Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
Perguruan Tinggi | Strategi & Tata Kelola
12 Sep 2022
Penulis: Hasbaini
Teknik Industri Politeknik Aceh Selatan
SEVIMA.COM – Seiring perkembangan zaman dan teknologi yang terus berkembang dengan pesat telah ikut memberi berbagai kemudahan bagi umat manusia. Kemajuan teknologi revolusi industri 4.0 membawa pengaruh di segala dimensi kehidupan termasuk di dunia pendidikan, bahkan beberapa negara maju di dunia akan menuju revolusi industri 5.0. Pentingnya suatu bangsa untuk menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) demi menciptakan masyarakat yang berkeadilan dan pembangunan kesejahteraan sosial merupakan evolusi dari upaya mencapai tujuan bangsa yang diamanatkan dalam undang-undang dasar (UUD) negara republik Indonesia tahun 1945.
Pada sila kelima pancasila menyatakan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan pembukaan UUD mengamanatkan negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. sama dengan pesan Ir. Presiden RI pertama Soekarno mengatakan, “Bangsa ini harus dibangun dengan mendahulukan pembangunan karakter. Kalau tidak dilakukan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli”.
Oleh karena itu, pendidikan merupakan usaha mencerdaskan generasi bangsa sebagai penopang kemajuan suatu negara dan peran perguruan tinggi sangat menentukan percepatan pembangunan tersebut. Salah satunya adalah sistem digitalisasi kampus menuju World Class University, dimana kampus – kampus di Indonesia harus mampu bersaing dengan universitas di negara maju dan berakreditasi internasional. Dengan demikian kita tidak perlu lagi melanjutkan pendidikan di luar negeri, tapi cukup di dalam negeri, karena secara mutu sudah berkualitas unggul dan bereputasi internasional.
Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), M. Budi Djatmiko mengaku, sudah ada ribuan perguruan tinggi swasta (PTS) yang telah menjalankan program digitalisasi kampus. Budi (Kompas.com/01/07/22) mengatakan, “Ini adalah amunisi bagi transformasi dan digitalisasi perguruan tinggi”, yang mana merupakan keniscayaan yang perlu dilakukan di semua institusi dan lembaga untuk memudahkan segala bentuk pelayanan dan efisiensi.
Dibalik pandemi covid-19 yang lalu, disisi lain telah ikut mempercepat transformasi digitalisasi perguruan tinggi dan banyak institusi/lembaga pendidikan menerapkan sistem tersebut dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar mahasiswa dan dosen, yang familiar disebut “kuliah dare atau kuliah online” dengan menggunakan aplikasi Sevima Edlink yaitu pembelajaran online, diskusi, video conference, atau menyelesaikan tugas dan kuis yang terintegrasi dengan Sevima SiAkad yang dapat diakses oleh siswa dengan mudah dengan didukung jaringan internet yang memadai.
Hari ini kita telah tiba disuatu zaman dimana kertas mulai berkurang digunakan dan data – data disimpan secara digitalisasi, serta sangat mudah dicari bila diperlukan sewaktu – waktu. Disini penulis mencoba merangkum digitalisasi kampus bagi civitas akademika dengan berbagai kemudahan sebagai berikut:
1. Aksesibilitas belajar
Kegiatan sistem e-learning atau belajar online telah memudahkan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar termasuk mengakses materi. Sedangkan bagi dosen dengan mudah mengirimkan referensi, materi sebelum mengajar dan informasi penting lainnya.
2. Penerimaan mahasiswa baru (PMB)
Pendaftaran penerimaan mahasiswa baru (PMB) dengan menggunakan sistem digitalisasi telah meringankan pekerjaan panitia PMB dan para calon mahasiswa bisa mendaftar langsung dari rumah tanpa harus harus ke kampus. Serta melalui laman/link PMB, mereka bisa mengakses pengumuman pengumumannya.
3. Pembayaran online
Kemudahan lainnya berupa sistem pembayaran online yaitu kampus hanya memberikan nomor rekening, dimana mahasiswa tanpa harus antrian di loket kampus dan panitia PMB hanya perlu menggunakan sistem pengecekan digital.
4. Terintegrasi pengelolaan data akademik dan non akademik
Yang tak kalah penting pada kegiatan kampus adalah pengelolaan data seluruh sivitas akademika. Tenaga kependidikan dengan mudah mencari data mahasiswa maupun dosen karena sudah terintegrasi, termasuk jurnal dalam satu platform.
5. Sistem permohonan administrasi lebih efektif
Pelayanan menjadi akademik optimal seperti surat keterangan mahasiswa, surat izin penelitian, surat magang, surat keterangan aktif kuliah, surat keterangan bebas pustaka dan sebagainya, dengan
proses waktu yang singkat. Petugas administrasi tidak perlu mencetak surat dan hanya memberikan bentuk soft file , sehingga praktis dan hemat biaya.
6. Akademik memperbarui informasi dengan cepat
Informasi menjadi cepat disebarkan dan mudah diakses oleh mahasiswa, misalnya pengumuman beasiswa, magang, pengisian KRS, jadwal kuliah, ujian melalui digitalisasi kampus. Mensinkronkan email mahasiswa dengan sistem digital kampus, sehingga e-announcement atau pengumuman elektrik dapat disampaikan melalui email mahasiswa. Kemudian tidak ada lagi kita lihat antrian di depan papan pengumuman dan siswa tinggal mengoperasikan android miliknya lalu membuka link yang telah dibagikan admin akademik.
7. Mengurangi sampah kertas dan tugas siswa akan lebih mudah dikelola.
Ketika penggunaan kertas mulai sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya sistem digitalisasi karena menghasilkan banyak kertas bekas, sehingga menjadi sampah. Tumpukan proposal/tugas mahasiswa akan lebih mudah di data dan diperiksa dengan menyediakan layanan pengugasan digital. Dosen bisa memeriksa tugas / proyek yang sudah diberikan secara berani kepada akun siswa tanpa menghasilkan sampah kertas.
8. Penghematan biaya dan efisiensi waktu kerja
Digitalisasi kampus telah ikut dalam hal penghematan biaya operasional karena tidak ada lagi biaya – biaya cetak surat ataupun tugas-tugas. Mahasiswa tidak perlu menunggu proses administrasi di kampus dan bisa dilakukan langsung akses dengan menggunakan di laptop dan komputer. Kegiatan seperti ini berpengaruh pada penggunaan sumber daya kampus dan mengefisiensi waktu kerja staf. 9. Efisiensi Kerja Kehumasan Kampus
Kemajuan sistem digitalisasi telah membantu kerja tim humas kampus sebagai garda depan dalam mensosialisasikan segala program, acara, kegiatan, himbauan ataupun promo, serta branding kampus agar lebih dikenal dengan menjangkau masyarakat luas.
Perguruan tinggi penting melakukan modernisasi pelayanan dengan menerapkan sistem digitalisasi kampus sehingga lebih efisien, cepat, mudah dan murah.
Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi