Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
Ekuivalensi Kurikulum: yang Disetarakan Progres Studi Mahasiswa, Bukan Mata Kuliahnya
13 Oct 2026
12 Sep 2022
Penulis: Robin, S.Kom., S.Ak., MM ST
Kampus: Manajemen Bisnis Multi Sarana Manajemen Administrasi dan Rekayasa Teknologi
Revolusi digital telah berjalan dalam kurun waktu yang begitu cepat dan akan semakin berubah seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Revolusi digital ini telah memasuki setiap aspek kehidupan dan bisnis serta segala sesuatu di sekitar kita. Hal ini dianggap lebih signifikan daripada penemuan melalui tulisan atau yang dicetak pada kertas. Pada revolusi industri abad ke-18 membantu umat manusia untuk melampaui batasan kekuatan otot namun dengan revolusi digital justru melampaui batasan pikiran manusia.
Dalam dunia digital yang bergerak cepat, tidak ada waktu untuk menunda-nunda dan gangguan digital hanya terdapat pada diri manusia itu sendiri. Dalam dunia digital, orang-orang dan proses serta hal-hal lainnya saling berkaitan dan berhubungan sehingga tidak ada keraguan bahwa digital memberdayakan orang tetapi juga mengganggu kondisi organisasi yang sudah mapan termasuk institusi pendidikan tinggi.
Teknologi digital membentuk kembali sifat alami pendidikan tinggi yaitu bagaimana menjamin dan menerima sehingga masyarakat digital mendefinisikan kembali peran perguruan tinggi. Perguruan tinggi tidak dipandang hanya sebagai badan pemberi gelar namun selain memberikan pengetahuan demi pengetahuan, mempersiapkan mahasiswa dalam mendapatkan jabatan juga dipercayakan perguruan tinggi seperti organisasi bisnis multinasional yang mampu bersaing secara global dari sisi mahasiswa, pengajar dan perolehan pendanaan karena perguruan tinggi yang memanfaatkan kekuatan digital dan menerapkan transformasi digital yang akan bertahan di era digital ini.
Pembelajaran secara berani mendemokratisasi dan mengganggu pembelajaran konvensional. Pesannya pertumbuhan pembelajaran secara berani membuat kesempatan belajar lebih besar, lebih murah dan lebih banyak dapat diakses. Oleh karena itu diseluruh dunia, banyak perguruan tinggi yang selama ini menerapkan sistem pembelajaran konvensional mulai mengakui tantangan dan mengembangkan strategi khusus untuk mendigitalkan perguruan tinggi. Hal ini tentu memerlukan digitalisasi yang terencana dengan baik termasuk strategi kerangka transformasi digital dimana semua pemain kunci dan pemangku kepentingan dapat memainkan peran aktif dalam membentuk perguruan tinggi yang dapat berkembang di era digital ini.
Perpustakaan akademik diakui sebagai pengadopsi awal teknologi digital dan pencipta tren. Perpustakaan di perguruan tinggi memiliki peran utama dan idealnya dapat menjadi agen transformasi digital sehingga perpustakaan akademik di perguruan tinggi sering disebut peletak dasar transformasi digital.
Pedagogi digital didefinisikan sebagai penggunaan elemen elektronik untuk meningkatkan atau mengubah pengalaman pendidikan. Pedagogi digital menjadi sebuah hal yang menarik untuk dipraktikkan dalam proses belajar-mengajar karena menggunakan teknologi digital.
Proses mengajar dan belajar melibatkan keaktifan, proses sosial dalam belajar dan termasuk kegiatan seperti pemecahan masalah, grup proyek, membuat video atau situs untuk tugas kelas, mengembangkan visualisasi data, pemetaan data, membuat model untuk kelas teknik atau seni, mengumpulkan, mencari, dan menganalisis data, melakukan wawancara, melakukan seminar dan lain-lain. Perpustakaan akademik memainkan peran proaktif yang memungkinkan inovasi dalam proses belajar-mengajar ini.
Perpustakaan dianggap memainkan peran besar dalam transformasi pengajaran dan pembelajaran di perguruan tinggi karena dalam banyak hal, seperti menyelenggarakan digitalisasi alat penilaian, alat diagnostik, layanan cek kesamaan dan layanan pengembangan serta teknologi pendukung sistem manajemen pembelajaran.
Perpustakaan akademik yang telah bertransformasi secara digital tidak lagi layaknya sebagai perpustakaan konvensional yang hanya tempat menyimpan buku dengan rak-rak buku yang rapi namun lebih dari itu, perpustakaan akademik digital mampu memberikan dukungan desain instruksional, pengembangan tipe baru pada ruang belajar yang diperkaya secara digital untuk mendorong pembelajaran berbasis masalah, dukungan kelas audio-visual dan produksi media. Transformasi digital pada perpustakaan akademik ini tentu bertujuan untuk metode pengajaran dan pembelajaran yang inovatif sehingga perpustakaan yang telah bertransformasi secara digital sangat berperan penting dalam perguruan tinggi menuju kelas dunia.
Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi