Pencarian Kategori "Berita"


SEVIMA.COM – Pandemi Covid-19 melanda diberbagai Negara tak terkecuali di Indonesia. Untuk memutus rantai persebaran Covid –19 pada pemerintah memberikan intruksi semua lembaga pendidikan diminta untuk belajar dari rumah. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka tetapi sekarang diharuskan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring berbasis internet. Agar proses pembelajaran tetap berlangsung serta materi kuliah tetap tersampaikan meskipun mahasiswa belajar dari rumah maka sarana pembelajaran berbasis internet yang sesuai adalah penggunaan aplikasi SEVIMA EdLink. EdLink merupakan platform pembelajaran berbasis jejaring sosial yang diperuntukan untuk perguruan tinggi dan membantu dosen, mahasiswa untuk berkolaborasi dalam belajar mengajar. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online Beberapa hari lalu kami dapat testimoni dari salah satu mahasiswa bernama Silfester Hulu dari STP Dian Mandala Sumatra Utara, begini menurutnya: “Saya berterima kasih banyak pada EdLink, karena dengan EdLink saya bisa mengikuti perkuliahan online dengan baik, seperti mengirim tugas dan belajar di rumah dengan baik. Saya juga semakin rajin belajar berkat EdLink. Pokoknya EdLink luar biasa. Terima kasih EdLink karena jasamu sangat bermanfaat.” Lanjut dia Selain manfaat yang didapat oleh mahasiswa juga bermanfaat bagi dosen dan perguruan tinggi. Pembelajaran dengan teknologi atau biasa disebut e-learning merupakan solusi yang tepat karena terbatasnya kegiatan tatap muka di tengah wabah pandemi covid-19 pada saat ini. Dengan pembelajaran e-learning dosen dan mahasiswa bisa belajar di mana saja dan kapan saja. Dalam pelaksanaan pembelajaran e-learning harus menggunakan media yang menghubungkan antara dosen dan mahasiswa dan SEVIMA EdLink adalah salah satu media yang dapat membantu kegiatan belajar secara daring. edlink.id

Baca Selengkapnya »

Mendikbud: Pembelajaran Jarak Jauh akan Permanen

 

Admin SEVIMA

 

03 Juli 2020

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bisa diterapkan secara permanen usai pandemi virus korona (covid-19). Hal ini diungkapkan Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR. Menurut analisis Kemendikbud, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar akan menjadi hal yang mendasar. “Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi,” kata Nadiem. Baca juga: Penting! Ini 7 Tips Mengajar Dari Mendikbud Di Masa Pandemi Covid-19 Dia mengatakan, pemanfaatan teknologi ini akan memberikan kesempatan bagi sekolah melakukan berbagai macam modeling kegiatan belajar. “Kesempatan kita untuk melakukan berbagai macam efisiensi dan teknologi dengan software dengan aplikasi dan memberikan kesempatan bagi guru-guru dan kepala sekolah dan murid-murid untuk melakukan berbagai macam hybrid model atau school learning management system itu potensinya sangat besar,” tuturnya. Menurut Nadiem, hal ini terbukti dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. Ia menilai, para guru dan orangtua akhirnya mencoba beradaptasi dan bereksperimen memanfaatkan teknologi untuk kegiatan belajar. “Walau sekarang kita semua kesulitan beradaptasi dalam PLJ, tapi belum pernah dalam sejarah Indonesia kita melihat jumlah guru dan kepala sekolah yang bereksperimen dan orangtua juga bereksperimen beradaptasi dengan teknologi,” ucapnya. “Jadi ini merupakan sebuah tantangan dan ke depan akan menjadi suatu kesempatan untuk kita,” kata Nadiem. Baca juga: 5 Pekerjaan Paling Banyak Dibutuhkan Menurut Mendikbud Nadiem Makarim Nadiem menambahkan, Kemendikbud melakukan perumusan kurikulum hingga asesmen PJJ. Kurikulum itu disusun dengan mempertimbangkan penyederhanaan belajar dan fokus kepada aspek literasi, numerasi, dan pendidikan berkarakter. Tim dari Kemendikbud, yakni Balitbang, sedang mempersiapkan kurikulum itu. Selain kurikulum PJJ, lanjut dia, Kemendikbud juga menyiapkan modul pembelajaran. Dengan modul tersebut, siswa dapat belajar di rumah secara mandiri. Modul itu juga membantu guru melakukan PJJ. Kemendikbud juga menyusun modul untuk para orang tua dalam mendampingi anaknya belajar. Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/02/14445511/mendikbud-setelah-pandemi-covid-19-pembelajaran-jarak-jauh-akan-permanen

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Benarkah status akreditasi kampus tak lagi model A, B, dan C? Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) adalah lembaga resmi akreditasi yang memperoleh wewenang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan tinggi. BAN PT telah mengeluarkan Regulasi IAPS 4.0 dan IAPT 3.0 yang merupakan instrumen terbaru untuk melihat kualifikasi perguruan tinggi dan kualitas program studi pada Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta. IAPS 4.0 dan IAPT 3.0 ini lebih memudahkan perguruan tinggi dalam pelaporan status akreditasi perguruan tinggi maupun program studi. Instrumen ini telah didukung oleh teknologi monitoring yang menyeluruh dan pembinaan perguruan tinggi yang lebih baik. Perubahan ini didasari banyaknya perubahan pada tantangan masyarakat, kompetensi baru, dan dunia kerja yang sudah berubah. Baca juga: Mau Akreditasi, Ini Persiapan yang Harus Anda Lakukan Status Akreditasi Kampus Terbaru adalah Baik, Sangat Baik, Unggul Salah satu yang berubah pada Peraturan BAN-PT Nomor 1 Tahun 2020 adalah istilah peringkat akreditasi atau peringkat terkareditasi menjadi Unggul, Baik Sekali dan Baik atau Tidak Terkareditasi untuk Akreditasi yang dilakukan dengan IAPS 4.0 dan IAPT 3.0 . Mekanisme ini tertuang dalam Peraturan BAN-PT Nomor 1 Tahun 2020 Pasal 1 Nomor 8 yang berbunyi: Peringkat Akreditasi atau peringkat Terkakreditasi adalah hasil akreditasi yang dilakukan pleh BAN-PT yang terdiri atas: a. A,B dan C untuk akreditasi yang dilakukan dengan menggunakan Instrumen Akreditasi 7 Standart; dan b. Unggul, Baik Sekali dan Baik untuk Akreditasi yang dilakukan dengan IAPS 4.0 dan IAPT 3.0 Jadi perlu diingat kalau perguruan tinggi yang sudah melakukan akreditasi dengan IAPS 4.0 dan IAPT 3.0 status akreditasinya bukan lagi “A”, “B”, dan “C”, melainkan berubah menjadi Akreditasi Baik, Sangat Baik, Unggul, dan Tidak Terakreditasi. Oh iya, kalau bapak ibu bingung melakukan penyesuaian dengan mekanisme akreditasi terbaru dari BAN-PT tentang IAPS 4.0 dan IAPT 3.0 ini, ada kabar baik nih sistem Akreditasi Cloud sudah mengakomodir semuanya secara otomatis. Untuk lebih tahu lebih detail, bisa langsung cek disini: akreditasicloud.com

Baca Selengkapnya »

Bagaimana Cara PTS Bertahan saat Pandemi?

 

Admin SEVIMA

 

29 Juni 2020

SEVIMA.COM – Perguruan Tinggi Swasta (PTS) harus mempertimbangkan pengeluaran di masa pandemi virus korona (covid-19). PTS sebisa mungkin melakukan efisiensi akibat memburuknya finansial kampus. “Dalam situasi ini maka tak ada jalan bagi PTS untuk melakukan efisiensi di segala lini, menunda pembangunan dan pembelian sarana prasarana yang tidak mendesak,” kata Rektor Universitas Widya Mataram, Edy Suandi Hamid yang disadur dari Medcom.id. Pemasukan PTS diprediksi akan tersendat dari mahasiswa sebagai sumber keuangan. Dia menyebut kondisi ekonomi mahasiswa yang rentan bisa jadi berimbas terhadap kemampuan finansial kampus. “Ini situasi yang sangat sulit, bagi mahasiswa dan PTS, utamanya PTS kecil menengah. Di satu sisi menghadapi penundaan pemasukan dari uang kuliah mahasiswa, dan potensi penurunan mahasiswa baru,” jelas Edy. Banyaknya mahasiswa lama yang mengajukan cuti juga menjadi persoalan. Sebab, kampus harus tetap membiayai operasional, termasuk gaji dosen dan karyawannya. Edy mengatakan berat bagi kampus mengambil kebijakan pemotongan gaji karyawan atau bahkan merumahkannya. Namun, kata dia, situasi itu bukan isapan jempol bila tak ada perubahan kondisi finansial. “Namun tentu itu kalau sudah tidak ada jalan lain. Jalan lain itu misalnya pemotongan gaji, minta dukungan Badan Penyelenggaranya menutup kekurangan, meminjam pihak ke tiga dan sebagainya,” lanjut Edy. Edy menuturkan perguruan tinggi harus prihatin dan kerja keras atas kondisi ini. Satu-satunya peluang yang bisa dioptimalkan adalah digencarkannya penerimaan mahasiswa baru. “Usaha promosi, cari mahasiswa baru juga harus dilakukan, karena bagi PTS, cash flownya sangat bergantung pada mahasiswa. Ini bisa juga mencarikan sponsor beasiswa bagi mahasiswa barunya dari perusahaan atau pihak lainnya,” ujarnya Untuk perguruan tinggi yang ingin bertahan di masa sulit ini, yuk bergabung di WEBINAR “Normal Baru: Strategi Perkuat Sistem & Keuangan Perguruan Tinggi” segera Daftar Gratis! disini: bit.ly/pinteksevima sumber: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/3NOGz9pN-efisiensi-semua-lini-cara-pts-bertahan-saat-pandemi

Baca Selengkapnya »

Pendaftaran BEASISWA SEMESTA 2020 Dibuka!

 

Admin SEVIMA

 

25 Juni 2020

SEVIMA.COM – Beasiswa SEMESTA merupakan Beasiswa Full Scholarship Sarjana yang menjadi program rutin SEVIMA untuk membantu lulusan SMA/SMK yang berprestasi di bidang teknologi informasi untuk bisa mendapatkan ilmu baik dari kuliah dan juga bekerja langsung di SEVIMA untuk membangun talenta-talenta terbaik di Indonesia. Untuk Periode ke 2 di tahun 2020 ini SEVIMA membuka kesempatan bagi adik-adik yang baru lulus atau sudah lulus maksimal 2 tahun yang lalu, untuk ikut serta mengikuti ajang kompetisi ini. Bisa Kuliah Gratis sambil menjadi programmer handal di SEVIMA. Siapa yang bisa ikut Beasiswa SEMESTA Beasiswa kuliah kerja SEMESTA ini dapat diikuti oleh siswa-siswa yang telah selesai menempuh pendidikan SMA/K, terutama untuk mereka yang tertarik dengan bidang IT dan Programming. Syarat peserta Lulusan SMA, SMK dan sederajat (maksimal 2 tahun setelah lulus) Diutamakan lulusan SMK IT / RPL Menguasai program Git Bersedia ditempatkan di kantor Sevima di Surabaya Tidak terikat kontrak kerja, kuliah, atau beasiswa lainnya. Mekanisme beasiswa Beasiswa SEMESTA akan memilih 3 orang yang memiliki talenta di bidang yang telah ditentukan. Para pemenang akan mendapat beasiswa kuliah di program Binus Online Learning dan/atau Pendidikan Jarak Jauh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PJJ PENS) dan kontrak kerja dengan Sevima. Berikut detail hadiah yang akan diterima oleh para pemenang: Subsidi biaya kuliah hingga Rp. 55 juta sampai lulus kuliah Kontrak kerja dengan Sevima selama 4 tahun Selain itu, pemenang juga akan mendapatkan uang saku yang akan diberikan sebanyak sekali dengan jumlah: Juara 1: Rp. 3 juta Juara 2: Rp. 2 juta Juara 3: Rp. 1 juta Proses Seleksi Beasiswa SEMESTA Beasiswa SEMESTA akan menyaring seluruh pendaftar menjadi 3 pemenang melalui 3 tahapan proses seleksi, antara lain: Seleksi Administrasi / Berkas Seleksi Computer Based Test (CBT) Seleksi Hackaton Seluruh proses seleksi beasiswa kuliah kerja ini dilakukan secara daring / online. Tanggal Penting Beasiswa SEMESTA Kandidat penerima Beasiswa SEMESTA akan melalui beberapa macam proses seleksi, mulai dari seleksi administrasi hingga seleksi teknis bersama tim Sevima. Proses ini akan berlangsung sejak tanggal 20 Juni 2020 hingga 12 September 2020. Pendaftaran 20 Juni 2020 – 7 Agustus 2020 Pengumuman kelulusan seleksi administrasi 13 Agustus 2020 Test Tahap 1 29-30 Agustus 2020 Pengumuman Test Tahap 1 1 September 2020 Daftar Ulang Test Tahap 2 8 September 2020 Test Tahap 2 dan Pengumuman Pemenang 12 September 2020 Kontrak kerja Oktober 2020 Mulai Perkuliahan Awal 2021 Tata cara pendaftaran Untuk setiap siswa yang berminat, dapat melakukan pendaftaran disini: bit.ly/BeasiswaSemesta2020, dengan alur sebagai berikut: Mendaftar melalui Google Form yang telah disediakan panitia Tim Sevima akan mengirimkan akses ke maukuliah.id Peserta melakukan login ke website maukuliah.id dan melengkapi berkas yang telah ditentukan sebelumnya Tim Sevima kemudian akan melakukan verifikasi data dari setiap peserta yang mendaftar Tim Sevima akan mengumumkan kelulusan melalui website maukuliah.id Peserta yang lolos dapat melihat jadwal pelaksanaan test tahap 1 (CBT) di website maukuliah.id Pengumuman kelolosan tes tahap 1 akan dilakukan di maukuliah.id Peserta yang lolos akan mengikuti tes tahap 2 sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Selalu melakukan revolusi dan inovasi dalam suatu ilmu adalah hal yang paling dinanti. Untuk itu, webinar gratis diadakan untuk membantu anda siap menjadi kampus merdeka di masa depan dalam 90 hari. Dalam acara ini, anda akan ditemukan dengan para ahli yang akan mengajak anda membahas langsung mengenai pentingnya membangun talenta yang siap sebagai lulusan terbaik di masa depan. Selain itu, penerapan metode pedagogi blended learning juga akan diulas lebih detail di sektor pendidikan tinggi. Ditambah lagi dengan pemanfaatan pada kemajuan ekonomi digital sekarang juga akan diikut sertakan dalam penerapan metode yang satu ini. Kegiatan ini sangat cocok untuk anda jadikan referensi dalam menghadapi kendala selama covid 19 ini. Meskipun banyak kendala yang terjadi selama pandemic ini, bukan berarti anda mundur dalam berproses. Inilah saatnya anda melakukan perubahan. Pada kesempatan ini, SEVIMA bekerjasama dengan Lithan academy mengedakan webinar yanga akan mengundang narasumber langsung dari pakarnya, yang akan dilaksanakan pada: Hari: Rabu Tanggal: 1 Juli 2020 Jam: 15:00 – 17:30 (WIB) Tamu Kehormatan Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., (Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) Pembicara utama Leslie Loh – CEO dan pendiri Lithan Alamat pembukaan Uman Suherman, AS, M.Pd  (Kepala LLDikti Wilayah Jawa Barat & Banten)  Beliau akan membagikan wawasan tentang bagaimana pendidikan tinggi dapat bermanfaat bagi siswa ketika mereka lulus. R. Ricky Agustiady, SE., MM., Ak., CFrA (Sekretaris Jenderal ABPPTSI wilayah Jawa Barat dan Ketua YPKP) Panel Pembicara Tn. Shoeb Kagda (Konsultan Media dan Pendiri Forum Pendidikan Indonesia, platform multi-pemangku kepentingan untuk semua pemain sektor pendidikan.) Dadan Rahadian (Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Telkom) Tn. Norman Sasono (CTO Platform Pembayaran dan e-Wallet DANA Indonesia) Jan Lambrechts  (CEO Epitome, sebuah perusahaan analitik tenaga kerja.) Bagaimana cara pendaftarannya? Untuk mengikuti kegiatan ini, anda bisa langsung mendaftarkan diri disini GRATIS: events.lithan.com/sevima Jadi tunggu apalagi? Semakin banyak referensi yang akan anda dapatkan, maka anda akan semakin siap dalam menghadapi kampus merdeka di masa depan. Kami tunggu kehadiran anda.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Siakad Cloud merupakan Sistem Informasi Akademik kampus berbasis cloud sebuah solusi yang memberikan kemudahan kepada perguruan tinggi dalam membangun Sistem Informasi Akademik tanpa perlu repot menyediakan infrastruktur IT maupun menambah tenaga SDM. Siakad Cloud dirancang untuk memberikan kemudahan kepada perguruan tinggi dalam mengelola administrasi kampus secara terintegrasi, mulai dari penerimaan mahasiswa baru secara online, manajemen kurikulum, membuat jadwal kuliah, pengisian Kartu Rencana studi (KRS), mengelola data nilai mahasiswa, sistem pembayaran online dan berbagai kegiatan lainnya di perguruan tinggi. Siakad Cloud membantu 100 perguruan tinggi lebih dalam memberikan pelayanan prima untuk civitas kampus, bahkan di musim pandemi ini siAkad Cloud juga memudahkan kampus dalam melakukan pendaftaran mahasiswa baru secara online (siakadcloud.com/mitra-siakadcloud). Bagaimana kemudahan PMB Online siAkad Cloud membantu perguruan tinggi mendapat calon mahasiswa baru? 1. Calon Mahaiswa Baru Cukup Daftar Dari Rumah Dengan PMB Online, calon mahasiswa baru yang akan mendaftar, cukup dengan mendaftar dari rumah tanpa perlu datang langsung ke kampus. Sistem PMB Online ini berguna untuk mencegah penyebaran Covid-19 karena tidak menimbulkan kerumunan atau interaksi yang berdekatan dengan banyak orang. Sistem seleksi ini bisa menjadi respon kesiapan kampus dalam menghadapi masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Baca juga: Panduan Digital Marketing untuk Universitas Cari Mahasiswa 2. PMB Online Inovasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Tanpa Ribet SPMB online sebuah inovasi untuk memudahkan penerimaan mahasiswa baru yang memiliki layanan yaitu dimana calon mahasiswa dapat mendaftar langsung secara online tanpa harus datang ke kampus terkait. Saat calon mahasiswa mendaftar pada kampus maka biasa mengisi sendiri form biodata (Isi Data) tanpa harus datang langsung dan calon mahasiswa juga meng-upload persyaratan serta bukti pembayaran. Jadi apabila kampus atau perguruan tinggi memiliki sistem ini proses pendaftaran ujian masuk calon mahasiswa baru jauh lebih mudah. 3. Terintegrasi dengan Computer Based Test (CBT) untuk Melaksanakan Ujian Masuk Dosen atau pegawai tidak perlu disibukkan dengan persiapan tes yang panjang, seperti mencetak dan memperbanyak kertas soal dan jawaban. Cukup dengan satu kali meng-input soal ke server, seluruh calon mahasiswa sudah bisa mengikuti tes. Begitu juga dengan waktu pasca tes, dosen tidak perlu pusing memeriksa hasil tes yang menumpuk berlembar-lembar. Sistem CBT yang ada di siAkad Cloud akan mengakumulasi secara otomatis nilai hasil tes para calon mahasiswa berdasarkan kunci jawaban yang telah di-input sebelumnya. Baca juga: Cara Mencari Mahasiswa Baru di Tengah Situasi COVID-19 4. Pembayaran Bisa Dilakukan Online dengan Payment Gateway Agar pemasukan dana kampus tetap lancar, integrasikan proses pembayaran dengan SEVIMAPay, sehingga bisa dibayarkan dengan channel apapun termasuk pembayaran melalui tokopedia! SPMB Online yang ada di sistem siAkad Cloud ini hadir untuk setiap kampus dengan beragam keunggulan dan kelebihan yang sangat membantu. Nah kira-kira mengapa perguruan tinggi banyak memilih Siakad Cloud untuk menjadi solusinya, berikut alasanya: Mengapa Banyak Yang Memilih Siakad Cloud? 1. Siakad Cloud Sesuai dengan Regulasi Pemerintah Siakad Cloud dibangun dalam upaya memudahkan pengelolaan data yang selalu mengikuti arahan dan peraturan sesuai kebijakan pemerintah sehingga selalu disempurnakan dan diperbarui sesuai peraturan Dikti (Kemendikbud). Dan dengan siAkad Cloud pastinya tidak perlu ribet lagi dalam pelaporan ke forlap PDDIKTI, karena siAkad cloud juga dilengkapi dengan modul PDDIKTI Integrator, […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Pasca terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tanggal 20 Mei 2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi, sebagai awal dimulainya masa new normal (kenormalan baru). Sejumlah Kementerian/Lembaga negara telah menindakalnjutinya dengan sejumlah peraturan yang diberlakukan untuk wilayah dan lingkungan pekerjaannya, termasuk untuk aktivitas perekonomian, keagamaan dan Aparatus Sipil Negara. Sementara untuk dunia pendidikan seperti yang diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menetapkan Tahun Akademik 2020/2021 di perguruan tinggi tetap dimulai pada Agustus 2020. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang pendidikan tinggi ini tetap dilaksanakan secara daring. Baca: Pembelajaran di Perguruan Tinggi Masih Harus Dilakukan Daring Blended Learning, Solusi Pembelajaran di Era New Normal Salah satu metode pembelajaran yang cocok digunakan untuk saat ini adalah metode blended learning. Blended Learning adalah pola pembelajaran campuran antara pembelajaran di kelas (face to face) dan online (webinar, LMS). Namun untuk saat pandemi ini yang digunakan adalah metode online dengan memanfaatkan multimedia baik sinkron (synchronous) dan asinkron (asynchronous). Apa itu pembelajaran sinkron? Contoh online learning sinkron adalah obrolan online dan konferensi video. Setiap alat pembelajaran real-time, seperti pesan instan yang memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dengan segera, adalah pembelajaran sinkron. Daripada belajar sendiri, mahasiswa yang mengikuti pembelajaran sinkron dapat berinteraksi dengan mahasiswa lain dan dosen mereka selama pelajaran berlangsung. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online Manfaat utama pembelajaran sinkron adalah bahwa hal ini memungkinkan siswa menghindari perasaan terisolasi karena mereka berkomunikasi dengan orang lain selama proses belajar. Namun, pembelajaran sinkron tidak begitu fleksibel dalam hal waktu karena mahasiswa harus menyisihkan slot waktu tertentu untuk menghadiri sesi pengajaran langsung atau belajar online pada waktu yang sebenarnya (real-time). Jadi mungkin tidak ideal bagi mereka yang sudah memiliki jadwal sibuk. Apa itu pembelajaran asinkron? Pembelajaran asinkron di sisi lain bisa dilakukan bahkan saat mahasiswa atau dosen sedang offline (tidak aktif). Kursus dan komunikasi yang disampaikan melalui web, email dan pesan yang diposting di forum komunitas adalah contoh sempurna dari e-learning asinkron. Dalam kasus ini, mahasiswa biasanya akan menyelesaikan mata kuliah mereka sendiri dan sekadar menggunakan internet sebagai alat pendukung, bukannya menjelajah secara online hanya untuk kelas interaktif. Seorang mahasiswa mampu mengikuti kurikulum dengan kecepatan mereka sendiri tanpa harus khawatir tentang masalah penjadwalan. Ini mungkin merupakan pilihan sempurna bagi pengguna yang senang bersantai dalam setiap rencana pelajaran dalam kurikulum, dan lebih memilih untuk mencari topik sendiri. Namun, bagi mereka yang kurang memiliki motivasi untuk mengerjakan tugas sendiri mungkin merasa tidak mendapat manfaat signifikan dari pembelajaran asinkron. Pembelajaran asinkron juga dapat menyebabkan perasaan terisolasi, karena tidak ada lingkungan pendidikan/pembelajaran interaktif yang nyata. Baca juga: Hadapi New Normal, dengan Update Strategi Pembelajaran Digital Pelaksanaan Blended Learning di Perguruan Tinggi Perguruan tinggi seharusnya cenderung lebih mudah beradaptasi dengan blended learning, karena mahasiswa sudah menggunakan pola belajar mandiri, beda dengan siswa sekolah. Dalam pelaksanaanya blended learning rekan-rekan perlu meramu blended learning di masing-masing institusi pendidikan, karena implementasi blended learning pasti berbeda-beda karena harus student-oriented, sesuai kebutuhan. […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menetapkan Tahun Akademik 2020/2021 di perguruan tinggi tetap dimulai pada Agustus 2020. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang pendidikan tinggi ini tetap dilaksanakan secara daring. “Tahun akademik tetap dimulai bulan Agustus 2020, tetapi pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring,” katanya saat menyampaikan keterangan pers tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran dan Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 secara langsung melalui virtual di Youtube Kemendikbud RI, Senin (15/6). Nadiem beralasan bahwa kampus memiliki potensi mengadopsi belajar jarak jauh lebih mudah ketimbang pendidikan menengah dan pendidikan dasar. “Saat ini semua perguruan tinggi masih melakukan secara online sampai ke depannya mungkin kebijakan berubah,” lanjutnya. Menteri yang masih berusia 35 tahun itu menegaskan bahwa aktivitas prioritas yang berhubungan dengan kelulusan dan sulit dilakukan secara daring masih diperbolehkan untuk dilakukan secara tatap muka. Nadiem mencontohkan penelitian laboratorium, praktikum, studio, bengkel, yang semua hal tersebut membutuhkan mesin dan peralatan masing-masing. Baca juga: Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran & Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 “Kalau ini aktivitas prioritas yang berdampak pada kelulusan mahasiswa, masing-masing pemimpin perguruan tinggi diperbolehkan untuk mengizinkan aktivitas mahasiswa datang ke kampus hanya untuk aktivitas prioritas itu yang berhubungan dengan kelulusannya,” ujarnya. Alumnus Universitas Brown dan Universitas Harvard itu beralasan, tidak ingin mengorbankan potensi mahasiswa untuk segera lulus pada saat ini karena akan menciptakan beragam masalah lainnya. Sementara pembelajaran masih dilakukan secara daring. “Masih tidak diperkenankan untuk melakukan kuliah tatap muka. Tidak diperkenankan berbondong-bondong untuk mahasiswa masuk ke dalam kampus, cuman buat individual project mereka yang khusus prioritas untuk kelulusannya,” jelasnya. Baca juga: Sambut New Normal, Ini 5 Perlengkapan Wajib di Perguruan Tinggi Kebolehan mahasiswa datang ke kampus untuk menyelesaikan studinya itu juga tentu saja harus dilakukan dengan memenuhi standar protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. “Adapun jika terdapat mata kuliah yang tidak dapat dilaksanakan secara daring maka diletakkan di bagian akhir semester,” pungkasnya. Berikut video cuplikanya:

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi X DPR RI telah mengumumkan rencana penyusunan Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) secara virtual melalui webinar, Senin (15/06/2020). Panduan yang disusun dari hasil kerjasama dan sinergi antar kementerian ini bertujuan mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru. “Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Tahun ajaran baru bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Juli 2020. “Namun demikian, untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan Belajar dari Rumah,” terang Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, pada webinar tersebut. Terkait jumlah peserta didik, hingga 15 Juni 2020, terdapat 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah dalam 429 kabupaten/kota sehingga mereka harus tetap Belajar dari Rumah. Adapun peserta didik yang saat ini berada di zona hijau hanya berkisar 6 persen. Nadiem menegaskan, proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis. Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka. Persyaratan kedua, adalah jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin. Ketiga, jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Keempat, orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. “Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan Belajar dari Rumah secara penuh,” tegas Mendikbud. Nadiem juga mengajak semua pihak termasuk seluruh kepala daerah, kepala satuan pendidikan, orang tua, guru, dan masyarakat bergotong-royong mempersiapkan pembelajaran di tahun ajaran dan tahun akademik baru. “Dengan semangat gotong-royong di semua lini, saya yakin kita pasti mampu melewati semua tantangan ini,” kata Mendikbud. Panduan Pembelajaran Tatap Muka pada Zona Hijau Di luar pelarangan yang berlaku di zona kuning, oranye, dan merah, tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, urutan pertama yang diperbolehkan pembelajaran tatap muka adalah pendidikan tingkat atas dan sederajat, tahap kedua pendidikan tingkat menengah dan sederajat, lalu tahap ketiga tingkat dasar dan sederajat. Itupun harus dilakukan sesuai dengan tahapan waktu yang telah ditentukan. “Namun, begitu ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” terang Mendikbud. Rincian tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau adalah: • Tahap I: SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket […]

Baca Selengkapnya »