Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
SEVIMA.COM – Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) kini telah wajib diterapkan di perguruan tinggi dan menjadi salah satu memperoleh syarat akreditasi. Hal ini mengacu pada regulasi di mana perguruan tinggi diminta menyusun kurikulum yang mengacu pada KKNI dan SNDIKTI agar dapat menghasilkan lulusan berkualitas yang dibutuhkan industri dunia. Kurikulum ini mengacu pada Outcome Based Education (OBE).
Kurikulum ini akan fokus pada apa yang dilakukan siswa pada perkuliahan akhir masa dan mengedepankan perbaikan berkelanjutan . Bagaimana penerapan OBE yang dapat mempengaruhi akreditasi perguruan tinggi?.
Pada tahun 2020, Dikti menerbitkan pedoman penyusunan kurikulum yang mengacu pada kurikulum OBE. Melalui kurikulum ini, Prodi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing dan kompetensi sesuai dengan dunia usaha dan industri. Maka adanya kurikulum OBE akan membantu untuk mengukur kompetensi lulusan yang nantinya akan diterapkan di prodi-prodi masing-masing
Jika perguruan tinggi dapat menerapkan kurikulum OBE dengan optimal dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas maka hal ini akan meningkatkan akreditas. Hasil implementasi dari kurikulum OBE inilah yang menjadi syarat pendukung dokumen untuk pengajuan Akreditasi Nasional maupun Internasional.
Baca juga: Bagaimana Konsep dan Penilaian Outcome Based Education (OBE)?
Implementasi kurikulum OBE akan fokus pada hasil atau kemampuan siswa yang sesuai dengan profil mereka. Lulusan dari perguruan tinggi yang menerapkan kurikulum OBE ini pasti sudah dibekali dengan keterampilan yang cukup untuk menghadapi kehidupan pasca kampus. Inilah yang bisa dijadikan tolok ukur penilaian mutu suatu perguruan tinggi.
Proses menyelesaikan pembelajaran akan menjadi indikator penilaian penting sebuah perguruan tinggi apakah sesuai standar mutu atau tidak. Berdasarkan Pedoman Penilaian Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi pada poin C.6.4.b mengajarkan karakteristik proses pembelajaran yang interaktif dan efektif dan C.6.4.c tentang keluasan RPS sesuai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
Selain itu, instrumen Akreditasi Program Studi (APS) butir C9 juga menjelaskan analisis CPL. CPL ini harus memenuhi 3 aspek yaitu keserbacukupan, kedalaman, dan kebermanfaatan analisis yang ditunjukkan dengan peningkatan CPL dari waktu ke waktu dalam 3 tahun terakhir.
Tidak hanya untuk akreditasi nasional, OBE menjadi kurikulum wajib untuk syarat meraih akreditasi internasional IABEE . Prodi paling belum mengimplementasikan OBE lebih dari 4 tahun dan meluluskan setidaknya 1 alumni hasil implementasi OBE.
Sehingga penerapan kurikulum OBE menjadi indikator penting pada penilaian akreditasi. Pada penilaian akreditas nasional, perguruan tinggi yang tidak menerapkan OBE mengurangi poin penilaian, berbeda dengan perguruan tinggi yang ingin mengizinkan akreditasi internasional maka penerapan pelaksanaan OBE telah menjadi kewajiban.
Sehingga sebuah perguruan tinggi yang tidak menerapkan OBE, sudah pasti tidak akan bisa terakreditasi. Pada akreditasi internasional, memiliki persyaratan yang lebih ketat bahwa perguruan tinggi harus sudah meuluskan minimal satu mahasiswa dalam implementasi OBE.
Baca juga: Mengenal Kurikulum OBE, Apa Bedanya dengan Kurikulum Lama?
Kurikulum OBE merupakan transformasi di dunia pendidikan agar menghasilkan outcome yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Penerapannya bisa menjadi indikator jaminan mutu sebuah perguruan tinggi untuk menunjang akreditasi perguruan tinggi. Dapatkan informasi lain seputar sistem informasi dan berita akademik di SEVIMA.COM .
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi