16 Hari Lagi - Sebelum Event Webinar Executive Forum: Strategi Sukses Memimpin Kampus dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi di Jawa Dimulai.

Selengkapnya
Kontak Kami

Dunia Kampus • 12 Oct 2023

Optimalkan LMS untuk Menunjang Akreditasi Perguruan Tinggi

Liza SEVIMA

SEVIMA.COM – Ada berbagai faktor yang dapat menunjang akreditasi perguruan tinggi, salah satunya adalah penggunaan Learning Management System (LMS) yang optimal. Adanya LMS di perguruan tinggi akan membuat perkuliahan menjadi lebih interaktif. Hal ini juga sudah diamanatkan oleh Permendikbud No. 3 tahun 2020 untuk perguruan tinggi harus menciptakan perkuliahan dengan mengutamakan proses interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen. 

Pembelajaran interaktif ini harus diterapkan di perguruan tinggi, namun terkadang kampus masih belum menggunakan LMS dengan optimal. Lalu bagaimana cara penggunaan Learning Management System (LMS) dapat menunjang Akreditasi kampus?

Apa itu Learning Management System?

Sebelum membahas lebih jauh terkait cara pengguna LMS untuk menunjang akreditasi, lebih baik kita mengenal terlebih dulu apa itu Learning Management System (LMS)? LMS adalah sebuah sistem perangkat lunak atau platform yang digunakan dalam dunia pendidikan untuk mengelola, menyampaikan, dan memantau pembelajaran. LMS dirancang untuk membantu institusi pendidikan, seperti sekolah, perguruan tinggi, atau organisasi pelatihan, dalam mengorganisasi dan mengelola proses pembelajaran secara efisien, terutama dalam konteks pembelajaran berbasis online atau jarak jauh.

Sistem ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pendidikan modern, terutama dalam menghadapi tantangan pembelajaran online dan jarak jauh. Ini membantu memfasilitasi proses pembelajaran, meningkatkan aksesibilitas, dan memungkinkan dosen dan mahasiswa untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan lebih efektif di ruang digital.

Baca juga: Keren! Ada “Simulasi Penilaian Akreditasi” di Sistem SEVIMA Akreditasicloud

Optimalkan LMS Bisa Tingkatkan Akreditasi Perguruan Tinggi 

Berdasarkan  Permendikbud No. 3 tahun 2020  khususnya pada point matriks dan akreditasi, LMS secara tersirat berada pada poin evaluasi dan proses pembelajaran. Matriks ini akan mengacu pada e-learning dan LMS sebagai bentuk interaksi mahasiswa dan dosen. Lalu, bagaimana LMS bisa optimalkan akreditas perguruan tinggi?

1. LMS untuk Merekam Bukti Aktivitas/Kegiatan Belajar Mengajar

Penggunaan Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS), dosen dapat dengan mudah mengirimkan materi ke mahasiswa, sementara mahasiswa dapat mengakses materi dengan berbagai jenis pendekatan pembelajaran. 

Bahkan dengan menggunakan LMS materi dapat diunggah dalam beragam format, termasuk video, gambar, dan format lainnya. Selain itu, platform ini juga menyediakan opsi untuk melakukan ujian dan kuis yang dapat dijawab secara langsung oleh mahasiswa.

Perlu anda ketahui bahwa aturan SN DIKTI No. 3 2019 Pasal 19 Resources materi yang dibagikan oleh dosen dan diakses oleh mahasiswa merupakan bukti kegiatan mandiri. Sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan akreditasi perguruan tinggi.

2. LMS untuk Melacak Kemajuan Belajar Mahasiswa

Fungsi-fungsi yang ada dalam aplikasi LMS dapat membantu dosen mengumpulkan informasi tentang aktivitas mahasiswa, termasuk kehadiran, pemahaman materi, partisipasi dalam kuis, dan pengiriman tugas. Data ini memberikan dosen kesempatan untuk menganalisis efektivitas proses pembelajaran. 

Apabila ditemukan bahwa pembelajaran kurang efektif, dosen dapat dengan cepat mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh mahasiswa dan mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut.

Perlu anda ketahui bahwa aturan SN DIKTI No. 3 2019 Pasal 19 aktivitas berupa tugas, video conferences, quiz, dan ujian merupakan bukti proses perkuliahan dan penugasan.

3. Solusi untuk Pembelajaran Hibrid di Kampus

Saat ini, banyak perguruan tinggi menerapkan program kuliah jarak jauh, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang ingin belajar sambil bekerja, tetapi juga untuk memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran. Sehingga kampus dapat menerapkan pembelajaran hibrid dengan optimal.

Ini memungkinkan perkuliahan dilakukan melalui pembelajaran online menggunakan platform digital, sehingga mahasiswa dapat mengakses materi pembelajaran di mana saja dan kapan saja. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel berkat penggunaan LMS.

4. LMS Membantu Perkuliahan Menjadi Lebih Interaktif 

Keterlibatan mahasiswa berperan penting dalam sesi pembelajaran. Perkuliahan interaktif diartikan sebagai pencapaian pembelajaran lulusan yang ditekankan pada proses interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen. 

Proses pembelajaran interaktif melalui LMS menjadi salah satu standar proses penilaian pada kualitas pengajaran dan kompetensi lulusan. Sehingga hal ini berpotensi memberikan pengaruh besar pada akreditasi perguruan tinggi, yang merupakan bagian dari penilaian Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 3.0 dan memenuhi SN DIKTI permendikbud No 3 Tahun 2020.

5. Membantu Evaluasi Pembelajaran Lebih Efektif 

Ketika menggunakan LMS, dosen lebih mudah mengetahui mahasiswa yang aktif dan tidak aktif dalam perkuliahan. Salah satu fitur yang sangat membantu dosen adalah Student Engagement Scoring (SES). Fitur ini berfungsi untuk untuk memantau tingkat keterlibatan mahasiswa yang mengakses materi pembelajaran. 

Selain itu, terdapat juga sistem Proctoring (pengawas) yang dapat meningkatkan proses pengajaran. Dosen memiliki akses untuk memantau device mahasiswa, sehingga akan mengetahui kecurangan yang sedang terjadi. Melalui berbagai fitur dari LMS ini, dosen dapat mengetahui tingkat efektif dari metode pembelajaran yang digunakan. Sehingga, dosen akan lebih mudah mengevaluasi metode terbaik untuk digunakan di proses pembelajaran selanjutnya. 

Dalam peraturan SN DIKTI No. 3 2019 Pasal 19 aktivitas quiz, dan ujian merupakan bukti proses perkuliahan dan penugasan. Sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan akreditasi perguruan tinggi.

Baca juga: Platform Pembelajaran yang Memenuhi SN-DIKTI dan Dapat Meningkat Penilaian IAPT

LMS memiliki segudang manfaat yang dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa dan kampus. SEVIMA sebagai perusahaan di bidang pendidikan dan teknologi mengembangkan platform SEVIMA Edlink, LMS praktis dan interaktif serta terintegrasi dengan SIAKAD

Dengan pelatihan yang baik, integrasi yang tepat, dan desain konten yang menarik LMS dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam mendukung pembelajaran yang lebih baik. Itu tadi informasi lengkap mengenai optimalisasi LMS untuk menunjang akreditas perguruan tinggi, cek artikel lainnya seputar sistem informasi dan berita perguruan tinggi di SEVIMA.COM.

Tags:

akreditasi Akreditasi Prodi

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

×