Kontak Kami

Perguruan Tinggi | Strategi & Tata Kelola

Revolusi Pendidikan Melalui Teknologi

12 Sep 2022

Penulis: Arta Elisabeth Purba, S.Ikom., M.Ikom
Dosen Kampus: Institut Bisnis Nusantara (IBN)

SEVIMA.COM – Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) mewajibkan seluruh sivitas akademika untuk beradaptasi dengan cepat melalui teknologi digital sejak diluncurkan pada awal tahun 2020 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, BA, MBA (Unand, 2020).

Beradaptasi dengan cepat merupakan satu-satunya pilihan demi kelangsungan nafas pendidikan dan ini yang saya alami sebagai dosen muda Prodi Ilmu Komunikasi Institut Bisnis Nusantara (IBN). Ketika bergabung pada November 2021 lalu, saya sudah diberikan kepercayaan mengajar di Semester Genap Tahun Ajaran 2021/2022 sejak bulan 28 Februari 2022 hingga akhir Juli 2022. Saya langsung diperkenalkan dengan dua produk SEVIMA yakni Siakad dan Edlink dalam proses pembelajaran. 

Secara ringkas dan cepat, operator kampus memberikan arahan singkat kepada saya terkait cara mengoperasikan perangkat ajar melalui teknologi SEVIMA. Meskipun awalnya kesulitan, saya wajib segera beradaptasi tanpa kompromi. Secara aktif, saya segera menanyakan sistem yang tidak saya beri tahu kepada operator kampus. Sebelum menuju ke Edlink , saya diarahkan login dari https://siak.ibn.ac.id/gate/menu. Pada menu ini, saya terhubung dengan Edlink , SIM Akademik, SIM Computer Based Test dan SIM Kepegawaian.  

Dalam tahap pertama, saya fokus untuk mengoperasikan Edlink . Pada menu Edlink, saya memilih mata kuliah yang saya ampuh, kemudian halaman berpindah ke sesi pembelajaran, lalu ke sesi pertama dan memasukkan materi perkuliahan berupa Power Point Presentation (PPT) dan memilih video conference .

Menariknya, saya bisa mengatur jadwal pembagian materi kepada siswa. Saat memulai perkuliahan, saya memilih tombol untuk memulai sesi pembelajaran dan siswa dapat bergabung melalui Zoom meeting yang sudah terhubung ke Edlink . Selama proses belajar mengajar, saya bisa melakukan absensi secara otomatis dan melihat aktivitas siswa pada menu pelaporan sehingga mengetahui apakah siswa sudah men download bahan perkuliahan, menyalakan video ataupun merespon melalui chat .

Ketika siswa mengalami kendala jaringan, menu pelaporan ini sangat membantu dalam proses rekapitulasi kehadiran. Mahasiswa juga bisa mengaksesnya dan mengingatkan saya apabila proses absensi terlewatkan. Jika perkuliahan usai, saya bisa dengan mudah melakukan laporan pembelajaran pada menu SIM Akademik dosen melalui Siak.Ibn.ac.id dan menyertakan link kuliah online . 

Pelaporan kewajiban saya mengajar sebagai dosen dalam kegiatan perkuliahan menjadi lebih rapi, akurat dan transparan. Seluruh aktivitas pembelajaran di monitoring secara saksama oleh operator kampus. Jika ada dosen yang belum membagikan materi perkuliahan atau belum memulai perkuliahan pada jadwal yang sudah ditentukan, maka dosen tersebut segera mendapat teguran dari operator kampus. Hal ini sebagai upaya menegakkan kedisiplinan bagi pendidik demi menjaga mutu pelayanan pendidikan di IBN.

Tidak hanya menerapkan kedisiplinan bagi dosen, sistem Edlink juga mampu meningkatkan kedisiplinan kepada mahasiswa khususnya dalam hal kehadiran perkuliahan dan pengumpulan tugas harian, Ujian Tengah Semester (UTS) bahkan Ujian Akhir Semester (UAS). Bagi siswa yang mengikuti kelas perkuliahan lebih dari 15 menit dari jadwal yang ditentukan tidak akan diabsen dan bagi yang telat mengumpulkan tugas, tidak akan mendapatkan penilaian karena sistem Edlink mendukung ketepatan waktu sesuai dengan yang saya coba terapkan. 

Berdasarkan pengalaman saya, Edlink belum menyediakan menu bagi dosen untuk mengirimkan feedback berupa lembar jawaban tugas, selain menu penilaian. Semoga ke depan, Edlink juga menyediakan menu tautan pengiriman dokumen pada menu tugas mahasiswa agar dosen dapat mengirimkan feedback lembar jawaban tugas mahasiswa yang sudah dikoreksi dan diberi saran dan masukan.

Pelaporan penilaian merupakan bentuk pertanggungjawaban dosen kepada mahasiswa dalam proses mendidik sesuai semboyan ciptaan Ki Hajar Dewantara yakni di depan memberi contoh, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberi dorongan (Ponge,2021). Penilaian kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran di perguruan tinggi tidak boleh berpaku pada deretan angka belaka. Siswa perlu tahu dari mana asal muasal nilai yang diperolehnya agar dapat belajar dari kekurangan demi sebuah perbaikan. menyarankan dosis yang memfasilitasi hal tersebut.

Saat melakukan rekapitulasi nilai, saya sangat terbantu dengan kolom penilaian yang secara otomatis menghitung seluruh bobot nilai, mulai dari persentase kehadiran, tugas, UTS dan UAS. Dengan demikian, saya tidak perlu menghitung nilai siswa secara manual karena sistem secara otomatis melakukan perekapan nilai secara lebih akurat, transparan dan cepat. Mahasiswa juga dapat melihat jumlah penilaiannya secara rinci pada Siakad yang tersedia dalam waktu yang relatif singkat yakni seminggu setelah UAS berlangsung. Jika ada mahasiswa yang menilai penilaian, maka dosen dapat segera menggantinya ketika terdapat kekeliruan.

Berdasarkan pengalaman ini, terbukti bahwa pemanfaatan teknologi digital khususnya melalui SEVIMA sangat efektif dalam melakukan revolusi di bidang pendidikan di perguruan tinggi baik oleh tenaga pendidik, pendidik bahkan pelajar. Pelaporan data secara sistematis melalui teknologi ini juga terbukti mampu mengumpulkan data lumbung secara tertib, cepat dan transparan sehingga mempermudah proses pengambilan keputusan yang tepat bagi lembaga pengembangan, kepentingan pelaporan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) dan bahan penelitian terkait.

Semoga SEVIMA dapat meningkatkan kolaborasi antar IBN dan seluruh jaringan perguruan tinggi yang bernaung di bawah Komunitas SEVIMA demi mewujudkan kampus sehat sesuai program MBKM. Alhasil segala proses akreditasi Program Studi (Prodi), institusi dan pengembangan karir dosen, khususnya dosen muda seperti saya dapat berkembang secara maksimal melalui pemanfaatan teknologi digital SEVIMA. Dengan demikian, perguruan tinggi mampu memberikan pelayanan maksimal berbasis digital bagi perkembangan pengetahuan mahasiswa demi kemajuan negeri dan ibu pertiwi pada masa kini dan masa depan.

Diposting Oleh:

Fadhol SEVIMA

Tags:

#Revolusi Pendidikan Institut Bisnis Nusantara mbkm

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Pulang dan Membangun Kampus: Perjalanan Memimpin Pendidikan Maritim dari Cirebon