Berita | Liputan Media

Rajin ke Perpustakaan: Tips Sukses Taufiq Tembus SBMPTN di ITS

Pandemi COVID-19 masih berlangsung. Walaupun demikian, terobosan dan inovasi di bidang pendidikan tak boleh terhenti. Inilah yang terus dilakukan kampus-kampus mitra Sevima di seluruh Indonesia.

Sevima merangkum kisah-kisah pencapaian minggu ini, pada Senin (04/01) hingga Minggu (10/01) dalam “Flash News” yang secara rutin akan kami bagikan kepada rekan-rekan media.

Setiap siswa lulusan SMA pasti merasakan euforia dari proses seleksi pendaftaran SBMPTN. Tak terkecuali Taufiqurrahman Hafiid Datau, mahasiswa Fisika semester 3 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS Surabaya) ini juga mengalami hal serupa.

Pemuda yang akrab disapa Taufiq itu pernah mengalami kegagalan dalam proses Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2019. Ini membuatnya banyak belajar dari pengalaman tersebut. Ia sadar, keberhasilan memang tidak bisa diraih secara instan. Taufiq berlapang dada dengan hasil yang sudah didapat.

Ia mengaku tidak terlalu kecewa dengan kegagalannya saat SNMPTN. Justru Ia merasa harus bangkit agar bisa lolos untuk tes selanjutnya.

“Meskipun saya gagal, saya tidak merasa sedih atau kecewa. Ini dikarenakan saya sudah bisa memprediksi jika saya tidak lolos memang karena belum waktunya lolos,” ungkap mahasiswa asal Nganjuk ini.

Taufiq mengungkapkan, sayangnya banyak dari siswa di luar sana yang berharap penuh dapat diterima melalui SNMPTN. Sehingga, ketika mereka tidak lolos, mereka tidak siap sama sekali untuk mengikuti tes SBMPTN.

“Kejadian ini bisa dijadikan sebagai pembelajaran bagi kita. Berharap dan optimis boleh, namun juga harus bersiap lapang dada jika tidak sesuai ekspektasi,” ujar Taufiq.

Bangkit dari kegagalan, belajar dari kesalahan

Setelah hasil SNMPTN keluar, Ia langsung saja mengatur strategi agar bisa lolos SBMPTN. Tak tanggung-tanggung, selama menuju waktu pelaksanaan SBMPTN Taufiq sangat rajin menyambangi perpus sekolahnya untuk belajar.

“Saya tidak mengikuti bimbingan belajar persiapan SBMPTN seperti teman-teman lain. Malangnya, waktu itu laptop saya juga lagi rusak. Makanya, selama belajar saya menghabiskan waktu saya di perpus sekolah. Sekalian memanfaatkan komputer sekolah untuk belajar,” tuturnya saat diinterview tim SEVIMA (07/01/2021).

Hari demi hari Ia lalui dengan penuh optimis. Beberapa materi selalu Ia ulangi setiap harinya, agar bisa lulus SBMPTN. Tak tanggung-tanggung, Ia mengerjakan 50 soal perhari dalam persiapan ini.

“50 soal sudah menjadi makanan saya sehari-hari. 50 soal tersebut terdiri dari soal Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan soal kemampuan bahasa,” imbuhnya.

Karena terlalu memforsir tenaga dan pikiran untuk belajar, akhirnya Taufiq tumbang. Ia sakit dan harus istirahat satu bulan sebelum SBMPTN.

“Waktu itu saya tidak memperkirakan jam istirahat, makanya saya sakit sebulan sebelum tes SBMPTN. Syukurlah, saya akhirnya sembuh dan baik-baik saja saat mengikuti tes tersebut. Ini bisa dijadikan pelajaran buat teman-teman agar memperhatikan kesehatan juga meskipun harus belajar terus,” kata Taufiq.

Tak disangka, meskipun harus mengalami pasang surut saat menuju SBMPTN akhirnya membuahkan hasil. Ketekunannya dalam belajar mengantarkannya lolos SBMPTN 2019 jurusan Fisika ITS Surabaya.

Jurus tepat memilih jurusan ala Taufiq

Saat itu, Taufiq mengungkapkan bahwa dirinya sempat ragu tidak diterima lagi. Namun Ia mencoba untuk realistis dan optimis agar tetap tenang.

“Saya benar-benar merasa cemas dan was-was, takut kalau gak lolos lagi. Tapi ya sudah, saya berserah saja yang penting saya belajar dan berdoa,” tutur Taufiq.

Menurut Taufiq, ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika ingin lulus SBMPTN, yaitu bekerja keras, realistis pada pilihan, dan sesuaikan dengan kemampuan. Bekerja keras dimaksudkan agar calon mahasiswa belajar tekun sepenuh hati sebelum mengikuti SBMPTN. Sementara itu, mereka juga harus realistis dengan jurusan yang ingin diambil. Jangan sampai tidak mawas diri dengan kemampuan yang dimiliki.

Saat memilih jurusan, memang Taufiq sudah menginginkan masuk jurusan Fisika. Kecintaannya terhadap matematika dan fisika membuatnya terpikat dengan jurusan di bidang sains tersebut.

“Saya memang sudah lama suka sama matematika dan fisika. Jadi ya akhirnya saya ambil jurusan ini,” ungkap Taufiq.

Dulunya, Taufiq sangat berambisi agar bisa masuk Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, saat itu Ia mawas diri bahwa kemampuan nilainya tidak cukup untuk masuk di kampus tersebut. Akhirnya Ia memutuskan untuk memilih jurusan Fisika ITS.

“Dari dulu saya ambisi banget masuk ITS. Tapi setelah nilai SBMPTN keluar, saya tanya ke teman-teman yang mau ambil ITB. Kok nilai mereka lebih tinggi dari saya. Makanya saya putuskan untuk ambil jurusan Fisika ITS saja,” terang Taufiq.

Pesan Taufiq untuk pejuang SBMPTN

Untuk itu, Taufiq berpesan kepada teman-teman pejuang SBMPTN agar tetap pintar-pintar memilih jurusan. Selain itu, kamu juga wajib latihan soal dan ikut try out. Jika kamu gak bisa menyelesaikan soal tersebut, jangan diam saja. Kamu wajib untuk sharing dan open discussion dengan temanmu. Oh iya, yang terpenting jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan selama persiapan SBMPTN.

“Disamping belajar, calon pejuang SBMPTN juga harus pintar-pintar dalam memilih jurusan. Pilih jurusan sesuai dengan kemampuan dan kemauan. Tidak hanya itu, meskipun sedang berjuang untuk persiapan SBMPTN, tapi jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan,” tutupnya.

Nah, itu tadi guys cerita inspiratif dari Taufiq saat mengikuti persiapan SBMPTN. Buat kamu yang gagal SBMPTN jangan berkecil hati ya. Cerita Taufiq tadi bisa kamu jadikan acuan agar bisa maju dan lolos dalam SBMPTN yang akan kamu tempuh.

Bagikan artikel ini

Komentar