Dunia Kampus | Liputan Media

Mencari Sistem Pembelajaran yang Tepat di Masa Pandemi

DI MASA pandemi, para pendidik harus mencari strategi yang tepat untuk diaplikasikan dalam sistem belajar mengajar. Hal itu diperlukan agar mahasiswa meraih hasil bagus di akhir perkuliahan.

Di sisi lain, anggapan bahwa sistem pembelajaran online diterapkan karena pandemi Covid-19 dinilai kurang tepat. Sistem pembelajaran secara daring seperti ini dinilai sebagai salah satu potret pembelajaran di masa mendatang.

“Pemerintah dan pihak pendidikan tinggi sudah merencanakan metode Pembelajaran Jarak Jauh dari beberapa tahun lalu. Dengan metode PJJ sistem belajar mengajar akan lebih mudah diaplikasikan dengan baik,” ujar Dr Uwes Anis Chaeruman, Dewan Penasihat Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI) dalam webinar ‘Langkah Sukses Memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang diadakan PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA), Kamis (27/11).

Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online

Uwes membagi metode e-learning dalam dua jenis yaitu synchronous learning dan asynchronous learning. Synchronous learning merupakan metode yang digunakan para pengajar melalui pembahasan perkuliahan secara langsung baik melalui live synchronous learning (tatap muka) dan virtual synchronous (tatap maya), sedangkan asynchronous metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi modern seperti aplikasi dan fitur-fitur tertentu.

“Asynchronous di bagi dua yaitu self directed asynchronous dan collaborative asynchronous. Self directed asynchronous merupakan metode pembelajaran yang bisa dilakukan secara mandiri dan bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Metode ini sangat cocok diaplikasikan selama masa pandemi,” ungkapnya.

Baca juga: 5 Tips Tingkatkan IPK Saat PJJ Menurut Kemendikbud

Sedangkan Dosen Hubungan Internasional dan Tim Pengembang Konten E-Learning IAIN Parepare, Syarif Iqbal mengatakan menemukan metode pembelajaran online yang tepat untuk mahasiswa tidaklah mudah. Menurutnya, di era digital, kesenjangan teknologi antargenerasi menjadi salah satu halangan terbesar. “Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui media yang sedang digandrungi mahasiswa,” ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, aktivitas pembelajaran online telah diimplementasikan dengan baik di kampus IAIN Parepare sejak 2010. Media pembelajaran yang digunakan IAIN Parepare adalah Edlink yang telah diunduh lebih dari 150 ribu mahasiswa dan 7 ribu dosen di seluruh Indonesia.

“Adanya Edlink di sini sangat memacu semangat kami dalam melakukan pembelajaran onlen. Kami merasa sangat terbantu dengan penggunaan aplikasi ini,” tutur Muhammad Haramain salah satu Tim Pengembang E-Learning IAIN Parepare. (RO/R-1)

Artikel ini telah tayang di Mediaindonesia.com dengan judul “Mencari Sistem Pembelajaran Yang Tepat di Masa Pandemi”

Bagikan artikel ini

Komentar