Dunia Kampus | Info Sentra Vidya Utama

“Hybrid Learning”, Solusi Perkuliahan Tatap Muka Awal Tahun 2021

Sejak Kemendikbud memberikan lampu hijau untuk mengadakan pembelajaran tatap muka, muncul berbagai pro dan kontra yang muncul. Dari berbagai macam penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai kurang efektif.  

Sementara itu, jika kegiatan dilakukan dengan tatap muka, dikhawatirkan akan menimbulkan cluster Covid-19 baru di lingkungan sekolah. Maka, untuk mengantisipasinya, kegiatan belajar mengajar tersebut dapat diantisipasi dengan metode hybrid learning

Apa itu Hybrid Learning?

Memang, metode hybrid learning masih terdengar awam di telinga kita. Sebenarnya, hybrid learning merupakan kombinasi antara metode PJJ dengan metode tatap muka. Ini diharapkan agar bisa meminimalisir dampak psikososial siswa. 

Dalam menjalankan metode ini para pelajar hanya dianjurkan untuk datang dengan kuota 50 persen. Misalnya, jika terdapat 24 mahasiswa di kelas, maka yang diperkenankan mengikuti pembelajaran hanya 12 mahasiswa saja. Sisanya wajib melakukan pembelajaran daring. 

Mengapa Hybrid Learning sebagai solusi tepat untuk perkuliahan 2021?

1. Meningkatkan kemampuan mahasiswa

Penerapan proses pembelajaran hybrid learning diketahui memiliki suatu kemampuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa. Baik kemampuan dalam menerima pembelajaran dan sosialisasi di lingkungan kampus.

Dengan demikian, metode hybrid learning bisa membantu mahasiswa dalam melakukan kegiatan belajar. Jadi, meskipun berada di tengah pandemi, kegiatan tersebut bisa berjalan lancar semestinya. 

2. Sangat efektif bagi mahasiswa

Menggunakan teknologi dalam melakukan pembelajaran, metode ini sangat efektif bagi kegiatan belajar mengajar mahasiswa. Bagaimana tidak? Beberapa pembelajaran yang diajarkan melalui daring bisa disimpan dalam bentuk digital. Sehingga mahasiswa bisa mengulang materi di luar perkuliahan. 

3. Mengurangi cluster Covid-19

 Kegiatan pembelajaran hybrid learning hanya menyertakan 50 persen mahasiswa dalam tatap muka, ini bisa mengurangi timbulnya cluster Covid-19. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran ini sangat baik bila diterapkan selama masa pandemi ini. 

Bagaimana penerapan Hybrid Learning?

Dalam menerapkan metode hybrid learning, pihak kampus wajib melakukan analisis kepada mahasiswa yang dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka dan daring. Dengan mempersiapkannya sedemikian rupa, maka kegiatan pembelajaran bisa berjalan sesuai yang diharapkan. 

Seperti pembelajaran biasanya, pengajar juga wajib membuat silabus dan rencana pembelajaran. Ini diharapkan agar para mahasiswa bisa memahami materi yang disampaikan oleh dosen meskipun ada beberapa kegiatan belajar dilakukan secara online. 

Proses pelaksanaan kuliah dengan metode hybrid learning ini dilakukan dengan membagi para peserta didik dalam beberapa shift. Sehingga, ketika proses pelaksanaan belajar mengajar mahasiswa sudah bisa mengetahui apakah di belajar dengan proses daring atau secara tatap muka. 

Agar tidak menimbulkan cluster baru di lingkungan kampus, maka dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran secara tatap muka tetap dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan.  Sehingga, meskipun masih melakukan kegiatan tatap muka, kampus masih bisa menjamin keamanan kesehatan di kampus.

Sementara itu, jika kegiatan pembelajaran dengan metode daring, dosen bisa memanfaatkan fasilitas interaksi daring dengan learning management system (LMS). Misalnya adalah Edmodo, Google Classroom, Google Meet, Zoom Meet, Skype, dan media pembelajaran lainnya. 

Nah, meskipun kegiatan pembelajaran dengan hybrid learning sedikit berbeda dengan pembelajaran lain, namun metode ini merupakan metode yang paling tepat jika diterapkan saat masa pandemi seperti ini. 

Bagi kampus Anda yang menginginkan pembelajaran yang tepat dengan hybrid learning. Edlink bisa menjadi salah satu solusi yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar Anda. Disini Anda akan menemukan kemudahan dan keefektifan selama proses belajar. 

Bagikan artikel ini

Komentar