Berita & Artikel

Event

Feb

26

2021

...
Dunia Kampus | Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Sesditjen Dikti: SEVIMA Menginspirasi Indonesia dan Dunia

SEVIMA.COM, Surabaya, 25 Februari 2021 – SEVIMA baru saja merayakan hari jadinya yang ke 18. Sebagai kado dan apresiasi untuk perguruan tinggi, SEVIMA mengadakan kegiatan Webinar Nasional dan pengumuman pemenang SEVIMA Awards 2021 untuk rekan-rekan Perjuang PDDikti atau Kampus di seluruh Indonesia.

Feb

26

2021

...
Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama
Selamat! Inilah Para Peraih Penghargaan SEVIMA Award 2021

SEVIMA.COM – Tanggal 25 Februari 2021 kemarin SEVIMA mengadakan Webinar Nasional tentang “Implementasi Kampus Merdeka” dengan pembicara Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI yaitu Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani,M.P. melalui Online Zoom, Kamis (25/02/2021).

Feb

09

2021

...
Berita | Event SEVIMA | Tips & Trik
Tips Cerdas Menulis Agar Lolos ke Penerbit dari Praktisi Penulis

SEVIMA.COM- Dunia pendidikan memang sangat erat hubungannya dengan kemampuan menulis. Menulis bisa dikatakan sebagai senjata utama untuk melakukan transfer ilmu dari pengajar kepada peserta didik. Untuk itu, para pelaku dunia pendidikan dianjurkan untuk terus meningkatkan kemampuan menulisnya.

Jan

15

2021

...
Info Sentra Vidya Utama | Webinar
Bedah Feeder 4.0 dengan Fitur Kampus Merdeka, Ada Apa Saja?

SEVIMA.COM – Setelah rilis beberapa waktu lalu, PDDikti Feeder 4.0 memang memunculkan fitur baru yang ada di dalamnya. Penggunaan Feeder 4.0 ini disesuaikan dengan kampus merdeka. Ini ditujukan, agar seluruh perguruan tinggi di Indonesia bisa mengimplementasikan serta melaporkan rangkaian kampus merdeka sesuai dengan anjuran Kemendikbud. 

Dec

14

2020

...
Info Sentra Vidya Utama | Teknologi | Webinar
Augmented Reality, Inovasi Pembelajaran Praktikum Kesehatan di Masa Pandemi

Kegiatan praktikum merupakan salah hal wajib yang dilakukan setiap mahasiswa program studi kesehatan. Kegiatan ini dinilai sangat kongkrit untuk mencapai capaian pembelajaran mahasiswa kesehatan. Selain itu, kegiatan praktikum juga membantu mahasiswa untuk menunjang skill yang dimiliki. Maka, bisa dipastikan bahwa kegiatan praktikum merupakan kunci dari proses pembelajaran perkuliahan mahasiswa kesehatan.

Dec

08

2020

...
Event | Event SEVIMA
WEBINAR: Langkah Tepat Menyiasati Praktikum Prodi Kesehatan di Masa Pandemi

SEVIMA.COM – Kegiatan praktikum pada Program Studi (Prodi) Kesehatan seringkali tidak maksimal ketika dilaksanakan dengan metode Online Learning atau E-Learning. Terlebih dari webinar yang diadakan SEVIMA sebelumnya tentang memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) melalui online learning, banyak yang menanyakan strategi agar kegiatan praktikum di Perguruan Tinggi dengan Prodi Kesehatan dapat berjalan maksimal. Untuk menjawab kegelisahan Prodi Kesehatan dalam melakukan Praktikum di masa Pandemi ini, kami akan menyelenggarakan WEBINAR dengan pembahasan khusus terkait “Langkah Tepat Menyiasati Praktikum Prodi Kesehatan di Masa Pandemi” dengan mendatangkan beberapa narasumber yang telah berpengalaman dan kompeten. Webinar ini akan dilaksanakan pada: Hari: Selasa, tanggal 15 Desember 2020 Waktu: 13.00 WIB Melalui: aplikasi Zoom Meeting Untuk itu, kami mengundang Anda dalam Webinar dan Panel Diskusi ini. Webinar ini FREE namun kursi terbatas hanya 80 peserta saja dan dapatkan berbagai macam benefit seperti strategi menyiasati Praktikum pada Prodi Kesehatan pada E-Learning, dan tentunya dapat sertifikat juga. Yuk daftarkan diri Anda sekarang: https://bit.ly/webinar-prodikesehatan

Dec

01

2020

...
Berita | Event SEVIMA | Webinar
Sukses Memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah di Tengah Pandemi

SEVIMA.COM – Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) merupakan capaian dari suatu pembelajaran yang mencakup seluruh aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Capaian ini dibutuhkan untuk memperoleh hasil memuaskan di akhir perkuliahan. Sehingga, capaian tersebut dijadikan sebagai tolok ukur selama proses belajar mengajar.  Menerapkan capaian pembelajaran, ternyata membawa dampak terhadap tersendiri bagi suatu pembelajaran. Tanpa adanya standar capaian pembelajaran, kualitas program studi maupun perguruan tinggi akan menurun. Sehingga, ini akan menghambat kegiatan belajar-mengajar di suatu perguruan tinggi.  Keadaan semakin memburuk ketika pandemi mulai merajalela di Indonesia. Para pendidik harus mencari strategi yang tepat untuk diaplikasikan kepada seluruh perguruan tinggi.  Melihat situasi dan kondisi seperti sekarang ini, SEVIMA memberikan jalan keluar melalui Webinar dengan tema ‘Langkah Sukses Memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)’. Menghadirkan pembicara yang kompeten dalam pembelajaran online learning, yaitu Dr. Uwes Anis Chaeruman (Dewan Penasihat Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI)), Syarif Iqbal, S. Sos, M.A (Dosen Hubungan Internasional), dan Tim Pengembang Konten E-Learning IAIN Parepare.  — Banyak yang mengira, adanya pandemi yang sedang mewabah di negeri kita akhir-akhir ini membuat sistem pembelajaran harus dilakukan secara online. Sayangnya anggapan itu kurang tepat. Sistem pembelajaran online seperti ini memang sudah mulai dirintis sejak tahun 2013 silam. Metode ini merupakan suatu gambaran pembelajaran online di masa mendatang.   “Pemerintah dan pihak pendidikan tinggi sudah merencanakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari beberapa tahun lalu. Mereka beranggapan, dengan menerapkan metode PJJ tersebut sistem belajar mengajar akan lebih mudah diaplikasikan dengan baik,” ujar Uwes.  Di Indonesia, belum banyak pihak perguruan tinggi menggunakan metode ini. Namun sejak pandemi, akhirnya seluruh elemen pendidikan di Indonesia menggunakan metode tersebut.   Dalam bukunya yang berjudul ‘PEDATI: Model Desain Sistem Pembelajaran Blended’, Uwes menjelaskan mengenai metode PEDATI (Pembelajaran Daring Perguruan tinggi). Metode ini bisa dijadikan salah satu opsi untuk melakukan e-learning, khususnya learning pathway.  Metode pembelajaran ini, bisa menjamin terwujudnya CPMK dalam pembelajaran daring.  E-learning sendiri menurut Uwes bisa dibagi menjadi dua hal: synchronous learning dan asynchronous learning.  Synchronous learning adalah suatu metode yang digunakan para pengajar melalui pembahasan perkuliahan secara langsung, baik melalui Live Synchronous learning (tatap muka) dan Virtual Synchronous (tatap maya).  Berbeda dengan Synchronous learning, Asynchronous merupakan metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi modern, seperti aplikasi dan fitur-fitur tertentu. Asynchronous dibagi menjadi dua, yaitu Self Directed Asynchronous dan Collaborative Asynchronous.  Self Directed Asynchronous merupakan metode pembelajaran yang bisa dilakukan secara mandiri, selain itu metode pembelajaran ini bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Menurut Uwes, metode pembelajaran tersebut sangat cocok untuk diaplikasikan selama masa pandemi ini. Terlebih jika digunakan untuk memenuhi kriteria capaian pembelajaran.  Sedangkan Collaborative Asynchronous adalah metode pembelajaran yang bisa dilakukan untuk belajar dan bertukar pikiran dengan satu dengan yang lain melalui media digital. Dengan menggunakan metode ini, dosen dan mahasiswa akan lebih mudah melakukan diskusi dan kolaborasi untuk bertukar pikiran.  Menentukan Metode Belajar yang Tepat Setiap perguruan tinggi memang sudah memiliki pakem yang tepat untuk melakukan pembelajaran tatap maya selama pandemi. Banyak mahasiswa yang merasa bosan dan kurang pas dengan metode yang sudah dilakukan pembelajaran online ini.  Menurut Uwes, untuk mengatasi kebosanan tersebut, pengajar bisa […]

Dec

01

2020

...
Berita | Event | Info Sentra Vidya Utama
Selamat! 5 Pemenang Sharing Kisah Inspiratif Para Pahlawan #pejuangPDDikti

SEVIMA.COM – Perjalanan operator PPDIKTI sebagai ‘ujung tombak’ pada Perguruan Tinggi rupanya masih belum banyak diketahui banyak orang. Padahal, seluruh data yang ada di Perguruan Tinggi itu berada di tangan operator PDDIKTI. Maka, sudah selayaknya upaya dan kerja keras mereka diapresiasi.  Ajang lomba sharing kisah inspiratif ini diharapkan bisa menjadi ruang ekspresi sekaligus apresiasi bagi mereka yang sudah berjuang menuju pelaporan PDDikti yang optimal. Tema ‘perjuangan’ diambil sesuai dengan atmosfer bulan November yang identik dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November, ini bertujuan untuk menghargai jasa rakyat Surabaya (Arek-arek Suroboyo) yang bertempur bersama para pejuang, melawan Tentara Inggris.  Kegiatan yang berlangsung mulai 10 November sampai 20 November 2020 ini berlangsung sangat meriah. Para operator PDDIKTI sangat antusias dengan perlombaan ini.  Kami ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan operator yang sudah berpartisipasi mengirimkan kisah terbaiknya. Begitu banyak cerita yang sangat menarik dan inspiratif, membuat penilaian perlombaan kali ini berlangsung sangat ketat. Setelah mendalami seluruh cerita dari rekan-rekan operator, akhirnya tim juri berhasil memutuskan pemenangnya. Nah, berikut adalah pemenang Sharing Operator SEVIMA.  Pemenang Cerita Pilihan SEVIMA Selamat kepada:  Nama             : Muslihin Manshur Instansi          : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang Judul Artikel  : Pernah Dinonaktifkan, Kini Berperan Sebagai Ujung Tombak Kampus Nama             : Widodo Instansi          : STIKES Notokusumo Yogyakarta Judul Artikel  : Back-End Operator: Menjadi Tumpuan Utama Perguruan Tinggi Pemenang Favorit Via Voting Instagram  Nama            : Ahmad Ade Irwanda Instansi         : Universitas Lancang Kuning Judul Artikel : Pantang Tidur Sebelum Data PDDikti Valid Nama            : Ahmad Budiyono Instansi         : STIT Al-Urwatul Wustoqo Jombang Judul Artikel : Operator PDDikti Pantang Menyerah Sebelum Tumbang Pemenang Favorit Via Voting Facebook Nama            : Wayan Supantara Instansi         :  STIKES Advaita Medika Tabanan Judul Artikel : Sempat Diremehkan Menjadi Operator PDDikti, Sekarang Jadi Paling Dibutuhkan Gambar 1. Pengumuman Pemenang Sharing Operator Pengumuman kali ini berlangsung sangat menarik dan dibungkus dengan kemasan baru melalui Zoom Meeting dengan tema ‘Sharing & Ngopi Bareng Operator’. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh para peserta saja, tapi terbuka bagi seluruh operator. Sehingga bisa bertukar cerita dan belajar bersama mengenai pengalaman mereka.  Sekali lagi, selamat kepada para pemenang yang sudah berhasil menang pada kompetisi kali ini. Para pemenang berhak mendapatkan hadiah dengan total tiga juta rupiah, E-certificate, dan merchandise SEVIMA. Nah, bagi Anda yang belum beruntung, jangan patah semangat ya! Kami tunggu Anda di kompetisi lain.  Terimakasih kepada rekan SEVIMA yang telah menuangkan kisah menarik di sepanjang perjalanannya menjadi seorang operator melalui kompetisi ini. Sampai jumpa di kompetisi SEVIMA lainnya!

Nov

27

2020

...
Berita | Dunia Kampus | Info Sentra Vidya Utama | Webinar
Kampus Wajib Terapkan Penomoran Ijazah Nasional Mulai Desember

Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkanperguruan tinggi menerapkan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) mulai Desember 2020. Untuk itu, wajib bagi perguruan tinggi untuk menyiapkannya dengan sangat baik agar mencapai 100 persen eligible. Maraknya pemalsuan ijazah yang terjadi di Indonesia membuat miris semua pihak. Kejadian pemalsuan ijazah tersebut tidak hanya terjadi pada satu wilayah saja, namun terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi ini mendorong Direktorat Pebelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kebudayaan) melakukan perombakan dan inovasi baru untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya dengan meluncurkan nomor Ijazah yang disebut dengan Penomoran Ijazah Nasional (PIN). Ketentuan Hukum PIN sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 tahun 2012, bahwa hukum pidana akan berlaku bagi perseorangan, organisasi, atau penyelenggara Pendidikan Tingg pabila terbukti melanggar ketentuan tersebut. Sanksi yang diberikan berupa hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda senilai Rp1 miliar rupiah.Ini tentu juga berlaku dalam hal pemalsuan ijazah yang terjadi di Indonesia. Perwakilan LLDikti VIII, Muhammad Veridy Samodra dalam siaran persnya mengungkapkan, bahwa PIN dan Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (SIVIL) sangat penting diberlakukan di seluruh perguruan tinggi. Dengan harapan agar seluruh proses pengeluaran di perguruan tinggi bisa terorganisir sebaik mungkin. Menurut Veridy, berbagai upaya untuk menekan angka pemalsuan ijazah ini terus dilakukan agar tidak merugikan banyak pihak. Dalam hal ini, seluruh proses pemberlakuan PIN dan SIVIL bagi perguruan tinggi juga diatur dalam Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 59 tahun 2018. Seluruh sistem penomoran pada PIN ini nantinya akan langsung dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan harapan, seluruh ijazah yang keluar bisa terdeteksi dengan baik. Hasil proses PIN itu disebut sebagai Nomor Ijazah Nasional (NINA). Setelah NINA keluar, maka akan diverifikasi secara langsung melalui SIVIL. Metode PIN sendiri memang terbilang masih sangat baru di lingkungan perguruan tinggi, sehingga setiap kampus wajib mengetahui strategi yang tepat untuk menerapkannya. Pada surat edaran yang sudah dikeluarkan oleh PD Dikti. Prinsip Pengajuan PIN Menurut Kabag PDDikti Universitas Muhammadiyah Mataram), Ramli, terdapat dua prinsip yang bisa diterapkan dalam melakukan penerbitan ijazah. Pertama, prinsip kehati-hatian, bertujuan untuk menjaga keaslian ijazah, sertifikasi profesi, dan sertifikat kompetensi agar ijazah yang sudah dikeluarkan tidak mudah dipalsukan. Prinsip yang kedua yaitu akurasi, ini berfungsi untuk mengatur ketepatan data dan informasi yang dicantumkan di dalam ijazah, sertifikasi kompetensi, sertifikasi profesi sesuai dengan data NIK pada Kartu Tanda Penduduk. Seluruh data mahasiswa yang akan didaftarkan dan diinput dalam PIN wajib untuk dilakukan pengecekan ulang. Pengecekan tersebut utamanya dilakukan pada kolom NIM, NIK, nama mahasiswa, jenis pendaftaran, dan tempat tanggal lahir. Selain itu, data lain yang wajib untuk dilakukan pengecekan adalah jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) yang sudah ditempuh oleh mahasiswa. Langkah selanjutnya, pengecekan wajib dilakukan pada rekapan AKM. Pada rekapan AKM ini, data yang paling krusial untuk dilakukan pengecekan adalah IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), SKS total, status mahasiswa, dan tentunya status masa studi mahasiswa. “Yang juga tak kalah penting, pengoreksian data wajib dilakukan sedini mungkin untuk menghindari kesalahan input,” terang Ramli Ramli menambahkan, apabila terjadi kesalahan dalam penginputan data, langsung saja lakukan pengecekan ulang data tersebut. Perbaikan dan pengoreksian data bisa dilakukan melalui feeder yang […]