Lomba Artikel

Implementasi Merdeka Belajar Pada Politeknik Pariwisata Makassar

Penulis: Drs. Muhammad Arifin, M.Pd., CHE

POLITEKNIK PARIWISATA MAKASSAR

Implementasi pembelajaran di masa pandemi menggunakan konsep “merdeka belajar” yang disebut Kemendikbud sebagai kebijakan pembelajaran nasional baru yang penting adalah memanfaatkan potensi pendidik dari peserta didik untuk belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran. secara mandiri. Melalui konsep tersebut, kebijakan pembenahan sistem pendidikan merupakan konsep inovasi yang memberikan kebebasan pada setiap satuan pendidikan tanpa meninggalkan esensi pendidikan itu sendiri dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik yang tidak dapat digantikan dengan teknologi sebagai alat penunjang, dan pembelajaran yang mudah, kurikulum mudah dimengerti dan fleksibel.

Transformasi Digital Mendukung MBKM terkait peningkatan akses dan aksesibilitas Pendidikan merupakan landasan utama pembangunan menuju arah digital. Tidak ada alasan bagi mahasiswa untuk tidak mendapatkan Pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan adanya program MBKM Kemendikbud salah satunya tentang pertukaran mahasiswa yang berdampak positif bagi dosen dan mahasiswa. PTN) hingga Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Di Lingkungan Politeknik Pariwisata MBKM sudah dilaksanakan sejak tahun 2021. Informasi PKL dapat diakses di aplikasi Siakadcloud sehingga memudahkan mahasiswa untuk memilih lokasi PKL yang sesuai dengan jurusannya. Selain itu, proses pengajaran di kampus memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang ingin belajar di perguruan tinggi di kampus lain. Pada tahun 2021, mahasiswa telah menempuh pendidikan sebagai anggota dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman lebih kepada mahasiswa dalam dunia akademik dan merupakan perwujudan dari tiga dharma perguruan tinggi.

Masalah utama yang masih dihadapi dalam adaptasi teknologi di Politeknik Pariwisata Negeri Makassar adalah struktur sumber daya manusia. Saat ini, Perguruan Tinggi Pariwisata Negeri memiliki empat kelompok generasi yang berbeda dalam ruang dan waktu yang sama. Perbedaan karakteristik setiap generasi menciptakan dinamika dan karakteristik tersendiri dalam adaptasi teknologi informasi.

Untuk itu para pimpinan PTNP juga merencanakan strategi untuk beradaptasi dengan teknologi di dunia global saat ini, mereka juga harus memikirkan strategi dalam sinergi sumber daya manusia generasi yang akan menjadi aktor utama dalam menggunakan teknologi yang mereka miliki dan berinvestasi untuk mewujudkan tujuan, tugas pokok dan fungsi PTNP.

Peran civitas Akademika di Era Teknologi Digital di Politeknik Pariwisata Makassar dapat dilihat dari proses pengajaran dosen yang menggunakan aplikasi Siakad. dimana siswa dapat mengakses materi dari pertemuan pertama hingga terakhir. Dari sisi dosen, era digital ini dapat diwujudkan dengan baik dalam materi/metode pembelajaran dan struktur penilaian. Metode pembelajaran yang memenuhi kebutuhan mahasiswa yang memiliki karakter yang sesuai dengan karakter generasinya, harus berusaha agar dosen selalu belajar tentang penyusunan materi dan menggunakan metode yang diminati mahasiswa. Dari papan tulis dan berbasis presentasi, hingga kelas online untuk berbagai mata pelajaran dengan platform dan antarmuka yang berbeda. Mengenai struktur penilaian, dosen perlu terus belajar mengembangkan serangkaian indikator dan dimensi untuk mengevaluasi mahasiswa. Karakteristik peserta didik dan pengaruh lingkungan dan digital memiliki perubahan kompetensi yang berbeda.

Meskipun pembelajaran online tidak sepenuhnya baru dalam proses pengajaran, namun belajar dengan berani membutuhkan adaptasi dan usaha agar lancar. Dampak perkuliahan terhadap hubungan dengan proses pengajaran meliputi kesiapan mahasiswa, akumulasi tugas, interaksi mahasiswa dengan dosen, dan sarana prasarana pendukung pembelajaran yang tidak dapat dilaksanakan.

Dari awal perkuliahan, banyak mahasiswa yang belum mengetahui cara menggunakan media pembelajaran seperti Zoom, Google Classroom, atau aplikasi lain yang digunakan di kampus, menjadi kendala mahasiswa dalam melakukan kuliah daring. kebijakan mengubah metode pengajaran dari metode lama menjadi metode yang memberikan dampak pada proses pembelajaran. mahasiswa dipaksa dan harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang diterapkan selama pandemi Covid-19.

Dalam mendukung sistem informasi akademik yang memudahkan mahasiswa dan pengajar, Politeknik Pariwisata Makassar menyediakan aplikasi SIAKADCLOUD. Sebelum menggunakan siakadcloud politeknik pariwisata makassar masih menggunakan sistem pelaporan dengan penginputan manual yang dimana tim operator harus lembur untuk melakukan input data (biodata Mahasiswa), Status Mahasiswa, KRS, Nilai, Transkip Nilai, Aktivitas Mengajar Dosen, Bimbingan Akademik, Bimbingan Tugas Akhir, Ujian Tugas Akhir dan Hitung Aktivitas Mahasiswa. Semua data tersebut proses penginputannya sampai berbulan-bulan yang dimana tim operator diberikan batas waktu pembukaan periode sehingga terkadang masih ada data yang tidak sesuai atau salah dalam penginputan.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar