Berita | Liputan Media

Universitas Muhammadiyah Surabaya Jadi Kampus “Termaju” se-Jawa Timur 2020

Pandemi COVID-19 masih berlangsung. Walaupun demikian, terobosan dan inovasi di bidang pendidikan tak boleh terhenti. Inilah yang terus dilakukan kampus-kampus mitra Sevima di seluruh Indonesia.

Sevima merangkum kisah-kisah pencapaian minggu ini, pada Senin (01/02) hingga Jum’at (05/01) dalam “Flash News” yang secara rutin akan kami bagikan kepada rekan-rekan media.

Bagi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) terbaik di Indonesia, kemajuan di bidang pembangunan merupakan penanda penting.

Oleh karena itu di Universitas Muhammadiyah Surabaya, pembangunan terus digenjot. Mulai dari pembangunan sistem IT hingga gedung-gedung kampus. Pencapaian ini membuat LLDIKTI VII menganugerahkan penghargaan Perguruan Tinggi dengan Akselerasi Pemenuhan Standar Sarana Prasarana Tercepat se-Jawa Timur.

Penghargaan ini diberikan dalam Rapat kerja pimpinan (Raperpim) perguruan tinggi swasta se-Jatim di Ijen Suites Malang, Kamis (10/12/2020). Penganugerahan dilakukan oleh Kepala LLDIKTI VII Prof. Dr. Ir. Suprapto DEA, kepada Dr. dr. Sukadiono selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya. Acara tersebut juga dihadiri oleh Prof. Ir. Nizam, Ph.D selaku Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, dan Dr. Wikan Sakarinto selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi secara daring.

Baca juga: Banyak Penawaran dari Vendor Tapi Pimpinan UMTAS Pilih SEVIMA, Pak Widodo: Tidak Beli Kucing dalam Karung

“Penghargaan ini menandakan bahwa Muhammadiyah Surabaya senantiasa menempatkan sarana prasarana sebagai prioritas utama. Harapannya dengan Sarpras unggul, IT unggul, SDM kita unggul. pembelajaran kita terus meningkat,” ungkap Sukadiono yang kini menjabat dalam periode ketiga kepemimpinannya sebagai Rektor. Ingin tahu apa saja sistem IT dan Gedung Kampus yang telah ia rintis sejak tahun 2014? Berikut ceritanya.

Akselerasi Universitas Muhammadiyah Surabaya:

1. Menggunakan Layanan SEVIMA ProFeeder

umsurabaya

Baru menjabat sebagai Rektor, salah satu Peraturan Rektor yang paling awal dirintis di era kepemimpinan Sukadiono adalah Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penerapan Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Surabaya, serta Penyelenggaraan Proses Belajar Mengajar Berbasis E-Learning di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surabaya. Kedua peraturan tersebut diundangkan pada tahun 2013.

Dalam peraturan tersebut, diatur bahwa Muhammadiyah Surabaya nantinya akan memiliki sistem IT yang terintegrasi dalam penerimaan mahasiswa baru, pengajaran, hingga pelaporan data ke Pangkalan Data Dikti. Berangkat dari misi tersebut, Sistem IT mulai dirintis dan digunakan oleh Universitas. Diantaranya Cyber Campus dan penggunaan layanan SEVIMA ProFeeder.

“Siakad kami terintegrasi langsung, dan ini menunjukkan kita ingin unggul dalam Sarpras. Jujur, saya malah lupa kalau pakai SEVIMA (layanan ProFeeder), padahal saya yang tanda tangan. Artinya, layanan SEVIMA berjalan dengan baik, tidak ada masalah selama ini,” ungkap Sukadiono.

2. Membangun At-Ta’awun Tower 31 Lantai

Surabaya akan memiliki gedung kampus tertinggi se-Indonesia. Dan uniknya lagi, gedung tersebut nantinya akan punya Apartemen, Ruang E-Sport, sampai Techno Park.

Gedung ini adalah At-Ta’awun Tower. Tingginya 31 lantai dan telah mulai dibangun pada 24 April 2019 lalu. Groundbreaking dihadiri langsung oleh Dr. Haedar Nashir, M.Si (Ketua Umum PP Muhammadiyah), Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. (Wakil Gubernur Jawa Timur), Dr. Sa’ad Ibrahim, MA (Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur), dan beberapa tamu penting lainnya.

Sukadiono menekankan bahwa pembangunan gedung ini merupakan penanda penting kemajuan akademik Muhammadiyah Surabaya. Karena dengan adanya gedung ini, tidak hanya kemajuan akademik yang bisa dirintis. Tapi juga kemajuan unit bisnis yang akan mendukung Muhammadiyah Surabaya, karena gedung ini akan menghasilkan keuntungan dari pengelolaannya.

“Tentu, kami berharap dibangunnya At-Ta’awun sebagai spirit ta’awun ala al-bir wa al-taqwa, yaitu memberi dan memperkuat sebagai akhlak Islam yang utama, yang menegaskan eksistensi UMSurabaya ditengah dinamisasi perkembangan masyarakat global, sesuai harafiah nama dari At-Ta’awun itu sendiri”, imbuh Sukadiono.

3. Gedung 13 Lantai yang Diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla

Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) meresmikan At-Tauhid Tower di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jalan Raya Sutorejo Nomor 59, Mulyorejo, Surabaya, Jumat (19/1). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Sukadiono mengungkapkan, tower 13 lantai tersebut merupakan simbol keteguhan seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Surabaya. “Terutama dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya di dunia perguruan tinggi,” kata Sukadiono di lokasi peresmian.

Sukadiono juga menjelaskan alasan mengapa tower tersebut diberi nama At-Tauhid. Menurutnya, pengambilan nama tersebut karena Tauhid semestinya menjadi dasar dalam upaya mengimplementasikan apa-apa yang menjadi harapan seseorang.

“Tauhid itu sebagai dasar mengimplementasikan apa yang menjadi mimpi kita. Seperti pembangunan tower ini awalnya banyak yang ragu, mencibir. Tapi dengan kekuatan tauhid, akhirnya bisa mewujudkan gedung megah 13 lantai,” ujar Sukadiono.

Sukadiono melanjutkan, tower 13 lantai tersebut juga dimaksudkan untuk menyangkal asumsi atau mitos yang selama ini beredar di masyarakat. Dimana, selama ini angka 13 selalu dikait-kaitkan dengan angka sial.

“Orang biasanya punya asumsi atau pemahaman angka 13 itu angka sial. Dengan kekuatan Tauhid kita ingin mengubah stigma angka 13 sebagai angka sial menjadi angka keberuntungan,” ujar Sukadino.

Sukadino pun mengungkapkan, pembangunan tower At-Tauhid menghabiskan dana sebesar Rp 73 miliar. Adapun pengerjaannya memakan waktu dua tahun dan tiga bulan.

Setiap lantai tower tersebut juga sudah jelas peruntukannya. Seperti lantai 13 nantinya akan digunakan sebagai convention hall. Kemudian, lantai 12 diperuntukan sebagai ruang rektorat. Sementara lantai 1-11 nantinya diperuntukan sebagai ruang kuliah, laboratorium dan ruang administrasi.

4. Merintis Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah kini terkenal dengan Fakultas Kedokterannya. Tapi siapa sangka, jurusan ini baru berusia empat tahun! Di era kepemimpinan Sukadiono lah, Universitas Muhammadiyah Surabaya dalam rencana pengembangannya ingin meningkatkan mutu pelayanan kesehatan untuk bangsa melalui penyelenggaraan atau pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Kisah pembangunan Fakultas Kedokteran bermula dari tingginya animo masyarakat dan kebutuhan fasilitas kesehatan yang dibina Persyarikatan Muhammadiyah. Tim Universitas kemudian bergerak cepat, membentuk tim persiapan pada November 2013 dan melakukan MoU dengan Universitas Airlangga pada Februari 2014 untuk berkolaborasi menyediakan kurikulum kedokteran yang unggul.

Maret 2016, Fakultas Kedokteran resmi berdiri. Kini akreditasinya sudah berstatus SANGAT BAIK (B), dan menarik minat ribuan calon mahasiswa setiap tahunnya.

“Mendapatkan Akreditasi B di Kedokteran ini sangat ditunggu dan sangat sulit sekali. Ini menunjukkan fasilitas kita, dan pembelajaran kita, sudah mumpuni,” pungkas Sukadiono.

Bagikan artikel ini
TAGS :

Komentar