Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
Perguruan Tinggi | Strategi & Tata Kelola
30 Apr 2020
SEVIMA.COM – Halo sobat Sevima! Semoga sehat selalu. Yuk kita bahas kembali jurus-jurus menghadapi Pandemi Covid-19. Kita semua tahu bahwa Pandemi ini telah menyebar di 200 negara dan berdampak pada seluruh kehidupan kita, termasuk dunia pendidikan tinggi. Saat ini perguruan tinggi tidak dapat lagi melaksanakan kegiatan pembelajaran seperti biasa.
Untuk itu, perguruan tinggi dituntut berinovasi, baik di dalam perguruan tinggi maupun inovasi penelitian yang bermanfaat bagi banyak orang. Nah, adaptasi inovasi apa saja yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi saat pandemi Covid-19 ini.
Saat pandemi sekarang ini kuliah online sudah menjadi sebuah keniscayaan yang tak bisa ditunda lagi, jika kampus tidak mau beradaptasi dengan kuliah gaya baru ini, sudah dapat dipastikan perkuliahan tidak akan berjalan.
Untuk itu, latih dosen Anda untuk mengubah cara pembelajaran dengan media Elektronik, Video Conference, Forum. Lakukan peer-review terhadap konten-konten yang dibuat agar sesuai dengan hasil pembelajaran yang diharapkan plus membuat siswa tidak bosan atau terbebani tugas terlalu banyak.
Bisa juga dengan memanfaatkan tools pembelajaran online seperti Moodle, Spada, Google Classroom, Edmodo, EdLink , Zoom, Webex, Google Meet, Jitsi, guna menunjang proses pembelajaran online.
Baca juga: Serentak Berlakukan Kuliah Berani, Sekaranglah Waktunya!
Dulu bekerja dari rumah hanya dirasakan oleh freelance namun saat pandemi ini bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) adalah kebiasaan baru. Namun bagi kampus, tidak mudah beradaptasi dengan keinginan , khususnya pengukuran kinerja pegawai.
Padahal dalam kondisi kerja konvensional pun kampus masih kesulitan menerapkan prinsip pengukuran kinerja, kecuali untuk dosen yang memang ouputnya lebih mudah diukur. Karena itu dalam kondisi darurat seperti ini untuk sementara insentif pegawai akhirnya “disamaratakan” bukan lagi berbasis kinerja. Namun demikian, sebenarnya kondisi darurat ini bisa menjadi momentum pembelajaran tentang efektivitas dari buruknya kerja dan pengukuran kinerjanya.
Tugas kampus tidak hanya membantu mendidik masyarakat dengan informasi penting, tetapi juga bagaimana harus muncul ide-ide inovasi baru pemberi solusi, baik inovasi untuk adaptasi informasi maupun inovasi untuk mitigasi.
Inovasi untuk adaptasi mulai berkembang, seperti inovasi disinfektan alami, alat pelindung diri, robot untuk melayani pasien, penemuan obat herbal, dan masih banyak lagi. Dalam mitigasi, ilmuwan dunia berlomba-lomba menemukan vaksin.
Metode promosi seperti konvensional membagi-bagi brosur, kunjungan ke sekolah-sekolah atau pameran pendidikan jelas sangat tidak mungkin dilakukan disaat wabah Covid-29 ini, semua sekolah dan perguruan tinggi sementara menghentikan aktivitas rutin digantikan dengan sistem pembelajaran online / dare.
Untuk itu cara terbaik saat ini adalah dengan menggunakan promosi pemasaran digital, antara website lain yang menarik dan informasi yang jelas tentang kampus Anda, buat konten gambar-gambar menarik, artikel berkualitas dan video kreatif, optimalkan media sosial seperti saluran youtube, facebook, instagram, twitter dan lain-lain.
Baca juga: Panduan Digital Marketing untuk Universitas Cari Mahasiswa
Kita tahu cara pendaftaran melalui pengisian formulir kertas kemudian diserahkan kepada panitia penerimaan mahasiswa baru (PMB) jelas tidak mungkin dilaksanakan dalam situasi seperti saat ini, bahkan menggunakan google form sudah tidak mampu untuk memberikan layanan cepat agar calon mahasiswa tidak terlanjur pindah ke lain hati sebelum panitia PMB sempat memfollow-up mereka melalui balasan email atau pun telpon calon mahasiswa satu per satu.
Sudah saatnya kita beradaptasi dengan penerimaan mahasiswa baru secara online dan menyediakan cara pendaftaran yang sederhana dan cepat. Jangan dibuat pusing dengan mengisi data yang terlalu banyak di tahap awal. Dan pastikan proses pendaftaran langsung terkoneksi secara otomatis dengan pembayaran uang pendaftaran.
Dulu pembayaran kuliah kalau tidak dilakukan di kampus rasanya ada yang kurang, nah di masa pandemi ini kita tidak mungkin datang ke kampus atau ke bank. Untuk itu perguruan tinggi wajib berinovasi dalam memudahkan pembayaran mahasiswa.
Apakah metode pembayaran yang praktis atau calon pelajar lari? Calon pelajar jangan dibuat pusing dan sulit saat proses pembayaran, diatur secara manual dan kemudian harus melaporkan kembali secara manual bukti bayarnya. Sediakan banyak opsi saluran pembayaran online (seperti pilihan banyak rekening bank, pembayaran melalui internet banking atau mobile banking, seluruh ATM, toko modern, dll) dan update status pembayaran secara otomatis.
Baca juga: SEVIMAPay: Cara Cepat Bayar Tagihan Kuliah Secara Online
Pandemi Covid-19 menyadarkan arti pentingnya hidup sehat dan sanitasi pribadi dan lingkungan. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun secara lebih sering, memakai masker dan menjaga jarak mungkin akan menjadi kebiasaan baru pasca Covid-19 berakhir.
Kampus dituntut untuk menyediakan fasilitas-fasilitas penunjang guna mendukung hal tersebut, khususnya fasilitas cuci tangan, ruang kelas, dan ruang tunggu/layanan yang lebih nyaman dan aman. Bagaimana pun juga kampus harus memberi contoh kepada masyarakat luas tentang adaptasi hidup sehat.
Kampus sebagai rumah pembelajar tentu memiliki tuntutan yang jauh lebih besar dari organisasi lainnya. Untuk itu, momen kampus selalu hadir dengan solusi, tidak hanya berinovasi internal namun juga harus berinovasi yang bermanfaat untuk kalangan luas. Dan kita semua percaya bahwa badai pandemi Covid-19 pasti akan berlalu.
Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi