak siapan pendukung dalam menunjang pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri. Pendidikan tidak dapat dilepaskan dari proses belajar mengajar sebagai suatu kegiatan yang bersifat holistik dalam satu kesatuan. Beragam aspek pendukung dalam proses belajar mengajar   menanamkan nilai, norma, budaya, moral, dalam diri individu yang membetuk sebuah karakter. Ditengah kondisi wabah pandemic Covid 19 mendesak perubahan secara tiba-tiba tanpa ada persiapan. Dunia Pendidikan dihadapkan pada ketidak siapan sistem pembelajaran daring dengan beragam tantangan yang dihadapi. Proses pembelajaran daring membutuhkan akses teknologi informasi sebagai penunjang dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti laptop, smartphone, tablet. ( Gikas & Grant, 2013 dalam Handarini, 2020). Menurut Moore at all dalam Firman & Sari, 2020 pembelajaran daring dapat dilaksanakan dengan fasilitas internet, teknologi, aksesbilitas, fleksibilitas dan kemampuan dalam menciptakan interaksi sebagai kegiatan yang menunjang pembelajaran[1]. Dengan kondisi yang terbatas mengakibatkan kesenjangan akses pendidikan bagi kelompok masyarakat tertentu. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang belum tersebar dengan baik dibeberapa wilayah menghambat kegiatan belajar secara daring dapat berjalan dengan maskimal. Disisi lain kemampuan ekonomi yang berbeda bagi setiap keluarga dalam menyediakan gadget bagi anak untuk mengikuti kegiatan belajar secara daring. Menimbulkan kesenjangan akses pendidikan bagi kelompok pelajar atau mahasiswa dari keluarga ekonomi yang berbeda. Dalam membentuk proses belajar sebagai upaya untuk menstransfer ilmu pengetahuan. Seperti yang disampaikan Ki Hajar Dewantara bahwa Pendidikan merupakan sebagai proses pembudayaan artinya bahwa sebagai proses mentransfer nilai luhur kepada generasi selanjutnya untuk memajukan dan […]

Nov

13

2020

...
Kompetisi Menulis
Revolusi Pembelajaran Signifikan Di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak

Penulis: Alexander Mahasiswa Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak Artikel ini Masuk dalam 10 Besar Kategori Mahasiswa di “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation”  Pandemi COVID-19 adalah krisis kesehatan terbesar yang mempengaruhi banyak sektor kehidupan manusia saat ini. Salah satu sektor yang terdampak oleh pandemi COVID-19 adalah sektor pendidikan. Di Indonesia, banyak perguruan tinggi dan universitas ditutup sebagai upaya dalam mengurangi penyebaran virus korona. Selain daripada itu, potensi resiko mahasiswa untuk terpapar virus korona pada pendidikan tinggi adalah sebesar 86.034.287 orang. Akibatnya, beberapa perguruan tinggi dan universitas mulai menerapkan kebijakan kegiatan belajar mengajar jarak jauh. Salah satu penguruan tinggi yang mengalami dampak ini adalah Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak. Di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak, setiap kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan secara daring menggunakan dua aplikasi yaitu (1) Zoom Meeting sebagai pertemuan antara mahasiswa dan dosen (2) Google Classroom sebagai wadah berdiskusi dan pengumpulan tugas. Dua aplikasi ini yang digunakan dalam menunjang pembelajaran secara jarak jauh dengan baik. Dengan adanya pembelajaran jarak jauh, terdapat adanya revolusi signifikan yang terjadi pada aspek aktivitas belajar mengajar dan penilaian. Oleh karena itu, penulis akan membahas mengenai revolusi pembelajaran signifikan yang terjadi di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak pada aspek aktivitas belajar mengajar dan penilaian. Student-Centered Pertama, Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak menerapkan aktivitas belajar mengajar yang berfokus pada mahasiswa (student-centered). Dalam pembelajaran jarak jauh ini, setiap dosen pada Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak menerapkan pembelajaran secara student-centered atau berfokus pada mahasiswa, sehingga partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran sangatlah utama. Sebelum pandemi COVID-19 terjadi, dosen-dosen di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak memberikan dan menjelaskan materi secara holistik pada setiap pertemuan (teacher-centered). Namun, pada pembelajaran jarak jauh ini, setiap dosen memberikan materi dan mahasiswa mengkaji materi tersebut. Revolusi ini terjadi akibat penyesuaian jadwal kelas daring yang terbatas untuk melakukan tatap muka di Zoom Meeting. Akibatnya, dosen-dosen lebih banyak memberikan materi kepada mahasiswa dalam mengkaji, menelaah, dan memberikan pemahaman materi secara mandiri. Meskipun mahasiswa dituntut secara mandiri, setiap dosen akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa secara fleksibel dalam bertanya mengenai materi yang sulit. Selain itu, dosen-dosen juga akan memberikan pertanyaan konfirmasi kepada mahasiswa terkait pemahaman pada materi tersebut. Hal ini menciptakan model pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa untuk menjadi kritis dan analitik pada materi yang diberikan. Metode Pendekatan Saintifik Adapun model pembelajaran student-centered yang diterapkan oleh dosen-dosen Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak adalah metode pendekatan saintifik. Sebelum pandemi COVID-19 terjadi, setiap dosen menyampaikan materi dengan menggunakan metode pengajaran langsung, sehingga materi hanya bersumber dari referensi yang telah diberikan oleh dosen bersangkutan. Namun, pada pembelajaran jarak jauh, metode tersebut tidak lagi digunakan dan berevolusi dengan metode pendekatan saintifik. Metode pendekatan saintifik adalah pendekatan yang mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dengan menerapkan observasi, tanya jawab, bereksperimen, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan dalam proses belajar mengajar. Metode ini kerap kali digunakan oleh setiap dosen untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang aktif dalam mengkonstruksikan konsep atau prinsip melalui tahapan mengamati (mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan beberapa pertanyaan, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan informasi dengan berbagai teknik, menganalisis informasi, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan informasi yang telah ditemukan. Sebagai contoh, mahasiswa […]

Nov

13

2020

...
Kompetisi Menulis
Antara Pandemi dan Revolusi Pendidikan Secara Perlahan di Universitas Padjajaran

Penulis: Erlingga Agustiana Mahasiswa Universitas Padjadjaran Artikel ini Masuk dalam 10 Besar Kategori Mahasiswa di “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation”  Pandemi Covid-19 yang menjangkiti dunia sejak awal tahun 2020 memaksa seluruh sektor penopang keberlangsungan hidup manusia untuk beradaptasi dengan segala bentuk ketidak-pastian. Penyesuaian ini tidak mengenal apa dan siapa sasarannya. Beberapa sektor yang terdampak secara luar biasa dalam skala internasional diantaranya ialah ekonomi, kesehatan, sosial-budaya, dan pendidikan. Di Indonesia, pendidikan nasional di kala pandemi itu sendiri dituntut untuk berimprovisasi guna terus eksisten sesuai dengan kebutuhan di era industri 4.0. Oleh karenanya, sebuah gebrakan hingga revolusi di bidang pendidikan amat diperlukan untuk menjaga kapasitas serta kapabilitas sumber daya manusia di Indonesia agar terus relevan dengan masa dan tantangannya tersendiri. Revolusi ini harus dipastikan menyasar seluruh segmentasi dan tingkatan pendidikan, dimulai dari usia dini, dasar, menengah pertama, menengah atas, hingga tingkatan vokasi dan universitas. Universitas dan vokasi menjadi tingkatan yang paling terdampak atas ini. Ini karena kedua tingkatan pendidikan tersebut berisikan orang-orang dari pelbagai latar belakang dan lokasi tempat tinggal. Selain itu, penyesuaian ini juga harus berlandaskan pada filosofi tri dharma perguruan tinggi. Salah satu universitas yang telah membuat gebrakan luar biasa cepat adalah Universitas Padjadjaran, dimana kampus tersebut merupakan kampus tempat penulis berkuliah dan mengembangkan dirinya.   Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi salah satu kampus yang menyesuaikan dirinya secara signifikan di masa pandemi Covid-19 dengan program-program yang hingga saat ini telah dan akan dilaksanakan. Kebijakan yang diturunkan oleh kampus biru tersebut tak ayal, meskipun kerap menuai masukan hingga kritikan dari entitas mahasiswa, namun tentu patut diapresiasi mengingat tidak ada yang siap menghadapi perubahan secepat ini. Beberapa kebijakan kampus tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk konkret dalam pelbagai macam wujud program, diantaranya: Website mandiri yang terintegrasi dengan kuota belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Unpad memiliki kanal pembelajarannya sendiri yang dapat diakses dengan kuota belajar bulanan Kemendikbud sebesar 45 (empat puluh lima) Giga Byte. Website tersebut dikenal dengan nama LiVE (Learning in Virtual Environment). Di sana, para dosen dapat dan mahasiswa dapat berinteraksi dari jarak jauh selama masa PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Tampilan User Interface yang sederhana agar mudah digunakan oleh dosen-dosen berusia lanjut namun masih memiliki semangat mengabdi dan mendidik menjadi kelebihan juga. Pusat Konseling yang melayani secara daring maupun luring Rektor Unpad periode ini memiliki fokus akan isu kesehatan mental. Salah satu bentuk nyatanya ialah dengan menghadirkan layanan konsultasi kesehatan mental bernama Pusat Konseling Universitas Padjadjaran (PKUP) untuk melayani mahasiswa dan civitas lainnya yang memiliki gangguan kesehatan mental selama PJJ. Layanan ini dapat diakses secara daring maupun luring dengan protokol kesehatan, dan dilayani oleh profesional yang sudah memiliki jam terbang dan teruji secara akademik. Ini karena Unpad berpikir bahwa kesehatan psikologis sama pentingnya dengan kesehatan fisiologis. Kegiatan kemahasiswaan yang adaptif Di masa pandemi seperti saat ini, segala kegiatan yang melibatkan aktivitas di luar dan/atau dalam ruangan dan diikuti oleh banyak orang mengalami pembatasan yang pada akhirnya berimplikasi dalam pelbagai hal. Perubahan drastis terjadi di tataran pelaksanaan hingga ke substansi dan filosofi kegiatan. Unpad sendiri mengimbau untuk mahasiswanya agar menyusun dan mengeksekusi segala bentuk program […]

Nov

13

2020

...
Kompetisi Menulis
IPB Di Tengah Pandemi Covid-19: Sebuah Revolusi Pembelajaran

Penulis: Farhah Salsabila Mahasiswa IPB University Artikel ini Masuk dalam 10 Besar Kategori Mahasiswa di “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation”  Institut Pertanian Bogor  (IPB) adalah satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki mandat mengembangkan ilmu-ilmu pertanian tropika di tanah air selama 57 tahun. IPB menjadi perguruan tinggi dengan reputasi sangat baik bahkan menjadi universitas terbaik versi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. Peran IPB semakin penting dalam pembangunan nasional dan pendidikan tinggi di Indonesia. Kekuatan IPB dalam pembentukan kompetensi umum ternyata telah menghantarkan para mahasiswa menjadi lulusan yang siap berperan dalam berbagai bidang kehidupan. Nilai-nilai yang dianut dalam berbagai kegiatan belajar mengajar di IPB adalah kemampuan mengelola kompleksitas dan ketidakpastian, keunggulan solusi numerik dan terukur, selalu berpikir sistem dan peduli lingkungan, selalu berpikir dan bertindak runut juga taat pada prosedur dan aturan dan selalu peduli petani dan ringan langkah membantu sesama. Jumlah mahasiswa aktif IPB saat ini lebih dari 20.000 orang mulai dari mahasiswa diploma, S1, S2 dan  S3 yang tersebar pada sembilan fakultas dan tiga sekolah, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Fakultas Ekologi Manusia, Sekolah Bisnis, Sekolah Pascasarjana dan Sekolah Vokasi. IPB memiliki 37 Departemen (39 Program Studi Sarjana), 18 Program Keahlian Pendidikan Diploma, 73 Program Studi Magister, dan 43 Program Studi Doktor. Hingga saat ini IPB telah memiliki alumni sebanyak 149.643 orang. Munculnya pandemik Covid-19 menyebabkan IPB harus bertransformasi bahkan melakukan revolusi dalam proses pembelajaran atau revolutionize education. Sistem pembelajaran sebelum pandemik adalah tatap muka, dengan variasi satu atau dua pertemuan dilakukan secara virtual menggunakan platform pembelajaran daring NEWLMS (New Learning Management System). Di saat pandemi, semua proses belajar mengajar mulai kuliah, praktikum, ujian, hingga proses tugas akhir dilakukan secara online atau daring. Bukan hanya mahasiswa yang harus beradaptasi dengan kuliah online, dosen juga harus lebih kreatif memilih metode pembelajaran supaya tujuan pembelajaran tercapai dan pembelajaran menyenangkan dan tidak membosankan. Dalam pembelajaran bertatap muka yang biasa dilakukan, mahasiswa melihat langsung dosen menjelaskan dengan cara yang menarik dan meninggalkan kesan setelah kuliah selesai. Mahasiswa yang perilakunya bermacam-macam mulai dari yang serius memperhatikan dosen, memainkan HP di bawah buku, tidur, berbincang-bincang dengan suara rendah, mengerjakan tugas yang harus segera dikumpulkan, melamun dan aneka kegiatan yang mewarnai kelas. Semua aktivitas itu akan sulit disaksikan secara langsung dalam kuliah online. Terhitung mulai tanggal 17 Maret 2020, mahasiswa belajar dari rumah secara online atau biasa disebut Kulon (Kuliah Online). Kuliah online di IPB dilakukan secara asynchronous (dosen dan mahasiswa tidak berinteraksi secara real-time) dan synchronous (dosen dan mahasiswa berinteraksi secara real-time). Aktivitas kuliah asynchronous dipusatkan melalui dua platform course.ipb.ac.id dan newlms.ipb.ac.id. Melalui kedua platform daring tersebut, dosen membagikan materi kuliah kepada mahasiswa berupa link video pembelajaran yang diupload melalui youtube, file power point, modul, atau e-book. Meskipun tidak semua mata kuliah menggunakan ketika resources tersebut secara lengkap. Setiap mahasiswa yang mengambil mata kuliah, baik mata kuliah mayor/departemen, interdepartemen maupun supporting course diwajibkan untuk melakukan enroll (mendaftar) pada platform sesuai mata kuliah yang […]