Event | Event SEVIMA

500 Lebih Operator Kampus Hadiri BIMTEK PDDIKTI Feeder SEVIMA

SEVIMA.COM– Pelaporan kepada PDDIKTI Feeder memang menjadi salah satu hal yang paling krusial di perguruan tinggi. Perlu diketahui, untuk melakukan pelaporan ini tidak bisa dilakukan secara instan. Kampus dan tim operator harus benar-benar memahami tata cara dan proses yang dilakukan dalam melakukan pelaporan karena akan berpengaruh dengan kredibilitas perguruan tinggi. 

Meskipun di tengah pandemi yang belum berakhir, SEVIMA mengajak seluruh operator di Indonesia untuk belajar bersama mengenai PDDIKTI Feeder. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 500 lebih peserta memenuhi zoom meeting pada Kamis (19/03/2021) kemarin. Tak hanya itu saja, sebanyak 566 viewers pun juga turut menyimak BIMTEK ini. 

Dengan hadirnya PDDIKTI Feeder sudah rilis di versi 4.0, SEVIMA sebagai salah satu perusahaan IT konsultan di bidang pendidikan, berupaya untuk membantu para operator dan pihak kampus untuk berdiskusi bersama seputar PDDIKTI Feeder versi 4.0. Pada Bimbingan teknis kali ini langsung dipandu oleh tim paling berpengalaman dari SEVIMA, yaitu Apriliyani (Product Research Manager), Firin Handayani (Technical Support), dan Sasna Salsabila H. (Technical Support). 

Baca juga : [Lengkap] Cara Instalasi Feeder PDDikti Dari Awal Hingga Bisa Digunakan

Pelaporan PDDIKTI Feeder dan perguruan tinggi memang dua hal yang tak bisa dipisahkan. Dengan menggunakan PDDIKTI Feeder ini perguruan tinggi bisa melakukan pengolahan data penting, antara lain melakukan validasi nasional ijazah,  PIN dan SIVIL, data SISTER dan SIM TENDIK, persyaratan beasiswa dan KIP, proses akreditasi BAN PT/LAMP, penjaminan mutu, penelitian dan jurnal, hingga proses UJIKOM untuk prodi kesehatan. 

Itulah mengapa, proses pengelolaan data dalam melakukan pelaporan PDDIKTI harus diperhatikan dengan sangat hati-hati. Tujuannya agar seluruh data yang dilaporkan tersebut tidak salah kaprah. Dan tidak menimbulkan kefatalan yang serius. 

Alur pengumpulan data pada PDDIKTI Feeder 

Apriliyani, selaku pembicara pertama dalam BIMTEK PDDIKTI Feeder 4.0, akan berbagi ilmu tentang alur pengumpulan data saat melakukan pelaporan PDDIKTI. Ia mengungkapkan bahwa alur pengumpulan data ini ada tiga, yaitu melalui Standalone, Network-base, dan integrated

“Alur pengumpulan data saat pelaporan PDDIKTI ini dibagi menjadi tiga, yaitu Standalone, Network-base, dan integrated. Yang mana, masing-masing alur ini disesuaikan dengan kebutuhan kampus,” terangnya. 

Standard one merupakan proses pelaporan PDDIKTI yang dilakukan dengan melakukan proses pelaporan data pada perguruan tinggi yang dilakukan oleh satu orang dan sistem kampus tidak ada integrasinya. Ini bisa dilakukan dengan melakukan instal PDDIKTI Feeder pada perangkat lalu melakukan pelaporan dan sinkronisasi melalui laman tersebut. 

Sedangkan pada Network-base, merupakan proses melakukan pelaporan yang dilakukan oleh perguruan tinggi dengan sistem teamwork. Pihak perguruan tinggi hanya diperkenankan untuk melakukan install aplikasi hanya di satu perangkat saja. Setelah melakukan install aplikasi, tim pelaporan PDDIKTI bisa mengakseskannya secara online. Jika proses install dilakukan di masing-masing perangkat, bisa dipastikan data yang dimasukkan akan kacau. 

Di pengumpulan data yang terakhir adalah integrated. Integrated merupakan proses pelaporan kampus yang sudah terintegrasi dengan baik. Bisa dikatakan bahwa kampus tersebut sudah memiliki sistem akademik yang kompatibel. Jadi, jika perguruan tinggi sudah memiliki SIAKAD dan sistem yang baik, maka sebaiknya dijembatani antara siakad dan feeder melalui web service. 

Timeline pendataan pelaporan PDDIKTI Feeder di Perguruan Tinggi

Proses pendataan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu melalui Checkpoint 1 dan Checkpoint 2. Pada Checkpoint satu ini merupakan tahapan dimana dilakukan di awal perkuliahan. Maksimal dilakukan 2 bulan sejak perkuliahan dimulai. Sedangkan Checkpoint 2 dilakukan di akhir perkuliahan, yaitu maksimal dua bulan setelah perkuliahan selesai. 

Kampus wajib melakukan kegiatan ini secara berkala di setiap semester. Ini bertujuan agar sistem pendataan di sebuah perguruan tinggi bisa terdata dengan sangat baik. 

“Pada timeline pendataan ini, akan dibagi menjadi dua tahapan, yaitu pada Checkpoint 1 dan Checkpoint 2. Kegiatan ini dilakukan terus menerus setiap semester. Jika pada semester ganjil, deadline nasionalnya jatuh pada tanggal 30 April. Sedangkan pada semester genap akan berakhir pada tanggal 30 Oktober,” jelas Apriliyani saat BIMTEK online pada Kamis (18/03/2021) kemarin. 

Yang perlu dilaporkan pada pelaporan PDDIKTI feeder

Sesuai dengan timeline,  tentunya pelaporan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan. Di dalam Checkpoint 1 akan dilakukan setting terhadap periode perkuliahan, data mahasiswa baru, data matakuliah dan kurikulum, data kelas dan dosen pengajar, data peserta kelas, hingga data status semester mahasiswa. 

Sedangkan pada Checkpoint 2 akan dilakukan pelaporan tentang data nilai mahasiswa, data mahasiswa yang lulus atau dropout, data aktivitas mahasiswa, dan kelengkapan data semester mahasiswa untuk IPS dan IPK. 

Langkah konkret sebelum melakukan pelaporan PDDIKTI

Firin, selaku pembicara kedua, Ia akan menyampaikan tentang langkah konkret yang harus dilakukan oleh operator sebelum melakukan pelaporan PDDIKTI Feeder.

Firin menjelaskan, sebelum melakukan pelaporan tersebut para operator wajib untuk mengunduh aplikasi melalui http://pddikti-admin.kemendikbud.go.id/ . Pastikan Anda mengunggah aplikasi mulai dari versi 3.2 hingga versi 4.0. 

“Agar proses pelaporan bisa berjalan dengan lancar, pastikan Anda sudah mengunduh seluruh aplikasi tersebut mulai dari versi 3.2 hingga versi 4.0 melalui http://pddikti-admin.kemendikbud.go.id/. Setelah itu lakukan generate prefill untuk melakukan sinkronisasi data, “pungkasnya. 

Tak ketinggalan, Anda juga harus melakukan pengaturan feeder, seperti pengaturan periode perkuliahan dan pengaturan transkrip. Keduanya sangat penting untuk membantu Anda bisa melakukan pelaporan dengan mudah dan tepat. 

Perlu diketahui, di dalam aplikasi PDDIKTI Feeder 4.0 ini sudah disesuaikan dengan program kelas merdeka. Metode kuliahnya pun juga sudah disesuaikan, baik melalui online, offline, dan campuran. Sehingga kegiatan yang diikuti dalam kelas merdeka akan dikonversikan di dalam nilai kampus merdeka tersebut. 

Lakukan ini jika terjadi kesalahan data

Dalam BIMTEK ini, para peserta juga diberikan wawasan tentang pelatihan perbaikan data yang salah. Pada kesempatan kali ini, Sasna akan menyampaikan secara gamblang tentang proses perbaikan data lampau yang harus diperbaiki. 

Sasna mengungkapkan jika terjadi kesalahan data di masa lampau, seperti history perkuliahan (KRS,KHS, aktivitas mahasiswa) dan kesalahan data pada identitas mahasiswa,ternyata masih bisa dilakukan perbaikan.Untuk melakukan perubahan data tersebut bisa dilakukan melalui http://pddikti-admin.kemendikbud.go.id/ .

“Apabila menemukan kesalahan data atau data belum diinput, Anda tak perlu khawatir. Semua data yang salah tersebut bisa diperbaiki melalui  http://pddikti-admin.kemendikbud.go.id/ ,” ujar Sasna. 

Dalam melakukan perbaikan tersebut akan dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Pada tipe 1 merupakan proses pengajuan perbaikan data. Terutama pada saat proses penambahan data mahasiswa baru atau melakukan perubahan pada aktivitas pembelajaran mahasiswa di dalam suatu periode dan prodi. Sedangkan pada Tipe 2, perubahan tersebut hanya dilakukan pada aktivitas pembelajaran mahasiswa di periode dan prodi tersebut.  

Ketika Anda melakukan perbaikan data, biasanya akan sering terjadi kendala. Salah satunya adalah sinkronisasi gagal karena periode telah tertutup. Namun jangan khawatir, Anda masih bisa memperbaikinya dengan mengajukan pembukaan periode untuk data yang gagal kirim. 

Bagikan artikel ini

Komentar