Dunia Akademik | Dunia Kampus | Seputar Pendidikan

Mengenal Lebih Dekat Hybrid Knowledge Hybrid Skill di Perguruan Tinggi

SEVIMA.COM – Akhir-akhir ini, istilah Hybrid knowledge dan hybrid skill menjadi perbincangan yang hangat di lingkup perguruan tinggi. Berawal dari pidato Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang menyatakan bahwa Hybrid Knowledge dan Hybrid Skill tersebut harus dikuasai mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia. 

Menurut Jokowi, Hybrid Knowledge dan Hybrid Skill  sangat dibutuhkan oleh para pelajar, terutama di era digital ini. Sumber daya manusia yang kompeten diperlukan, untuk membentuk lulusan unggul sesuai dengan kebutuhan dunia industri. 

Sebelum melangkah lebih dalam tentang Hybrid Knowledge dan Hybrid Skill, sekarang kita bahas terlebih dahulu mengenai istilah Hybrid Knowledge dan Hybrid Skill  itu sendiri. 

Baca juga: Contoh Model Hybrid Learning di Perguruan Tinggi 

Apa sih sebenarnya Hybrid Knowledge dan Hybrid Skill itu?

Hybrid Skill merupakan sebuah perpaduan antara kompetensi teknis dan kompetensi sosial. Di masa digital ini, kebutuhan teknik sangat dibutuhkan karena kehidupan di era ini harus disertai dengan kemajuan teknologi. Mulai dari penggunaan aplikasi, pengolahan data hingga cara berkomunikasi. Bahkan, dunia marketing pun sekarang sudah mulai bertransformasi menjadi digital. 

Namun di sisi lain, hybrid skill juga masih membutuhkan kompetensi sosial yang memadai. Misalnya saja mulai dari kompetensi sosial dari keterampilan bahasa hingga proses sosialisasi.

Sementara itu, pada hybrid knowledge, mahasiswa diajarkan untuk bisa belajar banyak hal. Disamping ilmu perkuliahan, mahasiswa harus mengasah kemampuan mereka di bidang lainnya. Mulai dari soft skill hingga hard skill yang bisa mereka kuasai. 

Baca juga: Apa Perbedaan Blended learning dan Hybrid Learning?

Bagaimana proses pengenalan hybrid skill di sebuah perguruan tinggi? 

Mengingat kedua hal ini sangat penting bagi mahasiswa di perguruan tinggi, pihak perguruan tinggi bisa mewadahinya melalui program yang tengah dijalankan pemerintah, yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka. 

Melalui program ini, kemampuan mahasiswa digodok dengan sangat baik. Talenta yang dimiliki mahasiswa akan digali dan diberi fasilitas. Dengan begitu kemampuan mereka baik secara hard skill maupun soft skill bisa dikembangkan dengan maksimal. 

Dan sebagai hasilnya, mahasiswa akan merasakannya saat memasuki dunia kerja dan dunia industri. Sehingga apapun profesi yang mereka miliki, hal ini akan membentuk kemampuan mereka yang handal di segala bidang. 

Sebagai contohnya, seorang lulusan sarjana teknik informatika tak hanya pandai dalam menguasai seluruh mekanisme IT saja. Namun mereka juga bisa memiliki kemampuan dalam memimpin, berkomunikasi, bernegosiasi, hingga mampu membaca data dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Jika setiap lulusan memiliki bekal hybrid knowledge dan hybrid skill dengan baik, maka inilah saatnya dunia pendidikan bisa melahirkan bibit baru yang unggul. Terutama dalam memasuki fase dunia kerja dan industri. 

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar