Lomba Artikel

Kebutuhan Primer Penggunaan Siakad Kampus

Penulis: Muhammad Thoifur Ibnu Fajar, S.Pd., M.Sc
Kampus: Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Perkembangan teknologi setiap tahun mengalami kemajuan yang pesat dan menuntut perubahan-perubahan sistem yang berlaku di perguruan tinggi. Tidak dipungkiri bahwa perkembangan kemajuan teknologi memudahkan pekerjaan bagi civitas akademik. Namun, pekerjaan bidang akademik dan bidang keuangan yang masih terpaku secara  manual, menuntut kerapian dan kehati-hatian untuk menyimpannya.

Hal ini akan membuat dokumen arsip bertumpuk-tumpuk setiap tahun. Terkadang ditemukan bahwa arsip keperluan akademik ataupun arsip keuangan yang tercecer, rusak dan hilang, sehingga menyulitkan bagi tenaga administrasi untuk menyelesaikan dalam tenggat waktu yang ditentukan ataupun diminta segera.

Hal ini akan merugikan bagi mahasiswa yang sudah menempuh kuliah atau mahasiswa yang sudah melakukan pembayaran uang kuliah. Apabila terjadi kelalaian maka dibutuhkan waktu untuk menyelesaikan masalah akademik atau keuangan dengan bukti yang jelas dan diperlukan. Kemudian, bila bukti yang diperlukan, semisal bukti untuk pembayaran uang kuliah tidak ada, tetapi mahasiswa sudah melakukan pembayaran, tentu mahasiswa akan dianggap tidak membayar, dan demi syarat kampus, mahasiswa akan melakukan pembayaran kembali.

Perguruan tinggi yang masih menerapkan pekerjaan secara manual di bidang akademik dan bidang keuangan tanpa penerapan kedisiplinan bagi tenaga akademik, tenaga keuangan, dosen dan mahasiswa, tentu akan menyebabkan permasalahan administrasi tidak tuntas, membutuhkan waktu dan berbagai solusi.

Pekerjaan secara manual masih diterapkan, karena memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan bekerja secara manual salah satunya tanpa penambahan biaya kampus untuk menggunakan teknologi, sehingga biaya lebih terfokus untuk kebutuhan kampus, baik untuk biaya sumber daya manusia, pembangunan sarana prasarana dan wiraswasta kampus.

Namun, selain ada kelebihan tanpa bantuan teknologi, tentu banyak kerugian bila kampus belum menerapkan fasilitas teknologi dalam menangani bidang akademik dan bidang keuangan. Kelemahan yang ditemukan adalah pengarsipan yang dapat rusak, hilang ataupun kebutuhan kampus untuk mempersiapkan kebutuhan menuju akreditasi yang di inginkan.

Kelemahan lainnya, kampus akan mengalami penurunan nilai jual dan minat pandangan masyarakat negatif dalam jangka waktu lama yang disebabkan kesan yang diterima bagi alumni, diteruskan dari mulut ke mulut bahwa kampus “X”  tidak tuntas administrasi dan kurangnya dari segi teknologi.

Hal ini akan menyebabkan permasalahan yang berkelanjutan, yaitu menurunnya daya minat penerimaan mahasiswa baru setiap tahun dengan anggapan bahwa kampus tersebut masih kurang dalam penggunaan teknologi. Calon mahasiswa baru dari luar ataupun putra-putri daerah akan berpindah hati ke kampus luar daerah yang lebih bonafide dan serba menggunakan fasilitas teknologi yang membuat mahasiswa merasa nyaman, betah dan kondusif untuk belajar di kampus.

Permasalahan yang dialami oleh perguruan tinggi tersebut dapat diatasi dengan dibuatnya pengaturan kebijakan bidang keuangan untuk mengatasi permasalahan yang akan merugikan kampus. Kebijakan yang dapat diterapkan oleh kampus dalam menerapkan pengelolaan keuangan dalam mengatasi permasalahan bidang akademik dan bidang keuangan.

Diantaranya adalah mengalokasikan sebagian atau beberapa dari usaha-usaha kampus, uang kuliah tunggal mahasiswa dan kebijakan penerapan pembayaran oleh dosen dan mahasiswa untuk menggunakan teknologi yang dapat memudahkan pengerjaan bidang akademik dan bidang keuangan kampus. Pengelolaan keuangan yang baik, kemudian disisihkan dalam menggunakan fasilitas teknologi yakni siakad kampus, tentu akan dapat banyak membantu kampus baik bidang keuangan, bidang akademik dan tentu menambah nilai jual serta akreditasi kampus.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar