Lomba Artikel

Digitalisasi atau Berhenti

Penulis: Gilang Primayoga
Kampus: Universitas PGRI Madiun

Saat ini bagi seluruh perguruan tinggi tidak ada kata lain, selain digitalisasi. Semua harus bertransformasi dari manual menjadi digital. Tidak bisa lagi di timbang, di pandang, apalagi di buang. Perguruan Tinggi hanya bisa memilih antara mengikuti atau terhenti. Bukannya menakut-nakuti, namun ini fakta yang terjadi. Lihat Neo-Feeder, Sister, Tracer Study, SPMI, akreditasi, dan banyak lagi yang hampir tiap hari reformasi tanpa henti.

Jujur sebagai pengembang aplikasi pada Perguruan Tinggi saya merasa kewalahan menghadapi ini. Setiap hari melihat pembaruan aplikasi di setiap lini, sampai lupa dengan anak dan istri. Oups, bagaimana tidak kita diharuskan menyiapkan segala hal untuk esok pagi.

Kita coba lanjutkan ke arah digitalisasi yang saat ini terjadi. Kemana sebenarnya perguruan tinggi akan dibawa pergi. Lihat SPMI atau PINDAI disana lah bermuara semua data yang presisi. PD-Dikti yang dijadikan ujung tombak semua data aktivitas dosen dan mahasiswa. Lalu berjalan ke Sister sebagai tempat dosen dalam menjalankan tridharma. Dan menuju ke tracer study yang bisa memberi penjelasan seberapa hebatkan Perguruan Tinggi dalam mendampingi alumninya.

Hampir lupa dengan SPMI dan PINDAI yang hebat dan transparan. Kenapa? Karena dari merekalah sebenarnya kita bisa melakukan introspeksi diri. Apa semua sudah tahu tentang itu? Apa pimpinan perguruan tinggi menyadari itu? Banyak hal yang perlu dipertanyakan, sampai dimana kita bisa menguasai dan memberi ketegasan agar semua berjalan bukan hanya opini. Mereka memberikan grafik dan angka yang nyata. Sesuai dengan keadaan kita yang terjadi saat ini. Pernahkan Perguruan Tinggi melihatnya, membahasnya, memantaunya, atau bahkan menjadikannya rujukan nyata.

Tinggalkan SPMI dan PINDAI kita beralih ke arah Akreditasi. Apa yang dibutuhkan untuk Akreditasi? Apa sebenarnya nilai Unggul? Baik Sekali? Baik? Itu tujuan utama perguruan tinggi? Bisa dikatakan Iya benar sekali. Namun ada juga Perguruan Tinggi yang bersyukur asal masih diberi kesempatan untuk bisa terus berjalan tanpa diberi sanksi. Itu realita yang terjadi, apalagi Perguruan Tinggi swasta yang saat ini masih riuh dalam berebut calon mahasiswa. Menawarkan segudang diskon demi mengisi kekosongan kursi pada sebuah program studi.

Banyak perubahan terjadi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya saat ini. Apa itu? Digitalisasi. Membahas digitalisasi kadang saya teringat akan 2 hal utama pada perguruan tinggi. Mari coba kita lihat perguruan tinggi yang saat ini ada disekitar kita. Pernah atau Tidak memperhatikan Digitalisasi Internal dan Eksternal yang harus berjalan seimbang pada perguruan tinggi.

Digitalisasi Internal pada perguruan tinggi meliputi segala sistem yang menunjang Tata Kelola sebuah Perguruan Tinggi. Apa saja diantaranya Persuratan, Dokumentasi, Pembiayaan, Inventarisasi, Pengelolaan SDM, dan banyak lagi. Masih sanggup untuk melanjutkan sendiri? Atau punya inspirasi lain yang bisa merubah segala kondisi.

Digitalisasi Eksternal pada perguruan tinggi meliputi segala sistem yang menunjang pelaporan kepada Kemdikbud. Namun bukan itu saja, perguruan tinggi juga memerlukan pencitraan public melalui media masa. Semua berbondong-bondong dalam menampilkan keterbukaan data yang kadang menjadikan blunder dan sasaran untuk di serang. Filtrasi yang bagaimana yang harus dilakukan oleh Perguruan Tinggi. Itu juga perlu untuk dipikirkan dan diperhatikan!

Sudahlah kita akhiri saja pembahasan ini. Digitalisasi memang harus terjadi, namun perlu untuk di mengerti, semua harus dipikirkan dan ditimbang dengan hati. Bukan sekedar menjadi trend masa kini! Ini perlu disusun secara rapi dan terperinci. Agar perguruan tinggi bisa berdiri dengan gagah berani.  Menyongsong esok pagi demi mewujudkan era digitalisasi. Baik pada perguruan tinggi maupun pada negeri tercinta ini.

Sevima hadir tak sekedar memberi mimpi. Namun sudah banyak memberi bukti. Memudahkan perguruan tinggi dalam pengelolaan institusi. Sevima juga memberikan bantuan untuk perguruan tinggi agar segera tercapai digitalisasi.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar