Flash News

Universitas Muhammadiyah Bulukumba Ingin Integrasi Sistem Akademik

SEVIMA.COM – Era digital menunut perguruan tinggi untuk mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi. Mulai dari pembelajaran online hingga penerapan sistem akademik secara digital diperlukan agar tak tertinggal.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba Drs.Jumase Basra, M.Si mengatakan era distrupsi dan revolusi industri 4.0 ini menjadi tantangan tersendiri, tak terkecuuali bagi perguruan tinggi.

“Perkembangan teknologi yang semakin cepat akan jadi tantangan bagi kita semua, termasuk bagi perguruan tinggi terkait persoalan sistem akademik yang terintegrasi,” kata Jumase saat membuka kegiatan Guest Lecture yang diadakan secara daring, Kamis (3/11/2022).

Jumase menuturkan setidaknya ada empat persoalan yang akan dihadapi ketika sistem akademik tidak saling terintegrasi, yang justru akan menghambat pengelolaan perguruan tinggi.

Pertama yakni kemungkinan adanya duplikasi data ketika input data dilakukan secara manual. Kedua sharing data antara aplikasi yang satu dengan yang lain. Ketiga alur administrasi akan menjadi rumit. Serta sulitnya pengolahan data.

“Kami ingin mendapatkan solusi dari permasalahan ini, sehingga kedepan Universitas Muhammadiyah Bulukumba jadi salah satu perguruan tinggi yang aman datanya,” ucapnya.

Business Development SEVIMA, Dicky Pradana Adi Putra membenarkan bahwa dalam pengelolaan perguruan tinggi perlu didukung oleh sistem digital. Terlebih di era revolusi industri 4.0 saat ini digitalisasi kampus tak bisa ditawar lagi.

“Selama ini berdiskusi dengan banyak kampus di Jawa, luar pulau Jawa, kampus swasta, kampus negeri, hingga kampus keagaman kesimpulannya ekspektasinya sama yakni bisa terakreditasi A atau unggul. Karena mau tidak mau akreditasi ini jadi sebuah branding yang sangat penting,” kata Dicky yang menjadi dosen tamu.

SEVIMA pun hadir menjadi solusi bagi perguruan tinggi yang ingin melakukan digitalisasi kampus. SEVIMA siAkadCloud menjadi produk unggalan yang bisa dimanfaatkan oleh perguruan tinggi bertransformasi digital.

“Sejak 2017 tercipnya SEVIMA siAkadCloud yang sudah menghandle 700 perguruan tinggi dan 2,5 juta dosen mahasiswa yang merasakan manfaatnya,” ucapnya.

Dengan SEVIMA siAkadCloud juga memudahkan para operator perguruan tinggi untuk melakukan pelaporan data ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Tidak hanya melaporan data hingga 100 persen, tetapi juga data yang valid.

“Solusi dari SEVIMA, kami punya blueprint pengembangan sistem akademik. Karena data pokok perguruan tinggi ada di sistem akademik, data-data yang sudah dikolekting bisa digunakan untuk keperluan lainnya, integrasi dengan neofeeder hingga pembayran,” tandasnya.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud


Komentar