34 Hari Lagi - Sebelum Event Webinar: Strategi Sukses DIgitalisasi Pendidikan Tinggi di Kalimantan Dimulai.

Selengkapnya
Kontak Kami

Dunia Kampus • 25 Dec 2023

RPL Bukan Cara Mudah Peroleh Gelar, Ini Manfaat RPL untuk Perguruan Tinggi

Liza SEVIMA

SEVIMA.COM – Hadirnya program Rekognisi Pembelajaran Lampau telah membawa angin segar di perguruan tinggi sebagai strategi intake mahasiswa baru. Namun, pada proses implementasinya ternyata masih banyak miskonsepsi terkait RPL hingga anggapan bahwa program ini cara cepat mendapatkan pendidikan sarjana. 

Padahal Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dapat menjadi salah satu strategi intake mahasiswa baru. Melalui Webinar berjudul “Sukseskan Pelaporan dan Pendataan Rekognisi Pembelajaran Lampau di SIERRA & PDDikti” yang diisi oleh Wahyudi Wahyudi Agustiono, Ph.D. Product Researcher SEVIMA. 

Menurut Wahyudi Agustiono, Ph.D., Pakar & Praktisi Akreditasi sekaligus Product Researcher SEVIMA dalam Webinar Nasional: Sukses Pelaporan dan Pendataan Rekognisi Pembelajaran Lampau di SIERRA & PDDIKTI pada Selasa (12/12). Beliau menjelaskan kini banyak perguruan tinggi banyak yang mempromosikan program RPL sebagai jalur pendidikan yang paling mudah untuk mahasiswa. 

“Kampus kini mempromosikan bahwa program RPL ini merupakan cara cepat mendapat ijazah, cara mudah memperoleh gelar, hingga menjadi salah satu solusi pemindahan mahasiswa bermasalahan (drop out). Padahal sebenarnya tidak,” jelas Wahyudi. 

Hadirnya miskonsepsi ini ternyata mempengaruhi kesuksesan pelaporan RPL karena dinyatakan tidak sesuai dengan peraturan RPL. Tentu kesalahan ini berdampak pada tidak diakuinya konversi dan ijazah yang tidak diakui PDDIKTI. 

Hindari Resiko RPL Tidak Sesuai Standar Mutu

Wahyudi menganggap bahwa program RPL adalah program baik yang masih tersembunyi dan belum banyak terekspos. Namun, pada promosinya perguruan tinggi masih salah dalam mengadopsi pengertian RPL. Iklan-iklan yang digunakan  beberapa perguruan tinggi masih membentuk persepsi bahwa program ini adalah jalur mudah mendapatkan sarjana, masih menggunakan click bait dengan menyatakan konversi pengalaman kerja dapat di rekognisi sebagai SKS hingga 80% dan menjanjikan masa studi yang lebih cepat.  

“Padahal, sesuai dengan rules-nya, proses rekognisi SKS ini disarankan 60-70%, selain itu saat ini perguruan tinggi banyak yang menjanjikan bahwa program ini memiliki studi yang lebih cepat. Inilah yang menimbulkan stigma terhadap calon mahasiswa jalur reguler, yang berpikir untuk apa mengikuti jalur reguler? lebih baik ikut RPL dan menunggu kerja selama beberapa tahun,” jelas beliau. 

Perguruan tinggi perlu melakukan analisis resiko agar RPL dilaksanakan sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi. Analisis dampak ini sangat penting karena  RPL yang tidak dilaksanakan sesuai standar akan berdampak pada:

  • Program RPL yang menjadi ajang jual beli ijazah
  • Pelanggaran administratif hingga berdampak pada ditutupnya program studi
  • Terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
  • Pengaruh terhadap pencabutan akreditasi

Manfaat RPL di Perguruan Tinggi

Resiko gagal implementasi RPL dapat dihindari jika perguruan tinggi dapat melaksanakan sesuai dengan anjuran dan aturan dari Kemendikbud. Tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, ada berbagai manfaat RPL yang dapat dirasakan perguruan tinggi jika melaksanakan sesuai dengan anjuran.

1. Peluang Meningkatkan Intake Mahasiswa Baru

Program RPL membuka kesempatan untuk calon pendaftar yang telah memiliki pendidikan formal, informal, hingga pengalaman kerja untuk dapat melakukan penyetaraan.

“Dengan RPL ini akan menjaring mahasiswa baru yang berdampak pada peningkatan pendapatan perguruan tinggi,” jelas Wahyudi. 

2. Menunjang Akreditasi, Membantu Pencapaian IKU, hingga Data Hibah,

Pengajuan RPL yang dijalankan sesuai regulasi dapat memberikan kontribusi di dunia pendidikan ternyata memberikan manfaat bagi kampus mulai dari menunjang akreditasi, membantu capaian IKU, hingga mendapatkan dana hibah. Calon mahasiswa pendaftar ini biasanya 

“Kalau misalnya calon mahasiswa adalah praktisi industri atau memiliki perusahaan maka hal ini secara langsung dapat meningkatkan peluang pencapaian IKU dan digandeng menjadi mitra perguruan tinggi,” jelas Product Researcher SEVIMA ini. 

3. Meningkatkan Branding Perguruan Tinggi

Jalur RPL ini biasanya diisi oleh calon mahasiswa yang telah memiliki kompetensi dan pengalaman kerja yang sesuai. Melalui jalur ini, akan mendapat exposure lebih, sehingga dapat meningkatkan branding perguruan tinggi karena terdapat para influencer yang terkenal.

“Para praktisi yang telah ahli seperti musisi hingga pejabat dapat ikut mendaftar pada program RPL ini. Sangat jelas bahwa mereka yang mendaftar ini akan menarik minat calon mahasiswa baru,” tambahnya.

Skema Implementasi RPL 

Proses skema RPL ini dimulai ketika perguruan tinggi telah menyiapkan rencana pembelajaran mahasiswa yang telah disetujui oleh SIERRA. Wahyudi menjelaskan ada beberapa tahapan implementasi RPL hingga sampai pada tahap pembelajaran.

  1. Mahasiswa mengisi formulir aplikasi
  2. Calon mahasiswa mengisi formulir sesuai dengan instruksi
  3. Perguruan tinggi melakukan verifikasi dan validasi formulir
  4. Perguruan tinggi memberitahukan pelaksanaan wawancara dan asesmen
  5. Perguruan tinggi menetapkan jumlah SKS yang dapat diakui dan akan ditempuh oleh calon mahasiswa
  6. Proses belajar dimulai

Perlu diketahui pada proses pelaksanaan proses asesmen ini sebenarnya terlihat mudah namun cukup kompleks. Diperlukan ketelitian agar tidak melakukan kesalahan, risiko kesalahan harus melalui proses cukup rumit karena harus melalui laporan ke PDDikti. 

“Maka untuk mempermudah asesor, perguruan tinggi disarankan memiliki sistem yang telah support RPL, sehingga ketika kita memiliki sistem untuk RPL ini disarankan untuk terhubung dengan SIERRA,” ujar beliau menjelaskan peran SIAKAD yang krusial dalam keberhasilan proses RPL ini. 

SIAKAD dari SEVIMA Platform kini telah terintegrasi dengan SIERRA yang dapat mempermudah perguruan tinggi dalam melaksanakan RPL. Sehingga apabila perguruan tinggi akan melaksanakan RPL, jangan lupa untuk memastikan SIAKAD telah support RPL untuk menjembatani tiga stakeholder yakni admin pengelola RPL, calon mahasiswa RPL tipe A dan B, hingga asesor. 

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat SEVIMA CRM, untuk Akselerasi Admisi Perguruan Tinggi

Jadi dalam proses pelaporan dan pendataan RPL, perguruan tinggi diharapkan dapat memperhatikan lebih detail terkait proses pengajuan, iklan promosi hingga implementasinya. 

Itu tadi penjelasan lengkap terkait cara sukseskan pelaporan dan pendataan RPL ke SIERRA dan PDDikti agar sukses. Bagi bapak Ibu yang tertarik dengan SIAKAD SEVIMA yang telah support RPL, dapat langsung koordinasi dengan Tim SEVIMA di sini untuk informasi lebih lanjut.

Tags:

-

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

Artikel Sebelumnya Apa Itu EMIS? Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Manfaatnya Bagi Perguruan Tinggi Artikel Selanjutnya Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL): Persyaratan dan Tahapan Seleksi Bagi Calon Mahasiswa
×