Berita & Artikel

Event

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Back-End Operator: Menjadi Tumpuan Utama Perguruan Tinggi, Oleh: Widodo (STIKES Notokusumo Yogyakarta)

Cerita: Widodo- STIKES Notokusumo Yogyakarta Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, shalom, om swastiastu. Namo buddhaya, salam kebajikan, perkenalkan nama saya WIDODO Operator Back-end/Supermen. Dulu Epsbed yang sekarang berganti nama PDDIKTI Feeder dari STIKES Notokusumo Yogyakarta, yang dulu AKPER Notokusumo, saya jadi Operator Back-end/Supermen sejak 2012-sekarang. Kenapa saya katakan Operator Back-End/Supermen, memang kenyataanya seperti itu? Tidak ada SK khusus yang menerangkan saya sebagai Operator Epsbed atau PDDIKTI Feeder. Saya hanya sebagai Pranata komputer dan jaringan, yang bertugas sebagai seorang Supermen (Printer rusak saya, isi tinta saya, komputer eror saya, jaringan eror saya, service CPU, service power suplay, instalasi server, maintenance server (linux, windows), CCTV, router, dan aplikasi pendukung lain seperti eprints, OJS, SLIMS, WEBSITE, SIAKAD, SI INVENTARIS, SISTER, FEEDER, Tracer study, SPMB, Uji tulis SPMB, Arsip digital, e-learning dll. Karena di tempat saya tidak ada petugas khusus yang menangani hal tersebut. IT Supermen/Back-End hanya satu orang yang bernama bapak WIDODO wkwkwkwk…..! Singkat cerita saya jadi Operator Back-end pelaporan Epsbed itu priode 2013-1 ketika temen saya Pak Jaka megalami kecelakaan dan tidak bisa melajutkan pelaporan Epsbed dalam waktu yang cukup lama, ketika itulah saya di tujuk oleh pimpinan untuk mengantikan pak Jaka sebagai Operator Epsbed sementara. Nah di sini agak lucu… saya suruh megerjakan sesuatu yang saya tidak tahu sama sekali apa itu pelaporan Epsbed, cara kerja, bagaimana cara memulai mengerjakan, sampai mana dikerjakan sebelumnya. Karena pak jaka kecelakaan dan terjadi benturan di kepala agak fatal tidak mungkin saya konsultasi ke beliau. Untungnya saya pernah diajak Pak Jaka beberapa kali mengikuti pelatihan Epsbed di Kopertis dan dikenalkan beberapa teman Operator Epsbed. Terima kasih buat Om Andri (mantan operator YKY dan Mbah Manto Operator YKP) yang telah membantu dan membimbing selama 4 hari bagaimana cara melakukan pelaporan Epsbed, dan akhirnya laporan Epsbed 2013-1 dapat dilaporkan dengan baik ke kopertis. Perjalanan sebagai Operator Back-end tidak sampai di situ, setelah Pak Jaka sudah bisa masuk kembali, saya masih mendapingi sebagi operator Back-end dari era Epsbed sampai ke Feeder masalah trouble pelaporan selalu ada dari waktu ke waktu baik data awal salah, transaksi akademik salah dsb dan sempat membeli beberapa kali sistem informasi akademik (SIAKAD) dan digunakan selaku ada masalah baru (terutama ketika ada masalah di siakad pengembang susah di hubugi dan tidak ada komunitas untuk sharing mengenai masalah yang ada) akhirnya tidak bisa di pakai SIAKAD tersebut dan beli atau kerjasama dengan pengembang lagi. Dan seperti itu lagi…?. Singkat cerita di 2018-2019 ada rotasi jabatan di setiap bagian dan berbarengan kampus alih bentuk dari AKPER ke STIKES. Di situlah baru saya di tunjuk pimpinan untuk menjadi Operator utama wkwkwkkw…..! PDDIKTI Feeder bersama pak muji. Berdasarkan pengalaman yang sebelum-sebelumnya saya sedikit memahami cara kerja pelaporan Epsbed, Feeder dan hubuganya dengan SIAKAD. Ketika itu pak jaka masih pakai SIAKAD dan Feeder dan harus kerja 2 (dua) kali untuk melakukan pelaporan. Dan karena waktu itu saya bukan Operator utama maka hanya mendampigi saja secara diam-diam wkkwkw….. ! pada waktu yang bersamaan saya install GoFeeder […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Menjadi Admin PDDIKTI yang Lekat di Hati, Oleh: Widia Astuti (STKIP Adzkia)

Cerita: Widia Astuti- STKIP Adzkia Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Assalamualaikum, Sahabat PDDIKTI. Salam seDATA.. Saya begitu tertarik mengetahui SEVIMA mengadakan lomba bertajuk pejuang. Oh my God, akhirnya ada juga yang mendengarkan risalah kami. Istilah pejuang lumrahnya disandangkan kepada pahlawan. Sepuluh November, kan! Hari pahlawan. Dan hari ini saya merasa sangat bangga menyandang gelar ini. Pejuang Data Perguruan Tinggi. Perkenalkan, nama saya Widia. Saya admin STKIP Adzkia, salah satu perguruan tinggi swasta di Sumatera Barat. Bicara tentang PDDIKTI, tak ada ubahnya membicarakan sebuah rumah besar yang di dalamnya terdapat begitu banyak pintu. Setiap pintu terhubung dengan banyak ruangan. Itulah PDDIKTI versi saya. Dia memiliki pintu-pintu yang semua bersumber kepadanya. Kita mengenal Feeder PDDIKTI, SISTER PDDIKTI, PIN, PRIMA yang terbaru, dan semua terhubung ke rumah besarnya, PDDIKTI. And you know guys, siapa yang punya akses menjelajahi semua pintu ini? Admin PDDIKTI. Sebenarnya saya pribadi belum lama menjadi admin PDDIKTI. Belum genap tiga tahun. Tapi perjalanan menjadi admin PDDIKTI amat lekat dengan hati. Kami bercengkrama hingga tengah malam. Bayangkan saja, portal akademik kami yang belum tersinkronisasi dengan Feeder, menjadikan kami harus menyalin data per-data, nilai per-nilai, KRS per-KRS dan AKM per-AKM. Setiap akan masuk bulan April dan Oktober, kedua bola mata ini sudah siap untuk tempur. Lelahkah…? Of course. Pernah lihat matanya Po, si kungfu panda. Ya, kurang-lebih seperti itulah. Tapi disini indahnya. Meskipun Feeder kami belum tersinkronisasi dengan SIAKAD seperti PT lain, tak menjadikan semangat kami surut. Kebiasaan berlama-lama dengan PDDIKTI menjadikan kami amat dekat dengan semua civitas akademik, baik itu dosen, pimpinan, serta mahasiswa. Semuanya paham bila kami harus menyelesaikan pelaporan sebelum masa penutupan. Semuanya tahu bila data PDDIKTI sudah ditutup, tidak ada lagi perubahan data. Dan hebatnya, semua mengerti. Sebulan sebelum pelaporan, pimpinan sudah mewanti-wanti nilai di sistem akademik kampus. Sebulan sebelum pelaporan, tidak ada lagi perubahan-perubahan data berarti. Tidak ada istilah dosen terlambat input nilai. Tidak ada AKM baru yang tiba-tiba minta diaktifkan di tengah jalan. Ini membuat kami para admin merasa nyaman. Keberhasilan pelaporan 100% selalu kami genggam. Apa kuncinya? KERJA SAMA. Tanpa kerja sama, nihillah pelaporan 100%. Banggakah saya menjadi admin PDDIKTI…? Tentu. Tidak ada alasan untuk tidak bangga. Ini tentang tanggung jawab. Kami pun ikut serta berjuang untuk mencerdaskan negeri ini. Salam untuk para Admin… Sang Pejuang Data #pejuangPDDIKTI #sharingBerhadiahSEVIMA

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Pantang Tidur Sebelum Data PDDikti Valid, Oleh: Ahmad Ade Irwanda (Universitas Lancang Kuning)

Cerita: Ahmad Ade Irwanda-Universitas Lancang Kuning Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu, Selamat malam bagi yang membaca postingan ini di malam hari, Selamat pagi bagi yang membaca postingan ini di pagi hari, Selamat Siang bagi yang membaca postingan ini di siang hari, Selamat Sore bagi yang membaca postingan ini di sore hari, 😁😁😁 Salam perjuangan, Perkenalkan nama saya Ahmad Ade Irwanda, saya berasal dari salah PTS di tanah Melayu Provinsi Riau, yakni Universitas Lancang Kuning Pekanbaru. Izinkan saya sedikit mempromosikan tentang Provinisi Riau. Riau merupakan Provinsi yang terkenal sebagai daerah penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia. Selain minyak yang dihasilkan dari “bawah” tanah, Riau juga memiliki sumber minyak yang berasal dari “atas” tanah yaitu minyak kelapa sawit. Makanya Riau disebut negeri diatas minyak dibawah minyak. Saya sangat senang ketika tau SEVIMA mengadakan Lomba Sharing Kisah Inspiratif Para Pahlawan (Sharing Operator Pddikti). Kalau saya pribadi lebih senang dengan istilah Admin dari pada operator. Karena bagi saya operator itu adalah orang yang sering menangkat telepon konsumen kalau ada pengaduan atau layanan informasi. Atau kalau di dunia industri bagian yang mengoperasikan alat berat😂😂😂. Asumsi definisi operator yang nyeleneh ini diperkuat, ketika saya mengikuti workshop pelaporan pdikti feeder yang diadakan oleh LLDIKTI X tahun 2017. Kenapa demikian, karena salah satu Pemateri menyampaikan apakah peserta yang hadir Operator atau Admin? Admin atau Administrator adalah seseorang atau beberapa orang yang ditunjuk sebagai pengelola dari sebuah sistem. Admin diberikan akses untuk melakukan semua fungsi terkait operasional dan pengawasan seperti moderasi, pengaturan sistem, dan pelaporan. Sementara itu, Operator adalah pihak yang membantu jalan nya proses sebuah pengelolaan suatu sistem. Akses yang diberikan kepada seorang operator biasanya terbatas. Selain itu, untuk menjadi seorang operator tidak dibutuhkan pengetahuan dan kecakapan yang tinggi. Kita ketahui bersama, bahwa untuk melakukan pelaporan data pddikti kita tidak hanya sekedar menginputkan biodata mahasiswa, kelas perkuliahan, krs, nilai, akm, dan proses kelulusan. Dalam melakukan pengelolaan data pddikti, kampus kami berpedoman kepada Permenristekdikti Nomor 61 Tahun 2016 dan mengacu pada standar yang telah di tetapkan melalui SK Sekjen Kemeneristekdikti Nomor 85/A/KPT/2018. Khusus para Admin yang membaca postingan ini, harusnya sudah hapal Permen ini di luar kepala ya. . . 😂😂😂 Secara sederhana permen dan SK diatas, kami tuangkan dalam istilah 5M1CE: Merencanakan Mengumpulkan Mengelola Memvalidasi Melaporkan Monitoring Control Evaluasi Dalam dunia peradminan pddikti, saya merupakan pendatang baru. Saya mulai bergabung di pddikti 3 tahun yang silam (2017), berbeda dengan teman-teman pejuang pddikti kampus lain yang sudah mengalami pelaporan lintas versi, seperti sharing yang saya baca di group ini. Walaupun demikian, saya mendapatkan warisan dosa turunan dari pendahulu saya ketika menggunakan EPSBED😭😭😭. Setiap periode wisuda, kami biasanya bersurat ke LLDIKTI untuk melakukan pembukaan periode pelaporan semester lampau. Ada nilai lupa di input, sks yang tidak cukup, sks berlebih sampai 30 sks, data ganda, dll. Perjuangan kami tidaklah mudah, walaupun saat itu kami berjumlah 13 orang admin termasuk saya didalamnya. Dengan waktu pembukaan periode pelaporan yang relatif singkat, yakni hanya 1 bulan, kami di tuntut ekstra keras untuk memperbaiki banyak data […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Pernah Dinonaktifkan, Kini Berperan Sebagai Ujung Tombak Kampus, Oleh: Muslihin Manshur (STIT Pemalang)

Cerita: Muslihin Manshur- STIT Pemalang Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA 👨🏻‍🦰”kakak,  abi mau lembur dulu kekampus ya… “ 👧🏻”lembur Pete pete teruuuusss….. 😞” 🤣🤣🤣🤣😍😍 Begitu,  tiap kali pamitan dengan putriku kalau harus lembur karena dikejar deadline pelaporan.  Ya, saya operator PDDIKTI merangkap operator emis pada sebuah kampus di kabupaten Pemalang yang oleh putriku disebut PTPT 😊. Padahal dikampus lain mungkin jabatan itu terpisah.  Bisa anda bayangkan bagaimana repot dan sibuknya saya menjelang deadline pelaporan.  Istri dan anak2 memahami itu. Jika memungkinkan  bisa saya kerjakan dirumah,  dan sebenarnya memang lebih enak dan nyaman dirumah. Selain ada istri yang dengan setia menemani tentu saja ada yg membuatkan kopi tanpa diminta,  dan satu lagi ada yang mijitin jika kepala benar-benar terasa berat.  Sayangnya semua terkendala dengan signal yang kurang bersahabat.  Maka, mau tidak mau saya harus berangkat lagi kekampus.  Tidak sekali dua kali anak dan istri  juga saya boyong kekampus sekiranya memang harus menginap. Sering… Agar anak dan istri tahu ayah dan suaminya berpeluh2 demi membahagiakan mereka. Agar mereka tahu arti perjuangan.  Ssssssstttttt….. Sebenarnya sih saya takut kalau tidur dikampus sendirian ding 🤭 Ada rasa haru dan bangga ketika bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Karena itu artinya bisa menyelamatkan  kampus agar tetap hidup. Karena operator kampus adalah jantungnya kampus. Ada banyak orang yg bergantung dari hidupnya kampus,ada banyak mahasiswa yg menaruh harapan besar pada kampus.  Dan akan sangat menyedihkan jika kerja kami tidak dihargai dan diapresiasi pihak pimpinan kampus.  🥺 Adakala pimpinan tidak memahami betapa beratnya beban seorang operator. Padahal operatorlah ujung tombak kemajuan sebuah kampus. Ketika terjadi kemerosotan nilai akreditasi yang bersebab  tidak sinkronnya data maka tersangka utamanya adalah sang operator. Sebagai tindakan atas hal itu saya selaku operatorpun harus dengan ikhlas melepas tanggung jawab karena dinon aktifkan untuk sementara dari kampus. Tanpa pesangon 😭 Setelah tiga bulan masa nonaktif, saya kembali mendapat panggilan ke kampus. Hal itu karena operator pengganti ternyata juga tidak mampu mengambil alih tugas dengan sempurna hingga beliau pun mengundurkan diri. Masa baru kerja kembali kekampus, kami berfikir untuk mencari inovasi apa sekiranya provider yang tepat agar masalah data terselesaikan dengan baik tanpa halangan yang berarti. Selama ini kami sudah mencoba berbagai aplikasi untuk memudahkan kerja operator dalam menginput data. Baik itu data mahasiswa, input KRS,input AKM, input nilai mahasiswa dll. Diantaranya aplikasi Modifer, dan aplikasi feeder importer. Tapi dari semua aplikasi tersebut masih belum efektif karena sang operator harus kerja keras untuk input data di Excel lalu diimpor ke aplikasi feeder PDDikti. Karena masih tertumpu pada kerja manual operator kadang masih banyak data yang tidak valid, banyak kesalahan input data,sehingga masih kurang efektif dan efisien. Hal ini membuat kami sering mengalami keterlambatan dalam pelaporan data EMIS dan PDDikti. Setiap satu semester menjelang deadline pelaporan dari  Kopertais wilayah x Jawa tengah mengundang para operator kampus se-Jawa Tengah untuk penagihan pelaporan data. Selama tiga hari kami dikarantina di hotel untuk menyelesaikan pelaporan. Ditengah kegalauan karena kampus kami mendapat nilai akreditasi yang jauh dari harapan pihak kampus mengundang konsultan akreditasi.Dari konsultan kami mendapat informasi […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Bertempur dengan Medan untuk Mencari Sinyal, Oleh: Rajiv Hendra (STKIP Kristen Wamena, Papua)

Cerita: Rajiv Hendra-STKIP Kristen Wamena, Papua Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, itulah yang dilakukan para pahlawan milisi pro kemerdekaan Indonesia dan tentara Britania dan India Britania dalam pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945 lalu. Banyak catatan sejarah yang ditulis tentang Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Meskipun kalah dan kehilangan anggota dan persenjataan, pertempuran yang dilancarkan pasukan Republik membangkitkan semangat bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaannya dan menarik perhatian internasional. Belanda tidak lagi memandang Republik sebagai kumpulan pengacau tanpa dukungan rakyat. Pertempuran ini juga meyakinkan Britania untuk mengambil sikap netral dalam revolusi nasional Indonesia; beberapa tahun kemudian, Britania mendukung perjuangan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan akhirnya memperoleh kemenangan. (Sumber Wikipedia) Itulah sejarah singkat Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Sejarah mencatat bahwa sebenarnya pejuang Arek-arek Suroboyo kalah dalam segi anggota maupun peralatan dalam melawan tentara Inggris. Tapi apa yang membuat pejuang-pejuang tersebut menang dalam pertempuran Surabaya 10 November 1945?? Jawabannya adalah semangat juang yang tinggi dan strategi mereka yang cukup cerdik. Sekali lagi semangat mereka yang membuat mereka meraih kemerdekaan. Tidak peduli dengan apapun bahkan nyawa mereka korbankan demi suatu kemerdekaan. Begitu juga dengan Pejuang Operator PDDIKTI yang seharusnya mencontoh semangat Pejuang Arek-arek Suroboyo dalam mencapai pelaporan yang optimal. Sebelumnya, apa itu Operator PDDIKTI? Operator PDDIKTI adalah tenaga kependidikan yang mempunyai tugas mengelola semua data Perguruan Tinggi baik itu data dosen, data mahasiswa, data alumni, dan semua data lainnya yang berhubungan dengan Perguruan Tinggi yang nantinya akan dilaporkan kepada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi atau disingkat PDDIKTI. Pada tahun 2017, terdapat 4.498 Perguruan Tinggi se-Indonesia menurut data Menristekdikti yang disampaiakan oleh Bapak Mohamad Nasir yang dilansir dari ayokuliah.id. Itu berarti terdapat 4.498 Operator PDDIKTI yang berjuang dalam melaporkan data mereka ke PDDIKTI. Salah satu dari pejuang tersebut adalah saya. Saya salah satu pejuang operator pada salah satu Perguruan Tinggi di Papua, yaitu STKIP Kristen Wamena, yang tepatnya berada pada Kabupaten Jayawijaya, Kecamatan Wamena. Banyak kendala yang saya alami ketika menjadi Operator PDDIKTI. Mulai dari letak geografis sampai kepada hal-hal sepele yang menyangkut data mahasiswa. Melihat dari letak geografis, Wamena masuk kedalam daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Jaringan internet yang ada masih di bawah rata-rata jika dibandingkan pada kota-kota diluar Papua khususnya Wamena. STKIP Kristen Wamena terletak kurang lebih 7 kilometer dari pusat kota. Itu menunjukkan bahwa jaringan internet pada lokasi ini belum terjangkau oleh jaringan internet. Jaringan di kota Wamena saja lambat terlebih lagi pada lokasi kami yang jauh dari kota tersebut. Terdapat 1 atau 2 Base Transceiver Station (BTS) yang sudah ada pada daerah kampus kami, namun tetap saja jaringan masih lambat. Namun baru-baru saja internet di Wamena sangat bagus dari sebelumnya ketika salah satu provider internet meningkatkan performanya pada massa pandemic covid-19. Banyak tawaran solusi internet oleh provider internet berupa VSAT atau pengadaan satelit internet, itupun masih belum menjawab kebutuhan kami Operator PDDIKTI di Wamena. Kenapa? karena beberapa provider tersebut masih lemah dalam signal upload (untuk upload masih sangat lemah) karena untuk aktifitas sinkronisasi membutuhkan signal upload yang cukup dan selain […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Sempat Bingung, Kini Mampu Mengantarkan STAI Syarif Muhammad Raha Menuju Pelaporan 100%, Oleh: La Rudi (STAI Syarif Muhammad Raha)

Cerita: La Rudi- STAI Syarif Muhammad Raha Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Pertama kali saya di SK kan dibagian laboran, tahun 2008, waktu itu laporan pendataan mahasiswa, tendik dan pengajar melalui aplikasi Dapodik (data pokok pendidikan) yang disimpan ke dalam kaset lalu dikirim ke departemen agama melalui kopertais dengan menggunakan jasa pengiriman pos. Pada tahun 2011 saya diutus untuk menghadiri pelatihan pengelolaan data EMIS di Makassar. Karena di PT kami tidak memiliki SDM yang bisa untuk menciptakan siakad ini dan tidak memiliki kemampuan untuk membeli ataupun menyewa,, saya hanya selalu searching digoogle tentang siakad atau aplikasi penginputan nilai ataupun data mahasiswa untuk mempercepat dan mempermuda pekerjaan saya sebgai operator dengan harapan jika ada siakad bisa digunakan secara gratis, dan ternyata saya tidak menemukan apa yang saya inginkan, namun itu tidak membuat saya putus asa untuk mndapatkannya.  Waktu itu saya hanya memiliki facebook yang saya gunakan untuk saling chating dengan teman teman saya dengan memanfaatkan internet yang ada dikampus,, internetnya pun masi menggunakan modem card yang dihubungkan langsung dengan line telpon. Karena sering  menggunakan facebook, pada saat itulah muncul dilayar sebelah kanan “sevima atau gofeeder” namanya pada waktu itu, saya download lalu saya instal dan alhamdulillah aplikasi sevima ini bisa digunakan secara gratis, oh ya saya tidak langsung download aplakasinya tetapi saya minta pertemanan dulu atau gabung digrup tersebut disitulah terjadi saling komunikasi tentang cara menggunakan sevima ini.  Pada tahun 2013 munculah peraturan tentang Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) bahwa semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta harus terdaftar di PDPT, ini khusus PT yg bernaung dibawah Kementerian Agama kalau Departemen Pendidikan sebelum tahun 2013 ini mereka sudah menggunakan itu, olehnya itu pada saat sosialisasi pertama kali bagi PTAIS dibawah KOPERTAIS Wil. VIII Makassar kami disuruh bawah data mahasiswa dari angkatan 2009 samapai dengan 2013 serta SK/Izin Operasional Kampus untuk didaftarkan di PDPT.  Setelah mengikuti pelatihan ini saya berusaha untuk bekerja dan mempelajari aplikasi PDPT ini. Sebelum saya menggunakan produk dari SEVIMA saya menghadapi 2 aplikasi pendataan yaitu EMIS, dan PDPT, jadi pekerjaan yang berat di PDPT ini terdapat 4 bagian yaitu input mahasiswa baru, input KRS, input nilai dan input aktivitas kuliah mahasiswa, ini dilakukan satu persatu. Memasuki tahun 2015 ada isu bahwa alumni yang tidak terdaftar di PDPT tidak akan diterima tes CPNS, waktu itu kami tidak mendapatkan edaran tentang hal itu, namun ada disalah satu universitas di daerah kami mendata seluruh alumninya untuk diinput ke PDPT, melihat universitas itu sdh mendatakan alumninya akhirnya alumni kami juga mendesak kami untuk di input datanya di PDPT. Saya sempat menolak dengan alasan kami belum mendapatkan edaran tentang itu apalagi kami baru 2013 disosialisasikan sementara di perguruan dibawah departemen pendidikan sudah diterapkan sejak tahun 2000-an.  Pada akhirnya saya coba membuat formulir yang isiannya sesuai permintaan di PDPT lalu saya umumkan di grup facebook agar seluruh alumni untuk mengisi formulir dan menyetor ijazah dan transkrip, setelah itu saya mengajukan pembukaan periode pelaporan mulai tahun 2005/2006 ganjil sampai dengan periode 2012/2013 ganjil, jumlah data alumni yang terkumpul kurang […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Berjuang Seorang Diri di Tengah Trouble, Oleh: Ardiansyah (IBLAM Higher School Of Law)

Cerita: Ardiansyah – IBLAM Higher School Of Law Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Penutupan Laporan Aktivitas Mahasiswa dan Dosen, pernah terjadi pada kampus kami, kampus kami terletak di wilayah DKI Jakarta tepatnya di wilayah Jakarta Pusat, selama 8 semester atau 3 tahun kampus kami tercinta tidak bisa melaporkan aktivitas nya, persoalan ini terjadi 8 tahun yang lalu tepatnya di tahun 2012. Kenapa persoalan ini terjadi pada kampus kami? dan kenapa persoalan ini terjadi cukup lama?. Awal dari persoalan yang muncul yaitu ketidak-tertiban dalam mengelola aktivitas mahasiswa dan minimnya Sumber Daya Dosen yang ada pada kampus kami. Dari pihak Kopertis (yang sekarang berubah menjadi LLDIKTI), bukan lagi memberikan surat teguran tetapi melayangkan surat penutupan laporan. Tentu hal ini membuat pimpinan dan civitas kampus merasa “khawatir” apalagi Mahasiswa mengetahui akan kondisi ini, mahasiswa protes, mahasiswa menuntut akan hak nya. Karena selama penutupan laporan, Aktivitas Mahasiswa Baru tidak terlapor di Forlap Dikti, begitu juga Aktivitas Mahasiswa yang masih berjalan tidak terlapor juga aktivitas tiap semesternya. Namun beruntungnya kampus kami masih bisa menerima Mahasiswa Baru tetapi dengan persoalan tidak “tayang” di Dikti. Pimpinan kampus kami dengan segera menindak lanjuti dan bertanggung jawab dalam kondisi ini. Pimpinan, tim akademik, tim operator, mendatangi Kopertis (nama Lembaga LLDikti saat itu). Pimpinan dan pihak kampus Kami diminta untuk bertanggung jawab, dengan beberapa persyaratan yang harus di ikuti. Pimpinan kampus kami pun “menyanggupi” dengan menanggung resiko dan tanggung jawab. Dengan arahan dari Kopertis, dan didampingi pimpinan kampus kami, mulailah Tim operator bekerjasama tim akademik membenahi data mahasiswa dengan mengikuti segala persyaratan yang harus kami penuhi. Salah satu persyaratan yang cukup berat pada saat itu menurut kami, pemberkasan data mahasiswa mulai dari Formulir mahasiswa sampai data ijazah kelulusan mahasiswa. Jumlah mahasiswa di kampus kami pun ada 1.200 Mahasiswa, ini yang membuat tim Operator dan Tim Akademik harus bekerja keras untuk memenuhi persyaratan nya. Tentu kalau ditanya gimana pasti tetap dipetik pelajaran dan pengalaman ini. Lagi-lagi persoalan pun berlarut-larut cukup lama, dengan kondisi tidak tayang nya aktivitas mahasiswa. Ditambah lagi dengan adanya pergerakan mahasiswa yang protes karena “hak” mereka sebagai mahasiswa aktif dan lulus tidak tayang di Dikti. Kondisi ini pun diperparah dengan mundur nya kepala operator kami, yang semula tim operator kampus berjumlah 2 orang, berkurang hanya tinggal 1 orang.  Yang harus saya ceritakan secara pribadi disini sisa 1 orang nya itu hanya saya, yang harus input pelaporan yang tertinggal ini, semula saya asisten operator yang hanya bekerja menyiapkan data secara fisik untuk keperluan Kepala operator kampus. Kali ini saya dituntut untuk bisa meng-input data sekaligus menyiapkan dokumen yang diperlukan. Yang akhirnya harus disikapi dengan kondisi logis justru  memotivasi diri sendiri untuk belajar aplikasi epsbed Layar Biru DOS (nama aplikasi saat itu), mulai dari belajar dengan pegawai puskom kopertis langsung selama 3 hari, gak cuma belajar input, saya pun juga mendapat dukungan semangat dari pimpinan, semangat bantuan dari tim akademik kampus, dan akhirnya saya pribadi bersama tim bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Segala persyaratan yang diminta Kopertis pun akhirnya bisa dipenuhi dengan baik dan […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Menghindari Deadline Agar Pelaporan Aman Terkendali, Oleh: Satriyo Kristanto (STIKES RS. Baptis Kediri)

Cerita: Satriyo Kristanto- STIKES RS. Baptis Kediri Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Salam pejuang PDDIKTI, Saya seorang operator PDDIKTI di sebuah PTS dan sudah 10 tahun menjadi Operator, ini banyak sekali suka dan duka selama ini. Saya pertama kali masuk pada tahun 2009 di PTS X dan langsung mengenal pelaporan mulai aplikasi epsbed via DOS/layar biru. Dimana saya belajar dari kawan saya waktu itu dan selanjutnya ototidak mengoprek segala kesalahan apabila terjadi data yg tdk valid. Kami membagi tugas untuk 3 prodi waktu itu, saya bertugas untuk Prodi IKP dan Ners kemudian kawan saya Prodi IKM.  Pada waktu itu di PTS tsb belum mempunyai sistem penilaian yang terintegrasi, jadi kami tim Puskom harus bahu membahu mengumpulkan data mahasiswa sampai penilaian.Tetapi itu tidak menyurutkan nyali kami, malah kami semakin tertantang untuk data melaporkan data epsbed agar valid. Kadang kami harus lembur untuk menyelesaikan deadline pelaporan epsbed.  Seiring berjalannya waktu munculah aplikasi feeder di tahun 2014, dan saya belajar ototidak lagi bersama temen saya sambil menunggu pelatihan dari LLDIKTI waktu itu. Dimana dengan aplikasi feeder ini kita dipermudah untuk input data mahasiswa sampai penilaian. Pada tahun 2018 saya pindah ke salah satu PTS yaitu STIKES RS Baptis sampai sekarang. Dan saya meneruskan sebagai operator disana sekaligus bagian administrasi akademik. Dimana untuk sistem akademik sudah agak terintegrasi tetapi masih lokal. Ada suka dimana saya bertanggung jawab agar mencapai pelaporan 100% pada setiap semesternya, dimana untuk mencapai penilaian tersebut tidak mudah, pasti banyak sekali kendala yang kita hadapi di lapangan. Yang membuat kita happy, waktu ketemu sama temen-temen seperjuangan untuk melaporkan hasil pelaporan epsbed. Kita bisa sharing sama-sama mengenai kendala yang kita hadapi. Misal data belum lengkap, nilai belum masuk padahal sudah deadline dsb, tetapi sebagai operator itu menjadi tantangan kita agar tidak sampai terkena deadline dari LLDIKTI. Agar pelaporan beres operator bekerjasama dengan prodi masing-masing untuk sekedar pengumpulan nilai dari masing-masing dosen. Apalagi operator juga di tuntut kreatif banyak sekali mencoba atau mencari aplikasi yg bisa support feeder sekarang, agar input tidak satu per satu dan akhirnya mulai 2018 saya mencari-cari di internet suatu aplikasi yg bisa include langsung ke feeder, akhirnya saya kenal dengan Mas Bayu Nugraha dari SEVIMA kmd mas Dicky Pradana Adi Putra untuk presentasi mengenai gofeeder dari sevima untuk proses akademiknya dan sekaligus pelaporan feeder. Terima kasih sudah mengenalkan kampus kami dengan Tim Sevima. Untungnya selama ini dari pihak prodi telah bekerjasama dengan baik, jadi setiap waktunya Pelaporan sebelum deadline kita sudah selesai. Untuk operator seperti saya ini, melihat hasil rekap di portal PDDIKTI mencapai 100% rasanya senang sekali, terus apalagi kalau dari pihak kampus memberikan bonus. Kalau duka mungkin temen-temen operator di seluruh Indonesia juga mengalami, kadang hasil kerja kita tidak diperhatikan padahal Operator PDDIKTI adalah Jantungnya PTS.  Sekitar th 2018, kampus kami ada beberapa mahasiswa kami yg alih jenjang mengalami masalah tdk bisa masuk ke PIN krn terkendala jumlah sks per semester nya ada yang lebh dari 24 sks, pdhl sdh mau kelulusan. akhirnya kita mengajukan pembukaan periode dan mgkn operator […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Operator PDDikti Pantang Menyerah Sebelum Tumbang, Oleh: Ahmad Budiyono (STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang)

Cerita: Ahmad Budiyono/STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Perkenalkan saya operator PDDikti dari Kampus STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang Saya Ahmad Budiyono, biasanya dipanggil dengan nama Budi. Pertama kali menjadi operator pada tahun sekitar 2013 akhir, saya diberi amanah untuk melaporkan segala kegiatan data. Pangkalan data mengunakan “Esbed/ Layar Biru” dipenghujung masa Esbed pada masa itu, menuju pelaporan dengan mengukan Feeder PD Dikti. Saya sendiri bukan orang yang lulusan teknik jaringan atau komputer, tapi saya orang jurusan Pendidikan Agama Islam yang diberikan amanah untuk memegang pelaporan dikampus. pertama kali saya menggalami kebingung yang tiada, bertanya kepada siapa jika menemukan kendala. Dan Alhamdulillah pada tahun itu juga Kopertais IV Surabaya mengakan Wokshop Pangkalan, dengan modal nekat saya berangkat menuju kegiatan. Dari sanalah cerita saya menjadi operator muncul. Disela-sela kegiatan wokshop kami bertemu dengan hasyim, ade, makbul, Hafid, Huda dll. Kami bercerita tentang kegiatan operator itu sendiri mulai mencari data sampai pada melaporan, muncul dalam sebuah ide untuk membuat ruang diskusi disosial media atau di group WA (awal pertama ada WhatApps), tidak banyak di group tesebut. Kami usul kepada Koordinator Pangkalan data kopertais wilayah IV Surabaya untuk membuat semaca kelompok bimbingan dan Alhamdulillah mendapat respon yang baik dari beliau. Maka terbentuklah 6 cluster di lingkungan kopertais IV Surabaya yaitu, Cluster Sasambo, Cluster Susi, Cluster Tapalkuda & Bali, Cluster Pantura, Cluster Madura, dan Cluster Matraman. Untuk Cluster Matraman diamanahkan kepada saya, saya sempat menolak untuk menjadi ketua Cluster Matraman karena bukan bidang saya tapi usulan itu ditolak oleh beliau beliau “saya mencari orang yang mau bukan orang bisa” dari Quets itulah saya jadikan motivasi untuk memegang amanah ini. Untuk sekarang sebutan Cluster itu berubaha menjadi Zona Matraman disitulah tempat kita diskusi dari problem sampai percepatan untuk melakukan Pendataan. Mari kembali ke cerita bagaimana repotnya bukan itu sebenaranya yang saya mau ceritakan tapi bagimana kisah kasih sedih dan bahagianya menjadi operator. Kampus kami berada di jombang kota santri bertepat di Jl. Cukir Mojowarno Jombang. Pada tahun internet belum masuk dikampus kami. Ketika ada pelaporan saya harus lari kewarnet untuk mengsingkronkan data dengan membaca prefill PDDikti yang sudah diisi secara Ofline. Sehingga mau tidak mau saya harus memasang jaringan internet masuk ke kampus, saya dengan teman saya agus menayakan apakah bisa memasang jaringan internet ke kampus kami, karena jalur internet hanya bisa masuk ke desa sebelah kami, dari pelayan Telkom bisa menarik jaringan internet di kampus dengan memasang 10 titik modem, kami melobi apa harus sepuluh boleh masang minimal delapan titik agar pihak Telkom mau menarik jaringan ke kampus. Lama kami bermusayawatoh dengan pimpinan alhmadulillah mendapat persetujuan untuk memasang dengan tujuan agar jaringan masuk setelah jaringan masuk selama 6 bulan saya megajukan pemutusan 7 titik jadi tinggal 1 yang masih ada dengan kecepatan 30Mbs (jadi kami tidak ke warnet lagi untuk melakukan pelaporan). Setelah diuji dengan jaringan, kami masih diuji lagi dengan repotnya meminta dan mengelola data sesuai dengan ada di PDDikti Feeder itu sendiri, tapi Alhamdulillah berkat adanya kelompok Cluster diatas jadi beban kedala untuk menata […]

Nov

23

2020

...
Event SEVIMA | Pelaporan PDDikti
Layaknya Orangtua, Operator PDDikti Berperan bagi Kemajuan Perguruan Tinggi, Oleh: Hasriani Santaria (STAI Al-Azhar Gowa)

Cerita: Hasriani Santaria- STAI Al-Azhar Gowa Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA Separuh Jiwaku Telah Pergi Oleh: Emak Operator You know ? Menjadi operator itu seperti mengasuh bayi bapak/ibu 🤭, tiap saat dikeloni 😂 padahal pelaporannya per semester kan 😅. Yaa sama seperti bapak ibu lainnya menjadi operator itu sesuatu banget karena dari tangan operatorlah keberlangsungan hidup suatu Perguruan Tinggi. 7 tahun berlalu Emis dan PDDikti sudah mendarah daging dalam hidupku, bagaimana tidak dari awal diwajibkannya pelaporan PDDikti dan emis, tanggung jawab itu saya pikul. Maukah kalian kuceritakan awal-awal pelaporan di kampus kami ?  Yaa kampus kami, kampus kecil. Sebuah Perguruan Tinggi Islam Swasta di kota Makassar yang harus bersaing dengan kampus-kampus besar lainnya. Dalam pelaporan bagaimana ? Mudah kan, kan hanya kampus kecil, eitss jangan salah. Awal-awal pelaporan itu penuh perjuangan karena saya haru mengolah nilai sendiri secara manual kemudian menginputnya sendiri, karena pada saat itu belum ada prodi di kampus kami, yang ada bagian akademik sekaligus berfungsi sebagai prodi. Capek gak ? Udah gak bisa dibilang, nilai udah ready aja kendalanya masih ada-ada saja kan ? Apalagi ini masih harus saya olah sendiri 🤭. Di kampus kami belum terbangun sistem waktu itu, jadi alur untuk saya bisa mendapatkan data mahasiswa maupun nilai saya diping pong dulu kemana-mana 🙈, bahkan saya harus mencari sendiri dan membuka berkas satu per satu 🤭. Masya Allah, perjuangan banget. Sehingga suatu ketika dalam rapat, saya sampaikan ke pimpinan bahwa pelaporan PDDikti ini sangat penting dan tidak bisa dianggap sepele, karena jantung kampus ada pada PDDikti. Sekali, dua kali saya sampaikan direspon, tapi tetap untuk sementara hasilnya begitu saja, untuk sampai kepada penginputan data maka saya harus mengolahnya sendiri. Terus saya suarakan, sampai akhirnya mendapat perhatian, terbentuk lah prodi yang sebenarnya, terbentuklah staf kemahasiswaan diikuti suport system’ lainnya. Udah aman belum pelaporannya ? Beluuummm, pelatihan PD Dikti di Kopertais 8 hanya 3-4 kali dilakukan sejak tahun 2013 sampai 2020. Sehingga setiap ada kendala yang saya alami, saya harus nanya kesana kemari, nanya ke operator pusat responnya bisa berhari-hari, nanya ke teman-teman sesama operator mereka pun terkadang mengalami kendala yang sama. Trus gimana ? Yaa diplototin 🤣, iya diplototin trus 😅, dan diotak atik hingga akhirnya ketemu solusinya sendiri 😍. Jadi bisa dong ya diatasi sendiri ? Kagaakkk 😂, Alhamdulillahnya kadang bisa kadang gak, hingga terkadang saya neror operator pusat di Kemenag 🙈 untuk minta bantuan sampai akhirnya beliau hafal dengan saya 🤭. Kata beliau, emak-emak produktif 🙊. Gimana gak produktif bapak ibu saya kemana-mana bawa baby 😅. Setiap ada pelatihan seperti pelatihan emis, babyku tak pernah lepas dari gendonganku 😅. Capek gak Bu ? Masya Allah, pulangnya baru berasa, berasa pegel 😂, tapi saya nikmati karena saya menyadari bahwa tanggung jawab saya ada disini, sebagai operator. Anggapan awal bahwa operator itu bukan siapa-siapa adalah nyata, dan tidak begitu penting dalam sebuah struktur organisasi di kampus kami 🥺. Namun, dengan segala keterbatasan yang ada, Alhamdulillah pelaporan kami tetap ontime. Jadi dalam satu semester saya melaporkan emis dan PD Dikti. Suatu […]