Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
09 Feb 2021
SEVIMA.COM – Mulai awal adanya kasus COVID-19 di Indonesia, pemerintah telah menaruh fokus yang sangat besar pada sektor pendidikan. Lembaga pendidikan seperti sekolah dan kampus dianggap dapat menjadi sarana penyebaran virus COVID-19, terutama bagi generasi muda atau pelajar yang berpeluang besar menjadi ‘pembawa’ virus.
Penerapan metode pendidikan online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah langkah pertama yang diambil pemerintah guna mencegah penularan virus COVID-19 di lanskap pendidikan. Sekolah dan kampus ditutup; pelajar dan tenaga pendidik dituntut untuk dapat beradaptasi dengan cara belajar yang jauh berbeda.
Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, situasi pandemi dalam negeri belum juga mereda. Akibatnya, pembelajaran jarak jauh pun masih harus dilaksanakan. Namun, ada satu inovasi atau strategi yang berupaya diterapkan pemerintah pada tahun ajaran baru ini, yaitu darurat pandemi.
Baca juga: Apa Itu OBE, Penerapan dan Penilaiannya?
Kurikulum darurat pandemi adalah upaya penyederhanaan kurikulum nasional yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 4 Agustus 2020 yang lalu. Kurikulum ini disusun untuk menghadapi situasi pandemi COVID-19 di Indonesia dan rencana akan berlaku sepanjang tahun ajaran 2020-2021.
Secara garis besar, dalam kurikulum ini terdapat pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran. Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan bahwa tujuan dari perampingan ini adalah untuk memfokuskan pembelajaran pada subjek yang esensial dengan lebih mendalam.
Meski begitu, kebijakan darurat pandemi ini tidak bersifat wajib. Artinya, lembaga pendidikan memiliki doktrin untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa. Jadi, seluruh jenjang pendidikan pada kondisi khusus memiliki tiga opsi yang dapat diterapkan, yaitu:
– Tetap mengacu pada kurikulum nasional;
– Menggunakan kebijakan darurat; atau
– Melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.
Apa manfaat dari inovasi metode pendidikan tersebut?
Dalam kebijakan darurat pandemi kondisi khusus ini, pemerintah berupaya memberikan solusi dan penyesuaian yang lebih baik lagi untuk mendukung kualitas pendidikan selama pandemi.
Baca juga: LMS yang Cocok untuk Blended Learning di Perguruan Tinggi
Sampai saat ini, belum ada kebijakan mengenai acara darurat pandemi bagi jenjang perguruan tinggi. Meski begitu, perguruan tinggi di seluruh zona wajib melaksanakan pembelajaran secara berani untuk mata kuliah teori. Sedangkan materi kuliah praktik, dapat diupayakan secara berani atau dipindahkan ke bagian akhir semester.
Melihat hal tersebut, setiap aktivitas pembelajaran yang berlangsung di kawasan kampus wajib memenuhi protokol kesehatan dan keamanan COVID-19. Berdasarkan kebijakan direktur jenderal pendidikan, terdapat beberapa kegiatan yang tidak dapat digantikan dengan pembelajaran yang berani, di antaranya:
– Penelitian di laboratorium untuk skripsi, tesis, dan disertasi
– Tugas laboratorium, praktikum, studio, bengkel, dan kegiatan akademik/vokasi
Jadi untuk metode pembelajaran di perguruan tinggi bisa menerapkan dua metode pembelajaran, yaitu bold dan tatap muka, atau yang sering disebut Blended Learning, Pembelajaran bold dikhususkan untuk mata kuliah teori, sementara pembelajaran praktik dilakukan dengan sistem tatap muka melalui pembagian jumlah/rasio/shifting terjadwal.
Penerapan standar protokol yang ketat juga diberlakukan secara konsisten guna menjaga keamanan selama praktik pembelajaran yang berlangsung di area kampus. Untuk penerapan perkuliahan secara dare atau blended pembelajaran perguruan tinggi bisa menggunakan Learning Management System (LMS) SEVIMA EdLink .
Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi