Kompetisi Menulis

IPB Di Tengah Pandemi Covid-19: Sebuah Revolusi Pembelajaran

Penulis: Farhah Salsabila
Mahasiswa IPB University
Artikel ini Masuk dalam 10 Besar Kategori Mahasiswa di “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” 

Institut Pertanian Bogor  (IPB) adalah satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki mandat mengembangkan ilmu-ilmu pertanian tropika di tanah air selama 57 tahun. IPB menjadi perguruan tinggi dengan reputasi sangat baik bahkan menjadi universitas terbaik versi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. Peran IPB semakin penting dalam pembangunan nasional dan pendidikan tinggi di Indonesia.

Kekuatan IPB dalam pembentukan kompetensi umum ternyata telah menghantarkan para mahasiswa menjadi lulusan yang siap berperan dalam berbagai bidang kehidupan. Nilai-nilai yang dianut dalam berbagai kegiatan belajar mengajar di IPB adalah kemampuan mengelola kompleksitas dan ketidakpastian, keunggulan solusi numerik dan terukur, selalu berpikir sistem dan peduli lingkungan, selalu berpikir dan bertindak runut juga taat pada prosedur dan aturan dan selalu peduli petani dan ringan langkah membantu sesama.

Jumlah mahasiswa aktif IPB saat ini lebih dari 20.000 orang mulai dari mahasiswa diploma, S1, S2 dan  S3 yang tersebar pada sembilan fakultas dan tiga sekolah, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Fakultas Ekologi Manusia, Sekolah Bisnis, Sekolah Pascasarjana dan Sekolah Vokasi. IPB memiliki 37 Departemen (39 Program Studi Sarjana), 18 Program Keahlian Pendidikan Diploma, 73 Program Studi Magister, dan 43 Program Studi Doktor. Hingga saat ini IPB telah memiliki alumni sebanyak 149.643 orang.

Munculnya pandemik Covid-19 menyebabkan IPB harus bertransformasi bahkan melakukan revolusi dalam proses pembelajaran atau revolutionize education. Sistem pembelajaran sebelum pandemik adalah tatap muka, dengan variasi satu atau dua pertemuan dilakukan secara virtual menggunakan platform pembelajaran daring NEWLMS (New Learning Management System). Di saat pandemi, semua proses belajar mengajar mulai kuliah, praktikum, ujian, hingga proses tugas akhir dilakukan secara online atau daring.

Bukan hanya mahasiswa yang harus beradaptasi dengan kuliah online, dosen juga harus lebih kreatif memilih metode pembelajaran supaya tujuan pembelajaran tercapai dan pembelajaran menyenangkan dan tidak membosankan. Dalam pembelajaran bertatap muka yang biasa dilakukan, mahasiswa melihat langsung dosen menjelaskan dengan cara yang menarik dan meninggalkan kesan setelah kuliah selesai.

Mahasiswa yang perilakunya bermacam-macam mulai dari yang serius memperhatikan dosen, memainkan HP di bawah buku, tidur, berbincang-bincang dengan suara rendah, mengerjakan tugas yang harus segera dikumpulkan, melamun dan aneka kegiatan yang mewarnai kelas. Semua aktivitas itu akan sulit disaksikan secara langsung dalam kuliah online.

Terhitung mulai tanggal 17 Maret 2020, mahasiswa belajar dari rumah secara online atau biasa disebut Kulon (Kuliah Online). Kuliah online di IPB dilakukan secara asynchronous (dosen dan mahasiswa tidak berinteraksi secara real-time) dan synchronous (dosen dan mahasiswa berinteraksi secara real-time). Aktivitas kuliah asynchronous dipusatkan melalui dua platform course.ipb.ac.id dan newlms.ipb.ac.id.

Melalui kedua platform daring tersebut, dosen membagikan materi kuliah kepada mahasiswa berupa link video pembelajaran yang diupload melalui youtube, file power point, modul, atau e-book. Meskipun tidak semua mata kuliah menggunakan ketika resources tersebut secara lengkap. Setiap mahasiswa yang mengambil mata kuliah, baik mata kuliah mayor/departemen, interdepartemen maupun supporting course diwajibkan untuk melakukan enroll (mendaftar) pada platform sesuai mata kuliah yang diiikuti.

Metode pembelajaran yang diterapkan secara synchronous diantaranya menggunakan Virtual Room Via Zoom atau Google meet. Metode pembelajaran yang digunakan secara synchronous diantaranya adalah penjelasan singkat materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus, role play dan games. Diskusi kelompok menggunakan zoom dilakukan dengan membagi mahasiswa menjadi kelompok besar atau kelompok kecil menggunakan breaking room.  Setelah diskusi, setiap kelompok kembali ke main room untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Kuliah dilakukan juga dengan menghadirkan dosen tamu dari luar negeri atau dari dalam negeri.

Untuk menjaga mahasiswa agar aktif mengikuti perkuliahan, dosen seringkali memanggil nama mahasiswa secara acak, diminta menghidupkan kamera dan diminta mengajukan atau menjawab pertanyaan. Teknik lainnya adalah dengan sistem bertanya dan menjawab secara bergiliran. Caranya,  dosen menunjuk satu mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan dari materi video, ppt atau buku yang telah dibaca sebelum hari kuliah, kemudian mahasiswa yang ditunjuk dosen akan menunjuk mahasiswa lain untuk menjawab.

Mahasiswa yang ditunjuk harus menyalakan kamera. Demikian seterusnya, mahasiswa menunjuk mahasiswa lain untuk bertanya. Cara ini membuat mahasiswa selalu siap dengan membaca terlebih dahulu materi sebelum kuliah dan aktif mengikuti kuliah.

Kendala yang dihadapi saat kuliah synchronous adalah mahasiswa seringkali “terpental”, tiba-tiba mati listrik, tidak dapat on cam atau “terkuras” kuotanya. Untuk menghindari kendala tersebut, kuliah menggunakan zoom dilakukan hanya 1 hingga 1.5 jam. Sistem yang ada pada perkuliahan daring memberi ruang lebih untuk mahasiswa berpendapat, terutama mahasiswa yang biasanya sulit berbicara di depan umum, melalui metode pembelajaran synchronous ini, mahasiswa dapat melatih keberanian dan  kemampuan public speakingnya secara tidak langsung. Dalam kuliah online mahasiswa lebih banyak yang bertanya dibandingkan saat kuliah offline.

Metode perkuliahan secara asynchronous dilakukan menggunakan platform course.ipb.ac.id atau newlms.ipb.ac.id. Banyak pula mata kuliah yang membuat Whatsapp Group (WAG) sebagai media komunikasi atau media untuk proses belajar mengajar seperti membagikan tugas atau materi pembelajaran. Selain itu, WAG juga digunakan untuk diskusi materi atau membahas kasus antara dosen dan mahasiswa. Dosen membuat WAG dan membagi linknya melalui platform course atau newlms. Whatsapp Group dibuat karena banyak mahasiswa yang kesulitan dalam mengakses virtual class.

Gambar proses kegiatan belajar mengajar pada saat pandemi melalui fitur Zoom di IPB

Beberapa metode yang digunakan adalah forum diskusi, quiz, dan tugas kasus. Di dalam forum diskusi, mahasiswa menjawab pertanyaan yang telah disediakan oleh dosen. Jawaban diberikan tanggapan oleh dosen atau mahasiswa lainnya. Quiz ditugaskan untuk setiap perkuliahan supaya mahasiswa selalu membaca materi sebelum kuliah dimulai. Tugas kasus dapat diberikan secara individu atau kelompok, dimana mahasiswa mengunggah paper melalui platform course, newlms atau melalui email.

Pelaksanaan ujian tengah dan akhir semester dilakukan secara daring menggunakan course.ipb.ac.id, newlms.ipb.ac.id, atau google form. Selain itu, ujian juga ada yang dilaksanakan dengan memberikan soal melalui zoom, kemudian mahasiswa mengerjakan dan jawaban dikirim melalui email. Meskipun sistem pembelajaran online ini memiliki banyak kekurangan, seperti mahasiswa yang terkadang sulit memahami pembelajaran, namun pembelajaran secara daring juga memberikan sisi positif seperti mahasiswa dapat menonton kembali pembelajaran yang kurang dipahami dan dapat menumbuhkan inisiatif pada mahasiswa untuk lebih dapat mengelola waktunya sebaik mungkin.  Mahasiswa harus tahu kapan waktu untuk belajar dan kapan waktu untuk bermain meskipun semuanya dilakukan di rumah.

Proses penyelesaian tugas akhir di IPB dilakukan secara online, misalnya dengan konsultasi secara langsung melalui Zoom atau Google Meet secara bersama-sama dengan bimbingan dosen tertentu. Dosen juga membuat WAG untuk bimbingan tugas akhirnya sehingga memudahkan komunikasi.  Tantangan terbesar untuk menyelesaikan tugas akhir adalah mahasiswa harus menjaga semangatnya karena seringkali tuntutan pekerjaan di rumah membuat mahasiswa tidak fokus.

Pandemi telah membuat pembelajaran di IPB penuh tantangan dan mengharuskan dosen dan mahasiswa untuk cepat beradaptasi. Revolusi sistem pembelajaran yang awalnya dilakukan karena terpaksa, menjadi kebiasaan yang mungkin nantinya setelah pandemik berlalu, akan tetap diterapkan meskipun mungkin tidak secara total. Hal ini sejalan dengan perkembangan era digital yang semakin mempermudah aktivitas kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Semoga pandemik Covid-19 cepat berlalu.

Bagikan artikel ini

Komentar