Berita | Liputan Media

Aplikasi PDDikti Feeder Penting Dipahami Oleh Perguruan Tinggi

SAAT ini, masih banyak civitas kampus belum memahami seputar sistem aplikasi bernama PDDikti Feeder. Padahal sistem aplikasi yang dirilis Kemendikbud untuk mengirimkan data aktivitas perkuliahan mahasiswa dan aktivitas mengajar dosen ini sangat penting diketahui perguruan tinggi.

“PDDikti Feeder merupakan hal yang sangat penting bagi perguruan tinggi. Dengan menggunakan PDDikti Feeder, perguruan tinggi bisa melakukan pengolahan data penting seperti melakukan validasi nasional ijazah, mengetahui persyaratan beasiswa dan KIP, proses akreditasi BAN PT/LAMP, penjaminan mutu, penelitian dan jurnal, hingga proses UJIKOM untuk prodi kesehatan dan kebutuhan verifikasi lain para alumni seperti mengikuti CPNS dan mencari pekerjaan,” ujar Kepala Bagian Riset SEVIMA, Apriliyani dalam acara ‘Belajar Bareng PDDikti Feeder Mulai dari Nol’ yang berlangsung secara daring, pekan lalu.

Baca juga : [Lengkap] Cara Instalasi Feeder PDDikti Dari Awal Hingga Bisa Digunakan

Acara ini diikuti 500 operator dan dosen se-Indonesia yang tergabung dalam Komunitas SEVIMA.

Dalam penjelasannya, Firin Handayani dari tim teknis SEVIMA mengungkapkan tiga tahap sederhana mengisi data yaitu mengunduh aplikasi PDDikti di website Kemdikbud, hubungkan sistem akademik dengan internet, dan lakukan sikronisasi secara berkala.

“Agar proses pelaporan bisa berjalan dengan lancar, pastikan Anda sudah mengunduh seluruh aplikasi mulai dari versi 3.2 hingga versi 4.0. Setelah itu lakukan generate prefill untuk melakukan sinkronisasi data,” ungkap Firin.

Koneksi antara sistem akademik dengan internet, disebut Sasna Salsabila, yang juga anggota tim teknis SEVIMA, adalah yang paling sulit. Untuk mempermudah pelaporan, Sasna merekomendasikan penggunakan sistem akademik yang berbasis online.

Baca juga : [Lengkap] Cara Instalasi Feeder PDDikti Dari Awal Hingga Bisa Digunakan

“Dengan sistem online nilai sinkronisasi terkompilasi dalam sistem tersebut dan bisa dengan mudah disinkronisasi ke PDDikti Feeder. Ada banyak sistem akademik online yang sudah tersedia di kampus-kampus, maupun bisa didownload di internet. Misalnya Gofeeder Community yang bersifat gratis,” lanjut Sasna.

Lebih jauh, Apriliyani merekomendasikan pelaporan dilakukan mengikuti dua tahapan. Yaitu pada Checkpoint 1 di awal perkuliahan hingga maksimal dilakukan 2 bulan sejak perkuliahan dimulai, dan Checkpoint 2 yaitu di akhir perkuliahan hingga maksimal dua bulan setelah perkuliahan selesai.

“Kegiatan pelaporan harus dilakukan terus menerus setiap semester. Jika pada semester ganjil, deadline nasionalnya jatuh pada 30 April. Sedangkan pada semester genap akan berakhir pada 30 Oktober,” ungkap  Apriliyani. (RO/OL-15)

Artikel ini dimuat di Media Indonesia Senin 22 Maret 2021, 03:18 WIB

Bagikan artikel ini

Komentar