Dunia Dosen | Dunia Kampus | Info Sentra Vidya Utama | Lawan Covid-19

AR dan VR, Bisa Jadi Solusi Praktikum Online di Masa Pandemi?

Sudah bukan menjadi suatu rahasia lagi, jika praktikum merupakan satu-satunya ujung tombak mahasiswa kesehatan. Praktikum akan mempermudah mahasiswa kesehatan membiasakan diri saat terjun ke lapangan. 

Di tengah kondisi pandemi yang tak kunjung reda, mahasiswa kesehatan merasakan kesulitan dalam menjalankan praktikum ini. Beberapa kegiatan praktikum kesehatan terpaksa ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. 

Kegiatan praktikum akan berjalan seperti sedia kala ketika Covid-19 sudah dipastikan mereda. Jika kegiatan praktikum tetap dilakukan selama pandemi, dikhawatirkan akan membuat cluster baru di lingkup laboratorium. 

Webinar SEVIMA dengan tema “Langkah Tepat Menyiasati Praktikum Prodi Kesehatan di Masa Pandemi” membantu Anda untuk menemukan jalan terang di tengah persoalan ini. Bersama pemateri berpengalaman, yaitu Dr. Susi Hartati, S.Kp., M.Kep., Sp.Kep.Anv (Ketua STIKes Mitra Keluarga) dan Kholid Fathoni, S.Kom., M.T. (Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) akan mempermudah Anda menemukan solusi dari permasalahan tersebut. 

Dalam artikel kali ini, kami akan mengulas tuntas mengenai pembelajaran praktikum daring dan cara memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Technology (AR) di tengah pandemi yang disampaikan oleh Kholid Fathoni, S.Kom., M.T. Penasaran mengenai cara kerja teknologi tersebut dalam praktikum online? Simak pembahasan berikut ini. 

Penggunaan media virtual sebagai pembelajaran online

Berada di era yang semakin modern, membuat teknologi semakin dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Terlebih di situasi pandemi seperti sekarang, penggunaan teknologi ini semakin gencar diaplikasikan. Media virtual pun akhirnya digunakan sebagai media pembelajaran yang paling efektif. 

Disampaikan oleh Kholid Fathoni, S.Kom., M.T., Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, untuk melakukan praktikum selama pandemi rupanya bisa memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Keduanya bisa digunakan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa di bidang kesehatan. 

Media pembelajaran VR merupakan suatu teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk membangun interaksi bagi pengajar dan mahasiswa. Dengan menggunakan VR, mahasiswa bisa memahami tentang apa saja yang bisa dilakukan selama praktikum melalui video. 

Berbeda dengan teknologi VR, teknologi AR bisa dimanfaatkan untuk melakukan simulasi kegiatan praktikum melalui objek nyata dan maya. Teknologi AR ini memang bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang mengkolaborasikan kehidupan maya dan kehidupan nyata. 

Penggunaan teknologi AR bisa dilakukan mahasiswa melalui berbagai media, seperti smartphone, laptop, kamera, hingga Head Mounted Display (HMD). Maka dari itu, ketika melakukan praktikum ini bisa dimanfaatkan dengan cara membangkitkan gambar, suara, sensasi yang menyerupai lingkungan seperti aslinya.

Meskipun pemanfaatan teknologi VR ini animasi, namun seluruh rangkaian animasi tersebut disesuaikan dengan aturan dari WHO. 

“Dalam melakukan pemanfaatan VR ini bisa digunakan untuk melakukan praktikum keperawatan, seperti kegiatan penolongan pertama, hingga proses perawatan kepada pasien yang terluka. Meskipun dilakukan secara animasi, namun prosedur yang dilakukan harus disesuaikan sesuai aturan dari WHO”, tutur Kholid. 

Maka, dengan memanfaatkan teknologi dan mengatur kurikulum sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan kegiatan praktikum para mahasiswa kesehatan. Mereka akan dengan mudah memahami pelajaran yang mereka tempuh selama praktikum. 

Bagikan artikel ini

Campuspedia
Instagram
Komentar
[gs-fb-comments]