Kontak Kami

Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi

ACADEMIC BLOGGING: MENEROBOS BATAS RUANG KELAS

04 Nov 2020

Penulis: Sidiq Harim
Dosen Sosiologi  Universitas Gadjah Mada
Artikel ini Masuk dalam 15 Besar “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” 

SEVIMA.COM – “Tidak semua ruang kelas memiliki empat dinding” —anonim

Era digital membuka ruang revolusi pendidikan, mengakselerasikannya dengan Covid-19. Saat ini kita semua sedang berada dalam sebuah eksperimen besar, mencoba cara baru belajar dan mengajar baik secara metode maupun teknik pembelajaran. Kita mengalami masa dimana transisi ke platform dare bukan lagi pilihan, tapi menjadi suatu keharusan akibat adanya jarak fisik . Tengah berlangsung revolusi pendidikan yang menerobos dinding-dinding ruang kelas.

Saya dan beberapa kolega dosen menginisiasi inovasi metode pembelajaran untuk salah satu matakuliah kami yang kami beri judul “Academic Blogging”. Inisiasi ini kami mulai sejak 2019 di bawah bendera Revolusi Industri 4.0. Pandemi Covid-19 memaksa program ini untuk tetap berjalan. Semoga dengan berbagi pengalaman di sini dapat menambah referensi pembaca yang sedang mencari ide untuk Revolutionize Education.

Apa itu Academic Blogging?

Academic blogging adalah sebutan inovasi pembelajaran berani yang istilahnya kami ambil dari The Digital Scholar karya Martin Weller (2011). Dengan istilah ini, kami menggambarkan metode belajar yang mengintegrasikan antara teori dan praktik, ilmiah dan populer, belajar dan bekerja, perguruan tinggi dan industri. Mahasiswa mengajarkan tentang teori sesuai Silabus, lalu praktik menulis sebagai kontributor konten di blog akademik yang disediakan oleh dosen pengampu. Gagasan mengenai blog akademik sebenarnya bukan hal baru. Beberapa ilmuwan telah mengampanyekan pemanfaatan ruang online untuk pendidikan, termasuk blogging akademis .

Kami mengadopsi gagasannya sebagai dukungan untuk memperbanyak konten berkualitas di ruang online. Jika laman situs web tidak didominasi oleh konten yang berkualitas, maka konten lain akan mengisi. Sayangnya, kita memerlukan sebuah virus untuk benar-benar terlibat dalam gerakan ini. Saat ini, konten pendidikan berekspansi di kanal-kanal Youtube, Instagram, Blog dan sebagainya. Covid-19 memang dibenci, tapi disisi lain ada gunanya juga. Anyway , kita kembali ke metode Academic blogging sebagai revolusi pembelajaran. Bagaimana penerapannya?

Penerapan Metode Akademik Blogging

Metode yang kami terapkan sangat sederhana. Di paruh semester awal, mahasiswa mempelajari teori sesuai Silabus. Proses ini dilakukan bisa di ruang kelas atau secara berani. Di paruh kedua, siswa membuat karya yang bisa di upload di blog akademik. Karya yang dibuat oleh siswa bisa dalam bentuk tulisan, podcast, video, gambar atau lainnya sesuai minat dan kemampuan yang ingin dikembangkan siswa. Karya itu harus berangkat dari pengetahuan yang sudah dipelajari di paruh semester awal.

Academic blogging menggunakan website yang didesain oleh pengampu sebagai platformnya. Dosen pengampu menyiapkan websitenya, pelajar mengisi kontennya. Keduanya sama-sama belajar. Dosen pengampu tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga manajer website dan editor konten yang menyeleksi konten mana yang layak diterbitkan, mana yang perlu direvisi, mana yang ditolak. Dengan ini, dosen belajar mengelola sebuah platform digital dan siswa belajar untuk bekerja sebagai kontributor konten.

Apa kelebihannya bagi peserta didik dan pendidik?

  • Peningkatan keterampilan manajemen blog dan pembuat konten
  • Kontribusi konten berkualitas di platform digital
  • Meninggalkan kekhawatiran terhadap tren digitalisasi

Cara belajar ini diorientasikan untuk membantu peserta didik menangkap peluang-peluang kerja ke depan yang didominasi oleh wacana digitalisasi. Konten kontributor jangan dipahami dalam arti sempit, seperti pekerjaan di digital agency atau jadi Selebgram atau Youtuber. Konten kontributor adalah menghasilkan konten yang berkualitas, bermutu, disampaikan secara terbuka, dan mendapat peluang untuk ditanggapi langsung oleh publik, sebagaimana kita blogging atau bermedia sosial. Dengan begitu siswa memperoleh pengalaman dan keterampilan masa depan tanpa takut terancam oleh tren digitalisasi.

Hasilnya, konten yang berkualitas dan bermutu di blog akademik juga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai portofolio mahasiswa. Apa yang sudah dihasilkan oleh mahasiswa terekam di website karena karakteristik platform yang menghasilkan konten otomatis yang masuk. Mahasiswa dapat memanfaatkan konten yang dibuatnya sebagai karya untuk diceritakan ketika mencari kerja. Pertanyaan HRD soal pengalaman kerja bisa dijawab dari sini.

Revolusi pendidikan semakin menuntut di tengah derasnya arus digitalisasi dan tekanan global. Menerobos dinding ruang kelas bisa dimulai dengan cara sederhana, termasuk dengan blogging akademis. Saat ini, kendala teknis penerapan digitalisasi pembelajaran bukan menjadi penghalang. Konsultan dan pengembang teknologi informasi di sektor pendidikan dapat mengawal inisiasi guru merevolusi proses pengajaran yang menembus batas-batas ruang kelas.

Diposting Oleh:

ahmaddimas

Tags:

#Revolusi #Revolusi Pendidikan pendidikan

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

    Video Terbaru

    Tidak dapat mengambil data video.