Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
09 Apr 2020
SEVIMA.COM – Mewabahnya Covid-19 di tanah air ternyata membawa dampak yang cukup signifikan. Dampak tersebut juga dirasakan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Adanya imbauan untuk melakukan seluruh kegiatan belajar mengajar di rumah ternyata harus membuat perguruan tinggi tersebut membekukan kelas dan menggantinya dengan pertemuan secara online.
Beberapa kegiatan yang harusnya dilakukan dalam semester ini pun harus ditunda, dan digantikan dengan kegiatan melalui media virtual saja. Sayangnya, ada beberapa kegiatan yang tidak bisa digantikan secara virtual, seperti kegiatan Kuliah Kerja Nyata, Praktik Kerja Lapangan, hingga kegiatan wisuda. Namun, masih ada beberapa kegiatan yang dilakukan secara online dalam menghadapi perkuliahan di masa seperti sekarang. Berikut ini adalah strategi baru yang dibuat oleh perguruan tinggi.
Sebagai salah satu solusi yang diberikan dari pihak perguruan tinggi adalah mengganti tugas akhir atau skripsi dengan penulisan artikel ilmiah. Di dalam penulisan ini, hal paling utama ditujukan kepada siswa yang belum melakukan pengambilan data di lapangan. Jadi dalam penulisannya, siswa hanya menggunakan data sekunder yang sudah dianalisis secara detail terlebih dahulu.
Seperti halnya di Universitas Negeri Surabaya. Berdasarkan surat edaran Rektor nomor B/17447/UN38/HK.01.01/2020 untuk menerapkan penjarakan fisik selama mewabahnya Covid-19 ini, beberapa opsi alternatif juga diterapkan seperti melakukan pergantian skripsi menjadi artikel ilmiah bagi para mahasiswa yang mengambil skripsi pada semester genap ini.
Biasanya, pengambilan data yang digunakan untuk skripsi atau tugas akhir siswa diambil di lapangan. Namun, adanya wabah Covid-19 ini membuat para dosen dan mahasiswa harus memutar otak. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara online bagi yang memungkinkan. Tidak hanya itu, beberapa metode lain juga diterapkan oleh siswa dengan cara mengubah metode primer menjadi metode sekunder.
Dalam proses pengambilan data di Universitas Negeri Surabaya, kampus ini menerapkan untuk mengambil data secara online terutama untuk mahasiswa di rumpun ilmu sosial. Sementara proses pengambilan data yang membutuhkan eksperimen pada mahasiswa di rumpun ilmu sains, mereka hanya bisa menggunakan simulasi yang kelak bisa diimplementasikan antara siswa dan guru.
Baca juga: Kampus Diimbau Selenggarakan Ujian Akhir yang Fleksibel
Banyak perguruan tinggi yang memberikan syarat kelulusan melalui standar berbahasa inggris. Namun, di tengah wabah ini banyak juga yang memberikan opsi lain bagi para mahasiswanya yang belum lulus dengan standar ini. Karena tidak dapat menyelenggarakan tes standar bahasa inggris tersebut, membuat perguruan tinggi mengeluarkan kebijakan terbarunya, yaitu dengan membuat esai berbahasa inggris sebagai pengganti tes berbahasa inggris tersebut.
Hal ini terjadi di Universitas Airlangga, Surabaya. Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktur Pendidikan nomor 1149/UN.3/PK/2020 mengenai Pemberitahuan Alternatif Pengganti Tes ELPT bagi siswa yang belum mencapai target nilai English Proficiency yang akan diwisuda pada bulan Juni 2020. Siswa akan diberikan tes pengganti dengan membuat esai berbahasa Inggris sebanyak 700-1000 kata. Yang kemudian esai tersebut akan dinilai kelayakannya oleh pihak Pusat Bahasa.
Beberapa hari yang lalu, banyak beredar berita di media sosial jika penyelenggaraan sidang skripsi dilakukan melalui video konferensi. Mahasiswa yang melakukan sidang tersebut diwajibkan untuk melakukan proses sidang bersama para dosen melalui video konferensi di rumah masing-masing.
Seperti yang sudah, beberapa perguruan tinggi ternyata juga ada yang menyelenggarakan siding skripsi melalui video konferensi. Hal ini dilakukan di beberapa perguruan tinggi di Jawa Timur, seperti Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya.
Baca juga: Kuliah Daring Hingga PBB, Ini 5 Kebijakan Pendidikan Masa Darurat Corona
Tidak hanya proses pembelajaran saja yang dilakukan dalam media online. Karena imbauan untuk memperluas proses belajar mengajar di dalam online tersebut, membuat para dosen dan mahasiswa harus melakukan kegiatan perkuliahan melalui sistem online. Sehingga proses UTS dan UAS yang dilakukan dalam jarak dekat ini pun harus dilakukan melalui online juga.
Nah, kegiatan ujian melalui media virtual ini ternyata sudah dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya seperti Universitas Airlangga. Seluruh kegiatan ujian pun dilakukan melalui media online untuk menghindari wabah Covid-19 ini.
Beberapa strategi itu sudah dijalankan oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Dan ternyata dinilai cukup efektif untuk mengganti kegiatan yang sebelumnya sudah terencanakan dengan baik. Bagaimana apakah bisa jadi referensi kebijakan di kampus Anda? Yuk, permudah pengelolaan akademik dan perkuliahan kampus dengan siAkadCloud.com
Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi