Lomba Artikel

Perjalanan Menjadi Operator PDDIKTI di Era Smart Education

Penulis: Tony Wibowo, S.Kom., MMSI
Koordinator Operator PDDIKTI: Universitas Internasional Batam

PDDIKTI atau pangkalan data Pendidikan tinggi adalah database terintegrasi yang mana menjadi salah satu sumber dan tolok ukur performa institusi Pendidikan tinggi dimata pemerintah. Database yang terpusat ini juga berhubungan dengan banyak basis data lainnya dan diproyeksikan akan menjadi database kependudukan nasional. Data penduduk dari lahir, sekolah, Pendidikan tinggi, karir, pajak, medis, dan berbagai database lainnya akan diintegrasikan menjadi database yang holistic. Basis data yang terintegrasi ini akan menggambarkan posisi kependudukan Indonesia dan memberikan informasi yang penting agar pemerintah dapat mengalokasikan dananya secara tepat sasaran demi mencapai tujuan dan indikator performa nasional. Pada saat ini salah satu inputan dari PDDIKTI adalah feeder PDDIKTI.

Proses pelaporan PDDIKTI melalui feeder PDDIKTI adalah proses yang berlangsung sepanjang tahun dan melibatkan seluruh proses utama dari penyelenggaraan Pendidikan. Hal yang dilaporkan antara lagi pembelajaran dikelas, nilai mahasiswa, penugasan dosen, aktivitas mahasiswa, prestasi, pembimbingan mahasiswa dan tugas akhir. Pelaporan semua kegiatan tersebut diinput melalui aplikasi feeder (sekarang neo feeder) yang mana adalah aplikasi middleware yang menginput kedalam PDDIKTI melalui sinkronisasi data. Penginputan data melalui feeder adalah penginputan data yang sangat penting dan sekarang ini digunakan untuk pengangkatan jafung dan pelaporan BKD melalui Sister, melaporkan kelulusan melalui PIN dan SIVIL, data yang digunakan untuk pemeringkatan, dan yang terbaru menilai performa kampus secara makro melalui PINDAI. Seluruh sistem yang mulai terjalin integrasinya tersebut di banyak institusi Pendidikan tinggi dilakukan oleh Operator PDDIKTI.

Operator, secara definisi, adalah orang menjalankan atau mengendalikan sesuatu alat, mesin, dan sebagainya. Di Industri, seorang operator adalah sebuah pekerjaan low level yang mana bisa dikerjakan semua orang dengan pelatihan yang cukup dan tidak diperlukan kemampuan manajerial seperti pengambilan keputusan maupun berpikir kritis. Operator adalah orang yang bekerjannya sangat mekanistik. Namun dari kurang lebih 4 tahun saya menjadi operator PDDIKTI, itu adalah hal yang sangat salah, Operator PDDIKTI bisa jadi lebih tahu kondisi dan performa Universitas secara data dari pihak manapun di sebuah universitas. Saya bersyukur berada di institusi Pendidikan tinggi yang mana pimpinannya baik dilevel universitas, fakultas dan prodi memiliki perhatian yang besar dalam akurasi dan proses pelaporan PDDIKTI sehingga sudah masuk masa pelaporan PDDIKTI, itu sebuah event yang bisa dikatakan melibatkan hampir seluruh elemen manajemen perguruan tinggi. Namun, saya juga sering mendengar dari pembicaraan antar operator, ada perguruan tinggi yang tidak mau ambil pusing dengan pelaporan, semua terserah operator dan apa yang diminta lapor, yang lapor saja, seperti namanya, hanya operator. Namun apakah hal itu tepat dalam menyongsong smart education yang mana sedang digaungkan oleh kementerian. Apakah pemikiran tersebut sesuai dengan kondisi merdeka belajar yang mana sangat dikontrol oleh sistem informasi?

Perguruan tinggi yang cerdas tahu bahwa pintu pengakuan performanya baik dari segi pemeringkatan, akreditasi maupun hibah berasal dari pelaporan yang akurat melalui PDDIKTI. Seringkali manajemen data yang masih menggunakan sistem yang belum terintegrasi membuat kondisi pelaporan menjadi tidak komprehensi dan tidak lengkap. Operator dipaksa untuk mempu memahami data yang simpang siur dan disalahkan Ketika pelaporannya dianggap salah dikemudian hari. Bahkan ada yang mempercayakan pelaporan PDDIKTI kepada pihak ketiga. Padahal banyak opsi dan layanan berbasis IT yang sekarang tersedia untuk melaporkan PDDIKTI dengan lebih lengkap. Salah satu hal yang wajib dimiliki adalah manajemen data yang terintegrasi. Sekali lagi saya cukup beruntung tim IT yang dimiliki oleh internal kami mampu mengembangkan sistem informasi yang cukup holistik dan sesuai dengan perubahan yang dilakukan oleh pemerintah seperti perubahan pada feeder menjadi neo feeder dan kegiatan MBKM. Untuk melaporkan kedalam feeder, saya juga menggunakan web-service yang mana adalah sebuah aplikasi middleware yang bertugas mengsinkronisasikan sistem manajemen data internal dengan feeder pddikti. Pekerjaan saya sebagai operator adalah berikutnya melakukan komparasi data dengan tujuan memastikan data yang terlapor akurat. Operator yang siap dengan smart education tidak boleh takut dengan pekerjaan analisis data, kita justru harus menguasai manajemen basis data dan bagaimana basis data bekerja dan dianalisis.

Namun sekali lagi, saya beruntung bekerja di PT dengan manajemen yang baik dan tim IT yang solid. Beberapa teman operator yang tidak seberuntung itu menganjurkan layanan sevima. Saya tadinya tahunya sevima adalah channel youtube yang bertugas mengajarkan bagaimana menginput feeder, seperti neo feeder yang awal-awal saya agak kagok untuk mengkoneksikan dengan sistem akademik di tempat kami. Saya merasa bersyukur pada saat itu ada sevima yang membantu saya menjadi operator yang lebih baik. Setelah menyelidiki lebih lanjut, rupanya sevima juga memiliki layanan yang memberikan operator PDDIKTI di seluruh Indonesia akses yang sama seperti saya. Jadi untuk para operator yang merasa kesulitan terkait pelaporan PDDIKTI dan punya keluhan seperti lembur demi PDDIKTI, butuh waktu lama, input dua kali karena sistem yang ada tidak terintegrasi dengan feeder, sevima bisa menjadi jalan solusi yang tepat untuk anda.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar