Kompetisi Menulis

KKN DR KS Sebagai Solusi Pengabdian Masyarakat dalam Mengaplikasikan Ilmu di kalangan Mahasiswa UIN Sumatera Utara di Masa Pandemi Covid-19

Penulis: Dr. Hasrat Efendi Samosir, MA.
Dosen UIN SU, Pembimbing KKN DR KS  kelompok 120

Artikel ini Masuk dalam 15 Besar “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” 

Atmosfir dunia akademik tidak hanya menggeluti ilmu pengetahuan, namun juga dituntut untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam dunia kampus dikenal Tri Dharma perguruan Tinggi sesuai dengan Undang-Undang Perguruan Tinggi yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan Nasional.

Tri Dharma PT tersebut meliputi, dharma pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Ketiganya harus sejalan, linier dan simultan sebagai sebuah sistem yang teritegrasi dan saling melengkapi. Aspek pendidikan/pengajaran akan berkembang melalui riset atau peneltian, sedang pendididikan/pengajaran dan penelitian tersebut baru bermanfaat atau ada nilai kegunaannya jika dilakukan pengabdian kepada masyarakat yang bersumber atau berbasis pendidikan/pengajaran dan penelitian tersebut.

Model pengabdian masyarakat yang populer di dunia akademi di kalangan mahasiswa adalah melalui kegatan KKN (Kuliah Kerja Nyata), di UIN Sumatera Utara (dulu IAIN Sumatera Utara), menjadi sebuah kewajiban bagi mahasiswa, sedangkan dosen berperan sebagai pembimbing lapangan (DPL). KKN ini dibuat dua bentuk yakni, KKN Mandiri dan Kolektif. Sebelum diadakan KKN, maka dilaksanakan survey lapangan terkait kesediaan masyarakat dalam menerima peserta sebagai lokasi, pengenalan kultur setempat dan kersajama dengan pemerintah desa yang dijadikan lokasi KKN.

Model ini lazim dan sudah terlaksana sedemikian rupa dan memiliki panduan yang lengkap dan jelas. Akan tetapi munculnya penyakit yang melanda dunia secara global (pandemi) Covid-19 menyebabkan model KKN konvensional yang berlaku selama ini harus dimodifikasi dan dicarikan terobosan inovatif dan solutif agar kegiatan akademi tetap berjalan dan produktif walau musibah global sedang melanda.

Pandemi Covid-19 yang mengharuskan setiap orang untuk mencuci tangan, menjaga jarak sosial dan fisik, meningkatkan imun tubuh dan mengurangi kontak langsung menuntut mahasiswa dan dosen untuk lebih stay at home (tetap di rumah), sementara tuntutan akademi mewajibkan dilaksanakan KKN sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

KKN DR KS yang disingkat dari (Kuliah Kerja Nyata Di Rumah dan Kerja Sosial) menjadi sebuah ide brilian dan visioner sebagai solusi menghadapi pandemi Covid-19 disatu sisi dan program KKN sebagai amanah kurikulum disisi lain. Model KKN DR KS ini diawali dengan pembekalan yang disampaikan Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN SU Prof. Dahlia Lubis, MA, Ph.D dan kepala Pusat penelitian Prof. Dr Pagara Hasibuan, MA serta tim sekretariat IT Pusat Pengadian Masyarakat Riyandri, MuD dengan menjelaskan langkah-langkah dan standart operasional prosedur sesuai buku pedoman KKN DR KS yang sudah disusun dan dirumuskan dengan berbagai masukan dan penyempurnaan.

KKN DR resmi dilepas Rektor UIN SU Prof. Dr. Saidurrahman, M.Ag diikuti 4618 mahasiswa secara daring tanggal 13 Juli 2020. Sebuah pembekalan melalui daring diikuti peserta terbesar melalui media IT termasuk live streaming youtube di https//youtu.be/kwtc2idNIVE dan diumumkan secara resmi melalui jejaring media sosial baik bagi dosen pembimbing maupun mahasiswa sebagai peserta.

Mahasiswa dituntut untuk melaksanakan program dengan membuat video hasil penelitian dan ide karya ilmiah yang dimiliki untuk dipublikasi secara luas kepada publik melalui video youtube, jurnal online dan media cetak. Setiap mahasiswa harus membuat masing-masing minimal 3 karya peneltian kelompok dan tugas individu berupa jurnal atau tulisan di media online dan cetak.

Sebagai dosen pembimbing saya memberikan petunjuk teknis dan pendampingan penuh, bahkan ternayata jauh lebih efektif dan menggali kreativitas para mahasiswa untuk berkonsultasi atau bertanya mengenai ide mereka. Model KKN DR KS ini mewajibkan mahasiswa agar video yang diunggah di youtube minimal ada 50 orang yang like dan subscribe.

Teknologi memberikan solusi yang tepat dengan KKN DR KS secara efektif dan solutif, dengan video yang diunggah para peserta mahasiswa dan di-like secara luas maka KKN DR tersebut memiliki jangkauan dan cakupan yang sangat luas tidak hanya terbatas di satu lokasi, tetapi bisa diseluruh negeri dan belahan dunia. Ada tiga video yang saya bimbing, apalagi peserta KKN berasal dari beragam disiplin ilmu sehingga menjadi sebuah kekayaan dan unik jika diramu dengan baik.

Di UIN Sumut terdapat Fakultas Saintek, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ushuluddin dan Ilmu Agama, Fakultas Tarbiah dan Kependidikan, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan Fakultas Kesehatan Masyarakat, disamping Pasca Sarjana program Magister dan Doktor.

Sebagai pembimbing KKN DR KS kelompok 120, para mahasiswa menampilkan 3 video sebagai bentuk pengabdian atau kontribusi bagi masyarakat, yakni 1. Obat Herbal Penyembuh Luka berbahan Daun Bendovera, 2. POC: Produk Pupuk Organik Cairan Berbahan Air Bekas Cucian Beras, 3.Teh Kumis Kucing dari Daun Kumis Kucing Obat Herbal Sesak Napas, semua sudah diunggah melalui media youtube, sedangkan semua tugas individu atau pribadi mereka kirim di jurnal online.

Kegiatan KKN DR KS ini secara resmi sudah ditutup dan ternyata efektif serta menarik untuk tetap produktif walau dari rumah saja, sebuah bentuk pengabdian masyarakat yang menjadi terobosan visioner dalam revolutionize education di masa pandemic Covid-19 dan bisa menjangkau luas masyarakat yang dibuktikan dengan video hasil peneltian dan menjadi pengabdian kepada masyakarat. Tentu setiap kelompok diikuti 25 mahasiswa hingga terdapat 180 kelompok dengan masing-masing kelompok menghasilkan minimal 3 video maka sudah terdapat 540 video pengabdian masyarakat dan ini sebuah capaian yang sangat produktif ditengah pandemi Covid-19.

Model KKN DR KS ini mengajarkan kita semua, stakeholder kampus dan insan akademik untuk tetap produktif ditengah pandemi, jangan berpangku tangan dan berputus asa, semoga menjadi inspirasi dan motivasi. Demikian model KKN DR KS ini membuat dosen kreatif, mahasiswa kreatif, kampus produktif, proses perkuliahan terus berjalan tanpa hambatan dan mahasiswa menjalankan fungsi pengabdian masyarakatnya.

Bagikan artikel ini

Komentar