Berita | Event SEVIMA | Tips & Trik

Tips Cerdas Menulis Agar Lolos ke Penerbit dari Praktisi Penulis

SEVIMA.COM- Dunia pendidikan memang sangat erat hubungannya dengan kemampuan menulis. Menulis bisa dikatakan sebagai senjata utama untuk melakukan transfer ilmu dari pengajar kepada peserta didik. Untuk itu, para pelaku dunia pendidikan dianjurkan untuk terus meningkatkan kemampuan menulisnya.

Dosen dan menulis adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Dengan menulis dosen dan para pendidik bisa menyampaikan materi kepada para peserta didik secara detail. Terlebih sekarang ini minat mahasiswa terhadap buku sangat besar sekali. Jadi, peluang menulis buku sangat besar di kalangan dunia pendidikan.

Namun, untuk melakukan kegiatan menulis pasti membutuhkan suatu ide dan gagasan yang harus terus digali. Dengan demikian, para penulis harus terus mencari ide dan gagasan yang ada. Untuk menjawab dari kesulitan tersebut, SEVIMA bersama Komunitas Eks-Karesidenan Banyumas mengadakan Kopdar Virtual bertajuk Kunci Sukses Menulis di Era Milenial pada 09 Februari 2021.

Acara ini akan disampaikan langsung oleh pemateri berpengalaman, yaitu DR. N. Faqih Syarif H, M.Si, dosen dan penulis buku best motivation “90 hari menulis buku” dan Pika Ceria Dewi,S.E., konsultan penerbit Deepublish.

Dalam Kopdar virtual ini membahas detail mengenai cara yang tepat untuk menulis, tips membuat buku dalam 90 hari menulis, dan cara jitu agar tulisan bisa tembus ke industri penerbitan.

Baca juga: 5 Langkah Mudah Menulis Buku Ajar Buat Dosen Muda

Menulis dan kebiasaan

Menulis bisa dikatakan sebagai suatu kebiasan yang bisa dilakukan. Dengan terbiasa menulis, para penulis akan terus bisa mengembangkan ide dan gagasan yang dimiliki. Disampaikan oleh DR. N. Faqih Syarif H, M.Si, bahwa menulis bisa berjalan dengan sangat baik jika penulis bisa mengembangkan ide yang sudah mereka miliki.

“Kebiasaan menuliskan ide dan gagasan dalam tulisan sangat membantu para penulis untuk membuat karya mereka. Untuk itu, para penulis bisa membuat skema dan alur terhadap ide yang sudah mereka miliki tersebut,” ujarnya.

Dalam menulis, penulis wajib untuk menuangkan ide-ide tersebut secara runtut. Dengan demikian, seluruh ide tersebut bisa dituangkan menjadi satu rangkaian daftar isi yang sangat berguna bagi para penulis untuk menulis buku.

Untuk mendapatkan ide tersebut, para penulis bisa melakukan aktivitas 5M ( Membaca, Mendengar, Menghayal, mengalami, dan mengamati). Dengan 5 M tersebut para penulis akan lebih mudah menuangkan ide-ide yang mereka miliki.

“Untuk mudah dan cepat dalam menulis, para penulis bisa menerapkan 5M (Membaca, Mendengar, Menghayal, Mengalami, dan Mengamati). Ujar Faqih

“Membaca sangat penting untuk dilakukan dalam kegiatan menulis. Membaca bisa membantu menambah kosakata dalam diri penulis. Sementara itu mendengar juga sangat penting diterapkan, terlebih jika penulis melakukan diskusi dengan tokoh atau ilmuwan. Begitu juga dengan mengkhayal peristiwa yang akan terjadi, mengalami peristiwa yang dilalui, dan mengamati fenomena sosial dan sekitar. Ketiganya sangat dibutuhkan untuk melakukan kegiatan menulis,” tambahnya.

Sementara itu, untuk mewujudkan menulis buku selama 90 hari para penulis bisa menerapkan teori MSS (menulis selembar dalam sehari). Jadi penulis bisa memanajemen waktu dengan menulis dua halaman (satu lembar) dalam satu hari.

“Penulis bisa menerapkan teori MSS untuk menulis buku. JIka menulis dua halam sehari dalam media apapun, maka dalam kurun waktu 90 hari penulis bisa menampilkan tulisan sebanyak 180 halaman. Inilah yang bisa dilakukan para penulis untuk mulai membuat tulisan-tulisan tersebut dalam bentuk buku,” ungkap Faqih.

Baca juga: Jangan Bingung! Inil 5 Tips Mudah Menulis Karya Ilmiah dengan Benar

Strategi jitu tulisan lolos ke penerbit

Menulis bagi para dosen dan pengajar adalah suatu kewajiban. Dengan menulis para pengajar bisa membangun networking yang luas dan tentunya sangat membantu para pendidik untuk menyebarkan ilmu pengetahuan kepada orang lain.

Pika Ceria Dewi, S.E. mengungkapkan, agar lolos di meja penerbit, para penulis harus benar-benar memperhatikan tulisannya dengan baik. Penulis bisa menggunakan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Maka para penulis akan dengan mudah menyiapkan materi yang sudah disampaikan.

“Metode ATM sangat diperlukan oleh para penulis. Para penulis bisa mengamati sumber-sumber materi yang akan dimasukkan dalam tulisannya. Setelah itu, penulis bisa menulis kembali ide-ide dan materi yang sudah dibaca tersebut. Yang terpenting, penulis harus melakukan modifikasi terhadap ide dan materi tersebut,” tambah Pika.

Hal terpenting yang dilakukan penulisan adalah tidak menyinggung unsur sara dan tidak melakukan plagiasi dari karya orang lain. Untuk halaman sendiri, para penulis bisa menulis dengan minimal 50 halaman.

“Jika ingin lolos di percetakan, para penulis diharapkan tidak menyinggung unsur sara. Selain itu, para penulis harus menyiapkan hasil tulisannya dengan minimal 50 halaman,” tutupnya.

Bagikan artikel ini

Komentar