Berita & Artikel

e-learning

Agu

24

2020

...
Dunia Kampus | e-learning
Akses EdLink Sepuasnya, Telkomsel, XL dan Indosat Kompak Berikan Kuota Belajar Online Murah

SEVIMA.COM – Untuk mendukung kegiatan pembelajaran daring, Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata kompak memberikan kuota hemat bagi para pengguna untuk belajar secara online. Dengan kuota belajar dari rumah ini, para pelajar mendapatkan berbagai keuntungan. Anda akan mendapatkan akses ke berbagai platform pendidikan. Salah satunya platform Learning Management System (LMS) SEVIMA EdLink yang bisa Anda gunakan sepuasnya. Berikut ini adalah cara aktifkan dan paket data hemat yang bisa Anda gunakan untuk belajar secara online. 1. Telkomsel Telkomsel merilis kuota untuk pelajar. Kuota belajar Telkomsel merupakan gabungan layanan ilmupedia dan Conference. Kuota dari Telkomsel tersebut adalah Kuota Belajar 10GB dengan hanya Rp10. Paket Kuota Belajar sudah bisa didapatkan oleh pengguna layanan prabayar Telkomsel mulai tanggal 21 Agustus sd 31 Desember 2020, dengan mengakses melalui aplikasi MyTelkomsel atau UMB *363*844#. Ketika menggunakan aplikasi MyTelkomsel. Paket tersebut bisa ditemukan dengan mengklik menu “beli paket” kemudian pilih “internet” lalu pilih “pendidikan” lalu pilih paket “ilmupedia 10 GB”. Atau, bisa langsung mendapatkan paket hemat Ilmupedia di: https://www.telkomsel.com/kuotabelajar. Setelah aktif, Anda bisa langsung menikmati pembelajaran daring menggunakan SEVIMA EdLink sepusanya. Selamat mencoba! 2. Indosat Ooredoo Sama seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo juga menawarkan benefit kuota internet Paket pintar sebesar 30GB hanya Rp 5000 bagi para pelanggannya yang ingin mengakses beragam aplikasi e-learning, salah satunya SEVIMA EdLink. Nah, bagi pengguna yang ingin mengaktifkan Paket pintar sebesar 30GB hanya Rp 5000 ini, bisa langsung melakukan aktivasi melalui aplikasi myIM3 atau menghubungi nomor *123*369# dari ponsel. Baca juga: 4 Tips Kuliah Daring Agar tidak Garing, Dosen Wajib Tahu! 3. XL Axiata Seperti halnya Telkomsel dan Indosat, XL Axiata juga memberikan kuota hemat Paket Xtra Edukasi, yang menawarkan tiga varian harga mulai dari Rp 1.000 (2 GB) dengan masa berlaku 1 hari, Rp 2.500 (5 GB) masa berlaku 3 hari, dan Rp 7.500 (15 GB) untuk masa berlaku 7 hari. Untuk cara mengaktifkan paket Xtra Edukasi anda bisa menggunakan aplikasi myXL, caranya masuk aplikasi lalu mengklik menu “cari paket” kemudian pilih “paket #DiRumahAja” lalu pilih “Bisa Produktif” lalu pilih aja paket yang Anda butuhkan. Dengan mengaktifkan paket Xtra Edukasi, pelanggan dari kalangan pelajar dapat mengakses beberapa aplikasi untuk pembelajaran daring salah satunya SEVIMA EdLink. Terimakasih Telkomsel, Indosat Ooredoo dan XL Axiata yang sudah turut membantu meringankan beban kuota mahasiswa dan dosen untuk tetap belajar dari rumah. Semoga membantu ya sobat Sevima!

Agu

19

2020

...
Dunia Dosen | e-learning
Kuliah Online, Apa Saja yang Bisa Dijadikan Indikator Penilaian?

SEVIMA.COM – Menyelenggarakan kuliah online bukan semata-mata terbebas dari indikator penilaian. Dalam pelaksanaan kuliah online, justru harus membuat para pengampu harus lebih menyiapkan indikator penilaian yang lebih ekstra dalam persiapan kuliah online. Indikator-indikator ini merupakan hal yang sangat krusial untuk menentukan penilaian yang akan diberikan kepada mahasiswa. Nah, kira-kira apa saja sih indikator dalam penilaian kuliah online itu? Apakah ada perbedaan dengan penilaian dalam kuliah konvensional? Di bawah ini adalah beberapa indikator penilaian yang biasanya digunakan dalam kuliah online. Yuk simak! 1. Penugasan Individual Sama seperti kuliah konvensional pada umumnya, kuliah online tentunya juga masih menyelenggarakan penugasan individu bagi para mahasiswa. Penugasan ini digunakan sebagai salah satu komponen penilaian untuk mahasiswa. Dalam penugasan individu ini, mahasiswa diwajibkan untuk mengumpulkannya secara online dalam laman penugasan yang sudah disediakan oleh dosen masing-masing. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 2. Penugasan Kelompok Selain penugasan individual, penugasan kelompok juga menjadi salah satu indikator penting dalam hal ini. Penugasan secara kelompok akan diberikan agar mahasiswa bisa melakukan kerjasama dan diskusi satu sama lain. Penugasan ini nantinya akan disubmit dalam platform online yang dipakai oleh kampus masing-masing. 3. Kegiatan diskusi Meskipun kuliah online diselenggarakan melalui media virtual, namun kegiatan diskusi masih tetap dilakukan lho. Diskusi penting sekali untuk dilakukan agar mahasiswa mampu berkolaborasi dan bertukar pikiran. Tujuannya adalah agar mahasiswa bisa mengemukakan pendapat mereka mengenai materi yang disampaikan oleh dosen. Nah, dalam kegiatan diskusi ini, dosen juga akan mengambil nilai dalam keikutsertaan mereka dalam diskusi ini. Baca juga: Anti Boros Kuota! Ini Rekomendasi Perkuliahan Online yang Hemat 3. Kuis atau game Tak hanya ujian saja, penilaian juga diambil dalam kuis dan game. Biasanya, kegiatan ini diselenggarakan dua kali setiap semester. Dalam pelaksanaan kuis atau game ini, dosen akan memberikannya melalui online sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa. Penilaian melalui kuis dan game ini dinilai cukup efektif buat para mahasiswa. Selain karena mengulas materi sebelumnya, kuis dan games juga akan membantu mahasiswa mengingat dengan mudah materi yang disampaikan oleh dosen. 5. Aktif mengikuti video conference Belajar online akan terasa tidak afdol apabila tidak mengikuti video conference. Video conference ini diberikan agar mahasiswa bisa menerima materi perkuliahaan dengan mudah. Dosen akan menyampaikan seluruh materi yang diampu selama masa perkuliahan. Dalam kegiatan ini, keikutsertaan mahasiswa dalam mengikuti video conference juga menjadi salah satu penilaian soft skill mahasiswa. Baca juga: 4 Tips Kuliah Daring Agar tidak Garing, Dosen Wajib Tahu! 6. Ujian Perkuliahan pasti tidak jauh dari kata ujian. Ujian diberikan agar dosen bisa mengetahui seberapa jauh pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan oleh dosen. Dalam perkuliahaan online, ujian yang diberikan akan dilakukan melalui online. sesuai dengan aturan dan perangkat lunak yang digunakan oleh dosen masing-masing. Ke-enam indikator tersebut sangat penting untuk memberikan penilaian terhadap mahasiswa. Sistem pembelajaran online ini tersebut akan lebih mudah dan cepat bila anda menggunakan EdLink. Platform pembelajaran terbaik yang dirancang untuk dosen dan mahasiswa. Di platform EdLink, anda akan menemukan berbagai fasilitas untuk penugasan online, absensi, ruang diskusi, kuis online, ujian online, dan yang paling penting adalah report nilai mahasiswa. Edlink.id

Agu

04

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Tips & Trik
4 Tips Kuliah Daring Agar tidak Garing, Dosen Wajib Tahu!

SEVIMA.COM – Sepakat gak, kalau kuliah daring ternyata membutuhkan lebih banyak energi dan kreativitas. Selama masa social distancing seperti ini, seluruh kegiatan perkuliahan akan dilakukan dari rumah. Namun, ternyata perkuliahan yang dilakukan secara online dirasa menjenuhkan. Nah untuk menghindari mahasiswa stres, dosen harus memberikan pembelajaran online yang sedikit berbeda agar perkuliahan menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Langsung saja cus kita bahas tips kuliah daring agar gak garing. 4 Tips Kuliah Daring Agar tidak Garing 1. Pilih Desain Sederhana Guna Menghindari Stres Mahasiswa Gunakan desain penyampaian materi yang sederhana, kan prinsip pembelajaran daring harus mencapai tujuan pembelajaran. Anda bisa gunakan slide power point, video, podcast, maupun mencari referensi dan sumber belajar relevan di internet. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif 2. Pilih Mode Pembelajaran yang Sederhana Pilih mode pembelajaran yang sederhana dan sebisa mungkin variatif, bergantian atau gabungan mode belajar yang sifatnya synchronous atau satu waktu dan beda tempat serta asynchronous atau beda waktu dan beda tempat. 3. Padukan Tool Pembelajaran Online dengan Sosial Media Manfaatkan LMS seperti SEVIMA EdLink padukan dengan media sosial populer yang banyak digunakan mahasiswa seperti Youtube, Instagram, dan Spotify. 4. Berikan Tugas yang Sederhana tapi Berimpek Karena situasi seperti tugas kuliah bisa diubah dengan format yang lebih sederhana dan memiliki manfaat yang luas. Contoh mahasiswa diberikan tugas untuk merancang dan mengeksekusi social campaign melalui media sosial. Itulah 4 tips yang bisa Anda lakukan agar perkuliahan online menjadi lebih hidup. Bagi rekan-rekan dosen yang belum punya platform untuk kuliah online, coba deh aplikasi EdLink untuk memulai kuliah online di kampus Anda. Semangat berkuliah online ya!

Jul

30

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Lawan Covid-19
6 Metode Pembelajaran Paling Efektif di Masa Pandemi Menurut Para Pakar

SEVIMA.COM – Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih adanya Surat Edaran no. 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing. Setiap institusi pun dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang sangat efektif ini. Sayangnya, tak semua institusi pendidikan rupanya paham betul mengenai inovasi terbaru yang harus dipakai untuk melakukan pembelajaran selama pandemi. Kebanyakan dari mereka masih belum bisa menyesuaikannya karena terkendala sarana dan prasarana. Jangan khawatir dulu, bagi anda yang masih bingung menemukan model pembelajaran terbaru yang pas untuk peserta didik anda. Beberapa ahli sudah menggodok tentang metode pembelajaran yang cocok selama pandemi ini. Apa saja sih metode pembelajaran tersebut? Berikut ulasannya. 1. Project Based Learning Metode project based learning ini diprakarsai oleh hasil implikasi dari Surat Edaran Mendikbud no.4 tahun 2020. Project based learning ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pelatihan kepada pelajar untuk lebih bisa berkolaborasi, gotong royong, dan empati dengan sesama. Menurut Mendikbud, metode project based learning ini sangat efektif diterapkan untuk para pelajar dengan membentuk kelompok belajar kecil dalam mengerjakan projek, eksperimen, dan inovasi. Metode pembelajaran ini sangatlah cocok bagi pelajar yang berada pada zona kuning atau hijau. Dengan menjalankan metode pembelajaran yang satu ini, tentunya juga harus memerhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online 2. Daring Method Untuk menyiasati ketidak kondusifan di situasi seperti ini, metode daring bisa dijadikan salah satu hal yang cukup efektif untuk mengatasinya. Dilansir dari Kumparan, Kemendikbud mengungkapkan bahwa metode daring bisa mengantasi permasalahan yang terjadi selama pandemi ini berlangsung. Metode ini rupanya bisa membuat para siswa untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah dengan baik. Seperti halnya membuat konten dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui sistem online. Nah, metode daring ini sangatlah cocok diterapkan bagi pelajar yang berada pada kawasan zona merah. Dengan menggunakan metode full daring seperti ini, sistem pembelajaran yang disampaikan akan tetap berlangsung dan seluruh pelajar tetap berada di rumah masing-masing dalam keadaan aman. Baca juga: Tetap Bisa Kuliah dengan Pembelajaran Online via EdLink 3. Luring Method Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Metode ini sangat pas buat pelajar yang ada di wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protocol ketat new normal. Dalam metode yang satu ini, siswa akan diajar secara bergiliran (shift model) agar menghindari kerumunan. Dikutip dari Kumparan, model pembelajaran Luring ini disarankan oleh Mendikbud untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pendemi ini. Metode ini dirancang untuk menyiasati penyampaian kurikulum agar tidak berbelit saat disampaikan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran yang satu ini juga dinilai cukup baik bagi mereka yang kurang memiliki sarana dan prasarana mendukung untuk sistem daring. 4. Home Visit Method Seperti halnya metode yang lain, home visit […]

Jul

27

2020

...
e-learning | Tips & Trik
7 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Dosen di SEVIMA EdLink

SEVIMA.COM – Munculnya virus Corona di Indonesia selama beberapa pekan ini membuat beberapa kegiatan harus diupayakan untuk dilakukan di dalam rumah saja. Pemerintah pun sudah menganjurkan seluruh masyarakat untuk melakukan social distancing agar virus yang sedang melanda di seluruh Negara ini bisa berkurang di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga sudah mulai mengambil keputusan agar para pelajar melakukan seluruh aktivitas di dalam rumah. Hal ini juga berimbas kepada sistem perkuliahan di Indonesia. Seluruh kegiatan belajar mengajar serta ujian yang biasa dilakukan dengan sistem tatap muka pun harus dilakukan dengan sistem perkuliahan daring. Seluruh kegiatan tersebut diberikan melalui sistem online. Sehingga seluruh mahasiswanya dapat mengakses kegiatan tersebut di rumah masing-masing. Anda sebagai dosen akan kesulitan untuk melakukan perkuliahan online tanpa adanya tool yang digunakan. Nah Anda bisa memanfaatkan SEVIMA EdLink. SEVIMA EdLink adalah aplikasi yang membatu pembelajaran daring menjadi lebih mudah dan efektif. Kira-kira apa saja aktivitas yang bisa dilakukan seorang dosen di SEVIMA EdLink: 1. Sinkronisasi kelas di SIAKAD dengan mudah Dengan EdLink Anda sebagai dosen bisa memanfaatkan fitur sinkronisasi kelas dengan sistem SIAKAD di perguruan tinggi Anda. Jadi Anda tidak perlu khawatir lagi tentang data Akademik, kurikulum dll karena sistem e-learning SEVIMA EdLink bisa tersinkron dengan siAkad kampus. 2. Bagikan materi gak pake ribet Anda tidak perlu lagi takut tidak bisa memberikan materi kuliah, dengan SEVIMA EdLink aktivitas membagikan materi menjadi lebih mudah, bahkan tidak hanya sekedar share, Anda juga bisa membagikan materi dengan melakukan presentasi melalui video conference. 3. Bagikan tugas, koreksi dan beri nilai langsung ke mahasiswa Hal yang tak kalah penting lagi adalah aktivitas membagikan tugas, mengoreksi dan memberi nilai kepada mahasiswa, jadi dengan EdLink semua bisa dilakukan otomatis. Jadi tambah seru kan perkuliahan dengan EdLink? 4. Bagikan kuis, ketahui peluang curang mahasiswa saat mengerjakan Ingin tambah seru lagi? Agar mahasiswa tidak bosan dengan pemberian materi dan tugas, coba praktekkan aktivitas kuis di SEVIMA EdLink, dijamin makin seru perkuliahan online Anda, apa lagi ada pendeteksi kecurangan di modul kuis ini. 5. Lihat laporan aktivitas mahasiswa dengan mudah Ingin menilai mahasiswa berdasarkan aktivitas perkuliahan online-nya. Wah bisa banget, di EdLink Anda bisa lihat laporan aktivitas mahasiswa dengan mudah. Jadi tidak perlu khawatir aktivitas mahasiswa tidak makasimal. 6. Lihat progress mahasiswa dalam mengerjakan tugas dan kuis Masih khawatir mahasiswa tidak aktif mengerjakan tugas dari Anda. “Mahasiswa ini kirim tugas gak ya, mahasiswa ini beneran ngerjain tugas gak ya”. Nah, dengan tampilan Progress mahasiswa anda bisa tenang sambil ngemil melihat Progress mahasiswa Anda. 7. Lakukan video conference tanpa batas waktu Tidak melulu membagikan materi dan tugas, mahasiswa juga butuh bertatap muka walaupun melalui daring. Nah bapak ibu dosen bisa menggunakan aktivitas pembelajaran dengan video conference di SEVIMA EdLink, tanpa batas waktu. Itulah 7 aktivitas yang bisa Anda lakukan role dosen di SEVIMA EdLink. Apakah hanya 7 aktivitas itu, tentu saja tidak masih banyak lagi aktivitas-aktivitas yang bisa Anda lakukan untuk membuat perkuliahan menjadi lebih efektif. Selamat mencoba! edlink.id

Jul

24

2020

...
Dunia Dosen | e-learning | Tips & Trik
5 Tips Persiapan Pembelajaran Blended Learning agar Lebih Efektif

SEVIMA.COM – Memanfaatkan teknologi dalam dunia pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat efektif dilakukan akhir-akhir ini. Seperti halnya pada pembelajaran dengan metode blended learning. Metode Blended learning ini dinilai sangat fleksibel dan mudah diaplikasikan oleh pelajar dan pengajar. Dilansir dari kanal Youtube New EdTech Channel, terdapat lima tips yang bisa anda siapkan untuk menerapkan metode blended learning. Mau tahu apa saja tips yang bisa anda terapkan? Simak ulasan berikut ini. 1. Siapkan sistem manajemen pembelajaran agar terorganisir dengan baik Sistem manajemen pembelajaran atau biasa dikenal dengan Learning Management System (LMS) merupakan salah satu hal yang penting dan krusial dalam pembelajaran blended learning. Anda bisa menggunakan EdLink untuk mengelola kelas. Saat menyiapkan LMS, pengajar diharapkan agar lebih memerhatikan manajemen tugas, ujian dan materi pembelajaran dengan tepat. Tujuannya tak lain adalah untuk lebih mengenalkan metode blended learning kepada pelajar dengan matang. Sehingga pembelajaran tersebut bisa diterima oleh mereka. Harapannya, dengan melakukan persiapan sistem manajemen pembelajaran dengan baik, pelajar dapat terbantu saat menghadapi pembelajaran yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Selain itu, pengajar juga sangat disarankan agar lebih proaktif kepada para pelajaran dan orangtua dalam pengenalan metode blended learning ini. Baca juga: Sangat Mudah, Begini Cara Daftar SEVIMA EdLink 2. Bersiaplah untuk melakukan flipping classroom dengan baik Yang dimaksud dengan flipping classroom disini adalah pelajar bisa menerima penyampaian materi yang disampaikan oleh pengajar di luar pembelajaran di dalam kelas. Hal penting lain yang harus disiapkan adalah melakukan rekaman video pembelajaran, membuat konten menarik untuk proses belajar mengajar, dan membuka sesi belajar tambahan dan diskusi untuk para pelajar di luar jam pelajaran yang sudah ada. Jika penerapan flipping classroom ini dilakukan dengan baik, seluruh kegiatan belajar mengajar akan lebih efektfif. Sebagai pengajar yang kompeten, jangan lupa untuk memberikan feedback kepada pelajar 3. Buatlah pembelajaran yang sinkron dan interaktif Sangatlah menarik bila penyampaian materi lebih dilakukan dengan hal baru dan dinilai cukup fresh. Seperti pembuatan video pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan program dari beberapa aplikasi terbaik. Peljar dan pengajar akan lebih mudah untuk melakukan interaksi dengan baik apabila melakukan pembelajaran ini dengan baik. Terutama dalam hal penyampaian materi yang akan disampaikan dalam suatu pembelajaran. 4. Fokus pada design pembelajaran Inilah hal yang paling penting dalam pembelajaran blended learning. Pengajar diharapkan mampu fokus terhadap design pembelajaran yang akan disampaikan untuk para pelajar. Pertama, anda harus lebih memerhatikan urutan strategi pembelajaran kepada pelajar. Yang kedua adalah anda harus sangat berhati-hati ketika memilih program teknologi yang cocok dan pas untuk diterapkan dalam pembelajaran pelajar. Selanjutnya, anda perlu mengikutsertakan pelajar dalam melakukan proses pembelajaran selama studi. Meskipun blended learning ini dinilai baru, namun bisa dipastikan bahwa sistem pembelajarannya wajib berpacu pada kurikulum yang berlaku. Dengan demikian, materi yang disampaikan kepada pelajar pasti akan bisa terstruktur dan tersampaikan dengan baik. Baca juga: Terbukti! SEVIMA EdLink Tingkatkan Minat Belajar di Tengah Pandemi Covid-19 5. Ajarkan keterampilan teknologi dasar Namanya juga blended learning, pastinya pelajar juga harus diajarkan tentang ketrampilan teknologi. Selama melakukan proses pembelajaran ini pengajar harus mampu membekali para pelajar untuk memiliki keahlian teknologi. Pentingnya penggunaan teknologi ini juga berkaitan proses belajar mengajar […]

Jul

08

2020

...
e-learning | Featured | Teknologi
Terbukti! SEVIMA EdLink Tingkatkan Minat Belajar di Tengah Pandemi Covid-19

SEVIMA.COM – Pandemi Covid-19 melanda diberbagai Negara tak terkecuali di Indonesia. Untuk memutus rantai persebaran Covid –19 pada pemerintah memberikan intruksi semua lembaga pendidikan diminta untuk belajar dari rumah. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka tetapi sekarang diharuskan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring berbasis internet. Agar proses pembelajaran tetap berlangsung serta materi kuliah tetap tersampaikan meskipun mahasiswa belajar dari rumah maka sarana pembelajaran berbasis internet yang sesuai adalah penggunaan aplikasi SEVIMA EdLink. EdLink merupakan platform pembelajaran berbasis jejaring sosial yang diperuntukan untuk perguruan tinggi dan membantu dosen, mahasiswa untuk berkolaborasi dalam belajar mengajar. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online Beberapa hari lalu kami dapat testimoni dari salah satu mahasiswa bernama Silfester Hulu dari STP Dian Mandala Sumatra Utara, begini menurutnya: “Saya berterima kasih banyak pada EdLink, karena dengan EdLink saya bisa mengikuti perkuliahan online dengan baik, seperti mengirim tugas dan belajar di rumah dengan baik. Saya juga semakin rajin belajar berkat EdLink. Pokoknya EdLink luar biasa. Terima kasih EdLink karena jasamu sangat bermanfaat.” Lanjut dia Selain manfaat yang didapat oleh mahasiswa juga bermanfaat bagi dosen dan perguruan tinggi. Pembelajaran dengan teknologi atau biasa disebut e-learning merupakan solusi yang tepat karena terbatasnya kegiatan tatap muka di tengah wabah pandemi covid-19 pada saat ini. Dengan pembelajaran e-learning dosen dan mahasiswa bisa belajar di mana saja dan kapan saja. Dalam pelaksanaan pembelajaran e-learning harus menggunakan media yang menghubungkan antara dosen dan mahasiswa dan SEVIMA EdLink adalah salah satu media yang dapat membantu kegiatan belajar secara daring. edlink.id

Jul

03

2020

...
Dunia Kampus | e-learning | Featured
Mendikbud: Pembelajaran Jarak Jauh akan Permanen

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bisa diterapkan secara permanen usai pandemi virus korona (covid-19). Hal ini diungkapkan Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR. Menurut analisis Kemendikbud, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar akan menjadi hal yang mendasar. “Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi,” kata Nadiem. Baca juga: Penting! Ini 7 Tips Mengajar Dari Mendikbud Di Masa Pandemi Covid-19 Dia mengatakan, pemanfaatan teknologi ini akan memberikan kesempatan bagi sekolah melakukan berbagai macam modeling kegiatan belajar. “Kesempatan kita untuk melakukan berbagai macam efisiensi dan teknologi dengan software dengan aplikasi dan memberikan kesempatan bagi guru-guru dan kepala sekolah dan murid-murid untuk melakukan berbagai macam hybrid model atau school learning management system itu potensinya sangat besar,” tuturnya. Menurut Nadiem, hal ini terbukti dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. Ia menilai, para guru dan orangtua akhirnya mencoba beradaptasi dan bereksperimen memanfaatkan teknologi untuk kegiatan belajar. “Walau sekarang kita semua kesulitan beradaptasi dalam PLJ, tapi belum pernah dalam sejarah Indonesia kita melihat jumlah guru dan kepala sekolah yang bereksperimen dan orangtua juga bereksperimen beradaptasi dengan teknologi,” ucapnya. “Jadi ini merupakan sebuah tantangan dan ke depan akan menjadi suatu kesempatan untuk kita,” kata Nadiem. Baca juga: 5 Pekerjaan Paling Banyak Dibutuhkan Menurut Mendikbud Nadiem Makarim Nadiem menambahkan, Kemendikbud melakukan perumusan kurikulum hingga asesmen PJJ. Kurikulum itu disusun dengan mempertimbangkan penyederhanaan belajar dan fokus kepada aspek literasi, numerasi, dan pendidikan berkarakter. Tim dari Kemendikbud, yakni Balitbang, sedang mempersiapkan kurikulum itu. Selain kurikulum PJJ, lanjut dia, Kemendikbud juga menyiapkan modul pembelajaran. Dengan modul tersebut, siswa dapat belajar di rumah secara mandiri. Modul itu juga membantu guru melakukan PJJ. Kemendikbud juga menyusun modul untuk para orang tua dalam mendampingi anaknya belajar. Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/02/14445511/mendikbud-setelah-pandemi-covid-19-pembelajaran-jarak-jauh-akan-permanen

Jun

24

2020

...
Dunia Dosen | Dunia Kampus | e-learning
Siap Menjadi Kampus Merdeka di Masa Depan hanya dalam 90 Hari

SEVIMA.COM – Selalu melakukan revolusi dan inovasi dalam suatu ilmu adalah hal yang paling dinanti. Untuk itu, webinar gratis diadakan untuk membantu anda siap menjadi kampus merdeka di masa depan dalam 90 hari. Dalam acara ini, anda akan ditemukan dengan para ahli yang akan mengajak anda membahas langsung mengenai pentingnya membangun talenta yang siap sebagai lulusan terbaik di masa depan. Selain itu, penerapan metode pedagogi blended learning juga akan diulas lebih detail di sektor pendidikan tinggi. Ditambah lagi dengan pemanfaatan pada kemajuan ekonomi digital sekarang juga akan diikut sertakan dalam penerapan metode yang satu ini. Kegiatan ini sangat cocok untuk anda jadikan referensi dalam menghadapi kendala selama covid 19 ini. Meskipun banyak kendala yang terjadi selama pandemic ini, bukan berarti anda mundur dalam berproses. Inilah saatnya anda melakukan perubahan. Pada kesempatan ini, SEVIMA bekerjasama dengan Lithan academy mengedakan webinar yanga akan mengundang narasumber langsung dari pakarnya, yang akan dilaksanakan pada: Hari: Rabu Tanggal: 1 Juli 2020 Jam: 15:00 – 17:30 (WIB) Tamu Kehormatan Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., (Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) Pembicara utama Leslie Loh – CEO dan pendiri Lithan Alamat pembukaan Uman Suherman, AS, M.Pd  (Kepala LLDikti Wilayah Jawa Barat & Banten)  Beliau akan membagikan wawasan tentang bagaimana pendidikan tinggi dapat bermanfaat bagi siswa ketika mereka lulus. R. Ricky Agustiady, SE., MM., Ak., CFrA (Sekretaris Jenderal ABPPTSI wilayah Jawa Barat dan Ketua YPKP) Panel Pembicara Tn. Shoeb Kagda (Konsultan Media dan Pendiri Forum Pendidikan Indonesia, platform multi-pemangku kepentingan untuk semua pemain sektor pendidikan.) Dadan Rahadian (Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Telkom) Tn. Norman Sasono (CTO Platform Pembayaran dan e-Wallet DANA Indonesia) Jan Lambrechts  (CEO Epitome, sebuah perusahaan analitik tenaga kerja.) Bagaimana cara pendaftarannya? Untuk mengikuti kegiatan ini, anda bisa langsung mendaftarkan diri disini GRATIS: events.lithan.com/sevima Jadi tunggu apalagi? Semakin banyak referensi yang akan anda dapatkan, maka anda akan semakin siap dalam menghadapi kampus merdeka di masa depan. Kami tunggu kehadiran anda.

Jun

17

2020

...
Dunia Kampus | e-learning
Blended Learning, Solusi Pembelajaran di Era New Normal

SEVIMA.COM – Pasca terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tanggal 20 Mei 2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi, sebagai awal dimulainya masa new normal (kenormalan baru). Sejumlah Kementerian/Lembaga negara telah menindakalnjutinya dengan sejumlah peraturan yang diberlakukan untuk wilayah dan lingkungan pekerjaannya, termasuk untuk aktivitas perekonomian, keagamaan dan Aparatus Sipil Negara. Sementara untuk dunia pendidikan seperti yang diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menetapkan Tahun Akademik 2020/2021 di perguruan tinggi tetap dimulai pada Agustus 2020. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang pendidikan tinggi ini tetap dilaksanakan secara daring. Baca: Pembelajaran di Perguruan Tinggi Masih Harus Dilakukan Daring Blended Learning, Solusi Pembelajaran di Era New Normal Salah satu metode pembelajaran yang cocok digunakan untuk saat ini adalah metode blended learning. Blended Learning adalah pola pembelajaran campuran antara pembelajaran di kelas (face to face) dan online (webinar, LMS). Namun untuk saat pandemi ini yang digunakan adalah metode online dengan memanfaatkan multimedia baik sinkron (synchronous) dan asinkron (asynchronous). Apa itu pembelajaran sinkron? Contoh online learning sinkron adalah obrolan online dan konferensi video. Setiap alat pembelajaran real-time, seperti pesan instan yang memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dengan segera, adalah pembelajaran sinkron. Daripada belajar sendiri, mahasiswa yang mengikuti pembelajaran sinkron dapat berinteraksi dengan mahasiswa lain dan dosen mereka selama pelajaran berlangsung. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online Manfaat utama pembelajaran sinkron adalah bahwa hal ini memungkinkan siswa menghindari perasaan terisolasi karena mereka berkomunikasi dengan orang lain selama proses belajar. Namun, pembelajaran sinkron tidak begitu fleksibel dalam hal waktu karena mahasiswa harus menyisihkan slot waktu tertentu untuk menghadiri sesi pengajaran langsung atau belajar online pada waktu yang sebenarnya (real-time). Jadi mungkin tidak ideal bagi mereka yang sudah memiliki jadwal sibuk. Apa itu pembelajaran asinkron? Pembelajaran asinkron di sisi lain bisa dilakukan bahkan saat mahasiswa atau dosen sedang offline (tidak aktif). Kursus dan komunikasi yang disampaikan melalui web, email dan pesan yang diposting di forum komunitas adalah contoh sempurna dari e-learning asinkron. Dalam kasus ini, mahasiswa biasanya akan menyelesaikan mata kuliah mereka sendiri dan sekadar menggunakan internet sebagai alat pendukung, bukannya menjelajah secara online hanya untuk kelas interaktif. Seorang mahasiswa mampu mengikuti kurikulum dengan kecepatan mereka sendiri tanpa harus khawatir tentang masalah penjadwalan. Ini mungkin merupakan pilihan sempurna bagi pengguna yang senang bersantai dalam setiap rencana pelajaran dalam kurikulum, dan lebih memilih untuk mencari topik sendiri. Namun, bagi mereka yang kurang memiliki motivasi untuk mengerjakan tugas sendiri mungkin merasa tidak mendapat manfaat signifikan dari pembelajaran asinkron. Pembelajaran asinkron juga dapat menyebabkan perasaan terisolasi, karena tidak ada lingkungan pendidikan/pembelajaran interaktif yang nyata. Baca juga: Hadapi New Normal, dengan Update Strategi Pembelajaran Digital Pelaksanaan Blended Learning di Perguruan Tinggi Perguruan tinggi seharusnya cenderung lebih mudah beradaptasi dengan blended learning, karena mahasiswa sudah menggunakan pola belajar mandiri, beda dengan siswa sekolah. Dalam pelaksanaanya blended learning rekan-rekan perlu meramu blended learning di masing-masing institusi pendidikan, karena implementasi blended learning pasti berbeda-beda karena harus student-oriented, sesuai kebutuhan. […]