Kontak Kami

Perguruan Tinggi | Strategi & Tata Kelola

Digitalisasi atau Berhenti

12 Sep 2022

Penulis: Gilang Primayoga Kampus: Universitas PGRI Madiun

SEVIMA.COM – Saat ini bagi seluruh perguruan tinggi tidak ada kata lain, kecuali digitalisasi. Semua harus bertransformasi dari manual menjadi digital. Tidak bisa lagi di timbang, di pandang, apalagi di buang. Perguruan Tinggi hanya bisa memilih antara mengikuti atau berhenti. Bukannya menakut-nakuti, namun ini fakta yang terjadi. Lihat Neo-Feeder, Sister, Tracer Study , SPMI, akreditasi, dan masih banyak lagi yang hampir tiap hari reformasi tanpa henti.

Jujur sebagai pengembang aplikasi di Perguruan Tinggi saya merasa suasana menghadapi ini. Setiap hari melihat pembaruan aplikasi di setiap lini, sampai lupa dengan anak dan istri. Ups, bagaimana kita tidak diharuskan menyiapkan segala hal untuk esok pagi.

Kita coba lanjutkan ke arah digitalisasi yang saat ini terjadi. Kemana sebenarnya perguruan tinggi akan dibawa pergi. Lihat SPMI atau PINDAI disana lah bermuara semua data yang presisi. PD-Dikti yang dijadikan ujung tombak semua data aktivitas dosen dan mahasiswa. Lalu berjalan ke Suster sebagai tempat dosen dalam menjalankan tridharma. Dan menuju ke tracer study yang bisa memberi penjelasan seberapa hebatnya Perguruan Tinggi dalam mendampingi alumninya.

Hampir lupa dengan SPMI dan PINDAI yang hebat dan transparan. Kenapa? Karena dari merekalah sebenarnya kita bisa melakukan introspeksi diri. Apa semua sudah tahu tentang itu? Apa pimpinan perguruan tinggi menyadari hal itu? Banyak hal yang perlu didiskusikan, sampai dimana kita bisa menguasai dan memberi ketegasan agar semua berjalan bukan hanya opini. Mereka memberikan grafik dan angka yang nyata. Sesuai dengan keadaan kita yang terjadi saat ini. Pernahkan Perguruan Tinggi melihatnya, membahasnya, mendiskusikannya, atau bahkan menjadikan referensi nyata.

Tinggalkan SPMI dan PINDAI kita beralih ke arah Akreditasi. Apa yang dibutuhkan untuk Akreditasi? Apa sebenarnya nilai Unggul? Baik Sekali? Baik? Itu tujuan utama perguruan tinggi? Bisa dikatakan Iya benar sekali. Namun ada juga Perguruan Tinggi yang bersyukur asal masih diberi kesempatan untuk bisa terus berjalan tanpa diberi sanksi. Itu realita yang terjadi, apalagi Perguruan Tinggi swasta yang saat ini masih riuh dalam berebut calon mahasiswa. Menyediakan segudang diskon demi mengisi kekosongan kursi pada sebuah program studi.

Banyak perubahan terjadi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya saat ini. Apa itu? Digitalisasi. Membaas digitalisasi kadang saya teringat akan 2 hal utama pada perguruan tinggi. Mari coba kita lihat perguruan tinggi yang saat ini ada disekitar kita. Pernah atau Tidak memperhatikan Digitalisasi Internal dan Eksternal yang harus berjalan seimbang pada perguruan tinggi.

Digitalisasi Internal pada perguruan tinggi mencakup segala sistem yang mendukung Tata Kelola sebuah Perguruan Tinggi. Apa saja diantaranya Persuratan, Dokumentasi, Pembiayaan, Inventarisasi, Pengelolaan SDM, dan masih banyak lagi. Masih bisakah melanjutkan sendiri? Atau punya inspirasi lain yang bisa mengubah segala kondisi.

Digitalisasi Eksternal pada perguruan tinggi meliputi segala sistem yang mendukung pelaporan kepada Kemdikbud. Namun bukan itu saja, perguruan tinggi juga memerlukan pencitraan publik melalui media masa. Semua berbondong-bondong dalam menampilkan keterbukaan data yang terkadang menjadikan blunder dan sasaran di serang. Filtrasi yang bagaimana yang harus dilakukan oleh Perguruan Tinggi. Itu juga perlu untuk dipikirkan dan diperhatikan!

Sudahlah kita akhiri saja pembahasan ini. Digitalisasi memang harus terjadi, namun perlu dipahami, semua harus dipikirkan dan ditimbang dengan hati. Bukan sekadar menjadi tren masa kini! Ini perlu disusun secara rapi dan rinci. Agar perguruan tinggi bisa berdiri dengan gagah berani. Menyambut pagi demi mewujudkan era digitalisasi. Baik pada perguruan tinggi maupun pada negeri tercinta ini.

Sevima hadir tak sekedar memberi mimpi. Namun sudah banyak memberi bukti. Memudahkan perguruan tinggi dalam institusi pengelolaan. Sevima juga memberikan bantuan agar perguruan tinggi segera tercapai digitalisasi.

Diposting Oleh:

Fadhol SEVIMA

Tags:

digitalisasi kampus transformasi digital Universitas PGRI Madiun

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Standar Mutu Kampus Sudah Tercapai, Apa Langkah Selanjutnya?