Berita & Artikel

e-learning

Jul

03

2020

...
Dunia Kampus | e-learning | Featured
Mendikbud: Pembelajaran Jarak Jauh akan Permanen

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bisa diterapkan secara permanen usai pandemi virus korona (covid-19). Hal ini diungkapkan Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR. Menurut analisis Kemendikbud, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar akan menjadi hal yang mendasar. “Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi,” kata Nadiem. Baca juga: Penting! Ini 7 Tips Mengajar Dari Mendikbud Di Masa Pandemi Covid-19 Dia mengatakan, pemanfaatan teknologi ini akan memberikan kesempatan bagi sekolah melakukan berbagai macam modeling kegiatan belajar. “Kesempatan kita untuk melakukan berbagai macam efisiensi dan teknologi dengan software dengan aplikasi dan memberikan kesempatan bagi guru-guru dan kepala sekolah dan murid-murid untuk melakukan berbagai macam hybrid model atau school learning management system itu potensinya sangat besar,” tuturnya. Menurut Nadiem, hal ini terbukti dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. Ia menilai, para guru dan orangtua akhirnya mencoba beradaptasi dan bereksperimen memanfaatkan teknologi untuk kegiatan belajar. “Walau sekarang kita semua kesulitan beradaptasi dalam PLJ, tapi belum pernah dalam sejarah Indonesia kita melihat jumlah guru dan kepala sekolah yang bereksperimen dan orangtua juga bereksperimen beradaptasi dengan teknologi,” ucapnya. “Jadi ini merupakan sebuah tantangan dan ke depan akan menjadi suatu kesempatan untuk kita,” kata Nadiem. Baca juga: 5 Pekerjaan Paling Banyak Dibutuhkan Menurut Mendikbud Nadiem Makarim Nadiem menambahkan, Kemendikbud melakukan perumusan kurikulum hingga asesmen PJJ. Kurikulum itu disusun dengan mempertimbangkan penyederhanaan belajar dan fokus kepada aspek literasi, numerasi, dan pendidikan berkarakter. Tim dari Kemendikbud, yakni Balitbang, sedang mempersiapkan kurikulum itu. Selain kurikulum PJJ, lanjut dia, Kemendikbud juga menyiapkan modul pembelajaran. Dengan modul tersebut, siswa dapat belajar di rumah secara mandiri. Modul itu juga membantu guru melakukan PJJ. Kemendikbud juga menyusun modul untuk para orang tua dalam mendampingi anaknya belajar. Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/02/14445511/mendikbud-setelah-pandemi-covid-19-pembelajaran-jarak-jauh-akan-permanen

Jun

24

2020

...
Dunia Dosen | Dunia Kampus | e-learning
Siap Menjadi Kampus Merdeka di Masa Depan hanya dalam 90 Hari

SEVIMA.COM – Selalu melakukan revolusi dan inovasi dalam suatu ilmu adalah hal yang paling dinanti. Untuk itu, webinar gratis diadakan untuk membantu anda siap menjadi kampus merdeka di masa depan dalam 90 hari. Dalam acara ini, anda akan ditemukan dengan para ahli yang akan mengajak anda membahas langsung mengenai pentingnya membangun talenta yang siap sebagai lulusan terbaik di masa depan. Selain itu, penerapan metode pedagogi blended learning juga akan diulas lebih detail di sektor pendidikan tinggi. Ditambah lagi dengan pemanfaatan pada kemajuan ekonomi digital sekarang juga akan diikut sertakan dalam penerapan metode yang satu ini. Kegiatan ini sangat cocok untuk anda jadikan referensi dalam menghadapi kendala selama covid 19 ini. Meskipun banyak kendala yang terjadi selama pandemic ini, bukan berarti anda mundur dalam berproses. Inilah saatnya anda melakukan perubahan. Pada kesempatan ini, SEVIMA bekerjasama dengan Lithan academy mengedakan webinar yanga akan mengundang narasumber langsung dari pakarnya, yang akan dilaksanakan pada: Hari: Rabu Tanggal: 1 Juli 2020 Jam: 15:00 – 17:30 (WIB) Tamu Kehormatan Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., (Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) Pembicara utama Leslie Loh – CEO dan pendiri Lithan Alamat pembukaan Uman Suherman, AS, M.Pd  (Kepala LLDikti Wilayah Jawa Barat & Banten)  Beliau akan membagikan wawasan tentang bagaimana pendidikan tinggi dapat bermanfaat bagi siswa ketika mereka lulus. R. Ricky Agustiady, SE., MM., Ak., CFrA (Sekretaris Jenderal ABPPTSI wilayah Jawa Barat dan Ketua YPKP) Panel Pembicara Tn. Shoeb Kagda (Konsultan Media dan Pendiri Forum Pendidikan Indonesia, platform multi-pemangku kepentingan untuk semua pemain sektor pendidikan.) Dadan Rahadian (Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Telkom) Tn. Norman Sasono (CTO Platform Pembayaran dan e-Wallet DANA Indonesia) Jan Lambrechts  (CEO Epitome, sebuah perusahaan analitik tenaga kerja.) Bagaimana cara pendaftarannya? Untuk mengikuti kegiatan ini, anda bisa langsung mendaftarkan diri disini GRATIS: events.lithan.com/sevima Jadi tunggu apalagi? Semakin banyak referensi yang akan anda dapatkan, maka anda akan semakin siap dalam menghadapi kampus merdeka di masa depan. Kami tunggu kehadiran anda.

Jun

17

2020

...
Dunia Kampus | e-learning
Blended Learning, Solusi Pembelajaran di Era New Normal

SEVIMA.COM – Pasca terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tanggal 20 Mei 2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi, sebagai awal dimulainya masa new normal (kenormalan baru). Sejumlah Kementerian/Lembaga negara telah menindakalnjutinya dengan sejumlah peraturan yang diberlakukan untuk wilayah dan lingkungan pekerjaannya, termasuk untuk aktivitas perekonomian, keagamaan dan Aparatus Sipil Negara. Sementara untuk dunia pendidikan seperti yang diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menetapkan Tahun Akademik 2020/2021 di perguruan tinggi tetap dimulai pada Agustus 2020. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang pendidikan tinggi ini tetap dilaksanakan secara daring. Baca: Pembelajaran di Perguruan Tinggi Masih Harus Dilakukan Daring Blended Learning, Solusi Pembelajaran di Era New Normal Salah satu metode pembelajaran yang cocok digunakan untuk saat ini adalah metode blended learning. Blended Learning adalah pola pembelajaran campuran antara pembelajaran di kelas (face to face) dan online (webinar, LMS). Namun untuk saat pandemi ini yang digunakan adalah metode online dengan memanfaatkan multimedia baik sinkron (synchronous) dan asinkron (asynchronous). Apa itu pembelajaran sinkron? Contoh online learning sinkron adalah obrolan online dan konferensi video. Setiap alat pembelajaran real-time, seperti pesan instan yang memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dengan segera, adalah pembelajaran sinkron. Daripada belajar sendiri, mahasiswa yang mengikuti pembelajaran sinkron dapat berinteraksi dengan mahasiswa lain dan dosen mereka selama pelajaran berlangsung. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online Manfaat utama pembelajaran sinkron adalah bahwa hal ini memungkinkan siswa menghindari perasaan terisolasi karena mereka berkomunikasi dengan orang lain selama proses belajar. Namun, pembelajaran sinkron tidak begitu fleksibel dalam hal waktu karena mahasiswa harus menyisihkan slot waktu tertentu untuk menghadiri sesi pengajaran langsung atau belajar online pada waktu yang sebenarnya (real-time). Jadi mungkin tidak ideal bagi mereka yang sudah memiliki jadwal sibuk. Apa itu pembelajaran asinkron? Pembelajaran asinkron di sisi lain bisa dilakukan bahkan saat mahasiswa atau dosen sedang offline (tidak aktif). Kursus dan komunikasi yang disampaikan melalui web, email dan pesan yang diposting di forum komunitas adalah contoh sempurna dari e-learning asinkron. Dalam kasus ini, mahasiswa biasanya akan menyelesaikan mata kuliah mereka sendiri dan sekadar menggunakan internet sebagai alat pendukung, bukannya menjelajah secara online hanya untuk kelas interaktif. Seorang mahasiswa mampu mengikuti kurikulum dengan kecepatan mereka sendiri tanpa harus khawatir tentang masalah penjadwalan. Ini mungkin merupakan pilihan sempurna bagi pengguna yang senang bersantai dalam setiap rencana pelajaran dalam kurikulum, dan lebih memilih untuk mencari topik sendiri. Namun, bagi mereka yang kurang memiliki motivasi untuk mengerjakan tugas sendiri mungkin merasa tidak mendapat manfaat signifikan dari pembelajaran asinkron. Pembelajaran asinkron juga dapat menyebabkan perasaan terisolasi, karena tidak ada lingkungan pendidikan/pembelajaran interaktif yang nyata. Baca juga: Hadapi New Normal, dengan Update Strategi Pembelajaran Digital Pelaksanaan Blended Learning di Perguruan Tinggi Perguruan tinggi seharusnya cenderung lebih mudah beradaptasi dengan blended learning, karena mahasiswa sudah menggunakan pola belajar mandiri, beda dengan siswa sekolah. Dalam pelaksanaanya blended learning rekan-rekan perlu meramu blended learning di masing-masing institusi pendidikan, karena implementasi blended learning pasti berbeda-beda karena harus student-oriented, sesuai kebutuhan. […]

Jun

16

2020

...
Dunia Kampus | e-learning | Featured
NEWS: Pembelajaran di Perguruan Tinggi Masih Harus Dilakukan Daring

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menetapkan Tahun Akademik 2020/2021 di perguruan tinggi tetap dimulai pada Agustus 2020. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang pendidikan tinggi ini tetap dilaksanakan secara daring. “Tahun akademik tetap dimulai bulan Agustus 2020, tetapi pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring,” katanya saat menyampaikan keterangan pers tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran dan Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 secara langsung melalui virtual di Youtube Kemendikbud RI, Senin (15/6). Nadiem beralasan bahwa kampus memiliki potensi mengadopsi belajar jarak jauh lebih mudah ketimbang pendidikan menengah dan pendidikan dasar. “Saat ini semua perguruan tinggi masih melakukan secara online sampai ke depannya mungkin kebijakan berubah,” lanjutnya. Menteri yang masih berusia 35 tahun itu menegaskan bahwa aktivitas prioritas yang berhubungan dengan kelulusan dan sulit dilakukan secara daring masih diperbolehkan untuk dilakukan secara tatap muka. Nadiem mencontohkan penelitian laboratorium, praktikum, studio, bengkel, yang semua hal tersebut membutuhkan mesin dan peralatan masing-masing. Baca juga: Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran & Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 “Kalau ini aktivitas prioritas yang berdampak pada kelulusan mahasiswa, masing-masing pemimpin perguruan tinggi diperbolehkan untuk mengizinkan aktivitas mahasiswa datang ke kampus hanya untuk aktivitas prioritas itu yang berhubungan dengan kelulusannya,” ujarnya. Alumnus Universitas Brown dan Universitas Harvard itu beralasan, tidak ingin mengorbankan potensi mahasiswa untuk segera lulus pada saat ini karena akan menciptakan beragam masalah lainnya. Sementara pembelajaran masih dilakukan secara daring. “Masih tidak diperkenankan untuk melakukan kuliah tatap muka. Tidak diperkenankan berbondong-bondong untuk mahasiswa masuk ke dalam kampus, cuman buat individual project mereka yang khusus prioritas untuk kelulusannya,” jelasnya. Baca juga: Sambut New Normal, Ini 5 Perlengkapan Wajib di Perguruan Tinggi Kebolehan mahasiswa datang ke kampus untuk menyelesaikan studinya itu juga tentu saja harus dilakukan dengan memenuhi standar protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. “Adapun jika terdapat mata kuliah yang tidak dapat dilaksanakan secara daring maka diletakkan di bagian akhir semester,” pungkasnya. Berikut video cuplikanya:

May

18

2020

...
e-learning | Featured
New Normal Pembelajaran di Perguruan Tinggi Pasca Pandemi Covid-19

SEVIMA.COM – New normal adalah istilah yang digunakan dalam berbagai keadaan lain untuk menyiratkan bahwa sesuatu yang tidak biasa atau belum pernah dilakukan sebelumnya. telah menjadi biasa. New normal bukanlah istilah baru, Istilah new normal muncul lebih dari dua dekade yang lalu, saat setelah krisis keuangan tahun 2007-2008 dan kemudian setelah resesi global pada tahun 2008-2012. New Normal dalam Dunia Pendidikan Belakangan ini, disebabkan pandemi Covid-19, istilah new normal kembali muncul dalam konteks yang lebih luas, seperti; ekonomi, politik, kehidupan sosial, pendidikan dan kebiasaan sehari-hari di masyarakat awam. Mulai dari hal yang paling sederhana, seperti pemakaian masker, membersihkan tangan setiap kali setelah menyentuh pegangan pintu atau tombol ATM, menempatkan petugas pengukur suhu tubuh di pintu-pintu masuk pusat perbelanjaan dan kantor-kantor, hingga hal-hal yang kompleks seperti bekerja dari rumah dan seminar online. Baca juga: Penting! Ini 7 Tips Mengajar Dari Mendikbud Di Masa Pandemi Covid-19 Dalam konteks pendidikan, disadari atau tidak, “new normal” telah mulai terjadi secara global sejak pandemi Covid-19. Kegiatan belajar mengajar yang bisanya dilaksanakan secara tatap muka secara langsung, dimana pendidik dan peserta didik hadir secara fisik di ruang-ruang kelas dan tempat-tempat belajar, kini digantikan dengan kegiatan pembelajaran melalui media elektronik (e-learning) baik secara singkron ataupun secara nir-sinkron. E-learning nir-sinkron dapat dilakukan secara dalam jaringan (daring) maupun secara luar jaringan (luring). Pada pembelajaran daring, pendidik dan peserta didik pada waktu yang sama berada dalam aplikasi atau platform internet yang sama dan dapat berinteraksi satu sama lain layaknya pembelajaran konvensional yang dilakukan selama ini. Sedangkan pada pembelajaran luring, pendidik melakukan pengunggahan materi melalui web, mengirim lewat surat elektronik (e-mail) ataupun mengunggahnya melalui media sosial untuk kemudian dapat diunduh oleh peserta didik. Dalam cara luring, peserta didik melakukan pembelajaran secara mandiri tanpa terikat waktu dan tempat. Di sisi lain, e-learning secara singron hanya dapat terjadi secara daring. Meskipun pada kenyataannya, kegiatan belajar mengajar secara e-learning telah dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi dari sejak lama, namun cara pembelajaran seperti ini adalah kesadaran (awareness) terhadap era Industrial Revolution 4.0, era yang membawa perubahan pada cara manusia dalam bekerja, berinteraksi dan bertransaksi. Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 di Tengah Covid-19 Dalam perspektif pendidikan, istilah umum yang digunakan oleh para ahli teori pendidikan sebagai implikasi dari Industrial Revolution 4.0 adalah Education 4.0, untuk menggambarkan berbagai cara untuk mengintegrasikan teknologi di era Industrial Revolution 4.0 baik secara fisik maupun tidak ke dalam pembelajaran. Education 4.0 merupakan inovasi dunia pendidikan di era Industrial Revolution 4.0, dianya merupakan sebuah jawaban dari pertanyaan “bisakah kita melakukan?”. Baca juga: Tantangan Perguruan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0 Education 4.0 dapat dilihat sebagai sebuah respons kreatif di mana manusia memanfaatkan teknologi digital, open sources contents dan global classroom dalam penerapan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), flexible education system, dan personalized learning, untuk memainkan peran yang lebih baik di tengah-tengah masyarakat. Di sisi lain, new normal pembelajaran secara e-learning bukanlah jawaban dari sebuah pertanyaan, tetapi adaptasi dari sebuah kondisi yang semua orang “terpaksa” melakukannya. Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 oleh Mendikbud dan diberlakukan beberapa hari kemudian, seluruh kegiatan […]

May

06

2020

...
Dunia Kampus | e-learning | Featured
Anti Boros Kuota! Ini Rekomendasi Perkuliahan Online yang Hemat

SEVIMA.COM – Pandemi Covid-19 telah membuat hampir seluruh kampus close down sejak pertengahan Maret 2020. Baru kali ini kampus benar-benar menghadapi ketidakpastian. Untuk itu institusi pendidikan pun dituntut untuk melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dalam jaringan (daring). Perkuliahan Online High or Low Bandwidth Internet Nah, dalam perkuliahan online kita mengenal perkuliahan online yang high bandwidth internet dan low bandwidth internet. Bandwidth internet adalah jumlah konsumsi transfer data yang dihitung dalam satuan waktu bit per second (bps). Jadi kalau ada beberapa mahasiswa atau dosen mengeluhkan kuliah online menguras kuota internet, iya itu mereka menggunakan perkuliahan high bandwidth internet. Kuliah online high bandwidth itu biasanya proses pembelajaran menggunakan video conference (ViCon) atau dikenal pembelajaran online synchronous (serempak) atau menonton media pembelajaran berupa video yang tentu memakan banyak kuota. Kalau low bandwidth bisa menggunakan grup untuk penyampaian materi atau tugas dll, biasa dikenal asynchronous (tidak serempak) dengan menggunakan LMS. Tips dari Dosen ITS Agar Kuliah Daring Tak Menguras Kantong Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan rekomendasi agar pembelajaran daring efisien dan tidak menguras kantong untuk biaya akses internet. Menghemat pengeluaran untuk belajar daring sangat dibutuhkan, terutama mengingat banyak kampus yang menerapkan kuliah daring hingga akhir semester genap ini. Syamsul mengatakan, bahwa idenya ini berangkat dari banyaknya keluhan yang disampaikan mahasiswa dan dosen dalam perkuliahan daring. Utamanya, kendala dengan video conference (ViCon) sebagai media pembelajaran. “Pembelajaran melalui ViCon ini dirasa banyak menguras kuota internet,” ujar dosen Departemen Teknik Fisika tersebut dikutip dari laman ITS, Jumat, 3 April 2020. Untuk memvalidasi hal tersebut, Syamsul menjelaskan perhitungan kasar yang dibuatnya. Umpamanya, mahasiswa mengambil 20 satuan kredit semester (SKS) dalam satu semester, dalam satu bulan, mahasiswa tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 66,67 jam untuk pembelajaran. Satu jam tersebut diibaratkan membutuhkan kuota internet 1 GB seharga Rp3.820. “Maka, mahasiswa tersebut bisa menghabiskan sekitar Rp 254 ribu per bulannya,” paparnya. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online Doktor bidang teknologi pendidikan tersebut merasa, nominal tersebut cukup mahal untuk ukuran mahasiswa, terlebih yang memiliki kesulitan ekonomi dalam situasi tanggap darurat seperti saat ini. “Belum lagi bila mahasiswa harus belajar dengan Learning Management System (LMS) yang harus menjelajah dunia maya untuk mengerjakan tugas dari dosen, pasti biaya yang dibutuhkan akan bertambah,” timpalnya. Dengan ini, Syamsul menyarankan, untuk diberlakukan pengalihan biaya operasional instansi pendidikan yang tidak terpakai menjadi bantuan subsidi pulsa bagi mahasiswa yang membutuhkan untuk koneksi pembelajaran daring. “Mengacu pada hal ini, sudah terbit surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 302/E.E2/KR/2020 sebagai landasan kebijakan anggaran bagi perguruan tinggi,” ungkapnya. Tim Ahli Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini selanjutnya menjelaskan, dalam pembelajaran daring dikenal dua mode, yakni synchronous (serempak) dengan menggunakan ViCon dan asynchronous (tidak serempak) dengan menggunakan LMS. “Efektifnya untuk pembelajaran penuh secara daring mengkombinasikan 40 persen mode serempak dan 60 persen mode tidak serempak,” usulnya. Nah kabar baiknya, semua model pembelajaran high or low bandwidth Internet sudah ter-cover di Learning Management System (LMS) SEVIMA EdLink, yang sudah digunakan banyak perguruan tinggi di Indoneisa. Tinggal pengguna, mau menggunakan […]

Apr

22

2020

...
Dunia Kampus | e-learning | Tips & Trik
Anti Keteteran! Ini 5 Tips Mengatur Waktu Saat Kuliah Online

SEVIMA.COM – Hai sobat Sevima! Semoga kamu dan keluarga sehat selalu ya. Yaps, karena adanya pandemi virus Covid-19 ini, pemerintah memberi himbauan untuk menerapkan physical distancing, study at home atau bahasa zaman sekarang “belajar dirumah aja“ untuk semua pelajar. Eh sobat pelajar kan? Jadi sobat harus menata ulang atau mengatur waktu untuk perkuliahan online. Penambahan tugas pasti terasa dalam kuliah online ini. Jadi sobat harus menjadwal ulang kegiatan sehari-hari. Kali ini admin mempunyai 5 tips manajemen waktu saat kuliah online. 5 Tips Mengatur Waktu Saat Kuliah Online 1. Menjadwal ulang kegiatan ketika di rumah Saat kuliah online diterapkan jadwal perkuliahan pasti akan berubah, seperti kegiatan praktikum ditiadakan, penambahan jam kuliah online dan sebagainya. Ada baiknya sobat tulis jadwal perubahan kegiatan perkuliahan ya. Penjadwalan perkuliahan ini agar kamu mengetahui kapan saja atau jam berapa kamu memiliki waktu luang, semua waktu luangmu dapat dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat. 2. Gunakan waktu luang untuk kegiatan bermanfaat Ketika sudah menjadwal kegiatan kuliah onlinemu, sobat dapat melihat jam dan kapan kamu mendapatkan waktu kosong. Terdapat beberapa cara dalam mengisi kekosongan waktu seperti; membantu orang tua, mencoba hal baru, membaca buku yang tidak sempat terbaca, bermain bersama adik dan terpenting adalah menjaga keluarga kita tetap senang dan gembira di dalam rumah. 3. Usahakan mengerjakan tugas di pagi hari Kenapa harus pagi hari mengerjakan tugas atau belajar? sangat dianjurkan dilaksanakan pada pagi hari, karena menurut Dr. Jane Oakhill, seorang psikolog di University of Sussex, menemukan bahwa belajar di pagi hari lebih baik untuk mengambil informasi baru. Pada pagi hari merupakan waktu terbaik untuk mengingat fakta dan angka. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 4. Tetap harus berolahraga Jangan sampai tubuhmu tidak dapat asupan olahraga, sempatkanlah untuk berolahraga, karena dengan adanya physical distancing sobat terpaksa mengurangi kegiatan diluar rumah. Biasanya berolahraga saat car free day atau car free night, untuk itu kamu harus berolahraga dirumah seperti push up, jalan-jalan di koridor rumah, sit up, angkat beban atau sekedar naik turun tangga. 5. Jangan lupa untuk beristirahat Meskipun kamu memiliki kegiatan “seabreg” kamu harus menjaga kesehatan tubuh dengan istirahat yang cukup. Sebab, tubuh yang kurang istirahat lebih mudah terserang penyakit. Itulah tips manajemen waktu yang bisa kamu lakukan ketika menerapkan kuliah online dari rumah. Tetap jaga kesehatan dan juga tetap belajar ya sobat Sevima. Stay healthy and safe while studying at home. Selamat mencoba.

Apr

16

2020

...
Dunia Dosen | Dunia Kampus | e-learning
Asyik! Gandeng Telkomsel dan XL SEVIMA EdLink Berikan Akses Kuliah Online Gratis

SEVIMA.COM – Hai Sobat Sevima ! Bagaimana kegiatan kuliah onlinemu dari rumah? Ya, kami tahu, salah satu masalah ketika kuliah online dari rumah adalah kuota internet. Lagi asik mengerjakan tugas, eh, tahu-tahu tidak bisa internetan karena kuota tiba-tiba habis. Apa lagi di masa pandemi seperti ini, butuh effort lebih untuk beli pulsa. Nah, dalam rangka mendukung upaya pemerintah mengantisipasi penyebaran virus COVID-19 atau virus corona dengan mengimbau belajar dari rumah, SEVIMA EdLink menjalin kerjasama dengan Telkomsel dan XL Axiata untuk menghadirkan Paket Bebas Akses EdLink Web + Mobile. Buat sobat Sevima yang menggunakan provider Telkomsel ada Paket Ilmupedia 30Gb, dan buat pengguna XL ada kuota sebesar 2Gb / hari, jadi kalau sebulan bisa 60Gb. Lumayan banget ya, untuk meringankan beban kuota mahasiswa dan dosen mengakses kuliah online di EdLink Web + Mobile. Perlu dipahami sobat, kamu tetap harus punya Kuota Reguler untuk mengakses EdLink ini, dan aplikasi seperti Youtube, Zoom, Games Online, FB, WA tetap akan memotong paket data reguler kamu. SEVIMA juga tidak bertanggung jawab jika provider tiba-tiba menarik program ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Karena promo ini bisa berakhir sewaktu-waktu tergantung kebijakan provider masing-masing. Yuk, kita ucapkan terima kasih untuk Telkomsel dan XL Axiata yang sudah turut membantu meringankan beban kuota mahasiswa dan dosen untuk tetap belajar dari rumah. Semoga membantu ya sobat Sevima!

Apr

07

2020

...
Dunia Kampus | e-learning | Featured
Ternyata Kuliah Online Bisa Dongkrak Karier dan Penghasilanmu!

Tahukah kamu? Menurut data dari BPS, hanya 8% dari 114 juta penduduk bekerja di Indonesia yang sudah menyandang gelar Sarjana. Padahal, menurut penelitian yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute pada tahun 2012, permintaan tenaga kerja yang kompeten diprediksi akan meningkat tajam hingga 113 juta orang pada tahun 2030 dengan jumlah ketersediaan hanya 104 juta orang. Dengan pesatnya pertumbuhan penduduk, sebenarnya Indonesia akan mendapatkan bonus demografi atau jumlah penduduk. Akan tetapi, jika tambahan populasi dengan usia produktif ini tidak dibekali keahlian yang tepat, mereka malah akan sulit bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus sehingga menjadi beban bagi negara. Duh… Salah satu solusi untuk meningkatkan keahlian bagi pekerja khususnya yang ingin meniti karier jangka panjang yang makin cemerlang adalah dengan meraih gelar Sarjana. Tak dipungkiri untuk banyak posisi seperti Supervisor, Manajer apalagi Direktur, syarat terpenting adalah lulus kuliah minimal S1. Lalu bagaimana jika kamu sudah kadung bekerja tapi belum punya gelar Sarjana dan ingin meningkatkan karier? Tenang, kini sudah ada kuliah online yang bisa mengakomodir kebutuhan pekerja yang ingin kuliah lagi. Sistem perkuliahan online memang tergolong baru di Indonesia, namun siapa yang menyangka sistem kuliah ini memiliki kelebihan tersendiri dibanding dengan sistem kuliah konvensional  atau tatap muka biasa. Yuk simak apa saja keunggulan sistem kuliah online! 1. Waktu belajar yang fleksibel Dalam hal waktu dan tempat, sistem perkuliahan online lebih fleksibel karena bisa dilaksanakan kapan saja dan dari mana saja. Sistem kuliah ini tidak membutuhkan kelas khusus atau waktu tertentu untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, biasanya materi diberikan secara online (baik dalam bentuk ebook, video penjelasan, latihan soal, materi, dan lainnya) dan bisa diakses oleh mahasiswa melalui ponsel pintar, tab, atau laptop. Selain waktu dan tempat, fleksibilitas juga dirasakan dalam pilihan materi kuliah online yang mengakomodir setiap kebutuhan mahasiswa. Beberapa orang ada yang lebih senang menonton dibanding membaca, maka mereka bisa belajar dari materi video. Atau mungkin sebaliknya. 2. Hemat biaya Sistem kuliah online atau blended learning biasanya lebih terjangkau dari kuliah konvensional. Data dari Pintaria.com menyebutkan bahwa kuliah dengan sistem blended learning di kampus-kampus mitra mereka bisa 60% lebih rendah dibanding kuliah reguler. Pembiayaannya pun bisa dicicil bulanan. Tidak ada alasan tidak kuliah karena kendala biaya. Jika kamu butuh biaya tambahan untuk mendaftar kuliah blended learning, kamu juga bisa mengajukan pinjaman di Tunaiku. 3. Bisa sambil bekerja Tentu bekerja sambil kuliah tidak akan bisa berjalan secara maksimal. Dua kegiatan yang sama-sama membutuhkan perhatian khusus ini akan sangat melelahkan dan menguras tenaga, namun berbeda ketika mengikuti kuliah online atau kuliah blended learning, kuliah bisa dilaksanakan dimanapun asal kamu terkoneksi dengan internet. Kamu bisa mengejar karier dan cita-cita serta menghimpun pundi-pundi uang, namun di saat bersamaan juga bisa meraih gelar Sarjana. Menarik bukan? Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 4. Menambah jejaring profesional  Dalam metode kuliah blended learning, kamu tetap hadir ke kampus setiap seminggu sekali biasanya di akhir pekan, untuk mengikuti perkuliahan tatap muka. Di sinilah kamu mendapatkan manfaat menambah jejaring profesional dari mahasiswa lain yang juga kebanyakan adalah karyawan atau pekerja. Kamu dapat berbagi pengalaman dan […]