Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
SEVIMA.COM – Teaching Factory (TEFA) merupakan model pembelajaran untuk pendidikan Vokasi yang dirancang berdasarkan standar industri dan bisnis. Pelaksanaan TEFA ditujukan untuk mempersiapkan lulusan sekolah vokasi agar menjadi pekerja dan wirausaha.
Merujuk pada penelitian Universitas Negeri Padang pada tahun 2023, bahwa saat ini lulusan vokasi di sekolah kejuruan tidak terserap secara maksimal karena perbandingan lulusan dengan dunia kerja yang tidak sebanding.
Untuk itu, pendidikan vokasi perlu mempersiapkan keterampilan yang memadai. TEFA menjadi salah satu model pembelajaran yang bisa membantu siswa mendapatkan kompetensi yang sesuai.
Seperti apa metode pembelajaran TEFA untuk mempersiapkan lulusannya? Berikut pembahasan lengkapnya.
Dilaporkan dari laman TEFA Universitas Negeri Padang ( https://tefa.unp.ac.id/ ) Teaching Factory (TEFA) adalah metode pembelajaran yang dirancang khusus sesuai dengan standar dan prosedur industri yang berlaku. Metode pembelajaran ini mengoordinasikan kolaborasi secara aktif agar mengasah siswa lebih terampil dalam menghasilkan produk ataupun layanan.
Metode TEFA merupakan gabungan dari dua metode pembelajaran, yaitu CBT ( Competency Based Training ) dan PBT ( Production Based Training ). CBT merupakan proses pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi yang diperlukan oleh peserta didik, sedangkan PBT adalah proses pembelajaran keterampilan yang dilakukan berdasarkan prosedur dan standar kerja yang sesungguhnya.
Hadirnya TEFA bertujuan untuk mengatasi kesenjangan kompetensi antara pengetahuan yang diajarkan di pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia industri. Pada penerapannya, TEFA fokus pada pembelajaran praktis dalam konteks produksi dan bisnis, sesuai dengan kebutuhan industri saat ini dan masa depan.
Baca juga: OBE Mempengaruhi Akreditasi PT, Bagaimana bisa?
Implementasi TEFA di pendidikan vokasi disusun dengan tujuan agar siswa lebih dekat dengan dunia industri dan memiliki keterampilan berdasarkan standar kerja yang sebenarnya. Hal ini tertuang dalam sesuai Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 2015 bahwa penyelenggaraan Pendidikan Vokasi Industri berbasi kompetensi wajib dilengkapi dengan pabrik dalam sekolah, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dan Tempat Uji Kompetensi (TUK)
Berikut adalah manfaat dari penerapan TEFA yang optimal:
Penerapan metode TEFA memungkinkan pembelajaran dilakukan sesuai dengan standar proses produksi yang berlaku di dunia kerja. Hal ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan memastikan bahwa siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Melalui TEFA, lulusan perguruan tinggi memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Hal ini dapat meningkatkan kompetensi mereka dan membuat mereka lebih siap untuk terjun ke dunia kerja setelah lulus.
Dengan penerapan TEFA, sekolah mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kemandiriannya dalam menyelenggarakan vokasi pendidikan. Mereka dapat mengintegrasikan praktik-praktik industri ke dalam kurikulum mereka, sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan tuntutan dunia kerja.
Teaching Factory memungkinkan terjalinnya kemitraan yang kuat antara perguruan tinggi dengan dunia kerja. Melalui kolaborasi dalam pembelajaran, perguruan tinggi dapat bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk memastikan bahwa kurikulum dan pengalaman belajar siswa sesuai dengan kebutuhan industri.
Dikutip dari laman berita Universitas Airlangga , ada beberapa hal yang menjadi dasar agar implementasi TEFA di vokasi pendidikan semakin optimal. Berikut penjelasannya.
Pada program TEFA ini dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi dalam mempersiapkan strategi dalam memecahkan permasalahan yang tengah terjadi di masyarakat.
Program TEFA sudah terintegrasi dengan Project Based Learning (PjBL) dan kebijakan Kurikulum Merdeka untuk membentuk pendidikan ringkas. Proses implementasi TEFA difokuskan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa terkait dengan dunia dan industri.
Dosen mendampingi siswa berlatih langsung di lapangan . Di lapangan siswa akan lebih tertantang untuk menjawab permasalahan yang telah terjadi. Kolaborasi langsung yang optimal antara dosen dan mahasiswa akan berdampak pada output skill mahasiswa yang semakin terampil.
Baca juga: Tahapan Implementasi OBE di Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi kini dapat menerapkan TEFA melalui SEVIMA EdLink melalui Learning Management System (LMS). Berikut adalah penerapan TEFA melalui modul EdLink:
Saat ini SEVIMA Platform sudah mempunyai modul EdLink yaitu Learning Management system (LMS) yang dapat membantu proses pembelajaran di kampus menjadi lebih efektif dan interaktif serta memudahkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung metode pembelajaran TEFA.

Dengan hadirnya modul ini, perguruan tinggi dapat lebih mudah untuk membantu mahasiswa mempelajari industri sesuai dengan minat masing-masing. Pembelajaran yang mudah dan dapat dilakukan di mana saja merupakan poin plus dari LMS EdLink yang memiliki materi pembelajaran dari praktisi berpengalaman.
Penerapan TEFA ini juga telah sesuai dengan kurikulum Outcome Based Education ( OBE) yang fokus pada keluaran siswa. Maka untuk mendukung penerapan kebijakan ini, perguruan tinggi dapat menggunakan modul OBE yang menyesuaikan dengan standar industri.
Keuntungan penerapan TEFA dengan kurikulum OBE:

Tidak hanya mempermudah tenaga pendidikan, hadirnya modul EdLink dan OBE dapat membantu memfasilitasi penerapan TEFA hingga meningkatkan capaian IKU perguruan tinggi. Bagi Anda yang tertarik untuk implementasi kedua modul ini, yuk segera hubungi tim SEVIMA untuk diskusi lebih lanjut.
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi