Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama

Operator PDDikti Pantang Menyerah Sebelum Tumbang, Oleh: Ahmad Budiyono (STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang)

Cerita: Ahmad Budiyono/STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang
Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA

Perkenalkan saya operator PDDikti dari Kampus STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang Saya Ahmad Budiyono, biasanya dipanggil dengan nama Budi. Pertama kali menjadi operator pada tahun sekitar 2013 akhir, saya diberi amanah untuk melaporkan segala kegiatan data.

Pangkalan data mengunakan “Esbed/ Layar Biru” dipenghujung masa Esbed pada masa itu, menuju pelaporan dengan mengukan Feeder PD Dikti. Saya sendiri bukan orang yang lulusan teknik jaringan atau komputer, tapi saya orang jurusan Pendidikan Agama Islam yang diberikan amanah untuk memegang pelaporan dikampus. pertama kali saya menggalami kebingung yang tiada, bertanya kepada siapa jika menemukan kendala. Dan Alhamdulillah pada tahun itu juga Kopertais IV Surabaya mengakan Wokshop Pangkalan, dengan modal nekat saya berangkat menuju kegiatan. Dari sanalah cerita saya menjadi operator muncul.

Disela-sela kegiatan wokshop kami bertemu dengan hasyim, ade, makbul, Hafid, Huda dll. Kami bercerita tentang kegiatan operator itu sendiri mulai mencari data sampai pada melaporan, muncul dalam sebuah ide untuk membuat ruang diskusi disosial media atau di group WA (awal pertama ada WhatApps), tidak banyak di group tesebut. Kami usul kepada Koordinator Pangkalan data kopertais wilayah IV Surabaya untuk membuat semaca kelompok bimbingan dan Alhamdulillah mendapat respon yang baik dari beliau.

Maka terbentuklah 6 cluster di lingkungan kopertais IV Surabaya yaitu, Cluster Sasambo, Cluster Susi, Cluster Tapalkuda & Bali, Cluster Pantura, Cluster Madura, dan Cluster Matraman. Untuk Cluster Matraman diamanahkan kepada saya, saya sempat menolak untuk menjadi ketua Cluster Matraman karena bukan bidang saya tapi usulan itu ditolak oleh beliau beliau “saya mencari orang yang mau bukan orang bisa” dari Quets itulah saya jadikan motivasi untuk memegang amanah ini. Untuk sekarang sebutan Cluster itu berubaha menjadi Zona Matraman disitulah tempat kita diskusi dari problem sampai percepatan untuk melakukan Pendataan.

Mari kembali ke cerita bagaimana repotnya bukan itu sebenaranya yang saya mau ceritakan tapi bagimana kisah kasih sedih dan bahagianya menjadi operator. Kampus kami berada di jombang kota santri bertepat di Jl. Cukir Mojowarno Jombang. Pada tahun internet belum masuk dikampus kami. Ketika ada pelaporan saya harus lari kewarnet untuk mengsingkronkan data dengan membaca prefill PDDikti yang sudah diisi secara Ofline.

Sehingga mau tidak mau saya harus memasang jaringan internet masuk ke kampus, saya dengan teman saya agus menayakan apakah bisa memasang jaringan internet ke kampus kami, karena jalur internet hanya bisa masuk ke desa sebelah kami, dari pelayan Telkom bisa menarik jaringan internet di kampus dengan memasang 10 titik modem, kami melobi apa harus sepuluh boleh masang minimal delapan titik agar pihak Telkom mau menarik jaringan ke kampus.

Lama kami bermusayawatoh dengan pimpinan alhmadulillah mendapat persetujuan untuk memasang dengan tujuan agar jaringan masuk setelah jaringan masuk selama 6 bulan saya megajukan pemutusan 7 titik jadi tinggal 1 yang masih ada dengan kecepatan 30Mbs (jadi kami tidak ke warnet lagi untuk melakukan pelaporan).

Setelah diuji dengan jaringan, kami masih diuji lagi dengan repotnya meminta dan mengelola data sesuai dengan ada di PDDikti Feeder itu sendiri, tapi Alhamdulillah berkat adanya kelompok Cluster diatas jadi beban kedala untuk menata data mendapatkan solusi dengan baik, disitulah tempat kami kopdar untuk menyelesaikan data. Karena sudah panjang saya singkat pada tahun 2018 saya diperkenalkan oleh Eko Sujarwo tentang Sevima GoFeeder Community untuk membantu pelaporan Pangkalan Data di PDDikti Feeder, setelah saya rasakan bahwa Sevima GoFeeder selama dua semester sangat membantu saya dalam melakukan pelaporan  maka saya putuskan untuk menggunakan Sevima GoFeeder Cloud diakhir tahun 2019 sampai sekarang.

Selama menjadi operator sampai sekarang banyak ilmu yang saya dapat seperti: “Usaha yang sungguh-sungguh tidak akan menghianati proses dan hasil” kalau kita mau mendapatkan gaji  yang besar jangan jadi operator jadilah pengusahan, lembaga pendidikan tempat mengabdi untuk bekal menuju pada Tuhan. Kalau seperti ini saya ingat Quets mbah maimun zubair yang banyak sekali di sosial media “Nak, kamu kalau jadi guru, dosen atau jadi kiai, kamu harus tetap usaha. Memiliki usaha sampingan agar hatimu tidak selalu mengharap pemberian atau bayaran dari orang lain. Usaha dari keringatmu sendiri”. Dan dari operatorlah saya mempunyai banyak teman dan bahkan seperti keluarga sendiri.

Jangan mengeluh menjadi operator karena sejati yang memegang kunci dari lembaga adalah operator, pimpinan belum tentu tahu jumlah mahasiswa, jumlah lulusan dsb. Yang lebih tau adalah operator karena kita selalu bertemu dengan data setiap hari. Siapa tahu ketika kita berusaha dengan sungguh-sungguh menjadi operator Tuhan memberikan amanah buat kita mengelola lembaga, karena kita sudah tau bagaimana cara kita mengelola lembaga.

#pejuangPDDikti
#SharingBerhadiahSevima

Bagikan artikel ini

Komentar