Kompetisi Menulis

Pendidikan Vokasi di Tengah Pandemi Covid-19

Penulis: Arif Hidayat
Dosen Politeknik LPP Yogyakarta
Artikel ini Masuk dalam 15 Besar “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” 

Masa pandemi membuat seluruh sektor untuk berpikir keras bagaimana semua proses tetap bisa berjalan untuk memenuhi capaian atau target. Begitu juga dengan Politeknik LPP  yang merupakan penyelenggara pendidikan di bidang vokasi. Dengan kondisi seperti ini banyak keputusan strategis yang kami lakukan di masa pandemi ini baik dalam bidang pelayanan dan proses pembelajaran Bahkan kami menyebutnya sebuah revolusi pendidikan (Revolutionize Education). Kami mempelajari banyak platform, media dan software untuk menunjang revolusi ini. 

Menganalisis dengan sangat teliti kelebihan dan kekurangan masing-masing platform, seperti Google Classroom, Edmodo, Edlink untuk bisa kita implementasikan baik ke mahasiswa maupun dosen. Dan menyakinkan pihak manajemen untuk mau berinvestasi untuk menjalankan revolusi pendidikan ini. Setelah melalui waktu yang cukup panjang, akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan Edlink sebagai platform utama dalam proses pembelajaran. 

Permasalahan tidak selesai sampai disitu kami menggunakan kanal Youtube sebagai media sosialisasi ke mahasiswa. Setelah itu masalah terbesar berikutnya adalah bagaimana memacu kreativitas dosen untuk mau menggunakan Edlink dan membuat media pembelajaran yang menarik. Manajemen mensupport dengan membuatkan studio mini yang menelan biaya hampir 200 juta untuk digunakan dosen untuk membuat media pembelajaran yang kreatif dan menarik agar mahasiswa tidak bosan. Akan tetapi memberikan pengertian ke dosen itu ternyata jauh lebih susah dibandingkan dengan memberikan pengertian ke mahasiswa, banyak komentar negatif (susah, ribet, dll). 

Paradigma yang ada di dosen adalah mengajar online adalah mengonlinekan kebiasaan mereka mengajar dikelas dengan menjelaskan dengan metode klasikal akan tetapi dengan media online. Jadi paradigma tersebut yang terus kami upayakan agar bisa berubah dengan cara memberikan pelatihan, memberikan contoh, pemanfaat fitur yang ada di Edlink, membuatkan user guide bahkan sampai menyiapkan reward and punishment untuk dosen.

Selain itu penggunaan sistem informasi akademik yang terintegrasi sangat membantu, dimana mahasiswa tidak perlu datang ke kampus untuk melakukan pembayaran tagihan, mahasiswa bisa melakukan konsultasi KRS secara online dengan dosen pembimbing akademik. Yang sekarang masih menjadi bottle neck adalah bagaimana menyelenggarakan praktikum keahlian yang tidak mungkin dilakukan secara daring. Apalagi kami Politeknik Politeknik LPP  bergerak dibidang vokasi yang memang dituntut mahasiswa kami untuk mahir dalam bidang skill terapan yang dibutuhkan dalam dunia industri. Hal ini kami siasati dengan membuat praktikum menjadi kelompok kecil dan dilaksanakan setelah UAS.

Selain itu program magang kerja kami juga belum bisa berjalan dengan kondisi pandemi seperti ini. Hal ini kami sepakati dengan skenario mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat di daerah masing-masing dengan tema yang sudah disetujui oleh pihak kampus. Semoga kondisi ini segera membaik dan kita semua dapat mengambil pelajaran penting dari kondisi yang terjadi sekarang.

Bagikan artikel ini

Komentar