Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
Ekuivalensi Kurikulum: yang Disetarakan Progres Studi Mahasiswa, Bukan Mata Kuliahnya
13 Oct 2026
12 Sep 2022

Penulis: Ni Putu Senshi Septiasari, S.Si., M.Si
Kampus: Universitas Bali Internasional
Kemendikbud membuat kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) sesuai dengan Peraturan Mendikbud No. 3 Tahun 2020. Program tersebut bertujuan untuk mendorong mahasiswa menguasai berbagai bidang keilmuan sebagai modal memasuki dunia kerja.
Mahasiswa diberikan hak untuk dapat belajar di luar program studi atau bidang keahliannya serta disesuaikan dengan bakat dan minatnya. Program ini dapat membuka kesempatan mahasiswa untuk meningkatkan wawasan dan kompetensinya serta dapat mengaplikasikannya di lingkungan sekitar.
Salah satu program yang menarik untuk dibahas adalah studi/proyek independen karena program ini dilakukan dalam bentuk kelompok kerja lintas disiplin keilmuan. Artinya mahasiswa diharapkan dapat menguasai ilmu aplikatif lintas jurusan namun masih dalam ruang lingkup bidang keilmuan yang dikuasai. Program ini tergolong sulit untuk diterapkan di beberapa bidang keilmuan seperti di Jurusan Teknologi Laboratorium Medis.
Teknologi Laboratorium Medis (TLM) merupakan jurusan yang melahirkan seorang ahli dalam melakukan pemeriksaan, penetapan, pengukuran, serta pengujian terhadap bahan (cairan dan jaringan tubuh) yang berasal dari manusia, dengan tujuan untuk membantu diagnosis jenis dan penyebab penyakit.
Jurusan ini sangat spesifik pada keahliannya di laboratorium sehingga sulit untuk digabungkan dengan jurusan yang di luar bidang kesehatan. Keterbatasan ruang lingkup dari jurusan TLM membuat terkendalanya program studi/proyek MBKM mandiri.
Peran perguruan tinggi sangat diperlukan untuk dapat memfasilitasi dan menjadikan program-program unggulan yang mendukung kebijakan tersebut. Perguruan tinggi dituntut untuk dapat merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat bersaing dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat.
World Class nasional University merupakan impian dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yang artinya universitas tersebut unggul dan mampu bersaing di tingkat dan internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut universitas harus terbuka dengan dunia yang serba digital, memahami kebutuhan kerja dunia dan menjalin kerjasama dengan mitra luar negeri.
Kemajuan digital sangat pesat sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi tidak terbatas sehingga transformasi program menuju digitalisasi merupakan solusi yang tepat untuk mendukung program MBKM pemerintah. Salah satunya pada studi/proyek mandiri pada jurusan Teknologi Laboratorium Medis.
Program Studi/Proyek Mandiri merupakan program pembelajaran yang memfasilitasi kegiatan mahasiswa yang memiliki semangat untuk mewujudkan karya besar yang dapat dilombakan pada tingkat nasional dan internasional. Program tersebut diharapkan menghasilkan karya berupa ide yang inovatif, artikel yang dipublikasikan, hak kekayaan intelektual dan berupa video kegiatan.
Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis (TLM) diharapkan dapat mengikuti program ini, karena akan berdampak pada kemampuan berpikir kritis yang dapat memecahkan permasalahan masyarakat khususnya di bidang kesehatan. Contoh aplikasi yang dapat diterapkan pada pelajar TLM adalah membuat metode baru yang praktis dalam pengujian spesimen agar diagnosis lebih cepat dan akurat. Untuk dapat mewujudkan hal itu, maka diperlukan keterbukaan pemikiran dan wawasan mahasiswa tentang perkembangan ilmu dan teknologi terbaru seperti bidang biologi molekuler dan bioinformatika.
Pandemi belum berlalu dan sangat berdampak besar bagi dunia pendidikan. Pandemi ini membuat semua kegiatan belajar mengajar dilakukan secara digital. Masa pandemi tidak hanya dikatakan sebagai bencana tetapi juga memberi berkah untuk mempercepat transformasi digital. Salah satu berkah pandemi adalah mulai berkembangnya ilmu yang berbasis komputer seperti bioinformatika.
Bioinformatika adalah ilmu yang mempelajari penerapan komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi teknik biologi. Bioinformatika mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu komputer, teknik informatika, matematika, statistika, biologi molekuler, fisika, dan ilmu kedokteran yang saling menunjang dan bermanfaat bagi satu sama lain. Bioinformatika dapat berupa aplikasi atau algoritma yang digunakan untuk menginterpretasikan data-data biologi yang kompleks menjadi informasi biologi yang mudah dipahami.
Perkembangan iptek dan teknologi membuat penelitian di bidang bioinformatika memiliki peluang besar untuk dipelajari dan dikembangkan saat ini. Di negara lain perkembangan ilmu bioinformatika sangat signifikan dibuktikan dengan banyaknya kolaborasi penelitian berbagai negara dalam bidang bioinformatika yang masuk dalam jurnal internasional.
Diambil dari data GenBank NCBI pengguna software dan data sekuen GenBank mengalami peningkatan yang tajam pada beberapa tahun terakhir. Tahun 2019 pengguna web NCBI mencapai lebih dari 6 juta orang dan telah mengunggah sekuen GenBank pada NCBI hampir 200 juta hingga tahun 2019. Artinya penelitian ke arah bioinformatika akan terus dilakukan dan dikembangkan.
Kemampuan ATLM sangat diuji di dunia digital ini, mereka tidak hanya dituntut untuk dapat melakukan tes darah rutin di rumah sakit saja tetapi harus memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Jika seorang ATLM memiliki kemampuan di bidang bioinformatika, maka peluang yang sangat besar akan menantinya. Karena ahli bioinformatika dari seorang ATLM masih sangat jarang ditemukan dan diperkirakan akan dicari di masa yang akan datang.
Pada dasarnya seorang ATLM harus melakukan penelitian yang menggunakan laboratorium basah untuk menangani langsung berbagai jenis bahan kimia dan bahaya biologi. Sedangkan laboratorium kering sifat eksperimennya tidak melibatkan risiko yang berarti. Laboratorium kering yang dimaksud adalah pendekatan penelitian secara in silico . Penelitian in silico adalah lawan dari penelitian in vitro dan in vivo.
Penelitian in silico melibatkan percobaan yang merujuk pada hasil fiktif namun pembuktiannya dapat diuji kembali di laboratorium basah, begitu juga hasil penelitian laboratorium basah ada pula yang melibatkan analisis data dari laboratorium kering. Jadi sebenarnya laboratorium kering dan basah sangat berkaitan erat untuk dapat menghasilkan suatu penelitian yang berkualitas dan terukur.
Sistem basis data bioinformatika dapat diakses secara berani dan data tersebut dapat dimanfaatkan oleh para peneliti untuk mendukung penelitian pendahuluan. Riset di bidang bioinformatika mendorong durasi penelitian menjadi lebih cepat dan tepat.
Tren penelitian berbasis bioinformatika diperkirakan akan meningkat tajam di Indonesia. Penelitian tersebut tergolong murah untuk dilakukan karena tidak memerlukan bahan dan peralatan laboratorium, hanya melalui informasi data secara berani.
Beberapa penelitian yang menggunakan bioinformatika sebagai acuannya seperti mendesain primer untuk PCR, mendesain obat-obatan, dan menganalisis sekuen genom. Jika seorang ATLM menguasai bidang ini, maka akan mudah melakukan kolaborasi penelitian atau proyek independen untuk dapat menghasilkan karya yang bermanfaat. ATLM yang menguasai bidang metodenya dan jurusan lain dapat memanfaatkan kemampuan ATLM untuk membantu menangani berbagai permasalahan meskipun bukan bidang kesehatan.
Wawasan mahasiswa ATLM tentang dunia kesehatan semakin terbuka. Mereka tidak hanya duduk di ruang laboratorium yang dingin dan hanya mengerjakan sampel, tetapi mereka juga berperan dalam menciptakan metode baru dan hasil karya yang dapat membantu permasalahan di masyarakat.
Salah satu caranya adalah dengan mengikuti program studi/proyek independen yang dicanangkan oleh pemerintah dengan memanfaatkan data bank secara berani, untuk mendapatkan penelitian yang berkualitas dan mampu bersaing di ranah internasional. Maka dari itu, mari dukung program MBKM pemerintah dengan memberikan solusi dan gambaran program agar dapat diaplikasikan oleh para mahasiswa di seluruh Indonesia.
Diposting Oleh:

Fadhol SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi