Enam Lulusan Raih Beasiswa SEMESTA Tech Career Academy 2026, Kuliah S1 di BINUS Sambil Bekerja di SEVIMA
29 Oct 2026
06 May 2020
SEVIMA.COM – Pandemi Covid-19 membuat hampir seluruh kampus tutup sejak pertengahan Maret 2020. Baru kali ini kampus benar-benar menghadapi penutupan. Untuk itu institusi pendidikan pun dituntut untuk melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dalam jaringan (daring).
Nah, dalam perkuliahan online kita mengenal perkuliahan online yang bandwidth internet tinggi dan bandwidth internet rendah . Bandwidth internet adalah jumlah konsumsi transfer data yang dihitung dalam satuan waktu bit per second (bps). Jadi kalau ada beberapa mahasiswa atau dosen mengeluhkan kuliah online yang menguras kuota internet, iya itu mereka menggunakan perkuliahan bandwidth internet tinggi .
Kuliah online high bandwidth itu biasanya proses pembelajaran menggunakan video conference (ViCon) atau dikenal pembelajaran online synchronous (serempak) atau menonton media pembelajaran berupa video yang tentu memakan banyak kuota. Kalau bandwidth rendah bisa menggunakan grup untuk mengirimkan materi atau tugas dll, biasanya dikenal asynchronous (tidak serempak) dengan menggunakan LMS.
Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan rekomendasi agar pembelajaran berani efisien dan tidak menguras kantong untuk biaya akses internet. Menghemat pengeluaran untuk belajar berani sangat diperlukan, terutama mengingat banyak kampus yang menerapkan kuliah berani hingga akhir semester genap ini.
Syamsul mengatakan, bahwa idenya ini berangkat dari banyaknya keluhan yang disampaikan mahasiswa dan dosen dalam perkuliahan yang berani. Utamanya, kendala dengan video conference (ViCon) sebagai media pembelajaran. “Pembelajaran melalui ViCon ini dirasa banyak menguras kuota internet,” ujar dosen Departemen Teknik Fisika tersebut dikutip dari laman ITS, Jumat, 3 April 2020.
Untuk memvalidasi hal tersebut, Syamsul menjelaskan perhitungan kasar yang dibuatnya. Umpamanya, siswa mengambil 20 satuan kredit semester (SKS) dalam satu semester, dalam satu bulan, siswa tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 66,67 jam untuk pembelajaran. Satu jam tersebut diibaratkan membutuhkan kuota internet 1 GB seharga Rp3.820. “Maka, mahasiswa tersebut bisa menghabiskan sekitar Rp 254 ribu per bulannya,” paparnya.
Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online
Doktor bidang teknologi pendidikan tersebut merasa, nominal tersebut cukup mahal untuk ukuran siswa, terutama yang memiliki kesulitan ekonomi dalam situasi tanggap darurat seperti saat ini. “Belum lagi bila mahasiswa harus belajar dengan Learning Management System (LMS) yang harus menjelajah dunia maya untuk mengerjakan tugas dari dosen, pasti biaya yang dibutuhkan akan bertambah,” timpalnya.
Oleh karena itu, Syamsul menyarankan, untuk diberlakukan penghematan biaya operasional instansi pendidikan yang tidak terpakai menjadi bantuan subsidi pulsa bagi siswa yang membutuhkan untuk koneksi pembelajaran yang berani. “Mengacu pada hal ini, sudah terbit surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 302/E.E2/KR/2020 sebagai landasan kebijakan anggaran bagi perguruan tinggi,” ungkapnya.
Tim Ahli Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini selanjutnya menjelaskan, dalam pembelajaran berani dikenal dua mode, yakni synchronous (serempak) dengan menggunakan ViCon dan asynchronous (tidak serempak) dengan menggunakan LMS.
“Efektifnya untuk pembelajaran penuh secara berani mengkombinasikan 40 persen mode serempak dan 60 persen mode tidak serempak,” sarannya.
Nah kabarnya bagus, semua model pembelajaran Internet bandwidth tinggi atau rendah sudah ter-cover di Learning Management System (LMS) SEVIMA EdLink , yang sudah digunakan banyak perguruan tinggi di Indoneisa. Tinggal pengguna, mau menggunakan fasilitas yang mana.

Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi