Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama

Pernah Dinonaktifkan, Kini Berperan Sebagai Ujung Tombak Kampus, Oleh: Muslihin Manshur (STIT Pemalang)

Cerita: Muslihin Manshur- STIT Pemalang
Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA

👨🏻‍🦰”kakak,  abi mau lembur dulu kekampus ya… “

👧🏻”lembur Pete pete teruuuusss….. 😞”

🤣🤣🤣🤣😍😍

Begitu,  tiap kali pamitan dengan putriku kalau harus lembur karena dikejar deadline pelaporan. 

Ya, saya operator PDDIKTI merangkap operator emis pada sebuah kampus di kabupaten Pemalang yang oleh putriku disebut PTPT 😊.

Padahal dikampus lain mungkin jabatan itu terpisah. 

Bisa anda bayangkan bagaimana repot dan sibuknya saya menjelang deadline pelaporan. 

Istri dan anak2 memahami itu. Jika memungkinkan  bisa saya kerjakan dirumah,  dan sebenarnya memang lebih enak dan nyaman dirumah. Selain ada istri yang dengan setia menemani tentu saja ada yg membuatkan kopi tanpa diminta,  dan satu lagi ada yang mijitin jika kepala benar-benar terasa berat. 

Sayangnya semua terkendala dengan signal yang kurang bersahabat. 

Maka, mau tidak mau saya harus berangkat lagi kekampus. 

Tidak sekali dua kali anak dan istri  juga saya boyong kekampus sekiranya memang harus menginap. Sering…

Agar anak dan istri tahu ayah dan suaminya berpeluh2 demi membahagiakan mereka. Agar mereka tahu arti perjuangan. 

Ssssssstttttt….. Sebenarnya sih saya takut kalau tidur dikampus sendirian ding 🤭

Ada rasa haru dan bangga ketika bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Karena itu artinya bisa menyelamatkan  kampus agar tetap hidup. Karena operator kampus adalah jantungnya kampus. Ada banyak orang yg bergantung dari hidupnya kampus,ada banyak mahasiswa yg menaruh harapan besar pada kampus. 

Dan akan sangat menyedihkan jika kerja kami tidak dihargai dan diapresiasi pihak pimpinan kampus.  🥺

Adakala pimpinan tidak memahami betapa beratnya beban seorang operator.

Padahal operatorlah ujung tombak kemajuan sebuah kampus. Ketika terjadi kemerosotan nilai akreditasi yang bersebab  tidak sinkronnya data maka tersangka utamanya adalah sang operator.

Sebagai tindakan atas hal itu saya selaku operatorpun harus dengan ikhlas melepas tanggung jawab karena dinon aktifkan untuk sementara dari kampus. Tanpa pesangon 😭

Setelah tiga bulan masa nonaktif, saya kembali mendapat panggilan ke kampus. Hal itu karena operator pengganti ternyata juga tidak mampu mengambil alih tugas dengan sempurna hingga beliau pun mengundurkan diri.

Masa baru kerja kembali kekampus, kami berfikir untuk mencari inovasi apa sekiranya provider yang tepat agar masalah data terselesaikan dengan baik tanpa halangan yang berarti.

Selama ini kami sudah mencoba berbagai aplikasi untuk memudahkan kerja operator dalam menginput data. Baik itu data mahasiswa, input KRS,input AKM, input nilai mahasiswa dll.

Diantaranya aplikasi Modifer, dan aplikasi feeder importer. Tapi dari semua aplikasi tersebut masih belum efektif karena sang operator harus kerja keras untuk input data di Excel lalu diimpor ke aplikasi feeder PDDikti. Karena masih tertumpu pada kerja manual operator kadang masih banyak data yang tidak valid, banyak kesalahan input data,sehingga masih kurang efektif dan efisien. Hal ini membuat kami sering mengalami keterlambatan dalam pelaporan data EMIS dan PDDikti.

Setiap satu semester menjelang deadline pelaporan dari  Kopertais wilayah x Jawa tengah mengundang para operator kampus se-Jawa Tengah untuk penagihan pelaporan data. Selama tiga hari kami dikarantina di hotel untuk menyelesaikan pelaporan.

Ditengah kegalauan karena kampus kami mendapat nilai akreditasi yang jauh dari harapan pihak kampus mengundang konsultan akreditasi.Dari konsultan kami mendapat informasi bahwa salah satu sebab nilai kurang adalah karena pelaporan data yang tidak tepat waktu.Dari beliaulah kami mendapatkan informasi bahwa ada sebuah aplikasi yang dapat memudahkan dan mempercepat pelaporan data.

Sejak itu kami berkenalan dengan aplikasi GoFeeder versi comunity, karena sy tidak punya basic IT kami juga masih kesulitan mengaplikasikannya.

Setelah mencari informasi,kami bertemu dengan sevima.

Tiga hari menjelang kedatangan assesor BAN PT kami menghubungi tim sevima yaitu mba April untuk mengaktivasi aplikasi gofeeder yang pada saat itu hari Sabtu kantor sevima libur tetapi masih melayani kami. Sehari sebelum kedatangan tim assesor kami sudah memiliki sistem akademik yang terintegrasi feeder pddikti. Dengan siakad online ini menambah point’ penilaian akreditasi kampus kami. 

Setelah kami menggunakan aplikasi dari sevima ada banyak keuntungan yang kami dapatkan diantaranya adalah : 

  1. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru secara online.
  2. Sistem akademik online.
  3. Sistem pembayaran SPP secara online melalui e-commerce ternama.

4.Pelaporan data yang terintegrasi dengan feeder PDDikti

5.Fitur pelaporan data EMIS.

Dari sistem itulah kami selaku operator mendapatkan kemudahan-kemudahan tidak perlu lagi input data secara manual, sehingga mengurangi beban kerja operator yg selalu dituntut untuk lembur berhari-hari dan waktu untuk keluarga jadi lebih banyak. Dan kami berani mengatakan selamat tinggal lembuuuur…

Sebagai reward atas prestasi dapat meningkatkan nilai akreditasi saya sebagai operator ditunjuk untuk menggantikan pimpinan kampus untuk lawatan ke luar negeri bersama pimpinan kampus  se-jawa tengah   ke kampus-kampus dikawasan asean (Malaysia, Singapore, dan Thailand). Pastinya ini adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi saya.

Disana kami belajar bagaimana mengelola kampus dengan management yang baik.

#PejuangPDDikti

#SharingBerhadiahSEVIMA

Bagikan artikel ini

Campuspedia
Instagram
Komentar
[gs-fb-comments]